Iklan

PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PERMAINAN GOBAK SODOR

Oleh: Bambang Purwoto, S.Pd.

Ketika kecil dulu,permainan gobak sodor seringsaya mainkan bersama kawan-kawan.Gobag sodor adalah salah satu jenis permainan tradisional yang marak dimainkan anak-anak era 70-80 an. Namun belakangan,permainan itu jarang atau tidak pernah dimainkan anak-anak kecil, karena anak-anak sekarang lebih senang bermain menggunakan handphone atau smart phone.Sejatinya, dalam permainan gobag sodor yang sarat dengan gerakan dinamis,bisa untuk menanamkan penddikan karakter.

Menurut Kamisa (2012),karakter merupakan sifat kejiwaan, akhlak serta budi pekerti yang di miliki seseorang yang membuatnya berbeda dibandingkan dengan orang lainnya. Berkarakater juga dapat diartikan sebagai memiliki sebuah watak serta kepribadian. Sedangkan menurut Doni Kusuma (2018),karakter adalah sebuah gaya,sifat,ciri maupun karakteristik yang dimiliki seseorang yang berasal dari pembentukan atopun tempaan yang didapatkannya melalui

lingkungan yang ada di sekitar.

Sebagai guru Pendidikan Jasmani Olah Raga dan Kesehatan (Penjas Orkes) di SDN 2 Tegalpingen, Koorwilcam Pengadegan Kabupaten Purbalingga, penulis mencoba melestarikan permainan tradisional yang termasuk kategori kearifan lokal ini.Pemanfaatan kearifan lokal melalui permainan tradisional gobak sodor dapat mempermudah peserta didik untuk menerapkan nilai-nilai karakter yang implisit menjadi makna yang konkret untuk diterapkan dan mengakar dalam diri peserta didik. Tanpa adanya penanaman karakter yang membekas dalam diri peserta didik, karakter tidak akan tertanam dengan baik pada diri peserta didik, untuk itulah diperlukan trobosan baru untuk membetuk karakter peserta didik dengan cara permainan gobak sodor yang

Menyenangkan dengan tampilan lebih kreatif. Permainan Gobak Sodor dimainkan di lapangan atau halaman dengan menggunakan acuan garis-garis yang ada berbentuk segi empat yang di bagi menjadi 6 bagian. Garis batas pada masing-masing bagian biasanya diberi tanda dengan kapur. Untuk memainkan Gobak Sodor,para pemain yang mendapat giliran untuk menjaga lapangan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang menjaga garis batas horisontal dan vertikal. Anggota kelompok yang bertugas menjaga garis batas horisontal akan berusaha untuk menghalangi lawan mereka yang juga berusaha untuk melewati garis batas yang sudah ditentukan sebagai garis batas bebas. Sementara itu, anggota kelompok yang mendapatkan tugas untuk menjaga garis batas vertikal (umumnya hanya satu orang),maka orang ini mempunyai akses untuk keseluruhan garis batas vertikal yang terletak di tengah lapangan. Seni kreatif permainan gobak sodor ini, yaitu ketika selesai permainan gobak sodor, peserta didik yang kalah harus merelakan pipinya di coret dengan kapur sebagai konsekuensi mereka kalah dalam permainan. Semua peserta didik yang kalah dalam permainan hanya bisa tertawa ketika temanya asyik mencoret mukanya dengan kapur. Sementara siswa yang menang juga tertawa lucu melihat wajah teman-temanya yang dicoreti kapur. Setelah puas tertawa dan bermain,semua pemain wajib mencuci muka dan tangan mereka dari keringat dan siswa kapur yang menempel di muka dan tangan mereka,Permainan goba sodor ini sangat menyenangkan sekaligus mengandung nila-inilai karakter.

Nilai-nilai karakter dalam permainan gobag sodor tersebut adalah relijius, kejujuran, kecerdasan, ketangguhan,kedemokratisan, kepedulian,nasionalisme, kepatuhan,kesadaran hak dan kewajiban,serta tanggung jawab. Nilai religius dalam permainan gobak sodor digambarkan dengan perilaku siswa sebelum permaianan, mereka berdoa terlebih dahulu. Tidak mengejek sesama dengan kata yang kasar, dan para siswa selalu melakukan permainan dengan selalu tersenyum dan bertegur sapa dengan kawan dan lawan. Untuk nilai kejujuran dalam permainan gobak sodor disimpulkan dari tindakan jujur siswa selama permainan.

BIODATA PENULIS :

Nama : Bambang Purwoto, S.Pd.

Jabatan : Guru PJOK

Unit Kerja : SD Negeri Ledug Koorwilcam DinDik Kembaran Banyumas

You cannot copy content of this page