Iklan

PENERAPAN SUPERVISI AKADEMIK UNTUK MENINGKATKAN KEDISIPLINAN GURU SD NEGERI 4 MAKAM PADA SEMESTER II TAHUN PELAJARAN 2020/2021

Oleh: Esti Rahajoe, S.Pd.SD.

ABSTRAK

Hasil supervisi rutin yang dilakukan oleh peneliti sebagai kepala sekolah menemukan adanya permasalahan yang berkaitan dengan kedisiplinan guru. Dalam hal ini, mayoritas guru di SD Negeri 4 Makam belum menunjukan kedisiplinan secara optimal. Tujuan penelitian secara khusus adalah untuk mengetahui peningkatan kedisiplinan guru melalui supervisi akademik oleh kepala sekolah; mengetahui persentase kedisiplinan guru; dan mengetahui tindakan supervisi akademik yang dilakukan oleh kepala sekolah Penelitian ini dilaksanakan pada semester II tahun pelajaran 2020/2021 di SD Negeri 4 Makam dengan subjek penelitian adalah guru. Instrumen penelitian menggunakan lembar pengamatan. Penelitian tindakan ini dilakukan sebanyak dua siklus dan tiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan/ evaluasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi akademik dapat meningkatkan kedisiplinan guru SD Negeri 4 Makam. Kondisi awal menunjukkan nilai rata-rata kedisiplinan guru sebesar 26,8 (48,72%). Pada akhir siklus I, nilainya meningkat menjadi 37,85 (68,81%) dan pada akhir siklus II meningkat lagi menjadi 49,05 (89,18%). Pelaksanaan supervisi akademik dari kondisi awal belum dilaksanakan atau (0), meningkat menjadi 20,5 (68,33%) pada akhir siklus I, dan pada akhir siklus II meningkat lagi menjadi 28 (93,33%). Hasil akhir pada siklus II melampaui indikator dalam penelitian tindakan ini, yaitu: 1) Nilai atau skor rata-rata kedisiplinan guru adalah 49,05 yang lebih besar dari indikator sebesar 46, dan 2) Nilai rata-rata tindakan supervisi akademik yang dilakukan peneliti adalah 28 lebih besar dari indikator sebesar 23. Berdasarkan hasil tersebut, maka hipotesis tindakan yang menyatakan: “Supervisi akademik dapat meningkatkan kedisiplinan guru SD Negeri 4 Makam semester II tahun pelajaran 2020/2021”, terbukti benar.

Kata kunci: kedisiplinan guru, supervisi akademik

PENDAHULUAN

Pendidikan merupakan hal yang penting dalam membentuk karakter bangsa. Salah satunya bentuknya adalah pendidikan yang di dalamnya terdapat penanaman nilai kedisiplinan. Penanaman nilai kedisiplinan merupakan salah satu upaya yang dapat mencegah perilaku negatif baik pada siswa maupun pada guru. Untuk membentuk karakter siswa yang disiplin, tentu harus dimulai dengan contoh kedisiplinan dari guru.

Amir Daien Indrakusuma (1973: 166) menjelaskan bahwa disiplin berarti kesediaan untuk mematuhi peraturan-peraturan dan larangan-larangan. Kepatuhan di sini bukan hanya patuh karena adanya tekanan-tekanan dari luar, melainkan kepatuhan yang didasari oleh adanya kesadaran tentang nilai dan pentingnya peraturan-peraturan dan larangan tersebut.

The Liang Gie (Ali Imron, 2012: 172) menyatakan disiplin adalah suatu keadaaan tertib dimana orang-orang yang tergabung dalam suatu organisasi tunduk pada peraturan-peraturan yang telah ada dengan rasa senang hati. Dalam hal ini, guru harus mematuhi aturan-aturan yang ada di lingkungan sekolahnya.

Undang-Undang No 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen pasal 1 menyebutkan bahwa pendidik profesional tugas utamanya adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Tugas utama tersebut harus dilaksanakan oleh guru dengan penuh tanggung jawab dan disiplin, agar tujuan dari pendidikan dapat tercapai dengan maksimal.

Linda dan Richard Eyre (1997:6) menyatakan bahwa implementasi nilai kedisiplinan yaitu disiplin diri dan tahu batas. Disiplin diri berarti sanggup menggerakkan, mengatur diri serta waktu sendiri, sanggup mengendalikan emosi dan sanggup mengendalikan nafsu diri. Disiplin diri menjauhkan diri dari kemalasan atau berbuat terlalu sedikit. Sedangkan tau batas menjauhkan diri dari mencoba sesuatu atau berbuat sesuatu secara berlebihan.

Hal di atas menunjukkan bahwa kedisiplinan guru mencakup segala sesuatu yang dilakukan sebagai guru untuk mengajar siswa, bagaimana membuat keputusan-keputsan, serta penataan perilaku yang lebih baik. Yang dimaksud penataan perilaku yaitu kesetiaan dan kepatuhan guru terhadap penataan perilaku yang umumnya dibuat dalam bentuk tata tertib atau peraturan harian.

Guru memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap proses pembelajaran dan perilaku para siswanya. Jika para guru dapat bersikap disiplin terhadap tata tertib yang ada di sekolah, maka para siswa pun akan cenderung meniru sikap disiplin dari gurunya tersebut. Dengan membiasakan diri untuk bersikap disiplin, maka diharapkan akan menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam melaksanakan tugas yang diembannya dan dapat mewujudkan suasana pembelajaran yang baik.

Berdasarkan hasil supervisi rutin yang dilakukan oleh kepala sekolah di SD Negeri 4 Makam, didapati bahwa kedisiplinan guru masih rendah. Dari total 8 guru, ditemukan sebanyak 4 guru (50%) masih sering datang terlambat ke sekolah, 5 guru (62,5%) belum membuat administrasi kelas secara lengkap, 4 guru (50%) belum melaksanakan pembelajaran sesuai RPP, dan 5 guru (62,5%) belum melaksanakan evaluasi kepada siswa secara baik.

Rendahnya kedisiplinan guru di SD Negeri 4 Makam memotivasi peneliti selaku kepala sekolah untuk melakukan suatu tindakan guna meningkatkan kedisiplinan guru. Dalam kaitan ini salah satu faktor penting yang berpengaruh dalam meningkatkan kedisiplinan guru yaitu dengan supervisi yang diberikan oleh kepala sekolah. Peneliti menyadari bahwa dalam rangkaian meningkatkan kedisiplinan guru sangat membutuhkan pembimbingan dari kepala sekolah. Bimbingan dan pembinaan secara intensif sangat penting demi peningkatan kedisiplinan guru secara menyeluruh.

TUJUAN PENELITIAN

Tujuan Umum

Tujuan penelitian secara umum adalah meningkatkan mutu pendidikan di SD Negeri 4 Makam, serta meningkatkan kompetensi penelitian dan pengembangan bagi peneliti.

Tujuan Khusus

Tujuan penelitian secara khusus adalah:

  1. mengetahui peningkatan kedisiplinan guru melalui supervisi akademik oleh Kepala sekolah;
  2. mengetahui persentase guru yang menunjukan peningkatan kedisiplinan;
  3. mengetahui tindakan supervisi akademik yang dilakukan oleh kepala sekolah.

KAJIAN TEORI

Kedisiplinan berasal dari kata dasar disiplin. Riberu (Maria J. Wantah, 2005: 139) menjelaskan bahwa istilah disiplin diturunkan dari kata latin diciplina yang berkaitan langsung dengan dua istilah lain, yaitu discere (belajar) dan discipulus (murid). Disiplin diartikan sebagai penataan perilaku, dan peri hidup sesuai dengan ajaran yang dianut.

Maman Rachman (1998: 168) menyatakan disiplin merupakan sesuatu yang berkenaan dengan pengendalian diri seseorang terhadap bentuk-bentuk aturan. Disiplin pada hakikatnya adalah pernyataan sikap mental dari individu maupun masyarakat yang mencerminkan rasa ketaatan, kepatuhan yang didukung oleh kesadaran untuk menunaikan tugas dan kewajiban dalam rangka pencapaian tujuan.

Disiplin adalah suatu cara untuk membantu seseorang agar dapat mengembangkan pengendalan diri. Dengan menggunakan disiplin, seseorang dapat memperoleh suatu batasan untuk memperbaiki tingkah lakunya yang salah. Disiplin juga mendorong, membimbing, dan membantu seseorang agar memperoleh perasaan puas karena kesetiaan dan kepatuhannya dan mengajarkan kepada bagaimana berpikir secara teratur. Anominous (Maria J. Wantah, 2005: 140)

Tujuan kedisiplinan menurut Imas Matsuroh (Buchari Alma dkk, 2010: 116) yaitu:

  1. Jangka pendek. Mengubah perilaku seseorang agar terlatih dan terkendali, dengan mengajarkan bentuk-bentuk perilaku yang pantas dan tidak pantas, atau yang masih asing baginya.
  2. Jangka panjang. Perkembangan pengendalian diri dan pengarahan diri secara optimal.

Maria J. Wantah (2005: 176) menyatakan tujuan dari kedisiplinan adalah mengubah sikap dan perilaku seseorang agar menjadi benar dan dapat diterima oleh masyarakat. Melalui pembentukan disiplin perilaku seseorang akan semakin matang secara emosional. Orang yang berperilaku disiplin akan menunjukkan tingkah laku yang baik seperti mereka dapat menunda kesenangannya, memperhatikan kebutuhan orang lain, dan memiliki sikap toleransi yang baik.

Hurlock (1978: 82) menyatakan tujuan kedisiplinan adalah membentuk perilaku sedemikian rupa sehingga perilaku tersebut sesuai dengan peran-peran yang telah ditetapkan oleh kelompok budaya dimana tempat individu itu diidentifikasikan. Gooman and Gurian (Maria J. Wantah, 2005: 177) mengemukakan bahwa tujuan khusus kedisiplinan adalah pembentukan dasar-dasar tingkah laku sosial sesuai yang diharapkan masyarakat, dan membantu mengembangkan pengendalian diri.

Kedisiplinan guru di sekolah berkaitan juga dengan kedisiplinan di dalam kelas. Kedisiplinan di kelas menurut Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen (Maman Rachman, 1998: 168) adalah keadaan tertib dalam suatu kelas yang di dalamnya tergabung guru dan siswa yang taat kepada tata tertib yang telah ditetapkan. Ketertiban menunjuk pada kepatuhan seseorang dalam mengikuti peraturan atau tata tertib karena didorong atau disebabkan oleh sesuatu yang datang dari luar.

Maman Rachman (1998: 170) menyatakan kaitan dengan disiplin di sekolah atau kelas, maka tindak-tanduk yang diharapkan adalah tindak-tanduk yang mencerminkan kepatuhan dari berbagai nilai yang disepakati oleh semua, baik siswa, guru, dan karyawannya yang tertuang dalam tata tertib sekolah/kelas.

Ali Imron (2012: 172) menyatakan bahwa kedisiplinan guru adalah suatu keadaan tertib dan teratur yang dimiliki oleh guru di sekolah, tanpa ada pelanggaran-pelanggaran yang merugikan baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap guru sendiri dan terhadap sekolah secara keseluruhan.

Maman Rachman (1998: 198) menjelaskan bahwa sebab-sebab pelanggaran kedisiplinan tersebut sangat unik, bersifat sangat pribadi, dan kadang-kadang mempunyai latar belakang yang mendalam. Akan tetapi, ada pula sebab-sebab yang bersifat umum, seperti kebosanan, perasaan kecewa dan tertekan, serta tidak terpenuhinya kebutuhan akan perhatian.

Salah satu cara yag dapat digunakan untuk meningkatkan kedisiplinan guru di sekolah adalah dengan supervisi akademik. Menurut Kemendiknas (2010), supervisi akademik adalah serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuannya mengelola proses pembelajaran demi pencapaian tujuan pembelajaran. Supervisi akademik merupakan upaya membantu guru-guru mengembangkan kemampuannya mencapai tujuan pembelajaran. Supervisi akademik merupakan kegiatan pembinaan dengan memberi bantuan teknis kepada guru dalam melaksanakan proses pembelajaran, yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan profesional guru dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Supervisi akademik sebaiknya dilakukan dengan pendekatan supervisi klinis yang dilaksanakan secara berkesinambungan melalui tahapan pra-observasi, observasi pembelajaran, dan pasca observasi.

Tujuan supervisi menurut Supardi (2013: 81) yaitu (1) membantu guru untuk memahami dengan jelas tujuan pendidikan yang hendak dicapai, (2) membantu guru dalam mempersiapkan bahan pembelajaran yang akan disajikan kepada peserta didik dengan memberikan berbagai sumber pelajaran, (3) membantu guru dalam menggunakan sumber-sumber pengalaman pembelajaran, (4) membantu guru dalam menilai hasil belajar peserta didik, (4) memperbesar semangat guru untuk meningkatkan mutu kerjanya.

Sementara itu Gwyn (t.t) dalam Supardi (2013: 111) merumuskan 10 tugas utama supervisor yaitu (1) membantu guru mengerti dan memahami siswa. (2) membantu mengembangkan dan memperbaiki, baik secara individual maupun secara bersama-sama. (3) membantu seluruh staf sekolah agar lebih efektif dalam melaksanakan proses belajar-mengajar. (4) membantu guru meningkatkan cara mengajar yang efektif. (5) membantu guru secara individual. (6) membantu guru agar dapat menilai siswa lebih baik. (7) membantu guru agar dapat menilai diri dan pekerjaannya. (8) membantu guru agar merasa bergairah dalam pekerjaannya dengan penuh rasa aman. (9) membantu guru dalam melaksanakan kurikulum di sekolah. (10) membantu guru agar dapat memberikan informasi yang seluas-luasnya kepada masyarakat tentang kemajuan sekolahnya.

HIPOTESIS TINDAKAN

Supervisi akademik dapat meningkatkan kedisiplinan guru SD Negeri 4 Makam semester II tahun pelajaran 2020/2021.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini dilaksanakan pada semester II tahun pelajaran 2020/2021 di SD Negeri 4 Makam dengan subjek penelitian adalah guru. Instrumen penelitian menggunakan lembar pengamatan kedisiplinan guru dan tindakan supervisi akademik. Penelitian tindakan ini dilakukan sebanyak dua siklus. Tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan/evaluasi, dan refleksi.

HASIL TINDAKAN DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Kondisi Awal

Tabel 1. Kondisi Awal Kedisiplinan Guru SD Negeri 4 Makam Sebelum Tindakan

No. Indikator Kode Guru & Skor Penilaian Jml Rata2
A B C D E F G H
1. Guru datang ke sekolah tepat waktu 2 2 2 3 2 3 3 2 19 2.4
2. Guru mengenakan pakaian dinas sesuai peraturan 3 2 2 3 2 2 2 3 19 2.4
3. Guru mengerjakan administrasi kelas 3 2 3 2 3 2 3 2 20 2.5
4. Guru melaksanakan pembelajaran sesuai waktu yang ditentukan 2 2 2 3 2 3 2 2 18 2.3
5. Guru mengajar sesuai RPP yang dibuat 3 3 3 2 2 2 2 3 20 2.5
6. Guru melakukan evaluasi pembelajaran 2 2 2 3 2 2 3 2 18 2.3
7. Guru istirahat sesuai waktu yang ditentukan 3 3 2 3 2 3 2 3 21 2.6
8. Guru tidak meninggalkan kelas tanpa izin 2 2 2 2 3 2 3 2 18 2.3
9. Guru menjaga kebersihan lingkungan sekolah 3 2 3 2 3 2 2 2 19 2.4
10. Guru berkata sopan kepada siswa 2 3 3 2 2 3 2 3 20 2.5
11. Guru pulang dari sekolah sesuai waktu yang ditentukan 3 3 2 2 3 3 3 3 22 2.8
Jumlah 28 26 26 27 26 27 27 27 214 26.8

Ket.: Amat baik (skor 47 s.d 55), Baik (skor 38 s.d 46), Cukup (skor 29 s.d 37), Kurang (skor s.d 20 s.d 28), Sangat kurang (skor 11 s.d 19).

Data pada Tabel 1 menunjukkan rendahnya kedisiplinan guru SD Negeri 4 Makam. Nilai rata-rata hanya 26,8 (48,72%) yang termasuk dalam kategori kurang.

Deskripsi Hasil Siklus I

Tabel 2. Hasil Penilaian Peneliti tentang Kedisiplinan Guru SD Negeri 4 Makam pada Siklus I

No. Indikator Kode Guru & Skor Penilaian Jml Rata2
A B C D E F G H
1. Guru datang ke sekolah tepat waktu 4 3 3 4 3 4 3 3 27 3.4
2. Guru mengenakan pakaian dinas sesuai peraturan 3 4 3 3 3 4 3 3 26 3.3
3. Guru mengerjakan administrasi kelas 4 3 3 3 4 3 4 4 28 3.5
4. Guru melaksanakan pembelajaran sesuai waktu yang ditentukan 3 3 3 3 3 4 3 3 25 3.1
5. Guru mengajar sesuai RPP yang dibuat 4 4 4 3 4 3 4 4 30 3.8
6. Guru melakukan evaluasi pembelajaran 3 3 3 3 3 3 3 4 25 3.1
7. Guru istirahat sesuai waktu yang ditentukan 3 4 3 4 4 4 4 3 29 3.6
8. Guru tidak meninggalkan kelas tanpa izin 3 3 4 3 4 3 3 4 27 3.4
9. Guru menjaga kebersihan lingkungan sekolah 4 3 4 3 3 4 3 3 27 3.4
10. Guru berkata sopan kepada siswa 3 4 4 3 4 4 4 4 30 3.8
11. Guru pulang dari sekolah sesuai waktu yang ditentukan 4 3 3 3 3 3 3 3 25 3.1
Jumlah 38 37 37 35 38 39 37 38 299 37.4

Tabel 3. Hasil Penilaian Kolaborator tentang Kedisiplinan Guru SD Negeri 4 Makam pada Siklus I

No. Indikator Kode Guru & Skor Penilaian Jml Rata2
A B C D E F G H
1. Guru datang ke sekolah tepat waktu 4 4 3 3 4 3 4 3 28 3.5
2. Guru mengenakan pakaian dinas sesuai peraturan 3 4 3 3 3 4 3 3 26 3.3
3. Guru mengerjakan administrasi kelas 4 3 4 4 3 4 3 3 28 3.5
4. Guru melaksanakan pembelajaran sesuai waktu yang ditentukan 3 3 3 3 4 3 4 3 26 3.3
5. Guru mengajar sesuai RPP yang dibuat 4 4 4 4 3 4 3 4 30 3.8
6. Guru melakukan evaluasi pembelajaran 3 3 3 4 4 3 4 4 28 3.5
7. Guru istirahat sesuai waktu yang ditentukan 3 4 3 4 3 4 4 4 29 3.6
8. Guru tidak meninggalkan kelas tanpa izin 3 3 3 3 4 3 4 3 26 3.3
9. Guru menjaga kebersihan lingkungan sekolah 4 3 4 4 3 3 3 3 27 3.4
10. Guru berkata sopan kepada siswa 3 4 4 3 4 4 4 4 30 3.8
11. Guru pulang dari sekolah sesuai waktu yang ditentukan 4 3 3 4 3 4 3 4 28 3.5
Jumlah 38 38 37 39 38 39 39 38 306 38.3

Berdasarkan data tersebut di atas, diketahui bahwa nilai rata-rata kedisiplinan guru SD Negeri 4 Makam pada siklus I adalah sebesar 37,85 (68,81%) yang termasuk dalam kategori baik.

Tabel 4. Hasil Penilaian Terhadap Tindakan Supervisi Akademik yang Dilakukan Oleh Peneliti pada Siklus I Penelitian

No. Pengamat Skor Rata-rata Kategori
1. Kolaborator 20 20,5 Cukup Baik
2. Salah seorang

subjek penelitian

21

Tabel 5. Rata-rata Data Awal dan Siklus I Penelitian

No. Data

Penelitian

Data

Awal

Siklus

I

Kenaikan %

Kenaikan

1. Kedisiplinan guru 26,8 37,85 11,05 20,09 %
2. Tindakan supervisi

akademik

0 20,5 20,5 68,33 %

Berdasarkan tabel tersebut dapat diketahui kedisiplinan guru mencapai kenaikan skor 11,05 poin atau 20,09% dan pelaksanaan supervisi akademik mencapai skor 20,5 atau 68,33%. Kedisiplinan guru sebagian besar masih belum maksimal. Sedangkan untuk pelaksanaan supervisi akademik masih ada yang belum nampak antara lain penyampaian tujuan supervisi akademik. Berdasarkan hasil siklus I tersebut, maka supervisi akademik akan dilakukan lagi, dengan harapan kedisiplinan guru juga akan meningkat.

3. Deskripsi Hasil Siklus II

Tabel 6. Hasil Penilaian Peneliti tentang Kedisiplinan Guru SD Negeri 4 Makam pada Siklus II

No. Indikator Kode Guru & Skor Penilaian Jml Rata2
A B C D E F G H
1. Guru datang ke sekolah tepat waktu 4 4 4 5 5 4 4 5 35 4.4
2. Guru mengenakan pakaian dinas sesuai peraturan 4 5 5 5 4 5 5 5 38 4.8
3. Guru mengerjakan administrasi kelas 5 4 5 4 5 5 4 4 36 4.5
4. Guru melaksanakan pembelajaran sesuai waktu yang ditentukan 5 4 5 4 4 4 5 5 36 4.5
5. Guru mengajar sesuai RPP yang dibuat 4 5 4 4 5 4 4 4 34 4.3
6. Guru melakukan evaluasi pembelajaran 4 5 4 5 4 5 5 5 37 4.6
7. Guru istirahat sesuai waktu yang ditentukan 5 4 5 4 5 4 4 4 35 4.4
8. Guru tidak meninggalkan kelas tanpa izin 4 4 5 4 5 4 5 4 35 4.4
9. Guru menjaga kebersihan lingkungan sekolah 5 5 5 4 4 4 4 5 36 4.5
10. Guru berkata sopan kepada siswa 4 4 4 5 4 5 4 5 35 4.4
11. Guru pulang dari sekolah sesuai waktu yang ditentukan 5 4 4 4 4 4 4 4 33 4.1
Jumlah 49 48 50 48 49 48 48 50 390 48.8

Tabel 7. Hasil Penilaian Kolaborator tentang Kedisiplinan Guru SD Negeri 4 Makam pada Siklus II

No. Indikator Kode Guru & Skor Penilaian Jml Rata2
A B C D E F G H
1. Guru datang ke sekolah tepat waktu 4 5 4 4 5 4 5 5 36 4.5
2. Guru mengenakan pakaian dinas sesuai peraturan 4 4 5 4 5 4 5 5 36 4.5
3. Guru mengerjakan administrasi kelas 5 4 5 5 4 5 4 4 36 4.5
4. Guru melaksanakan pembelajaran sesuai waktu yang ditentukan 5 4 5 4 5 4 5 5 37 4.6
5. Guru mengajar sesuai RPP yang dibuat 4 5 4 5 4 5 4 5 36 4.5
6. Guru melakukan evaluasi pembelajaran 4 5 4 5 5 4 5 5 37 4.6
7. Guru istirahat sesuai waktu yang ditentukan 5 4 5 4 4 4 4 4 34 4.3
8. Guru tidak meninggalkan kelas tanpa izin 4 4 4 4 4 5 5 4 34 4.3
9. Guru menjaga kebersihan lingkungan sekolah 5 5 5 5 4 4 4 5 37 4.6
10. Guru berkata sopan kepada siswa 4 4 4 4 5 4 5 5 35 4.4
11. Guru pulang dari sekolah sesuai waktu yang ditentukan 5 4 4 5 4 5 5 4 36 4.5
Jumlah 49 48 49 49 49 48 51 51 394 49.3

Dari data pada Tabel 6 dan 7, diketahui bahwa nilai rata-rata kedisiplinan guru SD Negeri 4 Makam adalah sebesar 49,05 (89,18%) yang termasuk dalam kategori amat baik.

Tabel 8. Hasil Penilaian Terhadap Tindakan Supervisi Akademik yang Dilakukan Oleh Peneliti pada Siklus II Penelitian

No. Pengamat Skor Rata-rata Kategori
1. Kolaborator 28 28 Baik sekali
2. Salah seorang

subjek penelitian

28

Tabel 9. Rata-rata Data Siklus I dan Siklus II Penelitian

No. Data

Penelitian

Siklus

I

Siklus

II

Kenaikan %

Kenaikan

1. Kedisiplinan guru 37,85 49,05 11,2 20,36
2. Tindakan supervisi

akademik

20,5 28 7,5 25

Berdasarkan tabel tersebut dapat diketahui bahwa kedisiplinan guru SD Negeri 4 Makam mencapai kenaikan skor sebesar 11,2 atau 20,36% dan skor pelaksanaan supervisi akademik meningkat sebesar 7,5 atau 25%. Kedisiplinan guru sebagian besar indikator sudah nampak maksimal. Sedangkan untuk pelaksanaan supervisi akademik oleh peneliti secara umum sudah berjalan secara maksimal.

4. Pembahasan/Diskusi

Berdasarkan hasil tindakan pada siklus I dan 2 penelitian dapat diketahui bahwa kedisiplinan guru SD Negeri 4 Makam mengalami peningkatan, yaitu dari data awal sampai akhir siklus II sebesar adalah 22,25 atau 40,45%. Sementara pelaksanaan supervisi akademik dari awal sampai siklus II meningkat sebesar 28 atau 93,33%.

Tabel 10. Rata-rata Data Awal, Akhir Siklus I dan Akhir Siklus II

No Data

Penelitian

Data Awal Siklus

I

Siklus

II

Total

Kenaikan

%

Kenaikan

1. Kedisiplinan

guru

26,8 37,85 49,05 22,25 40,45%
2. Tindakan

supervisi

akademik

0 20,5 28 28 93,33 %

Berdasarkan uraian data tersebut di atas dapat diketahui bahwa penelitian tindakan sekolah tentang peningkatan kedisiplinan guru SD Negeri 4 Makam dapat dikatakan berhasil karena terjadi peningkatan skor kedisiplinan guru dan supervisi akademik pada tiap siklus penelitian. Hasil akhir untuk kedisiplinan guru adalah sebesar 49,05 dan pelaksanaan supervisi akademik sebesar 28. Hasil yang dicapai tersebut melampaui indikator dalam penelitian tindakan sekolah ini, yaitu:

  1. Nilai atau skor rata-rata kedisiplinan guru sebesar 46.
  2. Nilai rata-rata supervisi akademik yang dilakukan peneliti sebesar 23.

5. Hasil Tindakan

Berdasarkan data hasil penelitian dapat diketahui bahwa tindakan supervisi akademik oleh peneliti berhasil meningkatkan kedisiplinan guru SD Negeri 4 Makam. Kedisiplinan guru pada kondisi awal sebesar 26,8 meningkat menjadi 37,85 pada akhir siklus I dan meningkat lagi menjadi 49,05 pada akhir siklus II. Total kenaikannya adalah sebesar 22,25 atau 40,45%. Pelaksanaan supervisi akademik oleh peneliti dari kondisi awal belum dilaksanakan (0), meningkat menjadi 20,5 pada siklus I dan 28 pada siklus II, sehingga total kenaikan 28 atau 93,33%. Kenaikan skor tersebut merupakan bukti nyata bahwa pelaksanaan supervisi akademik dapat meningkatkan kedisiplinan guru. Berdasarkan hasil tersebut, hipotesis tindakan dalam penelitian yang menyatakan: “Supervisi akademik dapat meningkatkan kedisiplinan guru SD Negeri 4 Makam semester II tahun pelajaran 2020/2021” terbukti benar. Jadi, kedisiplinan guru dalam dapat ditingkatkan melalui supervisi akademik oleh kepala sekolah. Dengan kata lain, supervisi akademik oleh kepala sekolah secara nyata mampu memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kedisiplinan guru SD Negeri 4 Makam.

SIMPULAN

Supervisi akademik dapat meningkatkan kedisiplinan guru SD Negeri 4 Makam. Kondisi awal menunjukkan nilai kedisiplinan guru sebesar 26,8 Pada akhir siklus I, nilainya meningkat menjadi 37,85 dan pada akhir siklus II meningkat lagi menjadi 49,05. Pelaksanaan supervisi akademik dari kondisi awal belum dilaksanakan atau (0), meningkat menjadi 20,5 pada akhir siklus I, kemudian di akhir siklus II meningkat lagi menjadi 28. Hasil akhir pada siklus II melampaui indikator dalam penelitian tindakan ini, yaitu: 1) Nilai atau skor rata-rata kedisiplinan guru adalah 49,05 yang lebih besar dari indikator sebesar 46, dan 2) Nilai rata-rata tindakan supervisi akademik yang dilakukan peneliti adalah 28 lebih besar dari indikator sebesar 23. Berdasarkan hasil tersebut, maka hipotesis tindakan yang menyatakan: “Supervisi akademik dapat meningkatkan kedisiplinan guru SD Negeri 4 Makam semester II tahun pelajaran 2020/2021” terbukti benar.

SARAN

Berdasarkan hasil penelitian maka peneliti berpandangan bahwa kedisiplinan perlu lebih ditekankan bagi guru. Kepala sekolah harus membina dan melakukan supervisi secara intensif dan berkelanjutan.

DAFTAR PUSTAKA

Ali Imron. (2012). Manajemen Peserta Didik Berbasis Sekolah. Jakarta: Bumi Aksara.

Amir Daien Indrakusuma. (1973). Pengantar Ilmu Pendidikan. Surabaya: Usaha Nasional.

Buchari Alma, dkk. (2010). Pembelajaran Studi Sosial. Bandung: Alfabeta.

Hurlock, Elizabeth B. (1978). Perkembangan Anak. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Kemendiknas. (2010). Supervisi Akademik. Jakarta : Dirjen PMPTK.

Linda & Richard Eyre. (1997). Mengajarkan Nilai-Nilai Kepada Anak. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Maman Rachman. (1998). Manajemen Kelas. Semarang: Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan.

Maria J. Wantah. (2005). Pengembangan Disiplin dan Pembentukan Moral pada Anak Usia Dini. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Supardi. (2013). Kinerja Guru. Jakarta: PT Raja Grafindo.

Undang-Undang No 14 tahun 2005 pasal 1 tentang Guru dan Dosen.

Biodata Penulis

Nama : Esti Rahajoe, S.Pd.SD.

NIP : 19650307 198806 2 001

Jabatan : Kepala Sekolah

Unit Kerja : SD Negeri 4 Makam, Rembang, Purbalingga

You cannot copy content of this page