Iklan

“ Meningkatkan Keaktifan Peserta Didik Dalam Kegiatan Projek P4″

Melalui Pembelajaran Ekonomi Kreatif “

Kondisi pandemic covid 19 melanda dunia. Semua masyarakat Indonesia merasakan dampak dari pandemic . pandemic yang berkepanjangan menghasilkan aneka peristiwa. Ancaman sekaligus peluang. Manusia dihadapkan pada dua pilihan , menyerah atau beradaptasi . Adaptasi menjadi pilihan untuk bertahan. Pandemi memaksa setiap orang beradaptasi dengan kondisi baru, Adaptasi ini membawa konsekuensi pada manusia untuk memiliki kemampuan baru dan meningkatkan kemampuan yang sudah ada. Kunci utama untuk mempercepat reskilling dan upskilling ini tak lain adalah kreativitas dan inovasi. Kreativitas bermain pada ide, konsep, dan imajinasi seluas- luasnya. Inovasi merupakan proses perwujudan ide itu menjadi nyata. termasuk dalam proses belajar mengajar di sekolah. terutama dirasakan oleh peserta didik dalam proses pembelajaran . selama pandemic pembelajaran dilakukan melalui daring, sehingga keaktifan siswa dan hasil belajar tentunya tercapai tidak maksimal. Peserta didik mengalami keterpurukan dalam kegiatan pembelajaran. Ketidakmampuan beradaptasi dan bertransformasi akan memperlambat upaya pencapaian tujuan Pendidikan. Oleh karena itu , dibutuhkan upaya dan strategi Pendidikan dalam transisi menuju era pasca pandemic agar pembelajaran di sekolah menjadi pulih Kembali. Perubahan kurikulum merupakan salah satu perubahan sistemik yang dapat memperbaiki dan memulihkan pembelajaran. Kurikulum menentukan materi yang diajarkan di kelas. Selain itu, kurikulum juga mempengaruhi kecepatan dan metode mengajar yang digunakan guru untuk memenuhi kebutuhan peserta didik.

Sebagai bagian dari upaya pemulihan pembelajaran, Kurikulum Merdeka yang sebelumnya disebut sebagai kurikulum prototipe dikembangkan sebagai kerangka kurikulum yang lebih fleksibel, sekaligus berfokus pada materi esensial dan pengembangan karakter dan kompetensi peserta didik. Karakteristik utama dari kurikulum ini yang mendukung pemulihan pembelajaran adalah: Pembelajaran berbasis projek untuk pengembangan soft skills dan karakter sesuai profil pelajar Pancasila. Fokus pada materi esensial sehingga ada waktu cukup untuk pembelajaran yang mendalam bagi kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi. Fleksibilitas bagi guru untuk melakukan pembelajaran yang terdiferensiasi sesuai dengan kemampuan peserta didik dan melakukan penyesuaian dengan konteks dan muatan local, sehingga nanti akan melahirkan perubahan perilaku di pasca pandemic.

Bahwa Implementasi Kurikulum merdeka sudah dimulai sejak ajaran baru tahun 2022. Pelaksanaannya pada bulan Juli di SMA Negeri 1 Banyumas , di awali kelas X. Projek P4 tema satu di SMA Negeri 1 Banyumas sudah dimulai pada bulan September 2022 menggunakan sistem blok .sedangkan tema dua dimulai bulan Oktober 2022 menggunakan sistem semi blok. Peserta didik diharapkan bisa menerapkan penilaian enam profil pelajar Pancasila atau projek P4 sehingga peserta didik bisa merubah perilaku yang lebih baik ,mempunyai pola pikir yang baik untuk mengarah ke masa depan.

Tantangan dunia pendidikan mengalami banyak perubahan. Pendidikan tak sekadar transfer pengetahuan atau keterampilan. Lebih jauh, abad 21 juga mengharuskan kemampuan dan kesiapan peserta didik agar mampu hidup di era globalisasi dengan segala dinamika dan tantangan di dalamnya.

Melihat dunia pendidikan di Indonesia selama ini, harus diakui kita memiliki tantangan besar. Di satu sisi, berbagai persoalan klasik dunia pendidikan masih terjadi. Seperti pembelajaran yang cenderung masih sekadar menyentuh aspek kognitif, kemampuan menganalisis belum optimal, kondisi peserta didik dalam pembelajaran masih pasif, hingga sarana prasarana yang kurang lengkap.

Di era globalisasi penuh dengan kompetisi yang ketat ini, pendidikan harus diarahkan ke peningkatan daya saing agar bangsa Indonesia dapat berkompetisi secara global. Pendidikan di sekolah bukan hanya pemberian pemahaman konsep ilmiah saja, tetapi yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi atau bernalar kritis siswa. Pelajar Pancasila mampu menyelesaiakan masalah dengan berfikir rasional, mampu menciptakan hal-hal yang baru. Berpikir kritis merupakan sebuah proses di mana pelajar harus membuat penilaian yang masuk akal, logis, dan dipikirkan secara matang. Sebagai contoh saat mengikuti kegiatan karya ilmiah dituntut untuk Berpikir kritis diperlukan dalam rangka memecahkan suatu permasalahan sehingga diperoleh keputusan yang cepat dan tepat.

Bernalar kritis artinya proses berpikir untuk mendapatkan dan mengubah informasi menjadi keputusan atau kesimpulan yang tepat, dan membantu peserta didik memecahkan masalah dengan baik. Hal ini tidak bisa diajarkan sekali, tetapi membutuhkan waktu lebih lama. Oleh sebab itu, siswa perlu dilatih dan dibiasakan untuk berpikir kritis. Setiap pembelajaran di sekolah diharapkan dapat meningkatkan kecakapan hidup dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis . Selain berpikir kritis juga harus kreatif , aktif dan inovatif. Kreativitas dalam diri seseorang membuat kehidupan lebih baik dan cenderung menghasilkan sesuatu yang unik serta mengubah perspektif banyak orang. Kreativitas juga membuat seseorang melihat kehidupan dalam sudut pandang yang berbeda dan membantu memecahkan masalah dengan cara kreatif. Pelajar yang kreatif mampu memodifikasi dan menghasilkan sesuatu yang orisinal, bermakna, bermanfaat, dan berdampak. Elemen kunci dari kreatif terdiri dari menghasilkan gagasan yang orisinal serta menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal.

Guru berperan penting untuk menumbuhkan kreativitas dan keaktifan siswa dalam kegiatan pembelajaran di sekolah melalui kegiatan projek P4. Khususnya di pelajaran ekonomi kreatif .Salah satu upaya yang bisa dilakukan yaitu dengan cara memberi kebebasan penugasan pada peserta didik untuk mengasah kreativitas mereka dalam kegiatan projek P4 Artinya, peserta didik dapat menentukan pembelajaran sesuai dengan minatnya masing-masing, dan guru dapat memberikan dasar serta konsep materi dalam kurikulum . Selain itu, siswa juga bisa diberi pemahaman pelajaran ekonomi kreatif dan melakukan projek P4 yang menumbuhkan kreativitas dan keaktifan peserta didik . misalnya projek membuat produk yang bernilai jual tinggi, membuat batik dan pembuatan karya lainnya. Berubahnya peta perekonomian global menempatkan kreatifitas menjadi modal utama dalam menghadapi tantangan global. Daya saing merupakan kunci utama untuk bisa sukses dan bertahan ( Bahri, 2014 ). Daya saing ini muncul tidak hanya dalam bentuk produk dalam jumlah banyak namun juga berkualitas.

Ekonomi Kreatif merupakan sebuah konsep ekonomi di era ekonomi baru yang mengintensifkan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dan pengetahuan dari sumber daya manusia sebagai faktor produksi utama dalam kegiatan ekonominya. Ini artinya, pengembangan pada sektor perdagangan berfokus pada pemberdayaan sumber daya manusia. Mengenai konsep ekonomi kreatif yang ditawarkan yakni bisa dalam bentuk kerajinan tangan, pengolahan bahan bekas yang diolah sehingga menjadi bentuk karya yang bermanfaat. Sebagai contoh potongan kayu balok besar jika diolah sedemikian rupa maka akan menjadikan barang-barang yang kreatif dan unik yang bernilai jual tinggi. Sebaliknya, jika potongan kayu tersebut hanya dijadikan kayu bakar ataupun sebagai kayu penyangga maka harganya tidak semahal yang diolah menjadi barang yang kreatif dan unik tersebut. Menyadarkan kepada peserta didik akan pentingnya berwirausaha. Salah satu upaya yang harus dilakukan ialah memberikan pelatihan, dengan pelatihan tersebut diharapkan peserta didik dapat berkreasi pada sesuatu yang ada disekitarnya, misalnya dengan mengolah limbah harian yang terbuang sia-sia bisa dijadikan menjadi barang yang bernilai ekonomi tingggi.

Maka, dengan begitu harus mengawalinya mulai dari management hingga marketing, dalam hal ini pendampingan pasca pelatihan. Kewirausahaan dan ekonomi kreatif tidak hanya berbicara pada pengolahan barang bekas atau limbah saja, namun dapat juga dalam bentuk kreatifitas lainnya. Seperti kreatif dalam periklanan sebuah produk, arsitektur, Desain kegiatan kreatif yang terkait dengan kreasi desain grafis, desain interior, desain produk, desain industri, konsultasi identitas perusahaan dan jasa riset pemasaran serta produksi kemasan dan jasa pengepakan, fashion , seni pertunjukan, dan masih banyak lainnya yang berpotensi untuk dijadikan sebagi kreatifitas dalam berwirausaha. Pemikiran kreatif yang luar biasa diterjemahkan menjadi suatu benda yang nyata. Terlebih, saat ini dunia bisnis telah mengalami pergeseran paradigma tentang sumber daya alam sebagai tulang punggung utama bisnis. Di era yang modern ini, sumber daya alam sudah semakin terbatas sehingga menyebabkan Ekonomi Kreatif sebagai alternatif utama yang sangat menjanjikan mengingat Indonesia mempunyai sumber daya yang melimpah.

Untuk mewujudkan semuanya itu juga perlu adanya penyadaran bersama akan pentingnya membangun negara ini dengan keteguhan para generasi penerusnya . dengan adanya kegiatan projek P4 di SMAN 1 Banyumas melalui pembelajaran ekonomi kreatif diharapkan peserta didik menjadi lebih aktif dan lebih kreatif serta inovatif.

Kelebihan atau Keuntungan Model Pembelajaran Berbasis Proyek sebagai berikut ; Satu, Meningkatkan motivasi belajar peserta didik untuk belajar, mendorong kemampuan mereka untuk melakukan pekerjaan penting, dan mereka perlu untuk dihargai. Dua, Meningkatkan kemampuan pemecahan masalah. Tiga, Membuat peserta didik menjadi lebih aktif dan berhasil memecahkan problem-problem yang kompleks. Empat, Meningkatkan kolaborasi. Lima, Mendorong peserta didik untuk mengembangkan dan mempraktikkan keterampilan komunikasi. Tujuh, Meningkatkan keterampilan peserta didik dalam mengelola sumber. Delapan, Memberikan pengalaman kepada peserta didik pembelajaran dan praktik dalam mengorganisasi proyek, dan membuat alokasi waktu dan sumber-sumber lain seperti perlengkapan untuk menyelesaikan tugas. Sembilan, Menyediakan pengalaman belajar yang melibatkan peserta didik secara kompleks dan dirancang untuk berkembang sesuai dunia nyata. Sepuluh, Melibatkan para peserta didik untuk belajar mengambil informasi dan menunjukkan pengetahuan yang dimiliki, kemudian diimplementasikan dengan dunia nyata. Sebelas, Membuat suasana belajar menjadi menyenangkan, sehingga peserta didik maupun pendidik menikmati proses pembelajaran.

Kelemahan Model Pembelajaran Berbasis Proyek sebagai berikut; Satu, Memerlukan banyak waktu untuk menyelesaikan masalah. Dua , Membutuhkan biaya yang cukup banyak. Tiga, Banyak instruktur yang merasa nyaman dengan kelas tradisional, di mana instruktur memegang peran utama di kelas. Empat, Banyaknya peralatan yang harus disediakan. Lima, Peserta didik yang memiliki kelemahan dalam percobaan dan pengumpulan informasi akan mengalami kesulitan. Enam, Ada kemungkinan peserta didik yang kurang aktif dalam kerja kelompok. Tujuh, Ketika topik yang diberikan kepada masing-masing kelompok berbeda, dikhawatirkan peserta didik tidak bisa memahami topik secara keseluruhan.

Untuk mengatasi kelemahan dari pembelajaran berbasis proyek di atas seorang pendidik harus dapat mengatasi dengan cara memfasilitasi peserta didik dalam menghadapi masalah, membatasi waktu peserta didik dalam menyelesaikan proyek, meminimalis dan menyediakan peralatan yang sederhana yang terdapat di lingkungan sekitar, memilih lokasi penelitian yang mudah dijangkau sehingga tidak membutuhkan banyak waktu dan biaya, menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan sehingga instruktur dan peserta didik merasa nyaman dalam proses pembelajaran.

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila memberikan ruang bagi semua anggota komunitas satuan pendidikan untuk dapat mempraktikkan dan mengamalkan Profil Pelajar Pancasila. Untuk satuan pendidikan ; Menjadikan satuan pendidikan sebagai sebuah ekosistem yang terbuka untuk partisipasi dan keterlibatan masyarakat. Menjadikan satuan pendidikan sebagai organisasi pembelajaran yang berkontribusi kepada lingkungan dan komunitas di sekitarnya. Untuk Pendidik; Memberi ruang dan waktu untuk peserta didik mengembangkan kompetensi dan memperkuat karakter dan Profil Pelajar Pancasila. Merencanakan proses pembelajaran projek dengan tujuan akhir yang jelas. Mengembangkan kompetensi sebagai pendidik yang terbuka untuk berkolaborasi dengan pendidik dari mata pelajaran lain untuk memperkaya hasil pembelajaran. Untuk Peserta Didik ; Memperkuat karakter dan mengembangkan kompetensi sebagai peserta didik yang aktif. Berpartisipasi merencanakan pembelajaran secara aktif dan berkelanjutan. Mengembangkan keterampilan, sikap, dan pengetahuan yang dibutuhkan dalam mengerjakan projek pada periode waktu tertentu. Melatih kemampuan pemecahan masalah dalam beragam situasi belajar. Memperlihatkan tanggung jawab dan kepedulian terhadap isu di sekitar mereka sebagai salah satu bentuk hasil belajar. Menghargai proses belajar dan bangga dengan hasil pencapaian yang telah diupayakan secara optimal.

Kegiatan projek P4 melalui pembelajaran ekonomi kreatif selain sebagai produk juga sebagai proses yang tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya sehingga dalam hal ini diperlukan keaktifan peserta didik dalam proses pembelajaran, peserta didik harus dilibatkan secara aktif berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran , dengan adanya kegiatan projek P4 di SMAN 1 Banyumas , peserta didik menjadi lebih aktif , dan menjadi berkembang pola pikirnya dalam pembelajaran serta hasil belajarnya juga mengalami peningkatan dari keadaan sebelum dilakukan kegiatan projek P4, peserta didik dapat menerapkan nilai-nilai profil pelajar Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik lebih memamahami materi ekonomi dan secara aktif terlibat dalam proses pembelajaran yang menyenangkan, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar yang maksimal dan menunjukkan peserta didik untuk lebih termotivasi dan maju ke depannya karena mendapatkan pengalaman belajar secara langsung. Kegiatan projek P4 diharapkan dapat dijadikan suatu alternatif untuk diterapkan pada pembelajaran ekonomi kreatif , mempunyai keterampilan atau skill sehingga prestasi belajar peserta didik dapat meningkat.

Banyumas, Fitrianingsih, SE

SMA NEGERI 1 BANYUMAS

Daftar Pustaka

A.M. Lilik Agung. Innovation, Praktik Terbaik Inovasi di Era Disrupsi, 2022

Syahrul Roesli. Tantangan adalah Peluang , 2022

Deliarnov. Perkembangan Pemikiran Ekonomi, Edisi Ketiga, 2018

Dr. Ana Sopanah, SE,M.Si,AK, CA,CMA,Drs. Syamsul Bahri, M.Si, AK, CA, dan Mohammad Ghozali, Ph.D,S.H.M.A. Ekonomi Kreatif Berbasis Kearifan Lokal – Google Books, 2022

Yani Mulyaningsih dan Darwin. Pengembangan Ekosistem Kewirausahaan UMKM di Indonesia, 2021

Edukasinfo.com July 12, 2022

Biodata

Nama : Fitrianingsih, SE

Nip : 197808282008012033

Pangkat Golongan : IIIC

Unit kerja : SMA Negeri 1 Banyumas

Email : fitrinofal1978@gmail

No hp : 0895704337807

 

You cannot copy content of this page