Iklan

PEMBELAJARAN DARING MELALUI WHATSAPP GROUP MENGGUNAKAN WORKSHEET PADA KELAS 9A SMP NEGERI 2 KARANGLEWAS

Oleh : Sri Hartanto, S.Pd.

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Masuknya virus corona (Covid-19) di Indonesia membawa dampak besar terhadap kehidupan masyarakat, mulai dari kehidupan kesehatan, ekonomi, sosial, keagamaan maupun dunia guruan. Meluasnya virus yang pertama kali muncul di Wuhan-China ini mendorong pemerintah mengeluarkan beberapa imbauan kepada publik, seperti seruan gerakan Work From Home (WFH), pembelajaran dari rumah (LFH) atau TFH (Teach From Home), belajar di rumah (Home Learning or Study At Home (SAH), yang dilaksanakan oleh hampir seluruh satuan guruan termasuk kampus-kampus perguruan tinggi di Indonesia.

Hal tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah meluasnya penularan virus corona. Diharapkan dengan seluruh lembaga guruan tidak melaksanakan aktivitas tatap muka, hal ini dapat meminimalkan menyebarnya penyakit Covid-19 ini. Hal ini menuntut para guru untuk lebih kreatif mengelola pembelajaran secara online, sehingga proses pembelajaran tetap berlangsung. Tidak terkecuali guru juga harus dituntut lebih kreatif dalam mengelola pembelajaran secara online.

Hal inilah yang menjadi tantangan bagi para guru jenjang SMP yang dituntut harus memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan, meskipun peserta didik yang masih berusia 12-15 tahun berada di rumah, Guru memberi solusi agar mendesain media pembelajaran sebagai inovasi dengan memanfaatkan worksheet yang dibagikan untuk Peserta didik dan dikerjakan dirumah serta media daring (online), Hal tersebut sesuai dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia terkait Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darural Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) (Atsani, 2020).

Beberapa media online yang digunakan adalah Whatsapp Group, google classroom, dan zoom. Penggunaan Whatsapp Group sangat familiar digunakan oleh hampir seluruh jenjang pendidikan. Menurut beberapa wali peserta didik yang penulis temui pada beberapa kesempatan di SMP Negeri 2 Karanglewas, menyebutkan bahwa penggunaan WhatsApp Group merupakan pembelajaran yang mudah dan fleksibel. Beberapa guru juga menyampaikan fitur pada WhatsApp Group dapat digunakan dalam pembelajaran anak di masa pandemi Covid-19, seperti fitur pesan teks, pesan suara, panggilan video, menerima dan mengirim gambar, video dan dokumenfile (Hutami & Nugraheni, 2020).

Selain WhatsApp Group, ada juga aplikasi Zoom yang familiar digunakan pada saat pembelajaran di era pandemi Covid-19. Namun, hanya beberapa guru saja yang sudah mampu melakukan pembelajaran menggunakan zoom. Di SMP Negeri 2 Karanglewas pembelajaran di era pandemi Covid-19 ini, tiap guru menyiapkan pembelajaran dengan terlebih dahulu membuat perencanaan pelaksanaannya ataupun membuat perencanaan kegiatan dan juga lembar kerja atau Worksheet untuk peserta didik di rumah kemudian kegiatan pembelajaran secara daring melalui media WhatsApp Group, tidak terkecuali pembelajaran daring di kelas 9A SMP Negeri 2 Karanglewas.

Alasan peneliti melakukan penelitian di kelas 9A SMP Negeri 2 Karanglewas karena untuk mengetahui tingkat keberhasilan pembelajaran di kelas 9A SMP Negeri 2 Karanglewas melalui pembelajaran daring melalui Whatsapp Group dengan meggunakan worksheet.

B. Permasalahan

Berdasarkan latar belakang yang diuraikan di atas, maka peneliti menyimpulkan bahwa kegiatan pembelajaran daring yang dilakukan pada kelas 9A SMP Negeri 2 Karanglewas perlu dilakukan pengamatan agar berjalan konsisten dan mendapatkan hasil sesuai dengan capaian perkembangan yang diharapkan, dengan tindak lanjut guru agar mampu merancang dan mendesain pembelajaran online yang ringan dan efektif, dengan memanfaatkan perangkat atau media daring yang tepat dan sesuai dengan materi yang diajarkan.Berdasarkan hal tersebut, peneliti melakukan penelitian kegiatan pembelajaran daring melalui Whatsapp Group di kelas 9A SMP Negeri 2 Karanglewas dengan menggunakan worksheet.

C. Tujuan Penelitian

Secara umum, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keberhasilan pembelajaran daring melalui Whatsapp Group menggunakan worksheet pada Kelas 9A SMP Negeri 2 Karanglewas.

Secara khusus, tujuan penelitian ini adalah meningkatkan efektifitas pembelajaran daring melalui Whatsapp Group menggunakan worksheet pada Kelas 9A SMP Negeri 2 Karanglewas.

D. Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keberhasilan pembelajaran daring melalui Whatsapp Group menggunakan worksheet pada Kelas 9A SMP Negeri 2 Karanglewas dan sebagai bahan kajian sejauh mana efektifitas pembelajaran daring melalui Whatsapp Group menggunakan workshee dalam pembelajaran jarak jauh mata pelajaran IPS

PEMBAHASAN

A. Konsep Strategi

Perlu disadari bahwa ketidaksiapan guru dan peserta didik serta orang tua terhadap pembelajaran online juga menjadi masalah. Perpindahan sistem belajar konvensional ke sistem online sangat mendadak, tanpa persiapan yang matang. Tetapi semua ini harus tetap dilaksanakan agar proses pembelajaran dapat berjalan lancar dan guru dan peserta didik tetap aktif mengikuti pembelajaran walaupun dalam kondisi pandemi Covid-19. Kegagapan pembelajaran online memang nampak terlihat di hadapan kita, tidak satu atau dua sekolah saja melainkan menyeluruh dibeberapa daerah di Indonesia.

Komponen-komponen yang sangat penting dari proses pembelajaran online perlu ditingkatkan dan diperbaiki. Pertama dan terpenting adalah jaringan internet yang stabil, kemudian gawai atau komputer yang mumpuni, aplikasi dengan platform yang user friendly, dan sosialisasi daring yang bersifat efisien, efektif, kontinyu, dan integratif kepada seluruh stekholder pendidikan. Tidak kalah pentingnya lagi kesiapan para guru untuk menguasai aplikasi pembelajaran online sehingga guru bisa menggunakan aplikasi pembelajaran online dalam proses pembelajaran. Selain itu dibutuhkan materi yang menarik yang digunakan untuk bahan ajar seperti worksheet yang berisi kegiatan yang akan dikerjakan oleh peserta didik.

1. Pembelajaran Daring

Menyikapi kondisi stay at home sebagai dampak pandemi virus Covid-19 saat ini guru benar-benar dituntut untuk mampu menyajikan pembelajaran secara dalam jaringan (daring) atau kelas maya , Sudah saatnya pembelajaran di kelas menggunakan teknologi. Dan ini harus dimulai dari guru. Walau pada dasarnya pembelajaran secara digital ataupun kelas maya yang berbasis IT ini sudah ada sebelumnya dan cukup trend di dunia pendidikan kita, akan tetapi masih banyak guru yang belum memahami metodenya apalagi mempraktikkannya. Hal inidisebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan pengalaman guru dalam menggunakan aplikasi-aplikasi pembelajaran secara digital.

2. Worksheet

Worksheet atau yang dikenal dengan Lembar Kerja Peserta didik (LKS) merupakan salah satu alternatif bagi guru. Beberapa kegunaannya adalah mengarahkan pengajaran atau memperkenalkan suatu kegiatan tertentu sebagai kegiatan belajar mengajar, mengoptimalkan alat bantu pengajaran, membantu Peserta didik lebih aktif dalam proses belajar mengajar, membangkitkan minat serta rasa ingin tahu Peserta didik untuk dapat menggunakan kemampuannya, jika Worksheet/LKS disusun secara rapi, menarik, sistematis, serta konteks yang ada berbobot (Isaningsih dan Bimo, 2013).

Kriteria Worksheet/LKS yang telah disebutkan sebelumnya, masih sulit didapatkan atau masih sedikit pengajar yang berkeinginan untuk mengembangkannya. Worksheet/LKS yang ada pada umumnya hanya berupa lembaran hitam putih berisi ringkasan beberapa materi, pertanyaan-pertanyaan berupa soal baik pilihan ganda maupun uraian, namun sedikit aktivitas yang dapat mengaktifkan dan meningkatkan kemampuan berpikir Peserta didik. Worksheet/LKS yang dapat memadukan isi materi dengan fenomena yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dengan disertai panduan aktivitas yang harus dilakukan didalam maupun di luar kelas sangat dibutuhkan.

Bahan untuk merancang Worksheet/LKS merupakan instrumenyang sangat menentukan terjadi proses belajar aktif kehadiran Worksheet/LKS sebagai wakil kehadiran guru dalam proses belajar sebagai acuan membuat LK (lembar kerja) yang menggerakkan aktivitas belajar Peserta didik. Pertanyaan-pertanyaan tersebut sebagai modal untuk menstimulasi peserta didik masuk area berpikir dan bertindak ‘HOTs‘ (hight order thinking skills).

Berdasarkan beberapa pengertian tersebut diatas, peneliti menyimpulkan bahwa dengan membuat Worksheet yang baik akan membuat proses pembelajaran daring pada peserta didik lebih menarik, sehingga peserta didik tidak mudah bosan.

B. Implementasi strategi

Peneliti sekaligus sebagai guru di SMP Negeri 2 Karanglewas melaksanakan pembelajaran daring dengan memanfatkan WhatsApp Group. Worksheet dibuat dan diberikan kepada peserta didik berdasarkan temayang sedang diajarkan dengan estimasi waktu jumlah hari maka dibuat beberapa Worksheet untuk materi selama tema tersebut berlangsung. Adapun tema yang diajarkan di SMP Negeri 2 Karanglewas semester I tahun pelajaran 2020-2021 beserta estimasi waktu pembelajaran serta jumlah harinya dapat dilihat pada Tabel 1 dibawah ini:

Tabel 1. Worksheet pembelajaran sesuai tema yang diajarkan

No Tema Pembelajaran Waktu Worksheet Keterangan
1 Definisi dan Ruang lingkup Perubahan sosial budaya 1 Jam Pelajaran (60 menit) 1 Kegiatan Ada toleransi mengumpulkan Worksheet setiap hari hingga pukul 14.00 WIB
2 Bentuk Perubahan sosial budaya 1 Jam Pelajaran (60 menit) 1 Kegiatan
3 Faktor penyebab Perubahan sosial budaya 1 Jam Pelajaran (60 menit) 1 Kegiatan
4 Faktor Penghambat Perubahan sosial budaya 1 Jam Pelajaran (60 menit) 1 Kegiatan
5 Bentuk Globalisasi 1 Jam Pelajaran (60 menit) 1 Kegiatan
6 Dampak Globalisasi 1 Jam Pelajaran (60 menit) 1 Kegiatan

C. Hasil yang Dicapai

Berdasarkan hasil pemantauan peneliti sudah membuat Worksheet sesuai dengan tema yang sedang diajarkan. Kemudian peserta didik di rumah dengan bimbingan melalui whatsapp group melakukan tugas dari Worksheet yang dibagikan. Salah satu contohnya dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

Gambar 1. Worksheet tema “Definisi dan Ruang lingkup Perubahan Sosial Budaya”

Gambar 2. Worksheet tema “Faktor Penyebab Perubahan Sosial Budaya”

Gambar 3. Laporan Worksheet tema “Definisi dan Ruang lingkup Perubahan Sosial Budaya”

Gambar 4. Laporan Worksheet pada tema “Faktor Penyebab Perubahan Sosial Budaya”

Berdasarkan pengamatan peneliti dari tugas mengerjakan Worksheet melalui whatsapp group, peserta didik mudah dalam mengerjakan Worksheet tetapi mayoritas peserta didik mengalami kesulitan dalam mengirimkan tugasnya melalui daring dan beberapa peserta masih terlambat dari waktu yang telah ditentukan oleh guru bahkan ada yang tidak mengumpulkan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 2 dibawah ini :

Tabel 2. Capaian Pengumpulan Laporan Worksheet

No Tema Jumlah Peserta didik yang mengumpulkan Jumlah Peserta didik yang tidak mengumpulkan Dokumentasi
1 Definisi dan Ruang lingkup Perubahan sosial budaya 12 Peserta didik (40%) 18 Peserta didik (60%)
2 Bentuk Perubahan sosial budaya 16 Peserta didik (53,3%) 14 Peserta didik (46,7%)
3 Faktor penyebab Perubahan sosial budaya 17 Peserta didik (56,7%) 13 Peserta didik (43,3%)
4 Faktor Penghambat Perubahan sosial budaya 20 Peserta didik (66,7%) 10 Peserta didik (33,3%)
5 Bentuk Globalisasi 20 Peserta didik (66,7%) 10 Peserta didik (33,3%)
6 Dampak Globalisasi 21 Peserta didik (70%) 9 Peserta didik (30%)

D. Dampak Penerapan Strategi

Dampak dari adanya materi yang diberikan melalui pemberian Worksheet di SMP Negeri 2 Karanglewas terlihat mayoritas peserta didik lebih antusias mengerjakan tugas dan peserta didik tertarik ikut serta pertemuan daring melalui whatsapp group. Hal tersebut dibuktikan melalui banyaknya atau mayoritas peserta didik mengumpulkan tugas Worksheet hingga mencapai 70%.

E. Kendala dan Solusi

1. Kendala

Kendala yang peneliti lihat adalah pada saat pelaksanaan pembelajaran daring berlangsung, peserta didik tidak mengikuti dan tidak mengumpulkan tugas Worksheet mayoritas disebabkan oleh orang tua yang bekerja sehingga tidak dapat mendampingi, jaringan internet untuk beberapa peserta didik masih lemah dan belum semua peserta didik memiliki Handphone android sendiri sehingga rata-rata peserta didik yang mengumpulkan tugas Worksheet hanya 20 Peserta didik, atau sekitar 66,7% sedangkan yang tidak mengumpulkan tugas Worksheet 10 peserta didik atau sekitar 33,3%. Seperti terlihat pada grafik di bawah ini :

Gambar 5. Grafik kondisi capaian pengumpulan laporan Worksheet.

2. Solusi

Solusi dari permasalahan peserta didik tidak mengikut dan tidak mengumpulkan tugas Worksheet mayoritas disebabkan oleh orang tua yang bekerja sehingga tidak dapat mendampingi, diharapkan orang tua atau wali siswa memantau atau menanyakan tugas-tugas anaknya setiap harinya. Sedangkan jaringan internet untuk beberapa peserta didik masih lemah disarankan untuk bantuan kuota dari pemerintah atau bantuan pengadaan internet wifi dan belum semua peserta didik memiliki Handphone android sendiri, diharapkan dapat ada bantuan pemerintah (KIP) untuk pengadaan Handphone android.

F. Faktor-faktor Pendukung

Pada implementasi pembelajaran daring menggunakan Worksheet di Kelas 9A SMP Negeri 2 Karanglewas tidak terlepas dari adanya kerjasama tim yang baik antara guru dan kepala sekolah. Kondisi masing-masing sumber daya manusia yang ada disesuaikan dengan pembagian peran diantara guru agar setiap guru mempunyai job description yang jelas. Kondisi sumber daya manusia yang berkualitas mampu menjadikan setiap kegiatan yang direncanakan berhasil terselenggara dengan baik.

G. Rencana Pengembangan

Rencana pengembangan yang Peneliti sarankan kepada SMP Negeri 2 Karanglewas yaitu dengan mengajukan kepada pemerintah fasilitas penunjang kegiatan daring seperti contohnya Handphone android dan internet wifi. Hal tersebut bertujuan untuk mempermudah peserta didik dalam mengikuti pembelajaran daring. Peneliti juga menyarankan kepada kepala sekolah agar memberikan fasilitas koleksi buku-buku tema yang menunjang pembuatan Worksheet.

PENUTUP

  1. Simpulan

Pada kegiatan penelitian pelaksanaan pembelajaran daring menggunakan Worksheet di kelas 9A SMP Negeri pembelajaran 2 Karanglewas, seluruh kegiatan pembelajaran yang dilakukan sesuai dengan prinsip dan strategi pembelajaran. Pembelajaran telah menggunakan media dan bahan ajar yang menarik melalui pembuatan Worksheet.

Tindak Lanjut

Guru hendaknya melaksanakan pembelajaran yang baik idealnya disesuaikan dengan kerapian administrasi agar semua arsip baik hasil karya peserta didik, penilaian perkembangan peserta didik yang saat ini dikumpulkan melalui foto peserta didik dapat terdokumentasikan dengan rapi.

DAFTAR PUSTAKA

Atsani, L.. G. M. Z. 2020.: Transformasi media pembelajaran pada masa Pandemi COVID-19, Al-Hikmah: Jurnal Studi Islam, 1(2), 44-54.

Basori, B. 2017. Efektifitas Komunikasi Pembelajaran Online Dengan Menggunakan Media E-Learning Pada Perkuliahan Body Otomotif. Jurnal Ilmiah Guruan Teknik Dan Kejuruan, 7(2), 39-45, https://doi.org/10.20961/jiptek.v712.1272

Isaningsih dan Bimo, 2013, Penerapan Lembar Kegiatan Peserta didik (LKS) Discovery Berorientasi Keterampilan Proses Sains untuk meningkatkan Belajar Hasil IPA. Ilmu Jurnal Guruan IPA Indonesia. Semarang: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang

Mufarokah, Anissatul. 2009.Strategi Belajar Mengajar. Yogyakarta: Teras.

Biodata Penulis

Nama : Sri Hartanto, S.Pd.

NIP : 19700507 200701 1 019

Jabatan : Guru IPS

Unit Kerja : SMP Negeri 2 Karanglewas

You cannot copy content of this page