Iklan

PEMBELAJARAN OLAH RAGA MENGASYIKAN PADA MASA PANDEMI

C:\Users\Aspire 4738Z\Documents\BAMBANG PWT.jpg

Oleh: Bambang Purwoto, S.Pd.

Pandemi covid 19 belum berlalu dari dunia mengakibatkan perubahan pada pola pembelajaran. kreatifitas guru dalam mengemas pembelajaran merupakan hal yang mutlak dilakukan agar peserta didik tidak kehilangan minatnya pada proses belajar yang mereka jalani. Pelajaran olah raga adalah salah satu pembelajaran lapangan yang tentunya akan sangat membosankan apabila peserta didik harus terkurung dan hanya diberi materi dan teori saja. Apalagi olahraga adalah salah satu cara bagi manusia untuk meningkatkan imunitas tubuh selain makanan bergizi dan istirahat cukup. Pembelajaran olahraga seharusnya mampu memberikan motivasi bagi peserta didik untuk tetap hidup sehat dengan berolahraga. Berbagai panduan Pembelajaran daring yang dilakukan oleh guru olahraga sekolah dasar telah disampaikan melalui serangkaian webinar salah satunya yang dilaksanakan direktorat Dikdas dengan tajuk “Strategi PJJ Daring untuk Mapel Penjas” pada 14/7/2020. Dalam webinar tersebut dikemukakan bahwa pada masa pandemi Covid 19 pendidikan jasmani memiliki kontribusi meningkatkan derajat kebugaran jasmani peserta didik agar memiliki imunitas yang lebih baik.

Kesuksesan pembelajaran daring untuk mata pelajaran olahraga dapat dicapai apabila guru dengan cerdas melakukan adaptasi dengan kondisi sosial yang terjadi pada saat ini. Ada empat aspek yang harus diperhatikan guru dalam pembelajaran daring pertama adalah keteribatan orang tua. Keterlibatan orang tua dalam pembelajaran daring untuk peserta didik pendidikan dasar mutlak dibutuhkan. Hal tersebut disebabkan karena tidak adanya pengawasan guru secara langsung dan orang tua dapat menjadi patner guru dalam memberikan pembelajaran. Guru harus kooperatif dengan orang tua agar tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan memberikan motivasi dan apresiasi pada ketelibatan orang tua melaui media komunikasi jarak jauh atau pemberian tugas langsung dengan menerapkan protokol kesehatan.

Aspek kedua adalah pemanfaatan teknologi. Guru wajib memiliki penguasaan terhadap teknologi sebagai sarana untuk menyampaikan pembelajaran pada pembelajaran jarak jauh. Guru dapat mengakses aplikasi pembelajaran yang saat ini banyak bermunculan dan menawarkan berbagai kemudahan sebutlah google classroom, moodle, microsoft 365 atau aplikasi lain. Guru juga dapat memanfaatkan media sosial sebagai sarana misal dengan aplikasi facebook, whatsapp, instagram, youtube atau yang lainnya. Semua aplikasi yang memudahkan komunikasi antara guru dan peserta didik bisa dicoba digunakan. Jangan lupa untuk selalu melakukan persetujuan dengan orang tua peserta didik dan tetap meminta mereka untuk mengawasi proses pembelajaran agar pembelajaran terarah dan mencapai tujuan.

Aspek ketiga yaitu penerapan hidup sehat. Pembelajaran olah raga tentunya sangat relevan apabila mengemukakan mengenai penerapan pola hidup sehat. Guru dapat memotivasi peserta didik untuk menjaga pola hidup dengan istirahat cukup, konsumsi makanan bergizi dan juga berolahraga. Dalam mengawali pembelajaran penting bagi guru untuk menyampaikan protokol kesehatan di masa pandemi, sampaikan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan peserta didik untuk bertahan dimasa pandemi. Dilanjutkan pola makan yang baik dan asupan nutrisi yang dibutuhkan untuk menjaga imunitas tubuh dan olah raga dengan cara yang efektif dan tepat dalam masa pandemi. Upaya peningkatan imunitas penting untuk diketahui peserta didik dan juga orang tua mereka agar tetap sehat sehingga nyaman dan kosisten dalam mengikuti pembelajaran.

Aspek keempat adalah aspek afektif. Aspek ini dinilai sangat penting dalam pembelajaran. biasanya pembelajaran lebih menekankan pada aspek kognitif dan psikomotorik yang menuntut peserta didik menguasai materi dan melakukan praktik sesuai teori. Dalam pembelajaran daring yang mengusung merdeka belajar aspek afektif sangat penting untuk ditekankan oleh guru. Ranah afektif berjaitan dengan perasaan, minat, sikap, emosi, atau nilai. Menurut Popham (1995) ranah afektif menentukan keberhasilan seseorang dalam belajar. Orang yang tidak memiliki minat pada pembelajaran pasti akan sulit untuk mencapai keberhasilan belajar secara optimal. Untuk itu guru harus mampu membangkitkan minat pada pembelajaran. Keberhasilan belajar pada aspek kognitif dan psikomotorik sangat dipengaruhi oleh aspek afektif. Apabila guru dapat merangsang minat belajar dan sikap positif peserta didik pada pembelajaran olah raga maka terbuka kemungkinan pembelajaran akan mencapai hasil optimal.

Nama : Bambang Purwoto, S.Pd

Jabatan : Guru PJOK

Unit Kerja : SD Negeri Ledug Koorwilcam DinDik Kembaran Banyumas

You cannot copy content of this page