Iklan

PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DAPAT MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN PECAHAN DENGAN PENYEBUT BERBEDA SISWA KELAS V SEMESTER I SDN 2 RAWALO TAHUN PELAJARAN 2019/2020

Sukirah, S.Pd.

ABSTRAK

Rendahnya prestasi belajar Matematika siswa kelas V (lima) SD Negeri 2 Rawalo Korwilcam Dindik Rawalo Dinas pendidikan Kabupaten Banyumas tergambarkan dari sedikit siswa yang tuntas KKM pembelajaran matematika yang sudah guru susun pada awal tahun pembelajaran. Dari jumlah siswa kelas 5 SDN 2 Rawalo yang berjumlah 32 hanya 8 siswa yang berhasil mendapatkkan nilai di atas 7,0 sebagai standar KKM kenaikan siswa. .Penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau yang dikenal dengan (classroom action research). Subjek penelitian dilaksanakan pada kelas V SD Negeri 2 Rawalo Kecamatan Rawalo Kabupaten Banyumas dengan jumlah siswa sebanyak 32 siswa, 17 siswa laki – laki dan 15 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara tes dan non test berupa post test. Hasil penelitian pada Pra Siklus, Siklus I dan Siklus II menunjukkan adanya peningkatan prestasi belajar siswa kelas V SD Negeri 2 Rawalo, peningkatan tersebut terjadi pada setiap pertemuan. Pada pra siklus yaitu sebanyak 8 yang mencapai nilai KKM dan 24 siswa belum mencapai nilai KKM. Pada siklus I yaitu sebanyak 15 siswa yang mencapai nilai KKM dan 17 siswa yang belum mencapai nilai KKM. Pada siklus II yaitu sebanyak 27 siswa yang mencapai nilai KKM dan 5 siswa yang belum mencapai KKM. Berdasarkan data tersebut penelitian dianggap telah mencapai target yang telah ditentukan karena sudah mencapai indikator keberhasilan yang telah ditentukan yaitu 80% dengan kriteria baik. Simpulan dari Penelitian ini memiliki tujuan penelitian secara umum yaitu mendeskripsikan penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning dalam meningkatkan prestasi belajar matematika penjumlahan dan pengurangan pecahan di kelas V SD Negeri 2 Rawalo.

Kata Kunci : Problem Based Learning (Pbl), Prestasi Belajar Siswa, Penjumlahan Dan Pengurangan Dengan Penyebut Berbeda.

PENDAHULUAN

Keberhasilan pembelajaran Matematika ditentukan oleh bagaimana guru dalam merancang perencanaan proses pembelajaran, termasuk bagaimana cara guru memadukan berbagai macam metode-metode dan model-model maupun strategi-strategi dalam pembelajaran dan proses mengajar agar tujuan pembelajaran tercapai secara maksimal. Hingga akhirnya proses pembelajaran tidak lagi monoton, membosankan serta tidak lagi hanya menekankan pada proses mengingat dan memahami saja.

Pembelajaran matematika terutama materi penjumlahan dan pengurangan pecahan sangat membutuhkan proses pemahaman yang bertahap. Tetapi siswa SD kebanyakan menginginkan hasil yang instan sehingga tidak bisa duduk dengan tenang dalam waktu yang lama untuk mengerjakan soal secara cermat. Pelaksanaan pembelajaran yang kurang optimal ini sangat mempengaruhi rendahnya prestasi belajar siswa kelas V (lima) SD Negeri 2 Rawalo Korwilcam Dindik Rawalo Dinas pendidikan Kabupaten Banyumas.

Berdasarkan hasil observasi awal, permasalahan rendahnya prestasi belajar Matematika siswa kelas V (lima) SD Negeri 2 Rawalo Korwilcam Dindik Rawalo Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas tergambarkan dari sedikit siswa yang tuntas KKM pembelajaran matematika yang sudah guru susun pada awal tahun pembelajaran. Dari jumlah siswa kelas 5 SDN 2 Rawalo yang berjumlah 32 hanya 8 siswa yang berhasil mendapatkkan nilai di atas 7,0 sebagai standar KKM kenaikan siswa. Dari hasil observasi tersebut, didapatkan fakta selama pembelajaran siswa kurang aktif dan kurang terangsang untuk menyelesaikan permasalahan, dikarenakan penggunaan model pembelajaran yang masih bersifat teacher centered atau hanya berpusat kepada guru.

Untuk itu, guru harus mampu mengemas pembelajaran menjadi pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan. Oleh karena itu, salah satu model pembelajaran yang sesuai dengan pembelajaran Matematika pada materi operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat yaitu model pembelajaran Problem Based Learnig (PBL). PBL merupakan model pembelajaran berbasis masalah yang dapat diterapkan di SDN 2 Rawalo.

Berdasarkan latar belakang di atas diperoleh hasil analisis kebutuhan model pembelajaran dengan menggunakan blog di atas penulis mengambil judul “Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Dapat Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Penjumlahan Dan Pengurangan Pecahan Dengan Penyebut Berbeda Siswa Kelas V SDN 2 Rawalo Semester I Tahun Pelajaran 2019/2020” diharapkan dapat menjadi solusi dalam mengatasi persoalan rendahnya prestasi belajar siswa.

KAJIAN PUSTAKA

Model Pembelajaran

Pembelajaran merupakan proses yang berkaitan erat dalam Pendidikan. Menurut Hidayat, Sa’diyah, dan Lisnawat (2020) Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses perolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Sedangkan menurut Dimyati dan Mudjiono (2013) menyatakan pembelajaran adalah kegiatan guru secara terprogram dalam mendesain instruksional, untuk membuat siswa belajar secar aktif dengan memanfaatkan berbagai sumber belajar.

Dari pengertian pembelajaran menurut beberapa ahli tersebut, sejatinya pembelajaran adalah proses dalam kelas yang sengaja diciptakan dan diupayakan oleh guru agar siswa mempunyai kemampuan berfikir dalam upaya meningkatkan kemampuan mempelajari pengetahuan baru.

Model Pembelajaran Problem Based Learning

Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) adalah sebuah model pembelajaran yang memfokuskan pada pelacakan akar masalah dan memecahkan masalah tersebut (Abbudin, 2011). Problem Based Learning (PBL) pertama kali digunakan di perguruan tinggi dalam perkuliahan medis di Southern Illinois University School of Medicine oleh Howard Barrows.

Model pembelajaran ini menyajikan suatu masalah yang nyata bagi siswa sebagai awal pembelajaran kemudian diselesaikan melalui penyelidikan dan diterapkan dengan menggunakan pendekatan pemecahan masalah.

Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran problem based learning (PBL) dapat didefinisikan sebagai model pembelajaran yang efektif karena dapat meningkatkan kemampuan berpikir dan keterampilan belajar siswa melalui proses kerja kelompok atau tim yang sistematis dengan menyajikan suatu permasalahan yang harus dipecahkan dengan menerapkan beberapa konsep dan prinsip yang secara simultan dan tercakup dalam kurikulum mata pelajaran.

Prestasi Belajar

Sholeh & Sa’diah (2018) menjelaskan Prestasi belajar seseorang sesuai dengan tingkat keberhasilan sesuatu dalam mempelajari materi pelajaran yang dinyatakan dalam bentuk nilai atau raport setiap bidang studi setelah mengalami proses belajar mengajar. Selain itu, Muhibbin Syah (2010) berpendapat bahwa prestasi belajar diartikan sebagai tingkat keberhasilan siswa mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam sebuah program pengajaran. Indikator prestasi belajar adalah pengungkapan hasil belajar yang meliputi segenap ranah psikologis yang berubah sebagai akibat pengalaman dan proses belajar siswa. Ranah yang dimaksud antara lain ranah cipta, rasa, dan karsa.

Pembelajaran Matematika

Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang harus dipelajari siswa, melalui suatu upaya atau serangkaian aktivitas dalam pembelajaran, sehingga siswa dapat mengembangkan pola pikirnya, dan dapat memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Matematika merupakan suatu ilmu yang bersifat universal mampu berintegrasi dengan mata pelajaran yang lain maupun kehidupan nyata (Ngaeni & Saefudin, 2017).

Kerangka Pikir

Gambar 2.1 Kerangka Berpikir

Hipotesis Tindakan

Hipotesis dalam  penelitian  ini adalah Model Pembelajaran Problem Based Learning dapat Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan Dengan Penyebut Berbeda Siswa Kelas V SDN 2 Rawalo Semester I Tahun Pelajaran 2019/2020.

METODE PENELITIAN

Lokasi Penelitian

Tempat penelitian dilaksanakan di SD Negeri 2 Rawalo yang beralamat di Jl. Brigjen. H.M. Bachroen No. 18 Rawalo

Waktu Penelitian

Waktu penelitian dilaksanakan pada semester I tahun pelajaran 2019/2020. Penelitian ini berlangsung selama empat bulan, yaitu bulan Agustus sampai dengan bulan November 2019.

Subjek Penelitian

Subjek penelitian dilaksanakan pada kelas V SD Negeri 2 Rawalo Kecamatan Rawalo Kabupaten Banyumas dengan jumlah siswa sebanyak 32 siswa, 17 siswa laki – laki dan 15 siswa perempuan.

Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah berupa data kualitatif dan kuantitatif.

  1. Data kualitatif di peroleh dari hasil observasi selama proses pembelajaran melalui model pembelajaran Problem Based Learning dan hasil dokumenentasi jalannya proses pembelajaran.
  2. Data kualitatif diperoleh dari hasil belajar setiap akhir siklus .

Instrumen Penelitian

Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara tes dan non test berupa post test dengan menggunakan soal obyektif yaitu pilihan ganda, isian untuk mengetahui penguasaan konsep siswa. Non test berupa lembar observasi kegiatan siswa digunakan untuk menganalisis keterlaksanaan Pembelajaran dengan Model Problem Based Learning yang diterapkan .

Teknik Analisis Data

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Data Tes Tertulis dan Analisis Data Observasi

Prosedur Penelitian

Gambar 3.1 Rancangan Penelitian Tindakan Model Kemmis dan Taggart

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Kondisi Awal

Adapun hasilnya perolehan pra siklus disajikan dalam tabel berikut:

Tabel 4.1 Hasil Belajar Pra Siklus

Gambar 4.1 Diagram Batang Hasil Belajar Pra Siklus

Berikut peneliti tampilkan nilai hasil pre-test pada pra siklus dalam bentuk diagram batang di bawah ini :

Gambar 4.2 Grafik Presentase Hasil Belajar Pra Siklus

Dari gambar 4.2 diatas dapat dijelaskan bahwa sebanyak 8 siswa (25%) dari siswa kelas V mendapatkan nilai di atas KKM. Sedangkan 24 siswa lainnya mendapat nilai rata-rata (75%) mendapatkan nilai di bawah KKM. Dari jumlah rata – rata kelas V nilai prestasi belajar Matematika Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan dengan Penyebut Berbeda belum memenuhi KKM yang telah ditentukan.

Berdasarkan hasil despripsi dari pelaksanaan pembelajaran dan hasil pre-test tersebut, masih terdapat beberapa kekurangan yang harus dibenahi dalam pelaksanaan pembelajaran Matematika Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan dengan Penyebut Berbeda. Oleh karena itu, peneliti mencoba mengadakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) untuk memperbaiki pembelajaran Matematika Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan dengan Penyebut Berbeda di kelas V dengan harapan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada pembelajaran Matematika Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan dengan Penyebut Berbeda. Sehubungan dengan prestasi belajar siswa pada pra siklus, maka peneliti membuat perencanaan tindakan perbaikan yang dimulai dari siklus I.

Siklus I

Adapun hasil tes formatif siswa disajikan dalam tabel berikut :

Tabel 4.2 Data Hasil Evaluasi Matematika Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan Siklus I

Dari tabel diatas dapat diketahui model pembelajaran Problem Based Learning untuk meningkatkan prestasi belajar Matematika Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan dengan Penyebut Berbeda Siswa kelas V Semester I SD Negeri 2 Rawalo. Pada Pra Siklus siswa yang belum tuntas belajar sebanyak 24 siswa (75%). Pada Siklus I siswa yang belum tuntas belajar sebanyak 17 siswa (53,125%). Setelah melalui tindakan perbaikan, siswa yang tuntas belajar mengalami peningkatan.

Dari keterangan di atas dapat dibuatkan tabel persentase ketuntasan siswa sebagai berikut :

No Uraian Siswa tuntas Siswa belum tuntas
Frekuensi % Frekuensi %
Pra Siklus 73.75 25% 41,66 75%
Siklus I 76,66 47% 54,12 53%

Tabel 4.3 Persentase Ketuntasan Siswa

Gambar 4.4 Grafik Persentase Hasil pembelajaran Siklus I

SIKLUS II

Adapun hasil tes formatif siswa disajikan dalam tabel berikut :

Tabel 4.4 Data Hasil Evaluasi Matematika Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan Siklus II

Dari tabel diatas dapat diketahui Model Pembelajaran Problem Based Learning untuk meningkatkan prestasi belajar Matematika Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan kelas V Semester I SD Negeri 2 Rawalo. Pada Pra Siklus siswa yang belum tuntas belajar sebanyak 24 anak (75%). Pada Siklus I siswa yang belum tuntas belajar sebanyak 17 anak (53%), kemudian pada siklus 2 siswa yang belum tuntas belajar sebanyak 5 anak (16%) sehingga tingkat ketuntasan di akhir siklus 2 sebanyak 27 anak (84%). Setelah melalui tindakan perbaikan, siswa yang tuntas belajar mengalami peningkatan.

Dari keterangan di atas dapat dibuatkan tabel persentase ketuntasan siswa sebagai berikut :

No Uraian Siswa tuntas Siswa belum tuntas
Frekuensi % Frekuensi %
Pra Siklus 41,66 25% 73,75 75%
Siklus I 76,66 47% 54,12 53%
Siklus II 82,22 84% 60.00 16%

Tabel 4.5 Persentase Ketuntasan Siswa

Gambar 4.5 Grafik Persentase Hasil pembelajaran Siklus II

Pembahasan Hasil Penelitian

Hasil penelitian pada Pra Siklus, Siklus I dan Siklus II menunjukkan adanya peningkatan prestasi belajar siswa kelas V SD Negeri 2 Rawalo, peningkatan tersebut terjadi pada setiap pertemuan. Pada pra siklus yaitu sebanyak 8 yang mencapai nilai KKM dan 24 siswa belum mencapai nilai KKM. Pada siklus I yaitu sebanyak 15 siswa yang mencapai nilai KKM dan 17 siswa yang belum mencapai nilai KKM. Pada siklus II yaitu sebanyak 27 siswa yang mencapai nilai KKM dan 5 siswa yang belum mencapai KKM. Berdasarkan data tersebut penelitian dianggap telah mencapai target yang telah ditentukan karena sudah mencapai indikator keberhasilan yang telah ditentukan yaitu 80% dengan kriteria baik.

SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan

Penelitian ini memiliki tujuan penelitian secara umum yaitu mendeskripsikan penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning dalam meningkatkan prestasi belajar matematika penjumlahan dan pengurangan pecahan di kelas V SD Negeri 2 Rawalo. Adapun sesuai dengan tujuan khusus penelitian, maka kesimpulan dari penelitian berdasarkan tugas kelompok maupun evaluasi peserta didik setiap siklus penelitian diperoleh hasil sebagai berikut: aktifitas kelompok, pengumpulan data informasi, hasil analisis data dapat dikerjakan oleh masing-masing kelompok dalam mempelajari, mengamati dan mengambil kesimpulam pada materi. Prestasi hasil evaluasi siswa pun meningkat namun masih ada beberapa siswa yang masih kesulitan dalam menyelesaikan soal cerita penjumlahan dan pengurangan pecahan.

Mengacu pada hasil tindakan dapat diketahui Model Pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan prestasi belajar matematika penjumlahan dan pengurangan pecahan di kelas V SD Negeri 2 Rawalo. Pada Pra Siklus siswa yang belum tuntas belajar sebanyak 24 anak (75%). Pada Siklus I peserta didik yang belum tuntas belajar sebanyak 17 anak (53,125%). Setelah melalui tindakan perbaikan, siswa yang tuntas belajar mengalami peningkatan sebesar 21.875%. Karena terbatasnya waktu maka peneliti mengakhiri penelitian tindakan ini pada siklus II.

Saran

Dalam penelitian tindakan kelas ini, peneliti menyampaikan saran sebagai beriku :

  1. Pendidik mampu mempersiapkan rencana pembelajaran yang baik dengan memaksimalkan penggunaan model-model pembelajaran serta sarana prasarana yang ada.
  2. Pendidik mampu mengelola kelas dengan baik, sehingga peserta didik aktif mengikuti pelajaran.
  3. Pendidik mampu memotivasi siswa untuk menumbuhkan keberanian untuk meningkatkan keberanian dalam merancang pembelajaran yang inovatif.

DAFTAR PUSTAKA

Biantoro, 2014, “Pengembangan Kelas Virtual Dengan Google Classroomhttps://idr.uin-antasari.ac.id/13442/9/DAFTAR%20PUSTAKA.pdf.

Driscol (2002), “Model pembelajaran Blended learning dengan Media Blog”, https://sibatik.kemdikbud.go.id/inovatif/assets/file_upload/pengantar/pdf/pengantar_3.pdf.

Fakhriyah, F. 2014. Penerapan Problem Based Learning dalam Upaya Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia. 3(1). 95-101.

Hidayat, A., Sa’diyah, M., & Lisnawati, S. 2020. “Metode Pembelajaran Aktif dan Kreatif pada Madrasah Diniyah Takmiliyah di Kota Bogor”. Jurnal Pendidikan Islam. 9(1). 71-85.

Sari., J. 2018.”Meningkatkan Hasil Belajar IPA menggunakan Metode Demontrasihttps://pdfslide.tips/documents/meningkatkan-hasil-belajar-ipa-menggunakan-tanpa-bab-pembahasanpdf-seluruh.html.

Mubarok, M. Z. (2019). Pengaruh Media Internet Terhadap Prestasi Belajar Siswa SMP IT AR-Raihan Bandar Lampung. Skripsi.

M. Rabo 2014. “Model Pembelajaran Blendid Learning dengan Media Blog dapat Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Sekolah Dasar Kelas IV SDhttps://lib.unnes.ac.id/20045/1/1102410004.pdf.

Ngaeni, E., N. & Saefudin, A., A. 2017. Menciptakan Pembelajaran Matematika yang Efektif dalam Pemecahan Masalah Matematika dengan Model Pembelajaran Problem Posing”. Jurnal Pendidikan Matematika. 6(2). 264-274.

N. Rahmat 2016 “Pembelajaran Blanded Learning efektif Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Pada IPS Kelas IV SDN Klojen Kota Malang “. https://eprints.uny.ac.id/59705/1/SKRIPSI_Prela%20Neardinta_14803244019.pdf.

Sholeh, B. & Sa’diah. H. 2018. Pengaruh Motivasi Belajar dan Fasilitas Belajar terhadap Prestasi Belajar IPS Siswa SMP Nurul Iman Parung Bogor Tahun Ajaran 2017/2018. PEKOBIS Jurnal Pendidikan, Ekonomi dan Bisnis, 3(2), 12-19.

Sofyan, H. & Komariah, K. 2013. Pembelajaran Problem Based Learning dalam Implementasi Kurikulum 2013 Di SMK. Jurnal Pendidikan Vokasi. 6 (3). 260-271.

Y Darmawan. ‎2019  “Adaptasi Model pembelajaran Baru” https://edu.google.com/intl/id/products/classroom.

BIO DATA PENULIS

Nama : Sukirah, S.Pd.

NIP : 196512071988062002

Unit Kerja : SD Negeri 2 Rawalo

You cannot copy content of this page