Iklan

MENINGKATKAN MINAT DAN KEMAMPUAN MENULIS RINGKASAN CERITA PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DENGAN MENERAPKAN PENDEKATAN KOOPERATIF MODEL STAD DI KELAS VI SD NEGERI BANJARHARJO 02 KECAMATAN BANJARHARJO KABUPATEN BREBES TAHUN PELAJARAN 2020/2021

Jumiran, S.Pd.

ABSTRAK

Penelitian bertujuan untuk meningkatkan minat dan kemampuan menulis ringkasan cerita pada pembelajaran Bahasa Indonesia dengan menerapkan pendekatan koopratif Model STAD di Kelas VI SD Negeri Banjarharjo 02 Kecamatan Banjarharjo Kabupaten Brebes. Subyek penelitian adalah siswa kelas VI SD Negeri Banjarharjo 02 yang berjumlah 24 siswa yang terdiri dari 11 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan tahun pelajaran 2020/2021. Penelitian Tindakan kelas dilaksanakan dua siklus perbaikan. Hasil penelitian pada siklus I menunjukan bahwa penerapan model pembelajaran Kooperatif Model STAD dapat meningkatkan minat dan kemampuan menulis ringkasan cerita pada pembelajaran Bahasa Indonesia dengan menerapkan pendekatan koopratif Model STAD di Kelas VI SD Negeri Banjarharjo 02, terbukti dari hasil pembelajaran kondisi awal nilai rata-rata kelas hanya 54,00 ketuntasan belajar hanya 31,25%, meningkat menjadi 68,00. Ketuntasan belajar hanya mencapai 62,50 % karena 15 siswa yang mendapat nilai di atas KKM yang ditetapkan yaitu 65. Tetapi hal ini belum memuaskan peneliti karena prosentase ketuntasan belajar belum mencapai KKM ketuntasan belajar yaitu 75 %. Setelah peneliti melaksanakan tindakan perbaikan siklus II, peneliti merasa puas karena hasil yang dicapai sudah optimal, yaitu nilai rata-rata kelas mencapai 78,00 dan prosentase ketuntasan belajar mencapai 93,73 %, yakni 22 siswa dari 24 siswa kelas VI SD Negeri Banjarharjo 02. Berdasarkan dari kenyataan di atas maka dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif model STAD meningkatkan minat serta kemampuan menulis ringkasan cerita siswa kelas VI SD Negeri Banjarharjo 02 pada pembelajaran Bahasa Indonesia kompetensi dasar membuat ringkasan dari teks yang dibacakan atau didengar. Saran atau rekomendasi semoga hasil penelitian tindakan kelas ini dapat meningkatkan kinerja peneliti dan dapat menjadi inspirasi bagi guru-guru SD Negeri Banjarharjo 02 Brebes, untuk senantiasa meningkatkan kompetensi profesionalnya.

Kata kunci : Model pembelajaran kooperatif, STAD, Minat, Kemampuan Menulis

LATAR BELAKANG

Berbagai upaya dilakukan oleh guru untuk meminimalisir kesulitan tersebut dengan banyak mengembangkan dan meningkatkan kompetensinya terutama meningkatkan keterampilan mengajarnya. Salah satunya adalah bagaimana memilih strategi atau pendekatan pembelajaran apa yang harus diterapkan dalam menyajikan suatu materi, alat dan media atau sumber apa yang harus dipilih agar materi pemebelajaran cepat dipahami oleh anak didik.

Sebagai guru sekolah dasar dituntut harus dapat menyajikan semua mata pelajaran pada anak didiknya, tetapi terkadang banyak masalah atau kendala yang ditemukan dalam kegiatan proses belajar mengajar sehingga hasilnya kurang memuaskan.

Hal ini penulis alami dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari, yakni ketika menyajikan mata pelajaran Bahasa Indonesia kompetensi dasar membuat ringkasan cerita dari teks yang dibaca atau didengar di Kelas VI SD Negeri Banjarharjo 02 Kecamatan Ketanggugan Kabupaten Brebes, hasilnya kurang memuaskan. Hal ini terlihat dari hasil nilai observasi dan nilai tes formatif nilai rata-rata kelas hanya mencapai 54,00 sedangkan KKM yang ditetapkan untuk kompetensi ini adalah 62, dan siswa yang mengalami ketuntasan belajar hanya 10 siswa atau 32,25 % dari jumlah siswa kelas VI yaitu 32 siswa. Sedang 22 lainnya mendapat nilai di bawah KKM.

Peneliti merenung mereflksi hasil pembelajaran yang telah dilaksanakannya ternyata rendahnya hasil pembelajaran tersebut disebabkan: (a) kemampuan membaca siswa yang masih rendah terutama dalam tanda baca, sehingga penddengar salah menafsirkan, (b) banyak siswa yang kurang memperhartikan ketika temannya membaca teks bacaan, (c) sebagian besar siswa belum memahami cara menulis ringkasan dari tek bacaan (d) pembelajaran kurang menarik, (e) kurang pemberian motivasi dan bimbingan pada siswa baik secara individu maupun kelompok.

Berdasar latar belakang dan permasalahan yang teridentifikasi maka penulis merumuskan masalah penelitan ini, yaitu : (1) Bagaimana meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas VI SD Negeri Banjarharjo 02? (2) begaimana meningkatkan kemampuan menulis ringkasan cerita kelas VI SD negeri Banjarharjo 02? (3) Strategi/pendekatn pembelajaran model apakah yang tepat untuk menyajikan pembelajaran kompetensi membuat ringkasan cerita dari yang dibaca atau didengar?

Untuk dapat menjawab rumusan masalah di atas, peneliti akan mencoba melakukan tindakan perbaikan pembelajaran melalui Penelitian Tindakan Kelas dengan berusaha mengatasi masalah atau kendala yang ditemukan tadi, yaitu dengan dengan merancang Rencana Perbaikan Pembelajaran dengan langkah-langkah pembelajaran model kooperatif tipe STAD.Dan peneliti bersama teman sejawat menulis Judul Penelitian, yaitu ”Meningkatkan Kemampuan Menulis Ringkasan Cerita pada Pembelajaran Bahasa Indonesia dengan Menerapkan Pendekatan Kooperatif Model STAD di Kelas VI SD Negeri Banjarharjo 02 Kecamatan Banjarharjo Kabupaten Brebes”.

Tujuan Penelitian Tindakan Kelas ini adalah untuk meningkatkan kemampuan menulis ringkasan cerita dari teks yang yang dibaca atau didengarnya bagi Kelas VI SD Negeri Banjarharjo 02 melalui penerapan pendekatan Kooperatif model STAD.

Penelitian Tindakan kelas ini diharapkan bermanfaat bagi siswa yaitu dapat meningkatkan kemampuan menulis ringkasan cerita dari teks yang dibaca atau didengarnya, sedang bagi guru adalah dapat meningkatkan keterampilannya alam menyajikan kegiatan pross belajar mengajar, bagi sekolah bermanfaat sebagai bahan inspirasi atau motivasi bagi guru-guru untuk ddapat mengembangkan kompetensi profesionalnya engan melakukan Penelitian Tindakan Kelas.

Landasan Teori

Model Pembelajaran Kooperatif

Menurut Slavin (2007) pembelajaran kooperatif menggalakan siswa berinteraksi secara aktif dan positif dalam kelompok. Model pemblajaran ini ini dikembangkan dari teori belajar konstruktivisme yang lahir dari gagasan Piaget dan Vigotsky. Berdasarkan penelitian Piaget yang pertama dikemukakan bahwa pengetahuan itu dibangun dalam pikiran anak (Ratna, 1988:181).

Dalam model pembelajaran kooperatif ini guru lebih berperan sebagai fasilitator yang berfungsi sebagai jembatan penghubung ke arah pemahaman yang lebih tinggi dengan catatan siswa sendiri. Guru tidak ahanya memberikan pengetahuan pada siswa tetapi juga harus membangun pengetahuan dalam pikirannya.

Menurut pandangan Piaget dan Vigotsky adanya hakikat sosial dari sebuah proses belajar dan juga tentang penggunaan kelompok-kelompok belajar dengan kemampuan anggotanya yang beragam, sehingga terjadi perubahan konseptual.

Berkaitan dengan karya vigotsky dan penjelasan Piaget, para konstruktivisme menekankan pentingnya interaksi dengan teman sebaya, melalui pembentukan kelompok belajar. Dengan kelompok belajar memberikan kepada siswa secara aktif dan kesempatan untuk mengungkapkan sesuatu yang dipikirkan siswa kepada teman akan membantunya untuk melihat sesuatu dengan lebih jelas bahkan melihat ketidaksesuaian pandangan mereka sendiri.

Model Student Teams Achievement Division (STAD)

Model ini dikembangkan oleh Robert Slavin dan teman-temannya di universitas John Hopkin. Menurut Slavin (2007) model STAD merupakan variasi pembel;ajaran kooperatif yang paling banyak diteliti.

Dalam STAD siswa dibagi menjadi kelompok beranggotakan empat orang yang beragam kemampuan, jenis kelamin, dan sukunya. Guru memberikan suatu pelajaran dan siswa-siswa di dalam kelompok memastikan bahwa semua anggota kelompok itu bisa menguasai pelajaran tersebut. Akhirnya semua siswa menjalani kuis perseorangan tentang materi tersebut, dan pada saat itu mereka tidak boleh saling membantu satu sama lain. Nilai-nilai hasil kuis siswa diperbandingkan dengan nilai rata-rata mereka sendiri yang diperoleh sebelumnya, dan nilai-nilai itu diberi hadiah berdasarkan pada seberapa tinggi peningkatan yang bisa mereka capai atau seberapa tinggi nilai itu melampaui nilai mereka sebelumnya. Kelompok yang mendapat nilai tertinggi diberikan hadiah atau penghargaan.

STAD adalah yang paling tepat untuk mengajarkan materi-materi pelajaran ilmu pasti, seperti penghitungan dan penerapan matematika, penggunaan bahasa dan mekanika, geografi dan keterampilan perpetaan , dan konsep-konsep sains lainnya.

Hakikat Menulis

Menulis dapat dianggap sebagai proses suatu hasil. Mnulis merupakan kegiatan yang dilakukan seseorang untuk menghasilkan sebuah tulisan. Sebenarnya kgiatan menulis yang menghasilkan sebuah tulisan sering kita lakukan, misalnya mencatat pesan, ataup[un menulis memo. Untuk teman, menulis ringkasan cerita,

Menulis Ringkasan

Ringkasan adalah penyajian sebuah bacaan secara singkat. Ada hal penting yang harus kamu perhatikan ketika membuat ringkasan. Hal penting tersebut adalah urutan isinya. Kamu harus meringkas dari bagian awal, tengah, dan akhir bacaan secara berurutan.

Dari kegiatan mendengarkan bacaan, kita akan mendapatkan banyak informasi berharga. Oleh karena itu, ketika mendengarkan bacaan, kamu harus menyimaknya dengan sungguh-sungguh. Catatlah hal-hal penting dari bacaan yang diperdengarkan. Hal-hal penting dari bacaan di antaranya judul, peristiwa yang dikemukakan, dan fakta mengenai peristiwa yang dikemukakan (apa, siapa, dimana, kapan, mengapa, dan bagaimana). Hal tersebut akan memudahkanmu memahami isi bacaan.

Cara meringkas sebuah bacaan adalah sebagai berikut.

1. Membaca dengan cermat untuk mendapat gambaran umum isi bacaan.

2. Mencatat hal-hal penting dari bacaan.

3. Menulis ringkasan berdasar hal-hal penting yang dicatat.

4. Menulis ringkasan dengan kalimat sendiri.

METODOLOGI PENELITIAN

Subyek Penelitian

Yang menjadi subyek penelitian adalah siswa kelas IV SDN Banjarharjo 02 Tahun Pelajaran 2020 / 2021.Kelas VI tersebut terdiri atas 24 siswa yakni 11 perempuan dan 13 laki – laki, dan semua siswa tersebut berperan sebagai responden.

Setting/Tempat Penelitiandilakukan di SDN Banjarharjo 02, Kecamatan Banjarharjo Kabupaten Brebes.Waktu penelitian dilakukan pada semester ganjil dalam waktu 4 bulan dimulai pada bulan September sampai dengan bulan Nopember tahun pelajaran 2020/2021, mata pelajaran Bahsa Indonesia Kompetensi Dasar Membuat Ringkasan dari Teks yang dibaca atau didengar di Kelas VI SD Negeri Banjarharjo 02, Kecamatan Banjarharjo Kabupaten Brebes.

Sumber Data terdiri dari ; (a)Sumber data primer berasal dari informasi data dari nara sumber yaitu peneliti (guru) dan siswa Kelas VI SDN Banjarharjo 02 yang berupa data hasil siswa pra siklus atau sebelum dilaksanakan penelitian dan nilai prestasi belajar siswa sesudah dilaksanakan PTK dengan penerapan penekatan kooperatif model STAD (b) Sumber data sekunder berasal dari hasil kolaborasi dengan dengan teman sejawat.Teman sejawat yang dimaksud disini adalah rekan kerja guru satu SD yaitu di SDN Banjarharjo 02, yang pada saat peneliti melaksanakan PTK baik di siklus I maupun Siklus II ini bertugas mengobsevasi kinerja guru pada saat melaksanakan proses pembelajaran.

Teknik dan Alat Pengumpulan Data

Teknik yang digunakan dilakukan dengan tes dan non tes.Namun dalam penelitian ini digunakan tes yang berupa pilihan ganda sedangkan alat pengukur data dari lembar obsevasi.Tes dilakukan pada akhir pembelajaran yang bertujuan untuk mengetahuisejauh mana peningkatan prestasi yang diperoleh oleh siswa,sedangkan lembar observasi untuk mengukur kinerja guru selama melakukan proses pembelajaran.

Validasi Data

Untuk keabsahan hasil penelitian, peneliti menyusun perangkat penelitian sebagai berikut: (a) RPP dan LKS (b) Butir-butir soal,(c) Kriteria penelitian, (d) Lembar observasi, (e) Foto pembelajaran, dan (f) Daftar hadir siswa

Analisis Data

Kegiatan analisis data dilakukan dengan cara : (1) Menganalisis nilai prasiklus dengan cara mencari nilai tertinggi, nilai terendah dan rata- rata kelas. Kemudian menganalisis berapa siswa yang sudah tuntas dan berapa siswa yang belum tuntas baik dalam bentuk angka maupun prosentase, (2) Hasil siklus I dianalisis dengan mencari nilai tertinggi, nilai terendah,rata – rata kelas.Kemudian menganalisis berapa siswa yang sudah tuntas dan berapa siswa yang belum tuntas kemudian diprosentase.Setelah itu nilai siklus I dibandingkan dengan nilai pra sikus untuk mengetahui apakah ada peningkatan, baik itu dari nilai rata-rata kelas,maupun dari segi ketuntasan belajar siswa, (3) Hasil siklus II dianalisis dengan cara mencari nilai tertinggi, nilai terendah , rata-rata kelas.Kemudian menganalisis berapa siswa yang sudah tuntas dan berapa siswa yang belum tuntas kemudian diprosentase.Setelah itu nilai siklus II dibandingkan dengan nilai siklus I, untuk mengetahui apakah ada peningkatan, baik itu dari nilai rata-rata kelas, maupun dari segi ketuntasan belajar siswa.

PROSEDUR PENELITIAN

Dalam Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) ini dilakukan dalam 2 siklus penelitian,dimana setiap siklusnya mencakup 4 kegiatan yaitu : (1) perencanaan ( planning ), (2) pelaksanaan ( acting ), (3) observasi ( observation ), (4) refleksi ( reflection ).

Tahap Perencanaan Tindakan ( Planing )

Menentukan pokok bahasan tentang gerak benda, membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan metode Eksperiment, mengembangkan skenario pembelajaran, menyusun Lembar Kerja Siswa (LKS) yang berisi percobaan tentang gerak benda, menyiapkan sumber belajar seperti buku, lingkungan sekitar siswa, menyusun kisi – kisi soal, menyiapkan soal tes setelah dilaksanakan pembelajaran, menyiapkan lembar penilaian, menyiapkan lembar observasi

Pelaksanaan ( Action )

Kegiatan Awal

Guru memberi salam dan berdoa, mengisi daftar kelas dan mengecek kondisi kelas, apersepsi dengan memberikan beberapa pertanyaan, menyampaikan tujuan pembelajaran

Kegiatan Inti

Eksplorasi

Guru membagi siswa kedalam kelompok heterogen, dan membagi LKS (teks bacaan dan pertnyaan bacaan), dan menjelaskan tugas yang harus dikerjakan oleh siswa/kelompok.

Siswa membacakan secara bergilir dalam kelompok sedang anggota lain menyimak dan mendengarkan serta menulis hal-hal yang penting dalam bacaan.

Secara kelompok siswa menjawab pertanyaan bacaan, mengurutkan urutan cerita, menulis ringkaan bacaan.

Elaborasi

Setelah kegiatan kelompok selesai, perwakilan anggota kelompok atau juru bicara merepresentasikan hasil kerja kelompoknya. Kelompok lain menanggapi laporan hasil kerja kelompok temannya.

Guru meluruskan dan memberi penjelasan tentang setiap laporan kelompok.

Konfirmasi

Bertanya jawab tentang kata-kata yang sulit yang ditemukan.Siswa mencari arti kata-kata sulit dalam kamus, dan membuat kalimat dari kata-kata sulit tadi secara lisan.

Guru meluruskan kesalahan yang terjadi ketika siswa mengartikan kata sulit dan membuat kalimat dari kata sulit tersebut.

Kegiatan Akhir

Siswa mengerjakan tes formatif, pemberian PR, pemberian tindak lanjut, salam penutup

Pengamatan ( Observation )

Tahap observasi dilakukan dengan mengamati proses pembelajaran Bahaa Indonesia kompetensi membuat ringkasan dari teks bacaan yang dibaca atau didengar. Observasi diarahkan pada poin-poin dalam pedoman yang telah disiapkan peneliti yang meliputi beberapa aspek indikator.

Refleksi ( Reflection )

Peneliti dan teman sejawat ( kolabor ) membahas hasil PBM pada setiap siklus . Refleksi dilakukan setelah mengadakan pengamatan. Jika dalam pembelajaran tentang gerak benda prestasi yang didapatkan siswa belum sesuai dengan harapan, maka perlu adanya perbaikansiklu berikuttnya.

INDIKATOR DAN KRITERIA KEBERHASILAN

Pembelajaran dikatakan berhasil jika rata-rata yang diperoleh siswa adalah ≥ 65 dan siswa mendapat nilai ≥ 65 mencapai 75 %. Hal ini di dasarkan pada KKM di SDN Banjarharjo 02 untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia Kompetensi Membuat Ringkasan kelas VI yaitu 65.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian Kondisi Awal (Prasiklus)

Siswa yang sudah mencapai kategori tuntas adalah 8 siswa atau sebesar 31,25 % ,sedangkan jumlah siswa yang belum tuntas sebanyak 14 anak atau sebesar 69,75 %. Nilai tertinggi yang dicapai siswa adalah 80, sedangkan nilai terendahnya adalah 30.Nilai rata-rata kelasnya 54,00

Hasil Penelitian Siklus ISiklus I

Berdasarkan data yang terkumpul dan data hasil diskusi peneliti melakukan penelaahan dan mencoba menyimpulkan hasil tindakan yang telah dilakukan.Kesimpulan ini menunjukan bahwa presatasi siswa belum meningkat secara optimal. Hasil dari siklus I siswa yang sudah mencapai katergori tuntas adalah 15 siswa atau sebesar 62,50 % sedangkan siswa yang belum tuntas adalah 7 siswa atau 37,50% dengan rata- rata kelas 68,00.Dapat disimpulkan dari prasiklus ke siklus I ada peningkatan rata-rata kelas sebesar 14.

Hasil Penelitian Siklus II

Hasil dari siklus II siswa yang sudah mencapai katergori tuntas adalah 22 siswa atau sebesar 93,73 % sedangkan siswa yang belum tuntas adalah 2 siswa atau 6,27 % dengan rata- rata kelas 80,00 Dapat disimpulkan dari siklus I ke siklus II ada peningkatan rata- rata kelas sebesar 10%. Dengan nilai tertinggi : 100, dan nilai terendah adalah 60.

Dari nilai yang telah dicapai siswa, dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar sudah mengalami peningkatan dan telah mencapai KKM. Dari hasil refleksi tersebut,meski ada hal yang masih harus diperbaiki, namun tujuan diadakannya penelitian sudah tercapai, sehingga penelitian suah selesai.

Pembahasan setiap Siklus

Siklus I

Hasil Refleksi ( Reflection )

Dari hasil refleksi siklus I ternyata tingkat ketuntasan belum sampai pada batas kriteria yang ditetapkan karena hanya 15 siswa atau 62,50 % yang sudah tuntas sedangkan 9 anak atau 37,50 % belum tuntas. Nilai rata-rata mencapai 68,00 sudah mencapai KKM yang ditentukan yaitu 65,00. Dari diskusi dengan teman sejawat ( Observer ) diketahui gejala yang paling umum terjadi pada siswa yang belum tuntas karena banyaknya siswa dalam satu kelompok sehingga mengakibatkan siswa yang aktif hanya 2-3 anak saja dalam setiap kelompok, sedangkan yang lainnya kurang fokus dalam menyimak bacaan. Untuk mengantisipasi keadaan ini upaya yang dilakukan perlu adanya revisi yang dilaksanakan pada siklus II.

Siklus II

Pada siklus II setelah dilaksanakan perbaikkan pembelajaran, jumlah siswa yang tuntas naik menjadi 22 siswa atau 93,73% sedangkan siswa yang belum tuntas ada 2 siswa atau 6,27 %, dengan nilai rata-rata kelas 78,00. Hal ini menunjukan bahwa ada kenaikan jumlah siswa yang tuntas dan juga ada kenaikan nilai rata- rata kelas sebesar 10 %.

Dengan pndkatan koopratif model STAD dengan perubahan cara berkelompok dari kelompok besar yang beranggotakan 8-9 anak menjadi kelompok kecil yang beranggotakan 4-5 anak sehingga memungkinkan semua anggota kelompok dapat bekerjasama, berpartisipasi aktif dalam membaca an menyimak bacaan sehingga dapat meningkatka minat dan hasil belajar siswa.

Perbandingan hasil antara siklus I dan Siklus II diketahui mengalami peningkatan dan telah mencapai ketercapaian sesuai dengan kriteria penelitian yang diharapkan.Akhirnya guru dan teman sejawat memutuskan untuk mengakhiri penelitian.

Berkat penelitian ini ada kenaikan ketuntasan belajar bila dibandingkan dengan prasiklus yakni pada waktu prasiklus siswa yang tuntas baru 8 anak atau sebesar 31,25 % dan yang belum tuntas ada 14 anak atau 69,75% dengan nilai rata-rata kelas 54,00 Pada siklus I mengalami peningkatan yaitu siswa yang tuntas ada 15 siswa atau 62,50 % dan yang belum tuntas ada 7 siswa atau 37,50 % dan mengalami peningkatan nilai rata-rata kelas menjadi 68,00.Sedangkan pada siklus II siswa yang tuntas mengalami peningkatan menjadi 22 anak atau 93,73% dan yang belum tuntas ada 2 siswa atau 6,27 % dan nilai rata- rata kelas juga meningkat menjadi 78,00

Tabel Ketuntasan Prestasi Belajar

No Kegiatan Pembelajaran Tuntas Prestasi Balajar Prosentase NRK
1 Pra Siklus 8 31,25 % 54,00
2 Siklus I 15 62,50 % 68,00
3 Siklus II 22 93,73 % 78,00

Dari tabel diatas dapat diperoleh keterangan sebagai berikut :

  1. Pada prasiklus, siswa yang tuntas prestasi belajarnya ada 8 siswa dengan prosentase 31,25 %, Sedangkan siswa yang belum tuntas ada 15 siswa atau dengan prosentase 69,75 %
  2. Pada siklus I siswa yang tuntas prestasi belajarnya ada 20 siswa atau dengan prosentase 62,50 %,sedangkan siswa yang belum tuntas belajar sebanyak 12 siswa,atau 37,50 %.
  3. Pada siklus II siswa yang tuntas prestasi belajarnya ada 22 siswa atau dengan prosenatase 93,73,sedangkan siswa yang belum tuntas prestasi belajarnya ada 2 siswa atau dengan prosentase 6,27 %

Untuk lebih jelasnya peningkatan prestasi belajar siswa dapat dilihat pada diagram sebagai berikut ini :

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Dalam penelitian yang berjudul ” Upaya Meningkatkan Kemampuan Menulis Ringkasan Cerita pada Pembelajaran Bahasa Indonesia dengan Menerapkan Pendekatan Kooperatif Model STAD di Kelas VI SD Negeri Banjarharjo 02 Kecamatan Banjarharjo Kabupaten Brebes”. dapat disimpulkan , bahwa penelitian yang dilaksanakan 2 siklus perbaikan dapat menjawab rumusan masalah juga indikator kinerja dan membuktikan hippotesis tindakan.

Prestasi belajar siswa pada siklus II ternyata mengalami peningkatan yang signifikan yaitu rata- rata kelas mencapai 78,00 dengan siswa yang tuntas sebanyak 22 anak atau dengan prosentase 93,73 % dan siswa yang belum tuntas sebanyak 2 anak atau dengan prosentase 6,27 %. Dengan diperoleh nilai yang sudah dicapai berarti sudah memenuhi standar yang diinginkan.

Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa melalui penerapan pendekatan kooperatif model STAD dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia Kompetensi Dasar Membuat ringkasan dari teks yang dibaca atau didengar di kelas VI SD Negeri Banjarharjo 02 Tahun Pelajaran 2020/2021.

Saran

Berdasarkan kesimpulan tersebut ada beberapa hal yang perlu dilakukan guru dalam upaya meningkatkan prestasi belajar siswa dalam kualitas pembelajaran khususnya dalam meningkatkan prestasi belajar diantaranya menerapkan strategi pembelajaran kooperatif model STAD dapat meningkatkan minat serta hasil belajar.

DAFTAR PUTAKA

WARSIDI, Edi dan Farika. 2008. Bahasa Indonesia Membuatku Cerdas. Jakarta ; Pusat Perbukuan Deddiknas

Sukini, Iskandar.2008. Bahasa Indonesia 6 : untuk SD/MI Kelas VI.Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional

Umri Nur’aini, Indriyani. 2008. Bahasa Indonesia 6: untuk SD/MI kelas VI.Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

Santosa Puji, dkk. 2007. Materi dan Pembelajaran Bahasa Indonesia SD. Jakarta : Universitas Terbuka

Djamarah Syaiful Bahri ,M.Ag. dan Zain Aswan 2013. Strategi Belajar mengajar. Jakarta : PT Rineka Cipta.

Dr. Rusman, M.Pd. 2010. Model-Model Pembelajaran. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.

Panitia Serifikasi Guru Rayon 112. (2012). Bahan Ajar Pendidikan dan  Latihan Profesi Guru (PLPG). Semarang : Universitas Negeri Semarang.

Suparno, Yunus Muhammad (2003). Keterampilan Dasar Menulis. Jakarta: Universitas Terbuka.

Wardani I.G.A.K, dkk.(2006). Teknik Menulis Karya Ilmiah. Jakarta : Universitas Terbuka.

Wardani, I.G.A.K. (2007) Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Universitas Terbuka.

Yetti Mulyati. (2008). Keterampilan Berbahasa Indonesia SD. Jakarta : Universitas Terbuka.

Biodata Penulis

Nama : Jumiran, S.Pd.

Unit Kerja : SD Negeri Banjarharjo 02

You cannot copy content of this page