Iklan

MEDIA GOOGLE CLASSROOM DAPAT MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR MATEMATIKA PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN PENYEBUT BERBEDA DI KELAS V SD NEGERI PESAWAHAN SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2020/2021

Wilis Gunanti, S.Pd.

ABSTRAK

Permasalahan yang banyak terjadi pada siswa dalam mengikuti pembelajaran daring adalah kurangnya optimal dalam pelaksanaannya sebagaimana yang dialami oleh siswa kelas V (lima) SD Negeri Pesawahan Korwilcamdindik Rawalo Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas. Permasalahan yang terjadi bukan hanya terdapat pada sistem media pembelajaran saja. Akan tetapi kemampuan guru dan siswa serta ketersediaan kuota juga menjadi kendala. Penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau yang dikenal dengan (classroom action research). Subjek penelitian dilaksanakan pada kelas V SD Negeri Pesawahan Kecamatan Rawalo Kabupaten Banyumas dengan jumlah siswa sebanyak 19 siswa, 11 siswa laki-laki dan 8 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara tes dan non test berupa post test. Hasil penelitian pada pra-siklus, siklus I, dan siklus II menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri Pesawahan. Pada Tabel 4.7, terdapat peningkatan pada setiap pertemuan. Pada pra siklus yaitu sebanyak 8 siswa yang mencapai nilai KKM dan 11 siswa belum mencapai nilai KKM. Pada siklus I yaitu sebanyak 11 siswa yang mencapai nilai KMM dan 8 siswa yang belum mencapai nilai KKM. Pada siklus 2 yang memperoleh nilai di atas KKM sebanyak 19 siswa dan 0 siswa masih di bawah KKM. Berdasarkan data tersebut penelitian dianggap telah mencapai target yang telah ditentukan, karena sudah mencapai indikator keberhasilan yang telah ditentukan yaitu 100% dengan kriteria sangat baik. Simpulan dalam penelitian ini memiliki tujuan penelitian secara umum yaitu mendeskripsikan pemanfaatan virtual classroom melalui google classroom dalam meningkatkn aktifitas hasil belajar matematika di kelas V SD Negeri Pesawahan.

Kata Kunci : Media Google Classroom, aktivitas belajar, penjumlahan dan pengurangan dengan penyebut berbeda.

PENDAHULUAN

Pembelajaran Matematika merupakan pembelajaran yang sangat dibutuhkan bagi setiap siswa sekolah dasar sebagai pondasi untuk dapat mengembangkan pengetahuan baik secara langsung maupun secara virtual. Pada masa pandemi Covid-19 sebuah realita yang harus dihadapi oleh semua guru maupun siswa. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah memiliki pengaruh yang besar terhadap proses pengajaran dan pembelajaran.

Sistem pembelajaran daring (dalam jaringan) merupakan sistem pembelajaran tanpa tatap muka secara langsung antara guru dan siswa tetapi dilakukan melalui online yang menggunakan jaringan internet. Guru harus memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan, meskipun siswa berada di rumah. Solusinya, guru dituntut dapat mendesain media pembelajaran sebagai inovasi dengan memanfaatkan media daring (online).

Pembelajaran daring tidak bisa lepas dari jaringan internet. Koneksi jaringan internet menjadi salah satu kendala yang dihadapi siswa yang tempat tinggalnya sulit untuk mengakses internet. Apalagi siswa tersebut tempat tinggalnya di daerah pedesaan, terpencil dan tertinggal. Kalaupun ada yang menggunakan jaringan seluler, terkadang jaringan tersebut tidak stabil, karena letak geografis yang masih jauh dari jangkauan sinyal seluler.

Dalam hal ini juga menjadi permasalahan yang banyak terjadi pada siswa yang mengikuti pembelajaran daring sehingga kurang optimal pelaksanaannya sebagaimana yang dialami oleh siswa kelas V (lima) SD Negeri Pesawahan Korwilcamdindik Rawalo Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas. Permasalahan yang terjadi bukan hanya terdapat pada sistem media pembelajaran saja. Akan tetapi kemampuan guru dan siswa serta ketersediaan kuota juga menjadi kendala tersendiri yang membutuhkan biaya cukup tinggi bagi siswa dan guru guna memfasilitasi kebutuhan pembelajaran daring.

Kegiatan analisis kebutuhan model-model pembelajaran direkomendasikan blog dapat digunakan sebagai tools atau media dalam pembelajaran, aplikasi blog yang bersifat opensource diperoleh data sebagai berikut; dari jumlah siswa sebanyak 19 yang dapat melaksanakan pembelajaran menggunakan Google Classroom dan mencapai nilai diatas KKM pada minggu pertama sebanyak 8 siswa, pada minggu ke dua sebanyak 11 siswa dan minggu ke tiga sebanyak 19 siswa.

Berdasarkan latar belakang di atas diperoleh hasil pada kegiatan analisis kebutuhan model pembelajaran dengan menggunakan blog diatas, sehingga penulis mengambil judul “Media Google Classroom dapat Meningkatkan Aktivitas Belajar Matematika Penjumlahan dan Pengurangan Penyebut Berbeda Di Kelas V SD Negeri Pesawahan Semester I Tahun Pelajaran 2020/2021”. Diharapkan dapat menjadi solusi dalam mengatasi persoalan pembelajaran dimasa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19).

KAJIAN PUSTAKA

Media Google Classroom

Media Google Classroom merupakan media yang membantu siswa dalam proses pembelajaran jarak jauh yang dilakukan secara online, seperti halnya belajar dari rumah (BDR) dengan bantuan internet. Kemudian ada beberapa hal positif yang dapat kita peroleh dengan adanya Belajar Dari Rumah (BDR) diantaranya dalam proses pembelajaran, guru maupun siswa semakin kreatif, tanggung jawab meningkat, dan kemandirian belajara siswa meningkat.

Guru dan siswa saling berdiskusi untuk mencari dan menentukan pola yang efektif dalam pembelajaran sejak diberlakukan belajar dari rumah (BDR). Tentunya bagi siswa, peraturan ini akan mengganggu proses belajar mereka terlebih lagi saat ini banyak siswa berada ditahun terakhir sekolah. Mereka lebih membutuhkan waktu belajar yang lebih banyak untuk menghadapi ujian akhir. Tetapi pemerintah Indonesia telah mengeluarkan pengumuman peniadaan ujian nasional untuk tetap meminta masyarakat tetap berada dirumah dan memutus serta memperpendek rantai penyebaran covid-19.

Hasil Belajar

Hasil belajar diperoleh melalui penilaian, nilai dalam bentuk angka-angka diolah dan dianalisis sehingga memperoleh hasil belajar yang menjadi acuan berhasil atau tidaknya suatu pembelajaran dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Hasil belajar siswa pada hakikatnya merupakan perubahan tingkah laku setelah melalui proses belajar mengajar, yang awalnya tidak tahu menjadi tahu dan faham.

Menurut Hamalik dalam Junida Sari (2018) menjelaskan hasil belajar adalah sebagai terjadinya perubahan tingkah laku pada diri seseorang yang dapat diamati dan diukur bentuk pengetahuan, sikap dan keterampilan. Perubahan tersebut dapat diartikan sebagai terjadinya peningkatan dan pengembangan yang lebih baik sebelumnya yang tidak tahu menjadi tahu.

Aktivitas Belajar Siswa

Menurut Anton M. Mulyono menjelaskan aktivitas artinya kegiatan atau keaktifan. Jadi segala sesuatu yang dilakukan atau kegiatan-kegiatan yang terjadi baik fisik maupun non-fisik, merupakan suatu aktivitas. Sedangankan menurut Sriyono aktivitas adalah segala kegiatan yang dilaksanakan baik secara jasmani atau rohani.

Aktivitas belajar merupakan segala kegiatan yang dilakuakan dalam proses interaksi (guru dan siswa) dalam rangka mencapai tujuan belajar. Aktivitas belajar adalah penekanannya pada siswa, sebab dengan adanya aktivitas siswa dalam proses pembelajaran terciptalah situas belajar aktif.

Pembelajaran Matematika

Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang harus dipelajari siswa, melalui suatu upaya atau serangkaian aktivitas dalam pembelajaran, sehingga siswa dapat mengembangkan pola pikirnya, dan dapat memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Matematika merupakan suatu ilmu yang bersifat universal mampu berintegrasi dengan mata pelajaran yang lain maupun kehidupan nyata (Ngaeni & Saefudin, 2017).

Vygotsky dalam Santoso (2013) menyatakan “pembelajaran Matematika merupakan proses pemberian pengalaman belajar kepada siswa melalui serangkaian kegiatan yang terencana sehingga siswa memperoleh kompetensi tentang bahan Matematika yang dipelajari”. Salah satu komponen yang menentukan ketercapaian kompetensi adalah penggunaan strategi Matematika yang sesuai. Hal tersebut sejalan dengan pendapat Ali (dalam Fahrurrozi, 2017) yang mengemukakan pengembangan pembelajaran matematika berisi: 1) topik yang sedang dibicarakan, 2) tingkat perkembangan intlektual siswa, 3) prinsip dan teori belajar, 4) keterlibatan siswa secara aktif, 5) keterkaitan dengan kehidupan sehari-hari, dan 6) pengembangan dan pemahaman penalaran matematis.

Penjumlahan Pecahan

Penjumlahan pada pecahan ada dua macam, yaitu penjumlahan pecahan yang penyebutnya sama atau penjumlahan pecahan dengan penyebut berbeda. Namun peneliti mengambil materi dengan penjumlahan dan pengurangan pada pecahan pada penyebut berbeda.

Kerangka Pikir

Gambar 2.1 Kerangka Berpikir

Hipotesis Tindakan

Hipotesis dalam  penelitian  ini adalah Media Google Classroom dapat Meningkatkan Aktivitas Belajar Matematika Penjumlahan dan Pengurangan Penyebut Berbeda Di Kelas V SD Negeri Pesawahan Semester I Tahun Pelajaran 2020/2021.

METODE PENELITIAN

Lokasi Penelitian

Tempat penelitian dilaksanakan di SD Negeri Pesawahan yang beralamat di Jalan Lingkar Barat Desa Pesawahan Kecamatan Rawalo Kabupaten Banyumas.

Waktu Penelitian

Waktu penelitian dilakanakan pada semester I tahun pelajaran 2020/2021. Penelitian ini berlangsung selama empat bulan, yaitu bulan Juli sampai dengan bulan Oktober 2020.

Subjek Penelitian

Subjek penelitian dilaksanakan pada kelas V SD Negeri Pesawahan Kecamatan Rawalo Kabupaten Banyumas dengan jumlah siswa sebanyak 19 siswa, 11 siswa laki-laki dan 8 siswa perempuan.

Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah berupa data kualitatif dan kuantitatif.

Data kuantitatif diperoleh dari hasil observasi selama proses pembelajaran melalui Media Google Classroom dan hasil dokumenentasi jalannya proses pembelajaran.

Data kualitatif diperoleh dari hasil belajar setiap akhir siklus .

Instrumen Penelitian

Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara tes dan non-tes berupa pos-test dengan menggunakan soal objektif yaitu isian untuk mengetahui penguasaan konsep siswa. Non-tes berupa lembar observasi kegiatan siswa digunakan untuk menganalisis keterlaksanaan media Google Classroom yang diterapkan.

Teknik Analisis Data

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Data Tes Tertulis dan Analisis Data Observasi

Prosedur Penelitian

Gambar 3.1 Rancangan Penelitian Tindakan Model Kemmis dan Taggart

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Kondisi Awal

Adapun hasilnya perolehan pra-siklus disajikan dalam tabel berikut.

No Induk Nama Siswa Pengetahuan Ketrampilan Sikap Rata-rata Tuntas Belum Tuntas
952 Adnan Margo 40 75 75 63
953 Alifya S. 70 80 83 78
954 Anisatul W. 50 75 75 66
955 Bayu Dwi A. 60 69 70 66
956 Diki Prasetia 50 72 73 65
1051 Delima P. 70 80 82 77
957 Ega Pradina 70 82 84 79
958 Favian A. M. 60 68 70 66
959 Fesa Putri D. 40 72 73 62
960 Hafiz Al M. 70 75 80 75
961 Kumara A. 80 85 83 83
962 Maheswari H. 50 70 73 64
963 Maulinda A. 50 73 71 65
964 Niyas Irza P. 60 69 70 66
965 Roffi K. 80 85 83 83
966 Sagaf S. 70 80 83 78
967 Syifa R. 40 73 72 62
968 Wisnu Febri 80 84 80 81
969 Zara Laras R. 50 72 75 66
Jumlah 1140 1444 1464 1349 8 11
Rata-rata respon 60 76 77 71
Persentase (%) 42% 58%

Tabel 4.1 Hasil Belajar Pra Siklus

Berikut peneliti tampilkan nilai hasil pre-test pada pra siklus dalam bentuk diagram batang di bawah ini :

Gambar 4.1 Grafik Presentase Hasil Belajar Pra Siklus

Dari gambar 4.1 dapat dijelaskan bahwa sebanyak 8 siswa atau 42% dari siswa kelas V mendapatkan nilai di atas KKM (67). Sedangkan 11 siswa atau 58% mendapat nilai di bawah KKM. Dari jumlah rata-rata kelas V nilai hasil belajar Matematika belum memenuhi KKM.

Berdasarkan hasil diskripsi dari pelaksanaan pembelajaran dan hasil pre-test tersebut, masih terdapat beberapa kekurangan yang harus dibenahi dalam pelaksanaan pembelajaran Matematika melalui BDR. Oleh karena itu, peneliti mencoba mengadakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) untuk memperbaiki pembelajaran matematika melalui BDR di kelas V dengan harapan dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran Matematika. Sehubungan dengan hasil belajar siswa pada pra-siklus, maka peneliti membuat perencanaan tindakan perbaikan yang dimulai dari siklus I.

Siklus I

Hasil refleksi ini dijadikan bahan diskusi untuk teman sejawat, dan diambil kesepakatan untuk melaksanakan perbaikan di siklus II. Peneliti merangkum kegiatan refleksi berupa tugas kelompok yang disajikan dalam tabel sebagai berikut:

Kelompok Rata-rata Tuntas Belum Tuntas
1 55
2 58
3 62
4 64

Tabel 4.2 Data Hasil Evaluasi Kelompok Matematika Siklus I

Dari tabel 4.2 diketahui bahwa pembelajaran dari pra siklus sampai siklus I masih terdapat beberapa siswa yang belum tuntas, sehingga mengakibatkan rata-rata nilai kelompok menjadi rendah. Meskipun demikian, nilai individu mengalami peningkatan dari pra siklus. Selanjutnya masing-masing siswa untuk mengikuti tes formatif secara individu. Adapun hasil tes formatif siswa siklus I dapat dilihat pada tabel sebagai berikut.

No Induk Nama Siswa Pengetahuan Ketrampilan Sikap Rata-rata Tuntas Belum Tuntas
952 Adnan Margo 80 84 82 82
953 Alifya S. 60 65 67 64
954 Anisatul W. 80 85 81 82
955 Bayu Dwi A. 90 85 83 86
956 Diki Prasetia 60 65 70 65
1051 Delima P. 80 83 86 83
957 Ega Pradina 50 65 71 62
958 Favian A. M. 90 86 88 88
959 Fesa Putri D. 80 79 78 79
960 Hafiz Al M. 90 85 86 87
961 Kumara A. 100 86 84 90
962 Maheswari H. 80 85 84 83
963 Maulinda A. 60 68 70 66
964 Niyas Irza P. 60 65 64 63
965 Roffi K. 60 62 61 61
966 Sagaf S. 60 63 66 63
967 Syifa R. 70 77 78 75
968 Wisnu Febri 80 85 81 82
969 Zara Laras R. 60 62 61 61
Jumlah 1390 1435 1441 1422 11 8
Rata-Rata Respon 73 76 76 75
Persentase (%) 58% 42%

Tabel 4.3 Data Hasil Evaluasi Matematika Siklus I

Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa media Google Classroom untuk meningkatkan hasil belajar Matematika kelas V di masa darurat Corona Virus 19. Semester I SD Negeri Pesawahan pada Pra Siklus siswa yang belum tuntas belajar sebanyak 11 anak (58%). Pada Siklus I siswa yang belum tuntas belajar sebanyak 8 anak (42%). Setelah melalui tindakan perbaikan, siswa yang tuntas belajar mengalami peningkatan. Dari keterangan di atas, dapat dibuatkan tabel persentase ketuntasan siswa sebagai berikut:

No Uraian Siswa Tuntas Siswa Belum Tuntas
Frekuensi % Frekuensi %
1 Pra Siklus 8 42% 11 58%
2 Siklus I 11 58% 8 42%

Tabel 4.4 Persentase Ketuntasan Siswa Siklus I

Dari keterangan di atas dapat dibuatkan grafik persentase ketuntasan siswa sebagai berikut :

Gambar 4.2 Grafik Persentase Hasil Pembelajaran

Pra siklus dan Siklus I

Pada tahap refleksi ini, peneliti melakukan perbandingan dengan melihat tabel dan grafik hasil observasi sebelum dilakukan tindakan dan pada pelaksanaan tidakan Siklus I. Peningkatan hasil belajar siswa Kelas V SD Negeri Pesawahan dilihat melalui persentase yang diperoleh pada pra-tindakan hingga Siklus I. Peneliti dan kolaborator melakukan diskusi untuk membahas permasalahan apa saja yang menjadi kendala pada Siklus I, sehingga belum dapat mencapai target yang ditetapkan.

SIKLUS II

Hasil refleksi ini disajikan bahan diskusi dengan teman sejawat. Dikarenakan terbatasnya waktu, peneliti mengambil kesepakatan untuk menghentikan tindakan pada siklus II. Peneliti merangkum tugas kelompok disajikan dalam tabel berikut:

Kelompok Rata-rata Tuntas Belum Tuntas
1 70
2 70
3 72
4 72

Tabel 4.5 Data Hasil Evaluasi Kelompok Matematika Siklus II

Dari tabel diatas, diketahui bahwa media Google Classroom dapat meningkatkan hasil belajar Matematika siswa kelas V dimasa darurat Corona Virus-19. Pada siklus II ini semua kelompok sudah mendapatkan hasil belajar di atas KKM. Selanjutnya masing-masing siswa untuk mengikuti tes formatif secara individu. Adapun hasil tes formatif siswa dapat dilihat pada tabel berikut.

No induk Nama Siswa Pengetahuan Ketrampilan Sikap Rata-rata Tuntas Belum Tuntas
952 Adnan Margo 100 87 83 90
953 Alifya S. 100 81 77 86
954 Anisatul W. 100 84 83 89
955 Bayu Dwi A. 100 86 84 90
956 Diki Prasetia 100 89 81 90
1051 Delima P. 100 80 87 89
957 Ega Pradina 100 85 76 87
958 Favian A. M. 100 82 88 90
959 Fesa Putri D. 100 85 79 88
960 Hafiz Al M. 100 78 89 89
961 Kumara A. 100 81 86 89
962 Maheswari H. 100 82 85 89
963 Maulinda A. 100 82 76 86
964 Niyas Irza P. 100 79 76 85
965 Roffi K. 100 77 75 84
966 Sagaf S. 100 78 74 84
967 Syifa R. 100 84 80 88
968 Wisnu Febri 100 79 82 87
969 Zara Laras R. 100 77 75 84
Jumlah 1900 1556 1536 1664 19 0
Rata-Rata Respon 100 82 81 88
Persentase (%) 100% 0%

Tabel 4.6 Data Hasil Evaluasi Matematika Siklus II

Dari tabel diatas dapat diketahui media Google Classroom dapat meningkatkan hasil belajar Matematika kelas V dimasa darurat Corona Virus 19. Semester I SD Negeri Pesawahan pada Pra-Siklus, siswa yang belum tuntas belajar sebanyak 11 anak (58%). Pada Siklus I siswa yang belum tuntas belajar sebanyak 8 anak (42%). Setelah melalui tindakan perbaikan, siswa yang tuntas belajar mengalami peningkatan. Dari keterangan tersebut, dapat dibuatkan tabel persentase ketuntasan siswa sebegai berikut:

No Uraian Siswa Tuntas Siswa Belum

Tuntas

Frekuensi % Frekuensi %
1 Pra Siklus 8 42% 11 58%
2 Siklus I 11 58% 8 42%
3 Siklus II 19 100% 0 0%

Tabel 4.7 Persentase Ketuntasan Siswa

Dari tabel di atas dapat dijelaskan dengan grafik persentase ketuntasan siswa sebagai berikut :

Gambar 4.4 Grafik Persentase Hasil Pembelajaran Pra Siklus, Siklus I dan Siklus II

Peningkatan hasil belajar siswa Kelas V SD Negeri Pesawahan dilihat melalui persentase yang diperoleh pada pra-tindakan hingga Siklus II.

Pembahasan Hasil Penelitian

Hasil penelitian pada pra-siklus, siklus I, dan siklus II menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri Pesawahan. Pada Tabel 4.7, terdapat peningkatan pada setiap pertemuan. Pada pra siklus yaitu sebanyak 8 siswa yang mencapai nilai KKM dan 11 siswa belum mencapai nilai KKM. Pada siklus I yaitu sebanyak 11 siswa yang mencapai nilai KMM dan 8 siswa yang belum mencapai nilai KKM. Pada siklus 2 yang memperoleh nilai di atas KKM sebanyak 19 siswa dan 0 siswa masih di bawah KKM. Berdasarkan data tersebut penelitian dianggap telah mencapai target yang telah ditentukan, karena sudah mencapai indikator keberhasilan yang telah ditentukan yaitu 100% dengan kriteria sangat baik.

DAFTAR PUSTAKA

Afrianti, Wahyuni Eka. 2018. “Penerapan Google Classroom dalam Pembelajaran Akuntansi.” Skripsi, Fakultas Ekonomi, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta.

Anton, M, Mulyono. 2001. Aktivitas Belajar. Bandung: Yrama.

Biantoro, B. 2014. Peduli Pendidikan, Google Classroom Buat Ruang Kelas Di Dunia Maya. Merdeka.com. 2014.

Dafi & Suharto. 2018. E-Learning: Implementasi, Strategi dan Inovasi. https://books.google.co.id/books?

Darmawan, Y. ‎2019 . Penggunaan Aplikasi Google Classroom dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Pada Siswa Kelas X Sma Jurusan IPS. Universitas Muhammadiyah. Surakarta.

Fajariyah, N. & Triratnawati, D. 2008. BSE Cerdas Berhitung Matematika Untuk SD/MI Kelas III. Jakarta Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Febrianti, I. 2021. Implementasi Penggunaan Google Classroom pada Pembelajaran Daring Masa Pandemi Covid-19 di Kelas V Sekolah Dasar. Skripsi.

Hakim, T. Belajar Secara Efektif. https://books.google.co.id/books?id=-cM

Hamalik, Oemar. 2015. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.

Lidia, dkk. 2019. E-learning Implementasi, Strategi dan Inovasi. Yayasan Kita Menulis. https://www.google.com/search

Maskar, S. & Wulantina, E. 2019. Persepsi Peserta Didik terhadap Metode Blended Learning dengan Google Classroom. Jurnal Inovasi Matematika (Inomatika). 1(2). 110-121.

McTaggart, R. 1991. Action Research: A Short Modern History. Geelong: Deakin University Press.

Putri, G. K. & Dewi, Y. A. S. 2019. Pengaruh Model Pembelajaran Jarak Jauh Berbasis Google Classroom. Al-Fikrah. 2(1). 60-79.

Sari, J. 2018. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achivement Division (Stad) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ipa Peserta Didik Kelas Iii Mi Al-Wathoniyah Tegalrejo Rejotangan Tulungagung. Jurnal Pendidikan, hal. 16-17.

Sari, I. N. 2019. Pengaruh Penggunaan Google Classroom Terhadap Efektivitas Pembelajaran Mahasiswa Universitas Islam Indonesia. Skripsi.

Suharyanto, 2009. Matematika 3 : Untuk SD/MI kelas III. Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Ummu Sholikhah 2020. Dinamika Pembelajaran di Era Covid-19. Tulungagung Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN.

Utomo, H. 2020. Meningkatkan Kemampuan Literasi Siswa Kelas IV Menggunakan Google Classroom. Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik. 6(1).83-94.

Wardani, IG.A.K. 2017. Penelitian Tindakan Kelas. Tangerang Selatan: Universitas Terbuka.

Wikipedia. 2019. Google Classroom merupakan suatu model pembelajaran campuran yang diperuntukan terhadap setiap ruang lingkup pendidikan.

BIO DATA PENULIS

Nama : Wilis Gunanti, S.Pd.

NIP : 196508091986082002

Unit Kerja : SD Negeri Pesawahan

You cannot copy content of this page