Iklan

MELALUI SUPERVISI KLINIS DAPAT MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DALAM MENYUSUN RPP BAGI GURU SDN 3 KOBER KECAMATAN PURWOKERTO BARAT SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2019/2020

Oleh : Rochimi, S.Pd.SD.

ABSTRAK

Masalah yang dipecahkan dari penelitian ini adalah supervisi klinis di SDN 3 Kober dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun RPP. Tujuan umumnya untuk meningkatkan kemampuan pengembangan profesi kepala sekolah, sedangkan tujuan khususnya adalah untuk mengetahui seberapa besar peningkatannya, dan seberapa besar peringkatnya, serta seberapa efektif tindakan supervisinya. Prosedur tindakan yang dilakukan meliputi dua siklus. Langkah setiap siklus adalah perencanaan, pelaksanaan, observasi dan evaluasi serta refleksi. Tindakan supervisi klinis ini dilakukan oleh peneliti selaku kepala sekolah SDN 3 Kober.Temuan hasil PTS ini adalah supervisi klinis di SDN 3 Kober terbukti dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun RPP. Hal ini dibuktikan dengan naiknya kemampuan guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dari nilai 66,66 menjadi 76,98 pada siklus I, dan 88,89 pada siklus II. Sedangkan tindakan supervisi klinis di SDN 3 Kober dari kondisi awal belum dilaksanakan (0) menjadi dilaksanakan dengan skor keberhasilan 76,25 poin pada siklus I dan 93,75 poin pada siklus II.

Kata Kunci: Kemampuan guru, menyusun RPP, supervisi klinis.

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Guru sebagai tenaga pendidik profesional mempunyai tujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Salah satu kompetensi yang harus dimilki oleh guru adalah kompetensi pedagogik. Kompetensi pedagogik merupakan kompetensi yang khas yang akan membedakan seorang guru dengan profesi lainnya dan akan menentukan tingkat keberhasilan proses dan hasil belajar peserta didik. Dengan demikian guru memiliki tanggung jawab dalam merancang proses pembelajaran yang sesuai dengan kompetensi yang telah ditetapkan. Namun faktanya banyak guru SD yang memiliki kemampuan menyusun RPP rendah. RPP yang disusun belum berkualitas. Hal ini berdampak pada proses pembelajaran yang tidak sesuai dengan kebutuhan siswa.

Berdasarkan hasil penilaian rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang dilakukan pada semester I Tahun Pelajaran 2019/2020 terhadap guru SDN 3 Kober Kecamatan Purwokerto Barat Kabupaten Banyumas yang berjumlah 7 orang, menunjukkan masih ada guru yang perlu ditingkatkan kemampuannya.

Identifikasi Masalah

Masalah yang berhubungan dengan tugas peneliti selaku kepala sekolah adalah kurangnya diadakan supervisi klinis dari kepala sekolah terhadap guru. Selama ini supervisi yang dilakukan kepala sekolah lebih menitikberatkan pada proses pembelajaran di kelas sehingga belum semua guru mendapatkan pembinaan dari kepala sekolah. Padahal kepala sekolah merupakan salah satu unsur tenaga kependidikan yang memilki peran strategis dalam mendorong perubahan dan peningkatan mutu pendidikan formal karena kepala sekolah memilki tugas pokok melakukan penilaian dan pembinaan terhadap penyelenggara pendidikan di sekolah baik dari sisi managerial maupun akademis. Karena tugas kepala sekolah adalah sebagai orang yang bertanggung jawab terhadap mutu pendidikan di sekolah yang berkewajiban membimbing, membina dan meningkatkan kemampuan guru agar tidak menimbulkan salah penafsiran.

Berdasarkan permasalahan di atas peneliti mengharapkan semua guru SDN 3 Kober setelah mendapatkan pembinaan, kemampuan guru dalam menyusun RPP lebih meningkat melalui supervisi klinis.

Rumusan Masalah

  1. Apakah melalui supervisi klinis dapat meningkatkan kemampuan guru menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) bagi guru di SDN 3 Kober Kecamatan Purwokerto Barat Kabupaten Banyumas semester I tahun pelajaran 2019/2020 ?
  2. Berapa peran supervisi klinis terhadap kenaikan kemampuan guru dalam menyusun RPP?
  3. Berapa persen efektifitas tindakan supervisi klinis yang dilakukan peneliti?

Tujuan Penelitian

  1. Untuk meningkatkan profesionalisme kinerja kepala sekolah dalam pengembangan profesi.
  2. Ingin mengetahui apakah supervisi klinis di SDN 3 Kober dapat meningkatkan kemampuan guru dalam penyusunan RPP,
  3. Ingin mengetahui berapa persen kenaikan kemampuan guru dalam penyusunan RPP setelah dilaksankan supervisi klinis.
  4. Ingin mengetahui berapa persen efektifitas tindakan supervisi klinis di SDN 3 Kober yang dilakukan oleh peneliti.

Manfaat Penelitian

  1. Bagi guru, penelitian ini berfungsi untuk membantu memotivasi dan meningkatkan kemampuan mereka dalam penyusunan RPP.
  2. Bagi kepala sekolah, penelitian ini dapat dijadikan pengalaman untuk mengatasi kendala dalam meningkatkan kemampuan guru menyusun RPP.
  3. Bagi rekan sejawat, penelitian ini dapat dijadikan pembanding, referensi, dalam menangani permasalahan serupa.

KAJIAN PUSTAKA DAN PENGAJUAN HIPOTESIS

Landasan Teori

Supervisi Klinis

Nawawi (1989), dalam Sulistiyarini menyatakan bahwa kata supervisi berasal dari bahasa inggris yang terdiri dari dua kata “super dan vision”. Super yang berarti atas atau lebih, sedangkan vision berarti melihat atau meninjau. Oleh karena itu secara etimologi Supervisi adalah melihat atau meninjau dari atas atau menilik atau menilai dari atas yang dilakukan dari pihak atasan (yang memiliki kelebihan) terhadap perwujudan kegiatan dan hasil kerja bawahan.

Menurut Acheson dan Gall (1987), supervisi klinis adalah sebuah model alternatif dari supervisi yang yang lebih interaktif, demokratis, dan berpusat pada kebutuhan guru.

Made Reksa (2020), hubungan antara supervisor dengan guru adalah hubungan kolegial yang sederajat dan bersifat interaktif. Hubungan semacam ini lebih dikenal sebagai hubungan antara tenaga professional berpengalaman dengan yang kurang berpengalaman, sehingga terjalin dialog professional yang interaktif dalam suasana yang intim dan terbuka. Isi dialog bukan pengarahan atau instruksi dari supervisor melainkan pemecahan masalah pembelajaran. Diskusi antara supervisor dan guru bersifat demokratis, baik pada perencanaan pengajaran maupun pada pengkajian balikan dan tindak lanjut. Suasana demokratis itu dapat terwujud jika kedua belah pihak dengan bebas mengemukakan pendapat dan tidak mendominasi pembicaraan serta memilki sifat keterbukaan untuk mengkaji semua pendapat yang dikemukakan di dalam pertemuan tersebut dan pada akhirnya keputusan ditetapkan atas persetujuan bersama.

Karakteristik supervisi klinis menurut Mulyasa (2004:112) yaitu:

  1. Supervisi diberikan berupa bantuan (bukan perintah) sehingga inisiatif tetap berada di tangan guru.
  2. Aspek yang disupervisi berdasarkan usul guru, yang dikaji bersama kepala sekolah sebagai supervisor untuk dijadikan kesepakatan.
  3. Instrument dan metode observasi dikembangkan bersama oleh guru dan kepala sekolah.
  4. Mendiskusikan dan menafsirkan hasil pengamatan dengan mendahulukan interpretasi guru.
  5. Adanya penguatan dan umpan balik dari kepala sekolah sebagai supervisor terhadap perubahan perilaku guru yang positif sebagai hasil pembinaan.
  6. Supervisi dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan suatu keadaan dan memecahkan suatu masalah.

Meningkatkan Kemampuan

Berdasarkan asal katanya, kata meningkatkan berasal dari kata tingkat dan dan meningkat. Dalam kamus Bahasa Indonesia karangan Poerwadarminta kata meningkat memilki arti menaikkan, mempertinggi, memperhehat, dan mengangkat diri (Poerwadarminta:1984). Dengan demikian, meningkatkan memilki makna usaha untuk menaikkan ke posisi yang lebih tinggi.

Adapun kata kemampuan berasal dari kata mampu yang berarti kuasa (bisa, sanggup) melakukan sesuatu. Jadi, kemampuan berarti kesanggupan, kecakapan, kekuatan (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1989: 552-553). Kemampuan (ability) berarti kapasitas seorang individu untuk melakukan beragam tugas dalam suatu pekerjaan (Stephen P. Robbins & Timonthi A. Judge, 2009: 57).

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan dijabarkan dalam silabus. RPP merupakan persiapan yang harus dilakukan guru sebelum mengajar. Jadi, rencana pelaksanaan pembelajaran adalah penggalan-penggalan kegiatan yang perlu dilakukan oleh guru untuk setiap pertemuan. Di dalamnya harus terlibat tindakan apa yang perlu dilakukan oleh guru untuk mencapai ketuntasan kompetensi serta tindakan selanjutnya setelah pertemuan selesai.

Komponen RPP merujuk pada Permendikbud No. 22 tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah, terdiri atas:

  • Identitas sekolah yaitu nama satuan pendidikan;
  • Identitas mata pelajaran atau tema/ subtema;
  • Kelas/ semester;
  • Materi pokok;
  • Alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD dan beban belajar dengan mempertimbangkan jumlah jam pelajaran yang tersedia dalam silabus dan KD yang harus dicapai;
  • Tujuan pembelajaran yang dirumuskan berdasarkan KD, dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan;
  • Kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi, materi pembelajaran, memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan tertulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator ketercapaian kompetensi; metode pembelajaran, digunakan oleh pendidik untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar siswa mencapai KD yang disesuaiakan dengan karakteristik siswa dan KD yang akan dicapai;
  • Media pembelajaran, berupa alat bantu proses pembelajaran untuk menyampaikan materi pelajaran;
  • Sumber belajar, dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar, atau sumber belajar lain yang relevan;
  • Langkah-langkah pembelajaran dilakukan melalui tahpan pendahuluan, inti, dan penutup;
  • Penilaian hasil pembelajaran.

Prinsip-prinsip Penyusunan RPP (Tim Kurikulum SD LPMP Jawa Tengah; 2018: 5-6) adalah sebagai berikut:

  1. Penguatan karakter siswa melalui PPK berbasis kelas, berbasis budaya sekolah dan berbasis masyarakat diperkaya dengan literasi, kompetensi abad 21 (4C) dan HOTS. Integrasi ini dapat dilakukan pada indikator, tujuan, kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, kegiatan penutup maupun penilaian.
  2. Perbedaan individual siswa antara lain kemampuan awal, tingkat intelektual, bakat, potensi, minat, motivasi belajar, kemampuan social, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan/ atau lingkungan siswa.
  3. Partisipasi aktif siswa.
  4. Berpusat pada siswa untuk mendorong semangat belajar, motivasi, minat, kreatifitas, inisiatif, inspirasi, inovasi dan kemandirian.
  5. Pengembangan budaya membaca dan menulis yang dirancang untuk mengembangkan kegemaran membaca, pemahaman beragam bacaan, dan berekspresi dalam berbagai bentuk tulisan.
  6. Pemberian umpan balik dan tindak lanjut RPP memuat rancangan program pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan, dan remidi.
  7. Penekanan pada keterkaitan dan keterpaduan antara KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, dan sumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar.
  8. Mengakomodasi pembelajaran tematik-terpadu, keterpaduan lintas mata pelajaran, lintas aspek belajar, dan keragaman budaya.
  9. Penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara terintegrasi, sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi kondisi.

Langkah-langkah Penyusunan RPP (Tim Kurikulum SD LPMP Jawa Tengah; 2018: 6-7) adalah sebagai berikut:

  1. Mengkaji silabus tematik meliputi: (1) KI dan KD; (2) materi pembelajaran; (3) proses pembelajaran; (4) penilaian pembelajaran; (5) alokasi waktu; dan (6) sumber belajar.
  2. Merumuskan indikator pencapaian KD.
  3. Merumuskan tujuan pembelajaran.
  4. Mengembangkan materi pembelajaran. Materi Pembelajaran dapat berasal dari buku teks pelajaran (buku siswa) dan buku panduan guru, sumber belajar lain berupa muatan lokal, materi kekinian, konteks pembelajaran dari lingkungan sekitar yang dikelompokkan menjadi materi untuk pembelajaran reguler, pengayaan, dan remedial.
  5. Menjabarkan kegiatan pembelajaran yang ada pada silabus dalam bentuk yang lebih operasional berupa pendekatan saintifik disesuaikan dengan kondisi siswa dan satuan guruan termasuk penggunaan media, alat, bahan, dan sumber belajar.
  6. Menentukan alokasi waktu untuk setiap pertemuan berdasarkan alokasi waktu pada silabus.
  7. Mengembangkan penilaian pembelajaran dengan cara menentukan lingkup, teknik, dan instrumen penilaian, serta membuat pedoman penskoran.
  8. Menentukan strategi pembelajaran remedial segera setelah dilakukan penilaian.
  9. Menentukan Media, Alat, Bahan, dan Sumber Belajar disesuaikan dengan yang telah ditetapkan dalam langkah penjabaran proses pembelajaran.
  10. Kerangka Berpikir

Adapun langkah-langkah kepala sekolah dalam melakukan supervisi klinis dapat digambarkan sebagai berikut:

Diagram 2.2. Kerangka Pikir Penelitian

Hipotesis Tindakan

Berdasarkan teori dan kerangka pikir di atas, maka hipotesis tindakan yang diajukan adalah: Supervisi Klinis dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).

III. METODE PENELITIAN

A. Setting Penelitian

Waktu Penelitian

Waktu penelitian pada semester I Tahun Pelajaran 2019/2020, dilakukan kurang lebih tiga bulan, dimulai bulan Oktober 2019 sampai dengan Desember 2019.

Tempat Penelitian

Tempat penelitian di SDN 3 Kober Kecamatan Purwokerto Barat Kabupaten Banyumas, tepatnya di Jl. Rajawali No. 36 Kober, Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas.

Subyek Penelitian

Subyek penelitiannya adalah 7 orang guru di SDN 3 Kober, Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas. Objek penelitian dalam Penelitian Tindakan Sekolah ini adalah kemampuan guru dalam menyusun RPP.

Sumber Data

Dalam Penelitian Tindakan Sekolah ini peneliti memanfaatkan data primer dan data sekunder.

  1. Data Primer adalah data yang diperoleh dari sumber langsung langsung yang diperoleh dari sumbernya yaitu data nilai rata-rata RPP setiap objek meliputi data pada kondisi awal, data akhir siklus I, dan data akhir siklus II.
  2. Data sekunder yaitu data yang diperoleh dari pengamat kolaborator dan teman sejawat dalam melaksanakan tindakan supervise klinis terhadap objek penelitian, yakni berupa data tindakan siklus I dan data tindakan siklus II.

Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpul data kemampuan guru menyusun RPP menggunakan format penilaian RPP, alatnya adalah lembar penilaian. Teknik pengumpulan data tindakan supervisi klinis menggunakan teknik pengamatan dengan alat pengumpul data berupa instrumen lembar pengamatan.

Validasi Data

Data tindakan supervisi klinis selain diperoleh dari pengamatan kolaborator juga diambil dari penilaian yang diperoleh dari salah satu guru yang diberi tindakan. Data dari dua sumber tersebut digabung dan dirata-rata. Sedangkan data kemampuan guru menyusun RPP diperoleh dengan menghitung perolehan skor penilaian RPP oleh peneliti bersama-sama dengan kolaborator.

Analisa Data

Data tentang kemampuan guru menyusun RPP melalui supervisi klinis diperoleh melalui tiga kegiatan, yaitu: pada kondisi awal, siklus 1, dan siklus 2.

Indikator Keberhasilan

Penelitian ini dikatakan berhasil jika skor penilaian kemampuan guru dalam menyusun RPP mendapat nilai minimal baik atau mendapat nilai minimal 76. Begitu juga untuk pelaksanaan tindakan supervisi klinis minimal mendapat nilai baik atau mendapat nilai minimal 76.

Prosedur Tindakan

Penelitian ini akan dilakukan melalui prosedur tindakan yaitu sebagai berikut:

  1. Penilaian kemampuan guru menyusun RPP sebagai data awal, dilakukan dengan skor yang bergerak antara 0 sampai 100.
  2. Tindakan siklus I terdiri dari perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi bersama dengan kolaborator, dan refleksi hasil tindakan.
  3. Tindakan siklus II sama dengan siklus I yaitu terdiri dari perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi bersama dengan kolaborator, dan refleksi hasil tindakan.

HASIL TINDAKAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

Deskripsi Kondisi Awal

Data lengkap Kemampuan guru di SDN 3 Kober Kecamatan Purwokerto Barat Kabupaten Banyumas dalam menyusun RPP seperti yang tertera dalam tabel berikut.

Tabel 4. 1. Rekapitulasi Nilai RPP Guru SDN 3 Kober Kondisi Awal

NO. KODE GURU JUMLAH NILAI KATEGORI KETER.
1. A 81,48 BAIK
2. B 62,96 CUKUP
3. C 64,81 CUKUP
4. D 59,25 SEDANG
5. E 79,62 BAIK
6. F 61,11 CUKUP
7. G 57,40 SEDANG
JUMLAH 466,63
RATA-RATA 66,66 CUKUP
RENTANG NILAI KRITERIA
91-100 AMAT BAIK
76-90 BAIK
61-75 CUKUP
51-60 SEDANG

Dari tabel di atas dijelaskan bahwa rata-rata nilai RPP hanya mencapai 66,66 atau kategori cukup.

Deskripsi Siklus I

Perencanaan Tindakan

Sebelum melaksanakan tindakan, peneliti mempersiapkan jadwal pelaksanaan tindakan, instrument penilaian RPP, instrument pengamatan tindakan untuk kolaborator dan data awal yang telah dikumpulkan sebelumnya.

Pelaksanaan Tindakan

Peneliti melaksanakan tindakan supervisi klinis didahului dengan menjelaskan Permendikbud No. 22 Tahun 2016 Tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah, yang didalamnya berisi tentang rambu-rambu penyusunan RPP. Adapun rambu-rambu penyusunan RPP tersebut meliputi: komponen RPP, prinsip-prinsip penyusunan RPP, langkah-langkah penyusunan RPP, contoh format RPP, serta contoh RPP tematik kurikulum 2013.

Pada kegiatan ini, guru membuat satu RPP yang sesuai dengan Permendikbud No. 22 Tahun 2016. Dalam tindakan penelitian ini ditemukan kendala bagi guru dalam menyusun RPP antara lain dalam hal:

  1. Masih ditemukan pada 3 orang guru dalam pembuatan RPP pada kolom identitas tidak dicantumkan jumlah waktu tatap muka serta standar kompetensi dan kompetensi dasar yang akan diajarkan.
  2. Pada rumusan RPP pada kegiatan Pendahuluan, Inti, dan Penutup belum

spesifik dan masih dangkal.

  1. Pada kegiatan Inti urutan langkah-langkah pembelajaran belum terperinci.
  2. Pada RPP belum tercantum kegiatan yang mencerminkan pendidikan karakter peserta didik melalui PPK berbasis kelas, PPK berbasis budaya sekolah, dan PPK berbasis masyarakat.

Observasi

Observasi dilakukan setelah berakhirnya siklus ke-1. Dari hasil observasi siklus I didapatkan data nilai seperti tertera dalam tabel berikut ini:

Table 4.2 Rekapitulasi Nilai RPP Guru SDN 3 Kober Siklus I

NO. KODE GURU JUMLAH NILAI KATEGORI KETER.
1. A 92,59 AMAT BAIK
2. B 77,77 BAIK
3. C 72,22 CUKUP
4. D 72,22 CUKUP
5. E 81,48 BAIK
6. F 74,07 CUKUP
7. G 68,51 SEDANG
JUMLAH 538,86
RATA-RATA 76,98 BAIK

Pengamatan terhadap tindakan supervisi klinis dilaksankan oleh kolaborator sesama kepala sekolah dan salah satu guru yang ditunjuk oleh peneliti untuk menunggui dalam melaksanakan supervisi klinis. Data tindakan supervisi klinis dapat dilihat pada tabel 4.3.

Tabel 4.3. Data Tindakan Supervisi Klinis Pada Siklus I

Hasil Pengamatan Rata-rata
Oleh Kolaborator

(Kepala Sekolah)

Oleh salah satu guru kelas

untuk validasi data

Skor

Tertinggi

Jumlah Skor Prosentese Skor

Tertinggi

Jumlah Skor Prosentese
40 30 75% 40 31 77,5
75 77,5 76,25

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa skor tindakan supervisi klinis yang dilaksanakan oleh peneliti pada siklus I mendapat 76,25.

Reflleksi

Dalam tindakan siklus I ini dapat dibandingkan antara kondisi awal dengan kondisi akhir siklus I yang terjadi kenaikan seperti pada diagram 4.1. berikut ini.

Grafik 4.1 Hasil Nilai RPP Kondisi Awal dan Kondisi Akhir Siklus I

Deskripsi Siklus II

Perencanaan

Pada siklus ke II peneliti melakukan persiapan yang sama seperti pada siklus I yakni menyiapkan format penilaian RPP tematik Kurikulum 2013, contoh RPP tematik kurikulum 2013, serta contoh format RPP yang telah diisi. Peneliti juga menyiapkan instrument pengamatan supervisi klinis. Waktu pelaksanaan siklus II ini berlangsung sejak 16 Oktober 2019 sampai dengan 19 Oktober 2019. Peneliti berkoordinasi dengan kolaborator dan teman guru untuk melaksanakan supervisi klinis secara individual.

Pelaksanan Tindakan

Dalam kegiatan tindakan siklus II ini hanya sedikit kendala yang dihadapi dalam menyusun RPP yaitu dalam hal cara mengembangkan tujuan pembelajaran. Berbeda dengan siklus I, pada siklus II ini guru-guru telah memahami cara menyusun RPP yang benar dan lengkap karena ada evaluasi dan refleksi dari siklus I. Oleh karena itu, di siklus II ini waktu untuk supervisi klinis hanya berlangsung 2 hari yaitu 1 hari ketika guru menyusun RPP masih dalam bentuk draf dan 1 hari kemudian ketika mereka melakukan pengeditan RPP.

Setelah hari ketiga minggu tersebut didakan pengetikan dan pada tanggal 19 Oktober 2019 dimanfaatkan untuk penilaian RPP untuk memperoleh data nilai akhir siklus ke II.

Observasi

Setelah dilakukan tindakan di siklus II diperoleh data nilai sebagai berikut:

Tabel 4.6 Rekapitulasi Nilai RPP Guru SDN 3 Kober Siklus II

NO. KODE GURU JUMLAH NILAI KATEGORI KETER.
1. A 96,29 Amat Baik
2. B 90,74 Baik
3. C 87,03 Baik
4. D 81,48 Baik
5. E 90,74 Baik
6. F 90,74 Baik
7. G 85,18 Baik
JUMLAH 622,2
RATA-RATA 88,89 Baik

Dengan mencermati tabel di atas dapat dijelaskan bahwa dari sebanyak 7 orang guru pada siklus ke-2 didapatkan nilai rata-rata 88,89 dengan kategori baik. Artinya terjadi kenaikan secara signifikan dari nilai rata-rata siklus I sebesar 76,98 menjadi 88,89. Ada kenaikan dari siklus I ke siklus II sebesar 11,91. Untuk lebih jelasnya kenaikan nilai tersebut dapat dilihat pada tabel 6 sebagaimana berikut ini:

Tabel 4.7 Perbandingan Rekapitulasi Nilai RPP Siklus I dan Siklus II

No. Kode Guru Jumlah Nilai Kategori
Siklus I Siklus II Siklus I Siklus II
1. A 92,59 96,29 Amat Baik Amat Baik
2. B 77,77 90,74 Baik Baik
3. C 72,22 87,03 Cukup Baik
4. D 72,22 81,48 Cukup Baik
5. E 81,48 90,74 Baik Baik
6. F 74,07 90,74 Cukup Baik
7. G 68,51 85,18 Sedang Baik
Jumlah 538,86 622,2
Rata-rata 76,98 88,89 Baik Baik

Tabel 4.8 Data Tindakan Supervisi Klinis Terhadap Guru pada Siklus II

Hasil Pengamatan Rata-rata
Oleh Kolaborator

(Kepala Sekolah)

Oleh salah satu guru kelas

Untuk validasi data

Skor Tertinggi Jumlah Skor Prosentase Skor Tertinggi Jumlah Skor Prosentase
40 38 95% 40 37 92,5%
Skor : 95 Skor : 92,5 93,75

Berdasarkan tabel 4.8 di atas dapat diketahui bahwa skor tindakan supervisi klinis pada siklus II adalah 93,75.

Refleksi

Pelaksanaan penelitian tindakan pada siklus II selesai. Data kemampuan guru menyusun RPP sudah menunjukkan hasil yang memuaskan. Supervisi klinis yang dilaksanakan terhadap guru ternyata lebih berhasil secara individual dari pada secara klasikal. Dengan tindakan secara individual mereka lebih terbuka dan terperinci dalam menyampaikan permasahan yang dihadapi. Kenaikan nilai RPP pada akhir siklus II juga dapat diamati pada grafik 4.2 berikut ini.

Grafik 4.2 Nilai RPP Siklus I dan Siklus II

Pembahasan Masalah

Hasil penelitian sudah dapat dilihat pada hasil penilaian rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan hasil pengamatan dari kolaborator. Indikator keberhasilan tindakan terletak pada tindakan supervisi klinis dan kenaikan nilai RPP. Perhatikan tabel 4.11 dan tabel 4.12.

Tabel 4.11 Perbandingan Nilai RPP Antara Data Awal, Siklus I dan Siklus II

Data Data Awal Data Siklus I Data Siklus II Kenaikan dari Data Awal
Nilai RPP 66,66 76,98 88,89 22,23
Prosentase kenaikan data awal 33,34%

Perbandingan tersebut menunjukkan bahwa kemampuan guru menyusun RPP mengalami kenaikan dari data awal terhadap siklus I sebanyak 10,32 poin atau 15,48% dan antara data awal dengan siklus II sebanyak 22,23 poin atau 33,34%.

Tabel 4.12 Perbandingan Data Tindakan Supervisi Antara Data Awal, Siklus I dan Siklus II

Tindakan Data Awal Data Siklus I Data Siklus II Kenaikan dari Data Awal
Supervisi Klinis terhadap guru 0 76,25 93,75 93,75
Perbandingan tindakan : Data Awal 93,75%

Data di atas menunjukkan bahwa ada tindakan supervisi yang meningkat antara data awal, data siklus I dan data siklus II. Dengan dilaksanakan tindakan supervise klinis dapat meningkatkan kemampuan guru dalam penyusunan RPP. Prosentase kenaikan kemampuan guru dalam penyusunan RPP sebesar 33,34% dari data awal. Pada tindakan supervise klinis juga terjadi kenaikan dari data awal menjadi 93,75% di akhir siklus II.

Dengan demikian masalah yang dihadapi peneliti dapat terjawab, yaitu supervisi klinis di SDN 3 Kober dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun RPP.

PENUTUP

Simpulan

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa penelitian tindakan sekolah dengan hipotesis tindakan yang berbunyi “Supervisi Klinis dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP)” ternyata terbukti benar.

Hal ini dibuktikan dengan tindakan supervisi klinis di SDN 3 Kober dapat meningkatkan kemampuan guru dalam penyusunan RPP dari kondisi awal 66,66 poin naik menjadi 76,98 poin di siklus I, dan naik lagi menjadi menjadi 88,89 poin pada akhir siklus II. Selain itu, skor tindakan supervisi klinis juga meningkat dari 0 menjadi 76,25 poin pada siklus I dan 93,75 poin pada akhir siklus II.

Saran

  1. Hendaknya kepala sekolah selalu rutin melaksanakan supervisi klinis dalam rangka meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun RPP.
  2. Hendaknya para guru setiap hari menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) untuk dijadikan pedoman dalam melaksanakan pembelajarannya.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsini, Dr. Prof. Dasar-dasar Supervisi Pendidikan, Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Arikunto, Suharsimi, 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Jakarta: Rineka Cipta.

Bafadal, Ibrahim, 2004. Peningkatan Profesionalisme Guru Sekolah Dasar, Jakarta: PT Bumi Aksara.

Bahan tayang PPT. 6.2.1. Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).

Depdikbud, 1980. Kurikulum Pendidikan Dasar, Jakarta: Depdikbud.

Depdikbud, 1996. Pedoman Kerja Pelaksanaan Supervisi, Jakarta: Dirjen Dikdasmen..

Hamzah, B.U; Herminanto S & Sutarjo A, 2004. Landasan Pembelajaran Teori dan Praktek, Gorontalo: Nurul Jannah.

Ibrahim, Muslimin, Rachmadiarti, Fida, dkk. 2000. Pembelajaran Kooperatif, Surabaya: UNESA Press.

Jamal Ma’mur Asmiani, 2010, Apikasi KTSP di Sekolah, Jogjakarta: Bening.

Kemendikbud, Buku Guru dan Buku siswa Tematik Terpadu SD.

Permendikbud No. 22 tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah.

Permendikbud No. 24 tahun 2016 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pelajaran pada Kurikulum 2013.

Purwanto, Ngalim, M. Drs. 2005, Administrasi dan Supervisi Pendidikan, Jakarta: PT. Remaja Rosda Karya..

Raksa, Made, 2020, Journal of Education Technology.

BIODATA PENULIS

Nama : Rochimi, S.Pd.SD

NIP : 19660908 199301 2 002

Pangkat/ Gol : Pembina IV/a

Jabatan : Kepala Sekolah

Unit Kerja : SDN 3 Kober Kec. Purwokerto Barat, Banyumas

You cannot copy content of this page