Iklan

Model SIOP

  1. Pendahuluan

Model SIOP (Sheltered Instruction Observation Protocol) merupakan model pembelajaran berbasis riset yang dikembangkan Echevarria, Vogt, dan Short sejak tahun 2008 untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris sekaligus literasi siswa. Sejak lama model ini sudah dipatenkan dan dikembangkan untuk berbagai mata pelajaran, bahkan digunakan secara luas pada program peningkatan profesi guru seperti coaching.

  1. Komponen Model SIOP

Model SIOP terdiri dari 8 komponen pembelajaran dengan 30 variasi kegiatan yang dapat diterapkan untuk meningkatkan literasi siswa.

1. Persiapan

a. Menjelaskan tujuan materi kepada siswa secara lisan dan tertulis;

b. Menjelaskan tujuan pembelajaran bahasa kepada siswa secara lisan dan tertulis;

c. Menjelaskan konteks budaya kepada siswa secara lisan dan tertulis.

d. Memilih konsep materi sesuai dengan usia dan tingkat latar belakang pendidikan siswa;

e. Menggunakan grafik, model, gambar visual, dll. sebagai materi tambahan (terutama pada tingkat yang lebih tinggi) untuk pembelajaran yang bermakna. Guru dapat menggunakan materi ajar non-teks sehingga siswa dapat melihat, mendengar, merasakan, membuat dan berpartispasi dalam pembelajaran. Materi ajar disesuaikan dengan konteks kehidupan sehari-hari sehingga dapat menjembatani pengalaman dan pengetahuan awal siswa dengan apa yang baru dipelajari oleh siswa;

f. Mengadaptasi materi berdasarkan tingkat kemahiran berbahasa siswa;

g. Merencanakan kegiatan yang bermakna dengan mengintegrasikan konsep belajar dan penggunaan empat keterampilan berbahasa (membaca, menulis menyimak dan berbicara). Aktivitas yang direncanakan harus relevan dan menantang secara kognitif (problem solving and discussion) untuk membangun pengetahuan awal siswa ketika belajar konsep baru;

2. Membangun latar (building background)

a. Menghubungkan konsep baru dengan pengetahuan latar dan pengalaman siswa secara eksplisit;

b. Mengenalkan kosakata kunci dalam konteks dengan menuliskan dan menjelaskan kosakata baru serta meminta siswa untuk mengulanginya dengan menggunakan graphic organizer, tulisan, permainan dan lain- lain;

3. Input yang komprehensif (comprehensible input)

  1. Menyampaikan pembelajaran secara tepat berdasarkan tingkat kemahiran siswa (slower rate, enunciation and simple sentence structure for beginner);
  2. Menjelaskan tugas siswa dengan mendemostrasikan langkah-langkah pembelajaran secara lisan dan tertulis;
  3. Menggunakan teknik yang bervariasi untuk menjelaskan materi pelajaran (e.g modelling, visuals, hands-on activities, demonstration, gesture and body language);

4. Strategi (strategies)

a. Memberikan kesempatan yang luas kepada siswa untuk menggunakan strategi belajar seperti problem solving, memprediksi, memperkirakan, mengorganisasi, merangkum, mengategorikan, mengevaluasi dan memantau mandiri.

b. Menggunakan teknik perancah (scaffolding) secara konsisten dengan pertanyaan dan strategi verbal untuk mendukung pelibatan belajar siswa selama interaksi;

c. Menggunakan jenis pertanyaan yang variatif dan kritis untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis tingkat tinggi (HOTs);

5. Interaksi (interaction)

a. Memberikan kesempatan yang luas kepada siswa untuk berinteraksi dan berdiskusi dengan guru dan sesama siswa tentang konsep pelajaran melalui diskusi berpasangan dan kelompok dan shared writing (terlampir url video) untuk mengembangkan pengetahuan dan praktik berbicara dan menulis;

b. Menggunakan konfigurasi kelompok yang mendukung tujuan bahasa, konten dan budaya serta memberikan perancah yang cukup sehingga dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi secara efektif. Mendukung gaya belajar dan kebutuhan siswa dengan menerapkan konfigurasi kelompok (berpasangan, bertiga atau kelompok);

c. Memberikan waktu yang cukup kepada siswa untuk merespon;

  1. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk menjelaskan materi;

6. Praktik atau penerapan (practice/ application)

a. Menyediakan materi yang otentik (hands-on materials);

b. Memberi kesempatan kepada siswa untuk menerapkan konten, bahasa dan pengetahuan budaya di kelas;

c. Menyediakan aktivitas yang mengintegrasikan seluruh keterampilan bahasa;

7. Efektivitas penyampaian materi (effectiveness of lesson delivery)

a. Mendukung tujuan materi pelajaran;

b. Mendukung tujuan pembelajaran bahasa;

c. Mendukung konteks budaya;

d. Mendorong cara belajar siswa aktif selama pelajaran berlangsung;

e. Menyediakan aktivitas yang menantang bagi siswa untuk belajar dengan tetap mempertimbangkan kemampuan siswa;

8. Review atau penilaian (review/assessment)

a. Memberikan review yang komprehensif tentang kosakata baru;

b. Memberikan review yang komprehensif tentang materi inti;

c. Memberikan umpan balik kepada siswa secara teratur;

d. Melakukan penilaian belajar siswa secara komprehensif.

  1. Penutup

SIOP (Sheltered Instruction Observation Protocol) merupakan model pembelajaran yang sangat cocok untuk diaplikasikan dalam pembelajaran bahasa Inggris. Model SIOP terdiri dari 8 komponen penting yaitu persiapan, membangun latar belakang, input yang komprehensif, strategi, interaksi, praktik, efektivitas penyampaian materi dan penilaian. Setiap komponen mengandung langkah pembelajaran yang jelas dan mudah diterapkan guru di kelas untuk mengoptimalkan literasi siswa. Guru dapat menerapkan SIOP dalam RPP serta diharapkan mampu mengimplementasikan langkah – langkah pembelajaran dalam kelas.

DAFTAR PUSTAKA

Howard, E. R., Sugarman, J., & Coburn, C. (2006). Adapting the Sheltered Instruction Observation Protocol (SIOP) for two-way immersion education: An introduction to the TWIOP. Center for Applied Linguistics.

https://core.ac.uk/reader/267962070 di akses pada Jum’at, 8 Januari 2021 pukul 12:57

https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JPI/article/download/4915/3703 di akses pada Kamis, 7 Januari 2021 pukul 11:00

BIODATA

Nama : Nur Azizah, S.Pd.

NIP : 19820211 200604 2 004

Golongan : Pembina / IV a

Unit Kerja : SMP Negeri 2 Patikraja

No. HP : 08157631554

Email : hanamarza@gmail.com

Judul : Model SIOP

By admin

You cannot copy content of this page