Iklan

PEMBELAJARAN OLAHRAGA DI SD NEGERI 1 TIMBANG “RAMAH ANAK”

Oleh: Slamet Taryono,S.Pd

Sekolah ramah anak adalah sebuah konsep sekolah yang terbuka, berusaha mengaplikasi pembelajaran yang memperhatikan perkembangan psikologis siswanya (Kristanto, 2011: 41). Dalam pendidikan ramah anak akan terjadi proses siswa merasakan senang dalam mengikuti pelajaran, tidak ada rasa takut, was-was, dan cemas. Sehingga dapat menumbuhkan keaktifan siswa dan kreatifitas siswa karena tidak merasa rendah diri dalam bersaing dengan siswa yang lain, maka akan tercipta ikatan antara guru dan siswa yang menyenangkan serta tidak ada tekanan fisik atau psikologi. Sedangkan kebebasan dan kasih sayang yang di berikan kepada siswa akan menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif. Melalui pendidikan ramah anak, anak diharapkan dapat menumbuhkan dan meningkatkan keaktifan dan kreativitas belajar siswa

Sekolah merupakan salah satu komponen utama dalam kehidupan seorang anak selain keluarga dan lingkungan sekitar mereka. Secara umum sekolah adalah tempat dimana anak distimulasi untuk belajar di bawah pengawasan guru. Sekolah juga tempat yang signifikan bagi siswa dalam tahap perkembangannya dan merupakan sebuah lingkungan sosial yang berpengaruh bagi mereka. Selain itu sekolah harus pula menjadi tempat mengembangkan aspek kognitif, afektif dan psikomotor anak. Sekolah yang memenuhi kriteria tersebut disebut sebagai Sekolah Ramah Anak (SRA).

Pendidikan jasmani di sekolah mempunyai peran unik dibanding mata pelajaran lain, karena melalui pendidikan jasmani selain dapat digunakan untuk pengembangan aspek fisik dan psikomotor, juga ikut berperan dalam pengembangan aspek kognitif dan afektif secara serasi dan seimbang. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Djati dalam Lutan (2001:v) bahwa, “Sungguh tidak diragukan lagi, bahwa pendidikan jasmani yang bermutu, yang diselenggarakan dengan mematuhi kaidah-kaidah pedagogi, memberikan sumbangan yang sangat berharga bagi perkembangan peserta didik secara menyeluruh.” Meskipun secara konseptual Penjaskes memiliki peran penting dalam peningkatan kualitas hidup siswa tetapi secara umum fakta di lapangan masih menunjukkan bahwa Penjaskes memiliki setumpuk permasalahan, terutama yang terkait dengan kualitas proses pembelajaran. Secara umum para guru Penjaskes saat ini dihadapkan pada kondisi-kondisi unik dan pelik yang mengancam dan menekan secara serius.

SD Negeri 1 Timbang, Koorwilcam Dindikbud Kejobong adalah salah satu sekolah yang menerapkan pendidikan ramah anak. Hal tersebut bertujuan agar anak-anak dapat belajar dengan suasana yang menyenangkan tanpa terbebani tidak terkecuali pembelajaran olahraga. Ketika dalam pembelajaran di SD Negeri 1 Timbang berusaha menciptakan suasana yang menyenangkan dengan belajar sambil bermain, adanya keterlibatan siswa dalam pembutan peraturan kelas, guru tidak mengunggulkan salah satu siswanya saja tetapi semua dianggap sama, tidak adanya pembatas antara guru dan siswa, guru bisa berperan sebagai teman, sahabat, dan guru sendiri sehinggan siswa merasa nyaman. Siswa dibebaskan dalam memilih kegiatan ekstrakulikuler yang diminati siswa-siswa. Hal tersebut sesuai dengan Kebijakan pengembangan Sekolah Ramah Anak (2014: 14) mengenai kriteria sekolah ramah anak antar lain aman, nyaman, bersih, sehat, tersedianya sarana prasarana olahraga, arena bermain serta adanya partisipasi anak,.

Ciri- ciri sekolah ramah anak dikemukakan Adman (2009:1) antara lain :

a. Sikap terhadap murid 1) perlakuan adil bagi murid laki perempuan, cerdas lemah, kaya miskin, cacat sehat, anak pejabat ataupun anak buruh 2) penerapan norma agama, social dan budaya setempat 3) kasih sayang kepada murid, member perhatian bagi mereka 4) saling menghormati hak-hak anak baik antar murid, antar tenaga kependidikan dan murid

b. Metode Pembelajaran 1) Terjadi proses belajar sedemikian rupa sehingga siswa merasakan senang mengikuti pelajaran, tidak ada rasa takut, cemas dan was-was, siswa aktif dan kreatif serta tidak merasa rendah diri bersaing dengan teman lainnya 2) Terjadi proses belajar yang efektif dihasilkan oleh penerapan metode pembelajaran yang variatif dan inovatif 3) Proses belajar mengajar didukung oleh media ajar seperti buku pelajaran, alat peraga sehingga membantu daya serap murid 4) Guru sebagai pasilitator menerapkan proses belajar mengajar yang kooperatif, interaktif baik individu maupun kelompok. 5) Terjadi proses pembelajaran yang partisipatif. Murid lebih aktif, guru sebagai pasilitator mendorong dan mempasilitasi murid menemukan sendiri cara menjawab suatu persoalan. 6) Murid dilibatkan dalam berbagai aktifitas yang mengembangkan kemampuannya (learning by doing, praktek dll)

c. Penataan Kelas 1) Murid dilibatkan dalam penataan bangku, dekorasi dan ilustrasi yang menggambarkan ilmu pengetahuan 2) Murid dilibatkan dalam menentukan warna dinding, dekorasi sehingga murid menjadi betah di dalam kelas 3) Murid dilibatkan dalam memajangkan hasil karyanya, hasil ulangan sehingga artistic dan menarik. 4) Bangku dan kursi sebaiknya ukurannya disesuaikan

d. Lingkungan Sehat 1) Murid dilibatkan dalam mengungkapkan gagasannya dalam menciptakan sekolah 2) Tersedia air bersih, hygiene dan sanitasi, fasilitas kebersihan dan kesehatan 3) Fasilitas sanitasi seperti toilet, tempat cuci di sesuaikan dengan kebutuhan seusia anak, misalnya bak mandi tidak terlalu tinggi. 4) Di sekolah ditekankan pada peraturan yang mendukung kebersihan dan kesehatan. Kebijakan peraturan ini disepakati, dikontrol dan dilaksanakan oleh murid.

*Penulis adalah guru olahraga di SD Negeri 1 Timbang, Koorwilcam Dindikbud Kejobong

Sutaryo

Nama : Slamet Taryono,S.Pd.

Jabatan : Guru Olahraga

Unit Kerja : SD Negeri 1 Timbang, Koorwilcam Dindikbud Kejobong

Judul : Pembelajaran Olahraga di SD Negeri 1 Timbang “Ramah Anak”

By admin

You cannot copy content of this page