Iklan

MENGOPTIMALKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV SD NEGERI BANJARANYAR 03 PADA PEMBELAJARAN OPERASI HITUNG CAMPURAN DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK MODEL KOOPERATIF TEKNIK TRUE OR FALSE SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2018/2019

Sri Prihatin, S.Pd.SD

ABSTRAK

Penelitian bertujuan untuk meningkatkan hasil pembelajaran Matematika Kompetensi Operasi Hitung Campuran di Kelas IV SD Negeri Karangjunti 02Laporan PTK ini menyajikan hasil penelitian mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hasil penelitian dan pembahasannya.Dalam kegiatan ini peneliti melaksanakan pembelajaran Matematika Kompetensi Operasi Hitung Campuran di Kelas IV SD Negeri Banjaranyar 03 dengan dua siklus perbaikan yang masing-masing dilaksanakan selama 4 jam pelajaran. Pada siklus pertama hasil yang dicapai masih kurang maksimal ini dilihat dari hasil refleksi siklus pertama. Ketercapaian rata-rata nilai untuk aspek pengetahuan hanya mencapai 66 dan untuk aspek keterampilan hanya 60, ketuntasan belajar hanya aspek pengetahuan 61 % untuk aspek keterampilan 71%. siklus II , peneliti merasa cukup berhasil dalam pembelajaran, hal ini terlihat dari refleksi siklus, Hasil penilaian Sikap Sosial dan Spiritual sudah kategori baik dan hasil analisis nilai rata-rata aspek pengetahuan mencapai 77 Ini sudah melebihi KKM yang ditetapkan yaitu 66,75, untuk aspek keterampilan mencapai 78.Dan ketuntasan belajar aspek pengetahuan mencapai 89 % atau 26 siswa dari 29 siswa kelas IV. Ketuntasan belajar aspek keterampilan mencapai 92% atau 27 dari 29 siswa.Dengan dengan menerapkan Pendekatan Saintifik dengan Pembelajaran Kooperatif teknik True or false maka hasil pembelajaran Matematika Kompetensi Operasi Hitung campuran, dapat mencapai hasil yang maksimal.Rekomendasi atau saran peneliti berharap agar hasil penelitian ini dijadikan bahan referensi untuk memacu meningkatkan mutu pendidikan khususnya guru-guru SD Negeri Banjaranyar 03 dan umumnya semua kalangan guru, sehingga kinerja serta hasilnya dapat mencapai apa yang diharapkan.

Kata Kunci : Pendekatan Saintifik, Pembelajaran Kooperatif, Teknik True or False, Hasil Belajar, Aktivitas Belajar

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Implementasi kurikulum 2013 dilksanakan pada tahun pelajaran 2013/2014 penerapannya secara bertahap, tahap pertama kurikulum 2013 diterapkan di Kelas I dan Kelas IV. SD Negeri Banjaranyar 03 sudah menerapkan kurikulum 2013 sejak awal implementasi.

Dalam pelaksanaannya banyak sekali temuan-temuan yang merupakan kesulitan atau kendala terutama dalam proses penilaian, sarana buku yang belum ada. Dari beberapa kendala tersebut sehingga kegiatan pembelajaran hasilnya kurang optimal.

Dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari disajikan pembelajaran tematik terpadu dengan pendekatan saintifik, sedangkan penilaian menggunakan penilaian autentik (penlaian sikap, pengetahuan, keterampilan). Peda kegiatan pembelajaran tema 2. Selalu berhemat Energi, subtema 1. Macam-macam Sumber Energi pembelajaran1 terdiri dari muatan pelajaran Bahasa Indonesia, IPA, dan Matematika yang terintegrasi. Dalam kegiatan pembelajaran guru menilai sikap, dan diakhir kegiatan pembelajaran guru memberikan penilaian aspek pengetahuan dan keterampilan. Teknik penilaian untuk pengetahuan dilaksanakan secara tertulis dan untuk penilaian keterampilan dengan unjuk kerja dengan rubrik penilaian. Ternyata hasil penilaian menunjukkan bahwa untuk penilaian sikap baik sikap spiritual maupun sikap sosial secara umum memperoleh kategori baik walaupun masih ada beberapa siswa yang masih perlu bimbingan dalam aspek tertentu. Sedang untuk nilai pengetahuan dan keterampilan rata-rata kelas untuk muatan Bahasa Indonesia dan IPA sudah mencapai KKM yaitu 67, sedang untuk muatan Matematika masih di bawah KKM yaitu 58 dan ketuntasan belajar secara klasikal belum mencapai 75 %.

Kurang optimalnya hasil pembelajaran disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya ; guru tidak menyediakan materi untuk setiap siswa, aktivitas siswa dalam kegiatan kelompok masih kurang, mereka masih mengandalkan siswa yang pandai, dalam pembelajaran yang berkaitan dengan operasi hitung campuran siswa belum memahami cara pengerjaan operasi hitung, dan belum hafal fakta dasar perkalian. Sehingga nilai rata-rata untuk muatan Matematika masih di bawah KKM, walaupun ada 9 siswa dari 29 siswa Kelas IV yang sudah mendapat nilai di atas KKM. Dan prosentase ketuntasan secara klasikal hanya mencapai 32 %.

Rumusan Masalah

Dari beberapa temuan di atas maka dapat dirumuskan masalah, sebagai berikut :

  1. Bagaimanakah upaya meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas IV SD Negeri Banjaranyar 03 pada pembelajaran tema 2-subtema 1-pembelajaran 1 dengan muatan pelajaran Bahasa Indonesia, IPA, dan Matematika secara terintegrasi?
  2. Bagaimana upaya mengoptimalkan hasil belajar siswa Kelas IV SD Negeri Banjaranyar 03 pada pembelajaran muatan pelajaran matematika materi Operasi Hitung Campuran?

Pemecahan Masalah

Untuk dapat menjawab rumusan masalah tersebut di atas, maka harus dicari pemecahan masalahnya, oleh karena itu guru kelas IV berdiskusi dengan teman sejawat dan menghasilkan kesepakatan bahwa harus diadakan perbaikan pembelajaran melalui Penelitian Tindakan Kelas. Adapun langkah-langkah yang di ambil untuk mengatasi masalah, antara lain :

  1. Guru merencanakan perbaikan pembelajaran dengan menyiapkan bahan ajar untuk setiap siswa dengan cara fotokopi dari buku sumber.
  2. Menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan, guru selalu memberikan bimbingan baik secara individu maupun kelompok.
  3. Akan menerapkan pendekatan saintifik model kooperatif dengan teknik True or False untuk pembelajaran muatan Matematika materi operasi hitung campuran

Berdasarkan masalah dan pemecahan masalah di atas maka dirumuskan judul penelitian tindakan kelas, yaitu “ Mengoptimalkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SD Negeri Banjaranyar 03 pada Pembelajaran Operasi Hitung Campuran dengan Pendekatan Saintifik Model Kooperatif Teknik True or False Semester 1 Tahun Pelajaran 2018/2019”.

Tujuan Penelitian

Tujuan Penelitian Tindakan Kelas ini adalah untuk mengoptimalkan aktivitas serta hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri Banjaranyar 03, Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes pada pembelajaran operasi hitung campuran dengan menerapkan pendekatan saintifik model kooperatif teknik true or false.

Manfaat Penelitian

  1. Manfaat Bagi Siswa :
  2. Memotivasi aktivtas belajar siswa sehingga minat belajar meningkat
  3. Hasilbelajar siswa meningkat secara optimal pada pembelajaran operasi hitung campuran
  4. Manfaat Bagi Guru/Peneliti
  5. Guru/peneliti dapat memeperbaiki pembeljaran yang telah dilaksanakan
  6. Guru berkembang secara profesional
  7. Guru/peneliti mendapat kesempatan untuk berperan aktif mengembangkan pengetahuan dan keterampilannya sendiri
  8. Manfaat Bagi Sekolah
  9. Dapat meningkatkan kualitas pendidikan untukpara siswa sekolah tersebut
  10. Memotivasi guru-guru untuk selalu meningkatkan kompetensinya
  11. Menambah referensi, buku kajian sebagai koleksi perpustakaan seko

LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN

Landasan Teori

Pengertian Belajar (Dra. Eveline Siregar, M.Pd.2014)

Dalam Guiance of Larning Activities W.H . Burton (1984) mengemukakan bahwa belajar adalah proses perubahan tingkah laku pada diri individu karena adanya interaksi antara individu dengan individu dan individu dengan lingkungannya sehingga mereka lebih mampu berinteraksi dengan lingkungannya. Sementara Ernest R. Hilgard dalam Introduction to Psichology menefinisikan belajar sebagai suatu proses perubahan kegiatan, reaksi terhadap lingkungan.

Pengertian Pembelajaran

Pembelajaran adalah seperangkat tindakan yang dirancang untuk mendukung proses belajar siswa, dengan memperhitungkan kejadian-kejadian ekstrim yang berperanan terhadap rangkaian kejadian-keejadian intern yang berlangsung dialami siswa (Winkel, 1991)

Gagne (1985) mendefinisikan pembelajaran sebagai pengaturan peristiwa secara seksama dengan maksud agar terjadi belajar dan membuatnya berhasil guna.

Winkel (1991) mendefinisikan pembelajaran sebagai pengaturan dan penciptaan kondisi-kondisi ekstern sedmikian rupa, sehingga menunjang proses belajar siswa dan tidak menghambatnya.

Miarso (1993) menyatakan bahwa pembelajaran adalah usaha penidikan yang dilaksanakan secara sengaja dengan tujuan telah ditetapkan terlebih dahulu sebelum proses dilaksanakan, serta pelaksanaannya terkendali.

Pendekatan Pembelajaran

Pendekatan pembelajran adalah suatu pandangan dalam mengupayakan cara siswa berinteraksi dengan lingkungannya.

Strategi adalah cara sistematis yang dipilih dan digunakan seorang guru untuk menyampaikan materi pembelajaran, sehingga memudahkan guru untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu

Metode pembelajran adalah bagian dari strategi merupakan cara dalam menyajikan (menguraikan, memberi contoh memberi latihan) isi pelajaran untuk mencapai tujuan tertentu. Metode pembelajaran lebih bersifat prosedural, yaitu berisi tahapan-tahapan tertentu yang dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran.

Pembelajaran Tematik Terpadu (Materi Pelatihan Implementasi

Kurikulum Jenjang Sekolah Dasar Tahun 2018)

Pengertian Pembelajaran Tematik Terpadu

Pembelajaran tematik terpadu merupakan salah satu model pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna bagi peserta didik. Pembelajaran terpadu didefinisikan sebagai pembelajaran yang menghubungkan berbagai gagasan, konsep, keterampilan, sikap, dan nilai, baik antar mata pelajaran maupun dalam satu mata pelajaran. Pembelajaran tematik memberi penekanan pada pemilihan suatu tema yang spesifik yang sesuai dengan materi pelajaran, untuk mengajar satu atau beberapa konsep yang memadukan berbagai informasi.

Pembelajaran tematik terpadu berdasar pada filsafat konstruktivisme yang berpandangan bahwa pengetahuan yang dimiliki peserta didik merupakan hasil bentukan peserta didik sendiri.

Karakteristik Pembelajaran Tematik Terpadu

Pembelajaran tematik terpadu memiliki ciri-ciri khas, antara lain di bawah ini.

  1. Pengalaman dan kegiatan belajar relevan dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan anak usia sekolah dasar.
  2. Kegiatan-kegiatan yang dipilih dalam pelaksanaan pembelajaran tematik bertolak dari minat dan kebutuhan peserta didik.
  3. Kegiatan belajar dipilih yang bermakna dan berkesan bagi peserta didik sehingga hasil belajar dapat bertahan lebih lama.
  4. Memberi penekanan pada keterampilan berpikir peserta didik.
  5. Menyajikan kegiatan belajar yang bersifat pragmatis sesuai dengan permasalahan yang sering ditemui peserta didik dalam lingkungannya.
  6. Mengembangkan keterampilan sosial peserta didik, seperti kerjasama, toleransi, komunikasi, dan tanggap terhadap gagasan orang lain. .

Secara umum tujuan pembelajaran tematik terpadu adalah: 1) menghilangkan atau mengurangi terjadinya tumpah tindih materi; 2) memudahkan peserta didik untuk melihat hubungan-hubungan yang bermakna; 3) memudahkan peserta didik untuk memahami materi/konsep secara utuh sehingga penguasaan konsep akan semakin baik dan meningkat.

Secara khusus tujuan pembelajaran tematik terpadu adalah: 1) mudah memusatkan perhatian pada satu tema atau topik tertentu; 2) mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi muatan pelajaran dalam tema yang sama; 3) memiliki pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan; 4) mengembangkan kompetensi berbahasa lebih baik dengan mengkaitkan berbagai muatan pelajaran lain dengan pengalaman pribadi peserta didik; 5) lebih bergairah belajar karena mereka dapat berkomunikasi dalam situasi nyata, seperti bercerita, bertanya, menulis sekaligus mempelajari pelajaran yang lain; 6) lebih merasakan manfaat dan makna belajar karena materi yang disajikan dalam konteks tema yang jelas; 7) guru dapat menghemat waktu, karena mata pelajaran yang disajikan secara terpadu dapat dipersiapkan sekaligus dan diberikan dalam 2 atau 3 pertemuan bahkan lebih dan atau pengayaan; dan 8) budi pekerti dan moral peserta didik dapat ditumbuh kembangkan dengan mengangkat sejumlah nilai budi pekerti sesuai dengan situasi dan kondisi.

Pendekatan Saintifik

Penerapan pendekatan saintifik dalam Kurikulum 2013 menggunakan modus pembelajaran langsung (direct instructional) dan tidak langsung (indirect instructional). Pembelajaran langsung adalah pembelajaran yang mengembangkan pengetahuan, kemampuan berpikir dan keterampilan menggunakan pengetahuan peserta didik melalui interaksi langsung dengan sumber belajar yang dirancang dalam silabus dan RPP. Dalam pembelajaran langsung peserta didik melakukan kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar, dan mengomunikasikan. Pembelajaran langsung menghasilkan pengetahuan dan keterampilan langsung, yang disebut dengan dampak pembelajaran (instructional effect).

Pembelajaran tidak langsung adalah pembelajaran yang terjadi selama proses pembelajaran langsung yang dikondisikan menghasilkan dampak pengiring (nurturant effect). Pembelajaran tidak langsung berkenaan dengan pengembangan nilai dan sikap yang terkandung dalam KI-1 dan KI-2. Hal ini berbeda dengan pengetahuan tentang nilai dan sikap yang dilakukan dalam proses pembelajaran langsung oleh mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti serta Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Pengembangan nilai dan sikap sebagai proses pengembangan moral dan perilaku, dilakukan oleh seluruh mata pelajaran dan dalam setiap kegiatan yang terjadi di kelas, sekolah, dan masyarakat.

Sekolah merupakan tempat kedua pendidikan peserta didik yang dilakukan melalui program intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Kegiatan intrakurikuler dilaksanakan melalui mata pelajaran. Kegiatan kokurikuler dilaksanakan melalui kegiatan-kegiatan di luar sekolah. Kegiatan ekstrakurikuler tidak terkait langsung dengan mata pelajaran.

Pendekatan saintifik diyakini sebagai titian emas perkembangan dan pengembangan sikap, keterampilan, dan pengetahuan peserta didik. Dalam pendekatan atau proses kerja yang memenuhi kriteria ilmiah, para ilmuan lebih mengedepankan pelararan induktif (inductive reasoning) dibandingkan dengan penalaran deduktif (deductive reasoning). Penalaran deduktif melihat fenomena umum untuk kemudian menarik simpulan yang spesifik. Sebaliknya, penalaran induktif memandang fenomena atau situasi spesifik untuk kemudian menarik simpulan secara keseluruhan. Sejatinya, penalaran induktif menempatkan bukti-bukti spesifik ke dalam relasi idea yang lebih luas.

Langkah-langkah Pembelajaran dengan Pendekatan Saintifik Pendekatan saintifik meliputi lima pengalaman belajar sebagaimana tercantum dalam tabel berikut.

Mengamati (observing)

Metode mengamati mengutamakan kebermaknaan proses pembelajaran (meaningful learning). Metode mengamati sangat bermanfaat bagi pemenuhan rasa ingin tahu peserta didik, sehingga proses pembelajaran memiliki kebermaknaan yang tinggi. Dengan metode observasi peserta didik menemukan fakta bahwa ada hubungan antara objek yang dianalisis dengan materi pembelajaran yang digunakan oleh guru. Kegaiatan mengamati dalam pembelajaran dilakukan dengan menempuh langkah-langkah sebagai berikut :

  • Menentukan objek apa yang akan diobservasi
  • Membuat pedoman observasi sesuai dengan lingkup objek yang diobservasi
  • Menentukan secara jelas data-data apa yang perlu diobservasi, baik primer maupun sekunder
  • Menentukan dimana tempat objek yang akan diobservasi
  • Menentukan secara jelas bagaimana observasi akan dilakukan untuk mengumpulkan data agar berjalan mudah dan lancar.
  • Menentukan cara dan melakukan pencatatan atas hasil observasi, seperti menggunakan buku catatan, kamera, tape recorder, video perekam, dan alat-alat tulis lainnya.

Menanya (questioning)

Membuat dan mengajukan pertanyaan, tanya jawab, berdiskusi tentang informasi yang belum dipahami, informasi tambahan yang ingin diketahui, atau sebagai klarifikasi. Jenis, kualitas, dan jumlah pertanyaan yang diajukan peserta didik (pertanyaan faktual, konseptual, prosedural, dan hipotetik)

Mengumpulkan Informasi/Mencoba (experimenting)

Mengeksplorasi,mencoba berdiskusi, mendemonstrasi-kan, meniru bentuk/gerak, melakukan eksperimen, membaca sumber lain selain buku teks, mengumpulkan data dari nara sumber melalui angket, wawancara, dan memodifikasi/menambahi/

Jumlah dan kualitas sumber yang dikaji/ digunakan, kelengkapan informasi, validitas informasi yang dikumpulkan, dan instrumen/alat yang digunakan untuk mengumpulkan data.

Mengasosiasi/ Mengolah Informasi (associating)

Mengolah informasi yang sudah dikumpulkan, menganalisis data dalam bentuk membua kategori, mengasosiasi atau menghubungkan fenomena/informasi yang terkait dalam rangka menemukan suatu pola, dan menyimpulkan

Mengembangkan interpretasi, argumentasi dan kesimpulan mengenai keterkaitan informasi dari dua fakta/konsep, interpretasi argumentasi dan kesimpulan mengenai keterkaitan lebih dari dua fakta/konsep/teori, Menyintesis dan argumentasi serta kesimpulan keterkaitan antarberbagai jeni fakta/ konsep/teori/ pendapat; mengembangkan interpretasi, struktur baru, argumentasi, dan kesimpulan yang menunjukkanhubungan fakta/konsep/teori dari dua sumber atau lebih yang tidak bertentangan;mengembang-kan interpretasi, struktur baru, argumentasi dan kesimpulan dari konsep/ teori/pendapat yang berbeda

Mengomunikasikan (communicating)

Menyajikan laporan dalam bentuk bagan, diagram, atau grafik; menyusun laporan tertulis; dan menyajikan laporan meliputi proses, hasil, dan kesimpulan secara lisan Menyajikan hasil kajian (dari mengamati sampai menalar) dalam bentuk tulisan, grafis, media elektronik, multi media dan lain-lain.

Kerangka Berpikir

Atas dasar kajian teori, peneliti berasumsi bahwa untuk menjawab rumusan masalah di atas peneliti akan melakukan Perbaikan Pembelajaran dengan menerapkan pendekatan Saintifik Model Kooperatif Teknik True or False. Gambaran tentang kerangka berpikir dalam Penelitian Tindakan Kelas ini adalah :

Gambar 3.1 Bagan Kerangka Berpikir

Hipotesis Tindakan

Diduga dengan menerapkan pendekatan Saintifik Model Kooperatif Teknik True or False, akan dapat meningkatkan aktivitas serta hasil belajar siswa pada pembelajaran tematik terpadu muatan pelajaran matematika materi operasi hitung campuran di kelas IV SD Negeri Banjaranyar 03 Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes Tahun pelajaran 2018/2016.

METODOLOGI PENELITIAN

Seting Penelitian

Waktu Penelitian

Pelaksanaan Penelitian selama 6 bulan pada semester 1 Tahun Pelajaran 2018/2019 yaitu bulan Juli- Desember 2018, diawali dari kegiatan pembuatan proposal, persiapan pelaksanaan, pelaksanaan penelitian, pelaporan

Tempat Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Banjaranyar 03 Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes. Hal ini dikarenakan selama penerapan kurikulum 2013, guru serta siswa dihadapkan pada hal yang baru, yakni pembelajaran tematik terpadu, yang sebelumnya menggunakan kurikulum KTSP.

Subyek Penelitian

Subyek penelitian pada Penelitian Tindakan Kelas ini adalah seluruh siswa Kelas IV SD Negeri Banjaranyar 03 dan Guru Kelas IV. Adapun jumlah siswa kelas IV SD Negeri Banjaranyar 03 adalah 29 siswa, terdiri dari 16 siswa perempuan dan 13 siswa laki-laki.

Sumber Data

Sumber data dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV dan guru kelas IV SD Negeri Banjaranyar 03 Kecmatan Brebes, Kabupaten Brebes. Data siswa yang diambil berupa tes hasil belajar, keaktifan siswa dan interaksi antara guru dan siswa dalam proses kegiatan belajar mengajar.

Teknik dan Alat Pengumpul Data

Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara :

Teknik Tes

Teknik tes yang digunakan adalah tes yang dilakukan oleh siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Tes tersebut merupakan pelaksanaan evaluasi proses yaitu evaluasi yang dilaksanakan selama pembelajaran berlangsung.

Teknik Observasi

Dalam penelitian ini observer melakukan pengamatan terhadap proses pembelajaran yang dilakukan peneliti menggunakan pedoman observasi yamng telah dibuat.

Teknik Angket /Questionner

Angket/questioner digunakan untuk menyaring pendapat siswa tentang pembelajaran, asal dibuat sederhana dan juga memuat pertanyaan yang direspon secara bebas (terbuka) oleh siswa. Angket ini dilaksanakan di akhir siklus perbaikan pembelajaran untuk mengetahui sejauh mana minat belajar siswa tentang operasi hitung campuran melalui pendekatan pembelajaran Saintifik Model Kooperatif Teknik True or False.

Alat Pengumpul Data

Alat pengumpul data dalam penelitian ini berupa :

  1. Butir Soal
  2. Lembar Observasi Siswa
  3. Lembar Observasi Guru

Validitas Data

  1. Agar diperoleh data prestasi belajar siswa yang absah (valid) diperlukan adanya instrumen tes yang valid yang memuat sejumlah butir soal yang tepat mengukur penguasaan siswa tentang kesamaan dua ekspresi (operasi hitung campuran)
  2. Validitas data proses pembelajaran dilakukan dengan menggunakan metode tanya jawab, diskusi kelas, dan diskusi kelompok yang menitik beratkan pada keaktifan siswa dalam belajar dengan optimalisasi proses observasi.

Analisis Data/Pengolahan Data

Pada setiap akhir pembelajaran setiap pertemuan dan setiap sikluspeneliti melakukan analisis data hasil pengamatan dan data hasil tes. Data hasil pengamatan dianalisis dengan tahapan-tahapan sebagai berikut, (1) mereduksi data, (2) menganalisis data, dan (3) melaporkan data, (Wardani, 2002:2.28).

Kegiatan mereduksi data adalah kegiatan membuang data yang tidak relevan dengan pedoman observasi dan mencatat data yang dapat digunakan untuk laporan hasil penelitian. Kegiatan mengorganisasikan data adalah kegiatan mengurutkan atau mendeskripsikan data secara kronologis sesuai dengan urutan kegiatan pembelajaran.

Selanjutnya, data yang telah diorganisasikan tersebut dijadikan bahan laporan hasil penelitian. Bahan laporan tersebt disusun secara sistematis yang berup deskripsi pembelajaran atau hasil penelitian.

Data yang digunakan untuk mengukur peningkatan hasil belajar adalah data hasil tes siklus pertama dan siklus kedua. Data-data tersebut berupa angka, karena itu teknik pengolahan data yang digunakan adalah teknik kuantitatif. Teknik kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah mencari selisih hasil tes siklus kedua pertemuan kedua dikurangi hasil tes siklus pertama pertemuan pertama. Hasil tes siklus kedua pertemuan kedua merupakan postes dan hasil tes siklus pertama pertemuan pertama merupakan pretes. Selisih keduanya merupakan hasil belajar, (Arikunto,1998:84). Adapun selisih-selisih yang dicari adalah selisih ketercapaian setiap tugas dan selisih ketercapaian seluruh tugas. Hasil pengolahan data tersebut diubah ke dalam bentuk diagram batang dan diagram lingkaran.

Hasil pengolahan hasil tes tersebut digunakan untuk membuktikan hipotesis. Apabila dari hasil pengolahan data tersebut diperoleh peningkatan hasil belajar berarti hipotesis terbukti. Sebaliknya, jika tidak terjadi peningkatan hasil belajar hipotesis tidak terbukti.

Prosedur Penelitian

Prosedur penelitian Tindakan Kelas terhadap pembelajaran matematika kompetensi dasar Menyederhanakan kesamaan dua ekspresi menggunakanpenjumlahan, pengurangan, atau perkalian pada kedua ruas sehingga diperoleh bentuk yang paling sederhana melalui penerapan pendekatan saintifik model kooperatif teknik true or false di SD Negeri Banjaranyar 03 kelas IV akan peneliti lakukan sampai dua siklus perbaikan. Dalam setiap siklus dilakukan dua kali pertemuan. Setiap siklus terdapat empat fase yang meliputi (1) merencanakan PTK, (2) melaksanakan PTK, (3) melaksanakan observasi, dan (4) melakukan refleksi. Keempat fase tersebut direncanakan dan dilaksanakan untuk meningkatkan pemahama n dan meningkatkan minat belajar siswa tentang kompetensi dasar Menyederhanakan kesamaan dua ekspresi menggunakanpenjumlahan, pengurangan, atau perkalian pada kedua ruas sehingga diperoleh bentuk yang paling sederhana melalui penerapan pendekatan saintifik model kooperatif teknik true or false di SD Negeri Karangjunti 02

Fase-fase pada siklus pertama dirancang dari hasil refleksi kegiatan pembelajaran sehari-hari. Sedang fase pada siklus kedua dirancang dari refleksi siklus pertama. Dengan cara demikian diharapkan pada siklus kedua pertemuan kedua seluruh siswa kelas IV SD Negeri Banjaranyar 03 dapat meningkatkan hasil belajarnya.

Indikator Kinerja

Aktivitas siswa dalam pembelajaran tematik terpadu menggunakan pendekatan saintifik model kooperatif teknik True or false meningkat dengan kriteria sekurang-kurangnya baik.

Aktivitas guru dalam pembelajaran tematik terpadu menggunakan pendekatan saintifik model kooperatif teknik true or false meningkat dengan kriteria sekurang-kurangnya baik.

80% siswa kelas IV SD Negeri Banjaranyar 03 Kecamatan Brebes mengalami ketuntasan belajar individual sebesar ≥ 70 dalam pembelajaran tematik terpadu pada muatan matematika meteri operasi hitung campuran.

HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN

Hasil Penelitian

Hasil Penelitian Siklus I

Hasil observasi kegiatan pembelajaran Siklus I dideskripsikan sebagai berikut :

Kegiatan Pendahuluan

  • Berbaris di depan kelas dan menyebutkan nomor urut dalam barisan
  • Mengkondisikan kelas pada situasi belajar
  • Memotivasi dan mengajak peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam pembelajaran
  • Membiasakan berdoa sebelum dan sesudah belajar sesuai dengan agama yang dianutnya

Kegiatan Inti

  • Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan secara heterogen
  • Guru menjelaskan secara umum tentang cara menghitung operasi campuran dan mengerjakan soal latihan (kegiatan mengamati)
  • Sebelum mengenal sepasang ekspresi kalimat Matematika, siswa bereksplorasi untuk mengetahui cara menghitung operasi campuran dan mengerjakan soal latihan dengan memperhatikan sifat operasi hitung bilangan, yaitu:
  • Operasi penjumlahan dan perkalian, lakukan operasi perkalian terlebih dahulu.
  • Operasi pengurangan dan perkalian, lakukan operasi perkalian terlebih dahulu. (kegiatan eksplorasi)
  • Siswa diberi kesempatan untuk bertanya tentang hal yang belum dipahami (kegiatan Menanya)
  • Siswa mengerjakan lembar kerja secara kelompok dengan mengidentifikasi pernyataan atau kalimat matematika yang salah dengan yang benar. (kegiatan Mengolah/menalar Informasi)

Misalnya :

2 x 3 + 1 = 7 dan 2 x 3 + 1 ≠ 8

4 x 7 + 2 = 30 dan 4 x 7 + 2 ≠ 36

  • Perwakilan dari kelompok melaporkan hasil diskusi atau kerja kelompok masing-masing (kegiatan mengomunikasikan)
  • Guru meluruskan kesalahan yang terjadi dari hasil laporan kelompok
  • Siswa menjawab pertanyaan perenungan yang ada pada buku siswa.

Kegiatan Akhir

  • Guru bersama peserta didik membuat kesimpulan hasil pembelajaran
  • Guru meminta peserta didik untuk mengerjakan soal-soal
  • Guru memberikan umpan balik terhadap proses pembelajaran
  • Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran dengan memberikan tugas kepada peserta didik

Hasil penilaian Aspek Pengetahuan (KI3)

KD3.10 Menyederhanakan kesamaan dua ekspresi menggunakanpenjumlahan, pengurangan, atau perkalian pada kedua ruas sehingga diperoleh bentuk yang paling sederhana.

Jumlah siswa = 29

Nilai rata-rata = 66

Prosentase

Siswa Tuntas = 61 %

Siswa Belum Tuntas = 39 %

Hasil Observasi Aktivitas Siswa :

  • Siswa yang aktif hanya beberapa siswa dalam kerja kelompok, mereka masih mengandalkan siswa yang pandai
  • Masih sedikit siswa yang mau mengajukan pertanyaan, dan mengeluarkan pendapat.
  • Siswa belum berani menanggapi jawaban siswa lain
  • Masih banyak siswa yang bergurau dalam kegiatan dskusi kelompok

Hasil Observasi kegiatan Guru :

  • Guru kurang mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari
  • Bahan materi/ buku paket tema 2 terbatas, guru tidak berusahan memperbanyak (foto kopi) materi.
  • Guru kurang memotivasi siswa sehingga proses belajar kurang efektif
  • Guru kurang memanfaatkan alat peraga
  • Guru kurang membimbing dalam kegiatan diskusi kelompok

Hasil Belajar

Aspek Pengetahuan

Siswa yang mendapat nilai di bawah KKM (67) = 11 siswa = 39 %

Siswa yang mendapat Nilai si atas KKM (67) = 18 siswa = 61 %

Nilai rata-Rata kelas = 66

Aspek Keterampilan

Siswa yang mendapat nilai di bawah KKM (67) = 11 siswa = 29 %

Siswa yang mendapat Nilai si atas KKM (67) = 27 siswa = 71 %

Nilai rata-Rata kelas = 69

Aspek sikap

Untuk aspek rasa ingin tahu nilai rata-rata = 2,84

Untuk aspek tekun nilai rata-rata = 2,79

Untuk aspek teliti nlai rata-rata = 2,74

Untuk aspek kreatif nilai rata-rata = 2,79

Hasil Refleksi Siklus I

Berdasarkan hasil observasi di atas yakni hasil observasi kegiatan guru dan siswa, hasil penilaian Aspek Pengetahuan, Aspek Keterampilan, dan aspek sikap sosial. Ternyata perlu banyak perbaikan karena rata-rata nilai Aspek Pengetahuan dan keterampilan masih di bawah KKM, prosentase ketuntasan belajar belum mencapai target 75 %. Hal ini merupakan kegagalan yang perlu dicarikan solusinya.

Proses pembelajaran yang efektif dan kreatif dapat diwujudkan dengan mengoptimalkan sumber daya yang ada baik berupa alat bantu atau media, kemampuan guru dan siswa. Hasil observasi kegiatan siswa dan guru serta hasil belajar dijadikan bahan dalam menentukan kegiatan selanjutmnya. Solusi untuk mengatasi hal-hal di atas adalah sebagai berikut :

  1. Peneliti akan membuat RPP siklus II agar menggambarkan kegiatan pembelajaran yang aktif dan kreatif.
  2. Peneliti akan selalu berusaha memotivasi siswa agar mereka terlibat aktif dalam kegiatan proses belajar, dengan memberikan pancingan pertanyaan, menugaskan siswa maju di depan kelas, dan selalu memberikan bimbingan baik secara individual maupun kelompok.
  3. Akan mengoptimalkan penerapan Saintifik Model Kooperatif teknik True or False, dengan memberikan contoh-conto dua kesamaan untuk diidentifikasi siswa benar atau salah.
  4. Menjelaskan ulang cara menghitung operasi campuran perkalian, pembagian, penjumlahan, dan pengurangan.

Hasil Penelitian Siklus II

Hasil Observasi pembelajaran

Dari hasil observasi proses kegiatan belajar mengajar menggunakan instrument observasi kegiatan guru dan kegiatan siswa diperoleh gambaran terjadi peningkatan semangat serta aktivitas siswa dari yang kurang aktif bertanya dan menanggapi pertanyaan guru atau jawaban teman, perubahan ini terlihat dari perubahan prosentase yaitu yang aktif menjadi 80 %, hal ini diduga merupakan hasil perubahan atau perbaikan guru, yaitu :

  • Selalu memotivasi siswa untuk ikut terlibat dalam kegiatan belajar mengajar
  • Guru berperan sebagai fasilitator dalam diskusi kelas sehingga terjadi interaksi yang timnggi antar siswa dalam hal menanggapi ide atau gagasan serta jawaban teman.

Hasil Observasi Kegiatan Siswa

Keaktivan siswa dalam proses belajar mengajar meningkat 80% dari jumlah siswa kelas IV SD Negeri Banjaranyar 03 terlibat aktif, tidak lagi mengandalkan teman yang pandai dalam kelompoknya.

Hasil Observasi Kegiatan Guru/peneliti

Hasil observasi kegatan guru dalam proses belajar mengajar rata-rata sudah sesuai dengan apa yang direncanakan dalam Rencana Perbaikan Pembelajaran Siklus II.dan akumulasi nilai seluruh aspek mendapat kategori Sangat Baik.

Hasil Belajar :

Aspek Pengetahuan

Siswa yang mendapat nilai di bawah KKM (67) = 3 siswa = 11 %

Siswa yang mendapat Nilai si atas KKM (67) = 26 siswa = 89 %

Nilai rata-Rata kelas = 77

Aspek Keterampilan

Siswa yang mendapat nilai di bawah KKM (67) = 2 siswa = 8 %

Siswa yang mendapat Nilai si atas KKM (67) = 27 siswa = 92 %

Nilai rata-Rata kelas = 78

Aspek sikap

Untuk aspek rasa ingin tahu nilai rata-rata = 3,21

Untuk aspek tekun nilai rata-rata = 3,13

Untuk aspek teliti nlai rata-rata = 3,08

Untuk aspek kreatif nilai rata-rata = 3,00

Refleksi Hasil penelitian Siklus II

Berdasarkan data hasil penelitian siklus II, ternyata kegiatan perbaikan pembelajaran sudah berhasil , hal ini dapat dilihat dari hasil observasi kegiatan siswa, observasi kegiatan guru, hasil belajar atau penilaian terjadi adanya peningkatan yang signifikan mulai dari kondisi awal , ke siklus 1 sampai ke siklus II. peningkatan tersebut antara lain keaktifan siswa meningkat hampir semua siswa kelas IV turut aktif dalam kegiatan belajar mengajar, kemampuan guru dalam menyajikan pembelajaran akumulasi nilaiseluruh aspek yang dinilai kategori sangat baik, nilai rata-rata kelas tiap aspek penilaian meningkat, termasuk penilaian sikap juga meningkat. Dengan demikian peneliti beranggapan bahwa penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan cukup sampai dua siklus perbaikan, dan dianggap selesai.

Pembahasan

Hasil Refleksi Kondisi Awal (prasiklus)

Dalam kegiatan pembelajaran sebelum siklus yakni pembelajaran tematik terpadu Tema 2 Selalu Berhemat Energi, Subtema 1 Macam-macam sumber Energi, pada pembelajaran 1 memuat 3 muatan pelajaran yaitu, muatan Bahasa Indonesia, Muatan IPA, dan Muatan Matematika, sedangkan diakhir pelajaran hasil penilaian menunjukkan bahwa nilai rata-rata muatan matematika yang masih jauh di bawah KKM, yakni 58, dan prosentase ketuntasan belajar hanya 9 (32%) siswa yang tuntas dari 38 siswa SD Negeri Banjaranyar 03 Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes. Untuk itu peneliti mengadakan Penelitian Tindakan Kelas yang direncanakan sampai 2 siklus perbaikan.

Hasil Refleksi Siklus I

Setelah peneliti melaksanakan tindakan perbaikan siklus I, dengan menerapkan pendekatan saintifik model kooperatif teknik true or false ternyata ada peningkatan yang cukup berarti di banding dengan kondisi awal, mulai dari aktivitas siswa , keterampilan guru dalam menyajikan pembelajaran, serta hasil penilaian atau hasil belajar siswa. Peningkatan hasil belajar dapat dijelaskan sebagai berikut :

Untuk aspek pengetahuan di kondisi awal nilai rata-rata muatan matematika hanya mencapai 58, ketuntasan belajar hanya 32 % dari jumlah siswa tetapi di siklus I nilai rata-rata 66 ketuntasan belajar 61 % atau18 siswa dari 29 siswa kelas IV. Untuk aspek keterampilan di kondisi awal hanya mencapai 60, tetapi di siklus I nilai rata-rata aspek keterampilan mencapai 69 ketuntasan belajar mencapai 71 % atau 21 siswa dari 29 siswa kelas IV.

Data tersebut peneliti sajikan dalam tabel di bawah ini :

Tabel 4.7 Ketuntasan Belajar Siklus I

Jumlah Siswa Aspek Pengetahuan Aspek Keterampilan
Tuntas Belum Tuntas Tuntas Belum Tuntas
29 18 11 21 8
100% 61% 39% 71% 29%

Tabel di atas disajikan dalam diagram di bawah ini :

Diagram 4.1 Prosentase Ketuntasan Belajar Siklus I

Hasil Refleksi Siklus II

Walaupun hasil perbaikan pembelajaran siklus I sudah ada peningkatan, tetapi peneliti merasa belum cukup untuk menjawab rumusan masalah, hipotesis, dan indikator kinerja yang dirumuskan, akhirnya penelitian dilanjutkan ke siklus II, dan ternyata hasilnya cukup memuaskan. Hasil penelitian siklus II dijelaskan sebagai berikut :

  • Hasil pengamatan terhadap aktivitas siswa ternyata, siswa hampir seluruh siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran meskipun masih ada yang belum aktif.
  • Hasil pengamatan terhadap kemampuan guru dalam menyajikan pembelajaran, akumulasi nilai dari seluruh aspek penilaian rata-rata kategori Sangat Baik.
  • Hasil penilaian aspek Pengetahuan Nilai rata-rata kelas mencapai 77, prosentase ketuntasan belajar 89 % atau 26 Siswa yang tuntas dari 29 siswa kelas IV.
  • Hasil penilaian aspek keterampilan nilai rata-rata kelas mencapai 78, prosentase ketuntasan belajar 92 % atau 27 siswa yang tuntas dari 29 siswa kelas IV.
  • Hasil penilaian sikap sosial terdiri dari 4 aspek penilaian nilai rata-rata sudah di atas KKM yang ditentukan yakni 2,67. Dapat dijelaskan sebagai berikut untuk aspek rasa ingin tahu rata-rata : 3,21, aspek ketekunan : 3,13, aspek ketelitian : 3,08, dan aspek kreatifitas ; 3,00.

Data hasil penilaian aspek pengetahuan dan keterampilan peneliti sajikan dalam tabel di bawah ini :

Tabel 4.8 Ketuntasan Belajar Silus II

Jumlah Siswa Aspek Pengetahuan Aspek Keterampilan
Tuntas Belum Tuntas Tuntas Belum Tuntas
29 26 3 27 2
100% 89 % 11 % 92 % 8 %

Tabel diatas disajikan dalam bentuk diagram di bawah ini :

Diagram 4.2 Ketuntasan Belajar Siklus II

Berdasarkan data dari mulai kondisi awal sampai siklus II ternyata kegiatan perbaikan pembelajaran dengan menerapkan pendekatan saintifik model kooperatif teknik true or false dapat meningkatkan aktifitas serta hasil belajar siswa tentang memahami kesamaan dua ekspresi (kalimat matematika) yang melibatkan operasi hitung campuran. Hal ini terbukti adanya peningkatan prosentase ketuntasan belajar dan nilai rata-rata kelas pada setiap siklus. Peningkatan tersebut peneliti sajikan dalam tabel di bawah ini :

Kondisi Nilai rata-rata Prosentase Ketuntasan Belajar
KI 3 KI 4 KI 3 KI 4
Prasiklus 58 60 32 % 32 %
Siklus I 66 69 61 % 71 %
Siklus II 77 78 89 % 92 %

Tabel di atas disajikan dalam diagram di bawah ini :

Diagram 4.3 Peningkatan Nilai rata-rata dan Prosentase ketuntasan belajar.

Berdasarkan hasil dan pembahasan di atas, peneliti merasa puas karena Penelitian Tindakan Kelas yang telah dilaksanakan telah berhasil dan dapat menjawab rumusan masalah, hipotesis, serta indikator kinerja yang telah dirumuskan. Dengan demikian kegiatan penelitian di anggap telah selesai.

SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan

Berdasar dari hasil penelitian serta pembahasan maka peneliti bersama observer serta kolaborator yang turut mendukung penelitian ini menyimpulkan bahwa dalam penyajian pembelajaran tematik terpadu yang didalamnya memuat berberapa muatan pelajaran yang terintegrasi, pendekkatan saintifik tepat untuk digunakan untuk melatih kretaif siswa dalam mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengolah, dan mengomunikasikan, dan dengan dipadukan dengan strategi pembelajaran yang tepat dengan model kooperatif teknik True or false, dapat membangkitkan aktivitas siswa dalam belajar sehingga hasil belajrapun meningkat secara signnifikan. Hal ini terbukti dengan adanya peningkatan di semua aspek penilaian, dari kondisi awal ke siklus I sampai di siklus II.

Saran/Rekomendasi

Dari kenyataan ini peneliti menyarankan bahwa dalam menyajikan pembelajaran tematik terpadu perlu mengoptimalkan sumber daya yang ada baik dari sumber belajar/media, kemampuan dan kreatifitas siswa, juga kemampuan keterampilan guru dalam kegiatan pembelajaran. Guru harus pandai memilih strategi pembelajaran yang tepat agar bahan/ materi ajar dapat terserap pada anak didik dan pembelajaran akan lebih bermakna sehingga tujuan pembelajran pun dapat tercapai secara optimal.

Dengan penelitian ini semoga menjadikan inspirasi bagi rekan-rekan guru khususnya guru-guru SD Negeri Banjaranyar 03, dan umumnya kalangan guru-guru SD untuk dapat melaksanakan penelitian tindakan kelas, sehingga kendala atau kesulitan-kesulitan yang ditemukan di dalam kelas akan segera teratasi. Karena kegiatan penelitian tindakan kelas membutuhkan waktu serta biaya, maka peneliti sarankan agar pihak sekolah dapat mengalokasikan dana, serta dukungan dari semua pihak sehingga semua kegiatan yang sifatnya inovatif dapat dilaksanakan dengan baik.

DAFTAR PUSTAKA

Drs. Sukayati. M.Pd., dkk. 2008. Bahan Belajar Mandiri BERMUTU. Jakarta :Direktorat Pembinaan Pendidikan dan Pelatihan.

Djamarah Syaiful Bahri, dkk.2013. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta :PT Rineka Cipta.

Mujiono.(1986). Keterampilan Dasar Mengajar Matematika. Jakarta:Intan Pariwara.

Muhsetyo Gatot, dkk.2007. Pembelajaran Matematika SD. Jakarta :Universitas Terbuka

Reuseffendi ,1990, Macam-macam Metode. Jakarta: Bina Aksara.

Dr. Rusman, M.Pd. 2010. Model-Model Pembelajaran. Jakarta :PT. Raja Grafindo Persada.

Siregar Eveline, dkk.2014. Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta :Ghalia Indonesia.

Udin S.Winataputra. dkk. 2007. Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta :Universitas Terbuka

Wardani I.G.A.K. dkk.2006. TeknikMenulis Karya Ilmiah. Jakarta :Universitas Terbuka

Wardani I.G.A.K. dkk.2006. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta :Universitas Terbuka

BIODATA PENULIS

Nama : Sri Prihatin, S.Pd.SD

NIP : 19631113 199111 2 001

Pangkat, Gol/Ruang : Pembina, IV a

Jabatan : Guru Kelas

Lokasi Penelitian : SD Negeri Banjaranyar 03 , Kelas V

Kecamatan/Kabupaten : Kec. Brebes. Kab. Brebes

You cannot copy content of this page