Iklan

PENERAPAN SUPERVISI AKADEMIK DALAM UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMBUATAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) BAGI GURU KELAS DI SDN 3 GERDUREN TAHUN AJARAN 2019/2020

Sodiqun Wahab, S.Pd.SD.

Abstrak

Penelitian tindakan sekolah (PTS) yang dilaksanakan di SD Negeri 3 Gerduren Korwilcam Dindik Kecamatan Purwojati Kabupaten Banyumas melalui kegiatan supervisi akademik bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) Subjek penelitian adalah guru kelas I sampai dengan VI.

Penelitian dilaksanakan selama empat bulan yaitu bulan Agustus sampai dengan bulan November 2019. Prosedur yang digunakan menggunakan model penelitian tindakan sekolah yang di dalamnya terdapat siklus. Penelitian dilaksanakan selama dua siklus di setiap siklusnya terdiri dari 4 tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan serta refleksi. Mengacu pada tindakan yang harus dilaksanakan dalam supervisi klinis maka peneliti menggunakan tiga jenis kegiatan dalam pelaksanaannya yaitu pertemuan awal, observasi dan umpan balik. Pengumpulan data dilaksanakan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang telah diperoleh kemudian dianalisis secara kuantitatif dan kemudian dideskripsikan.

Berdasarkan penelitian tindakan sekolah (PTS) yang telah dilaksanakan selama dua siklus dapat diketahui bahwa pelaksanaan supervisi akademik dapat meningkatkan kemampuan guru kelas dalam membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).. ditinjau dari kemampuan guru dalam membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) sesuai dengan surat edaran nomor 14 tahun 2019 guna menunjang proses pembelajaran yang dilaksanakan mengalami peningkatan yang signifikan. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari kegiatan pra siklus hanya memperoleh nilai rata-rata 50. Setelah dilaksanakan bimbingan pada siklus I meningkat menjadi 72 dan pada siklus II menjadi 88. Selain itu, ditinjau dari kemampuan kepala sekolah dalam melaksanakan kegiatan supervise akademik mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari kegiatan supervise akademik yang dilaksanakan pada siklus I hanya mencapai 82% dan setelah dilaksanakan kegiatan pada siklus II meningkat menjadi 95%.

Kata Kunci : Kemampuan Membuat RPP, Supervisi Akademik.

PENDAHULUAN

Pada saat ini, adanya kebijakan pembuatan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) satu lembar merupakan upaya penyederhanaan skenario pembelajaran yang dibuat oleh guru sebelumnya yang isinya banyak lembar, jika dihitung lembaran mulai dari identitas sampai dengan rubrik penilaian boleh jadi lebih dari 10 lembar. Hal inilah yang dianggap terlalu memberatkan guru dalam mempersiapkannya. Untuk itu penyederhanaan dilakukan dengan hanya mencantumkan tujuan pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran dan penilaian.

Dasar penyederhanaan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah Surat Edaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 14 Tahun 2019. Sekolah dan individu guru secara bebas dapat memilih, membuat, menggunakan, dan mengembangkan format RPP secara mandiri untuk sebesar-besarnya keberhasilan belajar peserta didik. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dilakukan dengan prinsip efisien, efektif, dan berorientasi pada murid.

Berdasarkan observasi yang telah dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 21 Agustus 2019 peneliti memperoleh data bahwa rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang dibuat oleh guru kelas 1 sampai guru kelas 6 belum sesuai dengan komponen dan prinsip sesuai dengan surat edaran Nomor 14 tahun 2019. Hal ini ditunjukkan dengan persentase rata-rata hanya mencapai 50%. Pembuatan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) paling baik diraih oleh guru kelas lima dengan hasil 68%. Hasil tersebut jika dimasukkan dalam kategori termasuk dalam kategori kurang. Kategori kurang sekali diperoleh oleh guru kelas 1 sampai dengan kelas 4. Ketercapaian yang diperoleh masih di bawah 50%. Berdasarkan perolehan tersebut, secara garis besar rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang dibuat guru masih ada beberapa hal yang belum sesuai seperti (1) Tujuan pembelajaran yang dibuat belum memenuhi unsur ABCD (Audience, Behaviour, Conditions dan Degree); (2) Tujuan pembelajaran yang dibuat ada beberapa yang tidak sesuai dengan kompetensi dasar yang hendak dicapai; (3) Kata kerja operasional (KKO) yang digunakan sebagian besar masih ada di bawah kompetensi dasar yang ditentukan; dan (4) Kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan tidak sesuai dengan kompetensi dasar yang ditetapkan.

Setelah mengadakan observasi, peneliti melaksanakan kegiatan wawancara kepada seluruh guru kelas. Kegiatan wawancara dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 25 Agustus 2019. Informasi yang diperoleh adalah (1) Guru dalam membuat rencana pelaksanaan pembelajaran masih berorintasi pada download dan mengeditnya hanya pada identitas sekolah serta nama kepala sekolah dan guru kelas; (2) Guru masih merasa bingung adanya peralihan RPP dari yang awal mulanya banyak komponen menjadi tiga komponen; (3) Kata kerja operasional (KKO) sudah dilupakan oleh beberapa guru.

Upaya mengatasi permasalahan yang dialami oleh guru kelas dalam mengembangkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) sesuai dengan surat edaran nomor 14 tahun 2019 maka dipilih kegiatan supervise akademik. Alasan pemilihan supervise akademik adalah membantu guru mengembangkan kurikulum yang ada dalam bentuk rencana pelaksanaan pembelajaran.

KAJIAN PUSTAKA

Setiap ada kegiatan pembelajaran pasti memerlukan rencana pelaksanaan pembelajaran. Sebab, rencana pelaksanaan pembelajaran akan mempermudah jalannya pembelajaran. Berdasarkan surat edaran nomor 14 tahun 2019 diperoleh pengertian bahwa rencana pembelajaran yang dikembangkan secara rinci dari suatu materi pokok atau tema tertentu yang mengacu pada silabus. Berkaitan dengan hal tersebut, Abdul (2014: 144) menjelaskan bahwa rencana pelaksanaan pembelajaran adalah suatu bentuk rencana kegiatan yang dibuat untuk acuan dalam mengajar yang didalamnya minimal terdapat tujuan pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran, dan teknik penilaian. Syaiful (2009: 81) menjelaskan bahwa tujuan pembelajaran adalah salah satu komponen yang harus ada dalam rencana pelaksanaan pembelajaran. Tujuan mengacu pada indicator,terdapat 4 aspek yaitu audience (peserta didik) , behavior (aspek kemampuan), condition (proses pembelajaran), dan degree (tingkatan yang harus dicapai siswa dalam mempelajari sesuatu). Hamdani (2013:72) menjelaskan bahwa langkah-langkah kegiatan pembelajaran dapat berupa kegiatan pendahuluan atau pembuka, kegiatan inti dan kegiatan akhir/penutup. Arikunto (2013: 45) menjelaskan bahwa penilaian pendidikan adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik ditinjau dari aspek kognitif, afektif dan psikomotor. Untuk meningkatkan kemampuan guru dalam membuat rencana pelaksanaan pembelajaran perlu adanya kegiatan supervisi akademik.

Menurut Purwanto (2012:76) menjelaskan bahwa supervisi akademik adalah segala bantuan dari para pemimpin sekolah, yang tertuju kepada perkembangan kepemimpinan guru-guru dan personel sekolah lainnya di dalam mencapai tujuan-tujuan pendidikan. Selain itu, Daryanto (2011: 37) menjelaskan bahwa supervisi akademik adalah segala usaha dari petugas-petugas sekolah dalam memimpin guru dan petugas pendidikan lainnya dalam memperbaiki pengajaran, termasuk mengembangkan pertumbuhan guru-guru, menyelesaikan dan merevisi tujuan pendidikan, bahan pengajaran dan metode mengajar dan penilaian pengajaran. Dari beberapa pendapat yang telah diuraikan tentang supervisi akademik maka dapat disimpulkan bahwa supervisi akademik adalah segala usaha dari pimpinan pendidikan untuk membantu, mengawasi, memperbaiki, mengembangkan guru dan pegawai sekolah lainnya, dalam melakukan pekerjaan mereka, sehingga apa yang dikerjaan mereka dapat terlaksana secara efektif dan .

Asmani (2012:101) menjelaskan tahapan dalam melakukan supervisi akademik adalah (1) Tahap pertemuan awal, merupakan tahapan perencanaan pembelajaran yang dibahas oleh guru dan kepala sekolah secara terbuka yang akan menjadi fokus supervisi, dan juga pembahasan instrumen observasi yang akan digunakan dalam kegiatan supervise; (2) Tahap observasi, merupakan tahap pengamatan yang dilakukan oleh kepala sekolah selaku supervisor dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Pengamatan yang dilakukan berdasarkan instrumen yang telah direncanakan sebelumnya; (3) Tahap pertemuan umpan balik, merupakan tahap diskusi secara terbuka yang dilakukan oleh kepala sekolah dan guru berdasarkan hasil observasi.

METODOLOGI PENELITIAN

Subjek penelitian tindakan sekolah adalah guru kelas I sampai dengan kelas VI SD Negeri 3 Gerduren. Kegiatan penelitian tindakan sekolah dilaksanakan selama empat bulan. Peneliti mulai melaksanakan observasi awal pada bulan Agustus tahun 2019. Penelitian berakhir pada bulan November tahun 2019.

Saminanto (2009:3) menjelaskan bahwa Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) merupakan penelitian dengan tujuan mendorong kepala sekolah untuk selalu berpikir kritis terhadap apa yang mereka lakukan di sekolahnya melalui kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi di setiap siklusnya”. Untuk lebih mudah dalam mempelajari alur penelitian tindakan sekolah ini dapat dilihat pada gambar berikut.

Untuk mendapatkan data pada pelaksanaan penelitian tindakan sekolah, peneliti menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut.

Observasi

Teknik pengumpulan data secara observasi menggunakan lembar observasi. Lembar observasi yang digunakan mencakup dua hal yaitu observasi terhadap rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan observasi terhadap keterlaksanaan supervise akademik.

Dokumentasi

Pada kegiatan ini, observer menggunakan kamera yang telah disediakan oleh peneliti. Dokumentasi pada kegiatan supervise akademik dilakukan dengan pengambilan foto. Foto yang diperoleh menjadi bukti kuat bahwa langkah-langkah yang dilaksanakan sudah sesuai atau belum.

Data yang telah diperoleh kemudian dianalisis. Analisis data dilaksanakan secara kuantitatif. Hasil analisis data tersebut kemudia dideskripsikan. analisis data kemampuan guru membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) menggunakan rumus sebagai berikut.

Persentase Kemampuan membuat RPP = Skor yang diperoleh X 100%
Skor keseluruhan

Berkaitan dengan instrument observasi kemampuan guru membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) terdapat sebelas indikator, maka skor maksimal dalam penghitungan adalah 44. Setelah data di analisis, hasil yang diperoleh dikaitkan dengan kriteria keberhasilan penelitian. Kriteria keberhasilan dalam penelitian ini adalah (1) Kemampuan guru dalam membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) mencapai ≥75%; (2) Kemampuan kepala sekolah dalam melaksanakan kegiatan supervise klinis mencapai ≥75%.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Hasil Penelitian Siklus I

Kegiatan siklus I di awali dengan perencanaan. Pada tahap perencanaan, peneliti menyiapkan kebutuhan yang diperlukan untuk penelitian. Beberapa hal yang disiapkan dalam penelitian tindakan sekolah adalah (1) Membuat jadwal kegiatan penelitian tindakan sekolah (PTS); (2) Berkoordinasi dengan teman sejawat untuk membantu penelitian; (3) Berkoordinasi dengan guru kelas SDN 3 Gerduren tentang penelitian yang akan dilaksanakan; (4) Mempersiapkan instrument penelitian seperti lembar observasi rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang dibuat dan lembar observasi keterlaksanaan supervise akademik; dan (5) Mempersiapkan materi untuk disampaikan pada saat supervise akademik.

Pelaksanaan tindakan penelitian tindakan sekolah siklus I dilaksanakan melalui tiga tahap yaitu pertemuan awal, observasi dan umpan balik. Pertemuan awal dilaksanakan pada hari Kamis tepatnya tanggal 12 September 2019. Kegiatan yang dilaksanakan adalah observasi rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang dibuat oleh seluruh guru kelas. Kegiatan yang dilaksanakan pada pertemuan awal ini adalah Penyampaian Tujuan dan pembekalan materi. Observasi dilaksanakan dengan kegiatan mengamati rencana pelaksanaan pembelajaran yang telah dibuat guru. Kegiatan observasi dimulai dari hari Senin sampai dengan hari Sabtu tepatnya dari tanggal 16 sampai dengan 21 September 2019. Kegiatan observasi dilaksanakan setiap harinya satu guru kelas. Dalam hal ini, kepala sekolah dan guru melaksanakan kegiatan pengamatan RPP secara bersama-sama menggunakan lembar pengamatan yang telah disiapkan. Kegiatan observasi dilaksanakan pada pukul 10.00 sampai dengan 11.00. Kegiatan pemberian umpan balik dilaksanakan secara klasikal. Tempat yang digunakan adalah rung guru SDN 3 Gerduren. Pelaksanaannya pada hari Kamis tepatnya tanggal 26 September 2019. Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan adalah (1) Menanyakan pendapat guru; (2) Menunjukkan data observasi; (3) Diskusi secara terbuka; (4) Memberikan dorongan untuk dapat berubah ke arah lebih baik; dan (5) Penentuan rencana selanjutnya.

Observasi dilaksanakan pada saat pelaksanaan kegiatan. Kegiatan tersebut mengamati proses kegiatan supervise akademik dan juga kemampuan guru membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) siklus I. Berdasarkan analisis data diperoleh informasi bahwa persentase ketercapaian guru dalam membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) mencapai 72%. Jika dikaitkan dengan kriteria maka masuk dalam kategori cukup. Rencana pelaksanaan pembelajaran yang telah dibuat paling tinggi persentase ketercapaiannya diperoleh oleh guru kelas lima dengan perolehan 80%. Jika dimasukkan ke dalam kriteria, kemampuan guru kelas lima sudah dapat dikategorikan baik. Selain guru kelas lima, kategori baik juga diperoleh guru kelas enam dengan kemampuan mencapai 77%. Nilai paling rendah diperoleh oleh guru kelas dua dengan perolehan 66%. Nilai tersebut jika dimasukkan dalam kriteria sudah masuk dalam kategori cukup. Nilai dengan kategori cukup selain diperoleh guru kelas dua juga diperoleh oleh guru kelas satu, tiga dan juga empat. Berdasarkan hasil diskusi antara peneliti dengan guru kelas I sampai dengan enam pada saat kegiatan supervise diperoleh informasi sebagai berikut.

  1. Guru sudah dapat mengingat kembali jenis-jenis kata kerja operasional (KKO) yang sudah lama terlupakan.
  2. Guru sudah memahami cara membuat tujuan pembelajaran yang benar.
  3. Kesulitan yang dirasa berat oleh guru adalah dalam menentukan kata kerja operasional agar dapat mencapai kompetensi dasar yang ditetapkan.

Kemampuan guru dalam membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) pada siklus I dapat dikategorikan meningkat daripada sebelumnya. Kenaikan tersebut tidak terlepas dari kegiatan supervise akademik yang dilaksanakan oleh kepala sekolah. Pelaksanaan supervise akademik sudah dapat dikategorikan baik. Berdasarkan analisis data dapat diketahui bahwa keterlaksanaan supervise klinis mencapai 82%. Meskipun pelaksaan supervise akademik sudah dapat melebihi indikator yang ditetapkan, penelitian harus tetap dilanjutkan pada siklus II dikarenakan masih ada variable yang belum mencapai indikator yang ditetapkan.

Deskripsi Hasil Siklus 2

Perencanaan pada siklus II didasarkan pada refleksi tindakan siklus sebelumnya. Instrumen yang akan digunakan disiapkan seperti pada siklus sebelumnya. Kegiatan yang akan dilaksanakan adanya suatu perbedaan sedikit karena mengacu pada permasalahan siklus sebelumnya. Beberapa perubahan yang akan dilakukan secara teknis adalah sebagai berikut.

  1. Penyediaan konsumsi berupa makanan ringan agar guru konsentrasi meningkat.
  2. Pada saat kegiatan awal yang awal mulanya klasikal (enam orang guru kelas) menjadi model kelompok. Setiap kelompok hanya terdiri dari dua orang guru saja.
  3. Kegiatan dilaksanakan di luar jam kegiatan pembelajaran agar guru tidak tampak gelisah.

Pelaksanaan tindakan penelitian tindakan sekolah siklus II dilaksanakan melalui tiga tahap yaitu pertemuan awal, observasi dan umpan balik. Tahap pertemuan awal dilaksanakan selama tiga hari. Pada hari Selasa tepatnya tanggal 8 Oktober 2019 dilaksanakan pertemuan untuk guru kelas I dan guru kelas II. Pada hari Kamis tepatnya tanggal 10 Oktober 2019 dilaksanakan pertemuan untuk guru kelas III dan guru kelas IV. Pada hari Sabtu tepatnya tanggal 12 Oktober 2019 dilaksanakan pertemuan untuk guru kelas V dan guru kelas VI. Ketiga pertemuan tersebut membahas tentang tujuan dilaksanakan supervise dan pembekalan materi tentang komponen dan prinsip rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Tujuan supervise akademik yang disampaikan adalah untuk meningkatkan kemampuan guru dalam membuat rencana pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan surat edaran nomor 14 tahun 2019.

Observasi dilaksanakan dengan kegiatan mengamati rencana pelaksanaan pembelajaran yang telah dibuat guru. Kegiatan observasi dimulai dari hari Senin sampai dengan hari Sabtu tepatnya dari tanggal 14 sampai dengan 19 Oktober 2019. Kegiatan observasi dilaksanakan setiap harinya satu guru kelas. Dalam hal ini, kepala sekolah dan guru melaksanakan kegiatan pengamatan RPP secara bersama-sama menggunakan lembar pengamatan yang telah disiapkan. Kegiatan observasi dilaksanakan pada pukul 13.00 sampai dengan 14.00. Peneliti memilih waktu tersebut dikarenakan agar tidak mengganggu jadwal kegiatan pembelajaran.

Kegiatan pemberian umpan balik dilaksanakan secara klasikal. Tempat yang digunakan adalah rung guru SDN 3 Gerduren. Pelaksanaannya pada hari Kamis tepatnya tanggal 23 Oktober 2019. Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan adalah (1) Menanyakan pendapat guru tentang kegiatan supervise akademik yang telah dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan guru membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP); (2) Menunjukkan data observasi; (3) Diskusi secara terbuka untuk mengungkapkan dan memberi komentar rencana pelaksanaan pembelajaran yang telah dibuat rekan guru lainnya; (4) Memberikan dorongan untuk dapat berubah ke arah lebih baik; dan (5) Penentuan rencana selanjutnya setelah kegiatan supervise akademik.

Dalam kegiatan siklus II peneliti dapat menyimpulkan bahwa guru kelas I sampai dengan guru kelas VI mengalami peningkatan dalam membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Peningkatan tersebut dapat dilihat pada table berikut.

Tabel 4.1 Perbandingan Hasil Siklus I dan Siklus II

Variabel Siklus I Siklus II
Kemampuan membuat RPP 72 88
Supervisi Akademik 82 95

Berdasarkan table di atas, dapat diketahui bahwa peningkatan kegiatan supervise akademik dapat meningkatkan kemampuan guru dalam membuat rencana pelaksanaan pembelajaran. Pada siklus I kemampuan guru dalam membuat rencana pelaksanaan pembelajaran hanya 72 dan setelah dilaksanakan siklus II mencapai 88. Dengan demikian, peneliti dapat menyimpulkan bahwa adanya peningkatan yang signifikan. Ditinjau dari indikator penelitian yang telah dibuat, kemampuan guru dalam membuat rencana pelaksanaan pembelajaran sudah mencapai indikator penelitian yang ditetapkan.

Pelaksanaan supervise akademik pada siklus II mengalami peningkatan dibandingkan dengan siklus sebelumnya. Pada siklus I keterlaksanaan hanya 82% dan setelah dilaksanakan siklus II mencapai 95%. Ditinjau dari indikator penelitian yang telah dibuat, pelaksanaan supervise akademik sudah mencapai indikator penelitian yang ditetapkan. Mengingat dua variable penelitian sudah mencapai indikator yang ditetapkan maka peneliti menganggap penelitian berhenti pada siklus II.

Pembahasan

Penelitian tindakan sekolah yang telah dilaksanakan selama dua siklus menambah keterampilan kepala sekolah dalam melaksanakan supervise akademik. Kegiatan supervise yang telah dilaksanakan mengacu pada pendapat dari Priansa dan Somad (2014: 117) yang menyebutkan tiga tahapan supervise akademik yaitu pertemuan awal, observasi dan pemberian umpan balik. Pada pertemuan awal peneliti melaksanakan kegiatan (1) penyampaian tujuan; (2) pembekalan materi dan (3) menciptakan suasana akrab dengan guru. Tahap observasi dilaksanakan dengan melakukan pengamatan bersama guru guru kelas untuk meninjau kembali rencaca pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang telah dibuat. Pada tahapan umpan balik peneliti bersama dengan guru secara klasikal melaksanakan kegiatan tanya jawab tentang produk rencana pelaksanaan pembelajaran yang telah dibuatnya. Peningkatan kualitas kegiatan supervise tidak lepas dari adanya kegiatan refleksi yang dilaksanakan dan kemudian diimplementasikan pada rencana kegiatan yang akan dilaksanakan. Peningkatan keterampilan kepala sekolah dalam melaksanakan supervise akademik dapat dilihat pada diagram berikut.

Gambar 4.1 Perbandingan Supervisi Akademik Siklus I dan II

Berdasarkan data di atas dapat diketahui bahwa peningkatan kegiatan supervise akademik mengalami peningkatan yang signifikan. Pada siklus I, pelaksanaan sudah adapt dikategorikan baik, hal ini dikarenakan pelaksanaan mencapai 82%. Setelah dilaksanakan kegiatan pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 95% dengan kategori sangat baik.

Perbaikan pelaksanaan pada pelaksanaan supervise akademik berdampak pada peningkatan kemampuan guru dalam membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Peningkatan tersebut sejalan dengan pendapat dari Arikunto (2006:40) yang menjelaskan bahwa supervise akademik bertujuan memberikan segala bantuan seperti memperbaiki dan menyediakan kepada bawahan/orang yang disupervisi agar personil tersebut mampu meningkatkan kualitas kinerjanya. Peningkatan kinerja yang dimaksud setelah dilaksanakan penelitian selama dua siklus dapat dilihat pada diagram berikut ini.

Gambar 4.2 Diagram Kenaikan Pembuatan RPP

Berdasarkan data di atas, peningkatan kemampuan guru dalam membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) tampak signifikan. Pada kondisi pra siklus, kemampuan guru dalam membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) masih dalam kategori kurang. Hal tersebut dibuktikan dengan perolehan nilai 50. Setelah dilaksanakan penelitian tindakan sekolah pada siklus I, tampak adanya peningkatan menjadi kategori cukup. Hal tersebut dibuktikan dengan perolehan nilai sebesar 72. Setelah dilaksanakan penelitian pada siklus II adanya peningkatan menjadi kategori baik dengan perolehan nilai sebesar 88.

Pelaksanaan supervise akademik memberikan bantuan kepada guru untuk meningkatkan kompetensinya dan profesionalismenya dalam menjalankan tugasnya terutama dalam membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Dalam melakukan supervisi akademik, seorang kepala sekolah sebagai supervisor harus menjalankannya sesuai dengan tahapan yang benar agar lebih memudahkan kepala sekolah dan juga guru yang akan di supervisi.

PENUTUP

Kesimpulan

Pada penelitian tindakan sekolah (PTS) yang dilaksanakan di SDN 3 Gerduren selama dua siklus dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan supervisi akademik dapat meningkatkan kemampuan guru kelas dalam membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Peningkatan hasil penelitian yang telah dilaksanakan dapat dibuktikan sebagai berikut.

  1. Kemampuan guru dalam membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) sesuai dengan surat edaran nomor 14 tahun 2019 guna menunjang proses pembelajaran yang dilaksanakan mengalami peningkatan yang signifikan. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari kegiatan pra siklus hanya memperoleh nilai rata-rata 50. Setelah dilaksanakan bimbingan pada siklus I meningkat menjadi 72 dan pada siklus II menjadi 88.
  2. Kemampuan kepala sekolah dalam melaksanakan kegiatan supervise akademik mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari kegiatan supervise akademik yang dilaksanakan pada siklus I hanya mencapai 82% dan setelah dilaksanakan kegiatan pada siklus II meningkat menjadi 95%.

Saran

Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan, peneliti dapat memberikan saran sebagai berikut.

  1. Kegiatan supervise hendaknya dilaksanakan tidak hanya pada saat kegiatan penilaian angka kredit saja. Hal ini dikarenakan jika supervise dilaksanakan satu kali dalam satu tahun maka guru cenderung bersantai-santai meskipun ada aturan-aturan terbaru yang harus dikuasainya.
  2. Kegiatan penelitian yang telah dilaksanakan sebaiknya didesiminasikan dalam lingkup kegiatan kepala sekolah. Tujuan desiminasi adalah berbagi praktik baik dalam kegiatan untuk memajukan mutu sekolah.
  3. Kepala sekolah hendaknya membuat jadwal supervise akademik yang disisipkan dalam program sekolah dan diketahui oleh guru serta pengawas sekolah. Program tersebut alangkah baiknya dituliskan juga pada papan informasi agar dapat terpantau.

DAFTAR PUSTAKA

Abdul Majid. 2014. Perencanaan Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Arikunto Suharsimi. 2006. Dasar-Dasar Supervisi. Jakarta: Rineka Cipta

Asmani Jamal Ma’mur. 2012. Tips Efektif Supervisi Pendidikan Sekolah. Yogyakarta: DIVA Press

Daryanto. 2011. Administrasi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta

Fadlilah. 2014. Implementasi Kurikulum 2013. Yogyakarta: Ar Ruzz Media

Hamdani. 2011. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka Setia.

Kompri. 2017. Standardisasi Kompetensi Kepala Sekolah Pendekatan Teori untuk Praktik Profesional. Jakarta: Kencana

Mukhtar dan Iskandar. 2009. Orientasi Baru Supervisi Pendidikan. Jakarta: GP Press

Mulyasa. 2011. Manajemen dan Kepemimpinan Kepala Sekolah. Jakarta: Bumi Aksara

Ngalim Purwanto. 2012. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya

Saminanto. 2009. Penelitian Tindakan Kelas. Semarang: Rasail Media Genap

Syaiful Sagala. 2008. Administrasi Pendidikan Kontemporer. Bandung: Alfabeta

Syaiful Sagala. 2009. Kemampuan Guru dan Tenaga Kependidikan. Bandung: Alfabeta

Biodata Penulis

Nama : Sodiqun Wahab, S.Pd.SD.

Unit Kerja : SD Negeri 3 Gerduren, Korwilcam Dindik Purwojati

You cannot copy content of this page