Iklan

PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 3 SUMBANG, KABUPATEN BANYUMAS TAHUN PELAJARAN 2018/2019

C:\Users\TOTOK\Downloads\WhatsApp Image 2021-04-04 at 21.11.42.jpeg

Warso, S.Ag.

Abstrak

Media pembelajaran merupakan sumber belajar yang dapat meningkatkan perhatian siswa terhadap materi belajar dan mempermudah guru dalam mengajar sehingga tercipta lingkungan belajar yang efisien dan kondusif. Fungsi utama media pembelajaran adalah sebagai alat bantu mengajar yang ikut mempengaruhi iklim, kondisi dan lingkungan belajar. Dengan adanya media balajar siswa lebih termotivasi mengikuti pembelajaran. Tanpa motivasi, sangat mungkin pembelajaran tidak menghasilkan tujuan. Permasalahan yang dapat diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana penggunaan media pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Sumbang Kabupaten Banyumas dan apa saja faktor pendukung dan penghambatnya. Sedangkan tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mengkaji penggunaan media pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam proses pembelajaran dan usaha guru dalam meningkatkan motivasi belajar di kelas.

Kata kunci : Media belajar, motivasi belajar, hasil belajar.

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Pendidikan Agama Islam (PAI) adalah pendidikan yang sangat penting bagi siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), untuk membimbing mereka yang beragama islam agar menjadi pemeluk agama islam yang mendalami ilmu-ilmu yang diajarkan dalam Al’Quran dan sunah Rosul sebagai pedoman hidupnya. Dengan landasan Al’Quran dan sunah Rosululloh, siswa beriman dan bertakwa kepada Alloh dan berakhlak mulia (berbudi pekerti luhur) yang tercermin dalam perilaku sehari-hari dalam hubungannya dengan Alloh, sesama manusia dan memahami Quran, mampu berperilaku baik dan benar, serta mampu menjaga kerukunan intern dan antar umat beragama (Majid Abdul : 2005). Keberhasilan pendidikan agama islam tidak lepas dari adanya motivasi atau dukungan belajar siswa, belajar tanpa motivasi akan menyebabkan anak cepat jenuh, tidak bergairah untuk mempelajari. Seorang anak harus memiliki motivasi yang kuat dalam pendidikan (menurut ilmu) sehingga pendidikan menjadi efektif. Kegiatan pembelajaran yang dapat memotivasi anak agar dapat mencapai tujuan pembelajaran haruslah melalui proses belajar mengajar yang amat penting yaitu metode mengajar dan media pengajaran. Fungsi utama media pembelajaran adalah sebagai alat bantu mengajar yang turut mempengaruhi iklim, kondisi dan lingkungan belajar (Arsyad Azhar: 2003). Dengan adanya media siswa lebih termotivasi mengikuti pembelajaran. Tanpa motivasi sangat mungkin pembelajaran tidak menghasilkan tujuan belajar. Karena pentingnya penggunaan media pembelajaran dalam peningkatan motivasi belajar siswa seperti diatas, maka penulis memilih kelas VIII SMP Negeri 3 Sumbang kabupaten Banyumas sebagai objek ( Termasuk dimana saya sebagi guru PNS di sekolah ini ). Di SMP Negeri 3 Sumbang Kabupaten Banyumas. Pemilihan judul artikel ini menyesuaikan dengan kondisi dan keadaan sekolah yang berada di daerah pegunungan yaitu Penggunaan Media Pembelajaran PAI dalam meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas VIII .

LANDASAN TEORI

Kata media berasal dari bahasa latin medius yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Dalam bahasa Arab media adalah perantara atau pengantar pesan ( Arsyad Azhar: 2013). Media menurut batasannya adalah perangkat lunak yang berisi pesan atau informasi pendidikan yang lazimnya disajikan dengan menggunakan peralatan (Sadiman:2012). Media pembelajaran dapat dipahami sebagai segala sesuatu yang dapat menyampaikan dan menyalurkan pesan dari sumber secara terencana sehingga tercipta lingkungan yang kondusif dimana penerimanya dapat melakukan proses belajar secara efisien dan efektif (Munadi Yudhi:2013). Dengan demikian media pembelajaran dapat disimpulkan bahwa alat yang digunakan siswa dan guru untuk mempermudah proses belajar mengajar yang dapat berupa slide, buku, tipe recorder, kaset, laptop/komputer, film dan komputer sehingga tercipta suasana belajar yang efisien dan kondusif. Dalam suatu proses belajar mengajar , ada dua unsur yang sangat penting adalah metode mengajar dan media pengajaran. Kedua unsur ini saling berkaitan.

Pemilihan salah satu metode mengajar tertentu akan mempengaruhi jenis media pengajaran yang sesuai, meskipun masih ada beberapa unsur lain yang harus diperhatikan dalam memilih media, antara lain tujuan pengajaran, jenis tugas dan respon yang diharapkan siswa menguasai setelah pelajaran berlangsung dan konteks pembelajaran termasuk karakteristik siswa ( Azhar:2003). Secara teknis media pembelajaran berfungsi sebagai sumber belajar, ini tersirat makna keaktifan, yakni sebagai penyalur, penyampai, penghubung dan lain-lain (Yudhi:2013). Ada beberapa alasan mengapa media pengajaran dapat mempertinggi proses belajar siswa. Alasan pertama berkenaan dengan manfaat media pengajaran dalam proses belajar siswa antara lain :

  1. Pelajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapay menumbuhkan motivasi belajar.
  2. Bahan pengajaran akan lenih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh siswa dan memungkinkan siswa menguasai tujuan pengajaran lebih baik.
  3. Metode mengajar akan lebih bervariasi, tidak semata-mata komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata guru, sehingga siswa tidak bosan dan guru tidak kehabisan tenaga. Apalagi guru mengajar untuk setiap jam pelajaran.
  4. Siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati, melakukan demonstrasi dan lain-lain (Sudjana, Nana:2002).

Oleh sebab itu penggunaan media pembelajaran sangat tergantung kepada tujuan pengajaran, bahan pengajaran, kemudahan memperoleh media yang diperlukan serta kemampuan guru dalam proses pengajaran. Dengan demikian fungsi dan manfaat media pembelajaran ini dapat membantu siswa dalam belajar dan dapat membangkitkan minat belajar siswa. Dengan adanya media pembelajaran guru tidak monoton menggunakan metode ceramah tetapi akan lebih bervariasi dengan adanya media agar mendorong siswalebih termotivasi melakukan kegiatan belajar sehingga tujuan pembelajaran tercapai. Dasar pemilihan media sebelum mengajar sangat penting untuk berlangsungnya proses belajar mengajar. Guru harus pandai untuk memilih media yang akan digunakan sesuai tujuan pembelajaran dan memilih metode yang tepat sehingga akan terjadi pembelajaran yang optimal. Dalam proses penyampaian pesan pembelajaran, guru harus pandai memilih “bahasa apa” yang paling mudah dimengerti siswanya. Apakah pesan yang disampaikan melalui bahasa verbal, bahasa visual atau bahasa nonverbal lainnya. Apakah pesan itu disalurkan melalui peralatan atau melalui pengalaman langsung. Dalam pemilihan media hendaknya harus dilengkapi dengan perimbangan pada pemilihan media yang logis dan benar. Kriteria-kriteria yang menjadi fokus di sini antara lain karakteristik siswa, tujuan pembelajaran, bahan ajar, karakteristik media itu sendiri dan sifat pemanfaatan media (Yudhi : 2013). Motivasi merupakan seni mendorong siswa untuk melakukan kegiatan belajar sehingga tujuan pembelajaran tercapai. Dengan demikian motivasi merupakan usaha dari pihak luar , dalam hal ini adalah guru untuk mendorong, mengaktifkan dan menggerakan siswanya secara sadar untuk terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran (Yudhi:2013). Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa motivasi adalah suatu dorongan atau keinginan seorang siswa untuk mencapai suatu usaha yang diinginkan dalam tujuan pembelajaran.

Dalam proses belajar motivasi sangat diperlukan karena tanpa motivasi tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar. Dengan dukungan media belajar maka siswa lebih berminat dalam melakukan aktivitas belajar. Dalam proses pembelajaran seorang guru mempunyai tugas untuk mendorong, membimbing dan memberikan fasilitas belajar bagi siswa untuk mencapai tujuan. Maka dengan demikian peranan guru dalam belajar ini lebih luas dan lebih mengarah kepada peningkatan motivasi belajar anak-anak (Ahmadi Abu & Widodo: 2008). Dalam suatu proses pembelajaran seorang siswa tentunya harus mempunyai dorongan motivasi sebagai penggerak yang mendorong siswa untuk belajar. Bila siswa sudah tergerak untuk melakukan aktivitas belajar maka siswa akan melakukan aktivitas belajar dengan semangat apa yang telah dipelajarinya. Guru sangat berperan sebagai pendorong, penggerak untuk memotivasi siswa dalam aktivitas belajarnya dan menciptakan iklim yang kondusif bagi siswa. Ada tiga fungsi dalam motivasi belajar yang akan diuraikan dalam pembahasan sebagai berikut :

  1. Motivasi sebagai pendorong perbuatan.
  2. Motivasi sebagai penggerak perbuatan.
  3. Motivasi sebagai pengarah perbuatan.

Upaya meningkatkan motivasi belajar yaitu ada empat fungsi guru sebagai pengajar yang berhubungan dengan cara pemeliharaan dan peningkatan motivasi belajar siswa didik, yaitu guru harus dapat menggairahkan siswa didik memberikan harapan yang realistis, insentif dan mengarahkan perilaku yang menunjang tercapainya tujuan pembelajaran yaitu :

  1. Menggairahkan siswa didik dalam kegiatan rutin di kelas sehari-hari.
  2. Memberikan harapan realistis.
  3. Memberikan insentif.
  4. Mengarahkan perilaku siswa didik ke arah tercapainya tujuan pembelajaran.

METODOLOGI PENELITIAN

Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif yaitu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati (Arikunto:2006). Dalam penelitian ini pengumpulan data diambil dari kelas VIII SMP Negeri 3 Sumbang, Kabupaten Banyumas dan guru mengambil data dengan beberapa teknik sebagai berikut :

a). Observasi adalah melakukan pengamatan langsung ke objek penelitian untuk melihat dari dekat kegiatan yang dilakukan. Teknik observasi dilakukan dengan terjun langsung ke siswa kelas VIII, dan diperoleh data tentang lokasi, penggunaan media pembelajaran PAI , dan penggunaan media pembelajaran PAI.

b). Dokumentasi adalah ditunjukan untuk memperoleh data langsung dari tempat penelitian meliputi buku-buku yang relevan, peraturan-peraturan, laporan kegiatan, foto-foto, film dokumenter dan data yang relevan dengan penelitian .

c). Wawancara adalah bentuk komunikasi antara dua orang, melibatkan seseorang yang ingin memperoleh informasi dari seseorang dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan berdasarkan tujuan tertentu (Mulyana, Deddy : 2002).

d). Metode analisis data adalah metode yang digunakan dalam penelitian yang dilakukan penulis adalah metode deskriptif kualitatif. Untuk menganalisa data yang diperoleh akan dianalisis melalui observasi dan wawancara serta mengambil kesimpulan dan verifikasi.

Proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan dan bahan-bahan lain sehingga dapat mudah dipahami dan temuannya dapat diinformasikan kepada orang lain (Sugiyino:2010).

HASIL PENELITIAN

Proses Belajar mengajar merupakan interaksi yang dilakukan antara guru dengan peserta didik dalam suatu pengajaran untuk mewujudkan tujuan yang ditetapkan. Seorang guru harus pandai memilih metode yang akan digunakan sesuai dengan tujuan pembelajaran, sehingga akan terjadi proses belajar mengajar yang optimal. Media pembelajaran adalah sebagai segala sesuatu yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari sumber secara terencana sehingga tercipta lingkungan belajar yang kondusif dimana penerimaannya dapat melakukan proses secara efisien dan efektif (Munadi, Yuddy:2013). Dengan demikian media pembelajaran dapat disimpulkam bahwa alat yang digunakan siswa dan guru untuk mempermudah proses belajar mengajar yang dapat berupa slide, buku, tipe recorder, kaset, laptop, film dan komputer sehingga tercipta suasana belajar yang efisien dan kondusif, Dengan adanya dukungan media pembelajaran siswa dapat termotivasi dalam belajarm siswa lebih bersemangat dalam melakukan kegiatan belajar.

Dalam proses pembelajaran seorang guru mempunyai tugas untuk mendorong, membimbing dan memberikan fasilitas belajar bagi siswa untuk mencapai tujuan. Maka dengan demikian peranan guru dalam belajar menjadi lebih luas dan lebih mengarah kepada peningkatan motivasi belajar siswa-siswanya (Ahmadi Abu dan Supriyono Widodo:2008). Berdasarkan hasil wawancara ketika guru memberikan materi dengan menggunakan media pembelajaran salah satunya dengan menayangkan materi lewat LCD siswa tampak bersemangat dalam mengikuti pembelajaran. Siswa tidak merasa bosan dan mampu mengerjakan tugas yang dibuat oleh guru. Pemanfaatan. Pemanfaatan media pembelajaran bertujuan untuk membantu guru dalam menciptakan suasana pembelajaran agar pembelajaran lebih menarik dan variasi. Akan tetapi pembelajaran dengan menggunakan laptop ini tergantung kebutuhan dan tujuan pembelajaran. Jika ada materi yang berhubungan dengan media, biasanya guru menampilkan slide untuk mengajar dan dan siswa mencari di internet untuk tugas yang diberikan. Selain laptop juga media lain yang mendukung pembelajaran yaitu buku atau modul, Iqro dan Al’ Quran . Setiap pembelajaran siswa diharapkan untuk melakukan sholat dhuha dan mengaji bersama. Adapun tujuan penggunaan media pembelajaran yaitu :

  1. Mengenalkan media kepaa siswa supaya siswa tahu penggunaannya.
  2. Mempermudah efektivitas belajar.
  3. Supaya anak tertarik belajar dan guru tidak harus monoton dengan ceramah.
  4. Menumbuhkan kreativitas.

SIMPULAN

Berdasarkan pembahasan mengenai penggunaan media pembelajaran dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Sumbang, Kabupaten Banyumas tahun pelajaran 2018/2019 dapat disimpulkan bahwa :

1). Penggunaan media pembelajaran dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Dengan adanya media pembelajaran menunjukan bahwa siswa lebih aktif dan bersemangat untuk mengikuti pembelajaran. Suasana kegiatan pembelajaran siswa lebih bersemangat, menyenangkan, selalu memperhatikan materi yang disampaikan guru sehingga diharapkan mampu membuat kesimpulan.

2). Faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi oleh guru PAI SMP Negeri 3 Sumbang Kabupaten Banyumas dalam menggunakan media laptop / komputer adalah :

a. Faktor pendukung

1. Fasilitas dari sekolah untuk mendukung proses belajar mengajar agar pembelajaran berjalan dengan lancar, penggunaan masih secara bergiliran dengan guru yang mengajar mapel lain.

2. Fasilitas yang diberikan oleh orang tua tidak semua siswa memiliki atau mempunyai laptop/komputer di rumah.

b. Faktor penghambat

1. Guru kurang menguasai pengawasan setiap siswa saat menggunakan laptop atau komputer dalam proses belajar mengajar (di rumah).

2. Kurangnya kesadaran siswa dalam penggunaan laptop atau komputer sebagai sarana pembelajaran.

Dengan keterbatasan sarana dan prasarana yang dihadapi , guru tetap berusaha meningkatkan dan menggunakan media belajar yang ada dengan harapan proses belajar mengajar dapat mencapai tujuan yang diharapkan, khususnya pada pembelajaran siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Sumbang kabupaten Banyumas.

DAFTAR PUSTAKA

Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono. 2008. Psikologi Belajar, Jakarta : PT Rineka Cipta.

Abdul Majid. 2003. Perumusan Agama Islam Berbasis Kompetensi. Bandung : PT Remaja Rosdakarya

Arif S, Sadiman, dkk. 2013. Media Pembelajaran. Jakarta : PT Raja Grafindo

Arikunto Sudarsini. 2006. Prosedur Pendidikan Suatu Pendekatan Praktis (Edisi Revisi VI). Jakarta: PT Kineka Cipta.

Azhar Arsad. 2003. Media Pembelajaran. Jakarta : PT Raja Grafindo Perkasa.

Deddy Mulyana. 2002.Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Riduwan. 2010. Skala Pengukuran Variabel-Variabel Penelitian. Bandung : Alfabeta.

Sadiman , Raharjo, dkk. 2012. Media Pendidikan. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.

Sugiyono, 2010. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R &D. Bandung : Alfabeta.

Syaiful Bahri. 2011. Psikologi Belajar. Jakarta : PT Rineka Cipta.

BIODATA

Nama : Warso, S. Ag

NIP : 19690517 200701 1 015

Pangkat/Gol : Penata/ III c

Jabatan : Guru muda

Unit Kerja : SMP Negeri 3 Sumbang, Kabupaten Banyumas

You cannot copy content of this page