Iklan

MENINGKATKAN PEMAHAMAN DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN TEMATIK TERPADU KOMPETENSI MEMAHAMI BANGUN DATAR MELALUI PENDEKATAN SAINTIFIK MODEL DISCOVERY LEARNING DI KELAS IV SEMESTER 1 SD NEGERI TANJUNG 01TAHUN PELAJARAN 2018/2019

Oleh : Nur Susanti, S.Pd.

ABSTRAK

Peneliti bertujuan untuk Meningkatkan Pemahaman dan Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran Tematik Terpadu Kompetensi Memahami Luas Segitiga Melalui Pendekatan Saintifik Model Discovery Learning di Kelas IV SD Negeri Tanjung 01”.Laporan Penelitian Tindakan Kelas IV ini menyajikan hasil penelitian mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, dan hasil penelitian serta pembahasannya Dalam kegiatan penelitian ini, peneliti melaksanakan perbaikan pembelajaran melalui dua siklus perbaikan. Peda siklus pertama hasil yang dicapai masih kurang maksimal ini terlihat dari hasil refleksi siklus pertama.yaitu Hasil analisis terhadap ketercapaian setiap indikator oleh seluruh siswa dapat dijelaskan sebagai berikut. Ketercapaian rata-rata skor indikator 3.13 , adalah 72,20 KKM yang telah ditetapkan yaitu 66,75. Jadi skor rata-rata sudah mencapai KKM. Skor rata-rata indikator 4.9 yaitu adalah 69,60 dan KKM yang ditetapkan yaitu 66,75 jadi ketercapaian rata-rata indikator 4.9 sudah mencapai KKM. Nilai rata-rata yang dicapai oleh indikator adalah 3.13 Bila dibandingkan dengan Nilai KKM yaitu 66,75 , maka terdapat kelebihan 5,45 Nilai rata-rata yang dicapai Indikaor 4.9 adalah 69,60 bila dibandingan dengan KKM 66,75 maka terdapat kelebihan 2,85 Setelah peneliti melaksanakan perbaikan pembelajaran siklus II, peneliti merasa sudah puas dengan hasil yang cukup maksimal, hal ini terlihat dari hasil refleksi siklus II, yaitu Hasil analisis terhadap ketercapaian setiap indikator oleh seluruh siswa dapat dijelaskan sebagai berikut. Ketercapaian rata-rata skor indikator 3.13 , adalah 83 KKM yang telah ditetapkan yaitu 66,75 Jadi skor rata-rata sudah melebihi KKM . Skor rata-rata indikator 4.9 yaitu adalah 77 dan KKM yang ditetapkan yaitu 66,75 jadi ketercapaian rata-rata indikator 4.9 telah melebihi KKM. Jika dilihat dari ketuntasan belajar siswa dari 50 jumlah siswa Kelas IV SD Negeri Tanjung 01,untuk KD 3.13 yang telah tuntas sebanyak 44 atau 88 %, dan yang belum tuntas sebanyak 6 siswa atau 12 %. Untuk KD 4.9, 25 siswa tuntas atau 100 % dari jumlah siswa.Dengan menerapkan pendekatan saintifik dan model pembelajaran Discovery Learning maka dapat meningkatkan pemahaman dan hasil Pembelajaran Tematik Terpadu Kompetensi Memahami Luas Segitiga” Rekomendasi atau saran peneliti berharap agar hasil penelitian ini dijadikan bahan referensi untuk memacu meningkatkan mutu pendidikan khususnya guru-guru SD Negeri Tanjung 01, dan umumnya semua kalangan guru, sehingga kinerja serta hasilnya dapat mencapai apa yang diharapkan.

Kata kunci : Saintifik, Discovery Learning, Hail Belajar, KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal

LATAR BELAKANG

Pembelajaran merupakan suatu proses pengembangan potensi dan pembangunan karakter setiap peserta didik sebagai hasil dari sinergi antara pendidikan yang berlangsung di sekolah, keluarga dan masyarakat. Proses tersebut memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi mereka menjadi kemampuan yang semakin lama semakin meningkat dalam sikap (spiritual dan sosial), pengetahuan, dan keterampilan yang diperlukan dirinya untuk hidup dan untuk bermasyarakat, berbangsa, serta berkontribusi pada kesejahteraan hidup umat manusia.

Sekolah merupakan bagian dari masyarakat yang memberikan pengalaman belajar terencana di mana peserta didik menerapkan apa yang dipelajari di sekolah ke masyarakat dan memanfaatkan masyarakat sebagai sumber belajar. Peserta didik mengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan serta menerapkannya dalam berbagai situasi, di sekolah, keluarga, dan masyarakat. Proses tersebut berlangsung melalui kegiatan tatap muka di kelas, kegiatan terstruktur, dan kegiatan mandiri.

Terkait dengan hal tersebut, maka pembelajaran ditujukan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif, serta mampu berkontribusi pada kehidupan masyarakat, berbangsa, bernegara, dan berperadaban dunia.

Peserta didik adalah subjek yang memiliki kemampuan untuk secara aktif mencari, mengolah, mengkonstruksi, dan menggunakan pengetahuan. Untuk itu pembelajaran harus berkenaan dengan kesempatan yang diberikan kepada peserta didik untuk mengkonstruksi pengetahuan dalam proses kognitifnya. Agar benar-benar memahami dan dapat menerapkan pengetahuan, peserta didik perlu didorong untuk bekerja memecahkan masalah, menemukan segala sesuatu untuk dirinya, dan berupaya keras mewujudkan ide-idenya.

Pasal 2 permendikbud no.103 2014, menyatakan bahwa, pembelajaran dilaksanakan berbasis aktivitas dengan karakteristik: a) interaktif dan inspiratif; b) menyenangkan, menantang, dan memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif; c) kontekstual dan kolaboratif; d) memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian peserta didik; dan e) sesuai dengan bakat, minat, kemampuan, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

Pembelajaran menggunakan pendekatan, strategi, model, dan metode yang mengacu pada karakterist. Pendekatan pembelajaran merupakan cara pandang pendidik yang digunakan untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang memungkinkan terjadinya proses pembelajaran dan tercapainya kompetensi yang ditentukan. Pendekatan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran adalah pendekatan saintifiik. Pendekatan saintifik/pendekatan berbasis proses keilmuan merupakan pengorganisasian pengalaman belajar dengan urutan logis meliputi proses pembelajaran: a) mengamati; b) menanya; c) mengumpulkan informasi/mencoba; d) menalar/mengasosiasi; dan e) mengomunikasikan.Urutan logis dapat dikembangkan dan digunakan dalam satu atau lebih pertemuan. Pendekatan saintifik/pendekatan berbasis proses keilmuan dilaksanakan dengan menggunakan modus pembelajaran langsung atau tidak langsung sebagai landasan dalam menerapkan berbagai strategi dan model pembelajaran sesuai dengan Kompetensi Dasar yang ingin dicapai. ( Permendikbud No.103 2014).

Dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari, tentunya guru harus dapat melaksanakan pembelajaran tematik terpadu dengan menggunakan pendekatan saintifik, hal ini juga dilaksanakan di SD Negeri Tanjung 01, Kecamatan Tanjung Kabupaten Brebes.

RUMUSAN MASALAH

Pada kegiatan pembelajaran 2 di Kelas IV Tema 4 Berbagai Pekerjaan, Subtema 2 Barang dan Jasa meliputi empat muatan pembelajaran, yaitu : bahasa Indonesia, IPS, Matematika, dan IPA, ternyata hasil prestasi belajar siswa masih rendah, terutama pada muatan pembelajaran Matematika kompetensi dasar 3.13 Memahami luas segitiga, persegi panjang, dan persegi, dan 4.9 Mengembangkan, dan membuat berbagai pola numerik dan geometris. Hasil rata-rata nilai kompetensi dasar 3.13 adalah 50,00 masih di bawah KKM yang ditentukan yaitu 66,75, juga kompetensi dasar 4.9 nilai rata-ratanya hanya mencapai 60,00.

Dari permasalahan tersebut maka penulis ingin memperbaiki kegiatan pembelajarannya. Hasil dari berdiskusi dengan teman sejawat maka disepakati rumusan masalah sebagai berikut”Bagaimana meningkatkan pemahaman dan hasil belajar siswa kompetensi dasar memahami luas segitiga, persegi panjang, dan persegi di kelas IV SD Negeri Tanjung 01, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes?”

Untuk dapat menjawab rumusan masalah diatas peneliti akan mencoba melakukan perbaikan pembelajaran melalui kegiatan PTK dengan dua siklus perbaikan. Dalam melaksanakan perbaikan pembelajaran peneliti akan menerapkan pembelajaran dengan pendekatan saintifik melalui model pembelajaran Discovery Learning dengan maksud agar pembelajaran akan lebih menggairahkan, menarik minat siswa, serta meningkatkan pemahaman dan hasil belajar siswa tentang kompetensi dasar memahami luas segitiga, persegi panjang, dan persegi.

Bertolak dari pemecahan tersebut maka peneliti menulis judul penelitian ini, yakni “Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran Tematik Terpadu Muatan Matematika Kompetensi Dasar Memahami Luas Segitiga Melalui Pendekatan Saintifik Model Discovery Learning di Kelas IV SD Semester 1 SD Negeri Tanjung 01 Tahun Pelajaran 2018/2019.”

Tujuan Penelitian Tindakan Kelas ini adalah meningkatkan pemahaman dan hasil belajar siswa pada Pembelajaran Tematik Terpadu Muatan Matematika Kompetensi Dasar Memahami Luas Segitiga, Persegipanjang, dan Persegi Melalui Pendekatan saintifik Model Discovery Learning di Kelas IV SD Semester 1 SD Negeri Tanjung 01 Tahun Pelajaran 2018/2019”

Adapun manfaat penelitian ini antara lain : Manfaat bagi siswa, yaitu : a) dapat meningkatkan hasil belajar siswa tentang Kompetensi Dasar Memahami Luas Segitiga, Persegipanjang, dan Persegi; b) siswa lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran; c) siswa dapat memahami cara mencari luas segitiga, persegipanjang, dan persegi.

Manfaat bagi peneliti dan teman sejawat diantaranya ; a) dapat meningkatkan kemampuan dan kreatifitas dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran; b) mampu menjadi inovator bagi dirinya serta rekan-rekan teman sejawatnya untuk melakukan kegiatan PTK di kelasnya.

Manfaat bagi intansi atau sekolah, antara lain ; a) sebagai motivasi bagi guru-guru di sekolahnya untuk menyajikan pembelajaran yang lebih bermakna, ; b) sebagai acuan untuk melaksanakan PTK dalam bidang kajian yang lain atau kompetensi yang lain, serta bahan kajian seminasi di sekolah ataupun di KKG.

Penelitian ini dikaji dari beberapa teori dan referensi yang penulis baca diantaranya ; a) Pengertian pembelajaran, pendekatan pembelajaran, strategi pembelajaran, model pembelajaran, metode pembelajaran (Permendikbud No. 103 2015); b) Pembelajaran Tematik Terpadu (Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum Jenjang Sekolah Dasar Tahun 2015); c) Prinsip-prinsip Pendekatan Saintifik, langkah-langkah Pembelajaran dengan Pendekatan Saintifik; Model Pembelajaran Discovery Larning; d) Pembelajaran Matematika SD

Berdasar dari perumusan dan pemecahan masalah, setelah mengkaji berbagai pengalaman serta kajian teoritis, maka peneliti akan melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas terhadap Kompetensi Dasar Memahami luas segitiga, persegipanjang, dan persegi di SD Negeri Tanjung 01 dengan penerapan pendekatan Saintifik dan model Pembelajaran Discovery Learning.

Adapun persiapan yang harus dilkukan dalam kegiatan pembelajaran adalah (1) tahap persiapan, (2) tahap pelaksanaan, dan (3) tahap review/balikan.

Tahap Persiapan

Peneliti membuat Rencana Perbaikan Pembelajaran, sekaligus menentukan dan menyiapan media dan alat peraga yang akan digunakan antara lain gambar-gambar bangun datar segitiga, persegipanjang, dan persegi, rumus-rumus luas bangun datar.

Tahap Pelaksanaan

Langkah-Langkah Pembelajaran

Sintak Model Pembelajaran Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu
Discovery learning Pendahuluan 10 menit
  1. Mengkondisikan kelas pada situasi belajar
  2. Memotivasi dan mengajak peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam pembelajaran
  3. Membiasakan berdoa sebelum dan sesudah belajar sesuai dengan agama yang dianutnya
  4. Menciptakan kondisi pisik yaitu menyiapkan media,alat serta sumber pembelajaran
  5. Menciptakan kondisi psikis siswa dengan mengajak siswa bernyanyi lagu
  6. Menyampaikan tema/kompetensi/.tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.
  7. Menginformasikan kegiatan yang akan dilakukan dalampembelajaran
Inti 150 menit
Stimulation (Stimulasi/pemberian rangsangan)
  • Siswa disajikan bacaan tentang kampung nelayan
  • Siswa menjawab pertanyaan

1. Apa yang dihasilkan oleh seorang nelayan?

2.Termasuk dalam jenis pekerjaan apakah nelayan itu?

  • Siswa membaca keterangan yang ada di buku siswa untuk mengetahui cara menemukan rumus luas segitiga (mengamati)
Problem Statement (Pernyataan/identifikasi masalah)
  • Saat kegiatan menganalisis, guru membimbing siswa agar dapat memahami konsep luas segitiga dengan melakukan langkah-langkah kegiatan bersama-sama.
  • Agar semua siswa dapat mengikuti setiap langkah, guru dapat mengonfirmasi setiap langkah yang dilakukan dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada siswa untuk memastikan pemahaman semua siswa benar dan utuh.
Data Collection

(pengumpulan Data)

  • Siswa mengerjakan soal menghitung luas segitiga.
  • Siswa diberi kesempatan untuk bertanya hal lain yang ingin ia ketahui.

Guru berkeliling untuk memeriksa pekerjaan

Data Processing

(Pengolahan Data)

Disajikan langkah-langkah cara menghitung Luas Segitiga

  1. Ambillah sehelai kertas berbentuk persegi panjang,
  2. Lipatlah persegi panjang menurut diagonalnya sehingga menjadi dua bagian yang sama besar. Bangun apa yang dihasilkan?
  3. Tumpuklah kedua kertas hasil potongannya. Apakah luas keduanya sama besar?
  4. Perhatikan kedua bentuk bangun segitiga ABC dan ADC.

Nah, berapa bagiankah segitiga ABC dari bangun persegi panjang ABCD?

Verification (Pembuktian)
  • siswa. Siswa melakukan perenungan tentang kegiatan pembelajaran hari ini. Siswa menuliskan hal-hal yang telah mereka pelajari, kesulitan yang mereka alami, serta hal lain apa yang ingin mereka pelajari lebih lanjut.
  • Guru mengajak siswa untuk mendiskusikan perenungan dengan mengajak siswa membacakan jawaban mereka.
  • Beberapa siswa dapat diberikan kesempatan berbicara dan menambahkan informasi dari siswa lainnya.
Generalization (Menarik Kesimpulan/Generalisasi) Siswa menyimpulkan bahwa luas segitiga adalah ½ dari luas persegipanjang

Rumus Luas Segitiga :

Alas x tinggi = ½ alas x tinggi

Penutup 15 menit
  • Guru merefleksi pkegiatan pembelajaran yang telah dilakukan
  • Guru memberikan umpan balik terhadap proses pembelajaran
  • Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran dengan memberikan tugas kepada peserta didik ( Pengayaan dan Remedial)

Kegiatan Akhir (10 menit)

  1. Bertanya jawab tentang materi yang telah dipelajari (untuk mengetahui hasil ketercapaian materi)
  2. Siswa melakukan perenungan dengan menjawab pertanyaan yang terdapat dalam buku siswa (ada 3 hal yang mereka pelajari di hari ini, bagian yang sudah mereka pahami dengan baik, bagian yang belum dipahami, apa manfaat yang mereka peroleh, serta apa yang mereka ingin ketahui lebih lanjut).
  3. Melakukan penilaian hasil belajar
  4. Mengajak semua siswa berdoa menurut keyakinan masing-masing

Tahap Review/Balikan

Dari hasil analisis peneliti memberikan remedial dan pengayaan berupa tugas pekerjaan rumah. Siswa yang mendapat nilai di bawah KKM diberikan bahan remedial, dan siswa yang mendapat nilai di atas KKM diberikan bahan pengayaan.

Kerangka berpikir di atas dapat digambarkan dalam bagan di bawah ini :

KERANGKA BERPIKIR

HIPOTESIS TINDAKAN

Diduga, jika dalam kegiatan pembelajaran tentang Kompetensi Dasar memahami luas segitiga, persegipanjang, dan persegi di Kelas IV SD Negeri Tanjung 01, peneliti menerapkan pendekatan Saintifik dan model Discovery Learning maka kegiatan pembelajaran akan lebih bermakna serta pemahaman dan hasil belajar siswa akan meningkat.

METODE PENELITIAN

Tempat penelitian adalah SD Negeri Tanjung 01, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Brebes.

Waktu Penelitian

Waktu penelitian selama 6 bulan (satu Semester), adapun pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan pada semester 1 tahun pelajaran 2018/2019.

Kelas yang dijadikan tempat penelitian ini adalah Kelas IV SD Negeri Tanjung 01 UPT Dinas Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes.

Kelas IV SD Negeri Tanjung 01 UPT Dinas Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes .yang berjumlah 25 anak, terdiri atas 17 anak perempuan dan 8 anak laki-laki.

Prosedur Penelitian

Prosedur Penelitian Tindakan Kelas terhadap perbaikan pembelajaran tentang kompetensi dasar memahami luas segitiga, persegi panjang, dan persegi di Kelas IV SD Negeri Tanjung 01 akan peneliti lakukan sampai dua siklus perbaikan. Setiap siklus terdapat empat fase meliputi (1) merencanakan PTK, (2) melaksanakan PTK, (3) melaksanakan observasi, (4) melakukan refleksi. Keempat fase tersebut direncanakan dan dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman dan hasil belajar siswa tentang kompetensi dasar memahami luas segitiga, persegi panjang, dan persegi

Fase-fase pada siklus pertama dirancang dari hasil refleksi kegiatan pembelajaran sehari-hari. Sedang fase siklus kedua dirancang dari refleksi siklus pertama.dengan cara demikian diharapkan pada siklus kedua seluruh siswa Kelas IV SD Negeri Tanjung 01 dapat meningkatkan pemahaman serta hasil belajarnya.

Adapun kegiatan-kegiatan setiap fase adalah sebagai berikut :

Merencanakan PTK

Kegiatan yang peneliti lakukan dalam merencanakan PTK adalah sebagai berikut : pertama peneiti menyusun Rencana Perbaikan Pembelajaran, kedua peneliti menyiapkan media dan alat pembelajran, menyusun tugas/LKS dan lembar tes yang harus dikerjakan selama proses pembelajaran untuk mengukur ketercapaian kompetensi dan indikator, ketiga peneliti menyusun pedoman observasi sebagai instrumen untuk mengumpulkan data tentang proses pembelajaran, dan membuat lembar perenungan terhadap hasil pembelajaran yang telah dilaksanakan.

Melaksanakan PTK

Kegiatan melaksanakan PTK adalah melakukan pembelajaran dengan berpedoman pada RPP yang telah disusun dapa fase perencanaan. Pelaksanaan PTK disesuaikan dengan jadwal yang telah ditetapkan.

Pelaksanaan pembelajaran tersebut meliputi tiga tahapan kegiatan yaitu; kegiatan pendahuluan, kegiatan inti yang didalamnya ttermasuk kegiatan penilaian, serta kegiatan akhir yang berupa kegiatan refleksi dan perenungan terhadap hasil pembelajaran.

Melaksanakan Observasi

Pengamatan tersebut dilakukan terhadap proses pembelajaran yang dilakukan peneliti. Dalam pelaksanaaannyya observer mengamati dan mencatat kegiatan yang dilakukan oleh peneliti dan siswa mulai dari kegiatan pendahuluuan , kegiatan inti termasuk kegiatan penilaian yyang dilaksanakan, sertta kegiatan akhir, dengan menggunakan pedoman observasi yang telah disiapkan.

Melaksanakan Refleksi

Refleksi dilakukan bersama ketiga observer setelah proses pembelajaran siklus pertama. Hasil refleksi adalah ditemukannya indikator yang sudah tercapai dan belum tercapai dalam pembelajaran. Selanjutnya kompetensi dasar serta indikator yang belum tercapai dicarikan sebab-sebab ketidaktercapaiannya. Bertitik tolak dari sebab-sebab ketidaktercaian tersbut dicarikan solusi mengatasinya. Selanjutnya solusi tersebut dijadikan dasar untuk memperbaiki rencana perbaikan pembelajaran siklus pertama yang akan digunakan sebagai rencana perbaikan pada siklus kedua.

Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah teknik observasi, teknis tes, teknik angket/quesioner. Teknik observasi digunakan untuk memperoleh data dari kegiatan pembelajarran yyang dilakkukan yang akan dideskripsikan. Teknis tes digunakan untuk mengumpulkan data hasil peniilaian sedang teknik angket/quesioner digunakan untuk mengetahui sejauh mana siswa menyerap materi pembelajaran.

Teknik Observasi

Dalam penelitian ini observer melakukan pengamatan terhadap proses pembelajaran yang dilakukan peneliti, menggunakan pedoman observasi yang telah disiapkan.

Teknik Tes

Teknik tes yang digunakan adalah tes yang dilakukan oleh siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Tes tersebut adalah pelaksanaan penilaian pada proses yang dilaksanakan selama kegiatan pembelajaran.

Teknik Angket/Quesioner

Angket/quesioner, atau penilaian diri digunakan untuk menyaring pendapat siswa tentang pemahaman materi pembelajaran, dibuat sederhana dan juga pertanyaan yang direspon secara bebas dan terbuka oleh siswa. Angket ini dilakssanakan diakhir siklus perbaikan pembelajaran untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran yang dipelajari.

Teknik Pengolahan Data

Pada setiap akhir pembelajaran peneliti melakukan analisis data hasil observasi dan hasil penilaian yang dilaksanakan.

Data hasil pengamatan dianalisis dengan tahapan-tahapan sebagai berikut; (1) mereduksi data, (2) menganalisis / mengorganisasikan data, dan (3) melaporkan data. (Wardani, 2002:2.28).

Kegiatan mereduksi data adalah kegiatan membuang data yang tidak relevan dengan pedoman observasi dan mencatat data yang dapat digunakan untuk laporan hasil penelitian. Kegiatan mengorganiisasikan data adalah kegiatan mengurutkan atau mendeskripsikan data secara kronologis sesuai dengan urutan kegiatan pembellajaran.

Selanjutnyya, data yang telah diorganisasikan tersebut dijadikan bahan laporan hasil penelitian. Bahan laporan tersebut disusun secara sistematis yang berupa deskripsi pembelajaran atau hasil penelitian.

Data yang digunakan untuk mengukur peningkatan hasil belajar adalah data hasil peniilaian siklus pertama dan siklus kedua. Data-data tersebut berupa angka untuk penilaian pengetahuan dan keterampilan. Untuk penilaian sikap berupa skala sikap (sangat Baik, Baik, Cukup, Kurang).

Teknik kuantitatif yang digunakan dalam peneliitian ini adalah mencari selisih hasil penilaian siklus kedua dikurangi hasil penilaian siklus pertama. Selisih keduanya merupakan hasill bellajar (Arikuntoo, 1998: 84). Adapun selisih-selisih yang dicari adalah selisih ketercapaian setiap tugas dan seleisih ketercapaian seluruh tugas. Hasil pengolahan data tersebut diubah ke dalamm bentuk diagram batang dan diagram lingkaran.

Hasil pengolahan penilaian tersebut digunakan untuk membuktikan hipotesis. Apabila dari hasil pengolahan data tersebut diperoleh peningkattan hasil belajar berarti hipotesis terbukti, sebaliknyya jika tidak terjadi peningkatan hasil belajar hipotesis tidak terbukti.

Indikator Kinerja

Dengan menerapkan Pendekatan Saintifik dan Model Pembelajaran Discovery Learning diharapkan hasil belajar pembelajaran Matematika kompetensi dasar memahami luas segitiga, persegipanjang, dan persegi, akan meningkat secara signifikan, sekurang-kurangnya rata-rata kelas mencapai angka 66,75 dan prosentase ketuntasan minimal 75 %

HASIL PENELITIAN

Hasil Penelitian Siklus I

Hasil Observasi dan Refleksi Siklus I

Hasil analisis terhadap ketercapaian setiap indikator oleh seluruh siswa dapat dijelaskan sebagai berikut. Ketercapaian rata-rata skor indikator 3.13.1 , adalah 72,20 KKM yang telah ditetapkan yaitu 66,75. Jadi skor rata-rata sudah mencapai KKM.

Skor rata-rata indikator 4.9.1 yaitu adalah 69,60 dan KKM yang ditetapkan yaitu 66,75 jadi ketercapaian rata-rata indikator 4.9.1 sudah mencapai KKM.

Nilai rata-rata yang dicapai oleh indikator adalah 3.13.1 Bila dibandingkan dengan Nilai KKM yaitu 66,75 , maka terdapat kelebihan 5,45.

Nilai rata-rata yang dicapai Indikaor 4.9.1 adalah 69,60 bila dibandingan dengan KKM 66,75 maka terdapat kelebihan 2,85

Jika dilihat dari ketuntasan belajar siswa dari 50 jumlah siswa kelas IV SD Negeri Tanjung 01, yang telah tuntas untuk aspek pengetahuan adalah sebanyak 32 siswa atau 64 %, dan yang belum tuntas sebanyak 18 siswa atau 36 %., untuk aspek keterampilan yang tuntas sebanak 32 anak atau 64 %, yang belum tuntas sebanak 18 atau 36 % ,maka untuk mencapai ketuntasan belajar siswa yang ditentukan yaitu 75 %. perlu diadakan perbaikan pembelajaran siklus II.

Berdasarkan uraian di atas dapat dijelaskan bahwa indikator yang menjadi masalah dan harus dicarikan penyebab serta solusinya adalah indikator 3.13.1 dan indikator 4.9.1

Penyebab Kegagalan dan Solusinya

Penyebab kegagalan dari indikator 3.13.1, adalah disebabkan oleh 18 siswa memperoleh skor di bawah KKM, dan untuk indikator 4.9.1 ada 9 siswa memperoleh skor di bawah KKM hal ini disebabkan karena mereka belum memahami cara mencari luas segitiga belum hafal fakta dasar perkalian, juga tidak terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran, ketika dijelaskan materi mereka tidak memperhatikan.

Solusi untuk mengatasi kegagalan tersebut Peneliti akan selalu membimbing dan memberikan motivasi baik secara individu maupun kelompok agar mereka turut aktif dalam kegiatan pembelajaran, dan memberikan contoh-contoh latihan kepada mereka yang masih mendapat nilai di bawah KKM.

Hasil Penelitian Siklus II

Hasil Observasi dan Refleksi Sklus II

Hasil analisis terhadap ketercapaian setiap indikator oleh seluruh siswa dapat dijelaskan sebagai berikut. Ketercapaian rata-rata skor indikator 3.13.1 , adalah 83 KKM yang telah ditetapkan yaitu 66,75 Jadi skor rata-rata sudah melebihi KKM .

Skor rata-rata indikator 4.9.1 yaitu adalah 77 dan KKM yang ditetapkan yaitu 66,75 jadi ketercapaian rata-rata indikator 4.9.1 telah melebihi KKM.

Jika dilihat dari ketuntasan belajar siswa dari 50 jumlah siswa kelas IV SD Negeri Tanjung 01, yang telah tuntas untuk aspek pengetahuan sebanyak 44 atau 88 %, dan yang belum tuntas sebanyak 6 siswa atau 12%. Sedangkan untuk aspek keterampilan tuntas 100%.

Berdasarkan hasil refleksi di atas dapat dijelaskan bahwa perbaikan pembelajaran Siklus ke II telah berhasil, hal ini dilihat dari peningkatan ketuntasan belajar yaitu selisih ketuntasan belajar Siklus I dengan siklus II , Ketuntasan Belajar pada Siklus I Aspek Pengetahuan adalah 64 % sedangkan Ketuntasan Belajar pada Siklus II 88 %, jadi ada peningkatan secara signifikan yaitu 24 %. Sedang untuk aspek Keterampilan ketuntasan belajar pada siklus I adalah 64 %, sedang pada siklus II adalah 100 %, maka terjadi peningkatan yang signifikan, yaitu 36 %.

PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

Dari hasil pelaksanaan pembelajaran Prasiklus, siklus I, dan Siklus II diperoleh data sebagai berkut :

Hasil Analisis Penilaian Prasiklus

Penilaian Sikap Spiritual dan Sosial

Hasil penilaian untuk sikap spiritual dan sikap Sosial seluruh siswa sudah kategori baik, meskipun masih ada aspek-aspek yang masih perlu mendapat bimbingan.

Untuk penilaian aspek pengetahuan dan keterampilan dinilai dengan rubrik secara kelompok dan hasilnya :

Untuk muatan Matematika rata-rata nilai aspek Pengetahuan hanya mencapai 55 yang tuntas hanya 16 ( 32 %) dan untuk Aspek Keteramipan yang tuntas 16 (32%) siswa yang tuntas, sedang untuk perolehan nilai muatan yang lain yaitu IPA, Bahasa Indonesia, IPS perolehan nilai rata-rata sudah di atas KKM meskipun masih ada beberapa siswa yang masih di bawah KKM.

Hasil Analisis Penilaian Siklus I

Sikap Spiritual dan Sikap Sosial:

Untuk hasil penilaian sikap spiritual dan sikap sosial, kategori Sangat Baik, ini dilihat dari modus nilai, yaitu 4., meskipun masih ada siswa yang memperoleh kategori Baik (3)

Aspek Pengetahuan (KD 3.1)

Tabel 4.8 Ketuntasan Belajar Aspek Pengetahuan Siklus I

Jumlah Siswa Siswa yang Memperoleh Nilai
< 66,75 ≥ 66,75 T BT
50 18 32 32 18
100% 36 % 64 % 64 % 36%

Siswa yang memperoleh < 66,75 = 18 siswa = 36 %

Siswa yang memperoleh ≥66,75 = 32 siswa = 64 %

Ketuntasan Belajar = 64 %

Aspek Keterampilan (KD 4.9)

Tabel 4. 9 ketuntasan belajar Aspek Keterampilan Siklus I

Jumlah Siswa Siswa yang Memperoleh Nilai
< 66,75 ≥ 66,75 T BT
50 18 32 32 18
100% 36% 64% 64% 36%

Nilai KD 4.9

Siswa yang memperoleh nilai < 66,75 = 18 siswa = 36 %

Siswa yang memperoleh nilai ≥ 66,75 = 32 siswa = 64 %

Ketuntasan Belajar = 59 %

Data hasil analisis penilaian Siklus I disajikan dalam bentuk diagram batang di bawah ini :

Diagram 4.1 Ketuntasan belajar Siklus I

Dari diagram di atas terlihat bahwa dari 50 siswa kelas IV SD Negeri Tanjung 01, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes untuk aspek pengetahuan hanya 32 (64%) siswa yang tuntas, 18 (36%) siswa belum tuntas, dan untuk aspek keterampilan 32 (64%) siswa yang tuntas, 18 (36%) siswa belum tuntas.

Hasil Analisis Penilaian Siklus II

Penilaian Sikap Spiritual dan Sosial

Pada Siklus II hasil penilaian sikap spiritual dan sikap sosial, kategori Sangat Baik, ini dilihat dari modus nilai, yaitu 4.

Penilaian Aspek Pengetahuan

Tabel 4.10 Ketuntasan Belajar Aspek Pengetahuan Siklus II

Jumlah Siswa Siswa yang Memperoleh Nilai
< 66,75 ≥ 66,75 T BT
50 6 44 44 6
100 % 12 % 88 % 88 % 12 %

Indikator 3.13.1

Siswa yang memperoleh nilai < 66,75 = 6 siswa = 12 %

Siswa yang memperoleh nilai ≥ 66,75 = 44 siswa = 88 %

Ketuntasan Belajar = 88 %

Penilaian Aspek Keterampilan

Tabel 4.11

Jumlah Siswa Siswa yang Memperoleh Nilai
< 66,75 ≥ 66,75 T BT
50 0 50 50 0
100 % 0 % 100 % 100 % 0 %

Indikator 4.9.1

Siswa yang memperoleh nilai < 66,75 = -.siswa = 0.%

Siswa yang memperoleh nilai ≥ 66,75 = 50 siswa = 100 %

Ketuntasan Belajar = 100 %

Data hasil analisis penilaian Siklus II disajikan dalam bentuk diagram batang di bawah ini :

Diagram 4.2 Ketuntasan Belajar Aspek Pengetahuan dan Aspek Keterampilan Siklus II

Dari diagram di atas terlihat bahwa dari 50 siswa kelas IV SD Negeri Tanjung 01 Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, untuk aspek pengetahuan 44 (88%) siswa yang tuntas,6 (12%) siswa belum tuntas, dan untuk aspek keterampilan 50 (100%) siswa yang tuntas, artinya seluruh siswa tuntas dalam aspek keterampilan.

Jika dilihat dari prosentasi kenaikan ketuntasan belajar dari prasiklus, siklus I dan siklus II seperti terlihat pada tabel di bawah ini :

Siklus Ketuntasan Belajar
Aspek Pengetahuan Aspek Keterampilan
Prasiklus 32 % 32 %
Siklus I 64 % 64 %
Siklus II 88 % 100 %

Data tersebut disajikan dalam bentuk Diagram Batang di bawah ini :

Diagram 4.3 Peningkatan Prosentase Ketuntasan Belajar Aspek Pengetahuan dan Keterampilan

Dari tabel prosentase di atas dapat disimpulkan bahwa, kegiatan perbaikan pembelajaran dari prasiklus ,Siklus I dan Siklus II, pencapaian ketuntasan belajar mengalami kenaikan yang signifikan, untuk aspek pengetahuan dari mulai Prasiklus ke Siklus I naik dari 32 % menjadi 64 %, dan dari siklus I ke siklus II naik dari 64 % menjadi 88 %, dan jika dilihat dari hasil penilaian aspek keterampilan mulai dari prasiklus ke siklus I mengalami kenaikan dari 35% menjadi 64 %, dan pada siklus II naik mencapai 100 % ,dengan demikian peneliti merasa bahwa kegiatan perbaikan pembelajaran dengan menerapkan pendekatan saintifik dan model pembelajaran Discovery Learning dapat meningkatkan aktivitas, pemahaman dan hasil belajar siswa di Kelas IV SD Negeri Tanjung 01 Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes. Dengan demikian kegiatan penelitian cukup sampai siklus II tidak perlu dilanjutkanke siklus berikutnya.

SIMPULAN

Dari hasil penelitian serta pembahasan pada Bab IV, dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan pendekatan Saintifik Model Discovery Learning maka suasana pembelajaran akan lebih menarik dan menyenangkan anak sehingga mereka aktif dalam mengikuti pembelajaran dan hasil belajar pun mengalami peningkatan, secara rinci dapat dijelaskan :

  • Belajar sambil mencari dengan pemberian motivasi serta penguatan pada siswa, akan lebih meningkatkan aktivitas siswa sehingga hasil belajar pun meningkat secara signifikan.
  • Terbukti bahwa Ketuntasan Belajar mengalami peningkatan dari mulai kegiatan pembelajaran Prasiklus, Siklus I, dan Siklus II.
  • Pendekatan Saintifik dengan Model Discovery Learning dapat membawa situasi belajar lebih menyenangkan dan aktivitas belajar serta hasil belajar siswa meningkat.

SARAN/REKOMENDASI

Berdasarkan hasil data penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanaka oleh penulis, maka penulis menyampaikan beberapa saran bagi para pembaca dalam hal ini rekan-rekan guru. Bahwa kurikulum 2013 dalam kegiatan proses pembelajaran harus menggunakan pendekatan saintifik juga pandai memilih model pembelajaran yang tepat, disamping itu seyogyanya guru :

  1. Harus pandai-pandai menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan, sehingga kegiatan pembelajaran akan lebih bermakna.
  2. Harus lebih mengenal model-model pembelajaran dan memilih model apa yang paling tepat untuk menyajikan materi pembelajaran.
  3. Harus pandai-pandai memilih media/alat pembelajaran dengan tepat sesuai materi pembelajaran yang disajikan.
  4. Selalu memberikan bimbingan, motivasi, serta penguatan pada siswa baik secara individual maupun kelompok.
  5. Selalu menindak lanjuti disetiap akhir pembelajaran dengan memberikan Remedial dan pengayaan sebagai bahan pekerjaan rumah siswa.

Dari pengalaman penulis dalam melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), maka setidaknya guru telah melakukan penelitian terhadap kinerjanya sendiri sehingga akan mengetahui dengan pasti kelebihan serta kekurangannya sendiri.

Di samping itu, karena terbukti PTK dapat meningkatkan hasil belajar belajar siswa, penulis menyarankan rekan-rekan guru senantiasa mempelajari dan melaksanakan PTK di kelasnya masing-masing. Karena dengan sering melaksanakan PTK maka guru akan lebih memahami bagaimana cara menyajikan pembelajaran yang lebih bermakna serta hasil yang optimal, sehingga guru akan lebih professional dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari, serta akan meningkatkan kegiatan pengembangan diri.

DAFTAR PUSTAKA

Ai Sofiyanti, dkk. 2015. Materi Pelatihan Guru Implementasi Kurikulum.. Jakarta : Kemendikbud.

Kemendikbud .2013. Buku Tema 4 berbagai pekerjaan Untuk kelas IV. Jakarta :Kemendikbud

Muhsetyo Gatot, dkk. 2007. Pembelajaran matematika SD. Jakarta :Universitas Terbuka

Mulyani Sumantri,2007. Perkembangan Peserta Didik. Jakarta :Universitas Terbuka.

Panitia Sertifikasi Guru Rayon 112. (2012) Bahan Ajar Pendidikan dan Latihan Profesi Guru dalam Jabatan . Semarang : Universitas Negeri Semarang.

Udin S.Winataputra, dkk. 2007.Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta :Universitas Terbuka

BIODATA PENULIS :

Nama : Nur Susanti, S.Pd.

NIP : 19710526 199703 2 004

Pangkat, Gol/Ruang : Pembina, IV a

Jabatan : Guru Kelas

Lokasi Penelitian : SD Negeri Tanjung 01 , Kelas IV

Kecamatan/Kabupaten : Kec. Tanjung. Kab. Brebes

You cannot copy content of this page