Iklan

DALAM MASA PANDEMI COVID-19

PEMBELAJARAN JARAK JAUH

DALAM MASA PANDEMI COVID-19

Subendiyah, S.Pd.

Abstrak

Kebijakan baru dari pemerintah pada masa pandemi Corona Virus Disease (COVID-19) untuk social atau physical discanting guna mengurangi penularan virus tersebut. Termasuk pada sektor pendidikan yang harus mengikuti kebijakan baru ini, kebijakan ini membuat kegiatan di luar rumah harus dikerjakan dirumah saja. Pembelajaran jarak jauh yang harus dilaksnakan oleh pendidikan tidaklah berjalan dengan mudah. Pembelajaran berbasis daring ini memiliki dampak juga dalam penggunaannya, sistem seperti ini memiliki dampak juga dalam penggunaannya, sistem seperti ini memerlukan pengadaptasian yang begitu kompleks guna keefektifan belajar dalam pembelajarann jarak jauh ini tetap terlaksanakan.

Kata kunci : pembelajaran, daring, COVID-19

PENDAHULUAN

Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar yang meliputi guru dan siswa bertukar informasi ( Mutiani, M., Subiyakto, B, Jumriani, J, Aslamiah, A, & Afrina, A. 2019). Pembelajaran menjadi suatu proses dimana tenaga pendidik melakukan pengembangankreatufu berfikir untuk meningkatkan berfikir peserta didik, kemudian juga meningkatkan kemampuan pengetahuan baru. Pembelajaran menjadi suatu upaya untuk meningkatkan penguasaan yang bagus terhadap mata pelajaran. Pada khir Desember 2019, ditemukan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di kota Wuhan China. Virus ini menyebar begitu cepat hampir ke berbagai negara, termasuk Indonesia. Munculnya virus berbahaya ini berdampak pada berbagai sektor, termasuk pendidikan. Dinegara Indonesia sendiri mengeluarkan kenbijakan untuk mmberlakukan lockdown dalam mencegah penularan, juga kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh pemerintah. Dengan adanya kebijakan ini sehingga beberapa kegiatan di luar rumah diberhentikan agar mengurangi penyebaran virus. Kemendikbud mengeluarkan berbagai kebijakan pada sektor pendidikan guna mengurangi penularan COVID-19 ini. Seperti kebijakan pemerintah untuk melakukan jaga jarak satu sama lain, sektor pendidikan melaksanakan kebijakan work from home (WFH) atau kegiatan yang biasanya dilaksanakan di luar rumah akan dilakukan di rumah saja. Kegiatan pembelajaran yang semula dilakukan dengan tatap muka, kemudian berubah menjadi pembelajaran jarak jauh atau pembelajaran secara daring. Diberlakukannya pembelajaran jarak jauh itu menimbulkan dampak pada sektor pendidikan yang telah lama digunakan, juga berdampak pada keefektifan belajar peserta didik.

PEMBAHASAN

Pendidikan memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat secara umum, melalui proses belajar mengajar dari lembaga formal dan informal ( Janah, W. A.,Abbas, E.,W., & Mutiani, M. 2020). Melalui pendidikan peserta didik mendapatkan informasi atau pengetahuan luas yang disampaikan oleh tenaga pendidik. Pendidikan merupakan wadah usaha bagi peserta didik untuk mencapai masa depan yang baik. Landasan pendidikan secara sederhana diringkaskan kepada apungan critical thinking, creatifity, communication dan collaboration dalam konsep dan teori pendidikan. Pendidikan bukan hanya bermakna sebagai pengajaran dan pembelajaran, karena pendidikan berupaya untuk menolong anak manusia mengembangkan potensiny ( Abbas, E, W., Muin, F.,Barkhatullah, A. H., Kania, N., & Ghalib, S. 2020). Pembelajaran adalah kegiatan dimana tenaga pendidik melakukan p[enyampaian informasi atau pengetahuan kepada peserta didik. Satu diantara ciri pembelajaran yaitu memiliki tujuan, maksudnya adalah tenaga pendidik membentuk peserta didik dalam sebuah perkembangan. Kegiatan belajar mengajar adalah kegiatan yang dilakukan dengan sengaja, dalam kegoiatan tersebut terdapat suatu interaksi yang dilakukan oleh tenaga pendidik dan peserta didik guna terwujud tujuan pembelajaran. Sebagai pendidik harus menyadari apa yang harus dilakukan pada kegiatan belajar mengajar untuk tercapainya informasi atau pengetahuan kepada peserta didik. Pembelajaran menurut sudut pandang behavioristik merupakan proses tingkah laku peserta didik dengan mengoptimalkan lingkungan sebagai stimulus belajar (Syaharuddin, S., & Mutiani, M. 2020).

Corona Virus Disease 2019 atau COVID-19 telah melanda hampir diberbagai negara, termasuk Indonesia COVID-19 sangat berdampak pada berbagai sektor kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. Pemerintah berupaya untuk menghindari adanya penularan virus ini dengan mengeluarkan kebijakan diberlakukannya sociaol atau physical distancing yang telah berdampak pada kegiatan pembelajaran tatap muka secara langsung, kemudian digantikan dengan pembelajaran jarak jauh atau pembelajaran berbasis daring. Kegiatan pembelajaran ini dilaksanakan oleh jenjang pendidikan dasar, menengah hingga perguruan tinggi. Indonesia sebagai negara berkembang mahir secara teknologi dan siap untuk menyambut kemajuan e-learning di organisasi publik dan bisnis (Abbas, E. W., &Rajiani, I. 2019). Pembelajaran daring tidaklah hal yang sulit dilakukan dalam era yang modern saat ini, dengan adanya kemajuan teknologi dan informasi yang cepat. Hampir semua tenaga pendidik dan peserta didik memiliki telepon pintar (smartphone), kemudian dengan banyaknya pilihan kemajuan forum diskusi berbasis daring atau aplikasi pembelajaran yang bisa digunakan. Seperti aplikasi zoom, googlemeet, google classroom, dan lain-lain. Pengoprasiannya tidaklah sulit sebab hampir sama dengan aplikasi yang umumnya kita gunakan keseharian. Dikutip dari Syahruddin, S. (2020) peran media itu sebagai transfer of knowledge, kelemahan teknologi yaitu tidak memiliki rasa, bahasa dan karakter. Oleh karena itu , peran ini harus menjadi milik seorang tenaga pendidik yang tidak hanya menjalankan fungsi mentransferkan ilmu pengetahuan tetapi juga mampu membentuk sikap dan perilaku sebagai tugas tenaga pendidik.

Dikutip oleh Pruto, H. P. N., & Jumriani, J. (2020), sumber bahan pembelajaran berasal dari masyarakat sekitar, tentu hal ini merupakan sumber bahan ajar yang dekat dengan keseharian. Pembelajaran jarak jauh atau pembelajaran berbasis daring merupakan pembelajaran yang menggunakan basis internet, tentu saja internet suatu jaringan yang dekat dengan kehidupan masa kini atu dikatakan sudah menjadi life style tersendiri bagi pengguna teknologi. Pembelajaran daring memerlukan proses beradaptasi dengan teknologi. Generasi peserta didik sekarang ini jauh lebih mudah melakukan adaptasi dengan kemajuan teknologi, karena generasi yang sangat dekat dengan teknologi digital dan kemajuan informasi yang cepat didapat. Tidak hanya peserta didik yang melakukan adaptasi terhadap teknologi, akan tetapi tenaga pendidik juga harus melakukan adaptasi ini guna mempersiapkan berbagai materi dan bahan ajar kepada peserta didik. Tenaga pendidik juga akan berusaha agar peserta didik dapat menyelesaikan tugas yang diberikan tanpa harus terbebani dan tetap memperhatikan kondisi setiap peserta didik. Dilaksanakannya pembelajaran daring, seorang peserta didik tetap mengasah pengetahuan, nilai dan keterampilan. Leson study sebagai solusi untuk membangun komunitas belajar ( Learning Community ) antar guru, peserta didik maupun akademisi. Secara khusus membantu mengkontruksikan pada saat transkip dialog ( Mutiani, M.,Abbas, E., Syaharuddin, S., & Susanto, H.). Akan tetapi dalam proses ini masih ada beberapa kegiatan pembelajaran berbasis daring yang menimbulkan kurangnya keefektifan belajar pada peserta didik.

Seperti keterbatasannya waktu dalam menjelaskan materi hingga tanya jawab, kemudian tidak semua peserta didik memiliki telpon pintar juga kurang mengerti dalam pengerjaan tugas dari pendidik. Seperti dikutip oleh Syaharuddin, S. (2020). Banyak kendala yang terdapat pada pembelajaran berbasis daring, mulai dari masalah teknis hingga soal proses pembelajaran. Contohnya jaringan yang sulit di dapat, quota internet yang begitu mahal, sampai dengan pengoprasian aplikasi pembelajaran yang begitu rumit, juga kurangnya partisipasi peserta didik saat pembelajaran berlangsung melalui aplikasi. Seiring berjalannya waktu, pembelajaran daring yang awal mulanya memerlukan adaptasi guna lancarnya pembelajaran, akan menemui dimana rasa bosan atau malas. Hal ini dikarenakan teknik pembelajaran yang kurang menarik atau tidak seru sehingga menimbulkan ketidakefektifan dalam belajar bagi peserta didik, juga kurangnya pemahaman peserta didik terhadap materi yang diberikan. Pembelajaran daring bisa saja menjadi asyik dengan teknik dan sumber ajar yang menarik juga mengasah kreatifitas. Di era globalisasi ini, tentu peserta didik berlomba-lomba untuk mengeluarkan potensinya masing-masing. Hal ini juga disertai dukungan oleh pendidik baik seorang guru yang memberikan materi maupun orang tua di rumah yang mengawasi peserta didik dalam belajar. Tenaga pendidik didorong untuk memberikan inovasi dalam pembelajaran berbasisi internet ini agar peserta didik tetap aktif dalam pembelajaran yang berlangsung.

Demikian artikel pembelajaran jarak jauh pada masa pandemi COVID-19 saya tulis, dimana pembelajaran ini masih diberlakukan kepada sektor pendidikan guna memutus tali penyebaran virus. Tentu pembelajaran jarak jauh memiliki dampak yang begitu menonjol pada masyarakat, tetap mengikuti kebijakan pemerintah adalah jalan terbaik agar tidak terjadi penularan. Ingat pesan ibu tiga M. Memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak. Gunakan kreatifitas yang lebih menarik guna menciptakan suasana pembelajaran jarak jauh tidak begitu berat. Baik hal tersebut ditujukan kepada peserta didik maupun pendidik. Pendidik perlu membangkitkan perhatian peserta didik dalam pembelajaran yang diberikan serta dapat menggunakan media dan sumber belajar yang bervariasi (Subiyakto, B., & Akmal, H. 2020).

SIMPULAN

Berdasarkan deskripsi di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran jarak jauh atau pembelajaran berbasis daring adalah kebijakan baru pemerintah pada masa pendemic COVID-19. Kebijakan pemerintah untuk tetap stay at home guna mengurangi penularan virus berbahaya yang telah melanda hampir berbagai negara, terutama Indonesia. Pandemi COVID-19 telah mengubah beberapa sektor kehidupan di masyarakat, terutama sektor pendidikan. Sesuai kebijakan baru dari pemerintah, Kemendikbud melakukan perubahan pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh atau berbasis daring. Tentu pembelajaran baru ini memiliki dampak yang komplek pada peserta didik maupun tenaga pendidik, dimana tenaga pendidik memberikan materi pembelajaran dengan teknik yang menarik dan mengasah kreatifitas sehingga peserta didik peserta didik tidak merasa cepat bosan dalam belajar.

DAFTAR PUSTAKA

Abbas, E, W., Mu”in, F., Barkhatullah, A, H.,Kania, N., & Ghalib, S. (2020). Pidato Pengukuhan Lima Guru Besar

Abbas, E, W., & Rajiani, I. (2018). Managing e-Learning in Public University by Investigating The Role of Culture. Polish Journal of Management Studies, 20.

Janah, W. A., Abbas, E. W., & Mutiani, M (2010). The Contribution of Ledership Value of Nadjmi Adhani as a Learning Resourcer on Social Studies. The Innovation of Social Journal. 1(2), 188-196.

Mutiani, M.,Subiyakto, B., Jumriani, I., Aslamiah, A., & Afriana (2019). Laporan Penelitian: Relevansi Modal Sosial Dalam Pembelajaran ( Studi Kasus Dalam Sistem Zonasi di SMP ).

Pruto, H. P. N., & Jumriani, J. (2020). Kehidupan Sosial dan Ekonomi Masyarakat Sebagai Sumber Belajar.

Subiyakto, B., & Akmal, H. (2020). Profesi guru.

Syaharuddin, S.. (2020). Menimbng Peran teknologi dan Guru dalam Pembelajaran di Era COVID-19.

Syaharuddin, S. (2020) . Pembelajaran Masa Pandemi : DARI KONVENSIONAL KE DARING.

Syaharuddin, S., & Mutiani, M. (2020). Strategi Pembelajaran PPKn: Konsep dan Aplikasi.

Wahyuningsih, S., Abbas, E. W. & Mutiani, M. (2020). Implementasi of Leaderahip Value of Rudy Resnawan as a Learning Resources on Social Studies. The Innovation of Social Studies Journal. 1(2). 169-177.

BIO DATA

N a m a : Subendiyah, S.Pd.

NIP : 19660504 200801 2 010

Pangkat/ Gol : Penata / III c

Jabatan : Guru Muda

Unit kerja : SMP Negeri 2 Rawalo

Judul : PEMBELAJARAN JARAK JAUH DALAM MASA PANDEMI COVID-19

By admin

You cannot copy content of this page