Iklan

PEMBELAJARAN PPKN DARING BERBASIS GOOGLE CLASSROOM KELAS IX SMP NEGERI 3 KALIBAGOR PADA MASA WABAH COVID-19

C:\Users\TOTOK\Downloads\dar.jpg

Oleh: Daryanto, S.Pd.

Abstrak

Aplikasi google classroom sebagai salah satu bentuk aplikasi learning management system, pada masa pembelajaran jarak jauh menjadi salah satu aplikasi pilihan yang di gunakan oleh beberapa sekolah di kabupaten Banyumas karena dirasakan mudah untuk digunakan. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) respon siswa dalam kemudahan mengakses aplikasi google classroom, 2) pemahaman materi dalam pembelajaran dengan menggunakan google classroom, 3) keefektifan penggunaan aplikasi google classroom dalam pembelajaran daring, 4) Penggunaan google classroom dalam evaluasi pembelajaran. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif menggunakan teknik survey. Instrumen penelitian yang digunakan berupa angket dan wawancara secara online yang diberikan kepada siswa sebanyak 210 siswa kelas IX pada semester gasal tahun pelajaran 2020/2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 52,93% siswa menyatakan kurang setuju dalam kemudahan mengakses aplikasi google classroom, 62,63% siswa menyatakan setuju dalam pemahaman materi pembelajaran dengan menggunakan google classroom, 60,42% siswa menyatakan setuju dalam keefektifan penggunaan aplikasi google classroom, dan 46,74% siswa menyatakan setuju dalam penggunaan aplikasi google classroom dalam evaluasi pembelajaran. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan aplikasi google classroom dalam pembelajaran daring pada masa wabah covid-19 sudah cukup baik dan efektif, hanya saja akan lebih baik jika dipadukan dengan platform online lainnya.

Kata Kunci: Google Classroom, Covid-19, Learning Management System

PENDAHULUAN 

Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang berasal dari Wuhan, Provinsi Hubei, Cina telah menyebar dengan cepat ke seluruh dunia. Pada tanggal 11 Maret, 2020 World Health Organization (WHO) bahkan telah mendeklarasikan kejadian ini sebagai pandemi global (Cucinotta dan Vanelli, 2020). Hal tersebut mengharuskan kita untuk melakukan karantina Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang berasal dari Wuhan, Provinsi Hubei, Cina telah menyebar dengan cepat ke seluruh dunia. Pada tanggal 11 Maret, 2020 World Health Organization (WHO) bahkan telah mendeklarasikan kejadian ini sebagai pandemi global (Cucinotta dan Vanelli, 2020). Hal tersebut mengharuskan kita untuk melakukan karantina

Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Indonesia mengharuskan sekolah menghentikan proses pembelajaran tatap muka. Sebagai gantinya, pembelajaran dilakukan dengan pembelajaran jarak jauh atau remote learning. Pembelajaran secara daring saat ini sesuai dengan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 36962/MPK.A/HK/2020. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim juga berupaya membangun kerjasama dengan berbagai pihak yang fokus mengembangkan sistem pendidikan daring (dalam jaringan). Pada perkembangan Teknologi Informasi (TI) saat ini, kebutuhan akan suatu konsep dan mekanisme belajar mengajar berbasis TI menjadi tidak terelakkan lagi. Konsep yang kemudian terkenal dengan sebutan E-learning ini membawa pengaruh terjadinya proses transformasi pendidikan konvensional kedalam bentuk digital, baik secara isi (contents) dan sistemnya.

Pembelajaran secara online atau daring (dalam jaringan) dilakukan melalui berbagai aplikasi yang dapat menunjang proses pembelajaran mulai dari aplikasi tatap muka seperti zoom, google meet, dan platform media online lainnya seperti google classroom, whatsapp group, dan sebagainya. Aplikasi google classroom dipilih untuk membantu siswa dan guru sebagai pengajar melakukan pembelajaran secara online. Google classroom merupakan aplikasi berupa learning system management yang disediakan google dan bisa dihubungkan dengan email, sehingga mudah untuk diakses. Google classroom telah dirilis secara resmi pada Agustus tahun 2014. Google classroom merupakan aplikasi yang memungkinkan terciptanya ruang kelas secara online. Google classroom bisa menjadi sarana pendistribusian tugas, pengumpulan tugas, bahkan melakukan penilaian terhadap tugas-tugas yang telah dikumpulkan. Selain itu, google classroom menyediakan fitur forum diskusi sehingga guru bisa membuka sebuah diskusi kelas yang bisa ditanggapi dan dikomentari seperti aktivitas berkomentar di facebook (Kusuma dan Astuti, 2019).

Google classroom memiliki beberapa fitur yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran antara lain halaman utama yang dapat menampilkan tugas siswa, penyusunan kelas, penyimpanan data di google drive, dan dapat diakses melalui smartphone, selain itu juga dapat menampung semua jenis file, serta dapat menambahkan gambar profil. Selain itu terdapat pula fitur lain yang dapat digunakan oleh guru dalam mengembangkan materi pembelajaran yaitu reuse post, create question, create assignment, dan create topic. Google classroom bisa dikatakan salah satu media pembelajaran yang berbasis metode pembelajaran inkuiri karena google classroom dapat melibatkan kemampuan siswa secara maksimal dalam mencari, memahami, menyelidiki, menganalisis dan merumuskan hasil belajar (Gofur, 2018). Salah satu fitur yang akan sering digunakan oleh para guru dalam menggunakan google classroom adalah create assignment yang berfungsi untuk memberikan tugas kepada siswa, selain itu terdapat fitur create topic yang tidak kalah menarik dari fitur lainnya yaitu bisa digunakan untuk membuat topik materi pembelajaran yang akan dibahas di kelas virtual google classroom sehingga siswa bisa berpartisipasi aktif dalam pembelajaran baik di kelas biasa yang dilakukan secara tatap muka langsung maupun di kelas google classroom (Hapsari dan Pamungkas, 2019).

Penggunaan aplikasi google classroom sebagian besar digunakan di SMP Kabupaten Banyumas dengan memadukan aplikasi lain seperti whatsapp group, zoom, dan google meet untuk menunjang proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tanggapan tentang kemudahan mengakses google classroom, kemampuan pemahaman materi menggunakan google classroom, efektifitas penggunaan google classroom dari segi kuota dan waktu serta penggunaan google classroom dalam evaluasi pembelajaran.

Google classroom bertujuan untuk memberikan kemudahan dalam membuat dan memberikan tugas kepada siswa yang bersifat paperless. Penugasan dalam google classroom berupa dokumen atau video dan diskusi. Selain itu juga bisa melakukan tes online menggunakan format google form dengan berbagai tipe soal. Untuk login ke google classroom, pengguna akun gmail hanya mencari dan klik menu google classroom yang sudah tersedia di akun gmail yang bersangkutan (Muslik, 2019). Beberapa tampilan google classroom penulis sajikan sebagai berikut:

  • Membuka halaman google classroom jika sudah memiliki email bisa langsung di link nya lalu create dan buat kelasnya, lalu ada kode kelas yang nantinya akan diberikan kepada siswa untuk bergabung kemudian akan muncul tampilan seperti berikut:

Gambar 1. Tampilan Google Classroom

  • Tampilan Google Classroom pada mata pelajaran PPKn kelas IX

C:\Users\SUPER\Pictures\Snnip PTS 7 2\GCR.PNG

C:\Users\SUPER\Pictures\GCR 1.PNG

C:\Users\SUPER\Pictures\GCR 2.PNG

Gambar 2. Tampilan Google Classroom dengan tampilan mata pelajaran PPKN Kelas IX

Pengoptimalan fitur google classroom berdampak baik bagi pembelajaran saat ini, diantaranya adalah tidak terbatas oleh ruang dan waktu, materi pembelajaran yang dibutuhkan lebih mudah untuk diakses, serta mampu melatih keterampilan literasi data dan literasi teknologi. Google classroom dapat dijadikan sebagai media pembelajaran yang efisien, efektif, serta interaktif untuk menunjang pembelajaran jarak jauh (Nurfalah, 2019).

METODOLOGI

Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif (Maolani & Cahyana, 2016) dengan menggunakan teknik survey. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket dan wawancara secara online dalam format google form. Sampel yang diambil adalah siswa kelas IX sejumlah 210. Angket tersebut diberikan kepada siswa yang sedang melakukan pembelajaran secara daring dalam mata pelajaran PPKn. Angket yang diberikan terdiri dari 15 pernyataan dengan opsi jawaban sangat tidak setuju, tidak setuju, kurang setuju, setuju, dan sangat setuju. Adapun indikator dari angket tersebut terdiri dari empat indikator yaitu sebagai berikut; 1) respon siswa dalam kemudahan mengakses aplikasi google classroom, 2) pemahaman materi dalam pembelajaran dengan menggunakan google classroom, 3) keefektifan penggunaan aplikasi google classroom dalam pembelajaran daring, 4) Penggunaan google classroom dalam evaluasi pembelajaran PPKn. Adapun pernyataan dari setiap indikator angket disajikan pada Tabel 1 di bawah ini.

Tabel 1. Angket Umpan Balik Pembelajaran PPKn Daring Berbasis Google Classroom

Indikator

No. Item

Pernyataan

1

1

Saya dapat mengakses Google Classroom dengan mudah dan memahami cara penggunaan aplikasi tersebut.

2

Tampilan Google Classroom sangat jelas dan mudah dipahami.

2

3

Belajar PPKn dengan menggunakan Google Classroom membuat saya lebih paham.

4

Di masa wabah Covid-19 seperti ini, memiliki aplikasi Google Classroom sangat membantu.

5

Saya lebih dapat memahami diskusi kelompok melalui Google Classroom dibandingkan diskusi melalui aplikasi lain.

6

Dengan aplikasi Google Classroom, memperoleh informasi, materi, maupun pengumpulan tugas menjadi lebih mudah dan fleksibel.

7

Pembelajaran dengan menggunakan Google Classroom lebih mudah dibandingkan dengan aplikasi lainnya.

8

Dengan Google Classroom, memudahkan saya untuk menyimpan dokumen materi maupun tugas yang penting.

9

Dengan menggunakan Google Classroom, memungkinkan siswa untuk memperoleh umpan balik dengan lebih cepat.

3

10

Menggunakan Google Classroom lebih menghemat kuota dibandingkan dengan aplikasi tatap muka.

11

Dengan menggunakan Google Classroom memungkinkan saya untuk menyelesaikan tugas dengan lebih cepat.

12

Guru aktif memberikan tanggapan, diskusi, atau tugas di aplikasi Google Classroom.

13

Dengan aplikasi Google Classroom dapat menghemat waktu.

4

14

Jika ada evaluasi pembelajaran PPKn secara daring, maka aplikasi Google Classroom sangat cocok untuk digunakan.

15

Jika ada evaluasi pembelajaran PPKn secara daring, maka sebaiknya mengkombinasikan Google Classroom dengan aplikasi daring lainnya seperti google form.

HASIL PENELITIAN

Data yang telah diperoleh kemudian dianalisis untuk selanjutnya dideskripsikan. Adapun hasil dari analisis tersebut adalah sebagai berikut :

  • Penggunaan Google Classroom oleh Siswa Kelas IX dalam Pembelajaran PPKn Daring

Google classroom mampu menyederhanakan komunikasi antara guru dan siswa serta mampu memberikan kemudahan dalam mendistribusikan dan menilai tugas. Selain itu, siswa dapat mengumpulakn tugasnya dalam tenggat waktu tertentu yang selanjutnya akan diperiksa secara langsung oleh guru (Al-Maroof dan Al-Emran, 2018). Kelas elektronik ini juga dapat membuat folder penyimpanan untuk setiap tugas dan setiap siswa sehingga semuanya tetap teratur dan rapi. Siswa dapat melacak setiap tugas yang hampir mendekati batas waktu pengumpulan di halaman tugas, dan mulai mengerjakannya cukup dengan satu klik saja. Selain itu, guru dapat melihat dengan cepat siapa saja yang belum menyelesaikan tugas tersebut, serta memberikan masukan dan nilai secara langsung. Google classroom tidak mengandung iklan dan tidak pernah menggunakan data siswa untuk kebutuhan iklan dan lain sebagainya sehingga aman untuk digunakan terlebih lagi google classroom ini bersifat gratis (Putri dan Dewi, 2019). Google classroom gratis ini disediakan untuk sekolah, lembaga nonprofit, dan perorangan (Sukmawati, 2020).

Berdasarkan deskripsi di atas, terdapat banyak kemudahan yang disediakan oleh google classroom dalam menunjang pembelajaran jarak jauh sehingga tentunya aplikasi ini digunakan oleh banyak orang. Namun berdasarkan hasil survey dalam skala pembelajaran Daring PPKn pada siswa kelas IX menunjukkan bahwa sebanyak 51,14% siswa menyatakan setuju dan 39,09% menyatakan sangat setuju. Hal tersebut dapat diartikan bahwa kebanyakan siswa baru pertama kali menggunakan aplikasi google classroom dalam pembelajaran daring yang diterapkan saat ini. Data tersebut dapat dilihat pada Gambar 3 yang disajikan di bawah ini.

Gambar 3. Diagram Penggunaan Google Classroom

Pada Gambar 3 terlihat bahwa jumlah siswa yang telah menggunakan aplikasi google classroom sebelumnya hanya sebesar 0,98% siswa yang menyatakan sangat tidak setuju, 6,19% menyatakan tidak setuju, dan 2,61% menyatakan kurang setuju. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi google classroom dalam proses pemebelajaran masih kurang sedangkan terdapat beberapa penelitian yang menyebutkan bahwa penggunaan aplikasi ini mampu memberikan pengaruh yang positif terhadap pembelajaran. Adapun penelitian yang telah dilakukan sebelumnya dengan judul “Pengaruh Media Pembelajaran Google Classroom dalam Pembelajaran Matematika terhadap Motivasi Belajar Siswa” menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan dalam motivasi belajar siswa setelah diterapkan pembelajaran google classroom. Hal ini ditunjukkan dengan nilai thitung = 43,116 dengan nilai p = 0,000 < α = 0,05. Selain itu, nilai skor rata-rata hasil belajar siswa dan persentase nilai respon siswa masing-masing sebesar 78,31 yang berada pada kategori tinggi dan 83,72% yang berada pada kategori sangat baik (Nirfayanti dan Nurbaeti, 2019).

Hasil penelitian lainnya dengan judul “Pengaruh E-Learning dengan Google Classroom terhadap Hasil dan Motivasi Belajar IPA Siswa” menunjukkan bahwa rerata N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,612 dan rerata pada kelas kontrol adalah 0,486 sedangkan rerata N-Gain motivasi belajar pada kelas eksperimen sebesar 0,39 dan pada kelas kontrol hanya 0,27. Terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas control dari uji t yang dilakukan. Berdasarkan data ini maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh e-learning dengan google clasroom terhadap hasil belajar dan motivasi belajar siswa (Rikizaputra dan Sulastri, 2020).

Mengingat pengaruh positif yang diberikan dari penggunaan aplikasi tersebut, maka google classroom baik digunakan dalam pembelajaran daring pada masa wabah covid-19 saat ini. Untuk mengetahui hal tersebut, dilakukanlah survey dengan menggunakan angket kepada siswa yang terdiri dari empat indikator yaitu respon siswa dalam kemudahan mengakses aplikasi google classroom, pemahaman materi dalam pembelajaran dengan menggunakan google classroom, keefektifan penggunaan aplikasi google classroom, penggunaan aplikasi google classroom dalam evaluasi pembelajaran PPKn. Adapun hasil survey tersebut dapat dilihat pada Gambar 4 yang disajikan di bawah ini.

Gambar 4. Grafik Pembelajaran Daring Berbasis Google Classroom

Keterangan :

Indikator 1: Respon siswa dalam kemudahan mengakses aplikasi google classroom

Indikator 2: Pemahaman materi dalam pembelajaran dengan menggunakan google classroom

Indikator 3 : Keefektifan penggunaan aplikasi google classroom

Indikator 4 : Penggunaan aplikasi google classroom dalam praktikum biologi

Berdasarkan Gambar 4, dapat diketahui bahwa untuk indikator pertama sebanyak 52,93% siswa menyatakan kurang setuju dalam kemudahan mengakses aplikasi google classroom. Indikator kedua sebanyak 62,63% siswa menyatakan setuju dalam pemahaman materi pembelajaran dengan menggunakan google classroom. Indikator ketiga sebanyak 60,42% siswa menyatakan setuju dalam keefektifan penggunaan aplikasi google classroom. Indikator keempat sebanyak 46,74% siswa menyatakan setuju dalam penggunaan aplikasi google classroom dalam evaluasi pembelajaran PPKn.

Nilai terendah berdasarkan Gambar 3 diperoleh sebanyak 46,74% pada indikator penggunaan aplikasi google classroom dalam evaluasi pembelajaran PPKN. Hal ini terjadi karena pembelajaran PPKn harus dilakukan secara kolaboratif antara tatap muka dengan daring yaitu menggunakan google classroom sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna karena materi pembelajaran yang disediakan dirancang sedemikian rupa sehingga siswa akan lebih mudah memahaminya (Nurfalah, 2019).

Untuk indikator pemahaman materi dalam pembelajaran dengan menggunakan google classroom memperoleh nilai tertinggi yaitu sebesar 62,63%. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian denga judul “Persepsi Peserta Didik terhadap Metode Blended Learning dengan Google Classroom” yang menunjukkan hasil bahwa melalui Google Classroom membuat proses pembelajaran menjadi menarik, efektif, menumbuhkan motivasi, menumbuhkan sikap belajar mandiri, aktif, dan kreatif. Selain itu, metode ini juga dapat meningkatkan pemahaman dan hasil belajar peserta didik (Maskar dan Wulantina, 2019)

Nilai yang diperoleh untuk indikator kemudahan dalam mengakses google classroom sebesar 52,93% siswa menyatakan kurang setuju, karena berdasarkan salah satu saran yang masuk dari siswa menyebutkan bahwa secara keseluruhan pembelajaran dengan menggunakan google classroom memang menawarkan fitur yang lebih bervariatif hanya saja notifikasi google classroom tidak terlalu fleksibel seperti aplikasi lainnya dan membutuhkan jaringan internet yang lebih kuat. Selain itu juga harus melakukan scroll ulang.

Berbeda dengan hasil penelitian tentang efektifitas penggunaan Learning Management System berbasis google classroom dalam pembelajaran dan kelayakan

Learning Management System berbasis google classroom sebagai media pembelajaran menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan google classroom sangat efektif, karena banyak mendapatkan respon positif dari siswa, guru, dan pengguna lainnya. Kelayakan google classroom sebagai media pembelajaran menunjukan rata-rata hasil validasi yang sangat baik, sehingga dapat dikatakan layak sebagai media pembelajaran (Hikmatiar, Sulisworo, dan Wahyuni, 2020).

Dari hasil pembelajaran PPKn daring berbasis google classroom pada masa wabah covid-19 dapat disimpulkan bahwa penggunaan aplikasi google classroom dalam pembelajaran daring pada masa wabah covid-19 sudah cukup baik dan efektif, hanya saja akan lebih baik jika dipadukan dengan platform online lainnya.

SOLUSI DAN REKOMENDASI 

Pelaksanaa pembelajaran daring di kelas IX SMP Negeri 3 Kalibagor pada masa wabah Covid-19 dapat memberi dampak terciptanya kemandirian belajar siswa untuk belajar dengan memanfaatkan jaringan internet. Maka pelaksanaa pembelajaran daring di masa datang akan tetap dilaksanakan untuk materi-materi yang bersifat hafalan atau dengan tingkat kesukaran yang tidak terlalu tinggi. Untuk materi sulit dan memerlukan banyak latihan soal, jika situasi sudah memungkinkan adanya pembelajaran di kelas lebih baik dilaksanakan secara tatap muka.

Dalam pelaksanaan pembelajaran dimasa datang meskipun pembelajarn sudah dilaksanakan di kelas, aplikasi google classrrom tetap digunakan untuk mengelola tugas dan pengadministrasian nilai tugas.

KESIMPULAN

Pembelajaran menggunakan google classroom pada pembelajaran PPKn di SMP Negeri 3 Kalibagor Kabupaten Banyumas di tengah pandemi Covid-19 membantu pemahaman dalam pembelajaran PPKn, sedangkan dalam kegiatan evaluasi dirasakan kurang efektif. Secara umum pembelajaran lebih baik jika dipadukan dengan platform aplikasi lain untuk memperjelas materi pembelajaran PPKn.

DAFTAR PUSTAKA 

Al-Maroof, R., dan Al-Emran, M. (2018). Student’s Acceptance of Google Classroom : AnExploratory Study using PLS-SEM Approach. I-JET, 13(6), 112-123.

Cucinotta, D., dan Vanelli, M. (2020). WHO Declares Covid-19 a Pandemic. Acta Biomed, 91(1), 157-160.

Gofur, A. (2018). Using Google Classroom on Inquiry Based Learning to Improve Student’s Learning Participation. Jurnal Penelitian Pendidikan, 10(2), 1503-1509.

Hapsari, S., dan Pamungkas, H. (2019). Pemanfaatan Google Classroom sebagai Media Pembelajaran Online di Universitas Dian Nuswantoro. Wacana, 18(2), 225-233.

Hikmatiar, A., Sulisworo, D., dan Wahyuni, M. (2020). Pemanfaatan Learning Management System Berbasis Google Classroom dalam Pembelajaran. Jurnal Pendidikan Fisika, 8(1), 1-9.

Kusuma, A., dan Astuti, W. (2019). Analisis Penerapan Media Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Aplikasi Google Classroom. Jurnal Lahjah Arabiyah, 67-89.

Maolani A.R. dan Cahyana U. (2016). Metodologi Penelitian Pendidikan.Rajagrafindo Persada: Jakarta

Nirfayanti dan Nurbaeti. (2019). Pengaruh Media Pembelajaran Google Classroom dalam Pembelajaran Analisis Real terhadap Motivasi Belajar Mahasiswa. Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika, 2(1), 50-59.

Jamaludin,D., Ratnasih T, Gunawan H., Paujiah E. (2020).Pembelajaran Daring Masa Pandemi Covid-19 Pada Calon Guru : Hambatan ,Solusi dan Proyeksi.Karya Tulis Ilmiah (KTI) Masa Work From Home (WFH) Covid-19 UIN Sunan Gunung Djati Bandung,1-10.

Purwanto, dkk. (2020). Studi Eksploratif Dampak Pandemi Covid-19 terhadap Proses Pembelajaran Online di Sekolah Dasar. Journal of Education, Phsycology, and Counselling, 2(1), 2716-4446.

Putri, G., dan Dewi, Y. (2019). Pengaruh Model Pembelajaran Jarak Jauh Berbasis Google Classroom. Al-Fikrah, 2(1), 60-79.

Rikizaputra, dan Sulastri, H. (2020). Pengaruh E-Learning dengan Google Classroom terhadap Hasil dan Motivasi Belajar Biologi Siswa. Lectura : Jurnal Pendidikan, 11(1), 106-118.

 

 

BIODATA PENULIS

Nama : Daryanto, S.Pd

NIP : 19711223 200801 1 009

Pangkat / Gol : Penata Tk I / III d

Unit kerja : SMP Negeri 3 Kalibagor, Kabupaten Banyumas

You cannot copy content of this page