Iklan

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA KELAS VIIIC SMP NEGERI 1 KEDUNGBANTENG TAHUN PELAJARAN 2019/2020

Oleh : Azizatur Rohmaniyah, S.Pd.

ABSTRAK

Best Practice ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Kedungbanteng, bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Matematika. Dengan penerapan Model Cooperative Learning Tipe Discovery Learning diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar matematika.Sebagai subyek penelitian tindakan kelas kali ini adalah siswa kelas 8, khususnya kelas 8C SMP N 1 Kedungbanteng pada semester 1 Tahun Pelajaran 2019/2020 dengan jumlah siswa kelas 8C adalah 31, yang terdiri dari 14 laki-laki dan 17 perempuan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui model cooperative learning tipe Discovery Learning dapat meningkatkan hasil belajar matematika pada materi Koordinat Kartesius bagi siswa kelas 8C SMP Negeri 1 Kedungbanteng pada semester 1 tahun pelajaran 2019/2020. Dari hasil belajarnya diperoleh bahwa pada kondisi awal nilai rata-ratanya 48,74 menjadi 74,06 pada kondisi akhir (naik 25,32) dan ketuntasan belajarnya 16% pada kondisi awal menjadi 87% pada kondisi akhir (naik 71%). Pada kondisi akhir ketuntasan belajar kelasnya sudah tercapai karena sudah melampaui target indikator keberhasilan yaitu 80%.

Kata Kunci : Model Cooperative learning tipe Discovery Learning, Hasil Belajar Matematika

PENDAHULUAN

Matematika adalah salah satu obyek pembelajaran pada satuan pendidikan yang memainkan peranan yang sangat penting sebagai sarana berpikir deduktif, logika dan ilmiah dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan diperlukan guna menunjang keberhasilan peserta didik dalam menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi di era persaingan yang kompetitif dan bersifat holistik.

Pembelajaran matematika merupakan proses yang dirancang dengan tujuan untuk menciptakan suasana lingkungan yang memungkinkan peserta didik melaksanakan kegiatan belajar matematika, sehingga pemahaman konsep-konsep atau prinsip-prinsip matematika dapat dipelajari dengan baik oleh peserta didik.

Dalam praktik pembelajaran matematika yang dilakukan selama ini, guru lebih sering menggunakan buku siswa dan buku guru, guru juga fokus untuk mengacu pada target materi yang harus tersampaikan, guru juga masih fokus pada penguasaan pengetahuan kognitif yang lebih mementingkan hafalan materi. Dengan demikian proses berpikir Peserta Didik masih dalam level C1 (mengingat), memahami (C2), dan C3 (aplikasi) .

Faktor – faktor tersebut berdampak pada ketidaktercapaian tujuan pembelajaran yang diharapkan secara optimal, sehingga menyebabkan masih rendahnya hasil belajar matematika kelas VIIIC , dengan dibuktikan masih rendahnya rata-rata hasil penilaian harian yaitu 49 dan masih banyaknya peserta didik yang memperoleh nilai dibawah KKM ( prosentase ketuntasan masih rendah ), dengan tingkat ketuntasan 16%

Untuk menghadapi era Revolusi Industri 4.0, Peserta didik harus dibekali keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills). Salah satu model pembelajaran yang berorientasi pada HOTS dan merupakan implementasi dari Kurikulum 2013 adalah model pembelajaran Discvery Learning (DL). DL merupakan model pembelajaran yang mengedepankan pada ditemukannya konsep atau prinsip yang sebelumnya tidak diketahui, masalah yang dihadapkan pada Peserta Didik semacam masalah yang direkayasa oleh guru . Penggunaan model DL diharapkan dapat merubah kondisi belajar yang pasif menjadi aktif dan kreatif. Mengubah pembelajaran yang teacher oriented ke student oriented. Merubah modus Ekspository Peserta Didik hanya menerima informasi secara keseluruhan ke model Discovery .Peserta Didik menemukan informasi sendiri.

Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah yang akan dikaji adalah Apakah penggunaan model pembelajaran Discovery Learning dapat meningkatkan hasil belajar matematika kelas VIIIC Semester 1 Tahun Pelajaran 2019/2020 .

Tujuan dari penulisan ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi kedudukan titik dalam bidang koordinat Kartesius yang dihubungkan dengan masalah kontekstual di kelas VIIIC semester 1 Tahun pelajaran 2019/2020 melalui penerapan model pembelajaran Discovery Learning.

Manfaat yang dapat ditarik dari penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Secara Teoritis

  1. Menambah pengetahuan baru dalam meningkatkan aktifitas dan hasil belajar peserta didik dengan model DL pada Peserta Didik kelas VIIIC SMP N 1 Kedungbanteng.
  2. Sebagai dasar untuk meningkatkan hasil belajar Peserta Didik.
  3. Sebagai acuan untuk peneliti berikutnya yang sejenis.

2. Secara Praktis

  1. Manfaat bagi peserta didik yaitu diharapkan dapat memberikan kontribusi untuk meningkatkan aktifitas dan hasil belajar matematika serta juga dapat membantu Peserta Didik mengembangkan potensi yang ada pada dirinya.
  2. Manfaat bagi guru yaitu sebagai referensi strategi baru dalam proses kegiatan belajar mengajar dalam kelas sehingga pembelajaran tidak terkesan monoton
  3. Manfaat bagi sekolah yaitu memberikan masukan dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah khususnya dalam pembelajaran matematika di SMP N 1 Kedungbanteng.
  4. Manfaat bagi peneliti yaitu mendapatkan pengalaman secara langsung dalam upaya meningkatkan hasil belajar matematika.

TINJANUAN PUSTAKA

  1. Hasil Belajar Matematika

Dalam proses belajar diharapkan akan diperoleh hasil belajar yag berupa perubahan tingkah laku dalam ranah kognitif, afektif, maupun psikomotor. Menurut Nana Sudjana (2001:57), hasil belajar yang dicapai Peserta Didik melalui proses belajar mengajar yang optimal menunjukkan ciri sebagai berikut :

a. Kepuasan dan kebanggaan yang dapat menumbuhkan motivasi belajar intrinsik pada diri Peserta Didik.

b. Menambah keyakinan akan kemampuan dirinya.

c. Hasil yang dicapai bermakana bagi diri Peserta Didik.

d. Hasil belajar yang diperoleh Peserta Didik komprehensif (menyeluruh) yang mencakup ranah kognitif, pengetahuan, afektif dan psikomotor serta keterampilan atau perilaku.

Belajar merupakan suatu hal yang sangat penting bagi setiap manusia, khususnya bagi seorang peserta didik agar pengetahuan dan kemapuannya selalu berubah dan bertambah. Menurut Moh. Uzer Usman ( 2002 : 5 ) belajar diartikan sebagai proses perubahan tingkah laku pada diri individu berkat adanya interaksi antar individu ,dan individu dan ligkungan.

Matematika merupakan pelajaran yang penting yang dibutuhkan dalam semua sisi kehidupan, bahkan banyak pakar yang membuat definisi tentang matematika.Menurut Sumardyono (2004:28) secara umum definisi matematika dapat dideskripsikan sebagai berikut, di antaranya:

  1. Matematika sebagai struktur yang terorganisir.
  2. Matematika sebagai alat (tool).
  3. Matematika sebagai pola pikir deduktif.
  4. Matematika sebagai bahasa artifisial.
  5. Matematika sebagai seni yang kreatif.

Matematika adalah pengetahuan atau ilmu mengenai logika dan problem-problem numerik. Matematika membahas faka-fakta dan hubungan-hubungannya, serta membahas problem ruang dan waktu. Matematika adalah queen of science (ratunya ilmu). (Sutrisman dan G. Tambunan, 1987:2-4)

Menurut Teori Gagne, klasifikasi dari obyek – obyek yang dipelajari dalam matematika adalah: 1) Obyek – obyek pembelajaran matematika, yaitu berupa obyek langsung yang terdiri dari fakta – fakta matematika, ketrampilan – ketrampilan matematika, konsep – konsep matematika , dan prinsip – prinsip matematika. Dan Obyek tak langsung yang meliputi : kemampuan berpikir logis, kemapuan berpikir analitis, sikap positif terhadap matematika , ketelitian, ketekunan, kedisiplinan, dan hal – hal lain yang secara implicit akan dipelajari jika Peserta Didik mempelajari matematika. 2) Fase – fase kegiatan belajar. Ada empat fase dalam kegiatan belajar , yaitu : Fase aprehensi( adanya stimulus), fase akuisisi (penyerapan fakta, ketrampilan ,konsep atau prinsip matematika), fase penyimpanan hasil kegiatan belajar , dan fase pemanggilan kembali hasil kegiatan belajar(Moh.Asikin,2009,14). .
Hasil belajar matematika adalah hasil belajar yang diperoleh dari perubahan tingkah laku berkat pengalaman dan latihan yang berupa penguasaan pengetahuan dan ketrampilan dalam pelajaran matematika ( Darsono, 2000 : 27 ).

Agar kegiatan pembelajaran matematika dapat berjalan dengan lancar dan memperoleh hasil belajar yang optimal, maka perlu memperhatikan factor – faktor yang mempengaruhi hasil belajar matematika . Faktor – factor yang harus diperhatikan antara lain : adanya motivasi untuk mempelajari matematika dan alat peraga yang dapat membantu pemahaman Peserta Didik terhadap materi yang diberikan oleh guru , karena dengan menggunakan obyek – obyek yang bersifat konkret akan lebih mudah dipahamni dari pada memahami secara abstrak.

Model Discovery Learning

Menurut Sudjana (2005: 49) model penemuan (discovery learning) adalah model mengajar yang mengatur pengajaran sedemikian rupa sehingga anak memperoleh pengetahuan yang sebelumnya belum diketahuinya itu tidak melalui pemberitahuan tetapi sebagian atau ditemukan sendiri. Discovery learning adalah suatu rangkaian kegiatan pembelajaran yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan peserta didik untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, dan logis sehingga mereka dapat menemukan sendiri pengetahuan, sikap dan keterampilan sebagai wujud adanya perubahan perilaku (Hanafiah, 2012: 77) . Proses belajar mengajar dengan discovery learning ini menuntut guru untuk menyajikan bahan pelajaran tidak dalam bentuk yang final (utuh dari awal sampai akhir) atau dengan istilah lain, guru hanya menyajikan bahan pelajaran sebagian saja, selebihnya diberikan kepada pesrta didik untuk menemukan dan mencari sendiri, kemudian pesrta didik diberi kesempatan oleh guru untuk mendapatkan apa-apa yang guru belum sampaikan dengan pendekatan belajar problem solving (Syah, 2010: 243).

Suatu model pembelajaran tentu mempunyai kelebihan dan kekurangan. Discovery learning mempunyai kelebihan yang dijabarkan oleh Hanafiah (2012: 79) sebagai berikut :

(1) membantu peserta didik untuk mengembangkan, kesiapan, serta penguasaan keterampilan dalam proses kognitif;

(2) peserta didik memperoleh pengetahuan secara individual sehingga dapat dimengerti dan mengendap dalam pikirannya;

(3) dapat membangkitkan motivasi dan gairah belajar peserta didik untuk belajar lebih giat lagi;

(4) memberikan peluang untuk berkembang dan maju sesuai dengan kemampuan dan minat masing-masing;

(5) memperkuat dan menambah kepercayaan pada diri sendiri dengan proses menemukan sendiri karena pembelajaran berpusat pada peserta didik dengan peran guru yang sangat terbatas.

Dengan demikian, model pembelajaran Discovery Learning ialah suatu pembelajaran yang melibatkan Peserta Didik dalam proses kegiatan mental melalui pendapat, dengan berdiskusi, membaca sendiri, dan mencoba sendiri, agar anak dapat belajar sendiri.

Langkah-langkah Model Discovery Learning

Menurut Ahmadi dan Prasetya mengemukakan secara garis besar bahwa prosedur pembelajaran berdasarkan penemuan (Discovery Learning) adalah sebagai berikut:

Langkah-Langkah Model Discovery Learning adalah sebagai berikut :

1. Stimulation (stimulasi/pemberian rangsangan)

  1. Problem statement (pernyataan/identifi kasi masalah)
  2. Data collection (Pengumpulan Data)
  3. Data Processing (Pengolahan Data)
  4. Verification (Pembuktian)
  5. Generalization (menarik kesimpulan/generalisasi)

Subyek , Obyek , dan Materi Kegiatan

Subyek penelitian ini adalah pesrta didik kelas VIIIC SMP N 1 Kedungbanteng , Kabupaten Banyumas tahun pelajaran 2019/2020 . Obyek penelitian ini adalah kegiatan selama proses pembelajaran dan hasil belajar.

Materi yang digunakan dalam best practice pembelajaran ini adalah materi kelas VIIIC Semester 1 Tahun Pelajaran 2019/2020 pada Materi Pokok Koordinat Kartesius, dengan rincian KD sebagai berikut :

3.2 Menjelaskan kedudukan titik dalam bidang koordinat Kartesius yang dihubungkan dengan masalah kontekstual rincian KD sebagai berikut :

4.2 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kedudukan titik dalam bidang koordinat Kartesius

Hasil Kegiatan Pembelajaran Discovery Learning

    1. Hasil Belajar Matematika

Kondisi awal diambil dari nilai Penilaian harian KD 4.2 tentang Memahami Konsep himpunan Bagian kelas VIIIC semester 1 tahun pelajaran 2019/2020. Hasil perolehan nilai penilaian harian kondisi awal tersebut disajikan dalam tabel seperti di bawah ini.

Tabel 2. Nilai Penilaian Harian Kondisi Awal

No Uraian Nilai
1 Nilai Tertinggi 88
2 Nilai Terendah 24
3 Nilai Rata-rata 49
4 Ketuntasan 16%
5 Rentang Nilai 72

Hasil Nilai Penilaian Harian Kondisi Awal di atas dapat disajikan dalam bentuk diagram batang sebagai berikut :

Gambar 1. Grafik Nilai Penilaian Harian Kondisi Awal

    1. Deskripsi Data Pelaksanaan setelah menggunakan Model Discovery Learning

Pelaksanaan pembelajaran dimulai pada pertemuan 1, hari Selasa tanggal 20 Agustus 2020, dengan rincian pertemuan seperti dalam tabel berikut :

Table 3. Rangkuman Pelaksanaan Pembelajaran

No Pelaksanaan Waktu Kehadiran Peserta Didik
1 Pertemuan 1 Selasa, 20 Agustus 2020

Jam ke 1,2,3

(Pukul 07.30 sd 09.30 WIB)

1 sakit.

Jumlah yang hadir 30 orang.

2 Pertemuan 2 Kamis, 22 Agustus 2020

Jam ke 3,4

(Pukul 08.50 sd 09.30 WIB)

Nihil

Jumlah yang hadir 31 orang

3 Pertemuan 3 Selasa, 2 September 2020

Jam ke 1,2,3

(Pukul 07.30 sd 09.30 WIB)

Nihil

Jumlah yang hadir 31 orang

Pembahasan Hasil Pembelajaran dengan Discovery Learning

Berdasarkan pertemuan pertama dengan materi mentukan letak titik dari titik asal dan titik dan pembelajaran pertemuan ke- 2 , menentukan letak posisi garis sejajar dan tegak lurus terhadap sumbu x dan sumbu y, dilanjutkan pertemuan ke – 3 penilaian harian Koordinat Kartesius, Keberhasilan proses pembelajaran dengan model cooperative learning tipe Discovery learning ini dapat dilihat pada grafik dibawah ini :

Gambar 2. Grafik Nilai Penilaian Harian Kondisi Akhir

Kondisi awal Kondisi akhir

(setelah pelaksanaan DL)

Nilai terendah 38

Nilai tertinggi 88

Nilai rata-rata 48,74

Ketuntasan belajar 16%

Rentang Nilai 72

Nilai terendah 65

Nilai tertinggi 100

Nilai rata-rata 74,06

Ketuntasan belajar 87%

Rentang Nilai 35

Tabel 4. Hasil Belajar Matematika

Berdasarkan grafik dan tabel diatas terdapat peningkatan hasil belajar matematika bagi peserta didik kelas VIIIC semester 1 tahun pelajaran 2019/2020 dari kondisi awal nilai rata-rata 48,74 menjadi 76,06 pada kondisi akhir (naik 27,30) dan ketuntasan belajarnya 16% pada kondisi awal menjadi 87% pada kondisi akhir (naik 71%). Pada kondisi akhir ketuntasan belajar kelasnya sudah tercapai karena sudah melampaui target indikator keberhasilan yang sudah ditentukan yaitu 80%.

Masalah yang Dihadapi

Beberapa permasalahan yang dihadapi oleh guru antara lain :

  1. Masalah yang dihadapi terutama adalah peserta didik belum terbiasa belajar dengan model DL.
  2. Peserta Didik pun merasa lebih percaya diri menghadapi ulangan (penilaian) ,karena hanya belajar dari satu sumber yaitu buku paket/ buku siswa.
  3. Guru tidak mempunyai kompetensi yang memadai untuk membuat video pembelajaran.

Cara Mengatasi Masalah

  1. Agar peserta didik yakin bahwa pembelajaran matematika dengan DL dapat membantu mereka lebih menguasai materi pembelajaran, guru memberi penjelasan sekilas tentang apa, bagaimana, mengapa, dan manfaat belajar menggunakan model Discovery Learning .
  2. Pemahaman dan kesadaran akan pentingnya berpikir kritis , kreatif juga soal – soal HOTS akan membuat peserta didik termotivasi untuk mengikuti pembelajaran. Selain itu, kesadaran bahwa belajar bukan sekadar menghafal teori dan konsep akan membuat Peserta Didik mau belajar .
  3. Kekurangmampuan guru membuat video pembelajaran dapat diatasi dengan mengunduh video sesuai dengan KD yang akan dibelajarkan baik dari youtube maupun dari sumber lain.

Simpulan

Berdasarkan uraian di atas dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut.

  1. Pembelajaran matematika dengan model pembelajaran Discovery Learning layak dijadikan best practice karena dapat meingkatkan kemampuan Peserta didik dalam melakukan transfer pengetahuan, pemecahan masalah, dan hasil belajar matematika.
  2. Dengan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) secara sistematis dan cermat, pembelajaran matematika dengan model pembelajaran Discovery Learning yang dilaksanakan juga mengintegrasikan PPK, literasi, dan kecakapan abad 21.

Rekomendasi

Berdasarkan hasil praktik baik pembelajaran tematik dengan model pembelajaran DL , berikut disampaikan rekomendasi yang relevan.

  1. Guru seharusnya tidak hanya mengajar dengan mengacu pada buku peserta didik dan buku guru yang telah disediakan, tetapi berani melakukan inovasi pembelajaran yang kontekstual sesuai dengan latar belakang peserta didik dan situasi dan kondisi sekolahnya. Hal ini akan membuat pembelajaran lebih bermakna dan menyenangkan.
  2. Peserta Didik diharapkan untuk menerapkan kemampuan berpikir tingkat tinggi dalam belajar, tidak terbatas pada hafalan teori,sehingga membantu peserta didik menguasai materi secara lebih mendalam dan lebih tahan lama (tidak mudah lupa).
  3. Sekolah, terutama kepala sekolah dapat mendorong guru lain untuk ikut melaksanakan pembelajaran Discovery Learning. .

DAFTAR PUSTAKA

Darsono, Max, (2000). Belajar dan Pembelajaran . Semarang : IKIP Press.

Hanafiah, N. (2012). Konsep Strategi Pembelajaran. Bandung: Rafika Aditama.

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 2018. Buku Peserta Didik Mata Pelajaran Matematika. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan .

Moh. Asikin, Khoirul Anwar, Pujiadi (2009). Cara Cepat dan Cerdas Menguasai Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Bagi Guru. Semarang : Penerbit Manunggal Karso.

Moh. Uzer Usman . (2000). Menjadi guru Profesional. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.

Sudjana Nana, (2001). Penilaian Hasil dan Proses Hasil Belajar Mengajar. Bandung : PT Remaja Rosdakarya

Sudjana, N. (2005). Pembinaan dan Pengembangan kurikulum di Sekolah. Jakarta: Sinar Baru Algensindo.

Syah, M. (2010). Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Sumardyono. (2004). Karakteristik Matematika dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Matematika. Yogyakarta : Depdiknas.

BIODATA

Nama : Azizatur Rohmaniyah, S.Pd.

NIP : 19760329 200801 2 010

Jabatan : Guru

Golongan : III/d

Unit Kerja : SMP N 1 Kedungbanteng

Email : rohmaniyahazizah@gmail.com

No.Hp : 081 327 177 288

By admin

You cannot copy content of this page