Iklan

Nama : Siti Kibtiyah, S.Pd.SD.

NIP : 19650508 198608 2 003

Unit Kerja : SD Negeri 1 Petanahan

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA

TEMA KEBERSAMAAN MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA SISWA KELAS II SDN 1 PETANAHAN

TAHUN AJARAN 2018/2019

ABSTRAK

Model pembelajaran konvensional lebih bersifat teacher centered, sehingga peserta didik cenderung pasif dalam menggali informasi pembelajaran. Hal tersebut mengakibatkan pembelajaran kurang bermakna sehingga hasil belajar kurang optimal. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas II SD Negeri 1 Petanahan dalam muatan Matematika Tema 7 Kebersamaan melalui penerapan model Problem Based Learning. Model ini bertujuan untuk memotivasi peserta didik untuk berperan aktif dalam menggali konsep yang sedang dipelajari. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Penelitian ini melibatkan seluruh siswa kelas II SDN 1 Petanahan yang berjumlah 20 anak. Pengumpulan data menggunakan teknik tes, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif.

Hasil penelitian menunjukkan peningkatan aktivitas belajar dari siklus I skor rata-rata aktivitas peserta didik adalah 13,95 dengan kriteria cukup, pada siklus II menjadi 20,05 dengan kriteria baik. Peningkatan juga terjadi pada hasil belajar peserta didik dari rata-rata siklus I 76 menjadi 85 pada siklus II. Jumlah peserta didik tuntas KKM pada siklus I sebanyak 14 peserta didik (70%) dan 6 peserta didik (30%) belum tuntas KKM. Pada siklus II terjadi peningkatan menjadi 18 peserta didik (90%) tuntas KKM dan 2 peserta didik (10%) belum tuntas KKM. Hasil penelitian menunjukkan penerapan model Problem Based Learning dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik.

Kata Kunci: Model Problem Based Learning, aktivitas peserta didik, hasil belajar Matematika

PENDAHULUAN

Salah satu muatan pelajaran yang diajarkan di sekolah dasar yaitu matematika. Matematika merupakan salah satu disiplin ilmu yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir dan berargumentasi, memberikan kontribusi dalam penyelesaian masalah sehari-hari dan dalam dunia kerja, serta memberikan dukungan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Susanto, 2013: 185). Mata pelajaran matematika perlu diajarkan kepada siswa sejak dini dengan tujuan membekali siswa dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis dan kreatif, serta kemampuan bekerja sama.

Namun kenyataan di lapangan mengenai kualitas pembelajaran menunjukkan bahwa masih banyak permasalahan dalam pelaksanaan pembelajaran, termasuk dalam pembelajaran matematika. Berdasarkan temuan Depdiknas (2007: 27), proses pembelajaran matematika kebanyakan masih menunjukkan hasil yang kurang memuaskan. Pembelajaran yang digunakan masih konvensional dengan metode ceramah dan berdasarkan materi pada buku pegangan. Pembelajaran matematika juga belum disertai dengan media dan alat peraga. Hal tersebut berdampak negatif terhadap daya serap siswa yang rendah.

Pembelajaran di SDN 1 Petanahan memiliki permasalahan- permasalahan, termasuk dalam pembelajaran matematika kelas II. Pembelajaran matematika masih kurang optimal khususnya untuk materi operasi hitung pecahan. Kegiatan pada proses pembelajaran lebih didominasi oleh guru. Selama pembelajaran, siswa hanya mendengarkan penjelasan guru. Siswa kurang terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang bertujuan penemuan konsep dan menyelesaikan masalah. Pertanyaan-pertanyaan terbuka jarang diberikan oleh guru. Pertanyaan-pertanyaan hanya diberikan di akhir pembelajaran. Akibatnya kesempatan siswa untuk berpikir secara individu kurang. Partisipasi siswa selama pembelajaran berlangsung juga kurang. Pembelajaran yang terpusat pada guru juga mengakibatkan siswa kurang terlatih untuk mengeluarkan ide maupun pendapat.

Hal tersebut didukung dengan data dokumen nilai penilaian harian pada materi operasi hitung pecahan. Hasil belajar (domain kognitif) siswa pada materi penjumlahan dan pengurangan pecahan menunjukkan bahwa 11 siswa mendapatkan nilai di bawah kriteria ketunasan minimal (KKM) yang telah ditetapkan yaitu 70. Persentase ketuntasan hanya mencapai 43%.

Untuk menyelesaikan masalah dalam pembelajaran tersebut maka dilakukan penelitian tindakan kelas dengan menerapkan pembelajaran yang lebih inovatif sehingga keterampilan guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa (domain kognitif) mengalami peningkatan. Penelitian dilakukan dengan mengunakan model Problem Based Learning. Problem Based Learning merupakan model pembelajaran dengan karakteristik utamanya adalah adanya permasalahan nyata sebagai konteks untuk peserta didik berpikir kritis dan mengembangkan keterampilan memecahkan masalah untuk memperoleh pengetahuan (Taufiq, 2013:32).

Dengan mempertimbangkan keadaan di SDN 1 Petanahan, model Problem Based Learning, media manipulatif, serta pendekatan tematik maka dilakukanlah tindakan perbaikan terhadap keterampilan guru, aktivitas siswa sehingga hasil belajar siswa (domain kognitif) dalam pembelajaran operasi pecahan mengalami peningkatan. Tindakan perbaikan dalam penelitian ini berjudul “Peningkatan Hasil Belajar Tema Kebersamaan Muatan Matematika melalui Model Problem Based Learning Peserta Didik Kelas II SDN 1 Petanahan”.

KAJIAN PUSTAKA

Pengertian Belajar

Menurut Hamdani (2011:17) belajar dilakukan manusia sepanjang hidupnya, dimana saja dan kapan saja. Belajar terjadi ketika terdapat interaksi antara individu dengan lingkungannya, baik lingkungan fisik maupun sosial. Belajar merupakan proses aktif siswa untuk mengkonstruksi pengetahuan dengan cara membuat “link” antara pengetahuan yang telah dimiliki dengan pengetahuan yang sedang dipelajari melalui interaksi dengan yang lain (Lapono, 2008 : 25).

Pengertian Pembelajaran

Pembelajaran adalah proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Istilah pembelajaran diidentikkan dengan “mengajar” yang diartikan aktivitas kompleks yang dilakukan oleh guru untuk menciptakan lingkungan agar peserta didik mau melakukan proses belajar. Aktivitas kompleks ini meliputi penyampaian pengetahuan secara lisan dan tertulis, menciptakan kondisi yang kondusif, membimbing, memotivasi, dan melakukan penilaian terhadap hasil belajar peserta didik (Susanto 2013 : 26-27).

Keterampilan Guru

Keterampilan guru berpengaruh terhadap kualitas suatu pembelajaran. Guru yang terampil dapat memfasilitasi siswa agar mendapat hasil belajar yang optimal. Keterampilan guru meliputi keterampilan membuka dan menutup pelajaran, Keterampilan Menjelaskan, Keterampilan Bertanya, Keterampilan Memberikan Penguatan, Keterampilan Menggunakan Variasi, Keterampilan Membimbing Diskusi Kelompok Kecil, Keterampilan Mengelola Kelas, Keterampilan Mengajar Individual atau Perseorangan.

Aktivitas Belajar

Aktivitas belajar adalah kegiatan yang dilakukan oleh siswa dalam rangka mencapai tujuan belajar (Ratini, 2011:63). Aktivitas ini meliputi kegiatan bertanya, menanggapi atau menjawab pertanyaan, diskusi, latihan soal, dan memperhatikan. Aktivitas setiap siswa memiliki kekhasan, oleh karena itu dalam pembelajaran terdapat aktivitas siswa yang berbeda-beda sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan belajar masing-masing untuk mencapai tujuan belajar yang telah ditetapkan.

Hasil Belajar

Menurut Susanto (2013 : 5) hasil belajar merupakan perubahan- perubahan yang terjadi pada diri siswa, baik yang menyangkut aspek pengetahuan, sikap, maupun keterampilan sebagai hasil dari kegiatan belajar. Senada dengan pendapat tersebut, Rifa’i dan Anni (2012 : 69) berpendapat bahwa hasil belajar adalah perubahan perilaku yang diperoleh siswa setelah mengalami kegiatan belajar. Dalam pembelajaran, perubahan perilaku yang harus dicapai oleh siswa untuk mengukur kemampuan siswa di dalam mencapai tujuan pembelajaran tersebut diperlukan adanya pengamatan kinerja (performance) siswa sebelum dan setelah proses pendidikan berlangsung, serta mengamati perubahan kinerja yang telah terjadi.

Pembelajaran Matematika di SD

Matematika merupakan ilmu pengetahuan yang bersifat abstrak dan memerlukan penalaran serta logika untuk mempelajari konsepnya. Secara umum, tujuan pembelajaran matematika di sekolah dasar adalah agar siswa mampu dan terampil menggunakan matematika. Selain itu, pembelajaran matematika dapat memberikan tekanan penataran nalar dalam penerapan matematika. Untuk mencapai tujuan tersebut, seorang guru sebaiknya memahami konsep, menggunakan penalaran, memecahkan masalah, mengkomunikasikan gagasan, dan memiliki sikap menghargai kegunaan Matematika dalam kehidupan.

Kerangka Berpikir

Pembelajaran Matematika

  • Pembelajaran masih terpusat pada guru
  • Guru belum menerapkan model pembelajaran yang menarikMatematika
  • Siswa kurang antusias mengikuti pembelajaran
  • Siswa kurang aktif dalam pembelajaran
  • Hasil belajar masih rendah

Upaya peningkatan yang dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar matematika

Penerapan Pembelajaran Model Problem Based Learning (PBL)

  1. Pembelajaran lebih bermakna
  2. Siswa aktif belajar dalam kelompok
  3. Menumbuhkan kebersamaan dan saling menghargai antar anggota kelompok
  4. Siswa berani mengemukakan pendapat
  5. Siswa lebbih mudah memahami permasalahan dalam kehidupan nyata
  6. Hasil belajar siswa meningkat

Hipotesis Tindakan

Berdasarkan uraian teori, penelitian yang relevan, serta kerangka berpikir, maka hipotesis tindakan dalam penelitian ini adalah dengan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning diduga dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas II SD Negeri 1 Petanahan pada Tema 7 Kebersamaan pada muatan pelajaran Matematika.

METODE PENELITIAN

Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 1 Petanahan yang beralamat di Desa Petanahan RT 03 RW 02 Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah.

Waktu Penelitian

Penelitian ini pada semester genap tahun ajaram 2018/2019.

Subjek Penelitian

Subyek penelitian ini adalah guru dan peserta didik kelas II SD Negeri 1 Petanahan. Jumlah peserta didik kelas II sebanyak 20 yang terdiri dari 7 peserta didik laki-laki dan 13 peserta didik perempuan.

Prosedur Penelitian

Jenis Data dan Sumber Data

Jenis Data

Adapun data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif dan data kualitatif. Dalam hal ini data kuantitatif yang diperlukan adalah: jumlah guru, siswa dan karyawan, jumlah sarana dan prasarana, hasil belajar siswa dan hasil angket dan lembar observasi.

Data kualitatif meliputi gambaran umum objek penelitian yaitu keadaan guru, keadaan siswa, keadaan sarana dan prasarana, dan efektivitas pembelajaran matematika.

Sumber Data

Adapun yang menjadi sumber data primer dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas II SDN 1 Petanahan. Sedangkan sumber data sekunder berupa dokumentasi dan lembar observasi.

Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data Dalam penelitian ini peneliti menggunakan observasi, tes, dan dokumentasi.

Teknik Analisis Data

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik analisis kuantitatif dan kualitatif.

Indikator Kinerja

Lebih dari 75% siswa kelas II SD Negeri 1 Petanahan mencapai ketuntasan belajar individual pada ranah pengetahuan dalam pembelajaran muatan matematika Tema 7 Kebersamaan dengan penerapan model Problem Based Learning, sebesar ≥70.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Kondisi Awal

Berikut data hasil belajar siswa dapat dinyatakan dalam tabel berikut ini:

No Nama Nilai Keterangan
1 KJP 44 Tidak Tuntas
2 AN 48 Tidak Tuntas
3 AK 36 Tidak Tuntas
4 AR 72 Tuntas
5 AM 60 Tidak Tuntas
6 ANA 60 Tidak Tuntas
7 CAN 76 Tuntas
No Nama Nilai Keterangan
8 FAR 76 Tuntas
9 GAR 52 Tidak Tuntas
10 IAR 80 Tuntas
11 IRP 80 Tuntas
12 IZP 92 Tuntas
13 KH 72 Tuntas
14 MRR 56 Tidak Tuntas
15 NIU 60 Tidak Tuntas
16 SSD 84 Tuntas
17 SNP 96 Tuntas
18 SR 32 Tidak Tuntas
19 KMH 56 Tidak Tuntas
20 ASM 48 Tidak Tuntas
JUMLAH 1280

Tabel 4.1 Data Hasil Belajar Prasiklus

Data hasil belajar klasikal siswa dapat dinyatakan dalam tabel berikut:

No. Pencapaian Data Pra Siklus
1 Nilai terendah 32
2 Nilai tertinggi 96
3 Jumlah siswa tuntas 9
4 Jumlah siswa tidak tuntas 11
5 Persentase ketuntasan 45%
6 Presentase ketidaktuntasan 55%
7 Rata-rata 64.00

Tabel 4.2 Data Hasil Belajar Klasikal Prasiklus

Data hasil analisis menunjukkan ada 11 siswa (55%) belum mencapai KKM. Sedangkan siswa yang mengalami ketuntasan belajar hanya 9 dari 20 siswa (45%). Dengan perolehan nilai tertinggi 96 sedangkan nilai terendah 32 dan rata-rata kelas yaitu 64.

Dari hasil nilai prasiklus tersebut, maka diketahui bahwa nilai pencapaian ketuntasan hasil belajar peserta didik kelas II pada Tema 7 Kebersamaan muatan pembelajaran Matematika masih perlu ditingkatkan, sebagian besar peserta didik belum mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang telah ditetapkan sekolah yaitu 70. Oleh karena itu peneliti dan tim kolaborator melaksanakan penelitian tindakan kelas dengan menerapkan model Problem Based Learning di kelas II SD Negeri 1 Petanahan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Siklus I

Observasi terhadap aktivitas siswa

Berikut hasil pengamatan aktivitas siswa pada siklus I.

No Nama Skor Keterangan
1 KJP 13 C
2 AN 13 C
3 AK 13 C
4 AR 16 B
5 AM 14 B
6 ANA 13 C
7 CAN 19 B
8 FAR 13 C
9 GAR 14 B
10 IAR 15 B
11 IRP 14 B
12 IZP 15 B
13 KH 12 C
14 MRR 12 C
15 NIU 12 C
16 SSD 14 B
17 SNP 17 B
18 SR 12 C
19 KMH 14 B
20 ASM 14 B
Rata-rata skor 13,95
Skor tertinggi 19
Skor terendah 12
Kriteria C (Cukup)

Tabel 4.3 Data Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus I

Berdasarkan tabel 4.3, dapat disimpulkan bahwa skor tertinggi aktivitas siswa pada siklus I adalah 19 dengan kriteria baik dan skor terendah adalah 12 dengan kriteria cukup. Rata-rata skor klasikal siswa 13,95 berada dalam kategori cukup.

Observasi terhadap keterampilan guru

Berdasarkan data diketahui skor keterampilan mengajar guru adalah 138 atau (78,41%) dari skor maksimal 176, sehingga dapat dikategorikan baik.

Evaluasi Hasil Belajar Siklus I

Hasil belajar ranah pengetahuan siswa kelas II SD Negeri 1 Petanahan pada muatan Matematika Tema 7 Kebersamaan dipaparkan dalam tabel berikut ini.

No Nama Nilai Keterangan
1 KJP 50 Tidak Tuntas
2 AN 60 Tidak Tuntas
3 AK 70 Tuntas
4 AR 90 Tuntas
5 AM 60 Tidak Tuntas
6 ANA 80 Tuntas
7 CAN 90 Tuntas
8 FAR 80 Tuntas
9 GAR 80 Tuntas
10 IAR 90 Tuntas
11 IRP 90 Tuntas
12 IZP 100 Tuntas
13 KH 80 Tuntas
14 MRR 80 Tuntas
15 NIU 60 Tidak Tuntas
16 SSD 100 Tuntas
17 SNP 90 Tuntas
18 SR 40 Tidak Tuntas
19 KMH 60 Tidak Tuntas
20 ASM 70 Tuntas
JUMLAH 1520

Tabel 4.7 Data Hasil Belajar Siswa Siklus I

Data hasil belajar klasikal siswa dapat dinyatakan dalam tabel berikut:

No. Pencapaian Data Pra Silkus
1 Nilai terendah 40
2 Nilai tertinggi 100
3 Jumlah siswa tuntas 14
4 Jumlah siswa tidak tuntas 6
5 Persentase ketuntasan 70%
6 Presentase ketidaktuntasan 30%
7 Rata-rata 76.00

.

Tabel 4.8 Data Hasil Belajar Klasikal Siklus I

Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui 14 siswa (70%) dinyatakan memenuhi KKM dan 6 siswa (30%) dinyatakan belum memenuhi KKM. Nilai rata-rata kelas pada siklus I setelah pemberian tindakan berupa penerapan model Problem Based Learning dalam muatan Matematika Tema 7 Kebersamaan adalah 76.

Siklus II

Observasi terhadap Aktivitas Siswa

Hasil pengamatan aktivitas siswa pada siklus II disajikan dalam tabel berikut ini.

No Nama Skor Keterangan
1 KJP 17 B
2 AN 21 A
3 AK 20 B
4 AR 20 B
5 AM 16 B
6 ANA 18 B
7 CAN 24 A
8 FAR 20 B
9 GAR 19 B
10 IAR 23 A
11 IRP 17 B
12 IZP 25 A
13 KH 17 B
14 MRR 21 A
15 NIU 19 B
16 SSD 25 A
17 SNP 23 A
18 SR 16 B
19 KMH 17 B
20 ASM 23 A
Rata-rata skor 20,05
Skor tertinggi 25
Skor terendah 16
Kriteria B (BAIK)

Tabel 4.9 Data Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus II

Berdasarkan tabel 4.9 tersebut, dapat diketahui bahwa hasil observasi aktivitas belajar siswa pada siklus II menunjukkan terdapat sebanyak 7 siswa yang memiliki kriteria aktivitas belajar sangat baik dan 13 siswa memiliki kriteria aktivitas belajar baik.

Observasi terhadap Keterampilan Guru

Skor yang diperoleh 157
Skor Maksimal 176
Persentase 89,20%
Kriteria A (Sangat Baik)

Tabel 4.10 Hasil Observasi Keterampilan Guru

dalam Menerapkan Model Problem Based Learning di Siklus II

Berdasarkan tabel 4.10 diketahui bahwa hasil pengamatan menunjukkan perolehan skor keterampilan guru sebesar 157 atau 89,20% yang dikategorikan sangat baik.

Evaluasi Hasil Belajar Siklus II

Berikut hasil evaluasi siklus II yang seperti yang dipaparkan dalam tabel.

No Nama Nilai Keterangan
1 KJP 60 Tidak Tuntas
2 AN 80 Tuntas
3 AK 90 Tuntas
4 AR 100 Tuntas
5 AM 80 Tuntas
6 ANA 80 Tuntas
7 CAN 100 Tuntas
8 FAR 80 Tuntas
No Nama Nilai Keterangan
9 GAR 80 Tuntas
10 IAR 90 Tuntas
11 IRP 100 Tuntas
12 IZP 100 Tuntas
13 KH 90 Tuntas
14 MRR 80 Tuntas
15 NIU 70 Tuntas
16 SSD 100 Tuntas
17 SNP 100 Tuntas
18 SR 50 Tidak Tuntas
19 KMH 80 Tuntas
20 ASM 90 Tuntas
JUMLAH 1700

Tabel 4.11 Data Hasil Belajar Siswa Siklus II

No. Pencapaian Data Pra Silkus
1 Nilai terendah 50
2 Nilai tertinggi 100
3 Jumlah siswa tuntas 18
4 Jumlah siswa tidak tuntas 2
5 Persentase ketuntasan 90%
6 Presentase ketidaktuntasan 10%
7 Rata-rata 85.00

Tabel 4.12 Data Hasil Belajar Klasikal Siklus II

Berdasarkan tabel 4.12 di atas, dapat diketahui bahwa terdapat 2 siswa (10%) yang dinyatakan belum tuntas KKM dan 18 siswa (90%) dinyatakan telah tuntas KKM. Nilai rata-rata kelas pada siklus II adalah 85.

Hasil analisis observasi terhadap aktivitas siswa, keterampilan guru, dan ketuntasan belajar pada siklus I sampai siklus II dalam pelaksanaan penggunaan Problem Based Learning dinyatakan dalam tabel berikut.

Aspek Skor Persentase
Siklus I Siklus II Siklus I Siklus II
Aktivitas belajar siswa 13,95 20,05 49,20% 71,61%
Keterampilan guru 138 157 78,41% 89,20%
Ketuntasan belajar 14 siswa 18 siswa 70,00% 90,00%
Ketidaktuntasan belajar 6 siswa 2 siswa 30,00% 10,00%

Tabel 4.13 Perbandingan Tindakan Antarsiklus

KESIMPULAN DAN SARAN

KESIMPULAN

  1. Penerapkan model Problem Based Learning terhadap keterampilan guru menunjukkan adanya peningkatan keterampilan guru dalam mengajar. Peningkatan tersebut ditunjukkan pada siklus I didapatkan skor 138 (78,41%) dengan kriteria baik. Pada siklus II, skor keterampilan mengajar guru meningkat menjadi 157 (89,20%) dengan kategori sangat baik.
  2. Penerapkan model Problem Based Learning terhadap aktivitas siswa menunjukkan adanya peningkatan aktivitas positif pada siswa dalam pembelajaran. Peningkatan tersebut ditunjukkan pada siklus I skor rata-rata aktivitas siswa adalah 13,95 (49,20%) dengan kriteria cukup, pada siklus II meningkat menjadi 20,05 (71,61%) dengan kriteria baik.
  3. Penerapkan model Problem Based Learning terhadap hasil belajar siswa menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa ranah pengetahuan pada muatan Matematika Tema 7 Kebersamaan. Peningkatan tersebut ditunjukkan dengan rata-rata siklus I 76 menjadi 85 pada siklus II. Jumlah siswa tuntas KKM pada siklus I sebanyak 14 siswa (70%) dan 6 siswa (30%) dinyatakan belum tuntas KKM. Pada siklus II terjadi peningkatan menjadi 18 siswa (90%) tuntas KKM dan 2 siswa (10%) yang belum tuntas KKM.

SARAN

  1. Guru sebaiknya menerapkan variasi model pembelajaran salah satu yang dapat digunakan adalah model Problem Based Learning. Penerapan model juga disertai penggunaan berbagai media agar lebih memotivasi siswa.
  2. Siswa sebaiknya lebih meningkatkan kedisiplinan dalam belajar serta sikap percaya diri dalam mengungkapkan pendapat.
  3. Sekolah hendaknya juga memberikan media pembelajaran lainnya selain media berbasis IT untuk lebih menunjang proses pembelajaran.

BIO DATA PENULIS

DAFTAR PUSTAKA

A.Jacobden, Paul Eggen, dan Donald Kauchak.1998. Method for Teaching: Metode Pengajaran Meningkatkan Belajar Siswa TK-SMA. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.Aisyah,

Aisyah, Nyimas dkk. 2008. Pengembangan Pembelajaran Matematika SD. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional.

Al-Tabany, Trianto Ibnu Badar. 2014. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif, Progresif, dan Kontekstual. Jakarta: Prenadamedia Group.

Arikunto, S. 2013. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Aqib, Zainal. 2011. Penelitian Tindakan Kelas untuk Guru SD, SLB dam TK. Bandung: Yrama Widya.

Depdiknas. 2007. Standar Isi Tingkat SD/MI. Jakarta. Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi.

Endrayanto dan Harumurti. 2014. Penilaian Belajar Siswa di Sekolah. Yogyakarta. PT Kanisius.

Fatkur, Tiffani Rizkana. 2013. Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Problem Based Learning (PBL). Journal of Elementary Education, 2 (1), halaman : 35-44.

Hamalik, Oemar. 2011. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.

Hamdani. 2011. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka Setia.

Hamdayana, Jumanta. 2014. Model dan Metode Pembelajaran Kreatif. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Hasibuan dan Moedjiono. 2010. Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Heruman. 2014. Model Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Hosnan. 2014. Pendekatan Saintifik dan Kontekstual dalam Pembelajaran Abad 21. Bogor: Ghalia Indonesia

Kunandar. 2014. Penilaian Autentik (Penilaian Hasil Belajar Siswa Berdasarkan Kurikulum 2013). Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Lapono, N, dkk. (2008). Belajar dan Pembelajaran SD. Jakarta: Dirjen Pendidikan Tinggi Depdiknas.

Liyandari, dkk. 2016. Penggunaan Model Pembelajaran Berbasis Masalah dalam Peningkatan Pembelajaran Matematika tentang Pecahan Siswa Kelas IV SD. Jurnal Kalam Cendekia, 4(1), halaman: 1-6.

Majid, Abdul. 2014. Strategi Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Malinda, dkk. 2017. Problem Based Learning Berbantuan Lego Meningkatkan Pemecahan Masalah Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Refleksi Edukatika,8 (1), halaman: 67-73.

Muhibbin, Syah. 2013. Psikologi Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Mulyasa. 2015. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Rosdakarya.

Musfiqon. 2012. Pengembangan Media Belajar Dan Sumber Belajar. Jakarta : Prestasi Pustakakarya.

Putra, Sitiatava Rizema. 2013. Desain Belajar Mengajar Kreatif Berbasis Sains. Yogyakarta: Diva Press.

Purwanto. 2011. Evaluasi Hasil Belajar. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Rifa’i, Ahmad dan Catharina Tri Anni. 2012. Psikologi Pendidikan. Semarang : Pusat Pengembangan MK/MKDK-LP3 Unnes.

Rusman. 2011. Model-Model Pembelajaran Mengambangkan Profesionalisme Guru. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Sagala, Syaiful. 2011. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.

Sanjaya, Wina. 2016. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Prenada Media Grup.

Sardiman. 2011. Interaksi & Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Suprijono, Agus. 2015. Cooperative Learning. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Suryabrata, Sumadi. 2012. Psikologi Pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo.

Susanto, Ahmad. 2013. Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta: Prenamedia Group.

Taufiq, Amir M. 2013. Inovasi Pendidikan Melalui Problem Based Learning. Jakarta : Kencana Prenada Media Group.

Usman, Uzer dan Lilis Setiawati. 1993. Upaya Optimalisasi Kegiatan Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Usman, Uzer. 2013. Media Guru Profesional. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Wardhani Igak. 2007. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Universitas Terbuka.

By admin

You cannot copy content of this page