Iklan

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPS TENTANG KOMPETENSI PERANAN INDONESIA PADA ERA GLOBALISASI MELALUI PENDEKATAN PAIKEM MODEL SNOWBALL TROWING DI KELAS VIIA DI SMP NEGERI 2 BANTARKAWUNG SEMESTER II TAHUN 2017/2018

Mahmudah, S.Pd.

ABSTRAK

MAHMUDAH, S.Pd.Penelitian bertujuan untuk meningkatkan hasil pembelajaran IPS tentang Kompetensi Peranan Indonesia pada Era Globalisasi Melalui Pendekatan PAIKEM Model Snowball Trowing di Kelas VIIa di SMP Negeri 2 Bantarkawung”. Laporan PTK ini menyajikan hasil penelitian mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hasil penelitian dan pembahasannya. Dalam kegiatan ini peneliti melaksanakan pembelajaran IPS tentang Kompetensi Peranan Indonesia pada Era Globalisasi Melalui Pendekatan PAIKEM Model Snowball Trowing di Kelas VIIa di SMP Negeri 2 Bantarkawung”dengan dua siklus perbaikan yang masing-masing dilaksanakan selama 4 jam pelajaran. Pada siklus pertama hasil yang dicapai masih kurang maksimal ini dilihat dari hasil refleksi siklus pertama. Ketercapaian rata-rata nilai hanya mencapai 68 ketuntaan belajar hanya mencapai 66,67 %. Hanya 12 siswa yang tuntas dari 18 siswa Kelas VIIa di SMP Negeri 2 Bantarkawung.Setelah peneliti melaksanakan siklus II , peneliti merasa cukup berhasil dalam pembelajaran, hal ini terlihat dari refleksi siklus II hasil analisis nilai rata-rata mencapai 80. Ini sudah melebihi KKM yang ditetapkan yaitu 70. Dan siswa yang tuntas 17(94,44 %) dari 18 siswa SMP Negeri 2 BantarkawungDengan menerapkan Pendekatan PAIKEM Model Snowball Trowing maka hasil pembelajaran IPS tentang Kompetensi Peranan Indonesia pada Era Globalisasi dapat mencapai hasil yang maksimal.Rekomendasi atau saran peneliti berharap agar hasil penelitian ini dijadikan bahan referensi untuk memacu meningkatkan mutu pendidikan khususnya guru-guru SMP Negeri 2 Bantarkawung dan umumnya semua kalangan guru, sehingga kinerja serta hasilnya dapat mencapai apa yang diharapkan.

Kata Kunci : Model Snowball Trowing (lempar bola salju), PAIKEM, KKM, Aktivitas, Hasil belajar

PENDAHULUAN

Dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari di Kelas VIIa di SMP Negeri 2 Bantarkawung pada mata pelajaran IPS hasil rata-rata kelas belum mencapai KKM yang ditentukan sekolah.

Dalam kegiatan pembelajaran IPS kompetensi Memahami peranan Indonesia pada era globalisasi, nilai akhir atau tes formatif rata-rata kelas hanya mencapai 48,00. Dari 18 siswa Kelas VIIa di SMP Negeri 2 Bantarkawung hanya 9 (50 %) siswa yang memperoleh nilai di atas KKM yang ditentukan yaitu 70,00, dan 9 siswa masih di bawah KKM atau 50 % dari jumlah siswa Kelas VIIa di SMP Negeri 2 Bantarkawung.

Hasil belajar IPS yang sangat rendah merupakan suatu permasalahan yang harus segera diatasi. Untuk mengatasi masalah tersebut guru harus menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan. Kegiatan pembelajaran yang menyenangkan dapat tercipta bila guru menggunakan metode yang bervariasi dan media pembelajaran yang relevan dengan materi IPS yang akan diajarkan serta menggunakan pendekatan pembelajaran yang tepat. Siswa akan merasa tertarik mempelajari IPS, mengamati dan membuktikan sendiri, sehingga akan memperkuat kemampuan kognitifnya dengan demikian pembelajaran menjadi lebih bermakna dan tujuan pembelajaran IPS SMP dapat tercapai.

Rumusan masalahnya adalahApakah dengan Pendekatan PAIKEM Model Snowball Trowing dapat meningkatkan hasil belajar siswa Kelas VIIa di SMP Negeri 2 Bantarkawung pada Kompetensi Peranan Indonesia pada Era Globalisasi?

Dari rumusan masalah tersebut maka alternatif tindakan yang dapat dilakukan adalah dengan melaksanakan tahapan-tahapan tindakan dengan pendekatan PAIKEM, yaitu: a) membangun pengetahuan dasar siswa melalui pengalaman yang pernah dialami dalam kehidupan sehari-hari, b) melaksanakan kegiatan inkuiri. c) proses pembelajaran didasarkan pada proses pencarian dan penemuan melalui proses berpikir secara sistematis dengan membaca materi, d) mengembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya. Dalam kegiatan pembelajaran terjadi kegiatan tanya jawab antara guru dengan siswa, e) menciptakan masyarakat belajar. Siswa melakukan diskusi kelompok membahas materi yang sedang dipelajari, f) melakukan refleksi di akhir pertemuan pembelajaran. Refleksi merupakan proses pengendapan pengalaman belajar yang dilakukan dengan cara mengurutkan kembali kejadian-kejadian atau peristiwa pembelajaran yang telah dilaksanakan, dan, g) melakukan penilaian nyata. Penilaian dilakukan guru untuk mengumpulkan informasi tentang perkembangan belajar yang dilakukan siswa.

Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kualitas pembelajaran IPS pada siswa Kelas VIIa di SMP Negeri 2 Bantarkawung, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes terhadap Kompetensi Peranan Indonesia pada Era Globalisasi melalui Pendekatan PAIKEM Model Snowball Trowing

Manfaat bagi siswa adalah menumbuhkan minat belajar siswa pada pembelajaran IPS, sehingga IPS menjadi mata pelajaran yang menarik bagi siswa, meningkatkan aktifitas siswa dalam proses pembelajaran, melatih daya ingat siswa tentang materi yang dipelajar. Manfaat bagi guru antara lain dapat dijadikan sebagai sarana untuk mengevaluasi terhadap pembelajaran yang sudah berlangsung, mengembangkan kurikulum ditingkat kelas, serta untuk mengembangkan dan melakukan inovasi pembelajaran, membantu guru untuk menyelesaikan masalah-masalah pembelajaran, dan membuat guru lebih kreatif dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Sedangkan manfaat bagi sekolah anatara lain dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam memotivasi guru untuk melaksanakan proses pembelajaran yang efektif dan efisien dengan Pendekatan PAIKEM Model Snowball Trowing serta menumbuhkan kerja sama antar guru yang berdampak positif pada kualitas pembelajaran di sekolah.

KAJIAN TEORI

Pendidikan IPS SMP

Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan salah satu mata pelajaran yang diberikan mulai dari SMP/MI/SMPLB sampai SMP/MTs/SMPLB. IPS mengkaji seperangkat peristiwa, fakta, konsep, generalisasi yang berkaitan dengan isu social. Pada jenjang SMP/MI mata pelajaran IPS memuat materi Geografi, Sejarah, Sosiologi, an Ekonomi. Melalui mata pelajaran IPS, peserta didik diarahkan untuk dapat menjadi warga Negara Indonesia yang demokratis, dan bertanggung jawab serta warga dunia yang cinta damai.

Di masa yang akan dating peserta didik akan menghaapi tantangan berat karena kehidupan masyarakat global selalu mengalami perubahan setiap saat. Oleh karena itu mata pelajaran IPS dirancang untuk mengembangkan pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan analisis terhadap kondisi social masyarakat alam memasuki kehidupan bermasyarakat yang dinamis.

Mata pelajaran IPS disusun secara sistemmatis, komprehensif, dan terpadu dalam proses pembelajaran menuju kedewasaan dan keberhasilan dalam kehidupan di masyarakat. Dengan pendekatan tersebuit diharapkan peserta didik akan memperoleh pemahaman yang lebih luas dan mendalam pada bidang ilmu yang berkaitan.

Mata pelajaran IPS agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut; 1) mengenal konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungannya, 2) memiliki kemampuan dasar untuk berpikir logi an kritis, rasa ingin tahu, inkuiri, memecahkan masalah, dan keterampilan dalam kehidupan social, 3) memiliki komitmen dan kesaaran terhadap nilai-nilai social an kemampuan, 4) memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerjasama an berkompetensi alam masyarakat yang majemuk, di tingkat local, nasional dan global.

Model pembelajaran Snowball Trowing

Langkah-langkah :

  1. Guru menyampikan materik yang akan disajikan
  2. Guru membentuk kelompok-kelompok dan memanggil masing-masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentang materi atau tugas yang harus dikerjakan kelompok
  3. Masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya masing-masing
  4. Kemudian menjelaskan materi dan tugas yang harus dikrjakan kelompok
  5. Kemudian masing-masing siswa dibrikan satu lembar kertas kerja, untuk menuliskan satu pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang sudah dijlaskan oleh ketua dan guru
  6. Kemudian kertas berisi pertanyaan tersebut dibuat seperti bola dan dilempar dari satu siswa ke siswa yang lain selama kurang lebih 15 menit
  7. Setelah siwa dapat satu bola /satu pertanyaan diberikan ksempatan untuk menjawab pertanyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk bola tersebut secara bergantian
  8. Evaluasi
  9. Penutup

Kerangka Berpikir

Kerangka berpikir digambarkan dalam bagan di bawah ini :

Hipotesis Tindakan

Diduga dengan menerapkan Pendekatan PAIKEM Model Snowball Trowing pembelajaran IPS kompetensi peranan Indonesia pada Era Globalisasi, minat dan hasil belajar siswa Kelas VIIa di SMP Negeri 2 Bantarkawung meningkat secara optimal.

METODOLOGI PENELITIAN

Lokasi/Setting Penelitian

Penelitian ini akan dilaksanakan di SMPN 2 Bantarkawung Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes dengan subjek penelitian adalah siswa Kelas VIIa sebanyak 18 siswa yang terdiri dari 13 siswa laki-laki dan 5 siswa perempuan.

Variabel/Faktor yang Diselidiki

  1. Aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran IPS dengan pendekatan PAIKEM Model Snowball Trowing
  2. Keterampilan guru dalam pembelajaran IPS dengan pendekatan PAIKEM Model Snowball Trowing
  3. Hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS dengan pendekatan PAIKEM Model Snowball Trowing

Prosedur Penelitian

Tahapan penelitian ini adalah sebagai berikut:

Perencanaan

Dalam tahap perencanaan ini peneliti membuat perencanaan antara lain : a) Menelaah materi pembelajaran IPS Kelas VIIa semester 2 yang akan dilakukan tindakan penelitian dengan menelaah indikator-indikator pelajaran, b) Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sesuai indikator yang telah ditetapkan, c) Menyiapkan alat peraga yang digunakan dalam penelitian, d) Menyiapkan lembar observasi yang akan digunakan dalam penelitian, c) Menyiapkan alat evaluasi yang berupa pre test dan post test, serta lembar kerja siswa.

Pelaksanaan Tindakan

Penelitian ini dilaksanakan dengan melaksanakan perencanaan yang telah dibuat sebelumnya yakni melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan PAIKEM Model Snowball Trowing

Pelaksanaan tindakan penelitian ini direncanakan dalam dua siklus. Siklus pertama dilaksanakan pembelajaran dengan pendekatan kontekstual. Siklus kedua dilaksanakan untuk memperbaiki segala sesuatu yang belum baik.

Observasi

Kegiatan observasi dilaksanakan secara kolaboratif dengan guru pengamat untuk mengamatai tingkah laku siswa dan sikap siswa ketika mengikuti pembelajaran IPS yang menerapkan pendekatan kontekstual. Observasi juga dilakukan terhadap guru yang menerapkan pendekatan PAIKEM Model Snowball Trowing

Refleksi

Setelah mengkaji hasil belajar IPS siswa dan hasil pengamatan aktivitas guru, serta melihat ketercapaian indikator kinerja maka peneliti melaukan perbaikan pada siklus dua agar pelaksanaannya lebih efektif.

Peneliti juga melihat apakah indikator kinerja yang telah ditetapkan sebelumnya telah tercapai. Bila belum tercapai maka peneliti melanjutkan siklus berikut sampai mencapai indikator kinerja.

Data dan teknik Pengumpulan Data

Sumber Data

Siswa

Sumber data siswa diperoleh dari hasil observasi yang diperoleh secara sistematik selama pelaksanaan siklus pertama sampai siklus kedua, hasil evaluasi dan hasil wawancara guru pengamat (observer)

Guru

Sumber data guru berasal dari lembar observasi aktivitas guru oleh obsever.

Data dokumen.

Sumber data dokumen berasal dari data awal hasil tes, hasil pengamatan,

Catatan lapangan

Sumber data yang berupa catatan lapangan berasal dari catatan selama proses pembelajaran.

Jenis Data

Data Kuantitatif

Data kuantitatif diwujudkan dengan hasil belajar IPS yang diperoleh siswa.

Data Kualitatif

Diperoleh dari lembar pengamatan aktivitas siswa, keterampilan guru, wawancara serta catatan lapangan dengan menerapkan pendekatan dengan pendekatan kontekstual.

Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini adalah metode observasi, metode tes dan dokumentasi.

Teknik Analisis data

Teknik analisi data yang digunakan adalah:

Data berupa hasil belajar IPS yang dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif dengan menentukan mean atau rerata. Adapun penyajian data kuantitatif dipaparkan dalam bentuk presentase. Rumus persentase tersebut sebagi berikut:

Hasil penghitungan dikonsultasikan dengan kriteria ketuntasan belajar siswa yang dikelompokkan ke dalam dua kategori tuntas dan tidak tuntas, dengan kriteria sebagai berikut

Nilai Kurang dari 70 kategori belum tutas, nilai 70 ke atas kategori tuntas.

Indikator Kinerja

80% siswa Kelas VIIa di SMP Negeri 2 Bantarkawung mengalami ketuntasan belajar individual sebesar 70,00 dalam pembelajaran IPS.

HASIL PENELITIAN

Hasil Refleksi Siklus I

Hasil analisis terhadap hasil penilaian oleh seluruh siswa pada siklus I dapat dijelaskan sebagai berikut. Ketercapaian rata-rata tes formatif adalah 72 KKM yang telah ditetapkan yaitu 70 Jadi nilai rata-rata sudah melebihi KKM. Dilihat dari ketuntasan belajarnya 11 siswa tuntas atau sekitar 61 % dan yang belum tuntas ada 7 siswa atau 39 %. Kalau dilihat dari hasil analisis pembelajaran prasiklus yang prosentase ketuntasan belajarnya hanya mencapai 50 %, maka sudah ada peningkatan sebanyak 11 %.

Untuk penilaian aktivitas siswa dan hasil kerja kelompok dapat dijelaskan sebagai berikut; Kelompok Dahlia mendapat nilai 67,5 kategori Cukup, Kelompok Bugenvile nilai 65 ketegori kurang, Kelompok Mawar nilai 77,5 kategori Sudah Baik.

Penyebab Kegagalan dan Solusinya

Dalam pembelajaran masih ada beberapa siswa yang tidak memperhatikan penjelasan guru, malu bertanya, tidak aktif dalam kerja kelompok. Belum memahami tugas yang diberikan dalam kegiatan kelompok.

Solusi untuk mengatasi kegagalan tersebut Peneliti akan selalu membimbing dan memberikan motivasi baik secara individu maupun kelompok agar mereka turut aktif dalam kegiatan pembelajaran, dan memberikan penjelasan tentang tugas yang harus dikerjakan dalam kelompok sehingga semua siswa memahami alur pembelajaran, dan guru menentukan anggota kelompok dengan bergantian sesuai dengan kemampuan intelgensi dan dapat memanfaatkan siswa yang pandai dalam setiap kelompok. Dalam permainan Snowball Trowing pembuatan pertanyaan secara kelompok, jadi setiap anggota mengetahui pertannyaan maupun jawabannya.

Selanjutnya solusi ini akan digunakan untuk memperbaiki RPP siklus I menjadi RPP siklus II.

Hasil Penelitian Siklus II

Hasil Observasi Sklus II

Dari hasil diskusi kedua observer terhadap kegiatan pembelajaran siklus II , dapat dideskripsikan sebagai berikut :

Kegiatan Awal ( 10 menit)

Apersepsi dan motivasi

Mengondisikan suasana belajar yang menyenangkan

Mengaitkan materi sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari

Menyampaikan manfaat materi pembelajaran yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari

Menyampaikan garis besar cakupan materi

Kegiatan Inti ( 120 menit)

Eksplorasi

Guru Menyampaikan materi yang akan disajikan yaitu :

Dampak positif terhadap kehidupan bangsa Indonesia akibat globalisasi

Menjelaskan dampak negatif terhadap kehidupan bangsa Indonesia akibat globalisasi

Menjelaskan contoh-contoh perubahan perilaku masyarakat sebagai dampak globalisasi.

Menjelaskan peranan Indonesia pada era globalisasi

melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan

memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan bermain snowball Trowing.

Elaborasi

Guru membentuk kelompok-kelompok dan memanggil masing-masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentang tugas yang harus dikrjakan klompok

Masing-masing ketua kelompok kembali kekelompoknya masing-masing

Ketua kelompok menjelaskan tugas yang disampaikan oleh guru kepada temannya

Siswa secara kelompok menyusun pertanyaan tentang materi yang mereka baca dan pelajari. Kemudian kertas yang berisi pertanyaan tersebut dibuat seperti bola dan dilempar dari kelompok satu ke kelompok lain selama 15 menit.

setelah kelompok dapat satu bola / satu pertanyaan diberikan kesempatan kepada siswa anggota kelomppok untuk mewakili menjawab pertanyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk bola tersebut secara bergantian.

Konfirmasi

Bertanya jawab tentang materi yang telah dipelajari (untuk mengetahui hasil ketercapaian materi)

Guru bersama siswa menyimpulkan materi

Kegiatan Akhir (10 menit)

Siswa melakukan perenungan dengan menjawab pertanyaan (ada 3 hal yang mereka pelajari di hari ini, bagian yang sudah mereka pahami dengan baik, bagian yang belum dipahami, apa manfaat yang mereka peroleh, serta apa yang mereka ingin ketahui lebih lanjut).

Melakukan penilaian hasil belajar

Menutup pembelajaran dengan berdoa an salam

Hasil penilaian Perbaikan Pembelajaran Siklus II, adalah sebagai berikut :

Hasil penilaian Tes Tertulis (Tes Formatif) Siklus II

Siswa yang memperoleh nilai < 70 =1 siswa = 5,56 %

Siswa yang memperoleh nilai ≥ 70= 17 siswa = 94,44 %

Ketuntasan Belajar = 94,44 %

Guru memberikan tindak lanjut berupa remedial atau bimbingan khusus bagi siswa yang memperoleh nilai kurang dari 70 dan pengayaan bagi siswa yang memperoleh nilai 70 ke atas dalam bentuk tugas pekerjaan rumah (PR)

Guru menutup pelajaran dengan salam

Hasil analisis terhadap hasil penilaian dari seluruh siswa pada siklus II dapat dijelaskan sebagai berikut. Ketercapaian rata-rata tes formatif 80 KKM yang telah ditetapkan yaitu 70 Jadi nilai rata-rata sudah melebihi KKM. Siswa yang tuntas sebanyak 17 siswa, atau 94,44 % dan yang belum tuntas hanya 1 orang atau 5,56 %.

Berdasarkan hasil refleksi di atas dapat dijelaskan bahwa perbaikan pembelajaran Siklus ke II telah berhasil, hal ini dilihat dari peningkatan ketuntasan belajar yaitu selisih ketuntasan belajar Siklus I dengan siklus II , Ketuntasan Belajar pada Siklus I adalah 61 % sedangkan Ketuntasan Belajar pada Siklus II 94,44 %, jadi ada peningkatan secara signifikan yaitu 33,44 %.

Data hasil aktivitas siswa dalam proses pembelajaran dan hasil dari kerja kelompok adalah; kelompok Dahlia, Mawar, Melati memperoleh nilai dengan kategori Suah Baik.

Data Hasil Angket

Untuk mengetahui sejauh mana minat siswa terhadap kegiatan pembelajaran IPS dengan menerapkan pembelajaran PAIKEM Model Snowball Trowing peneliti di akhir siklus membagikan angket sederhana terhadap siswa Kelas VIIa di SMP Negeri 2 Bantarkawung, yang hasilnya adalah 17 siswa merasa senang belajar snowball trowing, dan 1 siswa merasa biaa saja.

PEMBAHASAN

Hasil Analisis Penilaian Prasiklus

Data kondisi awal (prasiklus) pembelajaran IPS komptensi peranan Indonesia pada era globalisasi yaitu dari 18 siswa yang mengalami ketuntasan belajar hanya 9 siswa atau sekitar 50 %, dan yang belum tuntas 9 siswa atau 50 %. Data tersebut disajikan dalam tabel di bawah ini

Tabel Ketuntasan Belajar Prasiklus

Jumlah Siswa Siswa yang Memperoleh Nilai
< 70 ≥ 70 T BT
18 9 9 9 9
100 % 50% 50% 50% 50%

KKM : 75 %

Siswa yang memperoleh < 70 =9 siswa =50 %

Siswa yang memperoleh ≥ 70 = 9 siswa =50%

Ketuntasan Belajar = 50 %

Hasil Analisis Penilaian Siklus I

Hasil analisis terhadap hasil penilaian oleh seluruh siswa pada siklus I dapat dijelaskan sebagai berikut. Ketercapaian rata-rata tes formatif adalah 72 KKM yang telah ditetapkan yaitu 70 Jadi nilai rata-rata sudah melebihi KKM. Dilihat dari ketuntasan belajarnya 11siswa tuntas atau sekitar 61 %, dan yang belum tuntas ada 7 siswa atau 39 %. Data tersebut disajikan dalam bentuk tabel di bawah ini:

Tabel Ketuntasan Belajar Siklus I

Jumlah Siswa Siswa yang Memperoleh Nilai
< 70 ≥ 70 T BT
18 7 11 11 7
100 % 39 % 61 % 61 % 39 %

Hasil Analisis Penilaian Siklus II

Hasil analisis terhadap hasil penilaian dari seluruh siswa pada siklus II dapat dijelaskan sebagai berikut. Ketercapaian rata-rata tes formatif 80, KKM yang telah ditetapkan yaitu 70 Jadi nilai rata-rata sudah melebihi KKM. Siswa yang tuntas sebanyak 17 siswa, atau 94,44 % dan yang belum tuntas hanya 1 orang atau 5,56 %.

Data tersebut disajikan dalam bentuk tabel di bawah ini:

Table Ketuntasan Belajar Siklus II

Jumlah Siswa Siswa yang Memperoleh Nilai
< 70 ≥ 70 T BT
18 1 17 17 1
100 % 5,56% 94,44 % 94,44 % 5,56%

Jika diperbandingkan mulai dari kegiatan pembelajaran prasiklus, siklus I, dan siklus II, maka hasil perbaikan pembelajaran mengalami peningkatan secara signifikan, hal ini terlihat dari hasil analisis prasiklus yaitu ketuntasan belajar hanya 50%, pada siklus satu mengalami peningkatan yaitu menjadi 61 %, sedangkan ketuntasan belajar pada siklus II mencapai 94,44 %. Bila data prosentase peningkatan ketuntasan belajar selama kegiatan PTK yang dilaksanakan disajikan dalam bentuk tabel adalah sebagai berikut :

Table Prosentase Peningkatan Hasil Belajar

Siklus Ketuntasan Belajar
Prasiklus 50 %
Siklus I 61 %
Siklus II 94,44 %

Dari tabel diatas penulis sajikan dalam diagram di bawah ini :

Dari diagram prosentase di atas dapat disimpulkan bahwa, kegiatan perbaikan pembelajaran dari prasiklus ,Siklus I dan Siklus II, pencapaian ketuntasan belajar mengalami kenaikan yang signifikan, dan kalau dilihat dari hasil angket terhadap siswa tentang minat belajar yaitu 17 siswa merasa senang, 1 siswa biasa saja.

dengan demikian peneliti mengangap bahwa Kegatan Penelitian sudah selesai .

SIMPULAN

Dari hasil penelitian serta pembahasan pada Bab IV, dapat disimpulkan bahwa

  1. Belajar sambil bermain, dan dengan pemberian motivasi serta penguatan pada siswa, akan lebih meningkatkan aktivitas siswa sehingga hasil belajar pun meningkat secara signifikan.
  2. Terbukti bahwa Ketuntasan Belajar mengalami peningkatan dari mulai kegiatan pembelajaran Prasiklus, Siklus I, dan Siklus II.
  3. Pendekatan PAIKEM model Snowball Trowing dapat membawa situasi belajar lebih menyenangkan dan aktivitas belajar serta hasil belajar siswa meningkat.

SARAN

Berdasarkan simpulan di atas, maka penulis menyarankan kepada semua guru khususnya guru di SMP Negeri 2 Bantarkawung Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, agar dalam menyajikan pembelajaran hendaknya : Harus pandai-pandai menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan, sehingga kegiatan pembelajaran akan lebih bermakna, harus lebih mengenal model-model pembelajaran dan strategi pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA

Eddy Wibowo, Mungin dkk. 2007. Panduan Penulisan Karya Ilmiah. Semarang: Universitas Negeri Semarang

Wardhani, IGKA dan Kuswaya Wihardit. 2007. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Universitas Terbuka

Siddiq, M. Djauhar. 2008. Pengembangan Bahan Pembelajaran SMP. Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional

Kurnia, Inggridwati. dkk. 2007. Perkembangan belajar peserta didik. Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional

Tri Anni. Catharina. 2004. Psikologi Belajar. Semarang: UPT MKK Universitas Negeri Semarang

Purwanto. M Ngalim. 1997. Psikologi Pendidikan. Bandung: PT Remaja RoSMPakarya

Winataputra, Udin,S. dkk. 2007. Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Universitas Terbuka.

Winataputra, Udin,S. dkk. 2007. Materi ddan Pembelajaran IPS SMP. Jakarta : Universitas Terbuka.

Panitia Sertifikasi Guru Rayon 112. (2012) Bahan Ajar Pendidikan dan  Latihan Profesi Guru dalam Jabatan . Semarang : UNNES

Biodata Penulis

Nama : Mahmudah,S.Pd.

Unit Kerja : SMP Negeri 2 Bantarkawung

You cannot copy content of this page