Iklan

PENGEMBANGAN KREATIVITAS MENGGAMBAR MELALUI AKTIVITAS MENGGAMBAR PADA ANAK DI TK AISYIYAH TAHUN AJARAN 2018-2019

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kreativitas menggambar anak di TK Aisyiyah, Kecamatan karangpucung, Kabupaten Cilacap, melalui aktivitas menggambar. Penelitian ini dilakukan karena kreativitas menggambar anak di TK Aisyiyah belum berkembang secara optimal. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan secara kolaboratif. Subjek dalam penelitian ini adalah anak di TK Aisyiyah yang berjumlah 20 anak. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi check list. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif. Indikator keberhasilan dalam penelitian manakala kreativitas menggambar anak dimiliki oleh minimal 80% dari keseluruhan jumlah anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas menggambar dapat mengembangkan kreativitas menggambar anak pada anak di TK Aisyiyah. Dari keseluruhan penilaian dari jumlah anak dan seluruh indikator terjadi peningkatan pada Pratindakan 20%, pada Siklus I meningkat menjadi 60%, dan pada Siklus II meningkat mencapai 85%. Langkah-langkah penelitian yang dapat meningkatkan kreativitas menggambar anak adalah dengan pemberian aktivitas menggambar, memberikan stimulasi ide-ide kreatif, peneliti serta guru tidak lupa untuk memberikan dorongan, motivasi, reward, dan dengan diberikannya aktivitas menggambar secara bertahap dan berlanjut maka kreativitas anak dapat berkembang optimal.

Kata kunci: Kreativitas Menggambar, Aktivitas Menggambar

PENDAHULUAN

Sejak usia dini anak sudah dikenalkan menggambar. Dalam pembelajaran di TK kebanyakan guru kurang memperhatikan hasil belajar anak terhadap pembelajaran yang satu ini. Guru sering menggunakan menggambar sebagai pembelajaran relaksasi pada anak tanpa memperhatikan hasil karya anak sehingga didapati hasil karya anak dalam pembelajaran menggambar terkesan tanpa arahan.

Kreativitas erat hubungannya pula dengan aktivitas berkesenian termasuk kreativitas seni rupa yang diwujudkan ke dalam aktivitas menggambar. Sumanto (2005: 10) menyatakan, kreativitas adalah bagian dari kegiatan berproduksi atau berkarya termasuk dalam bidang seni rupa.

Fakta yang terjadi di lapangan, berdasarkan pengamatan langsung peneliti pada proses pembelajaran di TK Aisyiyah pada Kelompok B1 mendapati kenyataan bahwa ketika pembelajaran berlangsung, dalam mengembangkan kreativitas menggambar pada anak dirasa masih sangat kurang. Pada kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan indikator bahasa: keaksaraan pada nomor 27 yang berbunyi membuat gambar dan coretan (tulisan) tentang cerita mengenai gambar yang dibuat sendiri, masih belum sesuai. Banyak anak yang kurang antusias pada kegiatan tersebut. Masih banyak anak yang belum bisa menggambar sesuai dengan apa yang mereka inginkan, hanya ada beberapa anak saja yang dapat menuangkan idenya ke dalam kertas gambarnya, sementara yang lain masih kebingungan, kemudian mereka meniru dengan gambar temannya dalam satu kelompoknya.

Aktivitas menggambar yang dapat menstimulasi kreativitas menggambar yaitu aktivitas menggambar yang diawali dengan menggambar bentuk dasar, kemudian anak menambahi dengan goresan gambar bentuk-bentuk lainnya pada gambar bentuk dasar tersebut, yang kemudian anak dipebolehkan untuk mewarnainya secara bebas, sehingga melalui proses tersebut anak dapat menghasilkan sebuah karya gambar yang sifatnya unik dan kreatif.

Berdasarkan uraian latar belakang tersebut di atas, maka penulis mengambil judul “Pengembangan Kreativitas Menggambar Melalui Aktivitas Menggambar Pada Anak di TK Aisyiyah Tahun Pelajaran 2018-2019”.

Kajian teoretis

Kreativitas Menggambar

Secara umum kreativitas diartikan sebagai kemampuan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (Tim Penyusun Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1990: 456) kreativitas adalah kemampuan untuk mencipta. Hurlock (1980: 4) menyatakan kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk menghasilkan komposisi, produk, atau gagasan apa saja yang pada dasarnya baru, dan sebelumnya tidak dikenal pembuatnya, dapat berupa kegiatan imajinatif dan sintesis pemikiran yang hasilnya bukan hanya perangkuman.

Kreativitas menggambar dalam penelitian ini yaitu kemampuan seorang anak untuk mencipta yang diungkapkan dalam kertas gambar yang perwujudannya adalah gambar dapat berupa tiruan objek, bentuk ataupun fantasi/hasil imajinasi anak yang lengkap dengan garis, bidang, warna, dan tekstur sederhana yang merupakan hasil gagasan, ide-ide kreatif, pemikiran, dan konsep asli buatan anak.

Dalam perkembangan kreativitas menggambar anak PAUD yang mana hal tersebut tidak dapat dipisahkan dari bakat serta keterampilan, berada pada tahap masa goresan (usia 2-4 tahun) dan pada tahap inisiatif (usia 4-6 tahun). Pada masa awal kreativitas ini sangatlah dipengaruhi oleh sikap orang tua. Anak akan lebih bebas mengekspresikan kreativitasnya apabila orang tua mendukung anak, misalnya dengan menyediakan berbagai sarana stimulasi yang memungkinkan potensi kreatif itu muncul dan berkembang.

Kreativitas menggambar memiliki banyak manfaat bagi anak. Bagi perkembangananya, kreativitas menggambar ini memberikan kesenangan, kepuasan, dan kegembiraan karena menggambar merupakan media ekspresi untuk mengungkapkan keinginan, perasaan, dan pikiran. Kreativitas menggambar memberikan kebebasan untuk mengembangkan perasaan dan keterampilan saat anak melakukan kegiatan menggambar karena menggambar menjadi media anak untuk bermain.

Aktivitas Menggambar

Menggambar adalah membuat gambar dengan cara menggoreskan benda-benda tajam (seperti pensil atau pena) pada bidang datar (misalnya permukaaan papan tulis, kertas, atau dinding) yang merupakan perwujudan bayangan angan-angan ataupun suatu pernyataan perasaan/ekspresi dan pikiran yang diinginkan. Perwujudan tersebut dapat berupa tiruan objek ataupun fantasi yang lengkap dengan garis, bidang, warna, dan tekstur dengan sederhana.

Aktivitas menggambar dalam penelitian ini adalah proses ketika anak membuat gambar dengan cara menggoreskan pensil atau spidol pada selembar kertas, yang merupakan suatu pernyataan yang berupa tiruan objek ataupun fantasi yang lengkap dengan garis, bidang, warna, dan tekstur dengan sederhana.

Kerangka Pikir

Masalah pengembangan kreativitas menggambar pada anak di Taman Kanak-kanak

Pengembangan kreativitas Menggambar anak melalui aktivitas menggambar

Kreativitas menggambar anak belum berkembang secara optimal

Peran pendidik dalam memberikan stimulasi

Kreativitas menggambar anak berkembang optimal

Pemberian aktivitas menggambar secara bertahap dan kontinyu

2.1 Kerangka Berpikir

Hipotesis tindakan

Aktivitas menggambar dapat mengoptimalkan perkembangan kreativitas menggambar pada anak di TK Aisyiyah.

Metode Penelitian

Setting penelitian/lokasi penelitian

Tempat penelitian adalah TK Aisyiyah Kecamatan Karangpucung Kabupaten Cilacap.

Waktu penelitian

Penelitian ini akan dilakukan pada semester I tahun pelajaran 2018 – 2019.

Subjek penelitian

Subjek dalam penelitian ini adalah anak di TK Aisyiyah yang berjumlah 20 anak.

Teknik Pengumpul Data

Teknik pengumpulan data pada penelitian tindakan kelas ini yaitu dengan cara observasi.

Teknik Analisis data

Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian tindakan kelas (PTK) ini yaitu menggunakan analisis statistik deskriptif kuantitatif dengan persentase.

Instrumen Penelitian

Instrumen yang digunakan oleh peneliti dalam pelaksanaan penelitian ini adalah panduan observasi.

Variabel Indikator Deskripsi
Kreativitas Menggambar Lancar: Kelancaran dalam menuangkan ide-idenya pada kegiatan menggambar Anak langsung dapat menuangkan ide-idenya sendiri dalam menggambar
Anak mendapat petunjuk dari guru dalam menuangkan ide-idenya dalam menggambar
Anak diberikan bantuan oleh guru dalam menuangkan ide- idenya dalam menggambar
Anak tidak dapat menuangkan ide-idenya meski sudah mendapat petunjuk dan bantuan dari orang lain
Rinci: Kerincian dalam menguraikan goresan beragam bentuk pada kegiatan menggambar Anak dapat menggambarkan lebih dari tiga bentuk
Anak dapat menggambarkan dua bentuk
Anak dapat menggambarkan hanya dalam satu bentuk saja
Anak tidak dapat menggambar bentuk meski sudah mendapatkan petunjuk dan bantuan dari orang lain
Asli: Keaslian dalam membuat karya sebuah gambar Anak sudah dapat membuat gambar sendiri
Anak mendapat petunjuk dari guru dalam membuat gambar
Anak membuat gambar setelah melihat hasil karya temannya dan mendapat bantuan dari guru
Anak tidak dapat membuat gambar meski sudah mendapat petunjuk dan bantuan dari orang lain

3.1 Kisi-kisi Instrumen Observasi

Indikator Keberhasilan

Indikator keberhasilan dalam penelitian ini dikatakan berhasil manakala kreativitas menggambar anak sudah meningkat 80% dari keseluruhan jumlah anak.

Prosedur Penelitian

Tindakan

Perencanaan

Observasi

Refleksi

3.2 Model Penelitian Tindakan Kelas

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Pra Tindakan

Di bawah ini terdapat Tabel yang merupakan hasil observasi kreativitas menggambar anak pada Pratindakan:

Variabel Indikator Pratindakan Nilai Rata-rata Persentase
Pertemuan Pertama Pertemua Kedua
Menggambar Lancar 15% 15% 15%
Rinci 5% 15% 10%
Asli 25% 25% 25%

Tabel 4.1 Observasi Kreativitas Menggambar pada Anak Pratindakan

Hal ini ditunjukkan dengan hasil persentase yang berkisar hanya 15% saja anak yang langsung dapat menuangkan ide-idenya sendiri dalam menggambar pada Pertemuan Pertama, lalu pada Pertemuan Kedua menunjukkan hasil yang sama yakni hanya 15%, dengan nilai persentase rata-rata yakni 15% saja. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa kemampuan kreativitas menggambar yang dimiliki anak berada dalam kondisi yang tidak baik.

Selanjutnya pada indikator rinci atau anak dapat menggambarkan lebih dari 3 bentuk dalam menggambar menunjukkan hasil persentase yakni pada Pertemuan Pertama 5% dan pada Pertemuan Kedua meningkat menjadi 15% saja, dengan nilai rata-rata 10%. Dengan melihat nilai persentase tersebut masuk ke dalam kondisi kreativitas yang tidak baik. Kemudian pada indikator asli atau dapat dikatakan anak sudah dapat menggambar sendiri berada pada persentase 25% saja saat Pertemuan Pertama, sementara saat Pertemuan Kedua menunjukkan hasil persentase yang sama yakni 25%, dan nilai rata-rata 25%, dengan ditemukannya nilai persentase yang demikian juga masuk dalam kondisi tidak baik..

Berikut ini adalah Tabel yang merupakan hasil ketercapaian perkembangan kreativitas menggambar anak pada Pratindakan:

No Kriteria Jumlah anak Persentase
1 Baik 4 anak 20%
2 Cukup 6 anak 30%
3 Kurang 8 anak 40%
4 Tidak baik 2 anak 10%

Tabel 4.2. Hasil Perkembangan Kreativitas Menggambar Anak pada Pratindakan

Dari Tabel tersebut di atas dapat dilihat bahwa hanya terdapat 20% anak saja yang dapat menuangkan kreativitasnya dalam menggambar dengan baik, sementara lebih dari 30% anak yang kreativitas menggambarnya belum berkembang secara optimal atau berada dalam kriteria cukup, 40% di antaranya anak yang masih membutuhkan stimulasi dan latihan atau berada pada kriteria kurang, dan 10% anak berada pada kriteria tidak baik masih membutuhkan stimulasi atau latihan dan kesempatan yang lebih agar kreativitas menggambarnya dapat berkembang secara optimal.

Deskripsi Siklus I

Dari hasil pengamatan yang dilakukan setelah di lakukannya tindakan dalam Siklus I disajikan dalam Tabel tentang hasil observasi kreativitas menggambar anak Siklus I, berikut ini:

Variabel Indikator Tindakan Nilai rata- rata
Pertemuan Pertama Pertemua Kedua Peremuan Ketiga
Menggambar Lancar 20% 40% 75% 45%
Rinci 15% 5% 40% 20%
Asli 30% 45% 75% 50%

Tabel 4.3 Hasil Observasi Kreativitas Menggambar Anak pada Siklus I

Pada Slikus I Pertemuan Pertama pada indikator lancar dalam menuangkan ide-idenya sendiri dalam menggambar hanya 20% saja anak yang mampu menuangkan gagasan/ide-ide kreatifnya melalui kertas gambar, pada indikator rinci terdapat 15% saja anak yang dapat menggambarkan lebih dari tiga bentuk dalam kertas gambarnya, dan pada indikator asli hanya 30% anak saja yang dapat membuat gambar sendiri.

Pada Siklus I Pertemuan Kedua, pada indikator lancar atau anak langsung dapat menuangkan ide-idenya sendiri dalam menggambar menunjukkan hasil sedikit meningkat dengan Pertemuan Pertama, yakni 40%. Namun pada indikator rinci dalam menggambarkan lebih dari tiga bentuk tidak mengalami peningkatan, yakni tetap berada pada 5%. Dan pada indikator asli atau anak sudah dapat menggambar sendiri meningkat cukup banyak menjadi 45%.

Selanjutnya pada Siklus I Pertemuan Ketiga menunjukkan hasil, indikator lancar dalam menuangkan ide-ide anak sendiri ke dalam sebuah gambar meningkat drastis menjadi 75%, indikator rinci dalam menggambarkan lebih dari tiga bentuk menunjukkan peningkatan pula menjadi 40% anak, selanjutnya pada indikator asli atau anak sudah dapat membuat gambar sendiri menunjukkan peningkatan yang drastis pula yakni 75% anak yang menunjukkan bahwa anak dapat menuangkan kreativitasnya secara mandiri.

Pada indikator lancar dalam menuangkan ide-idenya sendiri ke dalam sebuah gambar menunjukkan hasil rata-rata 45%. Pada indikator rinci dalam menggambarkan lebih dari tiga bentuk menunjukkan hasil rata-rata 20%. Pada indikator asli dalam menggambar menunjukkan nilai rata-rata yakni 50%.

Dari data di atas diambil berdasarkan rata-rata dari jumlah keseluruhan anak. Di bawah ini terdapat Tabel yang dapat diambil berdasarkan ketercapaian perkembangan kreativitas menggambar anak pada Siklus I:

No Kriteria Jumlah Anak Persentase
1 Baik 12 anak 60%
2 Cukup 7 anak 35%
3 Kurang 1 anak 5%
4 Tidak Baik 0 anak 0%

Tabel 4.4 Hasil Perkembangan Kreativitas Menggambar Anak pada Siklus I

Berdasarkan Tabel tersebut di atas dapat terlihat bahwa adanya beberapa peningkatan yang cukup banyak setalah dilakukannya tindakan. Terdapat 12 anak atau 60% anak yang mampu menuangkan kreativitasnya dengan baik atau dapat dikatakan perkembangan kreativitas anak optimal. Terdapat 7 anak atau 35% saja yang berada dalam kriteria cukup, atau dapat dikatakan perkembangan kreativitasnya berkembang dengan cukup namun masih butuh stimulasi dan latihan. Dan hanya terdapat 1 anak saja atau 5% yang masuk dalam kriteria kurang, dapat dikatakan perkembangan kreativitasnya sudah cukup optimal.

Deskripsi Siklus II

Adapun hasil dari pengamatan tersebut dapat disajikan ke dalam bentuk Tabel yang merupakan hasil yang diperoleh selama pengamatan yang dilaksanakan pada tindakan Siklus II sebagai berikut:

Variabel Indikator Siklus II
Pertemua Pertama Pertemuan Kedua Pertemuan Ketiga Rata-rata Persentase
Menggambar Lancar 90% 90% 95% 91%
Rinci 75% 70% 80% 75%
Asli 75% 80% 80% 78%

Tabel 4.5 Hasil Observasi Kreativitas Menggambar Anak pada Siklus II

Dapat dilihat dari Tabel mengenai perkembangan kreativitas anak setelah dilakukannya tindakan pada Siklus II menunjukkan hasil 91% anak lancar dalam menuangkan ide-idenya sendiri dalam menggambar atau berada dalam kriteria baik, 75% anak dapat melakukan dengan rinci dalam menggambarkan lebih dari tiga bentuk atau berada dalam kriteria baik, serta 78% anak dapat menggambar sendiri/dapat membuat produk secara asli dalam menggambar atau berada dalam kriteria baik.

Pada indikator asli terdapat 80% anak dapat menggambar dan menyelesaikan gambarnya sendiri. Perhatikan tabel berikut.

No Kriteria Jumlah Anak Persentase
1 Baik 17 85%
2 Cuku 3 15%
3 Kurang 0 anak 0%
4 Tidak Baik 0 anak 0%

Tabel 4.6 Hasil Perkembangan Kreativitas Menggambar Anak Siklus II

Dari Tabel di atas dapat terlihat bahwa 85% kreativitas menggambar anak sudah berkembang dengan optimal walaupun tingkat pencapaian skor berbeda-beda antara satu anak dengan anak yang lainnya, namun hal tersebut sudah memanuhi standar indikator pencapaian perkembangan yang telah ditentukan. Hanya ada 15% saja anak yang masuk dalam kriteria pencapaian cukup.

Rekapitulasi data pengembangan kreativitas menggambar anak pada Pratindakan, Siklus I, dan Siklus II per Individu dapat dilihat pada Tabel di bawah sebagai berikut:

Kriteria Pratindakan Siklus I Siklus II
Jumlah anak Persentase Jumlah anak Persentase Jumlah anak Persentase
Baik 4 20% 12 60% 17 85%
Cukup 6 30% 7 35% 3 15%
Kurang baik 8 40% 1 5% 0 0%
Tidak baik 2 10% 0 0% 0 0%

Tabel 4.8 Rekapitulasi Akhir Data Pengembangan Kreativitas Menggambar pada Anak

pada Tahap Pratindakan, Siklus I, dan Siklus II

Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa adanya peningkatan perkembangan kreativitas menggambar dari tahap Pratindakan sampai pada Siklus II. Anak yang telah mencapai ketuntasan perkembangan kreativitas menggambar yang masuk dalam kriteria baik pada Pratindakan yaitu 20% atau hanya terdapat 4 anak yang masuk dalam kriteria baik. Pada Siklus I perkembangan kreativitas menggambar anak pada kriteria baik meningkat dengan cukup banyak yakni 60% atau 12 anak yang masuk dalam kriteria baik, dan pada Siklus II perkembangan kreativitas menggambar anak meningkat lagi menjadi 85% atau 17 anak yang masuk dalam kriteria baik..

Kesimpulan Dan Saran

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dikemukakan maka dapat disimpulkan bahwa kreativitas menggambar siswa pada anak di TK Aisyiyah, Kecamatan Karangpucung Kabupaten Cilacap dapat meningkat melalui diberikannya aktivitas menggambar secara bertahap dan kontinyu. Peningkatan kreativitas menggambar pada siswa dapat dilihat dari hasil observasi yang diperoleh pada setiap siklus yang mengalami peningkatan.

Dari hasil observasi menunjukkan pada Pratindakan anak yang mencapai kriteria baik ada pada persentase 20% yang masuk dalam kriteria baik. Siklus I perkembangan kreativitas menggambar pada anak berada dalam kriteria baik meningkat menjadi 60% yang masuk dalam kriteria baik, dan pada Siklus II perkembangan kreativitas menggambar pada anak meningkat lagi menjadi 85% yang masuk dalam kriteria baik.

Berdasarkan hasil observasi tersebut maka pelaksanaan tindakan dikatakan berhasil karena 85% atau 17 anak di TK Aisyiyah telah mencapai indikator keberhasilan..

Saran

Berdasarkan pelaksanaan penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan kreativitas menggambar anak, maka peneliti dapat memberikan saran sebagai berikut:

  1. Bagi guru Taman Kanak-kanak

Dalam merencanakan kegiatan untuk mengembangkan kreativitas menggambar, sebaiknya disusun dengan matang agar pembelajaran dapat dilaksanakan dengan baik, sehingga kreativitas menggambar anak dapat berkembang dengan optimal.

Dalam pengembangan kreativitas menggambar anak diperlukan jam pelajaran yang berpusat pada kegiatan tersebut agar anak dapat fokus dan tidak mudah lelah saat mengikuti kegiatan menggambar, sehingga pengembangan kreativitas menggambar terlaksana dengan kondusif.

  1. Bagi Kepala Sekolah

Kepala Sekolah hendaknya memberi arahan dan memberi motivasi kepada para guru untuk bisa memberikan pembelajaran kreativitas menggambar yang dilakukan anak di sekolah, mengingat kreativitas merupakan faktor yang juga penting bagi kehidupan anak.

Kepala Sekolah hendaknya mendukung upaya guru dalam menggunakan kegiatan yang tepat untuk mengembangkan kreativitas menggambar anak.

BIODATA PENULIS

Nama : Sumini, S.Pd.AUD.

NIP : 196712082008012002

Unit Kerja : TK Aisyiyah

Judul : PENGEMBANGAN KREATIVITAS MENGGAMBAR MELALUI AKTIVITAS MENGGAMBAR PADA ANAK DI TK AISYIYAH TAHUN AJARAN 2018-2019

DAFTAR PUSTAKA

Ade Hensuska. (2005). Panduan Dasar Menggambar dengan Pensil untuk Anak Mudah & Menyenangkan. Tangerang: PT. Kawan Pustaka.

Anas Sudijono. (2010). Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Anik Pamilu. (2007). Mengembangkan Kreativitas dan Kecerdasan Anak. Yogyakarta: Citra Media.

As’adi Muhammad. (2009). Panduan Praktis Menggambar dan Mewarnai Untuk Anak. Yogyakarta: Power Books (Ihdina).

Bambang Dwiloka. (2005). Tekhnik Menulis Karya Ilmiah. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Diah Sukrisnawati & Syamsuri Jari. (1993). Seni Sebagai Media Pengembangan Kehidupan Beragama Taman Kanak-kanak ‘Aisyiyah Bustanul Athfal, Jakarta: Pimpinan ‘Aisyiyah Bagian Pendidikan dan Kebudayaan.

Hajar Pamadhi, Evan Sukardi S., & Azizah Muis. (2010). Seni Keterampilan Anak. Jakarta: Penerbit Universitas Terbuka.

Harun Rasyid, Mansyur, & Suratno. (2009). Asesmen Perkembangan Anak Usia Dini. Yogyakarta: Multi Pressindo.

Hibanna S. Rahman. (2005). Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Yogyakarta: Grafindo Litera Media.

HM. Affandi. (2006). Seni Menggambar dan Kerajinan Tangan Pedoman bagi Guru TK/SD dan Orangtua. Yogyakarta: PGTKI Press.

Hurlock, E.B. (1980). Perkembangan Anak Jilid II. (Alih Bahasa: Meitasari Tjandrasa). Jakarta: Penerbit Erlangga.

Mayke S. Tedjasaputra. (2005). Bermain, Mainan dan Permainan untuk Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: PT. Grasindo.

Muharam E. & Warti Sudaryati. (1992). Pendidikan Kesenian II Seni Rupa. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

Nizar Alam Hamdani & Dody Hermana. (2008). Classroom Action Research Teknik Penulisan dan Contoh Proposal Penelitian Tindakan Kela (PTK). Garut: Rahayasa Research and Training.

Noeng Muhadjir. (2000). Metodologi Penelitian Kualitatif Edisi IV. Yogyakarta: Rake Sarasin.

Saiful Haq. (2008). Jurus-jurus Menggambar & Mewarnai dari Nol. Yogyakarta: Mitra Barokah Abadi Press.

Sa’dun Akbar. (2010). Penelitian Tindakan Kelas Filosofi, Metodologi, & Implementasi. Yogyakarta: CV. Cipta Media.

Slamet Suyanto. (2003). Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.

Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta.

Suharsimi Arikunto. (2005). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Sumanto. (2005). Pengembangan Kreativitas Senirupa Anak TK. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Direktorat Pembinaan Pendidikan Tenaga Kependidikan dan Ketenagaan Perguruan Tinggi.

Sumanto. (2006). Pengembangan Kreativitas Senirupa Anak SD. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Direktorat Ketenagaan Perguruan Tinggi.

Suratno. (2005). Pengembangan Kreativitas Anak Usia Dini. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Direktorat Pembinaan Pendidikan Tenaga Kependidikan dan Ketenagaan Perguruan Tinggi.

Suwarna. (2007). Menggambar Pendidikan Anak Usia Dini Fakultas Ilmu Pendidikan. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.

Suwarsih Madya. (1994). Panduan Penelitian Tindakan Seri Metodologi Penelitian. Yogyakarta: Lembaga Penelitian IKIP Yogyakarta.

Tadkiroatun Musfiroh. (2009). Menumbuhkembangkan Baca Tulis Anak Usia Dini. Jakarta: PT. Grasindo.

Tarja Sudjana, Irin Tambrin, Tity Soegiarty, & Maman Tocharman. (2001). Seni Rupa untuk SLTP Kelas I. Bandung: Penerbit Grafindo Media Pratama.

Tim Penyusun Kamus Besar Bahasa Indonesia. (1990). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Tim Redaksi Ayahbunda. (2002). Dari A Sampai Z tentang Perkembangan Anak Buku Pegangan untuk Pasangan Muda. Jakarta: PT. Gaya Favorit Press.

Triatno. (2010). Pengantar Penelitian Pendidikan bagi Pengembangan Profesi Pendidikan & Tenaga Kependidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Utami Munandar. (2009). Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Wahyudin. (2007). A to Z Anak Kreatif. Jakarta: Gema Insani.

Wina Sanjaya. (2010). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Yuliani Nurani Sujiono. (2009). Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: PT. Indeks.

By admin

You cannot copy content of this page