Iklan

MENINGKATKAN PROFESIONALISME MELALUI SUPERVISI AKADEMIK BAGI GURU-GURU DI SD NEGERI 2 SIDOBUNDER KECAMATAN PURING KABUPATEN KEBUMEN TAHUN PELAJARAN 2019/2020

Slamet Hidayat, S.Pd

ABSTRAK

Penelitian ini dilatar belakangi oleh belum terlaksananya proses pembelajaran secara efektif. Hal tersebut dibuktikan bahwa penyusunan RPP rata-rata dari 8 orang guru mencapai 64%, pelaksanaan proses pembelajaran rata-rata mencapai 67%, pelaksanaan penilaian analisis dan tindak lanjut rata-rata 65%. Berawal dari pembelajaran yang kurang efektif yang berdampak pada hasil belajar siswa, peneliti sekaligus sebagai kepala sekolah menentukan untuk bertindak. Tindakan yang dilakukan adalah merencanakan supervisi akademik dengan teknik kunjungan kelas. Penelitian dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 2 Sidobunder pada Semester I Tahun Pelajaran 2019/2020. Adapun tujuan penelitian ini adalah mengetahui sejauh mana dengan dilakukannya supervisi akademik oleh Kepala Sekolah Dasar Negeri 2 Sidobunder kepada guru dapat meningkatkan kinerja guru sehingga proses pembelajaran berlangsung efektif. Penelitian Tindakan Sekolah dilakukan secara siklikal, yang terdiri dari 2 siklus dan masing-masing siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Data diambil dengan melalui teknik observasi dan studi dokumenter. Adapun hasil analisis data kami sajikan dalam bentuk diskriptif, tabel, diagram, dan narasi. Setelah dilakukan supervisi akademik, mengalami peningkatan di bidang penyusunan RPP rata-rata menjadi 71% pada Siklus I dan naik menjadi 80% pada Siklus II; bidang penyajian pembelajaran rata-rata 75% pada Siklus I dan 80% pada Siklus II, serta bidang penilai dan tindak lanjut pada Siklus I rata-rata 75% naik menjadi 81% pada Siklus II. Adanya peningkatan dari kedua siklus diduga adanya supervisi akademik yang membantu guru dalam meningkatkan kinerja guru sehingga proses pembelajaran berlangsung efektif.

Kata kunci : profesional, supervisi akademik, pembelajaran efektif

BAB I PENDAHULUAN

Latar belakang

Berdasar hasil studi awal supervisi akademik yang dilakukan Kepala Sekolah ternyata guru-guru dalam melaksanakan: (1) Penyusunan RPP rata-rata jika diprosentase mencapai 64%, (2) Pelaksanaan proses pembelajaran rata-rata 67%, (3) Pelaksanaan penilaian analisis dan tindak lanjut 65%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa guru-guru SD N 2 Sidobunder dalam melaksanakan tugas dan kewajiban belum berlangsung secara efektif dan belum mencapai indikator pencapaian, hal itu berakibat prestasi siswa rendah. Kondisi tersebut tidak dapat dibiarkan berlarut-larut. Bertolak belakang dari ketidakberhasilan guru dalam pembelajaran, peneliti meminta seorang guru senior untuk mengidentifikasi kekurangan-kekurangan pembelajaran. Beberapa kekurangannya adalah : (1) Konsep materi belum tuntas, (2) Pembelajaran masih konvensional, (3) Penggunaan alat peraga dan media pembelajaran kurang, (4) Siwa kurang terlibat dalam pembelajaran. (5) Supervisi jarang dilaksanakan dan apabila dilaksanakan lebih cenderung ke aspek administrasi, (6) kurangnya kesempatan untuk mengikuti kegiatan penataran/pelatihan maupun seminar, (7) kegiatan KKG belum maksimal keberadaannya.

BAB II KAJIAN PUSTAKA

Pengertian Profesi

Dalam Kamus Besar Indonesia, profesi adalah adalah bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian (keterampilan, kejuruan, dan sebagainya). Doni Koesoema menyebutkan bahwa profesi adalah pekerjaan dapat berujud jabatan di dalam suatu hierarki birokrasi, yang menuntut keahlian tertentu serta memiliki etika khusus untuk jabatan tersebut seta pelayanan baku terhadap masyarakat.

Dari pendapat para pakar dapat kami simpulkan profesi adalah suatau pekerjaan yang menuntut keahlian /kemamapuan dari pelaku kerja, yang tidak dapat dipegang/digantikan sembarang orang

Profesional

Kusnanto menyebutkan bahwa profesional adalah orang yang memiliki kompetensi suatu pekerjaan tertentu. Menurut Daril Koehn profesionl yaitu orang yang memberikan pelayanan kepada klien. A Holiab Watloly menyebutkan profesi adalah orang yang berdisiplin dan menjadi kerasan dalam pekerjaannya. Sedangkan Oerip S Poerwopoespito mengartikan profesional adalah sikap yang mengacu pada peningkatan kualitas profesi. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia bahwa profesional adalah bersangkutan dengan profesi yang memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya.

Profesionalisme

Kiki Syahnarki berpendapat bahwa profesionalisme adalah roh yang menggerakkan, mendorong, mendinamisasikan dan membentengi dari tendensi penyimpangan serta penyalahgunaannya baik secara interen atau ekstern. Doni Koesoema A, berpendapat bahwa profesionalisme adalah salah satu acara bagi guru untuk merealisasi keberadaan dirinya sebagai pendidik berkarakter. Menurut Onny S. Prijono profesionalisme adalah kemampuan untuk memasuki ajang kompetensi sebagai antisipasi menghadapi globalisasi. Pamudji, 1985 profesionalisme adalah memiliki arti lapangan kerja tertentu yang diduduki oleh orang-orang yang memiliki kemampuan tertentu pula.

Pengertian Supervisi Akademik

Supervisi berasal dari dua kata, yaitu ‘super’ dan ‘vision’. Supervisi artinya kemampuan untuk melihat sesuatu yang sebenarnya tidak melihat, melalui pandangan ke depan yang tajam. Dengan demikian untuk melakukan supervisi diperlukan kelebihan yang dapat melihat dengan tajam terhadap permasalahan peningkatan mutu pendidikan, menggunakan penglihatan mata biasa. Supervisi akademik adalah serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuannya mengelola proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran (Daresh, 1989, Glickman, et al. 2007).

BAB III METODE PENELITIAN

Tempat Penelitian

Lokasi peneliti ini di Sekolah Dasar Negeri 2 Sidobunder, Kecamatan Puring Kabupaten Kebumen, letak sekolah kami sangat strategis karena merupakan sekolah di wilayah kota kecamatan. Letaknya mudah dijangkau karena tidak jauh dari perkotaan dan dekat dengan fasilitas umum.

SD Negeri 2 Sidobunder telah terakriditasi B pada tahun 2009. Peneliti memilih objek sekolah ini untuk mengetahui dengan sesungguhnya kondisi pembelajaran yang ada dan juga karena memiliki fungsi ganda yakni di samping sebagai peneliti sekaligus sebagai kepala sekolah yang bertugas meningkatkan mutu pendidikan khususnya di sekolah.

Indikator Kinerja

Indikator Kinerja Penelitian

Indikator kinerja yang dimaksud disini merupakan uraian tentang petunjuk atau tanda yang diharapkan muncul sebagai wujud keberhasilan dalam melakukan tindakan. Penelitian ini dikatakan berhasil apabila mencapai indikator kinerja penelitian yang dapat dilihat pada tabel 1 berikut:

Tabel 1 Indikator Kinerja Penelitian

Aspek yang diukur Persentase yang Diargetkan Alat Ukur
Penyusunan Persiapan Pelaksanaan Pembelajaran.

Proses pelaksanaan pembelajaraan di kelas.

Peningkatan hasil belajar siswa.

75%

75%

75%

Dengan Format APKG guru

Untuk menilai /memeriksa persiapan pelaksaan pembelajaran

Diamati saat pelasanaan pembelajaran di kelas, mengerakan siswa aktif dalm pembelajaran

Diukur dari hasil evaluasi dari jumlah siswa yang dapat memenuhi hasil evaluasi di atas KKM (75).

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

HASIL SUPERVISI

Tabel 2 Rekap Hasil Supervisi Pratindakan

No Nama Kelas Hasil Ket
RPP PBM Hsl Bel
1 Endang Tuningsih, S.Pd.SD I 68 68 65
2 Darningsih, S.Pd II 64 65 65
3 Tukiman Yuli R, S.Pd III 62 65 65
4 Sri Retno Lestari, S.Pd.SD IV 62 67 65
5 Mainah, S.Pd.SD V 64 67 65
6 Lilis Sulistiyowati Hidayah, S.Pd VI 68 70 65
7 Septu Indriasih, S.Pd PAI 64 65 65
8 Wahyudi, S.Pd OR 60 65 65
Rata-rata 64 67 65

Dari tabel 2 dapat dijelaskan bahwa sebanyak guru belum menyusun RPP dengan lengkap sesuai instrument supervise, proses pembelajaran belum memenuhi indikator dan penilaian serta tindak lanjutpun belum sesuaia dengan apa yang tertera dalam instrument supervise yang digunakan. Berdasarkan hasil supervise awal, peneliti merencanakan tindakan untuk memperbaiki pembelajaran.

Siklus 1.diperoleh hasil superveisi sebagai berikut:

Tabel 3 Rekap Hasil Supervisi Siklus I

No Nama Kelas Hasil Ket
RPP PBM Penila
1 Lilis Sulistiyowati Hidayah, S.Pd VI 75 82 78
2 Mainah, S.Pd.SD V 72 80 74
3 Sri Retno Lestari, S.Pd.SD IV 70 75 75
4 Tukiman Yuli R, S.Pd II 70 68 74
5 Darningsih, S.Pd II 72 75 75
6 Endang Tuningsih, S.Pd.SD I 75 82 78
7 Septu Indriasih, S.Pd PAI 68 75 75
8 Wahyudi, S.Pd OR 66 64 70
Rata-rata 71 75 75

Dengan membaca tabel rekap hasil supervisi menunjukan adanya kenaikan pada kompetensi guru dalam penyususnan persipan pelaksanaan pembelajaran dari rata-rata 64 pada pratindakan menjadi rata-rata 75 pada siklus I.

Dan pelaksanaan pembelajaran juga mengalami peningkatan yang signifikan, dari rata-rata 67 naik menjadi 75

Siklus II diperoleh hasil superveisi sebagai berikut

Tabel 4. Rekapitulasi Hasil Supervisi Siklus II

No Nama Kelas Hasil Ket
RPP PBM Penil Hsl
1 Lilis Sulistiyowati Hidayah, S.Pd VI 88 86 82
2 Mainah, S.Pd.SD V 84 86 82
3 Sri Retno Lestari, S.Pd.SD IV 80 83 80
4 Tukiman Yuli R, S.Pd III 75 80 80
5 Darningsih, S.Pd II 80 80 82
6 Endang Tuningsih, S.Pd.SD I 86 86 82
7 Septu Indriasih, S.Pd PAI 75 80 80
8 Wahyudi, S.Pd OR 72 71 80
Rata-rata 80 81 81

Pembahasan Hasil

Untuk meningkatkan kinerja guru-guru Sekolah Dasar dalam penyusunan perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran di SD Negeri 2 Sidobunder Kecamatan Puring Kabupaten Kebumen melalui supervisi akademik secara periodik penelitian dilaksanakan dalam 2 tahap (siklus). Dalam pelaksanaannya dapat digambarkan sebagai berikut

Grafik 4. 1: Grafik Nilai Penyusunan RPP, PBM, Hasil Belajar Pra Siklus

Temuan-temuan pada siklus pertama, antara lain:

  1. Semua guru dan supervisor selaku peneliti telah membuat komitmen bersama untuk meningkatkan kinerjanya dalam melaksanakan pembelajaran yang baik.
  2. Supervisor/peneliti telah melaksanakan supervisi akademik yang meliputi persiapan pembelajaran serta pelaksanaan pembelajaran yang aplikasinya penilaian hasil belajar siswa pada kelasnya masing-masing.
  3. Supervisor bersama dengan guru menelaah hasil supervisi yang berupa penilaian kinerja guru dalam pembelajaran.
  4. Dari hasil rekapitulasi dan analisis nilai siklus pertama dapat disimpulkan bahwa, kinerja guru-guru dalam melaksanakan pembelajaran di sekolahnya sudah ada peningkatan namun belum dapat mencapai indikator kinerja yang ditetapkan.
  5. Perlu diadakan kegiatan tindakan pada siklus berikutnya untuk memperbaiki dengan menambah waktu dalam melaksanakan supervisi akademik.
  6. Sudah ada peningkatan prestasi hasil belajar siswa walaupun belum dapat mencapai indikator kinerja yang ditetapkan.

Grafik 4. 2: Grafik Nilai Penyusunan RPP, PBM, Hasil Belajar Siklus 1

3. Temuan-temuan pada siklus II, antara lain:

  1. Peneliti melaksanakan supervisi akademik dengan materi yang sama dengan tahap siklus II.
  2. Guru telah berkomitmen untuk meningkatkan kinerjanya dalam memperbaiki pembelajaran.
  3. Supervisor sekaligus sebagai peneliti berkomitmen meningkatkan dan melaksanakan supervisi akademik secara periodik.
  4. Dari hasil analisa penilaian kinerja guru dalam pembelajaran diperoleh informasi bahwa, guru secara keseluruhan telah melaksanakan kegiatan peningkatan kinerja dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran pada siklus kedua. serta berlangsung lebih baik serta prestasi hasil belajar anak meningkat.
  5. Dengan peningkatan kinerja guru dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran serta pelaksanaan supervisi akademik secara periodik maka kriteria keberhasilan kegiatan ini dapat tercapai dengan maksimal.

Grafik 4. 3: Grafik Nilai Penyusunan RPP, PBM, Hasil Belajar Siklus 2

BAB V PENUTUP

Simpulan

Fokus utama supervisi akademik adalah usaha-usaha yang sifatnya memberikan kesempatan kepada guru untuk berkembang secara profesional sehingga mampu melaksanakan tugas pokoknya, yaitu: memperbaiki dan meningkatkan proses dan hasil pembelajaran. Sasaran utama supervisi akademik adalah kemampuan-kemampuan guru dalam merencanakan kegiatan pembelajaran, melaksanakan kegiatan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, memanfaatkan hasil penilaian untuk peningkatan layanan pembelajaran, menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan, memanfaatkan sumber belajar yang tersedia, dan mengembangkan interaksi pembelajaran (strategi, metode, teknik) yang tepat. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa melalui supervisi akademik oleh Kepala Sekolah SD N 2 Sidobunder dapat meningkatkan profesionalisme guru sehingga pembelajaran lebih efektif. Pembelajaran yang efektif memberi dampak positif terhadap peningkatan hasil belajar siswa.

Hal ini ditandai dengan peningkatan kompetensi guru dalam setiap siklusnya. Kondisi awal penelitian (1) penyusunan RPP rata-rata jika diprosentase mencapai 64%, (2) pelaksanaan proses pembelajaran rata-rata 67%, (3) pelaksanaan penilaian analisis dan tindak lanjut 65%. Pada Siklus I menjadi (1) penyusunan RPP rata-rata jika diprosentase naik menjadi 71%, (2) pelaksanaan proses pembelajaran naik menjadi rata-rata 75%, (3) pelaksanaan penilaian analisis dan tindak lanjut 75%. Dan pada Siklus II naik secara signifikan menjadi (1) penyusunan RPP rata-rata jika diprosentase naik menjadi 80%, (2) pelaksanaan proses pembelajaran rata-rata menjadi 81%, (3) pelaksanaan penialian analisis dan tindak lanjut 81%.

Saran-Saran

Bagi Guru.

  1. Guru diharapkan lebih konsisten dan lebih banyak berlatih serta belajar agar menjadi guru yang lebih profesional sehingga dapat melaksanakan pembelajaran yang baik, yang pada akhirnya akan memberikan dampak positif pada mutu pembelajaran di kelas yang akhirnya dapat meningkatkan terhadap hasil belajar siswa.
  2. Perlu penelitian lebih lanjut untuk meningkatkan kinerja guru dalam memperbaiki pembelajaran melalui supervisi akademik pada guru yang lainnya.

Bagi Supervisor ( Kepala Sekolah )

  1. Perlu banyak belajar tentang teknik-teknik supervisi agar dapat melakukan perubahan dalam memberikan bimbingan dan pembinaan pembelajaran yang lebih efektif, inovatif kepada guru, sehingga pengawas dapat menjadi agen pembaharuan/perubahan dalam melaksanakan pembelajaran, agar mutu pendidikan dapat terus maju selaras dengan tuntutan perkembangan dunia pendidikan.
  2. Hendaknya supervisor / kepala sekolah mau dan mampu melaksanakan supervisi akademik secara periodik untuk membantu guru dalam memperbaiki dan meningkatkan keprofesionalnya dalam melaksanakan tugas / profesinya.
  3. Kepala Sekolah agar merencanakan program supervisi akademik dan melaksanakan secara berkelanjutan untuk meningkatkan pembelajaran dan membangun mutu pendidikan pada umumnya.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2012. Supervisi Akademik. Jakarta: Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan Penjamin Mutu Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Anonim, 2005. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Jakarta: Kementerian Pendidikan Nasional.

Mulyasa. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta

Perdana, Andrea. 2013. Pengertian Profesi, Profesional, Profesionalitas, Profesionalisme. www.andreaperdana.com/3013/03/Pengertian-profesi-profesional.html

Permendiknas Nomor 2005. tentang Standar kualifikasi dan Kompetensi Pendidik. Jakarta: Depdiknas.

Permendiknas Nomor 18 tahun 2007 tentang Sertifikasi Guru dalam Jabatan. Jakarta: Depdiknas.

Poerwadarminto W.J.S. 1991. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta:Balai

Pustaka.

Poerwadarminto,1982. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta Erlangga

Rustiyah, 1982. Kompetensi Pendidikan (online). Tersedia: www.google.com/herry/1998. (15 November 2013).

Suharsimi, Arikunto, Suhardjono, Supardi. 2008. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Angkasa.

Sujana, Nana dkk. 2011. Buku Kerja Pengawas Sekolah. Jakarta: Kementerian Pendidikan Nasional.

Sanjaya, W. 2008. Kurikulum dan Pembelajaran Teori dan Prakti Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media.

Warsita. 2008. Menuju Pembelajaran Efektif. Bandung: PT. Rosdakarya

Biodata Penulis

Nama : Slamet Hidayat, S.Pd

NIP : 19670402 198908 1 002

Unit Kerja : SD Negeri 2 Sidobunder Kecamatan Puring Kabupaten Kebumen

You cannot copy content of this page