Iklan

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL GROUP INSVESTIGATION DENGAN ALAT PERAGA CHARTA UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN ALAT INDRA DI KELAS IV SD NEGERI BANJARANYAR 03 SEMESTER I TAHUN 2017/2018

Sri Hartati, S.Pd.SD

ABSTRAK

Penelitian bertujuan untuk Meningkatkan prestasi belajar siswa pada pembelajaran IPA kompetensi alat indra di kelas IV SD Negeri Banjaranyar 03 Semester I Tahun 2017/2018.

Laporan Penelitian Tindakan Kelas ini menyajikan hasil penelitian mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, dan hasil penelitian serta pembahasannya Dalam kegiatan penelitian ini, peneliti melaksanakan perbaikan pembelajaran melalui dua siklus perbaikan. Peda siklus pertama hasil yang dicapai masih kurang maksimal ini terlihat dari hasil refleksi siklus pertama.yaitu Hasil analisis terhadap Nilai Rata-Rata Kelas, Prosentase Ketuntasan Belajar dapat dijelaskan sebagai berikut. Ketercapaian Nilai rata-rata 68 , KKM yang telah ditetapkan yaitu 70. Jadi nilai rata-rata belum mencapai KKM. Prosentase ketuntasan belajar hanya mencapai 60 % sedang KKM ketuntasan belajar adalah 75 %.

Setelah peneliti melaksanakan perbaikan pembelajaran siklus II, peneliti merasa sudah puas dengan hasil yang cukup maksimal, hal ini terlihat dari hasil refleksi siklus II, yaitu Hasil nilai rata-rata kelas mencapai 77 ini sudah melampaui KKM 70. Prosentase ketuntasan belajar mencapai 88 %. Hal ini dipengaruhi oleh meningkatnya aktivitas siswa.

Dengan menerapkan pendekatan pembelajaran Kooperatif Model Group Insvestigation denga alat peraga Charta maka dapat meningkatkan pemahaman dan hasil pembelajaran IPA materi alat indra manusia.

Rekomendasi atau saran peneliti berharap agar hasil penelitian ini dijadikan bahan referensi untuk memacu meningkatkan mutu pendidikan khususnya guru-guru SD Negeri Banjaranyar 03, dan umumnya semua kalangan guru, sehingga kinerja serta hasilnya dapat mencapai apa yang diharapkan.

Kata kunci : Pembelajaran Kooperatif, Model Group Insvestigation, Alat peraga

Charta, KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal)

Latar Belakang

Meskipun masalah pendidikan begitu kompleks, namun pada akhirnya dalam kondisi tertentu semua itu bermuara pada peranan guru dalam memainkan seluruh komponen pendidikan secra harmonis, yang akhirnya dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Salah satu komponen peningkatan-peningkatan mutu di SD adalah sarana dan prasarana pendidikan termasuk didalamnya penggunaan media belajar atau alat peraga pendidikan.

Kedudukan alat peraga dalam pembelajaran cukup menentukan sebab meskipun seorang guru dalam melaksanakan proses pembelajaran telah menguasai materi dengan baik dan sudah menggunakan metode yang tepat, tetapi jika tidak memanfaatkan alat peraga, terlebih lagi untuk SD, maka tujuan pembelajaran tidak dapat dicapai secara optimal.

Rendahnya kualitas pendidikan dan rendahnya daya serap anak terhadap materi IPA terlihat dari prestasi yang dicapai oleh siswa Kelas IV SD Negeri Banjaranyar 03 pada tahun pelajaran 2017/2018. Nilai rata-rata tes formatif materi alat indra adalah 58, siswa yang tuntas dari 42 siswa adalah 12 siswa atau 29 %, Prestasi yang dicapai oleh anak di kelas IV SD Negeri Banjaranyar 03 tidak bervariasi jauh dari yang telah dikemukakan tersebut, demikian pula tahun-tahun sebelumnya. Rendahnya prestasi yang diperoleh siswa disebabkan kurangnya penggunaan alat peraga, dan strategi pembelajaran yang kurang tepat.

Berdasarkan uraian tersebut, maka penelitian ini dilakukan. Disamping itu, penelitian seperti ini belum pernah dilakukan, terutama disekolah yang menjadi sasaran penelitian ini. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka peneliti mencoba melakukan upaya perbaikan pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Kooperatif Tipe Group Insvestigation dengan alat peraga Charta.

Rumusan Masalah

Rendahnya prestasi belajar siswa pada pelajaran IPA di Kelas IV SD Negeri Banjaranyar 03 Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes dipengaruhi beberapa faktor yakni dari kemampuan profesional guru, kemampuan siswa, sarana dan prasarana pendukung pembelajaran yang tidak kalah pentingnya adalah strategi dan model pembelajaran serta penggunaan alat peraga. Pada pembelajaran IPA di Kelas IV SD Negeri Banjaranyar 03 beberapa faktor tersebut masih kurang, sehingga berdampak pada rendahnya pencapaian prestasi belajar siswa. Untuk itu peneliti merumuskan masalah sebagai berikut :

  1. Bagaimana upaya meningkatkan prestasi belajar siswa pada pembelajaran IPA materi pokok alat indra di kelas IV SD Negeri Banjaranyar 03 semester 1 tahun pelajaran 2017/2018?
  2. Apakah dengan penerapan Pendekatan Pembelajaran Kooperatif Model Group Insvestigation dengan alat peraga Charta dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada pembelajaran IPA materi pokok alat indra di kelas IV SD Negeri Banjaranyar 03?

Tujuan Penelitian

Meningkatkan prestasi belajar siswa pada pembelajaran IPA materi pokok alat indra melalui pendekatan pembelajaran kooperatif model Group Insvestigation dengan menggunakan alat peraga Charta di kelas IV SD Negeri Banjaranyar 03 Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes tahun pelajaran 2017/2018.

Manfaat Penelitian

  1. Manfaat Teoritis
  2. Mendapatkan teori tentang cara meningkakan prestasi belajar siswa melalui penerapan pendekatan pembelajaran kooperatif model Group Insvestigation dengan menggunakan alat peraga charta.
  3. Sebagai dasar untuk melakukan penelitian selanjutnya, atau bidang kajian lain.
  4. Manfaat Praktis
  5. Bagi siswa akan memperoleh manfaat berupa meningkatnya hasil belajar, karena mereka lebih senang belajar dengan menggunakan alat bantu pelajaran.
  6. Bagi guru merupakan motivasi untuk selalu menggunakan strategi serta model pembelajaran, dan alat bantu pelajaran agar prestasi belajar siswa dapat meningkat.
  7. Bagi sekolah, sangat bermanfaat sebagai salah satu bagian dalam menyusun anggaran belanja yang memadai untuk membeli dan menyiapkan alat-alat bantu pelajaran. Dengan kegiatan penelitian tindakan kelas sedikit banyaknya berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah.

Alat Bantu Pelajaran

Pengertian Alat Bantu Pelajaran

Pengertian alat bantu peljaran : Suatu alat bantu pelajaran adalah sebagai perantara, pengantar pesan dari pengirim pesan. Dalam kaitannya dengan pembelajaran, alat bantu pelajran adalah suatu yang dapat menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima pesan sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat siswa sehingga terjadi proses belajar.

Dengan penggunaan alat bantu pelajaran yang tepat dapat menambah belajar seorang siswa dalam satu periode pengajaran dan mempercepat seluruh proses pelatihan, sebaliknya penggunaan alat bantu pelajaran yang tidak tepat akan menyebabkan siswa-siswa salah paham terhadap pokok yang diberikan dan sangat merintangi mereka mencapai hasil belajar seperti yang diinginkan dari pelajaran tersebut.

Investigasi Kelompok ( Group Insvestigation )

Strategi belajar kooperatif GI dikembangkan oleh Shlomo Sharan dan Yael Sharan di Universitas Tel Aviv Isral. Secara umum perencanaan pengorganisasian klas dengan menggunakan teknik koopreatif GI adalah kelompok dibentuk oleh siswa itu sendiri dengan beranggotakan 2-6 orang, tiap kelompok bebas memilih subtopik dari keseluruhan unit materi (pokok bahasan) yang akan diajarkan, dan kemudian membuat atau menghasilkan laporan kelompok. Selanjutnya setiap kelompok mepresentasikan atau memamerkan laporannya kepada seluruh kelas, untuk berbagi dan saling tukar informasi temuan mereka (Burns, et al., tanpa tahun). Menurut Slavin (1995a), strategi kooperatif GI sebenarnya dilandasi oleh pilosofi belajar John Dewey.

Belajar kooperatif dengan teknik GI sangat cocok untuk bidang kajian yang memerlukan kegiatan studi proyek terintegrasi (Slavin, 1995a) yang mengarah kepada kegiatan perolehan, analisis, dan sintesis informasi dalam upaya untuk memecahklan suatu masalah. Oleh karenanya, kesuksessan implementasi teknik kooperatif Gi sangat tergantung dari pelatihan awal dalam penguasaan keterampilan komunikasi dan sosial. Tugas-tugas akademik harus diarahkan kepada pemberian kesempatan bagi anggota kelompok untuk memeberikan berbagai macam kontribusinya, bukan hanya sekedar di desain untuk mendapat jawaban dari suatu pertanyaan yang bersifat faktual (apa, siapa, dimana, atau sejenisnya). Menurut Slavin (1995a), strategi belajar koopratif GI sangatlah ideal diterapkan dalam pelajaran biologi (IPA). Dengan topik materi IPA yang cukup luas dan desain tugas-tugas atau sub-subtopik yang mengarah kepada kegiatan metode ilmiah, diharapkan siswa dalam kelompoknya dapat saling memberi kontribusi berdasarkan pengalaman sehari-harinya.

Implementasi strategi belajar kooperatif GI dalam pembelajaran secara umum dibagi menjadi enam langkah yaitu : (1) mengiddentifikasi topik dan mengorganiasikan siswa ke dalam kelompok ,(2) merencanakan tugas-tugas belajar direncanakan secara bersama oleh para siswa dalam kelompok masing-masing, (3) melaksanakan insvestigasi siswa mencari informasi, menganalisis data dan membuat kesimpulan, (4) menyiapkan laporan akhir (5) mempresentasikan laporan akhir.(6) Evaluasi.

Asumsi yang digunakan sebagai acuan dalam pengembangan model pembelajaran kooperatif, yaitu : (1) untuk meningkatkan kemampuan, kreatifitas siswa yang ditempuh melalui pengembangan proses kreatif menuju suatu kesadaran dan pngembangan alat bantu yang secara eksplisit mendukung kreatifitas, (2) komponen emosional lebih penting dari pada intelektual, yang tak rational lebih penting dari pada yang rasional, (3) untuk meningkatkan peluang keberhasilan dalam memecahkan suatu masalah harus lebih dahulu memahami komponen emosional dan irasional.

Model pembelajaran kooperatif GI langkah-langkah pembelajarannya adalah :

  1. Membagi siswa ke dalam kelompok kecil yang terdiri dari ± 5 siswa;
  2. Memeberikan pertanyaan terbuka yang bersifat analitis;
  3. Mengajak setiap siswa untuk berpartisipasi dalam menjawab pertanyaan kelompoknya secara bergiliran searah jarum jam dalam kurun waktu yang disepakati.

Kerangka Berpikir

Hipotesis Tindakan

Diduga dengan menerapkan pendekatan Kooperatif Model Group Insvestigation dengan menggunakan alat peraga Charta akan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada pembelajaran IPA materi pokok alat indra di Kelas IV SD Negeri Banjaranyar 03 Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes pada semester 1 Tahun pelajaran 2018/2019.

METODOLOGI PENELITIAN

Seting Penelitian

Waktu Penelitian

Penelitian dindakan Kelas ini dilaksanakan pada semester 1 Tahun Pelajaran 2018/2019 yaitu bulan Juli sampai dengan Desember 2018. Diawali dengan pengajuan proposal penelitian sampai persiapan pelaksanaan kegiatan perbaikan, pembuatan laporan penelitian ini. Adapun jadwal pelaksanaan kegiatan perbaikan pembelajaran adalah sebagai berikut :

No. Kegiatan Hari/ Tanggal Waktu
1. Prasiklus Kamis, 29 Agustus 2018 07.15 – 08.25
2. Siklus I Kamis,19 September 2018 07.15 -10.00
3. Siklus II Kamis,26 September 2018 07.15 -10.00

Tempat Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Banjaranyar 03 Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes.

Subyek Penelitian

Subyek penelitian pada Penelitian Tindakan kelas ini adalah siswa Kelas IV SD Negeri Banjaranyar 03, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes pada tahun pelajaran 2018/2019. Dengan jumlah siswa 20 terdiri dari 11 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan. Sumber Data

Sumber data penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Negeri Banjaranyar 03 , dan Guru Kelas IV, data siswa yang diambil berupa tes hasil belajar, keaktifan siswadan interaksi antara guru dengan siswa dalam proses belajar mengajar serta kegiatan mengajar guru.

Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara :

  1. Teknik Tes
  2. Teknik Observasi
  3. Teknik Angket /Questionner

Alat Pengumpul Data

Alat pengumpul data dalam penelitian ini berupa :

  1. Butir Soal
  2. Lembar Observasi Siswa
  3. Lembar Observasi Guru

Validitas Data

  1. Agar diperoleh data prestasi belajar siswa yang absah (valid) diperlukan adanya instrumen tes yang valid yang memuat sejumlah butir soal yang tepat mengukur penguasaan siswa tentang kesamaan dua ekspresi (operasi hitung campuran)
  2. Validitas data proses pembelajaran dilakukan dengan menggunakan metode tanya jawab, diskusi kelas, dan diskusi kelompok yang menitik beratkan pada keaktifan siswa dalam belajar dengan optimalisasi proses observasi.

Analisis / Pengolahan Data

Pada setiap akhir pembelajaran setiap pertemuan dan setiap sikluspeneliti melakukan analisis data hasil pengamatan dan data hasil tes. Data hasil pengamatan dianalisis dengan tahapan-tahapan sebagai berikut, (1) mereduksi data, (2) menganalisis data, dan (3) melaporkan data, (Wardani, 2002:2.28).

Kegiatan mereduksi data adalah kegiatan membuang data yang tidak relevan dengan pedoman observasi dan mencatat data yang dapat digunakan untuk laporan hasil penelitian. Kegiatan mengorganisasikan data adalah kegiatan mengurutkan atau mendeskripsikan data secara kronologis sesuai dengan urutan kegiatan pembelajaran.

Selanjutnya, data yang telah diorganisasikan tersebut dijadikan bahan laporan hasil penelitian. Bahan laporan tersebt disusun secara sistematis yang berup deskripsi pembelajaran atau hasil penelitian.

Data yang digunakan untuk mengukur peningkatan hasil belajar adalah data hasil tes siklus pertama dan siklus kedua. Data-data tersebut berupa angka, karena itu teknik pengolahan data yang digunakan adalah teknik kuantitatif. Teknik kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah mencari selisih hasil tes siklus kedua pertemuan kedua dikurangi hasil tes siklus pertama pertemuan pertama. Hasil tes siklus kedua pertemuan kedua merupakan postes dan hasil tes siklus pertama pertemuan pertama merupakan pretes. Selisih keduanya merupakan hasil belajar, (Arikunto,1998:84). Adapun selisih-selisih yang dicari adalah selisih ketercapaian setiap tugas dan selisih ketercapaian seluruh tugas. Hasil pengolahan data tersebut diubah ke dalam bentuk diagram batang dan diagram lingkaran.

Hasil pengolahan hasil tes tersebut digunakan untuk membuktikan hipotesis. Apabila dari hasil pengolahan data tersebut diperoleh peningkatan hasil belajar berarti hipotesis terbukti. Sebaliknya, jika tidak terjadi peningkatan hasil belajar hipotesis tidak terbukti.

Prosedur Penelitian

Prosedur penelitian Tindakan Kelas terhadap pembelajaran IPA materi pokok alat indra melalui pendekatan pembelajaran kooperatif model Group Insvestigation dengan menggunakan alat peraga Charta di SD Negeri Banjaranyar 03 kelas IV akan peneliti lakukan sampai dua siklus perbaikan.. Setiap siklus terdapat empat fase yang meliputi (1) merencanakan PTK, (2) melaksanakan PTK, (3) melaksanakan observasi, dan (4) melakukan refleksi. Keempat fase tersebut direncanakan dan dilaksanakan untuk meningkatkan pemahama n dan meningkatkan minat belajar siswa tentang kompetensi dasar Menyederhanakan kesamaan dua ekspresi menggunakanpenjumlahan, pengurangan, atau perkalian pada kedua ruas sehingga diperoleh bentuk yang paling sederhana melalui penerapan pendekatan saintifik model kooperatif teknik true or false di SD Negeri Banjaranyar 03

Fase-fase pada siklus pertama dirancang dari hasil refleksi kegiatan pembelajaran sehari-hari. Sedang fase pada siklus kedua dirancang dari refleksi siklus pertama. Dengan cara demikian diharapkan pada siklus kedua pertemuan kedua seluruh siswa kelas IV SD Negeri Banjaranyar 03 dapat meningkatkan hasil belajarnya.

Selanjutnya peneliti menjelaskan kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada setiap fase sebagai berikut :

Merencanakan PTK

Kegiatatan yang peneliti laksanakan dalam merencanakan PTK adalah sebagai berikut : pertama peneliti menyusun rencana perbaikan pembelajaran (RPP), kedua peneliti menyusun tugas/LKS dan tes formatif yang harus dikerjakan selama proses pembelajaran untuk mengukur ketercapaian indikator, ketiga peneliti menyusun pedoman observasi sebagai instrument untuk mengumpulkan data tentang proses pembelajaran dan membuat angket/questioner untuk dibagikan pada siswa di akhir siklus. Hal ini untuk mengetahui sejauh mana minat belajar siswa terhadap pembelajaran yang dilaksanakan

Melaksanakan PTK

Kegiatan melaksanakan PTK adalah melakukan pembelajarandengan berpedoman pada RPP yang telah disusun pada fase perencanaan. Pelaksanaan PTK disesuaikan dengan jadwal yang telah ditetapkan.

Pelaksanaan pembelajaran tersebut meliputi tiga tahapan kegiatan yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti yang didalamnya dilaksanakan tes formatif atau tes hasil belajar, dan kegiatan penutup yang berupa kegiatan penegasan atau refleksi terhadap kegiatan pendahuluan dan kegiatan inti.

Melaksanakan Observasi

Observasi dilakukan oleh kedua observer selaku teman sejawat. Pengamatan tersebut dilakukan terhadap proses pembelajaran yang dilakukan peneliti. Dalam pelaksanaannya para observer mengamati dan mencatat kegiatan yang dilakukan oleh peneliti dan siswa mulai dari kegiatan pendahuluan, kegiatan inti termasuk tes formatif, dan penutup dengan menggunakan pedoman observasi yang telah disiapkan.

Melaksanakan Refleksi

Refleksi dilakukan bersama ketiga observer setelah proses pembelajaran siklus pertama, pertemuan kedua dan siklus kedua pertemuan kedua. Hasil refleksi adalah ditemukannya indikator-indikator yang sudah tercapai dan belum tercapai dalam pembelajaran melakukan perkalian bilangan yang hasilnya bilangan dua angka. Selanjutnya indikator-indikator yang belum tercapai dicarikan sebab-sebab ketidaktercapaiannya. Bertitik tolak dari sebab-sebab ketidaktercapaian tersebut dicarikan solusi untuk mengatasinya. Selanjutnya solusi tersebut dijadikan dasar untuk memperbaiki rencana perbaikan pembelajaran (RPP) siklus pertama yang akan digunakan sebagai RPP Siklus kedua.

Indikator Kinerja

Aktivitas siswa dalam pembelajaran materi alat Indra menggunakan Pendekatan Kooperatif model Group Insvestigation meningkat dengan kriteria sekurang-kurangnya baik.

Aktivitas guru dalam pembelajaran IPA materi alat Indra meningkat dengan kriteria sekurang-kurangnya baik. 80% siswa kelas IV SD Negeri Banjaranyar 03 Kecamatan Brebes mengalami ketuntasan belajar individual sebesar ≥ 70 dalam pembelajaran tematik terpadu pada muatan matematika meteri operasi hitung campuran.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

Berdasarkan kegiatan yang telah dilaksanakan pada setiap siklus, sebanyak dua siklus dalam penelitian tindakan kelas ini sebagai upaya meningkatkan prestasi belajar siswa pada materi pokok panca indra dengan penerapan pendekatan pembelajaran kooperatif model Group Insvestigation dengan alat peraga Charta dapat tergambar pada laporan hasil pembahasan yang diuraikan persiklus sebagai berikut :

Siklus I

Refleksi

Proses pembelajaran yang aktif dan kreatif dapat diwujudkan dengan mengoptimalkan sumber daya yang ada baik strategi/model pembelajaran, alat bantu/media, kemampuan guru dan kemampuan siswa. Hasil observasi pada siklus I ini baik kegiatan siswa maupun kegiatan guru dijadikan bahan dalam menentukan tindakan selanjutnya yaitu :

  1. Persiapan mengajar yang dibuat belum menggambarkan pembelajaran yang aktif dan kreatif.
  2. Kurangnya motivasi guru terhadap siswa
  3. Kurang optimalnya memanfaatkan alat peraga dalam menyampaikan materi
  4. Guru kurang memberikan penguatan pada siswa bak berupa penghargaan atau hadiah.
  5. Kurang optimalnya dalam menerapkan Pembelajaran Kooperatif Model GI dengan alat peraga Charta.

Siklus II

Hasil Angket/Questioner

Sebelum menutup pelajaran pada siklus II, peneliti membagikan Angket Respons Siswa terhadap kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan, dan hasilnya seperti di bawah ini :

No Pertanyaan Jawaban
Ya Tidak Biasa saja
1 Apakah kalian senang dengan pembelajaran yang kita lakukan tadi? 18 2
2 Apakah pembelajaran tadi menarik? 18 2
3 Apakah pembelajaran tadi membuat materi pembelajaran mudah dipahami? 15 5
4 Apakah ada kesulitan selama pembelajaran? 18 2
5 Apakah kalian dapat memahami materi pembelajaran tadi? 15 5
6 Apakah kalian bersedia mengikuti pembelajaran seperti ini lagi? 20

Refleksi

Berdasarkan hasil dari kegiatan perbaikan pembelajaran siklus II, baik itu aktivitas siswa, aktivitas guru, dan hasil belajar, serta hasil angket respons siswa, maka peneliti merasa cukup puas karena kegiatan perbaikan selam dua siklus ini telah menunjukkan hasil yang cukup optimal sehingga rumusan masalah, hipotesis tindakan serta indikator kinerja dari penelitian ini sudah dapat terjawab. Dan peneliti menganggap bahwa kegiatan Penelitian Tindakan kelas ini dianggap sudah selesai di siklus II.

Pembahasan

Dalam pembahasan hasil penelitian tindakan kelas ini peneliti akan membahas hasil kegiatanpembelajaran mulai dari kondisi awal, siklus I, dan siklus II.

Hasil Penelitian Kondisi Awal

Pada kegiatan pembelajaran IPA sehari-hari materi pokok panca indra nilai rata-rata kelas hanya mencapai 58, sedang siswa yang tuntas belajar hanya 30 % dari jumlah siswa kelas IV. 70 % nya perolehan nilainya masih di bawah KKM yang ditetapkan yaitu 70. Aktivitas siswa hanya mencapai 40 % dari jumlah siswa kelas IV. Dengan kondisi seperti in peneliti mengadakan Kegiatan Penelitian Tindakan Kelas selama dua siklus perbaikan yang direncanakan. Data tersebut disajikan dalam tabel di bawah ini :

Tabel 4.3 Hasil Observasi Kondisi Awal

Aspek yang diobservasi Hasil Observasi
Aktivitas siswa/kesiapan siswa 40 %
Hasil Belajar (nilai rata-rata) 58
Ketuntasan Belajar 29 %

Hasil PenelitianSiklus I

Kegiatan pembelajaran Siklus I menerapkan pendekatan pembelajaran Kooperatif Model GI dengan lat bantu pelajaran Charta Panca Indra,, ternyata hasil observasi menunjukkan adanya peningkatan hasil dari aspek yang diamati, antara lain :

  1. Aktivitas siswa meningkat dari 40 % menjadi 55 %
  2. Hasil belajar atau nilai rata-rata Kelas dari 58 menjadi 68
  3. Ketuntasan belajar meningkat dari 29 % menjadi 60 %

Perbandingan hasil pengamatan di atas disajikan dalam tabel di bawah ini :

Tabel 4.4 Perbandingan Hasil Observasi Kondisi awal dengan Siklus I

Aspek yang diobservasi Hasil Observasi
Prasiklus Siklus I
Aktivitas siswa/kesiapan siswa 40 % 55 %
Hasil Belajar (nilai rata-rata) 58 68
Ketuntasan Belajar 29 % 60 %

Hasil Penelitian Siklus II

Berdasar dari hasil refleksi pada siklus I, maka peneliti memperbaikinya di siklus II, dan hasilnya ternyata ada peningkatan yang signifikan di banding peningkatan dari kondisi awal ke siklus I, adapun hasil penelitian siklus II sebagai berikut :

  1. Aktivitas siswa meningkat menjadi 95 %
  2. Hasil belajar (Nilai rata-rata) menjadi 77
  3. Prosentase ketuntasan belajar klasikal menjadi 88 %

Perbandingan hasil penelitian kondisi awal, siklus I dan sklus II disajikan dalam tabel di bawah ini :

Aspek yang diobservasi Hasil Observasi
Prasiklus Siklus I Siklus II
Aktivitas siswa/kesiapan siswa 40 % 55 % 95 %
Hasil Belajar (nilai rata-rata) 58 68 77
Ketuntasan Belajar 29 % 60 % 88%

Data setiap hasil penelitian pada tabel tersebut disajikan dalam diagram seperti di bawah ini :

Digaram 4.1 Peningkatan Aktifitas Siswa

Digaram 4.2 Peningkatan Nilai Rata-Rata

Diagram 4.3 Peningkatan Prosentase Ketuntasan Belajar

Berdasar dari hasil dan pembahasan penelitian di atas maka peneliti beranggapan bahwa kegiatan Penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan selama dua siklus perbaikan telah selesai dan berhasil, sehingga rumusan masalah, hipotesis, dan indikator kinerja yang diruumuskan dalam Penelitian Tindakan Kelas ini dapat terjawab. Sehingga kesimpulan awal yang dapat diambil peneliti adalah bahwa dengan menerapkan pendekatan Kooperatif Model Group Insvestigation dengan menggunakan alat peraga charta, dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA materi pokok panca indra di kelas IV SD Negeri Banjaranyar 03 Kecamtan Brebes Kabupaen Brebes.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Berdasarkan hasil yang diperoleh selama melaksanakan penelitian tindakan kelas ini dapat disimpulkan bahwa penelitian indakan kelas telah menciptakan perubahan kearah yang positif. Perubahan itu meliputi perubahan pada siswa dan perubahan pada guru.

Perubahan yang terjadi pada siswa terlihat pada meningkatnya minat siswa dalam proses belajar mengajar yang diikuti dengan meningkatnya hasil prestasi belajar siswa pada materi pokok pancaindra. Indikator ini terlihat pada : (1) kesiapan belajar siswa semakin meningkat, (2) siswa semakin aktif dalam mengikutiproses pembelajaran terbukti dengan banyaknya siswa bertanya, menanggapi pertanyaan atau jawaban siswa lain, (3) banyaknya siswa yang merasa lebih senang belajar dengan menggunakan alat peraga.

Perubahan yang terjadi pada guru peneliti adalah guru mengalami peningkatan kinerja dalam proses pembeljaran terutama dalam penggunaan media pembelajaran serta strategi/model pembelajaran yang tepat untuk menyajikan pepembelajaran IPA materi pokok pancaindra. Indikator ini terlihat pada : (1) merencanakan persiapan proses pembelajaran dengan sebaik-baiknya sehingga tercapai pembelajaran yang aktif dan kreatif, (2) meningkatnya motivasi guru terhadap siswa dalam pembelajaran sehingga minat siswa dalam belajar meningkat pula, (3) meningkatnya kualitas pembelajaran sehingga mutu hasil belajar siswa meningkat.

Perubahan kearah yang positif tidak hanya terjadi pada siswa dan guru peneliti saja tetapi juga pada guru mitra/teman sejawat. Perubahan tersebut berupa semakin meningkatkan kegiatan observasi yang dilaksanakan, demikian pula kualitas temuan-temuan yang diperoleh selama proses tindakan yang dijadikan dasar bagi perbaikan pada proses pembelajaran berikutnya baik di kelas maupun di kelas guru mitra/teman sejawat mengajar.

Saran

Sehubungan dengan hasil penelitian ini, peneliti mengemukakan beberapa saran dalam usaha meningkakan mutu pembelajaran dan mutu pendidikamn khususnya pada materi pokok pancaindra dan pelajaran IPA pada umumnya sebagai berikut :

  1. Diharapkan guru mengajar materi pancaindra, serta menerapkan strategi mengajar yang tepat yaitu Pendekatan Pembelajaran Kooperatif Model Group Insvestigation dengan menggunakan alat peraga charta karena dapat meningkatkan minat, motivasi, dan hasil belajar siswa.
  2. Diharapkan guru membiasakan mempresentasikan hasil kerja siswa di depan kelas kemudian mengomentari kekurangan dan kelebihan hasil kerja tersebut.
  3. Karena hasil yang dcapai melalui penelitiantindakan kelas ini nyata dan positif, maka diharapkan pada kelas-kelas lain bahkan sekolah lain dapat menerapkan strategi belajar/ tindakan tersebut dalam proses pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA

Arsyad Ashar, 2001. Media Pembelajaran. Jakarta : PT. Raja Cerapindi Persada.

Depdiknas. Dirjen.Dikdasmen. Direktorat Pendidikan lanjutan Pertama. 2005. Hakekat Sains. Jakarta

Djamarah, Syaiful Bahri. 1994, Prestasi Belajar Dan Kompetensi Guru.Surabaya : Usaha Nasional.

Djamarah Syaiful Bahri, dkk.2016. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta :PT. Rineka Cipta

Dr. Rusman, M.Pd. 2010. Model-Model Pembelajaran. Jakarta :PT. Raja Grafindo Persada.

Pasaribu dan B.Simanjuntak. 1982. Proses Belajar Mengajar. Jakarta : Rasito

Siregar Eveline, dkk.2014. Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta :Ghalia Indonesia.

Udin S.Winataputra. dkk. 2007. Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta :Universitas Terbuka

Wardani I.G.A.K. dkk.2006. TeknikMenulis Karya Ilmiah. Jakarta :Universitas Terbuka

Wardani I.G.A.K. dkk.2006. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta :Universitas Terbuka.

BIODATA PENULIS

Nama : Sri Hartati, S.Pd.SD

NIP : 19650303 199103 2 007

Pangkat, Gol/Ruang : Pembina, IV a

Jabatan : Guru Kelas

Lokasi Penelitian : SD Negeri Banjaranyar 03 , Kelas IV

You cannot copy content of this page