Iklan

MEDIA MANIPULATIF DAPAT MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA MELAKUKAN OPERASI BILANGAN PECAHAN DENGAN PENYEBUT BERBEDA KELAS V SEMESTER I SD N­­­­­EGERI 1 RAWALO TAHUN 2019/2020

Hery Subiyanto, S.Pd.SD.

ABSTRAK

Terdapat permasalahan yang terjadi di SD Negeri 1 Rawalo khususnya kelas V (lima) yaitu pada proses pembelajaran dimana ditemukan siswa yang bosan ketika diterangkan, diberi tugas kelompok dan diskusi kelompok dikarenakan kurangnya guru memanfaatkan dan menggunakan media pembelajaran yang sesuai tema. didapati perolehan nilai hasil ulangan harian mata pelajaran matematika pada tema operasi bilangan pecahan semester I masih di bawah KKM yang ditentukan sebesar 70. Penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau yang dikenal dengan (classroom action research). Subjek penelitian dilaksanakan pada kelas V SD Negeri 1 Rawalo Kecamatan Rawalo Kabupaten Banyumas dengan jumlah siswa sebanyak 21 siswa, 13 siswa laki – laki dan 8 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara tes dan non test berupa post test. Hasil penelitian pada pra Siklus, Siklus I dan Siklus II menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri 1 Rawalo, peningkatan tersebut terjadi pada setiap pertemuan. Pada pra siklus yaitu sebanyak 5 Siswa yang mencapai nilai KKM dan 16 siswa belum mencapai nilai KKM. Pada siklus I yaitu sebanyak 9 siswa yang mencapai nilai KKM dan 12 siswa yang belum mencapai nilai KKM. Pada siklus II yang memperoleh nilai di atas KKM sebanyak 19 siswa dan 2 siswa masih di bawah KKM. Berdasarkan data tersebut penelitian dianggap telah mencapai target yang telah ditentukan karena sudah malampaui indikator keberhasilan yang telah ditentukan yaitu 75% dengan kriteria baik. Simpulan dari Penelitian ini memiliki tujuan penelitian secara umum yaitu mendeskripsikan penggunaan model pembelajaran dengan media manipulatif mengenai operasi bilangan pecahan dengan penyebut berbeda Siswa Kelas V SD Negeri 1 Rawalo.

Kata kunci : Media Manipulatif, Meningkatkan Kemampuan Siswa, Operasi Pecahan Dengan Penyebut Berbeda.

PENDAHULUAN

Guru bukan satu-satunya sumber belajar lagi, akan tetapi dengan perkembangan teknologi digital di era informasi telah mempercepat proses informasi dan komunikasi. Berbegai bahan pembelajaran dapat tersimpan dalam file elektronik dalam jumlah tak berhingga, terunggah dalam sistem online yang sangat canggih.

Diantara banyak media, media manipulatif merupakan alat bantu yang digunakan pada pembelajaran matematika untuk kemudahan siswa memahami konsep dan prosedur matematika dengan permainan yang berbentuk kecil dan dapat diletakkan di atas meja sehingga membantu anak terampil bekerja dan mengembangkan daya pikirnya atau dapat membantu membentuk pola berfikir sistematis. Kata kata dan gambar merupakan perpaduan yang sangat baik dalam proses pengiriman pesan, informasi atau materi pelajaran.

Menurut Seefeldt dan Wasik dalam Dwansi ‎(2017) menjelaskan media manipulatif adalah semua alat permainan yang berbentuk kecil dan dapat diletakkan di atas meja sehingga membantu anak terampil bekerja dan mengembangkan daya pikirnya atau dapat membantu membentuk pola berfikir sistematis.

Salah satu usaha agar mutu guruan di SD Negeri 1 Rawalo Korwilcam Dindik Rawalo Dinas Guruan Kabupaten Banyumas berusaha untuk memperbaiki dengan melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Melalui tindakan tersebut diharapkan permasalahan yang terjadi di SD Negeri 1 Rawalo khususnya kelas V (lima) dengan didukung oleh sarana dan prasana yang memadai dalam melakukan proses pembelajaran dimana ditemukan siswa yang bosan ketika diterangkan, diberi tugas kelompok dan diskusi kelompok dikarenakan kurangnya guru memanfaatkan dan menggunakan media pembelajaran yang sesuai tema maka peneliti mencoba untuk membuat media manipulatif yang diharapkan mampu mengaktifkan dan memberi penjelasan dengan mudah kepada Siswa dalam mempelajari konsep bilangan pecahan.

Berdasarkan wawancara dan observasi singkat yang dilakukan peneiliti SD Negeri 1 Rawalo Tahun Pelajaran 2019/2020, didapati perolehan nilai hasil ulangan harian mata pelajaran matematika pada tema operasi bilangan pecahan semester I masih di bawah KKM yang ditentukan sebesar 70. Hal itu di tunjukan dari jumlah siswa kelas V sebanyak 21 yang mendapat nialai tuntas sebanyak 5 sehingga masih ada 16. siswa yang perlu dilakukan remedial. Hal tersebut dikarenakan kurang optimalnya guru dalam menggunakan media pembelajaran ketika melaksanakan proses pembelajaran.

Dengan memperhatikan faktor penyebab rendahnya hasil belajar dan rendahnya minat belajar siswa terhadap mata pelajaran matematika tema operasi bilangan pecahan. Maka peneliti mencoba mencari solusi mengatasi permasalahan siswa kelas V SD Negeri 1 Rawalo Korwilcam Dindik Rawalo dalam memahami operasi bilangan pecahan peneliti akan menggunakan media manipulatif.

KAJIAN PUSTAKA

Media Manipulatif 

Seefeldt dan Wasik dalam RM Dwansi ‎(2017) menjelaskan media manipulatif adalah semua alat permainan yang berbentuk kecil dan dapat diletakkan di atas meja sehingga membantu anak terampil bekerja dan mengembangkan daya pikirnya atau dapat membantu membentuk pola berfikir sistematis.

Alat Peraga Lingkaran

Alat peraga lingkaran dapat disebut dengan alat peraga lingkaran pecahan. Lingkaran pecahan merupakan salah satu komponen dari alat peraga teropong pecahan. Alat peraga teropong pecahan dapat digunakan untuk membantu anak memahami konsep penjumlahan dan pengurangan pecahan. Berdasarkan pendapat tersebut, maka penggunaan alat peraga lingkaran sesuai dengan materi penjumlahan dan pengurangan pada bilangan pecahan. pecahan merupakan model bangun lingkaran yang dibuat dari mika, dengan diameter sama dengan diameter penyangga. Penyangga ini dalam alat peraga lingkaran disebut dengan alas. Jadi, alat peraga lingkaran terdiri dari alas dan lingkaran mika (Pitadjeng dalam Lilik Endang, 2016).

Media gambar

Media gambar adalah suatu media visual yang hanya bisa dilihat saja, akan tetapi tidak mempunyai unsur audio atau suara. media gambar menjadi sarana pembelajaran untuk penyampaian materi dari guru kepada siswa yang bertujuan untuk memudahkan siswa memahami materi, mengingat-ingat isi materi yang dijelaskan oleh guru, menambah wawasan siswa, membantu minat siswa untuk mengikuti pembelajaran, serta memfasilitasi aktivitas, dalam proses pembelajaran. Sadiman Arief S. (2003:21) media gambar adalah sebuah gambar yang berkaitan dengan materi pelajaran yang berguna untuk menyampaikan pesan dari guru kepada siswa fungsi edukatif artinya mendidik dan memberikan pengaruh positif pada pendidikan.

Media Papan Berpaku.

Media papan berpaku adalah media pembelajaran matematika yang terbuat dari Papan, paku dan dilengkapi dengan karet gelang. Fungsinya sebagai alat bantu dalam menanamkan konsep atau pengertian geometri.  Lagadoni dalam Yohanes Lagadoni Keraf (2017) menjelaskan Papan berpaku merupakan salah satu jenis media yang dapat digunakan sebagai alat peraga untuk mengajarkan materi bangun datar. Media ini berupa papan yang ditancapkan paku pada permukaannya.

Sururi (2020) menjelaskan menjelaskan Papan berpaku merupakan salah satu jenis media yang dapat digunakan sebagai alat peraga untuk mengajarkan materi bangun datar. Media ini berupa papan yang ditancapkan paku pada permukaannya. Paku-paku ini ditancapkan hanya setengah-setengah dari paku tersebut dibiarkan timbul ke permukaan papan dengan bentuk persegi-persegi kecil.

Operasi Bilangan Pecahan

Bilangan pecahan tidak dapat digunakan untuk menyatakan banyak anggota suatu himpunan Namun demikian, penjumlahan dan pengurangan bilangan pecahan dapat diperagakan dengan benda-benda kongrit, bangun-bangun datar, atau garis bilangan. Penjumlahan dan pengurangan bilangan pecahan dapat dikelompokkan dalam dua jenis. Jenis pertama, pejumlahan dan pengurangan bilangan pecahan senama; dan penjumlahan dan pengurangan bilangan pecahan tidak senama.

Kerangka Pikir

Dapat dibuat skema pada gambar 2.3 kerangka berpikir sebagai berikut:

Kondisi awal

  1. Model pembelajaran konvensional, berpusat pada guru, dekontekstual.
  2. Siswa kurang aktif dalam pembelajaran.
  3. Ketiadaan media dan alat peraga dalam pembelajaran.
  4. Siswa kesulitan dalam memahami konsep matematika secara abstrak

Pelaksanaan Tindakah

Pelaksanaan Tindakan Langkah-langkah dengan media manipulatif:

  1. Mempersiapkan media manipulatif sesuai dengan tujuan pembelajaran.
  2. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan memotivasi siswa belajar.
  3. Guru memperkenalkan masalah kontekstual kepada siswa dan mencontohkan bagaimana menggunakan manipulatif.
  4. Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok untuk diskusi.
  5. Siswa menyelesaikan masalah dengan cara mereka sendiri dan bereksplorasi dengan media manipulatif.
  6. Guru membimbing kegiatan siswa baik secara individu ataupun kelompok.
  7. Siswa mempresentasikan hasil kerjanya dan mengomentari hasil kerja temannya.
  8. Siswa menempel tabel manipulatif di kelas.
  9. Mengarahkan siswa menemukan aturan yang bersifat umum.
  10. Guru mengajak siswa menarik kesimpulan tentang apa yang telah mereka lakukan dan pelajari

Kondisi Akhir

  1. Pembelajaran menjadi lebih bermakna.
  2. Siswa menguasai konsep matematika.
  3. Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran meningkat.
  4. Aktivitas siswa dalam pembelajaran matematika meningkat.
  5. Hasil belajar siswa kelas V akan meningkat

Hipotesis Tindakan

Hipotesis dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Media Manipulatif dapat Meningkatkan Kemampuan Siswa Melakukan Operasi Bilangan Pecahan dengan Penyebut Berbeda Kelas V Semester I SD Negeri 1 Rawalo Tahun Pelajaran 2019/2020.

METODE PENELITIAN

Lokasi Penelitian

Tempat penelitian dilaksanakan di SD Negeri 1 Rawalo yang beralamat di desa Rawalo Kecamatan Rawalo Kabupaten Banyumas. SD Negeri 1 Rawalo memiliki 6 kelas dan 6 orang guru kelas 2 orang guru mata pelajaran. Jumlah Siswa yang ada di SD Negeri 1 Rawalo berjumlah 145 siswa.

Waktu Penelitian

Waktu penelitian dilakanakan pada semester 1 (ganjil) tahun pelajaran 2019/2020. Penelitian ini berlangsung selama empat bulan, yaitu bulan Agustus sampai dengan bulan November 2019

Subjek Penelitian

Subjek penelitian dilaksanakan pada kelas V SD Negeri 1 Rawalo Kecamatan Rawalo Kabupaten Banyumas dengan jumlah siswa sebanyak 21 siswa, 13 siswa laki – laki dan 8 Siswa perempuan.

Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan penelitian tindakan kelas ini adalah tes, observasi dan dokumentasi.

Instrumen Penelitian

Bentuk instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Soal Tertulis & Lembar Observasi

Teknik Analisis Data

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Data Tes Tertulis dan Analisis Data Observasi

Prosedur Penelitian

Gambar 3.1 Rancangan Penelitian Tindakan

Model Kemmis dan Taggart

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Kondisi Awal

Berdasarkan hasil tes, diperoleh data yang berupa angka-angka mengenai nilai masing-masing siswa yang selengkapnya dapat dilihat pada tabel 4.1.

No Nama Nilai Pra Siklus
N.Penget N. Ketramp N. Sikap Nilai Akhir
Nilai T/BT Nilai T/BT Nilai T/BT Nilai T/BT
1. ALIFAH NUR ISTIANAH 70 T 70 T 80 T 73,3 T
2. ANGGITA NUR FAHRIZAL 70 T 70 T 70 T 70 T
3. ANNA AFI RAMADHANI 30 BT 30 BT 30 BT 30 BT
4. AZIS SAHRUL SETIAWAN 40 BT 40 BT 40 BT 40 BT
5. BAYU ANJUN APRILIAN 40 BT 40 BT 40 BT 40 BT
6. FADLI WILIANSYAH 20 BT 20 BT 20 BT 20 BT
7. GARDIN DINERO 50 BT 70 T 50 BT 70 T
8. IBNU AZIS PRATAMA 50 BT 70 T 50 BT 70 T
9. MUHAMMAD VIRZA MAULANA 20 BT 20 BT 20 BT 20 BT
10. MUHAMMAD YUSUF 50 BT 70 T 50 BT 56,7 BT
11. NAFIZ BAGAS MAULANA 40 BT 40 BT 40 BT 40 BT
12. NIKITA KEYSA JULIETA 20 BT 20 BT 20 BT 20 BT
13. RADITYA HENDRIANTO 20 BT 20 BT 20 BT 20 BT
14. RAHMADANI AZZAHRA 70 T 70 T 70 B 70 T
15. TALITHA KHALIFATUL K 20 BT 20 BT 20 BT 20 BT
16. WIKE NUR AZIZAH 70 T 70 T 70 B 70 T
17. FARENDY HOZINATUL ASROR 40 BT 40 BT 40 BT 40 BT
18. WIRA PRATAMA SAPUTRA 40 BT 50 BT 30 BT 40 BT
19. MALSI FA’AZ RAMADANI 30 BT 30 BT 30 BT 30 BT
20. RISTIANA NILA SARI 70 T 70 T 70 T 70 T
21. PUTRI RAHMAWATI 40 BT 40 BT 40 BT 40 BT
jumlah 900 970 950
rata- tara 42,9 46,1 45,2
tuntas 5 8 7
belum tuntas 16 13 14
prosentase ketuntasan 24% 38% 33%
prosentase belum tuntas 76% 62% 86%

Tabel 4.1 Hasil Belajar Pra Siklus

Dari keterangan tabel di atas dapat dijelaskan pada tabel persentase ketuntasan siswa hasil belajar pra siklus pada tabel 4.2 sebagai berikut :

No Uraian Siswa tuntas Siswa belum tuntas
Frekuensi % Frekuensi %
Nilai Pengetahuan 5 24% 16 76%
Nilai Keterampilan 8 38% 13 62%

Tabel 4.2 Persentase Ketuntasan Siswa Pra Siklus

Berikut peneliti tampilkan hasil tes pada pra siklus dalam bentuk diagram batang sebagai berikut:

Gambar 4.1 Diagram Batang Hasil Belajar Pra Siklus

Dari gambar 4.1 dapat dijelaskan bahwa nilai pra siklus dari nilai pengetahuan sebanyak 5 siswa (24%) dari 21 siswa kelas V mendapatkan nilai di atas KKM, sedangkan 16 siswa (76%) lainnya mendapat nilai rata-rata di bawah KKM. Kemudian nilai pra siklus nilai keterampilan sebanyak 8 siswa (38%) dari 21 siswa kelas V mendapatkan nilai diatas KKM, sedangkan 13 siswa (62%) lainnya mendapatkan nilai rata-rata di bawah KKM. Dari jumlah rata-rata kelas V nilai prestasi belejar Matematika belum memenuhi KKM yang telah ditentukan.

Siklus I

Hasil tes formatif siswa disajikan dalam tabel berikut :

No NAMA Nilai NILAI SIKLUS 1
Pra N.Penget N. ketramp. N. Sikap N.Akhir
Siklus Nilai T/BT Nilai T/BT Nilai T/BT Nilai T/BT
1. ALIFAH NUR ISTIANAH 70 70 T 70 T 70 B 70 T
2. ANGGITA NUR FAHRIZAL 70 70 T 70 T 70 B 70 T
3. ANNA AFI RAMADHANI 30 50 BT 50 BT 50 BT 50 BT
4. AZIS SAHRUL SETIAWAN 40 60 BT 60 BT 60 BT 60 BT
5. BAYU ANJUN APRILIAN 40 60 BT 60 BT 60 BT 60 BT
6. FADLI WILIANSYAH 20 40 BT 40 BT 40 BT 40 BT
7. GARDIN DINERO 50 70 T 70 T 70 T 70 T
8. IBNU AZIS PRATAMA 50 70 T 70 T 70 T 70 T
9. MUHAMMAD VIRZA 20 70 T 70 T 70 T 70 T
10. MUHAMMAD YUSUF 50 70 T 70 T 70 T 70 T
11. NAFIZ BAGAS MAULANA 40 40 BT 40 BT 40 BT 40 BT
12. NIKITA KEYSA JULIETA 20 50 BT 50 BT 50 BT 50 BT
13. RADITYA HENDRIANTO 20 50 BT 50 BT 50 BT 50 BT
14. RAHMADANI AZZAHRA 70 70 T 70 T 70 T 70 T
15. TALITHA KHALIFATUL 20 50 BT 50 BT 50 BT 50 BT
16. WIKE NUR AZIZAH 70 70 T 70 T 70 T 70 T
17. FARENDY HOZINATUL 40 60 BT 60 BT 60 BT 60 BT
18. WIRA PRATAMA SAPUTRA 40 60 BT 60 BT 60 BT 60 BT
19. MALSI FA’AZ RAMADANI 30 60 BT 60 BT 60 BT 60 BT
20. RISTIANA NILA SARI 70 70 T 70 T 70 T 70 T
21. PUTRI RAHMAWATI 40 60 BT 60 BT 60 BT 60 BT
jumlah 900 1270
rata- tara 42,86 60,5
tuntas 5 9
belum tuntas 16 12
prosentase ketuntasan 24% 43%
prosentase belum tuntas 76% 57%

Tabel 4.3 Data Hasil Evaluasi Matematika operasi bilangan pecahan dengan penyebut berbeda Siklus I

Dari tabel diatas dapat diketahui model pembelajaran dengan menggunakan media manipulatif untuk meningkatkan kemampuan siswa melakukan operasi bilangan pecahan dengan penyebut berbeda siswa kelas V Semester I SD Negeri 1 Rawalo. Pada Pra Siklus siswa yang belum tuntas belajar sebanyak 16 siswa (76%). Pada Siklus I siswa yang belum tuntas belajar sebanyak 12 anak (57%). Setelah melalui tindakan perbaikan, siswa yang tuntas belajar mengalami peningkatan.

Dari keterangan di atas dapat dibuatkan tabel persentase ketuntasan siswa sebagai berikut :

No Uraian Siswa tuntas Siswa belum tuntas
Frekuensi % Frekuensi %
Pra Siklus 5% 24% 16 76%
Siklus I 9% 43% 12 57%

Tabel 4.4 Persentase Ketuntasan Siswa Pra Siklus dan Siklus I

Berikut peneliti tampilkan hasil Hasil Evaluasi Matematika operasi bilangan pecahan dengan penyebut berbeda pada siklus I dalam bentuk diagram batang sebagai berikut:

Gambar 4.2 Diagram Batang Hasil Belajar Pra Siklus dan Siklus I

Dari gambar 4.2 dapat dijelaskan bahwa nilai pra siklus sebanyak 5 siswa (24%) dari 21 siswa kelas V mendapatkan nilai di atas KKM, sedangkan 16 siswa (76%) lainnya mendapat nilai rata-rata di bawah KKM. Kemudian nilai siklus I sebanyak 9 siswa (43%) dari 21 siswa kelas V mendapatkan nilai diatas KKM, sedangkan 12 siswa (57%) lainnya mendapatkan nilai rata-rata di bawah KKM. Dari jumlah rata-rata kelas V nilai prestasi belejar Matematika belum memenuhi KKM yang telah ditentukan.

SIKLUS II

Hasil tes formatif siswa disajikan dalam tabel berikut :

No Nama Nilai Nilai NILAI SIKLUS II
Pra Siklus N. Pengetahn N.Ketramp N.Sikap N. Akhir
Siklus I Nilai T / BT Nilai T / BT Nilai T / BT Nilai T / BT
1. ALIFAH NUR I 70 70 80 T 80 T 80 B 80 T
2. ANGGITA NUR F 70 70 90 T 90 T 90 B 90 T
3. ANNA AFI R 30 50 80 T 80 T 80 B 80 T
4. AZIS SAHRUL S 40 60 80 T 80 T 80 B 80 T
5. BAYU ANJUN A 40 60 80 T 80 T 80 B 80 T
6. FADLI WILIANSYAH 20 40 80 T 80 T 80 B 80 T
7. GARDIN DINERO 50 70 80 T 80 T 80 B 80 T
8. IBNU AZIS PRATAMA 50 70 90 T 90 T 90 B 90 T
9. MUHAMMAD VIRZA 20 70 80 T 80 T 80 B 80 T
10. MUHAMMAD YUSUF 50 70 90 T 90 T 90 B 90 T
11. NAFIZ BAGAS M 40 40 80 T 80 T 80 B 80 T
12. NIKITA KEYSA J 20 50 80 T 80 T 80 B 80 T
13. RADITYA H 20 50 80 T 80 T 80 B 80 T
14. RAHMADANI A 70 70 90 T 90 T 90 B 90 T
15. TALITHA KHALIFATUL 20 50 50 BT 50 BT 50 C 50 BT
16. WIKE NUR AZIZAH 70 70 80 T 80 T 80 B 80 T
17. FARENDY HOZINATUL 40 60 50 BT 50 BT 50 C 50 BT
18. WIRA PRATAMA 40 60 80 T 80 T 80 B 80 T
19. MALSI FA’AZ R 30 60 80 T 80 T 80 B 80 T
20. RISTIANA NILA SARI 70 70 80 T 80 T 80 B 80 T
21. PUTRI RAHMAWATI 40 60 80 T 80 T 80 B 80 T
Jumlah 900 1270 1660
rata- tara 42,9 60,5 79,0
Tuntas 5 9 19
belum tuntas 16 12 2
prosentase ketuntasan 24% 43% 90%
prosentase belum tuntas 76% 57% 10%

Tabel 4.5 Data Hasil Evaluasi Matematika Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan Siklus II

Dari tabel diatas dapat diketahui Pada Pra Siklus siswa yang belum tuntas belajar sebanyak 16 siswa (76%). Pada Siklus I siswa yang belum tuntas belajar sebanyak 12 siswa (57%), kemudian pada siklus 2 siswa yang belum tuntas belajar sebanyak 2 siswa (10%) sehingga tingkat ketuntasan di akhir siklus 2 sebanyak 19 siswa (90%). Setelah melalui tindakan perbaikan, siswa yang tuntas belajar mengalami peningkatan dan melampaui target keberhasilan.

Dari keterangan di atas dapat dibuatkan tabel persentase ketuntasan siswa sebagai berikut :

No Uraian Siswa tuntas Siswa belum tuntas
Frekuensi % Frekuensi %
Pra Siklus 5 24% 16 76%
Siklus I 9 43% 12 57%
Siklus II 19 90% 2 10%

Tabel 4.6 Persentase Ketuntasan Siswa Pra Siklus, Siklus I, dan Siklus II

Berikut peneliti tampilkan hasil Hasil Evaluasi Matematika operasi bilangan pecahan dengan penyebut berbeda pada siklus II dalam bentuk diagram batang sebagai berikut:

Gambar 4.4 Diagram Batang Hasil Evaluasi Matematika

Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan Siklus II

Dari gambar 4.3 dapat dijelaskan bahwa nilai pra siklus dari nilai pengetahuan sebanyak 5 siswa (24%) dari 21 siswa kelas V mendapatkan nilai di atas KKM, sedangkan 16 siswa (76%) lainnya mendapat nilai rata-rata di bawah KKM. Nilai siklus I sebanyak 9 siswa (43%) dari 21 siswa kelas V mendapatkan nilai diatas KKM, sedangkan 12 siswa (57%) lainnya mendapatkan nilai rata-rata di bawah KKM. Kemudian nilai siklus II sebanyak 19 (90%) dari 21 siswa kelas V mendapatkan nilai di atas KKM, sedangkan 2 siswa (10%) lainnya mendapatkan nilai rata-rata dibawah KKM.

PEMBAHASAN

Hasil penelitian pada pra Siklus, Siklus I dan Siklus II menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri 1 Rawalo, peningkatan tersebut terjadi pada setiap pertemuan. Pada pra siklus yaitu sebanyak 5 Siswa yang mencapai nilai KKM dan 16 siswa belum mencapai nilai KKM. Pada siklus I yaitu sebanyak 9 siswa yang mencapai nilai KKM dan 12 siswa yang belum mencapai nilai KKM. Pada siklus II yang memperoleh nilai di atas KKM sebanyak 19 siswa dan 2 siswa masih di bawah KKM. Berdasarkan data tersebut penelitian dianggap telah mencapai target yang telah ditentukan karena sudah malampaui indikator keberhasilan yang telah ditentukan yaitu 75% dengan kriteria baik.

KESIMPULAN DAN SARAN

KESIMPULAN

Penelitian ini memiliki tujuan secara umum yaitu mendeskripsikan penggunaan model pembelajaran dengan media manipulatif untuk meningkatkan kemampuan siswa melakukan operasi bilangan pecahan dengan penyebut berbeda di kelas V SD Negeri 1 Rawalo. Prestasi hasil evaluasi siswa pun meningkat namun masih ada beberapa siswa yang masih kesulitan dalam menyelesaikan soal operasi bilangan pecahan dengan penyebut berbeda.

Mengacu pada hasil tindakan yang dilakukan sehingga dapat diketahui Model Pembelajaran dengan media manipulatif untuk meningkatkan kemampuan siswa melakukan operasi bilangan pecahan dengan penyebut berbeda di kelas V SD Negeri 1 Rawalo. Pada Pra Siklus siswa yang belum tuntas belajar sebanyak 16 siswa (76%). Pada Siklus I peserta didik yang belum tuntas belajar sebanyak 12 siswa (43%). Pada siklus II peserta didik yang belum tuntas belajar sebanyak 2 siswa (10%). Dengan demikian siswa yang tuntas pada perhitungan pra siklus, siklus I dan Siklus II mengalami peningkatan yang cukup drastis.

SARAN

  1. Pendidik mampu mempersiapkan rencana pembelajaran yang baik dengan memaksimalkan penggunaan model-model pembelajaran serta media sebagai bahan pembelajaran.
  2. Pendidik mampu mengelola kelas dengan baik, sehingga peserta didik aktif mengikuti pelajaran.
  3. Pendidik mampu memotivasi siswa untuk menumbuhkan keberanian untuk meningkatkan keberanian dalam merancang pembelajaran yang inovatif dengan memanfaatkan media dengan baik dan benar.

DAFTAR PUSTAKA

Amir, A. 2014. Pembelajaran Matematika SD dengan Menggunakan Media Manipulatif. Forum Pedagogik. 6(1). 72-89.

Damayanti, N. W., Mayangsari, S. N., & Mahardhika, L. T. 2017. Kontruksi Rumus Luas Lingkaran Berbasis Media Manipulatif dalam Setting Pembelajaran Kooperatif. Jurnal Ilmiah Edutic. 3(2). 117-124.

Delis, I & Wibowo, E. K. 2020. Efektivitas Penggunaan Media Manipulatif Mika Transparan terhadap Hasil Belajar Matematika Materi Pecahan. Jurnal Pendidikan Dasar. 7(1). 19-36.

Dwansi. RM., Riswandi., R. & Surahman., M. 2017. Pengenalan Geometri Anak Usia Dini Melalui Media Manipulatif. Jurnal Pendidikan Anak.

Emadwiastini, I.A. I Wyn.Wiarta dan M.G.Rini Kristiantari. 2014.Model Pembelajaran Bcct Berbantuan Media Manipulatif Berpengaruh Terhadap Hasil Belajar Matematika.Jurnal Mimbar PGSD Universitas Pendidikan Ganesha Jurusan PGSD, 2 (1).

Hamda., Syam, R. & Wahyuni, M. S. 2020. Perancangan Alat Peraga dalam Pembelajaran Matematika. Seminar Nasional Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat. 496-499.

Herdianti. A. & Dharmayana. I., W. 2017. Penggunaan Media Manipulatif untuk Meningkatkan Aktivitas Pembelajaran Matematika. TRIANDIK. 16(2). 35-43.

Hidayah, I. 2018. Pembelajaran Matematika Berbantuan Alat Peraga Manipulatif Pada Jenjang Pendidikan Dasar dan Gerakan Literasi Sekolah. Prisma, Prosiding Seminar Nasional Matematika. 1-11.

McTaggart, R.(1991). “Action Research: A Short Modern History”. Geelong: Deakin University Press.

Muhsetyo, dkk. (2007). Pembelajaran Matematika SD. Jakarta: Universitas Terbuka.

Monawati & Yamin, M. 2016. Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Lesson Study Pada Penjumlahan Pecahan di Kelas IV SDN LAMSAYEUN. Jurnal Pesona Dasar. 3(4). 12-21.

Nurmayasari. 2016. Pengaruh Penggunaan Media Manipulatif Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Kelas IV Sekolah Dasar. Artikel Penelitian.

Sariyyah, N. 2020. Pemanfaatan Media Manipulatif untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains di Kelas V SDI Ende 14. Jurnal Kiprah. 8(2). 123-131.

Siregar, E. Y. 2018. Peningkatan Hasil Belajar Pecahan dengan Menerapkan Media Manipulatif melalui Teknik Permainan Roda Desimal pada Siswa Kelas V-A SD Negeri 101110 GunungTua Kecamatan Padang Bolak Kabupaten Padang Lawas Utara. Skripsi.

Susanto, Ahmad. 2016. Teori Belajar & Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta: Prenamedia.

Suryawan. I. P. P. Hartawan. IGN. Y. & Sukmana. A. I. W. L. Y. 2019. Desain Media Manipulatif Pecahan Berbasis Montessori untuk SD Gugus VI Kecamatan Baturiti. Jurnal Widya Laksana. 8(2). 125-138.

Sururi, R. 2020. Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran Matematika Menggunakan Media Papan Berpaku di Kelas IV MI Negeri 1 Kota Bengkulu. Skripsi.

Utami, Y. S. 2020. Penggunaan Media Gambar Untuk Meningkatkan Hasil belajar Siswa Dalam Pembelajaran IPA. Jurnal Pendidikan dan Konseling. 2(1). 104-109.

Zulfah. U., Utaminingsih., S. & Bintoro., H. S. 2018. Penerapan Model Inquiry Berbantuan Media Manipulatif untuk Meningkatkan Kemampuan Koneksi Matematika SD. Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika. 1(1). 42-50.

BIO DATA PENULIS

Nama : Hery Subiyanto, S.Pd.SD.

NIP : 196411101985081001

Unit Kerja : SD Negeri 1 Rawalo

You cannot copy content of this page