Iklan

PENINGKATAN HASIL BELAJAR KETERAMPILAN BERBICARA PADA MATERI SHORT INTERPERSONAL TEXT BAHASA INGGRIS MELALUI MEDIA COMIC STRIP MENGGUNAKAN METODE PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING BAGI PESERTA DIDIK KELAS VIII B MTS NEGERI 3 CILACAP SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2019/2020

Eko Bayuningsih, S.Pd.

ABSTRAK

EKO BAYUNINGSIH, S.Pd NIP. 19801018 200501 2 002 ,” Peningkatan Hasil Belajar Keterampilan Berbicara Pada Materi Short Interpersonal Text Bahasa Inggris Melalui Media Comic Strip Menggunakan Metode Pembelajaran Project Based Learning Bagi Peserta Didik Kelas VIII B MTs Negeri 3 Cilacap Semester I Tahun Pelajaran 2019/2020.” Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar perserta didik dalam pembelajaran berbicara Teks Interaksi Interpersonal Bahasa Inggris melalui media comic strip menggunakan metode pembelajaran Project Based Learning. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di Kelas VIII B MTs Negeri 3 Cilacap tahun pelajaran 2019/2020. Dengan jumlah siswa sebanyak 27 siswa. Waktu pelaksanaan pada bulan Agustus 2019 sampai dengan September 2019. Penelitian ini merupakan penelitian yang dilakukan melalui penelitian tindakan kelas yang pada pelaksanaannya peneliti sebagai Guru Model berkolaborasi dengan 2 orang guru Bahasa Inggris yang mengajar di kelas VIII. Peneliti membangun dua siklus dengan dua tindakan disetiap siklusnya. Satu siklus terdiri dari planning, acting, observing, dan reflecting. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan melakukan observasi/ pengamatan dan tes lisan unjuk kerja. Penelitian yang telah dilaksanakan, menunjukan bahwa ada peningkatan hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran berbicara short Interpersonal text melalui media comic strip menggunakan metode Project Based Learning. Hasil peningkatan dilengkapi dengan indikator keberhasilan yang telah disebut sebelumnya. Hasil tes lisan unjuk kerja dalam berbicara, menunjukan bahwa nilai rata-rata dalam siklus 1 pada 65,51 dan siklus 2 pada 69,40. Akhirnya penulis menyimpulkan berdasarkan penjelasan pada pembahasan diatas bahwa tujuan penelitian yang telah dilaksanakan mengalami keberhasilan

PENDAHULUAN

Fungsi bahasa salah satunya adalah sebagai media alat untuk berkomunikasi dalam upaya untuk menyampaikan pesan dari pembicara kepada pendengarnya. Salah satu dari sekian banyak jenis bahasa, bahasa asing adalah bahasa yang paling efektif yang digunakan untuk menjalin komunikasi diantara bangsa-bangsa di dunia untuk menjalin hubungan atau kerjasama. Di era globalisasi sekarang ini bahasa asing yang sering digunakan untuk berkomunikasi didunia salah satunya adalah Bahasa Inggris . Untuk mempelajari bahasa asing salah satunya adalah dengan cara seseorang harus dapat menerapkan bahasa asing tersebut dalam kehidupan sehari- hari dalam upaya menambah pengetahuannya.

Bahasa Inggris sebagai bahasa asing telah masuk ke dalam mata pelajaran dijenjang SMP/ MTs sebagaimana tercantum dalam kurikulum 13 (K13). Adapun keterampilan yang ada dan harus dipelajari oleh peserta didik dalam mempelajari Bahasa Inggris terdiri dari empat keterampilan yakni 1) Mendengarkan (listening), 2) Berbicara (speaking), 3) Membaca (reading), dan 4) Menulis (writing). Dari keempat keterampilan berbahasa tersebut,yang tidak dapat diajarkan hanya melalui penjelasan adalah keterampilan berbicara (speaking). Peserta didik harus sering-sering melakukan kegiatan praktik berbahasa secara kontinyu dengan tujuan peserta didik akan selau mengingat dengan semua yang telah mereka pelajari.

Berbagai permasalahan juga dialami penulis selama menjadi pendidik mengampu mata pelajaran Bahasa Inggris di Madrasah Tsanawiyah khususnya dalam pembelajaran keterampilan berbicara Bahasa Inggris. Diantaranya adalah peserta didik masih kurang terampil dalam berbicara Bahasa Inggris, penggunaan media pembelajaran di sekolah yang masih kurang efektif, serta model pembelajaran yang digunakan masih perlu diperhatikan. Dalam pembelajaran keterampilan berbicara peserta didik diharapkan mampu untuk berkomunikasi mengekpresikan apa yang ada didalam pikiran dan pendapatnya dengan menggunakan kosakata Bahasa Inggris yang telah dikuasainya. Hal seperti ini menjadi permasalahan bagi peserta didik, karena peserta didik sering merasa tidak percaya diri dan takut salah dalam menggunakan dan melafalkan kosakata. Selain itu kurangnya penggunaan media yang kurang efektif dan kraetif dari guru atau pengajar menjadi hambatan atau permasalahan yang mengakibatkan kurangnya minat atau ketertarikan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran. Dengan media yang tepat, efektif dan efisien dapat menjadi faktor pendorong suksesnya proses pembelajaran di kelas. Media ini dapat berupa suara, gambar,atau gerakan yang dapat menciptakan lancarnya komunikasi dan interaksi antara guru/ pendidik dan peserta didik pada saat pembelajaran berlangsung, sehingga memungkinkan peserta didik menguasai tujuan pengajaran lebih baik, terlebih untuk keterampilan berbicara. Untuk memotivasi dan meningkatkan hasil belajar keterampilan berbicara Bahasa Inggris peserta didik ,dapat dilakukan dengan penggunaan media gambar yang menarik. Salah satu media gambar yang dapat dijadikan sebagai media pembelajaran yang menarik adalah Comic Strip. Comic Strip adalah jenis media komunikasi visual yang disajikan secara berurutan dan bersambung biasanya dipublikasi didalam surat kabar atau majalah. Tetapi dalam hal ini penulis akan menggunakan Comic Strip yang dibuat oleh peserta didik sendiri melalui smartphone. Cerita yang dibuat berkaitan dengan pembelajaran tentang ungkapan ( Expression) menggunakan model pembelajaran berbasis proyek ( Project Based Learning). Penulis berharap pembuatan media Comic Strip dengan model pembelajaran berbasis proyek ini dapat meningkatkan kemampuan dan hasil belajar keterampilan berbicara Bahasa Inggris.

Berdasarkan semua yang telah dipaparkan diatas, penulis melakukan tindakan kelas dengan judul “Peningkatan Hasil Belajar Keterampilan Berbicara Pada Materi Short Transactional Text Bahasa Inggris Melalui Penggunaan Media Comic Strip Menggunakan Metode Pembelajaran Explicit Instruction Bagi Peserta Didik Kelas VIII B MTs Negeri 3 Cilacap Semester I Tahun Pelajaran 2019/2020”.

Rumusan Masalah

Berdasarkan permasalah yang suadah teridentifikasi, maka permasalahan dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut :

  1. Bagaimanakah poses pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran Project based learning dapat meningkatkan hasil belajar ketrampilan berbicara materi short interpersonal text bahasa Inggrisdi kelas VIII B MTs Negeri 3 tahun pelajaran 2019/2020 ?
  2. Seberapa besar peningkatan hasil belajar ketrampilan berbicara pada materi konduktor dan isolator panas di kelas VIII B MTs Negeri 3 Cilacap tahun pelajaran 2019/2020 setelah menggunakan Metode Pembelajaran Project Based Learning ?
  3. Bagaimanakah perubahan perilaku yang menyertai peningkatan hasil belajar ketrampilan berbicara materi short interpersonal text bahasa Inggris di kelas VIII B MTs Negeri 3 Cilacap tahun pelajaran 2019/2020 setelah menggunakan metode pembelajaran Project based learning?

Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas maka tujuan penelitian ini adalah:

  1. Untuk mendiskripsikan proses pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran Project based learning dapat meningkatkan hasil belajar ketrampilan berbicara materi short interpersonal text bahasa Inggrisdi kelas VIII B MTs Negeri 3 Cilacap tahun pelajaran 2019/2020.
  2. Untuk mendiskripsikan peningkatan hasil belajar ketrampilan berbicara materi short interpersonal text bahasa Inggrisdi kelas VIII B MTs Negeri 3 Cilacap tahun pelajaran 2019/2020 setelah menggunakan Metode Pembelajaran Project Based Learning.
  3. Untuk mendiskripsikan perubahan perilaku yang menyertai peningkatan hasil belajar ketrampilan berbicara materi short interpersonal text bahasa Inggrisdi kelas VIII B MTs Negeri 3 Cilacap tahun pelajaran 2019/2020 setelah menggunakan Metode Pembelajaran Project Based Learning

Manfaat Penelitian

Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat, Sebagai berikut :

Manfaat Teoretis

Secara teoretis, memberikan wawasan dan pengetahuan mengenai media comic strip dan penggunaannya dalam meningkatkan ketrampilan berbicara dalam pembelajaran Bahasa Inggris.

Manfaat Praktis

  • Bagi Guru

Memberikan masukan kepada guru khususnya guru Bahasa Inggris di Sekolah Menengah Pertama/ Madrasah Tsanawiyah untuk menggunakan media yang lebih bervariatif guna memberikan motivasi kepada peserta didik dalam hal mengingatkan kemampuan berbicara Bahasa Inggris

  • Bagi Peserta Didik

Memberikan motivasi dan kemudahan kepada siswa dalam mempelajari Bahasa Inggris.

  • Bagi Sekolah

Memberikan masukan kepada sekolah guna mendukung guru untuk menambah media yang bervariasi khususnya bagi pembelajaran Bahasa Inggris.

  • Bagi Calon Pendidik

Memberikan masukan agar termotivasi untuk menyusun dan menggunakan media yang bervariasi khususnya bagi pembelajaran Bahasa Inggris.

KAJIAN PUSTAKA

Tinjauan pembelajaran Bahasa Inggris

Membicarakan suatu pandangan berarti membicarakan suatu pengetahuan. Bila dikaitkan dengan Bahasa, maka hal yang pertama kali muncul adalah ilmu pengetahuan lalu tehnologi sebagai alat penunjangnya. Sedangkan Bahasa merefleksinya. Bahasa adalah bagian dari ilmu pengetahuan. Setiap bahasa yang dimiliki seseorang dalam sebuah masyarakat dan merupakan hasil pengenalan (cognition) terhadap lingkungan sekitarnya juga terkait dengan kebudayaan.

Pemerolehan bahasa diperoleh melalaui beberapa macam lingkungan, yaitu: lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat dan lingkungan pembelajaran. Didalam lingkungan pembelajaran, bahasa yang dimiliki seseorang diajarkan dengan proses belajar mengajar yang sesuai dengan tahap dan aturan yang berlaku.

Pembelajaran menurut Brown (2008 : 20) mendefinisikan pembelajaran adalah proses atau pemerolehan pengetahuan tentang subjek, keterampilan yang dipelajari, dan pengalaman atas instruksi. Salah satu pengetahuan yang diperoleh adalah berupa bahasa asing.

Pengajaran bahasa asing merupakan pembelajaran bahasa yang digunakan selain bahasa kehidupan sehari-hari atau biasa disebut dengan bahasa ibu. Jika bahasa dipelajari di sekolah, bahasa asing itu menjadi bahsa ajaran. Brown (2008 : 39) mengatakan bahwa dalam pengajaran, kemampuan berbahasa dibedakan menjadi produksi aktual (berbicara dan menulis) dan pemahaman (menyimak dan membaca).

Belajar bahasa asing berbeda denagn belajar bahasa ibu, oleh karena itu prinsip dasar pengajarannya harus berbeda, baik menyangkut metode (model pengajaran), materi, media maupun proses pelaksanaan pengajarannya. Dalam proses pembelajaran, kita mengenal istilah strategi pembelajar, metode pembelajaran dan tehnik pembelajaran. Masing-masing memiliki peranan penting dalam usaha mencapai tujuan pembelajaran.Bahasa Inggris nerupakan salah satu bahsa asing yang dijadikan mata pelajaran ditingkat Sekolah Menengah Pertama/ Madrasah Tsanawiyah di Indonesia. Dalam dunia pendidikan Indoesia saat ini, sistem kurikulum yang diterapkan adalah Kurikulum 13.

Berdasarkan uraian-uraian diatas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa pembelajaran bahasa asing merupakan suatu kegiatan belajar dan mengajar dengan tujuan untuk mampu menggunakan bahasa target sesuai dengan fungsinya yaitu sebagai sarana komunikasi.

Comic strip Sebagai Media Pembelajaran

Pengajaran adalah operasionalisasi dari kurikulum yang terjadi apabila terdapat interaksi siswa dengan dengan lingkungan belajar yang diatur oleh guru untuk mencapai tujuan. Sedangkan proses pengajaran atau interaksi belajar ditandai dengan adanya sejumlah komponen yang saling berhubungan satu sama lain yaitu tujuan, bahan, metode, teknik, pendekatan, media dan penilaian.

Komik dapat didefinisikan sebagai suatu bentuk kartun yang mengungkapkan karakter dan memerankan suatu cerita dalam urutan yang erat hubungannya dengan gambar dan dirancang untuk memberikan hiburan kepada para pemabaca. Menurut Ann Miller, UK (2007: 75) “bande dessinee produces meaning out of images which are in a sequential relationship, and which co-exist with each other spatially, with or without text.

Comic strip merupakan gambar berseri penek saling berurutan yang serimg dimuat oleh koran. Comic strip memuat cerita dan pesan singkat berupa gambar cerita pendek. Comic strip disebut juga newspaper strip, jenis komok strip yang terbit harian atau mingguan, dan terdiri dari susunan beberapa panel saja. Di Indonesia, strip komik tercatat sebagai komik yang pertama kali muncul yaitu pada tahun 1930.

Model Pembelajaran Project Based Learning

Model pembelajaran yang ditemukan oleh Rosenshina dan Stevens pada tahun 1986. Project Based Learning adalah pembelajaran langsung khusus dirancang untuk mengembangkan belajar peserta didik tentanng pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif yang dapat diajarkan dengan pola selangkah demi selangkah.

Kerangka Berpikir

Belajar bahasa meliputi empat keterampilan yaitu mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Salah satu keterampilan yang sulit dikuasai adalah keterampilan berbicara. Dalam proses belajar mengajar, penyampaian materi pelajaran merupakan kegiatan penting yang bisa menentukan keberhasilan proses pembelajaran yang sedang berlangsung. Guru haruslah melakukan sebuah siasat agar peserta didik dapat mengerti isi materi yang disampaikan sehingga akan tercapai tujuan pembelajaran berbicara Bahasa Inggris dapat maksimal. Hal itu dapat dilakukan dengan beberapa alternatif, misalnya dengan memakai media pembelajaran yang baru.

Pembelajaran bahasa asing terutama dalam pembelajaran keterampilan berbicara bahasa asing, diperlukan adanya media untuk memudahkan peserta didik dalam berbicara Bahasa Inggris dan membantu peserta didik merangkai kata-kata yang komunikatif untuk berbicara, salah satu media yang dapat digunakan adalah media comic strip.

Media comic strip yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebuah media komik sederhana buatan siswa sendiri, dengan gambar/ foto siswa yang menceritakan tentang berbagai ungkapan teks transaksional pendek sederhana yang meliputi Ungkapan opinion, ungkapan agreement, ungkapan sugesstion, ungkapan obligation dan ungkapan checking someone understanding. Semua ungkapan itu ada di materi kelas VIII. Media comic strip merupakan salah satu media yang diharapkan sesuai dengan pembeajaran ketrampilan Bahasa Inggris. Dengan kegiatan seperti itu dapat mendorong para peserta didik untuk mengungkapakan dan mengembangkan ide, gagasan atau imajinasi yang diperoleh melalui comic strip dan dapat meningkatkan kemampuan ketrampilan berbicara Bahasa Inggris.

METODE PENELITIAN

Setting Penelitian

1. Waktu Penelitian

Penelitian Tindakan Kelas ini di awali dengan penyusunan proposal dan di akhiri dengan pembuatan laporan. Penelitian tindakan ini dilaksanakan selama 2 bulan dimulai pada bulan Agustus 2019 dan di akhiri pada bulan September 2019, pada tahun pelajaran 2019/2020.

2. Tempat Penelitian

Penelitian tindakan ini dilaksanakan di MTs Negeri 3 Cilacap Kabupaten Cilacap pada siswa kelas VIII B tahun pelajaran 2019/2020.

3. Subjek dan Objek Penelitian

Penelitian Tindakan Kelas ini adalah peserta didik kelas VIII B MTs Negeri 3 Cilacap Tahun Pelajaran 2019/2020 diplih sebagai subjek penelitian. Kelas ini terdiri dari 12 peserta didik laki-laki dan 15 peserta didik perempuan.

Prosedur Penelitian

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang dilaksanakan dengan mengikuti prosedur penelitian berdasarkan pada prinsip Kemmis dan Taggart (1988) yang mencakup kegiatan perencanaan (planning), tindakan (action), observasi (observation), refleksi (reflection) atau evaluasi. Keempat kegiatan ini berlangsung secara berulang dalam bentuk siklus. Penelitian ini dilakukan dengan cara berkolaborasi dengan guru Bahasa Inggris yang mengajar di kelas VIII.

Penulis merencanakan pembelajaran Bahasa Inggris dengan memilih materi pembelajaran keterampilan berbicara short interpersonal text Bahasa Inggris melalui dua siklus pada semester 2 tahun pelajaran 2019/2020. Alokasi waktu yang digunakan pada siklus pertama terdiri dari 2×40 menit. Pada proses pembelajaran ini, penulis melakukan empat langkah teknik pembelajaran Kurikulum 13 metode scientific yang meliputi 5 M yaitu Mengamati (Observing), Menanya (Asking), Mengumpulkan Informasi (Collecting Data), Mengasosiasi (Associating), Mengkomunikasikan (Communicating)

Pada kegiatan mengamati (observing) guru membacakan percakapan yang di dalamnya mengandung ungkapan teks interaksi interpersonal yang melibatkan tindakan meminta perhatian dan mengecek pemahaman, serta menanggapinya, sesuai dengan konteks penggunaannya, lalu mendemonstrsaikan pengetahuan ketrampilan cara membuat comic strip berdasarkan ungkapan yang dipelajari. Waktu yang digunakan dibatasi 10 menit.

Pada langkah menanya (asking) guru membimbing pelatihan, peserta didik menanyakan segala hal yang berkaitan dengan pelatihan yang sudah diajarkan dengan santun. Waktu yang digunakan dalam langkah ini dibatasi 10 menit.

Pada langkah selanjutnya mengumpulkan informasi (collecting data), guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok, guru mengarahkan peserta didik untuk mempraktekkan dialog yang sudah diberikan kepada mereka atau yang mereka temukan sendiri dari buku atau pun sumber belajar yang lain dengan penuh tanggungjawab. Guru mengecek pemahaman dan memberi umpan balik. Waktu yang digunakan dibatasi 35 menit.

Langkah berikutnya adalah mengasosiasi (associating), peserta didik diberikan mengerjakan latihan lanjutan untuk memperdalam penguasaan pembuatan comic strip

Langkah selanjutnya adalah mengkomunikasikan (communicating), dengan berpasangan peserta didik mempersiapkan roleplay berdasarkan comic strip yang dibuat tentang ungkapan yang dipelajari, kemudian menampilkannya di depan kelas.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Penelitian yang telah dilakukan oleh penulis sebagai peneliti sejak mulai siklus 1 hingga kedua pada bulan Agustus hingga September 2020, dibantu oleh seorang guru Bahasa Inggris bernama Asih Mulyanti, S.Pd sebagai observer dan berfungsi sebagai teman sejawat dalam berdiskusi pada tahap refleksi. Adapun hasil penelitian tindakan kelas ini adalah sebagaimana akan diuraikan berikut ini.

Pelaksanan Tindakan Siklus 1 pada Tanggal 26 s.d 28 Agustus 2020

Pada siklus I diperoleh data bahwa nilai tertinggi 67, nilai terendah 65. Ada sebanyak 14 siswa yang mendapatkan nilai dibawah KKM (55,55%), ada sebanyak13 siswa mendapatkan nilai diatas KKM (44,44%). Dari tabel data hasil belajar siswa diperoleh nilai rata-rata kelas sebesar 65,51(< KKM). Hal ini menunujukan bahwa hasil pembelajaran belum berhasil,sehingga perlu dilakasanakan perbaikan disiklus kedua.

Tabel 4.1. Indikator Keberhasilan (Kinerja) Hasil Belajar Peserta Didik

No Kategori Nilai Siklus 1
1 Belum Tuntas (<KKM) 55,55%
2 Tuntas (=/>KKM) 44,44%
3. Nilai tertinggi 67
4. Nilai terendah 65
5. Rata-rata kelas 65.51

Dari tabel Indikator keberhasilan diatas menunjukan hasil belajar belum berhasil (55,55 %).Indikator hasil belajar dikatakan berhasil jika 90% siswa mendapatkan nilai tuntas.

Merujuk pada data dan hasil observasi serta hasil belajar peserta didik pelaksanaan siklus ke1 di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa pembelajaran keterampilan berbicara Short Interpersonal Text Bahasa Inggris yang dilaksanakan pada siklus ke 1 dapat dikatakan gagal dan belum berhasil dalam upaya meningkatkan hasil belajar peserta didik. Dari hasil analisis terhadap hasil belajar peserta didik didapatkan bahwa hasil belajar peserta didik pada siklus 1 masih rata-rata dibawah KKM, peserta didik yang mendapatkan nilai tuntas 44,44%, belum tuntas 55,55%,maka tindakan pada siklus berikutnya harus dilakukan perbaikan. Hal tersebut merupakan masalah dan temuan yang harus segera dicari solusinya sebagai upaya peningkatan mutu kualitas pembelajaran.

Pelaksanan Tindakan Siklus 2 Pada Tanggal 2 s.d 6 September 2020

Pada siklus I diperoleh data bahwa nilai tertinggi 67, nilai terendah 65. Ada sebanyak 15 siswa yang mendapatkan nilai dibawah KKM (55,55%), ada sebanyak 10 siswa mendapatkan nilai sama dengan KKM (37,03%), ada 2 siswa mendapatkan nilai diatas KKM (7,4%). Dari tabel data hasil belajar siswa diperoleh nilai rata-rata kelas sebesar 65,51(< KKM). Hal ini menunujukan bahwa hasil pembelajaran belum berhasil, sehingga perlu dilakasanakan perbaikan disiklus kedua.

Tabel 4.2 Indikator Keberhasilan (Kinerja) Hasil Belajar Peserta Didik

No Kategori Nilai Siklus 1 Siklus 2
1 Belum Tuntas (<KKM) 62,96% 0%
2 Tuntas (=/>KKM) 37,03% 100%
3. Nilai tertinggi 67 72
4. Nilai terendah 65 68
5. Rata-rata kelas 65.51 69,40

Indikator keberhasilan berdasarkan data diatas menunujukan kenaikan dari siklus satu ke siklus dua.Peserta didik yang mendapat nilai tuntas (37,03%) naik menjadi 100% pada siklus dua. Peningkatan dari siklus satu ke siklus dua sebanyak 62,97%. Karena tak seorangpun mendapatkan nilai dibawah KKM (100%). Dari data diatas nilai tuntas 100% maka indikator hasil belajar siswa dikatakan berhasil.

Pembahasan Hasil Penelitian

Setelah melaksanakan tindakan siklus ke 2, hasil pengamatan mengindikasikan bahwa 27 dari 27 peserta didik (100 %) terlihat meningkat hasil belajar keterampilan berbicara Short Interpersonal Text Bahasa Inggris. Nilai siswa hasil dari evaluasi test lisan unjuk kerja seluruhnya mencapai nilai KKM. Dengan demikian hasil pelaksanaan tindakan siklus ke 2 telah mengalami kenaikan yang cukup signifikan, walaupun peneliti belum merasa puas akan hasil yang telah ditemukan. Kenaikan hasil belajar siswa dapat dilihat dalam tabel dibawah ini.

Tabel 4.3. Indikator Keberhasilan (Kinerja) Hasil Belajar Peserta Didik

No Kategori Nilai Siklus 1 Siklus 2
1 Belum tuntas (<KKM) 62,96% 0%
2 Tuntas (=/>KKM) 37,03% 100%
3. Nilai tertinggi 67 72
4. Nilai terendah 65 68
5. Rata-rata kelas 65.51 69,40

Berdasarkan penjelasan pada pembahasan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa tujuan penelitian yang telah dilaksanakan mengalami keberhasilan (100%). Dengan kata lain, implimentasi tindakan penggunaan media Comic Strip menggunakan model pembelajaran Explicit Instruction dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik dalam keterampilan berbicara Short Interpersonal Text Bahasa Inggris.

Indikator keberhasilan mengalami kenaikan dari Siklus 1 ke Siklus 2. Indikator keberhasilan dapat dilihat pada grafik di bawah ini:

Grafik 1. Indikator Keberhasilan Peserta Didik

PENUTUP

Simpulan

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan penelitian tindakan kelas ini, peneliti menyimpulkan sebagai berikut:

  1. Proses pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran Project based learning dapat meningkatkan hasil belajar ketrampilan berbicara materi short interpersonal text bahasa Inggrisdi kelas VIII B MTs Negeri 3 Cilacap tahun pelajaran 2019/2020, hal ini dibuktikan dengan adanya hasil evaluasi yaitu pada siklus 1 perolehan nilai diatas 65 sebasar 37,03 % sedangkan pada siklus II perolehan nilai diatas 65 sebasar 100 % dengan rata-rata kelas 69,40.
  2. Hasil belajar ketrampilan berbicara pada siswa kelas VIII B MTs Negeri 3 Cilacap tahun pelajaran 2019/2020, mengalami peningkatan setelah dalam pembelajaran menggunakan metode pembelajaran Project Based Learning, hal ini dapat dilihat dari siklus I rata-rata sebesar 65,51 sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 69,40
  3. Dengan pembelajaran menggunakan metode pembelajaran Project based learning pada materi short interpersonal text bahasa Inggris di kelas VIII B MTs Negeri 3 Cilacap tahun pelajaran 2019/2020 terjadi perubahan perilaku siswa yang signifikan , hal ini dapat dilihat pada hasil belajar yang meningkat setiap siklusnya, siswa semakin gairah dalam mengikuti pembelajaran.

Saran

Proses pembelajaran yang baik dan menyenangkan adalah hal yang semestinya diciptakan oleh guru dalam membimbing dan memberi penguatan kepada peserta didik di kelas. Guru tentunya memiliki keinginan bagaimana peserta didik dapat dengan cepat mengerti dan mengaplikasikan apa yang menjadi tujuan pembelajaran. Hal yang paling utama adalah guru hendaknya senantiasa melakukan pengamatan sejauh mana peningkatan belajar peserta didik di kelas. Penulis menyarankan guru mulai mencoba menggunakan model pembelajaran Project Based Learning dalam pembelajaran karena peserta didik dapat termotivasi dan bekerjasama melalui pembelajaran yang menyenangkan disesuaikan dengan konteks yang menjadi tujuan pembelajran.

Penelitian Tindakan Kelas ini, berdasarkan hasil refleksi kedua siklus, peneliti membuat catatan beberapa saran untuk perbaikan di masa mendatang sebagaimana berikut:

  1. Perhatian guru terhadap peningkatan mutu pendidikan Bahasa Inggris khususnya perlu ditingkatkan demi keberhasilan peserta didik dalam pembelajaran keterampilan berbicara sangat essensial dihubungkan dengan aspek pengembangan diri siswa ke depan.
  2. Model pembelajaran yang variatif hendaknya selalu dicoba sebagai upaya menciptakan proses pembelajaran aktif, inovatif, komunikatif, efektif dan menyenangkan sesuai dengan prinsip PAIKEM.
  3. Guru hendaknya mengembangkan model pembelajaran yang efektif, efisien dan menyenangkan yang dapat melibatkan peserta didik secara aktif dalam proses pembelajaran Bahasa Inggris untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik.
  4. Dalam upaya Membantu memperbaiki/ meningkatkan proses hasil belajar dan mengajar guru hendaknya terus menggali potensi peserta didik guna meningkatkan hasil belajar dan kemampuan siswa dalam berbicara (speaking) bahasa inggris.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto.S.2002. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan.Bandung : Bumi Aksara

H. S. B Barrows. 1982. Definisi Project Based Learning. Jakarta: Sejarah Indonesia

Siagian Meylena.2010.Efektifitas Penggunaan Media Poster Dalam Pembelajaran Berbicara Bahasa Prancis Kelas XI SMAN Yogyakarta.Skripsi.Semarang: Universitas Negeri Semarang

Sudjana N & A. Rivai.2005.Media Pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algesindo

Tarigan.Henry Guntur.2008.Membaca:SebagaiSuatuKeterampilan Berbahasa.Bandung:Angkasa

BIODATA

Nama : Eko Bayuningsih, S.Pd.

NIP : 198010182005012002

Pangkat/Gol : Pembina/ IV A

Unit Kerja : MTs Negeri 3 Cilacap Kementerian Agama Kabupaten Cilacap Propinsi Jawa Tengah

You cannot copy content of this page