Iklan

OPTIMALISASI AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR TENTANG MAKNA PROKLAMASI BAGI BANGSA INDONESIA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE SCRIPT BERBANTUAN MEDIA POWERPOINT PADA SISWA KELAS VI SEMESTER 2  SD NEGERI TAMBAHARJO TAHUN PELAJARAN 2019/2020

OLEH : SUDYANINGSIH, S.Pd.SD

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah: (1) secara umum untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, sehingga hasil belajar siswa meningkat pada SD Negeri Tambaharjo, Kecamatan Adimulyo melalui model pembelajaran cooperative script berbantuan media powerpoint. (2) secara khusus penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa tentang tentang Makna Proklamasi bagi Bangsa Indonesia melalui penerapan model cooperative script berbantuan media powerpoint di kelas VI Semester 2 SD Negeri Tambaharjo Tahun Pelajaran 2019/2020. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Tambaharjo, Kecamatan Adimulyo, Kabupaten Kebumen. Waktu Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan bulan Maret 2020. Bentuk penelitian ini adalah Classromm Action Research (Penelitian Tindakan Kelas). Tindakan yang dilakukan terdiri dari empat tindakan dalam dua siklus. Tiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu planning, acting, observing, dan revlecting. Adapun kelas yang diteliti adalah siswa kelas VI SD Negeri Tambaharjo dengan jumlah siswa 13 anak. Pada Penelitian Tindakan Kelas ini data awal yang diperoleh guru adalah perolehan nilai kondisi awal pada muatan pelajaran IPS tentang makna proklamasi bagi bangsa Indonesia. Data awal menunjukkan bahwa penilaian siswa pada materi ini masih rendah yaitu nilai rata-rata 65,00. Setelah dilaksanakan siklus I nilai rata-rata mengalami peningkatan menjadi 67,69. Pada siklus II nilai rata-rata naik menjadi 88,08. Jadi dari kondisi awal ke kondisi akhir terdapat peningkatan hasil belajar dari 65,00 menjadi 88,08. Jumlah siswa yang tuntas belajar pada kondisi awal 15%, pada siklus I yaitu 54%, dan pada siklus II meningkat menjadi 85%. Dari hasil penelitian tindakan yang dilaksanakan melalui dua siklus, diperoleh peningkatan yang sangat berarti, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran cooperative script berbantuan media powerpoint dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI SD Negeri Tambaharjo Semester 2 Tahun Pelajaran 2019/2020.

Kata kunci: Cooperative Script, powerpoint, makna proklamasi

PENDAHULUAN

Tujuan pembelajaran IPS dan kompetensinya dapat dicapai dengan menerapkan suatu model pembelajaran yang memungkinkan siswa berperan secara aktif dalam proses pembelajaran, baik dalam bentuk interaksi antar siswa maupun siswa dengan guru. Pembelajaran dapat berlangsung secara aktif jika disesuaikan dengan tingkat perkembangan siswa, siswa terlibat aktif dalam pembelajaran, siswa mengalami apa yang dipelajarinya sehingga menemukan sendiri konsep-konsep yang dipelajarinya, dan siswa membangun pengetahuannya berdasarkan pengalaman yang dimilikinya dengan berinteraksi dengan teman atau gurunya, serta menggunakan berbagai sumber atau media.

Gambaran kondisi pembelajaran seperti pada uraian di atas diharapkan terjadi di SD Negeri Tambaharjo, namun pada kenyataannya tidaklah demikian. Penguasaan materi pelajaran khususnya mata pelajaran IPS belum sesuai harapan. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS tentang Makna Proklamasi bagi Bangsa Indonesia adalah sebagai berikut:

Berdasarkan hasil penilaian harian siswa kelas VI, dapat disimpulkan bahwa hasil evaluasi siswa tersebut belum menunjukkan hasil yang sesuai dengan harapan, kenyataan tersebut pada:

  1. Perolehan rata-rata kelas masih di bawah nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal), yaitu 70 pencapaian nilai rerata yang diperoleh 65.
  2. Berdasarkan jumlah siswa yang telah mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal), baru 4 siswa dari 13 siswa dalam persentase pencapaiannya baru 30,76%.
  3. Siswa yang belum mencapai ketuntasan ada 9, dalam persentase pencapaiannya baru 69,24%.

Melihat kondisi di atas, maka sebagai pendidik merasa kecewa sehingga diperlukan usaha dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Penulis mencoba untuk mencari beberapa literasi tentang metode pembelajaran yang baik dan mengkonsultasikan dengan kepala sekolah kemudian dapat disimpulkan bahwa:

  1. Guru belum menggunakan model pembelajaran yang kreatif dan inovatif, dalam proses pembelajaran belum memanfaatkan media pembelajaran, selain itu guru kurang melibatkan siswa dalam kegiatan tanya jawab dan diskusi hanya beberapa siswa saja yang aktif dan merespon selama kegiatan tanya jawab dan diskusi berlangsung.
  2. Sebagian besar siswa bersikap pasif dalam mengikuti pelajaran IPS. Hanya beberapa siswa yang aktif dalam mengikuti penjelasan dari guru sedangkan yang lainnya cenderung tidak memperhatikan. Keaktifan siswa juga tidak tampak dalam kegiatan tanya jawab maupun diskusi, tampak sekali siswa tidak antusias dan tertarik untuk mengikuti kegiatan pembelajaran.

Berdasarkan pemaparan latar belakang masalah, identifikasi masalah, dan pembatasan masalah, maka secara spesifik masalah dapat dirumuskan sebagai berikut:

  1. Apakah penerapan model pembelajaran cooperative script berbantuan media powerpoint dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran IPS tentang Makna Proklamasi bagi Bangsa Indonesia di kelas VI Semester 2 SD Negeri Tambaharjo Tahun Pelajaran 2019/2020?
  2. Apakah penerapan model pembelajaran cooperative script berbantuan media powerpoint dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS tentang Makna Proklamasi bagi Bangsa Indonesia di kelas VI Semester 2 SD Negeri Tambaharjo Tahun Pelajaran 2019/2020?
  3. Bagaimanakah penerapan model pembelajaran cooperative script berbantuan media powerpoint dalam pembelajaran IPS tentang Makna Proklamasi bagi Bangsa Indonesia di kelas VI Semester 2 SD Negeri Tambaharjo Tahun Pelajaran 2019/2020? Adapun tujuan Penelitian ini:
  4. Untuk mengetahui peningkatan aktivitas belajar siswa tentang Makna Proklamasi bagi Bangsa Indonesia melalui penerapan model cooperative script berbantuan media powerpoint di kelas VI Semester 2 SD Negeri Tambaharjo Tahun Pelajaran 2019/2020.
  5. Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa tentang Makna Proklamasi bagi Bangsa Indonesia melalui penerapan model cooperative script berbantuan media powerpoint di kelas VI Semester 2 SD Negeri Tambaharjo Tahun Pelajaran 2019/2020.
  6. Untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa tentang tentang Makna Proklamasi bagi Bangsa Indonesia melalui penerapan model cooperative script berbantuan media powerpoint di kelas VI Semester 2 SD Negeri Tambaharjo Tahun Pelajaran 2019/2020.

KAJIAN TEORI

Pembelajaran kooperatif merupakan bentuk pembelajaran dengan cara siswa belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya terdiri dari empat sampai enam orang dengan struktur kelompok yang bersifat heterogen (Rusman, 2016: 202-203).

Model pembelajaran Cooperative Script adalah metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan berganitian secara lisan mengikhtisarkan, bagian-bagian dari materi yang di pelajari (Tim Pustaka Yustisia, 2007: 165).

Kompetensi Dasar yang berhubungan dengan meteri tentang Makna Proklamasi dagi Bangsa Indonesia adalah KD 3.4 Memahami makna proklamasi kemerdekaan, upaya mempertahankan kemerdekaan, dan upaya mengembangkan kehidupan kebangsaan yang sejahtera. (Kurikulum SD Negeri Tambaharjo, 2019: 74)

Tujuan pembelajaran mencakup tujuan umum/tujuan kurikulum yaitu, tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler. (Kurikulum SDN Tambaharjo, 2019: 73). Tujuan Pembelajaran yang berikutnya adalah tujuan khusus yaitu, siswa dapat mendeskripsikan tentang makna Proklamasi Kemerdekaan, upaya mempertahankan kemerdekaan, dan upaya mengembangkan kehidupan kebangsaan yang sejahtera.

Salah satu alat yang digunakan untuk merangsang siswa agar berhasil dalam proses belajar adalah media pembelajaran. Ely (dalam Hamdani, 2011: 243) mengemukakan bahwa kata media berasal dari Bahasa Latin, yaitu medium yang secara harfiah berarti perantara, dan pengantar, yaitu pengantar sumber pesan dengan penerima pesan.

Indikator keberhasilan dalam penelitian ini ditetapkan sebagai berikut:

  1. 80% siswa mendapatkan nilai ≥ 70 (sesuai dengan KKM)
  2. 80% siswa terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran.

METODOLOGI PENELITIAN

Kegiatan Penelitian Tindakan Kelas dimulai dengan penyusunan proposal Penelitian Tindakan Kelas dan penyusunan intrumen serta segala sesuatu yang berkaitan dengan pelaksanaan tindakan yang akan dilaksanakan.

Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas direncanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Kegiatan dalam setiap siklus mencakup penyusunan rencana tindakan, pelaksanaan tindakan, pengolahan data, dan refleksi.

Kegiatan berikutnya adalah pelaporan yang meliputi penyusunan draf laporan dan penulisan laporan. Kegiatan Penelitian Tindakan Kelas diakhiri dengan penyerahan laporan. Rincian perencanaan pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas dilaksanakan sebagai berikut::

Siklus kesatu :
  • Senin, 2Januarii 2020
  • Selasa, 21 Januari 2020
Siklus kedua :
  • Senin, 3 Februari 2020
  • Selasa, 4 Februari 2020

Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Tambaharjo, Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan Kecamatan Adimulyo. Sekolah tempat penelitian berlokasi di RT 01 RW 01 Desa Tambaharjo, Kecamatan Adimulyo, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah. SD Negeri Tambaharjo terletak tepat di pertigaan jalan desa, alamat email: sdtambaharjo@gmail.com.

Kelas yang akan menjadi penelitian adalah kelas VI yang menempati lokal sebelah barat. Ukuran ruang kelas VI adalah 7 m x 8 m, mempunyai luas 56 m2, digunakan oleh rombongan belajar yang terdiri dari 7 siswa putra dan 6 siswa putri. Jumlah siswa kelas VI adalah 13 siswa yang mempunyai karakteristik yang beragam, di antara 13 siswa tidak ada yang mempunyai kemampuan yang sangat menonjol dalam hal penguasaan materi pelajaran, namun sebaliknya ada beberapa siswa yang kurang dalam penguasaan materi pelajaran. Berikut adalah foto siswa-siswi kelas VI SD Negeri Tambaharjo Tahun Pelajaran 2019/2020.

Mengkonfirmasikan data atau interverensi temuan kepada informan kunci sehingga diperoleh kesepakatan antara peneliti dan informan tentang data atau interpretasi temuan tersebut. Hal ini dilakukan dengan melalui kegiatan diskusi antara peneliti dan informan kunci setelah kegiatan pengamatan maupun kajian dokumen. Dari dua teknik pemeriksaan validitas di atas yang digunakan penulis adalah teknik triangulasi metode pengumpulan data.

Dalam pengumpukan data, peneliti dibantu oleh teman sejawat dengan identitas dan tugas sebagai berikut:

Nama : Sunarti, A.Ma.Pd.
NIP : 19601121 197911 2 006
Tugas : Guru Kelas I

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan hasil penilaian harian siswa kelas VI, dapat disimpukan bahwa hasil penilaian siswa tersebut belum menunjukkan hasil yang sesuai dengan harapan, kenyataan tersebut terlihat pada:

  1. Perolehan rata-rata kelas masih di bawah nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal), yaitu 75 pencapaian nilai rerata yang diperoleh 65.
  2. Berdasarkan jumlah siswa yang telah mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal), baru 2 siswa dari 13 siswa dalam persentase pencapaiannya baru 15%.

Siswa yang belum mencapai ketuntasan ada 11, dalam persentase pencapaiannya baru 85%.

Deskripsi Hasil Siklus I

Tabel 4.1. Hasil Belajar Siswa Siklus I

No. Hasil Belajar Siswa Siklus I
1 Rata-rata 67,69
2 Ketuntasan 54%
3 Tidak tuntas 46%
4 Nilai terendah 30
5 Nilai tertinggi 90

Deskripsi Hasil Siklus II

Tabel 4.6. Kriteria Ketuntasan Aktivitas Siswa Siklus II

Jumlah Skor Kriteria/Predikat
7 ≤ skor < 12,25 kurang (K)
12,25 ≤ skor < 17,50 cukup (C)
17,50 ≤ skor < 22,75 baik (B)
22,75 ≤ skor ≤ 28 sangat baik (A)

No. Hasil Belajar Siswa Siklus II
1 Rata-rata 88,08
2 Ketuntasan 85%
3 Tidak tuntas 15%
4 Nilai terendah 70
5 Nilai tertinggi 100

Pada tabel di atas terlihat hasil belajar tentang Makna Proklamasi Kemerdekaan bagi Bangsa Indonesia diperoleh data nilai rata-rata kelas adalah 88,08. Ketuntasan klasikal yang capai adalah 85% atau 11 siswa yang telah mencapai KKM, sedangkan 2 siswa belum memenuhi nilai Kriteria Ketuntasan Minimal atau jika dinyatakan dalam persentase adalah 15%. Nilai tertinggi yang diraih pada Siklus I adalah 100 sementara itu nilai terendah yg diperoleh adalah 70

Data hasil belajar siswa yang diperoleh pada Siklus I dan Siklus II adalah sebagai berikut:

Tabel 4.9. Data Hasil Belajar Siswa Per Siklus

No. Hasil Belajar Kondisi Awal Siklus I Siklus II
1 Rata-rata 65,00 67,69 88,08
2 Ketuntasan 15% 54% 85%
3 Tidak tuntas 85% 46% 15%
4 Nilai terendah 60 30 0
5 Nilai tertinggi 90 90 0

Jika disajikan dalam bentuk diagram batang adalah sebagai berikut:

Gambar 4.36. Diagram Batang Hasil Belajar Siswa Per Siklus

Pembahasan

a. Berdasarkan pengamatan dan catatan observer, ditemukan bahwa dengan menerapkan Model Pembelajaran Cooperative Script Berbantuan Media Powerpoint, keaktifan siswa dalam proses pembelajaran mengalami peningkatan. Hal ini dapat dibuktikan dengan kesiapan siswa saat mengikuti pelajaran, mendengarkan penjelasan guru, menanyakan hal yang belum jelas, berkelompok dan melaksanakan diskusi, menyampaikan hasil diskusi dan mengikuti kegiatan akhir. Berdasarkan catatan observer, keaktifan siswa dari siklus ke siklus mengalami peningkatan. Pada Siklus I dari 13 hanya 5 siswa/38% mendapat predikat baik, 6 siswa/47% mendapatkan predikat cukup, dan 2 siswa/15% mendapatkan predikat kurang dalam keaktifan mengikuti pembelajaran. Sedangkan pada Siklus II mengalami peningkatan keaktifan yang signifikan 9 siswa/69% mendapatkan predikat sangat baik, 4 siswa/31% mendapatkan predikat baik.

b. Dilihat dari penilaian pada akhir pembelajaran dengan penerapan Model Pembelajaran Cooperative Script Berbantuan Media Powerpoint juga terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Terbukti pada kondisi awal dari 13 siswa hanya 2 siswa/15% yang tuntus belajar dengan nilai rata-rata kelas 65,00 pada Siklus I siswa yang tuntas belajar ada 7 siswa/53% dengan nilai rata-rata kelas 67,69 sedangkan pada Siklus II mengalami peningkatan yang berarti siswa yang tuntas belajar 12 siswa/92,30% dengan nilai rata-rata kelas 80,08.

c. Berdasarkan data di atas, dapat dikemukakan jika diterapkan secara benar, Model Pembelajaran Cooperative Script Berbantuan Media Powerpoint dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa.

SIMPULAN

  1. Berdasarkan pengamatan dan catatan observer, ditemukan bahwa dengan menerapkan Model Pembelajaran Cooperative Script Berbantuan Media Powerpoint, keaktifan siswa dalam proses pembelajaran mengalami peningkatan. Hal ini dapat dibuktikan dengan kesiapan siswa saat mengikuti pelajaran, mendengarkan penjelasan guru, menanyakan hal yang belum jelas, berkelompok dan melaksanakan diskusi, menyampaikan hasil diskusi dan mengikuti kegiatan akhir. Berdasarkan catatan observer, keaktifan siswa dari siklus ke siklus mengalami peningkatan. Pada Siklus I dari 13 hanya 5 siswa/38% mendapat predikat baik, 6 siswa/47% mendapatkan predikat cukup, dan 2 siswa/15% mendapatkan predikat kurang dalam keaktifan mengikuti pembelajaran. Sedangkan pada Siklus II mengalami peningkatan keaktifan yang signifikan 9 siswa/69% mendapatkan predikat sangat baik, 4 siswa/31% mendapatkan predikat baik.
  2. Dilihat dari penilaian pada akhir pembelajaran dengan penerapan Model Pembelajaran Cooperative Script Berbantuan Media Powerpoint juga terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Terbukti pada kondisi awal dari 13 siswa hanya 2 siswa/15% yang tuntus belajar dengan nilai rata-rata kelas 65,00 pada Siklus I siswa yang tuntas belajar ada 7 siswa/53% dengan nilai rata-rata kelas 67,69 sedangkan pada Siklus II mengalami peningkatan yang berarti siswa yang tuntas belajar 12 siswa/92,30% dengan nilai rata-rata kelas 80,08.
  3. Berdasarkan data di atas, dapat dikemukakan jika diterapkan secara benar, Model Pembelajaran Cooperative Script Berbantuan Media Powerpoint dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa

DAFTAR PUSTAKA

A’la Miftahul. 2012. Quantum Teaching. Yogyakarta: Diva Press.

Arikunto, Suharsimi, dkk. 2017. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Sinar Grafika Offset.

Arsyad, Azhar. 2013. Media Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo.

Atik Mardhiyah. 2013. Penerapan Multimedia Powerpoint untuk Meningkatkan Minat dan Hasil Belajar PKn Siswa Kelas IV SD ISLAM PK Muhammadiyah Delaggu Klaten Tahun 2012/2013.

Daryanto. 2013. Media Pembelajaran Perannya Sangat Penting dalam Pembelajaran. Yogjakarta: Gava Media.

Dimyati dan Mudjiono. 2009. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Biodata Penulis

Nama : Sudyaningsih, S.Pd.SD.

NIP : 19800316 200801 2 018

Unit Kerja : SD Negeri Tambaharjo

You cannot copy content of this page