Iklan

OPTIMALISASI PENGGUNAAN INTERNET UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR IPS TENTANG KONDISI ALAM DAN PENDUDUK NEGARA DI DUNIA BAGI SISWA SMP NEGERI 3 GOMBONG KELAS IX-B

Suharjana, S.Pd.

Abstrak

Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh informasi tentang: (1) dapat tidaknya optimalisasi penggunaan internet untuk meningkatkan minat dan hasil belajar IPS tentang kondisi alam dan penduduk negara di Duniabagi siswa SMP Negeri 3 Gombong kelas IX-B semester 1 tahun pelajaran 2019/2020 dalam pembelajaran kondisi alam dan penduduk negara di dunia , (2) bagaimanaa penggunaan internet untuk meningkatkan minat dan hasil belajar IPS tentang kondisi alam dan penduduk negara di Duniabagi siswa SMP Negeri 3 Gombong kelas IX-B semester 1 tahun pelajaran 2019/2020. Penelitian ini menggunakan model Penelitian Tindakan Kelas. Proses berjalan selama 4 (empat) bulan dalam 2 (dua) siklus yang meliputi empat tahapan yaitu: a) Perencanaan (planning); b) Tindakan (acting); c) Observasi (observing); d) Refleksi (refleksing). Data penelitian dan instrumen penelitian serta teknik pengumpulan data melalui penilaian hasil belajar. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan metode deskriptif komparatif yaitu membandingkan antara sebelum dikenai tindakan dan sesudah dikenai tindakan yang diukur berdasarkan standarisasi penilaian hasil belajar disekolah dalam perencanaan pembelajaran,proses maupun dalam menilai hasil belajar siswa. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil pada prasiklus. Hasil belajar siswa dalam pelaksanaan pembelajaran penggunaan internet melalui media audio visual LCD proyektor dari 31 siswa diperoleh data sebagai berikut: Hasil penilaian rata-rata pada pra siklus untuk pengamatan minat adalah sebesar 38,71%, sedangkan hasil belajar mencapai 46,875%. Sedangkan pada siklus pertama setelah dilakukan pembelajaran penggunaan internet melalui media audio visual LCD proyektor adalah 70,97%, sedangkan di akhir siklus ke dua hasil belajar mencapai 96,77 dan minat belajar mencapai 85,32%. Berdasarkan hasil analisis data dan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa melalui pembelajaran penggunaan internet melalui media audio visual LCD proyektor dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa tahun pelajaran 2019/2020. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menginspirasi guru dan memberi masukan pada siswa yang lain dalam pembelajaran. Sekolah juga dapat mengambil dan menentukan kebijakan baru, Agar peneliti lain dapat menggunakannya sebagai referensi dan bahan kajian untuk mengembangkan penelitian yang sama namun seting yang berbeda.

Kata kunci : internet, android,, minat dan hasil belajar.

I PENDAHULUAN

Untuk menunjang kesuksesan penyelenggaraan pendidikan, perlu menyediakan lingkungan yang memungkinkan peserta didik dapat mengembangkan bakat dan kemampuan secara optimal. Peserta didik atau siswa dapat mewujudkan dirinya dan berfungsi sepenuhnya, sesuai dengan kebutuhan pribadinya dan kebutuhan masyarakat sesuai dengan tujuan pendidikan nasional yang tertera dalam Undang-undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 3, yaitu yang berbunyi untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab dan berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermanfaat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Setelah mengikuti pembelajaran ips diharapkan siswa dapat meningkatkan minat dan hasil belajar pada materi kondisi alam dan penduduk negara di dunia. Berdasarkan kondisi awal sebelum guru melaksanakan pembelajaran menggunakan penggunaan internet untuk melalui HP android, hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS siswa kelas IX-B SMP Negeri 3 Gombong rendah. Hal tersebut dibuktikan dengan nilai formatif hasil belajar studi awal dari 31 siswa terdapat siswa yang tuntas sejumlah 15 siswa atau 48,39% dan 16 anak atau 51,61% dari jumlah seluruh siswa belum tuntas atau gagal memenuhi target Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang distandarkan, yaitu 75.

Persoalan rendahnya hasil belajar disebabkan guru dalam pembelajaran menggunakan metode ceramah yang membosankan. Guru kurang variasi menggunakan media pembelajaran yang digunakan klasikal yang menyebabkan siswa kurang tertarik terhadap pelaksanaan pembelajaran. Guru pada saat melakukan pembelajaran IPS belum menitikberatkan perubahan sikap dan perilaku siswa. Disadari atau tidak hal ini terjadi karena guru dalam melaksanakan pembelajaran mata pembelajaran IPS kurang tepat dalam memilih media pembelajarannya. Di samping itu penggunaan model pembelajaran yang yang digunakan juga kurang sesuai dengan karakteristik siswa. Hal tersebut dikarenakan guru menekankan keaktifan dengan ceramah, siswa mendengar, mencatat dan mengerjakan tugas. Guru masih beranggapan bahwa mengajar yang penting adalah menyampaikan informasi tanpa memperhatikan bagaimana cara menyajikan informasi atau proses menyampaikan materi sehingga materi dapat diterima dan diserap dengan baik. Dengan demikian maka hasil belajar belum memenuhui harapan sesuai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.

Berdasarkan hasil refleksi diri atas pembelajaran yang telah dilaksanakan, rendahnya hasil belajar IPS kelas IX-B SMP Negeri 3 Gombong disebabkan karena guru belum menggunakan media pembelajaran yang tepat untuk dapat mencapai tujuan pembelajaran. Adapun permasalahan yang terjadi pada diri siswa yaitu: (1) Pemahaman siswa terhadap materi kondisi alam dan penduduk negara di dunia (2) Rendahnyasiswa (3) Pembelajaran yang dilaksanakan kurang adanya respon siswa bahkan pembelajaran kurang efektif karena belum adanya kesungguhan dalam belajar (4) Masih terdapat kekurang aktifan siswa dalam pembelajaran (5) Media yang digunakan masih belum ada.

Berdasarkan uraian di atas, maka masalah dalam penelitian ini dapat diidentifikasi sebagai berikut

  1. Hasil belajar siswa rendah.
  2. Siswa kurang bertanggung jawab dalam merespon pelaksanaan pembelajaran.
  3. Siswa belum dapat bekerja sama secara baik dan efektif dalam proses pembelajaran sehingga pelaksanaan pembelajaran berlangsung kurang efektif.
  4. Guru dalam pembelajaran belum menggunakan media yang tepat dalam pembelajaran IPS yang relevan dengan materi operasi bilangan bulat.
  5. Guru dalam menggunakan metode pembelajaran monoton dan membosankan.
  6. Belum optimalnya penggunaan internet sebagai media pembelajaran

Berdasarkan latar belakang dan identifikasi di atas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :

  1. Apakah Optimalisasi penggunaan internet dapat meningkatkan minat dan hasil belajar IPS pada kondisi alam dan penduduk negara di dunia bagi Siswa SMP Negeri 3 Gombong Kelas IX-B Semester 1 Tahun Pelajaran 2019/2020”?
  2. Bagaimana penerapan optimalisasi penggunaan interrnet dapat meningkatkan minat dan hasil belajar IPS pada kondisi alam dan penduduk negara di dunia bagi Siswa SMP Negeri 3 Gombong Kelas IX-B Semester 1 Tahun Pelajaran 2019/2020”?

Mengacu pada rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah :

  1. Untuk meningkatkan minat belajar dalam pembelajaran IPS dengan mengoptimalisasikan internet pada siswa kelas IX-B SMP Negeri 3 Gombong semester 1 tahun pelajaran 2019/2020.
  2. Untuk meningkatkan hasil belajar IPS dengan dengan mengoptimalkan internet pada siswa kelas IX-B SMP Negeri 3 Gombong semester 1 tahun pelajaran 2019/2020.

II. LANDASAN TEORI

Minat merupakan suatu dorongan yang kuat dalam diri seseorang terhadap sesuatu. Minat adalah rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh (Slameto, 2007: 121).[11] Keinginan seseorang akan sesuatu menimbulkan kegairahan terhadap ssesuatu tersebut. minat dapat timbul dengan sendirinya, yang ditengarai dengan adanya rasa suka terhadap sesuatu. Muhibbin Syah, M,Ed.

Hasil belajar adalah perubahan positif yang terjadi pada diri seseorang sebagai hasil dari proses yang relatif terus-menerus dijalani dari berbagai latihan dan pengalaman. Hal ini dilandasi pendapat Varmon A. Magnesen (dalam DePorter, Bobbi, Reardon, M.,dan Singer-Nourie, S) yang menyatakan “… siswa belajar 10% dari apa yang mereka baca, 20% dari apa yang mereka dengar, 30% dari apa yang mereka lihat, 50% dari apa yang mereka lihat dan dengar, 70% dari apa yang mereka katakan, 90% dari apa yang mereka katakan dan lakukan “.

Menurut Suprayekti (2003:4) menyatakan bahwa belajar secara umm dapat diartikan sebagai proses perubahan perilaku akibat interaksi dengan lingkungan.

Menurut M. Ngalim Purwanto (1997:85) belajar merupakan suatu perubahan yang terjadi melalui latihan atau pengalaman: dalam arti perubahan-perubahan yang disebabkan oleh pertumbuhan atau kematangan tidak dianggap sebagai hasil belajar; seperti perubahan-perubahan yang terjadi pada diri seorang bayi.

Pengertian Pembelajaran IPS

Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) secara sederhana, merupakan integrasi antara mata pelajaran Geografi, Sejarah, Ekonomi, Sosiologi, serta mata pelajaran ilmu sosial lainnya. IPS dirumuskan atas dasar realita dan fenomena sosial yang mewujudkan suatu pendekatan interdisipliner dari aspek cabang-cabang ilmu sosial yang dibelajarkan di tingkat sekolah dasar dan menengah. Oleh karena itu penjabaran konsep-konsep, pokok bahasan dan sub-pokok bahasan harus disesuaikan dengan tingkat pengalaman dan perkembangan mental anak pada

b. Karakteristik IPS

Karakteristik pendidikan IPS menurut Trianto (2010: 174): “Karakteristik pendidikan IPS berbeda dengan disiplin ilmu lain yang bersifat monolitik. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan integrasi dari berbagai disiplin ilmu-ilmu sosial, seperti sosiologi, sejarah, geografi, ekonomi, politik, hukum, dan budaya. Rumusan Ilmu Pengetahuan Sosial berdasarkan realitas dan fenomena sosial melalui pendekatan interdisipliner.” Sedangkan menurut Sapriya (2011: 21), karakteristik pendidikan IPS konteks utamanya masih pada ilmu-ilmu sosial (social science) yang berkaitan dengan manusia dalam konteks sosial.

c. Tujuan IPS

Menurut Gross dalam Trianto (2010: 173) menyebutkan bahwa tujuan pendidikan IPS adalah untuk mempersiapkan agar seseorang bisa menjadi warga negara yang baik dalam kehidupan di masyarakat dan tujuan lainnya adalah mengembangkan kemampuan menggunakan penalaran dalam mengambil keputusan setiap persoalan yang dihadapi.

Internet adalah sebuah jaringan komputer global yang terdiri dari jutaan komputer yang saling berhubungan dengan menggunakan protokol yang sama untuk berbagi informasi secara bersama.

Fasilitas aplikasi internet cukup banyak sehingga mampu memberikan dukungan bagi keperluan militer, kalangan akademisi, kalangan media massa, maupun kalangan bisnis. Fasilitas tersebut seperti telnet, gopher, WAIS, email, mailing list (milis), newsgroup, file transfer protocol (FTP), internet relay chat, world wide web (www). Di antara fasilitas yang ada tersebut ada beberapa aplikasi standar internet yang dapat dipergunakan untuk keperluan pendidikan, antara lain e-mail, dan world wide web (www)

2. Komponen dan layanan fungsi internet.

1) WWW (World Wide Web)

2) E-Mail

3. Manfaat internet bagi dunia pendidikan

Beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari penggunaan internet dalam proses belajar mengajar adalah:

1) Kemampuan dan kecepatan dalam komunikasi,

2) Ketersediaan informasi yang up to date telah mendorong tumbuhnya motivasi untuk membaca dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terjadi di berbagai belahan dunia.

3) Melalui web pendidikan, proses belajar dapat dilakukan secara dinamis, tidak tergantung waktu dan ruang pertemuan. Semua materi, belajar dapat diperoleh dengan mudah pada situs-situs pendidikan yang tersedia.

4) Melalui e-mail, konsultasi dapat dilakukan secara pribadi antar peserta didik atau dengan rekan lainnya. Skalabilitas konsultasi bisa menjadi tidak terbatas dengan pendidik atau rekan dalam satu lingkungan sekolah saja, melainkan dapat digunakan untuk konsultasi dengan orang-orang yang di nilai kompeten dalam bidangnya yang beraa diluar lembaga pendidikan tersebut, bahkan yang berada di luar negeri.

5) Tersedianya fasilitas e-moderating dimana guru dan siswa dapat berkomunikasi secara mudah melalui fasilitas internet secara reguler atau kapan saja kegiatan berkomunikasi itu dilakukan dengan tanpa dibatasi oleh jarak, tempat dan waktu seperti facebook, twitter dsb.

6) Guru dan siswa dapat menggunakan bahan ajar atau petunjuk belajar yang terstruktur dan terjadwal melalui internet, sehingga keduanya bisa saling menilai sampai berapa jauh bahan ajar dipelajari.

7) Siswa dapat belajar me-review bahan ajar setiap saat dan dimana saja kalau diperlukan mengingat bahan ajar tersimpan dikomputer.

8) Bila siswa memerlukan tambahan informasi yang berkaitan dengan bahan yang dipelajarinya, siswa dapat melakukan akses di internet secara lebih mudah.

9) Relatif lebih efisien

10) Bagi guru maupun siswa dapat melakukan diskusi melalui internet yang dapat diikuti dengan jumlah peserta yang

11) Berubahnya peran siswa yang biasanya pasif menjadi aktif.

4. Peranan internet bagi dunia pendidikan

1. Akses ke sumber informasi

2. Akses ke pakar

3. Media kerjasama

Berdasarkan uraian di atas dapat dirumuskan hipotesis penelitian tindakan kelas sebagai berikut :

1. Penerapan penggunaan internet dapat meningkatkan minat dan hasil belajar ips pada kondisi alam dan penduduk negara di dunia melalui hp androit bagi Siswa SMP Negeri 3 Gombong Kelas IX-B Semester 1 Tahun Pelajaran 2019/2020.

2. Penerapan penggunaan internet dapat meningkatkan minat dan hasil belajar ips pada kondisi alam dan penduduk negara di dunia melalui hp androit bagi Siswa SMP Negeri 3 Gombong Kelas IX-B Semester 1 Tahun Pelajaran 2019/2020”?

Indikator yang digunakan untuk mengukur peningkatan proses dan hasil belajar siswa adalah secara individual maupun klasikal serta ketuntasan belajar siswa. Setelah pelaksanaan penelitian ini dilakukan 2 siklus, maka indikator kinerja sebagai berikut:

  1. Minat belajar siswa dinyatakan berhasil, jika 80% dari jumlah siswa dengan kategori baik/tinggi dalam proses pembelajaran.
  2. Hasil Belajar dinyatakan berhasil, jika secara individual siswa dinyatakan tuntas belajar dan telah memperoleh nilai lebih dari atau sama dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) mata pelajaran IPS kelas IX- Bsemester 1 tahun pelajaran 2019/2020 SMP Negeri 3 Gombong yaitu 75 dan secara klasikal jika tingkat ketuntasan mencapai minimal 80%.

III. METODE PENELITIAN

Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 3 Gombong. SMP Negeri 3 Gombong terletak di daerah pinggiran yang mayoritas penduduknya bermata pencaharian bertani, pedagang dan pegawai. Peneliti melakukan penelitian di SMP Negeri 3 Gombong dengan alasan lokasi kerjanya sebagai guru yang mengajar mapel IPA kelas IX-B . Di samping itu dengan adanya penelitian di kelas IX-B SMP Negeri 3 Gombong diharapkan dapat memberikan sumbangsih terhadap mutu pendidikan dan peningkatan kualitas pembelajarannya.

Penelitian ini dilakukan pada mata pelajaran IPS selama 2 siklus. Jadwal pelaksanaan penelitian sebagai berikut :

Siklus I

Hari/tanggal : Pertemuan 1 : tanggal 7 Agustus 2019

Pertemuan 2 : tanggal 14 Agustus 2019

Pertemuan 3 : tanggal 21 Agustus 2019

Kompetensi Dasar :

3.1 Menelaah perubahan keruangan dan interaksi antarruang negara-negara Asia dan benua lainnya yang diakibatkan faktor alam, manusia dan pengaruhnya terhadap keberlangsungan kehidupan manusia dalam ekonomi, sosial, pendidikan dan politik.

Siklus II

Hari/tanggal : Pertemuan 1 :Rabu tanggal 4 September 2019

Pertemuan 2 : Rabu tanggal 11 September 2019

Pertemuan 3 : Rabu tanggal 18 September 2019

Kompetensi Dasar :

3.1 Menelaah perubahan keruangan dan interaksi antar ruang negara-negara Asia dan benua lainnya yang diakibatkan faktor alam, manusia dan pengaruhnya terhadap keberlangsungan kehidupan manusia dalam ekonomi, sosial, pendidikan dan politik

.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus s.d Nopember 2019 dan pada kalender pendidikan adalah semester 1 tahun pelajaran 2019/2020. Pelaksanaan penelitian ini adalah sebagai berikut :

Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IX-B semester 1 tahun pelajaran 2019/2020 SMP Negeri 3 Gombong . Jumlah siswa yang menjadi subyek penelitian adalah 31 siswa, terdiri dari 15 siswa laki-laki dan 16 siswa perempuan. Alasan penulis melakukan penelitian di kelas IX-B karena penulis mengajar di kelas XI pada Mata Pelajaran IPS dan untuk memperbaiki proses dan hasil pembelajarnya.

Sedangkan alasan penulis melakukan Penelitian Tindakan Kelas pada Mata Pelajaran IPS adalah: (1) selama ini pembelajaran IPS belum menggunakan model pembelajaran yang optimal, (2) pembelajaran IPS kurang menyenangkan, (3) minat pembelajaran IPS masih sangat rendah, (4) tingkat keberhasilan pembelajaran IPS masih rendah belum sesuai dengan KKM yang telah ditentukan.

Sumber data dalam penelitian adalah subjek dari mana data dapat diperoleh. Apabila peneliti menggunakan kuesioner atau wawancara dalam pengumpulan datanya, maka sumber data disebut responden, yaitu orang yang merespon atau menjawab pertanyaan-pertanyaan peneliti, baik pertanyaan tertulis maupun lisan.

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Istilah dalam bahasa Inggris adalah Classroom Action Research, yaitu sebuah kegiatan penelitian yang dilakukan di kelas. Menurut Suharsini Arikunto (2006) didalam penelitian tindakan kelas memiliki tiga pengertian yaitu :

  1. Penelitian menunjuk pada suatu kegiatan mencermati obyek dengan menggunakan cara dan aturan metodologi tertentu untuk memperoleh data atau informasi yang bermanfaat dalam meningkatkan mutu suatu hal yang menarik minat dan bagi peneliti.
  2. Tindakan menunjuk pada suatu gerak kegiatan yang sengaja dilakukan dengan tujuan tertentu. Dalam penelitian berbentuk siklus kegiatan siswa.
  3. Kelas dalam hal ini tidak terikat pada ruang kelas, tetapi dalam pengertian yang lebih spesifik. Seperti yang sudah lama dikenal dalam bidang pendidikan dan pengajaran, yang dimaksud dengan istilah kelas adalah sekelompok siswa dalam waktu yang sama menerima pelajaran yang sama dari guru yang sama pula.

IV. HASIL PENELITIAN

Tabel 4 Minat Belajar Siswa Pra Siklus

No. Minat Belajar Siswa Jumlah

Siswa

% Ket
1 Minat Belajar siswa rendah 17 54,83
2 Minat Belajar siswa Sedang 10 32,26
3 Minat Belajar siswa tinggi 4 12,90
Jumlah 31 100

Tabel 5 Hasil Tes Hasil Belajar Pra Siklus

No. Hasil Tes Hasil Belajar Hasil Keterangan
1 Nilai tinggi 80 3 siswa
2 Nilai rendah 50 7 siswa
3 Nilai sedang 65 7 siswa
3 Ketuntasan Belajar 46,875 15 siswa
4 Nilai rata-rata 65

Diagram 1. Perbandingan Minat Belajar Pra Siklus dan Siklus I

Hasil tes hasil belajar IPS diperoleh hasil sebagai berikut : skor tertinggi 95 skor terendah 70 skor rerata 82,0625 modus skor 80. Masih ada 2 siswa ( 6,45%) yang mendapat skor di bawah ketuntasan belajar minimal (KKM)

Hasil analisis tes hasil belajar siswa mata pelajar IPS diperoleh rerata 85,32 nilai tertinggi 95, nilai terendah 70, modus 80 ketuntasan belajar 96,77%

Sebelum dilakukan pembelajaran dengan mengoptimalkan penggunaan internet bermedia LCD proyektor, Minat belajar siswa yang tinggi hanya 18,75% atau 6 siswa dari 31 siswa. Situasi pembelajaran monoton, siswa tidak aktif terlibat dalam pembelajaran, siswa kurang memperhatikan dan pemahaman siswa belum maksimal, guru hanya menjelaskan dan belum mengembangkan pembelajaran yang bervariasi, situasi kelas kurang menggairahkan.

Perbandingan hasil penelitian pra siklus dan siklus I setelah dilakukan pengamatan pada saat proses pembelajaran diperoleh data sebagai berikut :

Tabel 6 Perbandingan Minat Belajar Siswa Pra Siklus sengan Siklus I

No Minat Siswa Pra Siklus Siklus I
1 Tinggi 3 10
2 Sedang 10 16
3 Rendah 18 7

Berdasarkan data di atas ada kenaikan Minat belajar siswa yang tinggi dari 3 menjadi 10, sedang minat belajar siswa yang rendah dari 18 menjadi 7

Pada siklus I diperoleh hasil, siswa yang memiliki minat belajar tinggi 10 atau 32,26%, siswa yang memiliki minat belajar sedang 16 siswa atau 51,61% dan siswa yang memiliki minat belajar rendah 18 siswa atau 58,06%. Ini berarti ada kenaikan minat belajar siswa dari pra siklus sebanyak 3 siswa menjadi 10 siswa pada siklus I.

Hasil analisis Minat belajar siswa agar menjadi jelas disajikan dalam bentuk diagram batang sebagai berikut :

Diagram 3. Perbandingan Minat belajar siswa Pra Siklus dan Siklus I

Minat belajar siswa

Tabel 7 Perbandingan Hasil Belajar IPS Pra Siklus dan Siklus I

No Hasil Belajar IPS Pra

siklus

Siklus

I

1 Nilai tertinggi 80 85
2 Nilai terendah 50 60
3 Nilai rata – rata 65 72,96
4 Ketuntasan belajar 46,875% 68,755%

Pada tabel di atas terlihat siklus I hasil nilai tertinggi 85, nilai terendah 65 dan nilai rata-rata 72,96. Pada studi awal nilai rata-rata 65 sehingga ada kenaikan meskipun siswa ketuntasan belajar baru mencapai 68,75% .

Hasil selengkapnya disajikan dalam grafik berikut :

Gambar 4. Grafik Perbandingan Prestasi belajar Pra Siklus dan Siklus I

Tabel 7. Perbandingan Minat belajar Siswa Siklus I dengan Siklus II

No Minat Belajar

Siswa

Siklus I Siklus II
1 Tinggi 10 20
2 Sedang 16 8
3 Rendah 7 3

Diagram 5. Perbandingan Minat belajar Siklus I dan Siklus II

Tabel 8. Perbandingan Hasil Belajar IPS Siklus I dan Siklus II

No Prestasi Belajar IPS Siklus I Siklus II
1 Nilai tertinggi 85 95
2 Nilai terendah 60 70
3 Nilai rata-rata 72,96875 82,0625
4 Ketuntasan belajar 68,75% 90,625%

Pada tabel di atas terlihat siklus II hasil nilai tertinggi 95, nilai terendah 70 dan nilai rata-rata 82,0625. Pada Siklus I nilai rata-rata 72,96875 sehingga ada kenaikan 10,093 dan ketuntasan belajar sudah mencapai 90,625%. Hasil selengkapnya disajikan dalam grafik berikut :

Diagram 6. Perbandingan Prestasi belajar Siklus I dan Siklus II

Hasil Belajar IPS

Grafik di atas menunjukan prestasi belajar IPS pada siklus I nilai rata-rata 2,9687 menjadi 82,0625 pada siklus II. Selain hal tersebut data nilai terendah sudah ada kenaikan dari siklus I sebesar 60 pada siklus II meningkat menjadi 70.

Berkat intervensi dengan penerapan penggunaan internet maka minat siswa dan prestasi belajar IPS ada kenaikan. Hal ini disebabkan penerapan penggunaan internet kondisi siswa menjadi a) antusias; b) aktif dalam pembelajaran; c) memiliki pemahaman yang lebih konkrit dan d) lebih terMinat untuk belajar. Situasi kelas a) menyenangkan; b) interaktif dan c) merangsang siswa untuk terlibat lebih aktif dalam pembelajaran.

Penerapan penggunaan internet pada materi kondisi alam dan penduduk negara di dunia pada siswa kelas XI-B SMP Negeri 3 Gombong ini mununjukan adanya prestasi yang meningkat, hal ini disebabkan adanya kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik pembelajaran penerapan penggunaan internet sebagaimana teruarai di atas.

Akhir siklus II menunjukan bahwa hasil penelitian kemampuan Minat siswa sudah mencapai 81,25 sehingga sudah berhasil. Hasil tes prestasi belajar sudah mencapai rerata 82,0625 sehingga sudah berhasil. Berdasarkan diskusi refleksi maka penelitian dihentikan dan tidak perlu dilanjutkan siklus III. Siklus berhenti karena hasil belajar sudah meningkat signifikan.

V. SIMPULAN

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

  1. Penerapan model pembelajaran penggunaan internet dapat meningkatkan hasil belajar swa pada pembelajaran IPS tentang kondisi alam dan penduduk di negara dunia di kelas IX-B SMP Negeri 3 Gombong semester 1 tahun pelajaran 2019/2020. Hal ini dapat dilihat pada peningkatan rerata minat belajar dari pra siklus 65 menjadi 85,32 pada akhir siklus II.
  2. Penerapan model pembelajaran penggunaan internet melalui media audio visual LCD proyektor dapat meningkatkan hasil belajar IPS tentang kondisi alam dan penduduk di negara dunia pada siswa kelas IX-B semester 1 SMP Negeri 3 Gombong tahun pelajaran 2019/2020. Hal ini dapat dilihat dari ketuntasan belajar pra siklus sebesar 46,875 menjadi 96,77 pada siklus II.

Secara toeritis bahwa penerapan model pembelajaran menerapkan penggunaan internet melalui media audio visual LCD proyektor dapat dikembangkan untuk mata pelajaran IPS, karena mempunyai keunggulan-keunggulan bahwa dalam menerapkan penggunaan internet melalui media audio visual LCD proyektor dapat memberikan hasil yang cukup baik karena dengan model pembelajaran menerapkan penggunaan internet melalui media audio visual LCD proyektor siswa menjadi lebih antusias dan tertarik, karena hal ini menarik perhatian siswa. Sselain menarik perhatian siswa, juga memberikan kemudahan di dalam memahami materi dengan media yang sulit.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim1, 2009. Panduan Implementasi … Supriya dan Udin S.Winataputra,

Bimo Walgito. 2002 . Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru. Algensindo

Bloom, Benjamin S., etc. 1956. 2003. Psikologi Remaja. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama. Goleman

Dimyati dan Mudjiono. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta. Iskandar,

Djaali. 2006. Psikologi Pendidikan. Jakarta: PT. Bumi Aksara

Trianto. (2010). Model Pembelajaran Inovatif-Progresif Konsep, Landasan, dan. Implementasi Pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.

Gros oleh Altan, A. 2010. A Different Technique of Primary Indirect Inguinal Hernia

Numan Sumantri, (2001). Pembaharuan Pendidikan IPS. Bandung : Rosda Karya.

Muhibbin, Syah. 2008. Psikologi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya

Ngalim Purwanto. 2007. Psikologi Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Biodata Penulis

Nama : Suharjana, S.Pd.

NIP : 19660104 198903 1 008

Unit Kerja : SMP Negeri 3 Gombong

By admin

You cannot copy content of this page