Iklan

PANDEMI,…. SAATNYA BERBENAH DIRI

Oleh: Dian Mayasari, S.Pd.

Pada bulan Maret tahun 2020, WHO (World Health Organization atau Badan Kesehatan Dunia) menggumumkan terjadinya pandemi di dunia yang disebabkan oleh virus yang dikenal dengan nama corona. Menurut WHO , Coronavirus adalah suatu kelompok virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan atau manusia. Beberapa jenis coronavirus diketahui dapat menyebabkan infeksi saluran nafas pada manusia mulai dari batuk pilek hingga yang lebih serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Coronavirus jenis baru yang ditemukan menyebabkan penyakit COVID-19. Mengingat penyebarannya sudah meluas dan berbahaya bagi sebagian orang bahkan bisa mengancam nyawa manusia maka pemerintah mengambil kebijakan untuk membatasi aktivitas masyarakat. Hal ini dilakukan untuk mengurangi interaksi diantara masyarakat yang bisa menyebabkan semakin cepat meluasnya penyebaran virus corona ini.

Begitu pula dengan dunia pendidikan, pemerintah memberlakukan pembatasan interaksi antara peserta didik dan pendidik ataupun antar peserta didik itu sendiri. Mengingat dalam dunia pendidikan interaksi ini sangatlah tinggi. Pemerintah membuat kebijakan untuk mengadakan pembelajaran secara daring/online untuk membatasi interaksi dalam proses belajar mengajar yang dapat meningkatkan penyebaran virus corona yang yang belum ditemukan vaksinnya pada saat itu. Selain untuk membatasi interaksi di dalam dunia pendidikan, pembelajaran daring dilakukan sebagai antisipasi munculnya lost generation, karena pembelajaran tatap muka yang tidak bisa dilaksanakan secara normal . Lost generation adalah suatu kondisi dimana peserta didik tidak memperoleh kesempatan mendapatkan pendidikan berkualitas akibat pandemic yang berkepanjangan dan terabaikannya pendidikan di masa pandemic karena kita tidak pernah tahu berapa lama pandemi ini akan berlangsung.

Kebijakan ini diambil pada saat sedang berlangsung ujian sekolah di beberapa wilayah, sedangkan untuk peserta didik kelas 10 dan kelas 11 sedang belajar di rumah. Kelas 12 yang sedang melaksanakan ujian sekolah pada saat itu pun terpaksa harus melakukan ujian sekolah secara daring/online. Untuk melaksanakan ujian sekolah daring harus dilakukan beberapa macam penyesuaian, peserta didik yang belum terbiasa dengan ujian daring, jaringan internet yang tidak sepenuhnya bagus disetiap wilayah, kuota yang disediakan saat ujian menjadi beberapa permasalahan yang harus dihadapi. Selain itu ponsel yang dimiliki oleh peserta didik juga tidak semuanya mendukung keterlaksanaannya ujian sekolah secara daring sehingga peserta didik dipaksa harus menyesuaikan diri dengan kondisi yang ada, belum lagi kondisi lingkungan keluarga peserta didik yang juga terkena imbas dari pandemi.

Selain ujian sekolah daring, sekolah juga secara instan harus mempersiapkan hal-hal yang diperlukan untuk melaksanakan proses belajar secara daring. Dengan situasi dan kondisi yang memaksa harus dilakukan pembelajaran secara daring, serta sarana dan prasarana yang terbatas, maka pembelajaran daring dilakukan sesuai dengan kemampuan yang ada. Ada banyak sekali kelemahan pada saat awal dilaksanakannya pembelajaran daring. keterbatasan sumber daya dan kesiapan peserta didik untuk mengikuti pembelajaran daring menjadi salah satu kendala, selain itu kemampuan guru yang yang belum memiliki kesiapan secara IT, materi pembelajaran yang belum sepenuhnya sesuai dengan model pembelajaran daring, dan permasalahan lainnya yang muncul dalam proses pembelajaran daring. Pembelajaran yang sama sekali tidak pernah kita bayangkan dan tidak pernah terlintas di dalam pemikiran kita akan kita lakukan ternyata menjadi sesuatu yang harus dihadapi dan dilaksanakan dengan tanpa persiapan sama sekali. Pembelajaran yang sangat mendadak, guru juga masih sangat awam dengan pembelajaran daring menyebabkan pembelajaran menjadi tidak maksimal, peserta didik yang juga belum terbiasa dengan pembelajaran daring menjadi salah satu hambatan dalam proses pembelajaran. Selain itu kuota yang dibutuhkan cukup besar yang berimbas pada ekonomi keluarga, jaringan internet yang juga tidak dimiliki oleh seluruh peserta didik secara merata serta ponsel yang untuk proses pembelajaran daring menjadikan kendala tersendiri,  dengan kemampuan yang ada dengan berbagai macam kendala, kapasitas ruang kelas yang sangat terbatas, inovasi-inovasi pembelajaran yang sangat sangat minim karena kita tidak pernah memikirkan akan mengalami kejadian seperti ini. Pada awalnya dirasa berat bagi semua elemen dalam dunia pendidikan.

Dalam prosesnya, pembelajaran daring yang setiap hari harus dijalani membuat para guru dituntut untuk mengembangkan kemampuannya secara professional. Para guru kemudian belajar tentang IT tentang bagaimana proses penggunaan kelas maya/kelas online, bagaimana cara mengajar secara daring, pembuatan media media pembelajaran yang membantu peserta didik untuk lebih memahami materi, dan lain lain. Ada banyak yang bisa dilakukan oleh sekolah untuk mengembangkan kemampuan guru selama pandemic. Sekolah berusaha untuk melakukan peningkatan kemampuan gurunya supaya lebih adaptif terhadap pembelajaran daring. Dengan adanya tuntutan dari sistem untuk guru mengembangkan pembelajaran yang lebih kreatif maka ada banyak sekali pelatihan-pelatihan yang bisa diikuti oleh para guru untuk mengembangkan kemampuannya dalam mengisi pembelajaran daring.  dari mulai membuat media pembelajaran yang bagus, mengisi pembelajaran dengan game/permainan yang menarik dan belajar berinteraksi dengan peserta didik dalam kelas maya.

Peserta didik diharuskan belajar dari rumah tanpa harus ke sekolah untuk waktu yang masih belum dapat di tentukan batasannya. Peserta didik yang setiap hari belajar melaui ponsel (bagi kebanyakan peserta didik ) yang memiliki layar kecil dan dalam waktu yang lama serta berlangsung terus menerus membuat kejenuhan mulai muncul. Hal ini menjadi salah satu penyebab turunnya minat peserta didik untuk belajar. Selain itu proses pembelajaran daring yg tidak di dukung dengan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh peserta didik menyebabkan peserta didik berkecenderungan untuk mengabaikan pembelajaran daring banyak sekali penugasan yang tidak dilakukan oleh peserta didik. Banyak sekali peserta didik yang mengabaikan presensi selama daring. kondisi kejenuhan peserta didik selama mengikuti pembelajaran daring menjadi sebuah tantangan bagi guru untuk lebih meningkatkan kemampuannya supaya peserta didik lebih kembali tertarik untuk belajar seperti pada saat sebelum dari meski diakui sangat sulit tapi para guru berusaha keras untuk belajar supaya pembelajaran bisa interaktif peserta didik bisa tertarik dengan pembelajaran kembali dan mereka tetap memiliki semangat belajar yang lebih.  mulai mengikuti  kegiatan secara daring pula yang tentunya tidaklah mudah untuk dilakukan.

Kebijakan pemerintah melakukan Work from home (WFH) dan work from office (WFO) membuat beberapa guru tidak harus hadir di sekolah setiap harinya, sehingga guru memiliki waktu lebih banyak berada di rumah dibandingkan pada hari-hari biasa mengingat masa pandemi belum berakhir. Pada siang hari guru harus melakukan pembelajaran daring melakukan kegiatan-kegiatan yang biasa dilakukan selama proses KBM, mengevaluasi peserta didik meskipun dengan pembelajaran yang masih sangat sederhana di Sore harinya guru kembali belajar untuk meningkatkan kemampuannya dalam mengembangkan diri supaya pendidikan di kelasnya lebih menarik

Pengorbanan dari guru yang terkadang tidak mengenal batasan waktu dalam proses pembelajaran terkadang masih dianggap sebelah mata oleh beberapa orang mereka hanya menganggap guru libur di rumah tidak melakukan pembelajaran tetapi pembelajaran daring sungguh amat sangat berat bagi para guru untuk dijalani. Guru terus belajar, terus berusaha untuk tetap memberikan pembelajaran semenarik mungkin terhadap peserta didik , berusaha supaya peserta didik memiliki motivasi untuk belajar meskipun guru harus mengorbankan banyak waktunya pagi harus melakukan tugas kedinasan malam tetap harus belajar supaya pembelajaran menjadi sesuatu yang tetap menarik bagi peserta didik di tengah kejenuhan dan kejemuan pembelajaran daring.

Pengembangan diri/profesi yang bisa dilakukan oleh para guru yaitu mengikuti diklat atau pelatihan misalnya guru belajar tentang bagaimana cara membuat media pembelajaran yang interaktif, guru yang mungkin awalnya tidak begitu mengenal coding atau bahasa pemrograman tetapi sekarang dituntut untuk belajar mengenal dan menggunakan aplikasi-aplikasi yang tidak familier di dalam lingkungan kesehariannya. Pada awal pembelajaran daring, pembelajaran hanya dilakukan tanpa adanya interaksi dengan peserta didik secara langsung, terkesan hanya penyampaian materi tanpa ada komunikasi dan tatap muka secara online. Dengan kondisi pandemi guru harus melakukan pembelajaran tidak langsung dan tetap harus melakukan interaksi dalam pembelajaran secara mengembangkan diri supaya berlangsung dan anak dan peserta didik tetap konsisten dengan niatnya untuk belajar selain pembelajaran menggunakan media pembelajaran belajar menggunakan media pembelajaran guru juga belajar tentang bagaimana cara membuat video pembelajaran yang awalnya tidak familier dengan editing video sekarang harus belajar mengedit video integrasikan beberapa video menjadi satu yang cukup menarik guru harus belajar membuat animasi animasi supaya pembelajaran tetap menarik peserta didik Supaya apa yang disampaikan bisa dicerna oleh peserta didik.

Gambar 1 . contoh guru sedang mengikuti pelatihan pembuatan media pembelajaran

Selain pelatihan pembuatan media dan video pembelajaran, guru juga dapat mengembangkan wawasan dengan mengikuti kegiatan seminar online untuk berbagi pengalaman dengan guru-guru di daerah tentang kondisi selama pembelajaran, membandingkan pembelajaran daerah yang satu dengan daerah yang lain, mengambil kelebihan dan membuang atau meminimalisir pembelajaran yang mungkin tidak terlalu berguna menjadi hal-hal yang sudah terbiasa dilakukan di masa pandemic. Hal ini bertujuan supaya peserta didik kembali memiliki semangat untuk belajar meskipun pembelajarannya dilakukan dengan cara daring.

Sisi positif dari pandemi adalah meningkatnya kemampuan guru di bidang teknologi informasi (IT) , guru yang semula tidak memahami pembuatan media pembelajaran yang lebih detail sekarang mau tidak mau guru harus belajar ekstra untuk mempelajari ilmu-ilmu baru. Disinilah guru dituntut untuk selalu dan terus mengembangkan diri sesuai dengan perkembangan teknologi, di mana guru kembali menjadi pusat perhatian saat tujuan pembelajaran tidak tercapai. Setelah melewati beberapa fase atau beberapa bulan dalam kondisi pandemi kita mulai terbiasa untuk melakukan kegiatan-kegiatan baru, belajar tentang teknologi-teknologi baru untuk mengembangkan kemampuan diri demi peserta didik semakin hari kemampuan para guru semakin bertambah

D:\PKB ZOOM\FOTO\BAGUS\Screenshot (377).png

Gambar 2 . contoh guru sedang mengikuti kegiatan pengembangan diri

Sekarang guru sudah mulai bisa melakukan pembelajaran tatap muka secara daring, menggunakan beberapa macam media yang menawarkan tatap muka secara daring, bisa menggunakan Zoom , Google classroom, Microsoft Teams, LMS dan lain-lain. Inovasi-inovasi yang terus dilakukan oleh para guru untuk mengembangkan diri semakin hari semakin meningkat dalam satu sekolah saja bisa terlihat peningkatan kemampuan penguasaan tehnologi . Dari guru yang semula hanya terpaku pada pembelajaran di kelas sekarang sudah mulai bergeser ke pembelajaran di kelas online. Guru sudah mulai bisa membuat permainan permainan di kelas online sudah bisa berinteraksi dengan peserta didik sudah bisa memberikan penilaian, melakukan kegiatan kegiatan diskusi dimana pada saat awal pandemi ini sangat sangat sulit untuk dilaksanakan.

Gambar 3 . Contoh guru sedang mengajar menggunakan gmeet dengan bantuan jamboard dari google.

Salah satu yang menjadi motivasi guru untuk terus belajar adalah permasalahan yang dihadapi oleh peserta didik selama pandemi.  Peserta didik berkecenderungan jenuh dan menurun motivasi dalam belajarnya, bergantung pada game-game di ponsel. Ini akan menjadi tantangan baru bagi kami para guru untuk kembali menjauhkan peserta didik dari kebergantungan dengan ponsel setelah tatap muka kembali bisa dilaksanakan. Game online yang mungkin sudah sangat membudaya dalam diri peserta didik akan menjadi tantangan berat buat kita para guru dalam menghadapi efek dari pandemi ini.  Tidak dipungkiri kedekatan game-game yang ditawarkan di dunia maya juga semakin hari semakin tinggi dan banyak peserta didik yang terikat dengan permainan-permainan tersebut nantinya. Ini adalah sebuah tantangan Bagaimana caranya bagi guru untuk menyeimbangkan peserta didik antara pembelajaran dan game online yang sudah sangat erat dalam kehidupan mereka.

https://www.who.int/indonesia/news/novel-coronavirus/qa/qa-for-public, 7 April 2021.16.00

https://covid19.go.id/tanya-jawab?search=Apa%20yang%20dimaksud%20dengan%20pandemi

7 April 2021.17.00

https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2021/01/kemendikbud-sampaikan-capaian-tahun-2020-dan-sasaran-tahun-2021 7 April 2021.19.00

https://www.menpan.go.id/site/berita-terkini/aturan-baru-sistem-kerja-asn-berdasarkan-kategori-zonasi-risiko-wilayah 7 April 2021.19.00

Biodata Penulis

Nama : Dian Mayasari, S.Pd.

NIP : 197803092008012009

Gol/ Pangkat : IIId / Penata Tk. 1

Unit kerja : SMA Negeri 1 Wangon

You cannot copy content of this page