Iklan

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA KOMPETENSI MENENTUKAN FPB DARI DUA BILANGAN MELALUI STRATEGI PENEMUAN TERBIMBING MENGGUNAKAN ALAT PERAGA MISTAR FPB DI KELAS VII SMP NEGERI 2 BANTARKAWUNG

OLEH :Wasroidah, S.Pd.

ABSTRAK

WASROIDAH. 2017..Peningkatan Aktivitas dan Hasil belajar Siswa tentang menentukan Faktor Persekutuan Terbesar dai dua bilangan Kelas VII Semester 1 di SMP Negeri 2 Bantarkawung Kecamatan Bantarkawung Kabupaten Brebes.Peneliti bertujuan untuk meningkatkan hasil pembelajaran matematika tentang menentukan Faktor Persekutuan Terbesar dai dua bilangan di Kelas VII Semester 1 di SMP Negeri 2 Bantarkawung Kecamatan Bantarkawung Kabupaten Brebes. Laporan Penelitian Tindakan Kelas ini menyajikan hasil penelitian mulai dari tahap perencanaan dan persiapan, tahap pelaksanaan, hasil penelitian dan pembahasan.Dalam kegiatan penelitian ini peneliti melaksanakan pembelajaran matematika tentang menentukan Faktor Persekutuan Terbesar dai dua bilangan bulat di Kelas VII semester 1 SMP Negeri 2 Bantarkawung melalui dua siklus perbaikan. Pada siklus pertama hasil yang dicapai masih kurang maksimal ini terlihat dari hasil refleksi siklus pertama. Ketercapaian nilai rata-rata kelas hanya mencapai 63,00 dan ketuntasan belajar dari 28 siswa adalah 18 siswa yang tuntas atau 64,29 %.Setelah peneliti melaksanakan perbaikan pembelajran siklus II, peneliti sudah merasa puas dengan hasil yang cukup maksimal, hal ini terlihat dari hasil refleksi siklus II yaitu nilai rata-rata kelas yang dicapai adalah 78,00 dan ketuntasan belajar mencapai 25 anak = 89,29 % sudah tuntas dan hanya 3 anak yang belum tuntas = 10,71 %.Dengan melihat hasil observasi tentang keaktifan siswa, siswa lbih aktif dan kreatif dalam kegiatan pembelajran dibandingkan pada kondisi awal, hal ini membuktikan bahwa strategi penemuan terbimbing dengan memanfatkan alat peraga Mistar FPB dan tabel perkalian dapat meningkatkan aktifitas serta hasil belajar siswa pada pembelajaran matematika materi menentukan FPB dari dua bilangan.Rekomendasi/saran penelitian ini adalah peneliti berharap agar hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan untuk memacu meningkatkan mutu pendidikan khususnya guru-guru SMP Negeri 2 Bantarkawung dan umumnya semua kalangan guru sehingga kinerja serta hasilnya mencapai apa yang diharapkan.

Kata Kunci : Penemuan Terbimbing, Mistar FPB, Aktifitas Siswa, Hasil Belajar Siswa

PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG

Pembelajaran matematika adalah proses pemberian pengalaman belajar kepada peserta didik melalui serangkaian kegiatan yang terencana, sehingga peserta didik memperoleh kompetensi tentang bahan matematika yang dipelajari.Untuk dapat mencapai kompetensi tersebut guru harus pandai memilih strategi pembelajaran yang menarik sesuai dengan (1) topik yang sedan dibicarakan, (2) tingkat perkembangan intelektual peserta didik, (3) prinsip dan teori belajar, (4) keterlibatan aktif peserta didik, (5) keterkaitan kehidupan peserta didik sehari-hari, dan (6) pengembangan dan pemahaman penalaran matematis.

Dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari, hasil analisis nilai kegiatan pembelajaran matematika tentang menentukan Faktor Persekutuan Terbesar, hasil belajar siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Bantarkawung masih kurang atau masih banyak siswa memproleh nilai di bawah KKM yang ditentukan yaitu 65.

Setelah peneliti merefleksi diri dan mengidentifikasi masalah ternyata rendahnya nilai matematika kompetensi menentukan Faktor Persekutuan Terbesar antara lain disebabkan (a) siswa belum memahami cara mencari faktor dari suatu bilangan, (b) siswa belum memahami langkah-langkah menentukan FPB, (c) pembelajaran masih monoton, (d) belum memanfaatkan media atau alat, (d) strategi pembelajaran tiak menarik minat siswa (e) masih terkesan bahwa pelajaran matematika itu sulit.

RUMUSAN MASALAH

Berdasar dari permasalahan yang ditemukan maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut :

  1. Bagaimana meningkatkan minat serta hasil belajar siswa pada pembelajaran matematika tentang menentukan FPB?
  2. Metode dan strategi apakah yang tepat untuk menyajikan pembelajaran matematika tentang menentukan FPB?
  3. Media/alat apakah yang digunakan untuk menyajikan pembelajaran matematika kompetensi menentukan FPB?

PEMECAHAN MASALAH

Untuk dapat menjawab rumusan masalah di atas, maka peneliti akan mencoba memperbaiki pembelajaran Matematika kompetensi menentukan faktor persekutuan terbesar melalui Penelitian Tindakan Kelas, dengan menerapkan metode diskusi melalui strategi penemuan terbimbing model kooperatif dengan menggunakan alat Mistar FPB dengan media lembar kerja dan kartu masalah. Adapun judul penelitian adalah “ Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran Matematika Kompetensi Menentukan FPB dari Dua Bilangan Melalui Strategi Penemuan Terbimbing Model Kooperatif Menggunakan Alat Peraga Mistar FPB di Kelas VII SMP Negeri 2 Bantarkawung”

Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada pembelajaran matematika kompetensi dasar menentukan Faktor Persejutuan Terbesar (FPB) dari dua bilangan melalui strategi penemuan terbimbing model kooperatif dengan menggunakan alat peraga Mistar FPB di Kelas VII SMP Negeri 2 Bantarkawung.

Manfaat Penelitian bagi siswa antara lain : (1) Kreatifitas, aktivitas, minat siswa meningkat dalam belajar Matematika, (2) Siswa menemukan langkah-langkah menentukan FPB dari dua bilangan, (3) Siswa dapat menentukan FPB dari dua bilangan. Adapum manfaat bagi guru adalah ; (1) Bagi guru, dapat membantu mengatasi kesulitan dalam pelaksanaan pembelajaran matematika serta dapat menciptakan kegiatan pembelajaran secara kreatif dan inovatif, (2)Bagi sekolah, hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan acuan dalam menciptakan suasana sekolah yang berdampak kepada motivasional peserta didik berkaitan dengan aktivitasnya belajar di sekolah.

Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peran penting, dalam berbagai disiplin ilmu dan memajukan daya piker manusia. Perkembangan pesat dibidang teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini dilandasi oleh perkembangan matematika di bidang teori bilangan, aljabar, nalisis, teori peluang, dan matematika diskrit. Untuk menguasai dan mencipta teknologi di masa depan diperlukan penguasaan matematika yang kuat sejak dini.

Mata pelajaran matematika perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis dan kreatif, serta kemampuan bekerja sama.

Mata pelajaran matematika bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut : (1) Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan anatarkonsep dan mengaplikasikan konsep atau logaritma, secara luwes, akurat, efisien, dan tepat dalam pemecahan masalah, (2) Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika, (3) Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh, (4) Mengomunikasikan gagasan dengan symbol, tabel, diagram, atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah, (5) Memiliki sikap menghargai keguanaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah.

Mata pelajaran matematika pada satuan pendidikan SMP/MI meliputi aspek sebagai berikut : (1) Bilangan, (2) Geometrid an pengukuran, (3) Pengolahan data.

Hakikat Pembelajaran Matematika

Matematika dalam sudut pandang Nasution (1982:12) yang diuraikan dalam bukunya, bahwa istilah matematika berasal dari kata Yunani, mathein atau manthenein yang berarti mempelajari. Kata ini memiliki hubungan yang erat dengan kata Sanskerta, medha atau widya yang memiliki arti kepandaian, ketahuan, atau intelegensia.

Sedangkan Sujono (1988: 5) mengemukakan beberapa pengertian matematika, di antaranya, matematika diartikan sebagai cabang ilmu pengetahuan yang eksak dan terorganisasi secara sistematik. Selain itu, matematika merupakan ilmu pengetahuan tentang penalaran yang logik dan masalah yang berhubungan dengan bilangan. Bahkan dia mengartikan matematika sebagai ilmu bantu dalam menginterpretasikan berbagai ide dan kesimpulan.

Sejalan dengan pandangan di atas, Ruseffendi (1991) menyebutkan matematika adalah bahasa simbol, ilmu deduktif yang tidak menerima pembuktian secara induktif, ilmu tentang pola keteraturan, dan struktur yang telah terorganisasi, mulai dari unsure yang tidak didefinisikan ke unsur yang didefinisikan, ke aksioma atau postulat, dan akhirnya ke detail.

Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), matematika didefinisikan sebagai ilmu tentang bilangan, hubungan antar bilangan dan prosedur operasional yang digunakan dalam penyelesaian masalah mengenai bilangan (Hasan Alwi, 2002: 723). Selanjutnya hakikat matematika menurut Soedjadi (dalam Heruman, 2007: 1) yaitu memiliki objek tujuan abstrak, bertumpu pada kesepakatan, dan berpola pikir yang deduktif.

Dari beberapa pengertian di atas maka peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa yang dimaksud dengan matematika adalah ilmu tentang logika, bentuk, susunan, besaran, kalkulasi penalaran logik yang berhubungan dengan bilangan, yang memiliki aturan-aturan yang ketat dan berdiri sendiri tanpa bergantung pada bidang studi lain. Matematika adalah bahasa simbolis yang memudahkan manusia berfikir dalam menyelesaikan masalah mengenai bilangan dalam kehidupan sehari-hari.

Media adalah alat bantu pembelajaran yang secara sengaja dan terencana disiapkan atau disediakan guru untuk mempresentasekan dan atau menjelaskan bahan pelajaran serta digunakan siswa untuk dapat terlibat langsung dengan pembelajaran matematika. Peralatan yang akan digunakan dalam kelas dapat digunakan untuk mengerjakan sesuatu tugas, tempat menulis pelajaran, membuat grafik, menampilkan gambar atau tabel, memberikan penjelasan dan mempelajari hasil perhitungan, menyelidiki suatu pola dan bentuk soal-soal. Dalam hal ini peneliti menggunakan media atau alat berupa mesin fungsi, table perkalian, tangga garis bilangan, benda-benda di sekitar, di samping media pembelajaran lain yang sifatnya umum digunakan dalam pembelajaran seperti papan tulis, papan grafik, media cetak (buku paket, LKS dan sebagainya).

Teori yang Relevan

Jarome Bruner dalam teorinya menyatakan bahwa belajar matematika akan lebih berhasil jika proses pengajaran diarahkan kepada konsep-konsep dan struktur-strukturnya yang termuat dalam pokok bahasan yang diajarkan di samping hubungan yang terkait antara konsep dan struktur-strukturnya.

Edward L. Thorndike (1874 – 1949) mengemukakan beberapa hukum belajar yang dikenal dengan sebutan Law Of Effect. Menurut hukum ini belajar akan lebih berhasil bila respons siswa terhadap suatu stimulus segera diikuti dengan rasa senang atau kepuasan.

Gestalt (1930) menurutnya bahwa latihan hafal atau yang dikenal dengan sebutan drill adalah syarat penutup dalam lingkungan pengajaran, cara ini diterapkan setelah tertanamnya pengertian tersebut.

Penemuan Terbimbing

Penemuan terbimbing adalah suatu kegitan pembelajran yang mana guru mmbimbing siswa-siwanya dengan menggunakan langkah-langkah yang sistematis sehingga mereka mra menemukan sesuatu. Apa yang diperoleh siswa bukanlah temuan-temuan baru bagi guru, tetapi bagi siswa dapat mereka raakan sebagai temuan baru. Agar siswa-siswa dapat mengetahui dan memahami proses pnmun, mereka perlu dibimbing antaralin dengan menggunakan pengamatan an pengukuran langsung atau diarahkan untuk mencari hubungan alam wujud “Pola” atau bekerja secara induktif berdasarkan fakta-fakta khusus untuk memperoleh aturan umum(Gatot Muhetyo, dkk.Pembelajaran Matematika SMP. 2007; 1.35)

METODOLOGI PENELITIAN

Subjek Penelitian

Yang menjadi subjek penelitian adalah siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Bantarkawung Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten BrebesTahun Pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 28 orang yang sedang menempuh semester 1 dalam pembelajaran mata pelajaran matematika.

Setting Penelitian

Setting dalam penelitian ini meliputi: tempat dan waktu penelitian, serta siklus PTK. Lebih jelasnya mengenai hal itu, sebagai berikut.

Tempat Penelitian

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di Kelas VII SMP Negeri 2 Bantarkawung Kecamatan Ketanggungan,, Tahun Pelajaran 2016/2017. Pemilihan sekolah ini bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan pengelolaan proses pembelajaran mata pelajaran matematika tentang materi menentuikan FPB dari dua bilangan

Waktu Penelitian

Penelitian ini akan dilaksanakan pada semester I tahun pelajaran 2016/2017. Penentuan waktu penelitian mengacu pada kalender akademik sekolah, karena PTK memerlukan beberapa siklus yang membutuhkan proses belajar mengajar efektif di kelas.

Siklus PTK

PTK ini dilaksanakan melalui dua siklus untuk melihat peningkatan hasil belajar siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Bantarkawung Kecamatan Ketanggungan,, Tahun Pelajaran 2016/2017 tentang menentukan FPB dari dua bilangan.

Sumber Data

Siswa

Untuk mendapatkan data tentang hasil belajar siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Bantarkawung Kecamatan Ketanggungan,, Tahun Pelajaran 2016/2017 tentang pembelajaran matematika materi menentukan FPB dari dua bilangan

Guru

Untuk melihat keberhasilan tingkat implementasi pembelajaran matematika dngan menerapkan pendekatan pembelajaran koopertif dengan strategi pnemuan rterbimbing menggunakan alat perga Mistar FPB.

Teman Sejawat dan Kolabolator

Teman sejawat dan kolabolator dimaksudkan sebagai sumber data untuk melihat implementasi PTK secara komprehensif, baik dari sisi siswa maupun guru.

TEKNIK PENGUMPULAN DATA

Teknis Observasi

Dalam penelitian ini observer melakukan pengamatan terhadap proses pembelajaran yang dilakukan peneliti menggunakan pedoman observasi yamng telah dibuat.

Teknis Tes

Teknik tes yang digunakan adalah tes yang dilakukan oleh siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Tes tersebut merupakan pelaksanaan evaluasi proses yaitu evaluasi yang dilaksanakan selama pembelajaran berlangsung.

Teknik Angket/Quesioner

Angket/questioner digunakan untuk menyaring pendapat siswa tentang pembelajaran, asal dibuat sederhana dan juga memuat pertanyaan yang direspon secara bebas (terbuka) oleh siswa. Angket ini dilaksanakan di akhir siklus perbaikan pembelajaran untuk mengetahui sejauh mana minat belajar siswa tentang menentukan FPB dari dua bilangan dengan menerapkan pendekatan pembelajaran kooperatif melalui strategi penemuan terbimbing menggunakan alat perag Mistar FPB.

TEKNIK PENGOLAHAN DATA

Pada setiap akhir pembelajaran setiap pertemuan dan setiap siklus peneliti melakukan analisis data hasil pengamatan dan data hasil tes. Data hasil pengamatan dianalisis dengan tahapan-tahapan sebagai berikut, (1) mereduksi data, (2) menganalisis data, dan (3) melaporkan data, (Wardani, 2002:2.28).

Kegiatan mereduksi data adalah kegiatan membuang data yang tidak relevan dengan pedoman observasi dan mencatat data yang dapat digunakan untuk laporan hasil penelitian. Kegiatan mengorganisasikan data adalah kegiatan mengurutkan atau mendeskripsikan data secara kronologis sesuai dengan urutan kegiatan pembelajaran.

Selanjutnya, data yang telah diorganisasikan tersebut dijadikan bahan laporan hasil penelitian. Bahan laporan tersebt disusun secara sistematis yang berup deskripsi pembelajaran atau hasil penelitian.

Data yang digunakan untuk mengukur peningkatan hasil belajar adalah data hasil tes siklus pertama dan siklus kedua. Data-data tersebut berupa angka, karena itu teknik pengolahan data yang digunakan adalah teknik kuantitatif. Teknik kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah mencari selisih hasil tes siklus kedua pertemuan kedua dikurangi hasil tes siklus pertama pertemuan pertama. Hasil tes siklus kedua pertemuan kedua merupakan postes dan hasil tes siklus pertama pertemuan pertama merupakan pretes. Selisih keduanya merupakan hasil belajar, (Arikunto,1998:84). Adapun selisih-selisih yang dicari adalah selisih ketercapaian setiap tugas dan selisih ketercapaian seluruh tugas. Hasil pengolahan data tersebut diubah ke dalam bentuk diagram batang dan diagram lingkaran.

Hasil pengolahan hasil tes tersebut digunakan untuk membuktikan hipotesis. Apabila dari hasil pengolahan data tersebut diperoleh peningkatan hasil belajar berarti hipotesis terbukti. Sebaliknya, jika tidak terjadi peningkatan hasil belajar hipotesis tidak terbukti.

INDIKATOR KINERJA

Indikator keberhasilan dari penelitian ini adalah Melalui Strategi Penemuan Terbimbing Menggunakan Alat Peraga Mistar FPB dapat meningkatkan minat serta hasil belajar siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Bantarkawung, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, sehingga prosentase ketuntasan belajar mencapai diatas 75 % dari jumlah siswa yang hadir, nilai-rata-rata kelas minimal 65.

HASIL PENELITIAN

Refleksi Kondisi Awal :

Dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari, hasil analisis nilai kegiatan pembelajaran matematika tentang menentukan Faktor Persekutuan Terbesar, hasil belajar siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Bantarkawung masih kurang atau masih banyak siswa memproleh nilai di bawah KKM yang ditentukan yaitu 65. Dari 28 siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Bantarkawung hanya 12 siswa atau 42,85 % yang tuntas belajar, sedang 16 siswa lainnya masih mendapat nilai di bawah KKM. Nilai rata-rata kelas hanya mencapai 54,00.

Refleksi Siklus I

Setelah peneliti melaksanakan perbaikan pembelajaran siklus I, terlihat ada peningkatan aktivitas serta hasil belajar siswa. Hal ini dapat terlihat dari nilai hasil tes formatif pada siklus I yang disajikan dalam tabel di bawah ini :

Jumlah

Siswa

Siswa yang

mendapat nilai

Siswa Belum Tuntas Siswa Tuntas
< 65 ≥ 65
28 10 18 10 18
100 % 35,71 % 64,29 % 35,71 % 64,29 %
Nilai Rata-rata 63,00

Dari tabel diatas dapat dijelaskan bahwa setelah pelaksanaan tindakan perbaikan pembelajaran Siklus I, terlihat ada peningkatan hasil belajar yaitu dari 28 siswa Kelas VII 18 siswa mendapat nilai di atas atau sama dengan 65 atau 64,29 % dari jumlah siswa, nilai rata-rata kelas meningkat dari 54,00 di kondisi awal menjadi 64,29 di siklus I.

Berdasarkan hasil observasi bahwa aktivitas belajar siswa pun meningkat bila di bandingkan aktivitas siswa pada kondisi awal.

Refleksi Siklus II

Dengan melihat kendala yang ditemukan pada siklus I, dan peneliti berusaha mencari solusi untuk memperbaikinya pada siklus II maka aktivitas serta hasil belajar pada siklus II meningkat secara signifikan, hal ini terlihat dari hasil observasi dan hasil tes formatif siklus II yang disajikan dalam tabel di bawah ini :

Jumlah

Siswa

Siswa yang

mendapat nilai

Siswa Belum Tuntas Siswa Tuntas
< 65 ≥ 65
28 3 25 3 25
100 % 10,71 % 89,29 % 10,71 % 89,29 %
Nilai Rata-rata 78,00

Dari table di atas terlihat bahwa hasil perbaikan pembelajaran siklus II meningkat secara optimal, terlihat dari 28 siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Bantarkawung yang mempeeroleh ketuntasan belajar mencapai 25 siswa atau sekitar 89,29 % dari jumlah siswa, dan nilai rata-rata kelas mencapai 78,00 ini sudah melampaui nilai KKM yang ditetapkan yaitu 65.

Berdasarkan hasil perbikan yang telah peneliti laksanakan dari kondisi awal sampai siklus II, peneliti sudah merasa puas, sehingga penelitian sudah di anggap selesai.

PEMBAHASAN PENELITIAN

Dengan melihat hasil observasi dan refleksi dari mulai kondisi awal, siklus I, dan siklus II, maka menyimpulkan bahwa kegiatan Penelitian Tindakan Kelas yang telah dilaksanakan cukup berhasil , hal ini membuktikan bahwapenerapn strategi penmuan terbimbing dengan menggunakan alat peraga Misatar FPB dapat meningkatkan aktivitas serta hasil belajar siswa tentang menentukan FPB dari dua bilangan di Kelas VII SMP Negeri 2 Bantarkawung, sehingga hipotesis tindakan peneliti sudah terbukti. Hal ini terlihat dari peningkatan prosentase ketuntasan belajar juga peningkatan Nilai rata-rata kelas mulai dari kondisi awal, siklus I, dan siklus II, yang disajikan pada table di bawah ini :

Siklus Nilai

Rata-Rata

Jumlah

Siswa Tuntas

Prosentase Ketuntasan Belajar
Prasiklus 54,00 12 42,85 %
Siklus I 63,00 18 64,29 %
Siklus II 78,00 25 89,29 %

Dari tabel ditas dapat dijelaskan bahwa nilai rata-rata meningkat dari 54,00 di kondisi awal, meningkat menjadi 63,00 di siklus I, dan 78,00 pada siklus II, jumlah siswa tuntas juga meningkat dari 28 siswa Kelas VII yang hadir pada konisi awal hanya 12 siswa atau (42,85%) yang tuntas, pada siklus I mencapai 18 siswa (64,29 %), dan pada siklus II mencapai 25 siswa (89,29 %).

SIMPULAN

Berdasar dari hasil dan pembahasan penelitan, mka peneliti menyimpulkan bahwa dengan menerapkan strategi pembelajaran yaitu penemuan terbimbing melalui alat peraga Mistar FPB dan beberapa alat peraga yang mendukung maka aktivitas serta hasil belajar siwa pada pembelajaran matematika materi menentukan FPB dari dua bilangan meningkat secara optimal an pembelajaran lebih menarik minat serta kretaivitas siswa.

SARAN

Setelah peneliti melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas ini dan cukup berhasil, peneliti menyarankan kepada guru-guru SMP yang seprofesi bahwa dalam melaksanakan tugas serta kewajiban selaku guru yang profesional seyogyanya dapat mengembangkan kompetensi salah satunya adalah kompetensi dalam menyajikan pembelajaran yaitu selalu mencari strategio atau model pembelajaran, serta media apa yang harus diterapkan dalam menyajikan materi tertentu, sehingga hasil belajar serta tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal.

DAFTAR PUSTAKA

Badan Standar Nasional Pendidikan.(2007). Standar Isi (Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum) untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.Jakarta : Direktorat Jendral Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah. Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah.

Handoko, Tri, (2006). Terampil Matematika 6 untuk Kelas 6 SMP. Jakarta :Yudhistira

Hudoyo, Herman. (1990). Strategi Belajar Mengajar Matematika. Malang :IKIP Malang.

Panitia Serifikasi Guru Rayon 112. (2012). Bahan Ajar Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG). Semarang : Universitas Negeri Semarang.

Suparno, Yunus Muhammad (2003). Keterampilan Dasar Menulis. Jakarta:Universitas Terbuka.

Wardani, I.G.A.K. (2007) Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : UniversitasTerbuka.

BIodata Penulis

Nama : Wasroidah, S.Pd.

Jabatan : Guru

Unit Kerja : SMP 2 Bantarkawung

You cannot copy content of this page