Iklan

PENERAPAN PAKEM DALAM PEMBELAJARAN IPA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VI SEMESTER II SDN AJIBARANG WETAN TAHUN PELAJARAN 2018/2019

Oleh : Jumiati,S.Pd.SD.

ABSTRAK

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran IPA juga untuk meningkatkan aktivitas siswa, dan meningkatkan kualitas pembelajaran dengan menerapkan PAKEM. Penelitian dilakukan di kelas VI Semester II SD Negeri 3 Darmakradenan Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas tahun peajaran 2018 /2019 . Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dua siklus, setiap siklus terdiri dari empat komponen yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan tes dan nontes. Data non tes dianalisis menggunakan deskripsi kualitatif, sedangkan data hasil belajar dianalisis dengan menggunakan tehnik kuantitatif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa sampai dengan akhir siklus mengalami peningkatan dengan nilai tertinggi 100, rata-rata 75,21 dan ketuntasan individu sebesar 90,9 % dengan nilai 60. Aktifitas guru dalam pembelajaran IPA dengan model PAKEM sampai dengan akhir siklus meningkat dengan skor 56 dengan kriteria baik. Aktifitas siswa dalam pembelajaran IPA dengan model PAKEM sampai dengan akhir siklus meningkat dengan skor 50 dengan kriteria baik. Simpulan penelitian ini adalah dengan menerapkan model pembelajaran PAKEM hasil belajar siswa, aktifitas siswa dan aktifitas guru meningkat.

Kata kunci : Hasil Belajar, PAKEM, Pembelajaran IPA

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Kualitas pendidikan hampir di setiap jenjang dan satuan pendidikan masih rendah, berbagai usaha telah dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan baik dengan pengembangan kurikulum, peningkatan kompetensi guru, pengadaan buku dan alat peraga, sarana pendidikan. Namun usaha itu ternyata belum menunjukan peningkatan yang signifikan.

Peran serta sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan selama ini sangat kurang, partisipasi guru dalam pengambilan keputusan sering terabaikan padahal di sekolah sangat bergantung pada guru. Guru harus memahami bahwa apapun yang dilakukan di ruang kelas saat pembelajaran berlangsung mempunyai pengaruh, baik positif atau negatif terhadap kualitas dan hasil belajar.

Secara umum Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), meliputi bidang kajian energi dan perubahannya, bumi antariksa, makhluk hidup dan proses kehidupan, dan materi dan sifatnya. Ilmu Pengetahuan Alam merupakan pengetahuan ilmiah yang telah mengalami uji kebenaran melalui metode ilmiah, yang pokok bahasannya adalah alam dan segala isinya.

Rumusan Masalah

Apakah dengan menerapkan model PAKEM Hasil Belajar IPA siswa kelas VI SD Negeri 3 Darmakradenan dapat meningkat?

Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan hasil dalam belajar IPA.

Manfaat Penelitian

Kegiatan penelitian tindakan kelas ini bermanfaat untuk : a) memotivasi aktifitas belajar dan meningkatkan hasil belajar IPA, b) Meningkatkan kreatifitas dan inovasi dalam melaksnakan proses pembelajaran, c) Menciptakan iklim yang kondusif untuk pengembangan pembelajaran.

KAJIAN PUSTAKA

Kajian Teori

Hakekat IPA

IPA membahas tentang gejala-gejala alam yang disusun secara sistematis yang didasarkan pada hasil percobaan dan pengamatan yang dilakukan oleh manusia. IPA merupakan ilmu yang berhubungan dengan gejala alam dan keberadaan yang sistematis yang tersusun secara teratur, berlaku umum yang berupa kumpulan dari hasil observasi dan eksperimen (Samatowa, 2006 : 2).

Pendidikan IPA di SD diharapkan dapat menjadi wahana bagi siswa untuk mempelajari dirinya sendiri dan alam sekitarnya. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep atau prinsip-prinsip saja tetapi merupakan suatu proses penemuan.

Model PAKEM

Pakem adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran, guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya, mempertanyakan, dan mengemukakan gagasan. Kreatif dimaksudkan adalah siswa mampu menghasilkan sesuatu untuk kepentingan dirinya dan orang lain. Efektif artinya menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung atau tercapainya tujuan pembelajaran. Menyenangkan adalah suasana belajar mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya penuh pada pembelajaran (Depdiknas, 2005:77).

Hasil Belajar

Pengertian prestasi adalah “hasil yang telah dicapai (dari yang telah dilakukan, dan sebaginya)” (Depdikbud RI, 1986:700). Selanjutnya, Drs. Syaiful Bahri Djamarah (1994:88), dalam bukunya “Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru”, menyatakan arti prestasi belajar adalah hasil yang diperoleh berupa kesan-kesan yang mengakibatkan perubahan dalam diri individu sebagai hasil dari aktivitas dalam belajar.

Jadi dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar adalah bukti keberhasilan usaha yang dicapai oleh anak dalam belajar yang berupa penambahan pengetahuan, perubahan sikap dan tingkah laku, serta penguasaan keterampilan yang ada di sekolah diwujudkan dalam bentuk prestasi.

METODOLOGI

Obyek Penelitian

Obyek Penelitian ini adalah siswa kelas VI SD Negeri 3 Darmakradenan Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas tahun pelajaran 2018/2019 .

Setting Penelitian

Setting yang ditetapkan dalam penelitian ini adalah meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi.

Perencanaan

Dalam tahap perencanaan ini peneliti membuat perencanaan tindakan diantarannya adalah menelaah materi pembelajaran IPA kelas VI yang akan dilakukan penelitian tindakan, menelaah indikator pembelajaran, menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), serta menyiapkan alat peraga, lembar kerja, lembar evaluasi, lembar observasi

Pelaksanaan Tindakan

Pelaksanaan tindakan penelitian ini direncanakan dalam dua siklus. Siklus pertama dilaksanakan pembelajaran dengan menerapkan model PAKEM. Siklus kedua dilaksanakan untuk memperbaiki segala sesuatu yang belum baik pada siklus pertama.

Observasi

Kegiatan observasi dilaksanakan secara kolaboratif dengan guru pengamat untuk mengamati tingkah laku siswa ketika mengikuti pembelajaran yang menerapkan model PAKEM.

Refleksi

Setelah mengkaji hasil pengamatan aktifitas siswa, aktifitas guru, kualitas dan hasil belajar IPA, serta melihat ketercapaian indikator kinerja maka peneliti melakukan perbaikan pada siklus berikutnya.

Metoda Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini adalah : Observasi, Tes, Dokumentasi, Angket, Catatan kegiatan tindakan

Indikator Kerja

Indikator dalam usaha meningkatkan hasil belajar IPA Kelas VI SD Negeri 3 Darmakradenan ini adalah 75% siswa kelas VI SD Negeri 3 Darmakradenan mengalami ketuntasan belajar individu dengan nilai 60 dalam pembelajaran IPA, aktivitas siswa dalam pembelajaran IPA dengan model PAKEM meningkat dengan kriteria sekurang-kurangnya baik dan aktivitas guru dalam pembelajaran IPA dengan model PAKEM meningkat dengan kriteria sekurang-kurangnya baik.

HASIL PENELITIAN

Kondisi Pra Siklus

Kondisi Pra Siklus l merupakan kondisi siswa sebelum dilaksanakannya pembelajaran dengan menerapkan model PAKEM. Berdasarkan data dapat dilihat bahwa hasil dari tes Pra siklus menujukkan bahwa 12 anak atau 54,5% dibawah ketuntasan, nilai rata-rata 50,51 dan prosentase ketuntasan hanya 45,5% .

Deskripsi Data Pelaksanaan Siklus I

. Kegiatan penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Siklus I. Pembelajaran dilaksanakan selama 2 x 35 menit, dimulai pukul 07.00 dan berakhir pukul 08.10.

Berdasarkan data hasil penelitian pada siklus I mengenai hasil belajar IPA pokok bahasan memahami hubungan antara ciri-ciri makhluk hidup dengan lingkungan tempat hidupnya dengan implementasi model PAKEM dalam proses pembelajaran diperoleh data bahwa dari 22 siswa mengalami ketuntasan belajar sebanyak 73%, sedangkan 27% siswa belum tuntas dalam belajar, hal ini menunjukkan bahwa 22 siswa mengalami ketuntasan belajar, dan 6 siswa belum tuntas. Rerata 63,58 nilai tertinggi 90, dan nilai terendah 40.

Kentutasan belajar IPA tersebut belum mencapai target yang diinginkan seperti pada indikator keberhasilan yaitu 75 % siswa mengalamim ketuntasan belajar individu dengan nilai ≥ 60.

Paparan Hasil Belajar

Pelaksanaan pembelajaran dimulai dengan menyiapkan peserta didik, dan menciptakan suasana ketenangan, keakraban serta kekeluargaan, serta menjelaskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Kemudian siswa diminta berpendapat terhadap masalah yang dihadapi. Pendapat siswa ditampung guru dan ditulis di papan tulis. Untuk mengetahui jawaban siswa benar atau salah dilakukan kegiat pengujian pada pembelajaran

Pada kegiatan inti, siswa diberi kesempatan untuk mengamati peta konsep tentang Fase-fase Bulan. Selanjutnya siswa mencari informasi tentang Fase-fase Bulan pada buku paket. Kelas dibagi menjadi 7 kelompok. Setiap kelompok mendiskusikan tugas pada lembar kerja selama 10 menit. Setiap kelompok menyajikan hasilnya. Siswa lain memberi tanggapan, guru memberi motifasi pada kelompok terbaik secara aktif.

Hasil Observasi yang dilakukan observer selama proses pembelajaran IPA pokok bahasan Memahami hubungan antara ciri-ciri makhluk hidup dengan lingkungan tempat hidupnya dengan implementasi model PAKEM, menunjukkan bahwa aktifitas guru memperoleh skor 50 dengan kriteria baik.

Hasil observasi yang dilakukan observer selama proses pembelajaran IPA pokok bahasan Memahami hubungan antara ciri-ciri makhluk hidup dengan lingkungan tempat hidupnya dengan implementasi model PAKEM, menunjukkan bahwa aktivitas siswa memperoleh skor 42 dengan kriteria baik. Selain melakukan observasi aktivitas guru, aktivitas siswa dan penilaian terhadap hasil belajar, peneliti juga menilai respon siswa terhadap pembelajaran IPA. Penilaian ini diperoleh melalui pembagian angket kepada seluruh siswa pada akhir pembelajaran matematika siklus I.

Hasil angket menunjukkan bahwa siswa menanggapi secara positif proses pembelajaran IPA pokok bahasan Memahami hubungan antara ciri-ciri makhluk hidup dengan lingkungan tempat hidupnya dengan implementasi model PAKEM. Dari 22 siswa 17 anak atau 77,3% menyatakan belajar IPA kali ini menarik dan tidak merasa tertekan sedangkan 5 anak atau 22,7% menyatakan tidak. Namun yang menyatakan senang bertanya/berpendapat dan senang menjawab pertanyaan guru baru 15 anak atau 68,2 % sedangkan 7 anak atau 31,8 % menyatakan tidak.

Observasi

Setelah melaksanakan pembelajaran dan diskusi hasil observasi, selanjutnya diadakan refleksi terhadap segala kegiatan yang telah dilakukan, hasil refleksi siklus I antara lain :

  1. Lingkungan belajar yang diciptakan sudah kondusif.
  2. Dalam pengelolaan kelas belum memiliki aturan main dan kesepakatan.
  3. Guru dalam mengajukan pertanyaan yang mengundang jawaban sisswa masih belum maksimal.
  4. Dari daftar nilai tes siklus I terdapat 22 siswa yang tuntas belajar dan 6 siswa tidak tuntas belajar dengan rata-rata kelas 63,48. persentase siswa yang tuntas belajar 72,7%. Hal ini berarti pembelajaran yang dilaksanakan masih belum berhasil atau belum mencapai indikator keberhasilan.

Refleksi

Kendala siklus I yang ditemukan pada refleksi akan dipecahkan pada siklus ke II dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Guru tetap menjaga lingkungan kelas yang kondusif.
  2. Dibuat aturan main/kesepakatan bersama-sama siswa dalam pengelolaan kelas
  3. Guru akan lebih banyak mengajukan pertanyaan yang mengundang banyak jawaban siswa.
  4. Guru akan membuat tugas-tugas yang lebih menarik dan menantang.

Deskripsi Data Pelaksanaan Siklus II

Paparan Hasil Belajar

Berdasarkan data hasil penelitian pada siklus II mengenai hasil belajar IPA pokok bahasan Memahami hubungan antara ciri-ciri makhluk hidup dengan lingkungan tempat hidupnya dengan implementasi model PAKEM dalam proses pembelajaran diperoleh data bahwa dari 22 siswa mengalami ketuntasan belajar sebanyak 20 siswa atau 90,9%, sedangkan 2 siswa atau 9,1% siswa belum tuntas dalam belajar. Rata-rata nilai 75,12 nilai tertinggi 100, dan nilai terendah 40. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada grafik berikut.

Gambar 2. Grafik Batang Nilai Tes Pra Siklus, Siklus I, dan II

Gambar 3. Grafik Batang Ketuntasan Belajar Pra Siklus, Siklus I, dan II

Kentutasan belajar IPA tersebut sudah mencapai target yang diinginkan seperti pada indikator keberhasilan yaitu 75 % siswa mengalami ketuntasan belajar individu dengan nilai ≥ 60.

Observasi

Pelaksanaan pembelajaran pada siklus II ini melaksanakan pembelajaran IPA dengan model PAKEM dengan menyempurnakan kekurangan-kekurangan pada siklus I. Guru memulai pembelajaran dengan menyiapkan peserta didik dan menciptakan suasana ketenangan, menjelaskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.

Pada kegiatan inti, siswa diberi kesempatan untuk mencari informasi pada buku paket kelas dibagi menjadi 7 kelompok. Setiap kelompok mendiskusikan tugas pada lembar kerja selama 30 menit. Siswa bersama kelompoknya dengan langkah-langkah seperti pada lembar kerja. Siswa menyiapkan sendiri alat dan bahan yang dibutuhkan. Nampak bahwa siswa bersemangat menyelesaikan tugas ini. Guru berkeliling untuk memantau kegiatan kelompok. Sesekali memberikan arahan dan motivasi pada kelompok yang mengalami kesulitan. Pada akhir pembelajaran guru bersama murid membuat rangkuman dan menyimpulkan pembelajaran.

Hasil Observasi yang dilakukan observer selama proses pembelajaran IPA pokok bahasan Memahami hubungan antara ciri-ciri makhluk hidup dengan lingkungan tempat hidupnya dengan implementasi model PAKEM, menunjukkan bahwa aktifitas guru memperoleh skor 56 dengan kriteria baik, aktivitas siswa memperoleh skor 50 dengan kriteria baik. Selain melakukan observasi aktivitas guru, aktivitas siswa dan penilaian terhadap hasil belajar, peneliti juga menilai respon siswa terhadap pembelajaran IPA. Penilaian ini diperoleh melalui pembagian angket kepada seluruh siswa pada akhir pembelajaran IPA siklus I.

Hasil angket menunjukkan bahwa siswa menanggapi secara positif proses pembelajaran dengan model PAKEM. Dari 22 siswa 20 anak atau 95,5% menyatakan belajar IPA kali ini menarik dan tidak merasa tertekan sedangkan 1 anak atau 4,5%menyatakan tidak. Menyatakan senang bertanya dan berpendapat 19 anak atau (86,4%).Menyatakan tidak senang menjawab pertanyaan guru.3 anak atau 13,6%.

Refleksi

Setelah menerapkan melaksanakan pembelajaran IPA pokok bahasan Memahami hubungan antara ciri-ciri makhluk hidup dengan lingkungan tempat hidupnya dengan implementasi model PAKEM pada siklus II peneliti selanjutnya mengadakan refleksi terhadap segala kegiatan yang telah dilakukan, hasil refleksi siklus II antara lain :

  1. Suasan pembelajaran sudah kondusif, nampak siswa lebih aktif, kreatif, dan anak belajar dalam suasan yang menyenangkan.
  2. Anak dapat menghasilkan karya kreatif yaitu model yang dapat membuat anak percaya diri dan bangga.
  3. Dari daftar nilai tes siklus II ketuntasan belajar sebanyak 20 siswa atau 90,9%, sedangkan 2 siswa atau 9,1% siswa belum tuntas dalam belajar. Rata-rata nilai 75,12 nilai tertinggi 100, dan nilai terendah 40. Hal ini berarti pembelajaran yang dilaksanakan sudah berhasil mencapai indicator keberhasilan.

Pembahasan

Berdasarkan analisis data yang telah dipaparkan di atas, aktivitas guru dalam pembelajaran IPA dengan model PAKEM sampai dengan akhir siklus meningkat dengan sekor 56 dengan kriteria baik. Ini menunjukkan bahwa aktivitas guru sudah mencapai indikator keberhasilan yaitu sekurang-kurangnya aktivitas guru dengan kriteria baik. Aktivitas siswa sampai dengan akhir siklus meningkat dengan sekor 50 dengan kriteria baik. Ini menunjukkan bahwa aktivitas siswa sudah mencapai indikator keberhasilan yaitu sekurang-kurangnya aktivitas siswa dengan kriteria baik. Hasil belajar siswa sampai dengan akhir siklus mengalami peningkatan dengan nilai tertinggi 100, rata-rata 75,21 dan ketuntasan individu sebesar 90,9 % dengan nilai 60. Ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa sudah mencapai indikator keberhasilan yaitu 75 % siswa mengalami ketuntasan belajar individu dengan nilai ≥ 60 dalam pembelajaran IPA.

Hasil penelitian membuktikan hipotesis penelitian yaitu dengan menerapkan model pembelajaran PAKEM dalam pembelajaran IPA Kelas VI SD Negeri 3 Darmakradenan Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas tahun ajaran 2018/2019 pada pokok bahasan benda langit,aktifitas siswa, aktifitas guru, dan hasil belajar siswa meningkat.

KESIMPULAN DAN SARAN

Simpulan

Hasil penelitian dapat menjawab perumusan masalah dan membuktikan hiopotesis penelitian yaitu dengan menerapkan model PAKEM dalam pembelajaran IPA pokok bahasan Memahami hubungan antara ciri-ciri makhluk hidup dengan lingkungan tempat hidupnya aktifitas siswa, aktifitas guru, dan hasil belajar siswa meningkat. Keadaan tersebut dibuktikan bahwa :

  1. Hasil belajar siswa sampai dengan siklus II mengalami peningkatan dengan nilai tertinggi 100, rata-rata 75,21 dan ketuntasan individu sebesar 90,9 % dengan nilai 60. Ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa sudah mencapai indicator keberhasilan yaitu 75 % siswa mengalami ketuntasan belajar individu dengan nilai ≥ 60 dalam pembelajaran IPA.
  2. Aktivitas guru dalam pembelajaran IPA dengan model PAKEM sampai dengan siklus II meningkat dengan sekor 56 dengan kriteria baik.
  3. Aktivitas siswa dalam pembelajaran IPA dengan model PAKEM sampai dengan siklus II meningkat dengan skor 50 dengan kriteria baik.

Saran

  1. Guru diharapkan selalu berusaha mengembangkan kreativitas dan inovasi dalam mengatasi permasalahan pembelajaran di kelas.
  2. Pembelajaran model PAKEM dapat menjadi salah satu alternatif dalam mengatasi kesulitan-kesulitan belajar siswa.
  3. Pembelajaran model PAKEM dapat dikembangkan pada mata pelajaran selain IPA.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto,Suharsimi.1997. Prosedur Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rieneka Cipta.

Arikunto, Suharsimi.Suharjono.Supardi, 2007. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi aksara.

Aqip, .Irama Zaenal.2006.Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Irama Widya.

Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama. 2005. Pendekatan Kontekstual Contextual Teaching and Learning (CTL). Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional Dirjen Dikdasmen.

Harihadi, Nur (2008). Upaya Peningkatan Kesiapan Siswa Dalam Pembelajaran Matematika Melalui Pendekatan Pakem (PTK Pembelajaran Matematika Kelas VI SDN Sibela Timur Jebres Surakarta). Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta. (http://viewer.eprints.ums.ac.id/archive/etd/191 Diakses tanggal 4 Januari 2013)

Kasbolah, Kasihani. (1998/1999). Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Jakarta: Depdikbud.

Kemala, Rosa. (2006). Jelajah IPA. Jakarta: Yudistira.

Permendiknas RI Nomor 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi untuk Sataun Pendidikan Dasar dan Menengah. (http://www.depdiknas.go.id Diakses tanggal 1 Juli 2014)

Permendiknas RI Nomor 41 Tahun 2007 Tentang Standar Proses. (http://www.depdiknas.go.id Diakses tanggal 1 Juli 2014)

Purwanto, N. (2007). Psikologi Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya.

Sagala, Syaeful. (2006). Konsep dan makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.

Samatowa, Usman. (2006). Bagaimana Membelajarkan IPA di Sekolah Dasar. Jakarta: Depdikbud.

Wardani, I.A.G.K, dkk (2004). Penelitian Tindakan kelas. Jakarta : Universitas Terbuka.

Biodata Penulis

Nama : Jumiati,S.Pd.SD.

NIP : 198010122006042018

Pangkat / Golongan : Penata / III c

Unit Kerja : SD Negeri 3 Darmakradenan, Kecamatan Ajibarang

You cannot copy content of this page