Iklan

PENGGUNAAN MEDIA FLIP CHART DALAM PENINGKATAN HASIL BELAJAR PKn TENTANG SISTEM PEMERINTAHAN REPUBLIK INDONESIA PADA SISWA KELAS VI SD NEGERI 3 KEBULUSAN KECAMATAN PEJAGOAN KABUPATEN KEBUMEN TAHUN PELAJARAN 2017/2018

Nur Wahyuni, S.Pd.

ABSTRAK

Nur Wahyuni, S.Pd. 2017. Penggunaan Media Flip Chart Dalam Peningkatan Hasil Belajar PKn Tetang Sistem Pemerintahan Republik Indonesia Pada Siswa Kelas VI SD Negeri 3 Kebulusan Kecamatan Pejagoan kabupaten Kebumen Tahun Pelajaran 2017/2018. Tujuan penelitian ini adalah: 1) menjelaskan penerapan media flip chart untuk meningkatkan hasil belajar PKn tentang sistem pemerintahan republik Indonesia pada siswa kelas VI SD Negeri 3 Kebulusan tahun ajaran 2017/2018. 2) meningkatkan hasil belajar PKn tentang sistem pemerintahan republik Indonesia pada siswa kelas VI SD Negeri 3 Kebulusan tahun ajaran 2017/2018. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 3 siklus dengan setiap siklusnya terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VI SD Negeri 3 Kebulusan tahun ajaran 2017/2018 yang berjumlah 20 siswa. Sumber data berasal dari guru, siswa, dan dokumen. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan tes. Validitas data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Analisis data menggunakan teknik analisis data statistik deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Prosedur penelitian ini adalah sistem spiral refleksi diri. Simpulan penelitian ini adalah: 1) Penggunaan media flip chart untuk meningkatkan hasil belajar PKn tentang sistem pemerintahan republik Indonesia pada siswa kelas VI SD Negeri 3 Kebulusan tahun ajaran 2017/2018 langkah-langkahnya adalah: penempatan media, pengaturan kelas dan siswa, pengenalan materi, penyajian flip chart, pemberian pertanyaan dan penugasan, pemberian LKS, pemberian kesempatan siswa untuk menyampaikan pendapat dan hasil diskusi, dan penarikan kesimpulan. 2) Penggunaan media flip chart dapat meningkatkan hasil belajar PKn tentang sistem pemerintahan republik Indonesia pada siswa kelas VI SD Negeri 3 Kebulusan tahun ajaran 2017/2018. Hal ini dapat dilihat pada siklus I, persentase siswa yang mencapai nilai ketuntasan belajar hanya sebesar 55% atau sebanyak 11 anak, pada siklus II meningkat menjadi sebesar 75% atau sebanyak 15 siswa, dan setelah dikenai tindakan pada siklus III, persentase siswa yang mencapai nilai sesuai dengan KKM meningkat menjadi sebesar 85% atau sebanyak 17 siswa.

Kata kunci: flip chart, pembelajaran, PKn

BAB I. PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Dalam menyajikan pelajaran, guru harus berupaya mengembangkan ketiga ranah tersebut agar berkembang sesuai dengan yang diharapkan. Dalam pelaksanaan pembelajaran terdapat perbedaan tergantung dari ranah mana yang mendapat penekanan, sementara dalam pembelajaran PKn, hasil akhir yang menjadi tujuan adalah pengembangan ranah afektif yang sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku dan berkembang dalam tatanan kehidupan manusia Indonesia.

Realita menunjukkan bahwa hasil belajar sebagian besar siswa kelas VI SD Negeri 3 Kebulusan Kecamatan Pejagoan Kabupaten Kebumen tahun ajaran 2017/2018 pada mata pelajaran PKn masih tergolong rendah. Hal ini dapat dilihat untuk rata-rata nilai PKn hasil evaluasi dari 20 siswa pada materi Sistem Pemerintahan Republik Indonesia yang hanya sebesar 62,5. Angka tersebut masih belum memenuhi KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) yang sudah ditentukan oleh sekolah tersebut untuk mata pelajaran PKn.

Berdasarkan hasil pengamatan dan studi pendahuluan dalam proses belajar mengajar diperoleh suatu fakta bahwa siswa kelas VI SD Negeri 3 Kebulusan Kecamatan Pejagoan Kabupaten Kebumen tahun ajaran 2017/2018 sebagian besar kurang antusias dalam pembelajaran di kelas. Dalam melaksanakan pembelajaran, sebenarnya guru sudah melaksanakan tugas mengajarnya dengan baik, menyampaikan materi sesuai kurikulum yang berlaku, menggunakan perangkat pembelajaran yang mendukung seperti RPP dan lain sebagainya. Penggunaan metode pembelajaran beserta alat-alat peraga maupun media penunjang pembelajaran PKn juga sudah nampak. Meskipun demikian, pembelajaran yang sudah dilaksanakan oleh guru masih perlu upaya peningkatan dalam proses pembelajaran baik itu bagi guru maupun siswa supaya dapat tercapai tujuan yang diharapkan.

Sesuai dasar pemikiran dan kenyataan di atas, maka perlu adanya alternatif pemecahan masalah yang diharapkan dapat menjadi jalan keluar untuk dapat meningkatkan pembelajaran PKn.

BAB II. KAJIAN PUSTAKA

Pengertian Media Flip Chart

Berbicara mengenai flip chart, kita tidak akan bisa terlepas dari induk medianya yaitu media grafis/visual. Flip chart merupakan salah satu bagian dari media grafis yang berupa gambar, cetak, dan diam dalam bentuk bagan atau chart. Sudjana dan Rivai menjelaskan tentang media grafis sebagai media pengajaran yang dapat mengkombinasikan fakta-fakta, gagasan-gagasan secara jelas dan kuat melalui perpaduan antara kata-kata, ungkapan-ungkapan, angka, grafik, dan gambar (2009: 19). Kata-kata dan angka digunakan sebagai judul dan penjelasan kepada grafik, bagan, diagram, poster, kartun, komik, dan sebagainya. Sedangkan sket, lambang atau bahkan foto yang digunakan pada media grafis berfungsi untuk mengartikan fakta, pengertian, dan gagasan yang pada hakikatnya sebagai penyajian grafis.

Kelebihan Media Flip Chart

Kaitannya dengan penggunaan flip chart dalam pembelajaran di kelas, flip chart dapat membantu guru dalam menyampaikan materi pembelajaran dengan lebih efektif dan efisien. Siswa juga lebih antusias dalam menerima materi yang diberikan oleh guru dengan sajian yang menarik dan mudah dimengerti karena penyajiannya berupa konsep-konsep penting dari materi pelajaran. Dalam menyajikan informasi yang berupa proses, akan lebih mudah dipahami oleh anak karena menggunakan sajian yang berupa gambar, huruf, angka, tabel, grafik, poster, dan lain-lain secara berurutan. Apabila guru telah selesai menyampaikan suatu materi tertentu namun pada lain kesempatan guru dan siswa ingin mengulas ataupun mengulang kembali materi yang telah lalu, maka guru tinggal membuka lembaran-lembaran lalu yang ada pada flip chart sesuai dengan bagian mana yang akan dipelajari kembali.

Cara Mendesain Flip Chart

Dengan berbagai pertimbangan yang dikemukakan sebelumnya, selanjutnya Susilana dan Riyana menjelaskan langkah-langkah dalam mendesain flip chart yang mudah dan murah sebagai berikut:

  1. Tentukan tujuan pembelajaran
  2. Menentukan bentuk flip chart
  3. Membuat ringkasan materi
  4. Merancang draft kasar (sketsa)
  5. Memilih warna yang sesuai
  6. Menentukan ukuran dan bentuk huruf yang sesuai

Prosedur Penggunaan Media Flip Chart dalam Pembelajaran

Dalam penelitian tindakan kelas ini, langkah-langkah penggunaan media flip chart sudah disesuaikan dengan karakteristik siswa kelas VI SD Negeri 3 Kebulusan Kecamatan Pejagoan Kabupaten Kebumen tahun ajaran 2017/2018 beserta kondisi fisik dan non fisik kelas, maka langkah-langkah penggunaan media flip chart dalam penelitian ini yaitu: penempatan flip chart; pengaturan kelas dan siswa; pengenalan pokok materi; penyajian lembaran-lembaran flip chart; pemberian pertanyaan dan penugasan yang mengaktifkan siswa; pemberian LKS melalui flip chart; pemberian kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan pendapat dan hasil diskusinya; dan penarikan kesimpulan.

BAB III. METODOLOGI PENELITIAN

Setting Penelitian

Tempat Penelitian

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 3 Kebulusan Kecamatan Pejagoan Kabupaten Kebumen. Sekolah Dasar Negeri 3 Kebulusan ini sebenarnya adalah SD yang strategis karena terletak di pinggir jalan raya. Subjek dari penelitian ini adalah semua siswa kelas VI Sekolah Dasar Negeri 3 Kebulusan Kecamatan Pejagoan Kabupaten Kebumen yang berjumlah 20 siswa, terdiri dari 13 siswa laki-laki dan 7 siswa perempuan

Indikator Kinerja Penelitian

Indikator-indikator yang dicapai sebagai bentuk keberhasilan penelitian tindakan kelas ini, untuk mengukur tingkat keberhasilan dalam upaya perbaikan pembelajaran selengkapnya dapat dilihat pada tabel 3.2:

Tabel 3.6. Indikator Kinerja Penelitian

Aspek yang Diukur Persentase yang Ditargetkan Cara Mengukur
Prosedur penggunaan media flip chart yang dilaksanakan oleh guru 80% Diamati pada saat pembelajaran dan dihitung melalui akumulasi skor-skor dari deskripsi yang menunjukkan penggunaan media flip chart dalam pembelajaran oleh guru. Skor-skor tersebut didapat melalui lembar observasi berupa rating scale
Kegiatan dan respon siswa pada saat pembelajaran menggunakan media flip chart 80% Diamati pada saat pembelajaran berlangsung dan dihitung melalui akumulasi skor-skor dari deskripsi yang menunjukkan keterlaksanaan pembelajaran dari masing-masing langkah penggunaan media flip chart oleh siswa. Skor tersebut diperoleh melalui lembar observasi berupa rating scale.
Hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn 80% Dihitung dari hasil tes/evaluasi semua siswa dalam kelas pada mata pelajaran PKn yang memperoleh nilai ≥ KKM atau mencapai batas tuntas sebesar 75

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Tindakan

Persentase keterlaksanaan pembelajaran oleh guru pada siklus I sama dengan perolehan siswa yaitu sebesar 75,00%. Pada indikator berikutnya hasil belajar yang diperoleh siswa belum mencapai KKM yang telah ditentukan karena pada siklus I hanya sebesar 55% atau sebanyak 11 siswa, nilai rata-ratanya sebesar 70,5. Pada pelaksanaan tindakan siklus II, indikator kinerja yang pertama yaitu pelaksanaan langkah-langkah penggunaan flip chart dalam pembelajaran oleh guru secara keseluruhan sudah tercapai dengan persentase sebesar 87,50%. Siswa juga sudah melaksanakan langkah-langkah pembelajaran menggunakan flip chart dengan baik dengan pencapaian persentase sebesar 80,00%. Nilai rata-rata yang diperoleh siswa pada siklus II sebesar 77,25. Siswa yang memperoleh nilai ≥ KKM sebesar 75% atau sebanyak 15 siswa. Pada pelaksanaan tindakan siklus III, pada perolehan hasil observasi pembelajaran yang diperoleh guru sebesar 3,8 dengan persentase sebesar 95,00% beserta siswa sebesar 3,7 atau 92,50%. Kekurangan-kekurangan yang muncul pada siklus sebelumnya sudah dapat diperbaiki oleh guru peneliti dengan baik. Hasil belajar yang diperoleh siswa sebesar 85% atau sebanyak 17 siswa telah mencapai nilai ≥ KKM dengan nilai rata-rata kelasnya pada siklus III meningkat menjadi 84. Peningkatan nilai rata-rata hasil belajar siswa dari siklus I, II, dan III beserta persentase banyaknya siswa yang tuntas dapat dilihat pada tabel 4.8.

Tabel 4.8. Peningkatan Nilai Rata-rata Hasil Belajar Siswa dan Persentase Banyaknya Siswa yang Tuntas pada Siklus I,II, dan III

Siklus Nilai rata-rata Persentase banyaknya siswa tuntas
Siklus I 70,5 55%
Siklus II 77,25 75%
Siklus III 84 85%

Prosentase peningkatan banyaknya siswa tuntas pada siklus I, siklus II, dan siklus III dapat dilihat pada gambar 4.1.

Gambar 4.1. Grafik Nilai Rata-rata Belajar Siswa Tiap Siklus

Sedangkan peningkatan persentase siswa yang memperoleh nilai ≥ KKM pada mata pelajaran PKn pelaksanaan tes awal, siklus I, siklus II, sampai dengan siklus III dapat dilihat pada gambar 4.2.

Gambar 4.2. Grafik Peningkatan Prosentase Siswa yang Memperoleh Nilai ≥ KKM

Untuk peningkatan persentase keterlaksanaan pembelajaran menggunakan flip chart yang dilaksanakan oleh guru dan siswa yang dimulai dari siklus I, siklus II, dan siklus III dapat dilihat pada gambar 4.3.

Gambar 4.3. Grafik Peningkatan Prosentase Keterlaksanaan Pembelajaran

PEMBAHASAN

Persentase keterlaksanaan pembelajaran oleh guru pada siklus I sama dengan perolehan siswa yaitu sebesar 75,00%. Pada indikator berikutnya hasil belajar yang diperoleh siswa belum mencapai KKM yang telah ditentukan karena pada siklus I hanya sebesar 55% atau sebanyak 11 siswa, nilai rata-ratanya sebesar 70,5. Pada pelaksanaan tindakan siklus II, indikator kinerja yang pertama sudah tercapai dengan persentase untuk guru 87,50% dan siswa 80,00%. Pada pelaksanaan siklus II nilai rata-rata yang diperoleh siswa sebesar 77,25. Siswa yang memperoleh nilai ≥ KKM sebesar 75% atau sebanyak 15 siswa. Pada pelaksanaan tindakan siklus III, pada indikator kinerja pertama yang diperoleh guru sebesar 3,8 dengan persentase sebesar 95,00% beserta siswa sebesar 3,7 atau 92,50%. Hasil belajar yang diperoleh siswa sebesar 85% atau sebanyak 17 siswa telah mencapai nilai ≥ KKM dengan nilai rata-rata pada siklus III sebesar 84.

BAB V. KESIMPULAN

Simpulan

Berdasarkan hasil tindakan yang telah dilakukan peneliti dan telah dibahas pada bab IV, maka dapat disimpulkan beberapa hal yaitu sebagai berikut:

Penggunaan flip chart dapat meningkatkan hasil belajar PKn tentang Sistem Pemerintahan Republik Indonesia pada siswa kelas VI SD Negeri 3 Kebulusan Kecamatan Pejagoan Kabupaten Kebumen tahun ajaran 2017/2018. Hal ini dapat dilihat pada siklus I, persentase siswa yang mencapai nilai ketuntasan belajar hanya sebesar 55% atau sebanyak 11 anak, pada siklus II meningkat menjadi sebesar 75% atau sebanyak 15 siswa, dan setelah dikenai tindakan pada siklus III, persentase siswa yang mencapai nilai sesuai dengan KKM meningkat menjadi sebesar 85% atau sebanyak 17 siswa.

DAFTAR PUSTAKA

Anitah, S. (2009). Teknologi Pembelajaran. Surakarta: Yuma Pustaka.

Aqib, Z. (2010). Profesionalisme Guru Dalam Pembelajaran. Surabaya: Insan Cendekia.

Arsyad, A. (2011). Media Pembelajaran. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Asrori, M. (2009). Psikologi Pembelajaran. Bandung: Wacana Prima.

Depdikbud, 1994, Kurikulum Pendidikan Dasar Jakarta: Depdikbud.

——– —, 1996, Materi Latihan Kerja Guru PKn, Jakarta: Depdikbud.

———–, 1999, Suplemen Kurikulum Pendidikan Dasar Jakarta: Depdikbud.

Dewi, S. K. (2009). Penerapan Flip Chart dalam Pembelajaran Aktif Student Created Case Studies untuk Meningkatkan Kemandirian Belajar Siswa pada Pembelajaran Biologi Kelas XI IPA 4 SMA Negeri 4 Surakarta Tahun Ajaran 2009/2010. Surakarta: UNS.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. (2007). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Kebumen: Depdikbud

Haditono, S. R. (2004). Psikologi Perkembangan: Pengantar Dalam Berbagai Bagiannya. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Indriana, D. (2011). Ragam Alat Bantu Media Pengajaran. Yogyakarta: Diva Press.

Muhammad. (2007). Penerapan Media Chart Terhadap hasil Belajar Siswa pada Pokok Bahasan Struktur Atom di Kelas X SMA Negeri 1 Lueng Putu Tahun Ajaran 2007/2008. Banda Aceh: Unaya.

You cannot copy content of this page