Iklan

MENGAJAR SEJARAH DENGAN ASYIK DI MASA PANDEMI

MELALUI PEMBUATAN VIDEO MEMPERINGATI

PROKLAMASI KEMERDEKAAN RI KE – 75

Oleh : Slamet Fatonah, S.Pd.

Pendahuluan

Pandemi COVID-19 membawa dampak sangat besar bagi aspek kehidupan masyarakat. Dampak tersebut terjadi di berbagai bidang seperti sosial, ekonomi, pariwisata, dan tak luput juga bidang pendidikan. Pemerintah mengeluarkan Surat Edaran (SE) pada tanggal 18 Maret 2020 menyatakan bahwa segala kegiatan di dalam dan di luar ruangan di semua sektor akan ditunda sementara waktu, terutama bidang pendidikan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia kemudian menindaklanjuti dengan mengeluarkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran COVID-19. Pembelajaran di sekolah kemudian dilaksanakan secara daring atau pembelajaran jarak jauh. Belajar di rumah dapat difokuskan pada pendidikan kecakapan hidup antara lain mengenai pandemi COVID-19 (Dewi, 2020).

Masa pandemi Covid-19 telah memaksa guru dan peserta didik untuk melaksanakan pembelajaran secara daring. Hal ini bertujuan memutus mata rantai penyebaran virus yang belum ada penangkalnya tersebut. Pembelajaran daring memerlukan sarana internet yang memadai dan stabil, sehingga kemudian guru berlomba-lomba mencari info terkait media yang bisa digunakan untuk melaksanakan pembelajaran daring. Banyak memang media yang bisa digunakan untuk melaksanakan pembelajaran daring, seperti menggunakan Google Classroom, U Meet, Zoom dan masih banyak yang lain. Kesemuanya bertujuan agar pembelajaran yang sebelumnya melalui tatap muka bisa dilaksanakan secara daring sehingga peserta didik tetap mendapatkan pembelajaran.

Sebagai guru sejarah, penulis juga berupaya untuk melaksanakan pembelajaran daring untuk peserta didik. Di awal pelaksanaan pembelajaran daring, penulis menggunakan Google Classroom. Lumayan bisa berjalan, walau kendala akses internet tidak bisa dihindari. Penulis kemudian meminta masukan dari peserta didik yang penulis ajar, bagaimana agar pembelajaran daring bisa diikuti semua peserta didik tanpa kendala. Banyak masukan, salah satunya adalah membuat grup WA kelas yang semuapeserta didik relatif bisa mengikuti. Akhirnya penulis membuat grup WA kelas, dimana semua materi terkait pembelajaran sejarah penulis sampaikan di grup tersebut. Namun kadang – kadang juga masih menggunakan Classroom.

Kelebihan dalam memanfaatkan pembuatan video memperingati Proklamasi Kemerdekaan RI ke – 75 sebagai salah satu media pembelajaran sejarah yaitu sebagai salah satu upaya memberikan pembelajaran yang variatif dan kreatif kepada peserta didik, selain itu juga dapat meningkatkan minat dan hasil belajarnya.

Manfaat yang juga penting bagi guru yaitu untuk meningkatkan kualitas dalam melaksanakan pembelajaran di dalam kelas dan mengetahui solusi praktis yang diperoleh dari pengalaman belajar peserta didik.

Manfaat penting bagi pendidikan di tingkat sekolah adalah mewujudkan visi dan misi sekolah melalui pola pembelajaran yang variatif, aktif, kreatif, efektif dan berkarakter untuk meningkatkan minat belajar dan menghasilkan prestasi lebih di bidang akademik dan non akademik.

Dalam konteks sekolah, sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan oleh dirinya sendiri, masyarakat, bangsa dan negara. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa inti dari proses pendidikan adalah proses pembelajaran. Tentu saja pembelajaran sebagai sebuah proses harus didesain oleh guru agar penyelenggaraannya dapat mengantarkan peserta didik meraih tujuan pembelajaran yang ditetapkan. ( Novan Ardy Wiyani, M.Pd.I, Desain Pembelajaran Pendidikan, Ar-Ruzz Media, Yogyakarta 2014 ).

Media pendidikan adalah alat atau bahan yang digunakan di proses pengajaran atau pembelajaran. (Tim Penyusun Kamus, 2001: 726). Dengan istilah mediator media menunjukkan fungsi dan perannya, yaitu mengatur hubungan yang efektif antara dua pihak utama dalam proses belajar peserta didik dan materi pelajaran. Mediator dapat pula mencerminkan pengertian bahwa setiap sistem pengajaran yang melakukan peran mediasi, mulai dari guru sampai kepada peralatan paling canggih, dapat disebut media. Media pendidikan dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan berpikir, merasakan, perhatian dan motivasi.

Penggunaan media dengan melibatkan peserta didik juga menjadikan proses pembelajaran menjadi lebih bermakna. Demikian juga dengan mata pelajaran sejarah, proses pembelajarannya harus didesain sedemikian rupa supaya peserta didik senang dan bersemangat dalam mempelajari materi sejarah di masa pandemi. Untuk itulah diperlukan adanya solusi untuk mengatasinya. Kendala yang penulis alami adalah belum pernah bertatap muka dengan peserta didik kelas X, belum memahami bagaimana karakternya dan motivasi belajarnya. Untuk itulah ketika menyampaikan materi Sejarah sebagai Peristiwa, Kisah, Ilmu, dan Seni, penulis memberikan tugas untuk membuat poster dan menyetorkan foto peserta didik dengan memegang posternya. Dengan demikian walaupun hanya sekilas tapi seperti bertemu langsung dengan peserta didik. Kumpulan foto dari peserta didik dapat dijadikan media berupa video.

Penulis menggunakan media video tersebut dengan pembelajaran dengan langkah – langkah sebagai berikut:

  1. Penulis menginformasikan tentang teknik pembelajaran melalui WA Grup kelas.
  2. Penulis menyampaikan materi dengan video Bandicam yang dapat diakses peserta didik melalui link http://gg.gg/Kelas-X-Sejarah-sebagai-Peristiwa.
  3. Untuk memahami materi dan meningkatkan semangat nasionalisme maka peserta didik kelas X IPS 1 dan X IPS 2 dibantu kelas XI IPS 1 dan XI IPS 2 penulis beri tugas untuk membuat poster Dirgahayu RI ke -75 dengan kreatifitasnya sendiri.
  4. Setelah posternya selesai, mereka berpose dengan posternya, lalu menyetorkan foto tersebut ke grup kelas masing – masing.
  5. Setelah batas waktu yang telah ditentukan selesai, penulis mengumpulkan seluruh foto lalu membuatnya menjadi sebuah video yang menarik.
  6. Video yang sudah jadi kemudian diupload ke youtube dengan link https://youtu.be/rjo4WbZdFhg.

Setelah menyaksikan video yang isinya adalah foto mereka dengan posternya, ternyata membuat mereka sangat antusias dalam mengikuti kegiatan pembelajaran sejarah berikutnya. Ternyata mengajar sejarah di masa pandemi juga tetap asyik jika kita dapat memanfaatkan berbagai media dan dapat berkomunikasi aktif dengan peserta didik melalui media sosial yang ada. Ketika peserta didik antusias dalam kegiatan pembelajaran maka dapat mempengaruhi terhadap peningkatan hasil belajarnya.

Penutup

Media pembelajaran sangat berpengaruh dalam proses dan hasil belajar peserta didik sebatas disampaikan waktu yang tepat sasaran. Berbagai macam media pembelajaran yang disajikan untuk proses pembelajaran, sangat menginspirasi, berpotensi dan mendukung, serta dapat digunakan sebagai salah satu cara atau upaya meningkatkan semangat nasionalisme, minat dan motivasi belajar siswa dalam pengalaman belajarnya.

Bagi guru mata pelajaran serumpun ataupun guru yang tidak serumpun dapat dimanfaatkan sebagai variasi pembelajaran dengan berpusat pada peserta didik, untuk menghindari kebosanan peserta didik dalam proses pembelajaran.

Untuk menuju sekolah yang berkarakter dan berkualitas di bidang peningkatan mutu, dapat digunakan untuk meningkatkan pembedayaan sumber daya manusia/guru untuk mengembangkan pengembangan diri berkelanjutan.

DAFTAR PUSTAKA

Surat Edaran (SE) pada tanggal 18 Maret 2020 tentang segala kegiatan di dalam dan di luar ruangan di semua sektor akan ditunda sementara waktu.

Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran COVID-19.

Novan Ardy Wiyani, M.PD.I. 2014. Desain Pembelajaran Pendidikan, Tata Rancang Pembelajaran Menuju Pencapaian Kompetensi. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Departemen Pendidikan Nasional. 2011. Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa Edisi Keempat. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Undang-Undang No. 20 Tahun 2003. 2003. Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta : CV. Eko Jaya.

Biodata

Nama : Slamet Fatonah, S. Pd.

NIP : 19700613 200801 2 016

Pangkat/Gol: Penata Tk 1, III/d

Email: fatonahsejarah@gmail.com

HP. 085869469935

Judul : MENGAJAR SEJARAH DENGAN ASYIK DI MASA PANDEMI MELALUI PEMBUATAN VIDEO MEMPERINGATI PROKLAMASI KEMERDEKAAN RI KE – 75

By admin

You cannot copy content of this page