Iklan

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN IPS MATERI PERAN INDONESIA PADA ERA GLOBALISASI DENGAN MENERAPKAN PENDEKATAN CBSA MODEL BELAJAR KELOMPOK DI KELAS VI SD NEGERI LUWUNGGEDE 03 SEMESTER II TAHUN 2018/ 2019

MUGIMULYO, S.Pd.SD

Guru SD Negeri Luwunggede 03

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan haktivitas serta hasil belajar peserta didik pada pembelajaran IPS materi Peranan Indonesia pada Era Globalisasi VI SD Negeri Luwunggede 03, Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes Tahun Pelajaran 2018/ 2019 melalui pendekatan CBSA Model belajar Kelompok. Penelitian dilaksanakan di SD Negeri Luwunggede 03, Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes. Waktu Penelitian dilaksanakan Juli sampai dengan Desember 2018 . Bentuk penelitian ini adalah Classroom Action Research (Penelitian Tindakan Kelas). Tindakan yang dilakukan terdiri dari dua tindakan dalam dua siklus. Tiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu planning, acting, observing, dan reflecting. Adapun kelas yang diteliti adalah peserta didik kelas VI SDN Luwunggede 03 dengan jumlah peserta didik 31 orang. Setelah dilaksanakan siklus pertama sampai siklus II yaitu guru melaksanakan praktik pembelajaran langsung diperoleh hasil  yaitu prosentase aktivitas peserta didik dan prosentase perolehan nilai peserta didik meningkat (tabel 4.3; 4,4 dan 4,5). Dari hasil penelitian tindakan yang dilaksanakan melalui dua siklus, diperoleh peningkatan yang sangat berarti, sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan pendekatan CBSA dengan Model Belajar kelompok dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada pembelajaran IPS Materi Peranan Indonesia pada Era Globalisasi di kelas VI SDN Luwunggede 03 pada semester Ganjil Tahun Pelajaran 2018/ 2019 . Untuk itu diharapkan guru selalu memberikan bimbingan kepada peserta didik agar tetap giat belajar, melalui membaca, berdiskusi untuk selalubekerja sama dalam kelompok dalam mengerjakan lembar kerja siswa, sehingga dapat tercapai tujuan yang diharapkan.

Kata Kunci : CBSA, belajar kelompok, Aktivitas Belajar, hasil belajar.

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Bahan belajar IPS cakupannya beragam dan luas serta tuntutan kurikulum yang sarat dengan muatan yang harus disampaikan kepada peserta didik dengan lokasi waktu yang terbatas, guru mengalami kesulitan dalam menyajikan bahan ajar IPS dengan baik, menarik, dan menantang minat belajar siswa, pada akhirnya pembelajaran IPS yang dilaksanakan di Kelas VI SD Negeri Luwunggede 03 adalah dengan melakukan pembelajaran untuk dapat mengejar target.

Tuntutan kurikulum dengan mengandalkan bahan belajar dari buku sumber IPS Kelas VI yang tersedia. Metode mengajar yang selama ini dirasakan kurang cocok untuk menyampaikan materi ceramah sehingga upaya untuk dapat melibatkan peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar IPS masih kurang.

Perhatian orang tua peserta didik terhadap sekolah khususnya orang tua peserta didik Kelas VI SD Negeri Luwunggede 03 dirasakan kurang. Akibat kurang perhatian orang tua peserta didik ini ditunjukan dengan banyaknya peserta didik yang tidak mengerjakan pekerjaan rumah” (PR) dari mata pelajaran yang ada, lebih-lebih terhadap mata pelajaran IPS yang memang “budaya belajar” peserta didik terhadap mata pelajaran ini sangat rendah. “Sering terdengar pengajaran IPS merupakan pelajaran yang kurang populer dl kalangan anak-anak” (Djoko Suradisastra, 1993:63). Kekurang populeran pelajaran IPS di kalangan peserta didik antara lain disebabkan (1) hampir sebagian besar orang tua lebih mementingkan baca, tulis dan hitung saja sementara mata pelajaran IPS dianggap mata pelajaran kelas dua sehingga mau tidak mau sikap orang tua seperti ini akan mempengaruhi pelajaran minat peserta didik terhadap mata pelajaran ini., (2) sifat dari mata pelajaran baca, tulis dan hitung lebih bersifat tegas dan pasti sementara mata pelajaran IPS tidaklah demikian, (3) banyak bahan pelajarannya telah diketahui oleh para peserta didik di luar buku pelajaran.

Sementara itu alat tes yang digunakan untuk mengukur kemampuan peserta didik terhadap mata-mata pelajaran yang diajarkan sering kali hanya mengukur kemampuan pengetahuan siswa. Demikian pula mata pelajaran IPS alat tes yang digunakan hanya melulu menekankan kepada kemampuan peserta didik sehingga pelaksanaan kegiatan belajar mengajar IPS di Kelas VI SD Negeri Luwunggede 03 yang dilakukan oleh guru berusaha untuk membekali siswa-siswanya dengan bekal pengetahuan yang berupaya untuk bisa menjawab soal tes.

Dengan permasalahan yang digambarkan di atas, salah satu metode belajar mengajar yang dianggap dapat melibatkan peserta didik aktif dalam kegiatan belajar mengajar IPS di antaranya adalah metode belajar secara berkelompok. Sebab dengan melibatkan peserta didik secara aktif dalam kegiatan belajar mengajar IPS akan dirasakan berkesan dan bermakna sekaligus dapat mendorong peserta didik belajar lebih lanjut, melalui belajar secara berkelompok peserta didik dapat belajar untuk lebih kreatif dalam memecahkan masalah secara bergotong royong bahu membahu dalam mencapai tujuan.

Rumusan Masalah penelitian ini adalahApakah metode belajar secara berkelompok dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik dalam mata pelajaran IPS di Kelas VI SD Negeri Luwunggede 03.

Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui dan memperoleh gambaran tentang sejauh mana metoda belajar secara berkelompok dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik dalam mata pelajaran IPS di Kelas VI SD Negeri Luwunggede 03;

Penelitian ini diharapkan akan dapat memberikan manfaat dalam meningkatkan proses belajar mengajar mata pelajaran IPS antara lain (1) Menambah wawasan pengetahuan dan keterampilan guru dalam mengatasi permasalahan yang timbul dalam kegiatan belajar mengajar IPS di Sekolah Dasar yang diselenggarakan khususnya bagi guru, (2) Untuk memberikan pengalaman kepada peserta didik bahwa belajar IPS itu tidak membosankan tetapi menyenangkan sehingga tumbuh minat belajar peserta didik terhadap mata pelajaran IPS, (3) Dengan dilakukan penelitian ini diharapkan akan dapat memberikan masukan yang positif bagi sekolah sehingga sekolah dapat meningkatkan mutu lulusannya. Adapun kerangka berpikir penelitian ini berdasarkan beberapa kajian teorti penulis berasumsi bahwa dengan menerapkan pembelajaran Cara Belajar Peserta didik Aktif dengan cara kelompok maka hasiil pembelajaran IPS materi Peran Indonesia di Era Global akan dapat meningkat secara optimal.

METODOLOGI PENELITIAN

Subyek Penelitian

Tempat yang di jadikan pelaksanaanPenelitian Tindakan Kelas adalah SD Negeri Luwunggede 03 Kecamatan Larangan kabupaten Brebes.Waktu enelitian selama 6 bulan yaitu pada semester I tahun Pelajaran 2018/ 2019 , mulai dari Bulan Juli sampai dengan Desember 2018 . Yang menjadi Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik Kelas VI SD Negeri Luwunggede 03 , dengan jumlah peserta didik 31 Peserta didik terdiri dari 19 peserta didik laki-laki dan 12 peserta didik perempuan. Untuk memperoleh sampel penulis menggunakan teknik sampling total. yang menjadi populasi yaitu peserta didik Kelas VI SD Negeri Luwunggede 03 semester I tahun pelajaran 2018/ 2019 .

Prosedur Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengacu kepada tindakan guru ketika melaksanakan kegiatan belajar mengajar sebagai upaya untuk memperbaiki kegiatan belajar mengajar berdasarkan refleksi dari kegiatan belajar mengajar tersebut.

Disain Penelitian Tindakan Kelas dalam penelitian ini dirancang untuk dapat menyelesaikan satu pokok bahasan yang, akan dilaksanakan secara berkelanjutan dengan menggunakan dua siklus. Setiap siklus akan dilaksanakan sesuai dengan perubahan atau perbaikan pembelajaran yang ingin dicapai seperti yang digambarkan pada pertanyaan penelitiannya. Untuk dapat metihal keterlibatan peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar IPS di Kelas VI akan dilakukan terlebih dahulu pembelajaran IPS di Kelas VI sebagai observasi awal dengan menggunakan lembar observasi yang telah disiapkan terlebih dahulu. Disain penelitian yang dirancang terdiri dari (a) perencanaan tindakan, (b) pelaksanaan tindakan. (c) observasi/refleksi, dan (d) perencanaan tindakan lanjutan (Depdikbud, 1999).

Alasan Penggunaan Penetitian Tindakan Kelas

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan salah satu alternatif metode penelitian yang dapat dilaksanakan oleh guru untuk mengetahui tingkat kemajuan bidang pendidikan terutama bagi kepentingan kelas atau sekolah dimana guru itu mengabdikan ilmunya. Selain PTK ada beberapa, jenis metode penelitian yang dapat dilakukan oleh guru untuk mengetahui tingkat kemajuan dalam bidang pendidikan. Metode penelitian yang digunakan tersebut berupaya untuk mengetahui tentang pembelajaran, metode pengajaran, materi pelajaran, sarana dan prasarana serta hal yang, berkaitan dengan dunia pendidikan

Menyusun Instrumen dan Validasi

Dalam upaya memudahkan untuk melihat perkembangan aktivitas belajar peserta didik selama menerapkan metode belajar secara berkelompok dalam mata pelajaran IPS di Kelas VI ini, perlu dirancang dan dikembangkan suatu alat atau instrumen untuk dapat digunakan ketika mengamati dan mengumpulkan data selama melaksanakan tindakan-tindakan. Alat atau instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data tersebut adalah lembar pengamatan yang berbentuk :

  1. Lembar kerja Peserta didik (LKS)

Lembar Kerja Peserta didik (LKS) ini digunakan selama kegiatan belajar mengajar berlangsung ketika menerapkan metode secara bersama dalam kelompok untuk dibahas diselesaikan secara bersama-sama oleh setiap kelompok. Dengan LKS ini apakah setiap kelompok dapat menyelesaikan tugas yang dibebankan kepadanya. Dalam setiap pelaksanaan tindakan LKS dirancang dan disiapkan terlebih dahulu untuk dibahas dan diselesaikan secara bersama-sama dalam kelompok belajarnya. Berikut adalah contoh-contoh LKS yang digunakan ketika melakukan tindakan selama melaksanakan penelitian.

Pelaksanaan Tindakan dan Pengamatan

Pada tahap ini, kegiatan yang dilakukan adalah melakukan aktualisasi dari rencana atau persiapan pembelajaran yang telah dibuat sebelumnya. Pelaksanaan tindakan pada setiap siklusnya secara rinci telah dijelaskan sebelumnya. Dalam setiap siklusnya juga, telah dipersiapkan alat atau instrumen untuk mengumpulkan data untuk dipergunakan dalam refleksi sebagai bahan merencanakan pelaksanaan tindakan berikutnya.

Refleksi

Tahap refleksi merupakan tahap analisis-interprestasi, dan penjelasan terhadap informasi yang diperoleh selama pelaksanaan tindakan melalui pengamatan untuk dikofirmasikan dan dianalisis serta dievaluasi untuk dimaknai agar dapat diketahui apakah pelaksanaan tindakan-tindakan ini telah dapat mencapai tujuan yang diharapkan atau belum untuk mendapatkan kejelasan dalam merancang dan mempersiapkan tindakan selanjutnya.

Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah teknik observasi, teknis tes, teknik angket/quesioner. Teknik observasi digunakan untuk memperoleh data dari kegiatan pembelajarran yang dilakkukan yang akan dideskripsikan. Teknis tes digunakan untuk mengumpulkan data hasil peniilaian sedang teknik angket/quesioner.

Teknik Pengolahan Data

Pada setiap akhir pembelajaran peneliti melakukan analisis data hasil observasi dan hasil penilaian yang dilaksanakan. Data hasil pengamatan dianalisis dengan tahapan-tahapan sebagai berikut, (1) mereduksi data, (2) menganalisis/mengorganisasikan data, dan (3) melaporkan data. (Wardani, 2002:2.28)

Indikator Kinerja

Dengan menerapkan model CBSA diharapkan hasil belajar pembelajaran IPS kompetensi peran Indonesia di Era Global akan meningkat secara signifikan, sekurang-kurangnya rata-rata kelas mencapai angka 65,00 dan prosentase ketuntasan minimal 75 %.

Hasil Penelitian

Hasil Refleksi Siklus I

Prosentasi Hasil Kerja Kelompok Dalam Mengerjakan LKS

Prosentasi Hasil Kerja Kelompok dalam Mengerjakan LKS Pada Tindakan I

Kelompok Jawaban Soal LKS
Benar % Salah % Tidak tepat %
Mangga 3 60% 2 40% 0 0%
Pepaya 4 80% 0 0 % 1 20%
Jeruk 3 60% 1 20 % 1 20%
Apel 2 40% 1 1% 2 60%
Klengkeng 2 40% 2 40% 1 20%
Jumlah 14 56% 6 24% 5 20 %

Berdasarkan hasil pekerjaan kelompok dalam mengerjakan LKS pada pelaksanaan tindakan pertama ini ternyata bahwa prosentasi kelompok yang dapat mengerjakan LKS dengan benar adalah 56 %. Sementara kelompok yang belum dapat mengerjakan LKS dengan benar adalah 24 %. Sedangkan kelompok yang kurang tepat dalam mengisi LKS adalah 20 %. Bila menunjuk pada tabel 4.1 di atas penerapan metoda belajar secara berkelompok juga dapat mencapai tujuan pembelajaran tanpa didominasi guru dalam kegiatan belajar mengajamya.

Hasil Refleksi Siklus II

Prosentasi Hasil Kelompok dalam Mengerjakan LKS

Prosentasi hasil kelompok dalam mengerjakan LKS dapat dilihat pada tabel 4.2 dengan didasarkan atas standar penilaian bahwa kelompok yang benar dalam menyelesaikan LKS diberi bobot 100%. Sementara yang masih belum dapat menyelesaikan dengan benar diberi bobot sesuai dengan tingkat kebenarannya, misalnya 50% apabila pengisiannya dianggap setengah (½) benar, 75% apabila pengisiannya dianggap tiga per empat (¾) benar.

Prosentasi Hasil Kerja Kelompok dalam Mengerjakan LKS Pada Tindakan II

Kelompok Jawaban Soal LKS
Benar % Salah % Tidak tepat %
Mangga 2 67% 0 0% 1 33%
Pepaya 2 67% 0 0% 1 33%
Jeruk 2 67% 1 33% 0 0%
Apel 2 67% 1 33% 0 0%
Klengkeng 1 33% 1 33% 1 33%
Jumlah 9 60 % 3 20 % 3 20 %

Hasil Perolehan Nilai Peserta didik pada Penelitian Siklus II

Data pembaharuan peserta didik terhadap materi ajar tentang Latar Belakang Berdirinya Perusahaan Asing dengan menerapkan metoda belajar secara berkelompok diperoleh dari hasil evaluasi belajar yang berupa tes uraian setelah pelaksanaan tindakannya.

Penilaian hasil belajar peserta didik didasarkan atas standar penilaian jawaban terhadap soal tes yang berjumlah 3 butir. Setiap butir soal apabila dijawab dengan benar diberi nilai 2 (dua). Sedangkan jawaban yang kurang tepat diberi nilai 1 (satu), dan jawaban yang salah diberi nilai 0 (nol).

Bahwa penerapan metoda belajar secara berkelompok dapat dikatakan cukup efektif untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan belajar mengajar IPS di Kelas VI SD Negeri Luwunggede 03. Terbukti dengan hasil tes yang telah dicapai siswa. Prosentasi daya serap peserta didik dalam sub pokok bahasan tentang “Latar belakang berdirinya perusahaan asing “cukup tinggi”.

Pemabahasan Hasil penelitian

Pada siklus I dari 31 orang peserta didik yang hadir peserta didik menjawab “selalu” menyampaikan pendapatnya ketika belajar secara berkelompok, prosentasinya adalah 78,38%. Sementara yang menjawab “kadang-kadang” prosentasinya 21,26%, dan yang menjawab “tidak pernah” prosentasinya 0%. Dengan perolehan prosentasi sebesar ini, peserta didik selama belajar bersama dalam kelompok dapat mengembangkan keterampilan dalam menyampaikan pendapat. Selain itu juga peserta didik mendapat keterampilan lain yaitu menghargai pendapat orang lain, walaupun pendapat itu salah. Karena dalam daftar cek yang dibagikan kepada peserta didik terdapat pertanyaan tentang “pendapat peserta didik yang salah dijawab oleh teman anggota kelompoknya”. Jawaban peserta didik terhadap pertanyaan ini adalah “selalu” prosentasinya 29,73%, “kadang-kadang” 43,24% dan “tidak pernah” prosentasinya 27,03%.

Sementara itu aspek keterampilan berbagi pengalaman dengan sesama anggota kelompok yang menjawab “selalu” adalah 67,57%, “kadang-kadang” 27,03% dan menjawab “tidak pernah” 5,41%. Sedangkan aspek keterampilan menyelesaikan tugas sesuai waktu yang diberikan, peserta didik yang menjawab selalu prosentasinya 51,35% yang menjawab “kadang-kadang” 37,84% dan menjawab “tidak pernah” prosentasinya adalah 10,81 %.

Pada siklus II pendapat dari 31 orang peserta didik yang hadir peserta didik menjawab “selalu” menyampaikan pendapatnya ketika belajar secara berkelompok. prosentasinya adalah 91,89%. Sementara yang menjawab “kadang-kadang'” prosentasiuya 24,11%, dan yang menjawab “tidak pernah” adalah nihil. Sedangkan keterampilan lain yaitu menghargai pendapat orang lain walaupun pendapat itu salah. Jawaban peserta didik terhadap pertanyaan ini adalah “selalu” prosentasinya 37,84%, “kadang-kadang” 45,95% dan “tidak pernah-prosentasinya 16,31%. Sementara itu aspek keterampilan berbagi pengalaman dengan sesama anggota kelompok yang menjawab “selalu” adalah 83,78%. “kadang-kadang” 16,31% dan menjawab “tidak pernah” 0%. Dan aspek keterampilan menyelesaikan tugas sesuai waktu yang diberikan, peserta didik yang menjawab selalu prosentasinya 83,78% yang menjawab “kadang-kadang” 16,31% dan menjawab “tidak pernah” prosentasinya adalah 0%.

Gambaran Tentang Aktivitas Belajar Peserta didik dalam Belajar Berkelompok

Pada siklus I, dari jumlah peserta didik 31 orang yang dijadikan sampel, prosentasi peserta didik yang menunjukan aktivitas “disiplin” tinggi sebesar 75,68%, “sedang” 24,32%. Pada prosentasi peserta didik yang motivasi/semangat belajarnya “sangat tinggi” sebesar 8,11%, “tinggi” 56,76%, “sedang” 32,43% dan “rendah” 2,70%. Aktivitas peserta didik yang menunjukan perbaikan peserta didik “sangat tinggi” adalah sebesar 10,81%, “tinggi” 56,76%, “sedang” 29,73% dan 2,70% pada perhatiannya “rendah”. Pada komunikasi yang menunjukan “sangat tinggi” prosentasinya 5,41%, “tinggi” sebesar 78,38% dan “sedang” 16,31%. Sementara aktivitas belajar peserta didik yang menunjukan kerja sama yang “sangat tinggi” prosentasinya adalah 24,32%, “tinggi” 64,86%, “sedang” sebesar 8,11%, sedangkan prosentasi peserta didik yang menunjukan aktivitas belajar individunya “sangat tinggi” sebesar 40,54%, “sedang” sebesar 37,84%, sementara aktivitas belajar kelompoknya “sangat tinggi” prosentasinya sebesar 29,73%, “tinggi” 67,57%, “sedang” hanya sebesar 2,70%. Aktivitas belajar peserta didik yang bertanggung jawab “srngat tinggi” sebesar 5,41%, “tinggi” sebesar 83,78% dan “sedang” hanya 8,11%.

Pada Siklus II, prosentasi peserta didik yang menunjukan aktivitas disiplin “sangat tinggi” sebesar 24,32%, “tinggi” sebesar 75,68%. Pada prosentasi peserta didik yang motivasi/semangat yang menunjukan “sangat tinggi” sebesar 21,62%, `’tinggi” 78,38%. Aktivitas peserta didik yang perhatian peserta didik “sangat tinggi” adalah sebesar 13,51%, “tinggi” 83,78%, “sedang” 2,70%. Pada komunikasi yang menunjukan “sangat tinggi” prosentasinya 13,51%, “tinggi” sebesar 86,49%. Sementara aktivitas belajar peserta didik yang menunjukan kerja sama yang “sangat tinggi” prosentasinya adalah 27,03%, “tinggi” 86,49%. Sedangkan prosentasi peserta didik yang menunjukan aktivitas belajar individunya “sangat tinggi” sebesar 29,73%, “tinggi 67,57%, dan prosentasi “sedang” sebesar 2,70%, sementara aktivitas belajar kelompoknya “sangat tinggi” prosentasinya sebesar 62,16%, “tinggi” 37,84%. Aktivitas belajar peserta didik yang bertanggung jawab “sangat tinggi” sebesar 16,31%, “tinggi” sebesar 83,78%.

Gambaran Tentang Hasil Belajar Peserta didik dalam Mata Pelajaran

Prosentasi Perolehan Nilai Hasil Belajar Pada Siklus I dan Siklus II

No Soal Nilai Siklus I Siklus II
1 2 54,05% 91,89%
1 2,7% 5,41%
0 43,24% 2,7%
2 2 75,68% 78,38%
1 8,11% 16,31%
0 16,31% 5,41%
3 2 72,97% 81,08%
1 2,7% 13,51%
0 24,32% 5,41%
4 2 70,27%
1 5,41%
0 24,32%
5 2 64,85%
1 5,41%
0 29,73%

Berdasarkan tabel di atas menunjukan bahwa pada siklus I peserta didik yang mendapat nilai 2 atau jawaban siswanya “benar” mencapai 67,57% dari 31 peserta didik yang mengikuti tes. Sementara peserta didik yang mendapat nilai 1 atau menjawab “kurang tepat” prosentasinya mencapai 4,87%. Sedangkan peserta didik yang mendapat nilai 0 (nol) atau “salah” prosentasinya 27,57%. Pada silkus II, peserta didik yang mencapat nilai 2, perolehan nilai hasil belajar peserta didik meningkat menjadi 8378%. Sementara itu peserta didik yang mendapat nilai 1 atau “kurang tepat” meningkat dari sebanyak 4,87% menjadi 11,71%, sedangkan yang mendapat 0 (nol) menurun dari 27,57% menjadi 1%.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh selama melakukan penelitian tindakan kelas tentang penerapan metoda belajar secara bersama dalam kelompok untuk meningkatkan aktivitas belajar peserta didik dalam mata pelajaran IPS Kelas VI SD Negeri Luwunggede 03 Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes, maka dapat diambil kesimpulan :

    1. Aktivitas belajar peserta didik selama mengikuti kegiatan belajar mengajar yang menerapkan metoda belajar secara berkelompok dalam mata pelajaran IPS menunjukan adanya peningkatan
    2. Perolehan hasil belajar peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar IPS yang menerapkan metode belajar secara bersama dalam kelompok menunjukan peningkatan yang signifikan berdasarkan hasil tes yang dilakukan pada peserta didik setelah mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Saran-saran

Untuk memperbaiki kegiatan belajar mengajar dalam mata pelajaran IPS Kelas VI khususnya SD Negeri Luwunggede 03 seyogyanya guru selalu menerapkan metoda belajar mengajar yang bervariasi terutama metoda belajar mengajar yang menekankan kegiatan belajar mengajar peserta didik aktif. Metoda belajar secara bersama dalam kelompok menipakan salah satu metoda belajar mengajar yang dapat melibatkan peserta didik dengan kegiatan belajar mengajar karena dengan metoda ini peserta didik terlibat aktif dengan sesama teman untuk saling membantu dan bahu membahu dalam menyelesaikan tugas yang dibebankan kepada mereka dari gurunya.

DAFTAR PUSTAKA

Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan (1999), Penyempurnaan Penyesuaian

Kurikulum1999, Jakarta, Depdikbud

IKIP Bandung, 1997, Seminar dan Lokakarya Pedoman P’engembangan

Penelitian, Bandung, IKIP

Kasbolah, Kasihani, 1998/1999, Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta, Ditjen Dikti,

Depdikbud

Permana J, dan Sumantri M, 1999, Strategi Belajar Mengajar, Jakarta, Ditjen

Dikti, Depdikbud

Rasyidin, Waini, 2000, Layanan Mutu Guru Dalam Upaya Meningkatkan Proses

Pembelajaran Peserta didik SD, Bandung, Laporan Penelitian: Tidak diterbitkan

Satori, Djam’an, 1997, Penelitian Tindakan Kelas Bagi Perbaikan Pembelajaran

di Sekolah Dasar, Seminar dan Lokakarya Pedoman Pengembangan Penelitian, Hal 34-56

Semiawan, Conny et. Al, 1985, Pendekatan Keterampilan Proses Bagaimana

Mengaktifkan Peserta didik Dalam Belajar, Jakarta, PT Gramedia

Sudjana, Nana dan Arifin Daeng, 1988, Cara Belajar Peserta didik Aktif dalam Proses

Belajar mengajar, Bandung, Sinar Baru

Kurnidar et. AL, (2002, Ilmu Pengetahuan Sosial Jilid 1: Untuk Sekolah Dasar

Kelas 3 Bandung, PT Sarana Panca Karya Nusa .

Undang-undang Nomor 20, 2003, Tentang Sistem Pendidikan Nasional, Bandung,

Fokusmedia

BIODATA PENELITI

Nama : Mugimulyo, S.Pd.SD

NIP : 19631219 198405 1 003

Pengkat/gol/ruang : Pembina/ IV A

Jabatan : Guru Kelas

Unit Kerja : SD Negeri Luwunggede 03

By admin

You cannot copy content of this page