Iklan

PENERAPAN SUPERVISI AKADEMIK UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI MENYUSUN ADMINISTRASI PENILAIAN PEMBELAJARAN BAGI GURU SD NEGERI 1 GUNUNGKARANG PADA SEMESTER II TAHUN PELAJARAN 2020/2021

Riono, S.Pd

ABSTRAK

Salah satu kompetensi yang harus dikuasasi oleh guru adalah melakukan evaluasi atau penilaian terhadap proses dan hasil pembelajaran. Hal itu diatur dalam Permendiknas No. 16 Tahun 2007. Hasil supervisi rutin terhadap dokumen administrasi penilaian pembelajaran yang dikumpulkan dari para guru menjumpai beberapa temuan yang memberikan gambaran bahwa kompetensi guru SD Negeri 1 Gunungkarang dalam menyusun administrasi penilaian pembelajaran masih rendah. Tujuan penelitian secara khusus adalah untuk peningkatan kompetensi guru dalam menyusun administrasi penilaian pembelajaran melalui supervisi akademik oleh kepala sekolah. Penelitian ini dilaksanakan pada semester II tahun pelajaran 2020/2021 di SD Negeri 1 Gunungkarang dan subjek penelitiannya adalah guru. Instrumen penelitian menggunakan lembar pengamatan. Penelitian tindakan ini dilakukan sebanyak dua siklus dan tiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan/ evaluasi, dan refleksi. Indikator kinerjanya adalah: 1) Nilai atau skor rata-rata kompetensi menyusun administrasi penilaian pembelajaran sebesar sebesar 36, 2) nilai rata-rata tindakan supervisi akademik yang dilakukan peneliti sebesar 23. Hasil penelitian menunjukkan supervisi akademik dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun administrasi penilaian pembelajaran. Hal ini dibuktikan dengan naiknya skor kompetensi dalam menyusun administrasi penilaian pembelajaran maupun pelaksanaan supervisi akademik. Hasil akhir untuk kompetensi dalam menyusun administrasi penilaian pembelajaran adalah sebesar 41,9 dan pelaksanaan supervisi akademik sebesar 24. Keduanya melampaui indikator kinerja dalam penelitian tindakan ini. Berdasarkan hasil tersebut, maka hipotesis tindakan yang menyatakan: “Supervisi akademik dapat meningkatkan kompetensi dalam menyusun administrasi penilaian pembelajaran bagi guru SD Negeri 1 Gunungkarang pada semester II tahun pelajaran 2020/2021”, terbukti benar.

Kata kunci: kompetensi, administrasi penilaian, supervisi akademik.

Latar Belakang Masalah

Salah satu kompetensi yang harus dikuasasi oleh guru adalah melakukan evaluasi atau penilaian terhadap proses dan hasil pembelajaran. Menurut Mimin (2006), penilaian adalah penerapan berbagai cara dan penggunaan beragam alat, untuk memperoleh berbagai informasi ketercapaian kompetensi peserta didik. Penilaian bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang perkembangan proses dan hasil belajar para peserta didik dan hasil mengajar guru.

Kompetensi dalam melakukan penilaian telah diatur dalam Permendiknas No. 16 Tahun 2007, yang menyebutkan kompetensi guru SD/MI dalam evaluasi atau penilaian terhadap proses dan hasil belajar pembelajaran antara lain meliputi: 1) memahami prinsip-prinsip penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar sesuai dengan karakteristik lima mata pelajaran SD/MI; 2) menentukan aspek-aspek proses dan hasil belajar yang penting untuk dinilai dan dievaluasi sesuai dengan karakteristik lima mata pelajaran SD/MI; 3) menentukan prosedur penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar; 4) mengembangkan instrumen penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar; 5) mengadministrasikan penilaian proses dan hasil belajar secara berkesinambungan dengan mengunakan berbagai instrumen; 6) menganalisis hasil penilaian proses dan hasil belajar untuk berbagai tujuan; 7) melakukan evaluasi proses dan hasil belajar.

Hasil supervisi rutin yang dilakukan oleh peneliti terhadap dokumen administrasi penilaian pembelajaran yang dikumpulkan dari para guru SD Negeri 1 Gunungkarang. Beberapa temuan yang diperoleh dari hasil supervisi rutin antara lain adalah sebagai berikut: 5 (lima) orang guru atau 71,4% tidak melaksanakan analisis hasil ulangan, 4 (empat) orang guru atau 57,1% belum menyusun program remidial dengan baik dan sistematis, 5 (lima) orang guru atau 71,4% belum dapat menyusun instrumen tes dan bank soal dengan baik, 3 (tiga) orang guru atau 42,9% kurang memahami penilaian afektif kepribadian, 5 (lima) orang guru atau 71,4% tidak menyusun kisi-kisi dalam membuat soal.

Berbagai temuan tersebut memberikan gambaran bahwa kompetensi guru SD Negeri 1 Gunungkarang dalam menyusun administrasi penilaian pembelajaran masih rendah. Permasalahan tersebut mendorong peneliti untuk melakukan penelitian guna meningkatkan kompetensi guru SD Negeri 1 Gunungkarang dalam menyusun administrasi penilaian pembelajaran. Adapun tindakan yang dilakukan adalah dengan supervisi akademik. Menurut Arikunto (2006) supervisi akademik merupakan kegiatan yang sangat potensial untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru. Sedangan yang menjadi fokus dalam supervisi akademik adalah mengkaji, menilai, memperbaiki, meningkatkan, dan mengembangkan mutu kegiatan belajar mengajar yang dilakukan guru melalui pendekatan bimbingan dan konsultasi dalam nuansa dialog profesional.

Tindakan supervisi akademik dalam meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun administrasi penilaian didukung dengan hasil penelitian terdahulu. Hasil penelitian Tarmizi pada tahun 2018 membuktikan bahwa supervisi akademik dapat meningkatkan kompetensi guru di SMA Negeri 1 Calang dalam menyusun administrasi penilaian. Berdasarkan hal tersebut, melalui pelaksanaan supervisi akademik dalam penelitian ini diharapkan kompetensi guru SD Negeri 1 Gunungkarang dalam menyusun administrasi penilaian pembelajaran dapat meningkat.

Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui peningkatan kompetensi guru dalam menyusun administrasi penilaian pembelajaran melalui supervisi akademik oleh kepala sekolah.

Landasan Teori

Kompetensi berasal dari kata competency, yang berarti kemampuan atau kecakapan. Kompetensi dapat diartikan (kewenangan) kekuasaan untuk menentukan atau memutuskan suatu hal (Uzer, 2005). Daryanto dan Tasrial (2011) mengatakan bahwa kompetensi merupakan seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru dalam melaksanakan tugas profesionalannya.

Kompetensi yang dikaji dalam penelitian ini adalah kompetensi guru. Uzer (2005) berpendapat bahwa kompetensi guru mengandung arti kemampuan seseorang guru dalam melaksanakan kewajiban-kewajiban secara bertanggung jawab dan layak atau kemampuan dan kewenangan guru dalam melaksanakan profesi keguruannya. Sedangkan menurut Kunandar (2007) pengertian kompetensi guru adalah seperangkat penguasaan kemampuan yang harus ada dalam diri guru agar dapat mewujudkan kinerjanya secara tepat dan efektif.

Guru yang profesional pada intinya adalah guru yang memiliki kompetensi dalam melakukan tugas pendidikan dan pengajaran. Majid (2005) menjelaskan kompetensi yang dimiliki oleh setiap guru akan menunjukkan kualitas guru dalam mengajar. Kompetensi tersebut akan terwujud dalam bentuk penguasaan pengetahuan dan profesional dalam menjalankan fungsinya sebagai guru.

Dalam Panduan Teknis Penilaian di Sekolah Dasar (Dirjen Pendidikan Dasar, 2013) dijelaskan bahwa penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. Penilaian menjadi sangat penting karena penilaian merupakan alat untuk mengukur keberhasilan proses pembelajaran.

Kemampuan guru dalam melaksanakan evaluasi merupakan kompetensi guru yang sangat penting. Sedemikian pentingnya evaluasi ini sehingga kelas yang baik tidak cukup hanya didukung oleh perencanaan pembelajaran, kemampuan guru mengembangkan proses pembelajaran serta penguasaannya terhadap bahan ajar, dan juga tidak cukup dengan kemampuan guru dalam menguasai kelas, akan tetapi harus dilengkapi dengan evaluasi terhadap perencanaan kompetensi siswa yang sangat menentukan dalam konteks berikutnya, atau kebijakan perlakuan terhadap siswa terkait dengan konsep belajar tuntas. (Purwanto, 2010).

Carter dikutip oleh Daryanto (2010) menjelaskan, supervisi merupakan usaha dari pejabat sekolah dalam memimpin guru dan tenaga pendidikan lain untuk memperbaiki pengajaran, memberi stimulasi pertumbuhan dan perkembangan guru. Sementara Hamid (2017) mengemukakan, supervisi adalah bantuan dalam pengembangan situasi pembelajaran yang lebih baik. Rumusan ini mengisyaratkan bahwa layanan supervisi meliputi keseluruhan situasi belajar mengajar (goal, material, technique, method, teacher, student, an envirovment). Situasi belajar inilah yang harusnya diperbaiki dan ditingkatkan melalui layanan kegiatan supervisi. Dengan demikian layanan supervisi tersebut mencakup seluruh aspek dari penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran.

Supervisi akademik kepada guru merupakan salah satu tugas kepala sekolah. Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kompetensi Kepala Sekolah dijelaskan bahwa kompetensi supervisi kepala sekolah yaitu terampil dalam merencanakan program supervisi akademik dalam rangka peningkatan profesionalisme guru, melaksanakan supervisi akademik terhadap guru dengan menggunakan pendekatan dan teknik supervisi yang tepat serta menindaklanjuti hasil supervisi akademik terhadap guru dalam rangka peningkatan profesionalisme guru.

Menurut Kemendiknas (2010), supervisi akademik adalah serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuannya mengelola proses pembelajaran demi pencapaian tujuan pembelajaran. Supervisi akademik merupakan upaya membantu guru-guru mengembangkan kemampuannya mencapai tujuan pembelajaran. Esensi supervisi akademik itu sama sekali bukan menilai kinerja guru dalam mengelola proses pembelajaran, melainkan membantu guru mengembangkan kemampuan profesionalismenya.

Hipotesis Tindakan

Supervisi akademik dapat meningkatkan kompetensi dalam menyusun administrasi penilaian pembelajaran bagi guru SD Negeri 1 Gunungkarang pada semester II tahun pelajaran 2020/2021.

Metode Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada semester II tahun pelajaran 2020/2021 di SD Negeri 1 Gunungkarang dan subjek penelitiannya adalah guru. Instrumen penelitian menggunakan lembar pengamatan. Penelitian tindakan ini dilakukan sebanyak dua siklus dan tiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan/ evaluasi, dan refleksi. Indikator kinerjanya adalah: 1) Nilai atau skor rata-rata kompetensi menyusun administrasi penilaian pembelajaran sebesar sebesar 36, 2) nilai rata-rata tindakan supervisi akademik sebesar 23.

Hasil Tindakan dan Pembahasan

Deskripsi Kondisi Awal

Kondisi awal kompetensi guru SD Negeri 1 Gunungkarang dalam menyusun administrasi penilaian pembelajaran masih rendah. Hal tersebut terungkap dari temuan-temuan hasil supervisi rutin yang dilakukan oleh peneliti terhadap dokumen administrasi penilaian pembelajaran yang dikumpulkan dari para guru SD Negeri 1 Gunungkarang.

Untuk mengungkap lebih jauh kompetensi guru SD Negeri 1 Gunungkarang dalam menyusun administrasi penilaian pembelajaran maka peneliti menginstruksikan kepada para guru untuk mengumpulkan dokumen administrasi penilaian pembelajaran yang suduh dibuat selama ini. Berdasarkan penilaian terhadap dokumen administrasi penilaian pembelajaran yang terkumpul dari para guru sebelum penelitian, nilai rata-rata kompetensi dalam menyusun administrasi penilaian pembelajaran sebesar 24,9 yang termasuk kategori kurang. Kondisi demikian menunjukkan guru SD Negeri 1 Gunungkarang belum memiliki kemampuan memadai dalam menyusun administrasi penilaian pembelajaran.

Tabel 4.1 Kondisi Awal Kompetensi dalam Menyusun Administrasi Penilaian Pembelajaran oleh Guru SD Negeri 1 Gunungkarang Sebelum Penelitian Tindakan

No. Indikator Kode Guru & Skor Penilaian Jml Rata2
A B C D E F G
1. Buku nilai/Daftar nilai 3 2 2 3 2 3 2 17 2.4
2. Pelaksaan Tes (kognitif): UH, UTS, UAS 3 2 3 2 2 3 3 18 2.6
3. Penugasan terstruktur (PT) 3 3 2 3 3 2 3 19 2.7
4. Kegiatan mandiri tidak terstruktur (KMTT) 2 2 3 2 2 3 2 16 2.3
5. Pelaksanaan penilaian keterampilan (psikomotor) 3 3 2 3 3 2 3 19 2.7
6. Pelaksanaan penilaian afektif akhlak mulia 2 2 3 2 2 3 2 16 2.3
7. Pelaksanan penilaian afektif kepribadian 3 3 3 3 2 3 3 20 2.9
8. Program dan pelaksanaan remidial 2 2 2 3 2 2 2 15 2.1
9. Analisis hasil ulangan 3 2 3 2 2 3 2 17 2.4
10. Bank Soal/Instrumen Tes 2 2 3 3 2 2 3 17 2.4
Jumlah 26 23 26 26 22 26 25 174 24.9

Deskripsi Hasil Siklus I

Hasil pengamatan pada siklus I penelitian dapat dilihat dalam Tabel berikut ini.

Tabel 4.2 Hasil Pengamatan Peneliti tentang Kompetensi Guru SD Negeri 1 Gunungkarang dalam Menyusun Administrasi Penilaian Pembelajaran pada Siklus I Penelitian

No. Indikator Kode Guru & Skor Penilaian Jml Rata2
A B C D E F G
1. Buku nilai/Daftar nilai 3 3 3 3 3 3 3 21 3.0
2. Pelaksaan Tes (kognitif): UH, UTS, UAS 4 3 3 3 3 3 3 22 3.0
3. Penugasan terstruktur (PT) 4 3 4 3 4 3 3 24 3.0
4. Kegiatan mandiri tidak terstruktur (KMTT) 3 3 3 3 3 3 3 21 3.0
5. Pelaksanaan penilaian keterampilan (psikomotor) 3 4 3 3 4 3 3 23 3.0
6. Pelaksanaan penilaian afektif akhlak mulia 3 3 3 3 3 3 3 21 3.0
7. Pelaksanan penilaian afektif kepribadian 4 3 3 3 3 4 4 24 4.0
8. Program dan pelaksanaan remidial 3 3 3 4 3 3 3 22 3.0
9. Analisis hasil ulangan 4 3 4 3 3 3 3 23 3.0
10. Bank Soal/Instrumen Tes 3 3 3 3 3 3 4 22 3.5
Jumlah 34 31 32 31 32 31 32 223 31.5

Tabel 4.3 Hasil Pengamatan Kolaborator tentang Kompetensi Guru SD Negeri 1 Gunungkarang dalam Menyusun Administrasi Penilaian Pembelajaran Pada Siklus I Penelitian

No. Indikator Kode Guru & Skor Penilaian Jml Rata2
A B C D E F G
1. Buku nilai/Daftar nilai 3 3 3 4 3 3 3 22 3.1
2. Pelaksaan Tes (kognitif): UH, UTS, UAS 3 4 3 3 3 3 4 23 3.3
3. Penugasan terstruktur (PT) 4 3 4 3 4 3 3 24 3.4
4. Kegiatan mandiri tidak terstruktur (KMTT) 3 3 3 4 3 4 3 23 3.3
5. Pelaksanaan penilaian keterampilan (psikomotor) 4 4 4 3 4 3 3 25 3.6
6. Pelaksanaan penilaian afektif akhlak mulia 3 3 3 4 3 3 3 22 3.1
7. Pelaksanan penilaian afektif kepribadian 4 3 4 3 4 4 4 26 3.7
8. Program dan pelaksanaan remidial 3 3 3 3 3 3 4 22 3.1
9. Analisis hasil ulangan 3 4 4 3 3 3 3 23 3.3
10. Bank Soal/Instrumen Tes 3 3 4 3 3 3 3 22 3.1
Jumlah 33 33 35 33 33 32 33 232 33.1

Berdasarkan data pada Tabel 4.2 dan 4.3 diketahui bahwa nilai rata-rata kompetensi guru dalam menyusun administrasi penilaian pembelajaran dari peneliti adalah sebesar 31,5 sedangkan dari kolaborator sebesar 33,1. Jadi nilai rata-ratanya adalah sebesar 32,3 yang termasuk dalam kategori cukup. Hasil yang dicapai tersebut belum memenuhi kinerja keberhasilan penelitian ini yang skor rata-rata minimalnya adalah sebesar 36.

Tabel 4.4 Hasil Pengamatan Tindakan Supervisi Akademik oleh Peneliti pada Siklus I Penelitian

No. Pengamat Skor Rata-

rata

Kategori
1. Kolaborator 20 20 Cukup Baik
2. Salah satu subjek penelitian 20

Berdasarkan data pada Tabel 4.4 diketahui bahwa nilai dari teman sejawat selaku kolaborator adalah sebesar 20 sedangkan dari salah satu subjek penelitian juga sebesar 20. Jadi nilai rata-ratanya adalah sebesar 20 yang termasuk dalam kategori cukup baik.

Tabel 4.5 Rata-rata Data Awal dan Akhir Siklus I

No. Data Penelitian Data Awal Siklus I Skor Kenaikan Persentase Kenaikan
1. Kompetensi dalam menyusun administrasi penilaian pembelajaran 24,9 32,3 7,4 14,8 %
2. Supervisi akademik 0 20 20 66,7 %

Berdasarkan data tersebut di atas dapat diketahui bahwa data awal kompetensi guru dalam menyusun administrasi penilaian pembelajaran menunjukkan skor rata–rata sebesar 24,9 sedangkan hasil tindakan pada siklus I diperoleh rata–rata sebesar 32,3. Jadi nilai kompetensi guru dalam menyusun administrasi penilaian pembelajaran mencapai kenaikan skor sebesar 7,4 atau 14,8%. Sementara pelaksanaan pembimbingan melalui supervisi akademik mencapai skor 20 atau meningkat 66,7% dibanding data awal.

Berdasarkan hasil siklus I tersebut, dapat diketahui bahwa meskipun ada peningkatan kompetensi dalam menyusun administrasi penilaian pembelajaran pada subjek penelitian, namun hasilnya secara keseluruhan belum mencapai indikator keberhasilan dalam penelitian ini. Oleh sebab itu, tindakan dilanjutkan lagi ke Siklus II, dengan harapan hasilnya semakin meningkat dan dapat mencapai indikator/kinerja keberhasilan dalam penelitian ini.

Deskripsi Siklus II Penelitian

Hasil pengamatan pada siklus II penelitian dapat dilihat dalam Tabel 4.6 dan 4.7 berikut ini.

Tabel 4.6 Hasil Pengamatan Peneliti tentang Kompetensi Guru SD Negeri 1 Gunungkarang dalam Menyusun Administrasi Penilaian Pembelajaran pada Siklus II Penelitian

No. Indikator Kode Guru & Skor Penilaian Jml Rata2
A B C D E F G
1. Buku nilai/Daftar nilai 4 3 4 4 4 4 4 27 3.9
2. Pelaksaan Tes (kognitif): UH, UTS, UAS 4 4 4 4 4 3 4 27 3.9
3. Penugasan terstruktur (PT) 4 4 4 5 4 5 4 30 4.3
4. Kegiatan mandiri tidak terstruktur (KMTT) 4 4 5 4 4 4 4 29 4.1
5. Pelaksanaan penilaian keterampilan (psikomotor) 5 5 5 4 5 4 4 32 4.6
6. Pelaksanaan penilaian afektif akhlak mulia 4 4 4 5 4 4 4 29 4.1
7. Pelaksanan penilaian afektif kepribadian 5 4 5 4 4 5 5 32 4.6
8. Program dan pelaksanaan remidial 4 4 4 4 4 4 4 28 4.0
9. Analisis hasil ulangan 4 5 4 4 4 5 4 30 4.3
10. Bank Soal/Instrumen Tes 4 4 4 4 4 4 4 28 4.0
Jumlah 42 41 43 42 41 42 41 292 41.7

Sementara hasil pengamatan kolaborator tentang kompetensi guru SD Negeri 1 Gunungkarang dalam menyusun administrasi penilaian pembelajaran pada siklus II penelitian adalah sebagai berikut:

Tabel 4.7 Hasil Pengamatan Kolaborator tentang Kompetensi Guru SD Negeri 1 Gunungkarang Dalam Menyusun Administrasi Penilaian Pembelajaran Pada Siklus II Penelitian

No. Indikator Kode Guru & Skor Penilaian Jml Rata2
A B C D E F G
1. Buku nilai/Daftar nilai 4 4 4 5 4 4 4 29 4.1
2. Pelaksaan Tes (kognitif): UH, UTS, UAS 4 4 4 4 4 4 4 28 4.0
3. Penugasan terstruktur (PT) 4 4 5 4 5 4 5 31 4.4
4. Kegiatan mandiri tidak terstruktur (KMTT) 4 5 5 4 4 4 4 30 4.3
5. Pelaksanaan penilaian keterampilan (psikomotor) 4 4 4 4 4 4 4 28 4.0
6. Pelaksanaan penilaian afektif akhlak mulia 5 4 4 4 4 4 4 29 4.1
7. Pelaksanan penilaian afektif kepribadian 5 5 4 5 4 4 4 31 4.4
8. Program dan pelaksanaan remidial 4 4 4 4 5 4 4 29 4.1
9. Analisis hasil ulangan 4 5 4 5 4 5 4 31 4.4
10. Bank Soal/Instrumen Tes 4 4 4 4 5 4 4 29 4.1
Jumlah 42 43 42 43 43 41 41 295 42.1

Berdasarkan data pada Tabel 4.6 dan 4.7, diketahui bahwa nilai rata-rata kompetensi guru dalam menyusun administrasi penilaian pembelajaran dari peneliti adalah sebesar 41,7 sedangkan dari kolaborator sebesar 42,1. Jadi nilai rata-ratanya adalah sebesar 41,9 yang termasuk dalam kategori amat baik.

Tabel 4.8 Hasil Pengamatan Tindakan Supervisi Akademik oleh Peneliti pada Siklus II Penelitian

No. Pengamat Skor Rata-rata Kategori
1. Kolaborator 23 24 Baik sekali
2. Salah satu subjek penelitian 25

Berdasarkan data pada Tabel 4.8 diketahui bahwa nilai rata-rata dari teman sejawat selaku kolaborator adalah sebesar 23 sedangkan dari salah satu subjek penelitian sebesar 25. Jadi nilai rata-ratanya adalah sebesar 24 yang termasuk dalam kategori baik sekali.

Tabel 4.9 Rata-rata Siklus I dan Siklus II Penelitian

No. Data Penelitian Siklus

I

Siklus II Skor Kenaikan % Kenaikan
1. Kompetensi dalam menyusun administrasi penilaian pembelajaran 32,3 41,9 9,6 19,2
2. Supervisi akademik 20 24 4 13,3

Berdasarkan data tersebut di atas dapat diketahui bahwa kompetensi guru dalam menyusun administrasi penilaian pembelajaran mencapai kenaikan skor sebesar 9,6 atau 19,2% dan skor pelaksanaan supervisi akademik meningkat sebesar 4 poin atau 13,3%.

4. Pembahasan/Diskusi

Berdasarkan data awal serta hasil tindakan pada siklus I dan II penelitian dapat diketahui bahwa kompetensi guru dalam menyusun administrasi penilaian pembelajaran mengalami peningkatan, yaitu dari data awal sampai akhir siklus II adalah sebesar 17 atau 34%. Sementara pelaksanaan supervisi akademik dari awal sampai siklus II meningkat sebesar 24 atau 80%.

Tabel 4.10 Rata-rata Data Awal, Akhir Siklus I dan Akhir Siklus II

No. Data Penelitian Data

Awal

Siklus

I

Siklus

II

Total Kenaikan % Kenaikan
1. Kompetensi dalam menyusun administrasi penilaian pembelajaran 24,9 32,3 41,9 17 34
2. Tindakan supervisi akademik 0 20 24 24 80

Berdasarkan uraian data tersebut di atas dapat dketahui bahwa penelitian tindakan sekolah tentang peningkatan kompetensi dalam menyusun administrasi penilaian pembelajaran dapat dikatakan berhasil karena terjadi peningkatan skor pada kompetensi dalam menyusun administrasi penilaian pembelajaran dan bimbingan terstruktur pada tiap siklus penelitian. Hasil akhir pada Siklus II melampaui indikator kinerja dalam penelitian tindakan ini.

5 Hasil Tindakan

Berdasarkan data hasil penelitian dapat diketahui bahwa tindakan supervisi akademik oleh peneliti berhasil meningkatkan kemampuan guru di dalam penyusunan administrasi penilaian pembelajaran. Kompetensi dalam menyusun administrasi penilaian pembelajaran pada kondisi awal sebesar 24,9 meningkat menjadi 32,3 pada akhir siklus I dan meningkat lagi menjadi 41,9 pada akhir siklus II. Total kenaikan sebesar 17 atau 34%. Pelaksanaan supervisi akademik dalam penyusunan administrasi penilaian pembelajaran oleh peneliti dari kondisi awal belum dilaksanakan (0), meningkat menjadi 20 pada siklus I dan 24 pada siklus II, sehingga total kenaikan 24 atau 80%. Kenaikan skor tersebut merupakan bukti nyata bahwa pelaksanaan supervisi akademik dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun administrasi penilaian pembelajaran.

Simpulan

Supervisi akademik dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun administrasi penilaian pembelajaran. Hal ini dibuktikan dengan naiknya skor kompetensi dalam menyusun administrasi penilaian pembelajaran maupun pelaksanaan supervisi akademik. Hasil akhir untuk kompetensi dalam menyusun administrasi penilaian pembelajaran adalah sebesar 41,9 dan pelaksanaan supervisi akademik sebesar 24. Keduanya melampaui indikator kinerja dalam penelitian tindakan ini. Berdasarkan hasil tersebut, hipotesis tindakan yang menyatakan: “Supervisi akademik dapat meningkatkan kompetensi dalam menyusun administrasi penilaian pembelajaran bagi guru SD Negeri 1 Gunungkarang pada semester II tahun pelajaran 2020/2021”, terbukti benar.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2006. Dasar–Dasar Supervisi. Jakarta: Rineka Cipta

Astuti, Suhandi. 2016. “Penerapan Supervisi Akademik Untuk Meningkatkan Kompetensi Guru Dalam Menyusun Administrasi Penilaian Di SD Laboratorium UKSW”, Jurnal Scholaria, Vol. 6, No. 1, Januari 2016.

Daryanto. 2010. Administrasi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Daryanto dan Tasrial. 2011. Konsep Pembelajaran Kreatif. Yogyakarta: Gavamedia

Hamid, A. 2017. “Kompetensi Guru dalam Menyusun Perangkat Pembelajaran, Supervisi Akademik”. Jurnal Pajar (Pendidikan dan Pengajaran) Volume 1 Nomor 2 November 2017.

Kemendiknas. 2010. Supervisi Akademik Materi Pelatihan Penguatan Kemampuan Kepala Sekolah. Jakarta: Direktorat Tenaga Kependidikan.

Kunandar, 2007. Guru Profesional: Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dan Sukses Dalam Sertifikasi Guru. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Mahirah. 2017. “Evaluasi Belajar Peserta Didik”. Jurnal Idarah, Volume 1 No. 2.

Majid, Abdul. 2005. Perencanaan Pembelajaran: Mengembangkan Standart Kompetensi Guru. Bandung: Raja Rodakarya.

Mimin, Haryati, 2006. Model dan Teknik Penilaian pada Tingkat Satuan Pendidikan, Jakarta: Gaung Persada Press.

Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kompetensi Kepala Sekolah.

Purwanto. 2010. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Tarmizi. 2019. “Upaya Meningkatkan Kompetensi Guru dalam Menyusun Administrasi Penilaian melalui Supervisi Akademik di SMA Negeri 1 Calang Tahun 2018”. Jurnal Serambi PTK, Volume VI, No.1, Maret 2019.

Uzer, Usman M. 2005. Menjadi Guru Profesional, Bandung: Remaja Rosdakarya.

Biodata Penulis

Nama : Riono, S.Pd.

Jabatan : Kepala Sekolah

Unit Kerja : SD Negeri 1 Gunungkarang

By admin

You cannot copy content of this page