Iklan

MANUVER GURU MENGHADAPI PJJ DI TENGAH PANDEMI COVID-19

Oleh :

Siti Sjafarijah, S. Pd.

Tidak ada yang pernah menyangka, awal tahun 2020 dunia akan mengalami perubahan. Perubahan yang tidak pernah kita prediksikan juga akan mengubah tatanan dan kebiasaan kita sehari-hari. Kita semua terkejut dengan kenyataan munculnya penyakit yang disebabkan oleh virus yang dikenal sebagai corona virus. Virus ini menyebabkan penyakit flu tetapi dengan gejala yang sedikit berbeda dan dapat berdampak pada kematian.

Pandemi Covid-19 adalah peristiwa menyebarnya penyakit korona virus 2019 di seluruh dunia untuk semua negara. Penyakit ini disebabkan oleh korona virus jenis baru yang diberi nama SARS-CoV-2. Sejak awal dinyatakan sebagai pandemic oleh WHO pada tanggal 11 Maret 2020 hingga sekarang ternyata semakin banyak yang tertular.

Virus SARS-CoV-2 diduga menyebar melalui percikan pernapasan (droplet) yang dihasilkan selama batuk, bersin dan pernapasan normal. Virus juga dapat menyebar karena menyentuh permukaan benda yang terkontaminasi kemudian menyentuh wajah seseorang. Dalam laman resmi WHO, virus juga dapat menyebar melalui fecal-oral (limbah manusia), juga bisa terjadi melalui darah dari ibu ke anak, hingga dari hewan ke manusia.

Hingga saat ini belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan infeksi virus corona. Oleh sebab itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menghimbau agar masyarakat tidak memandang sepele penyakit ini dan senantiasa melakukan pencegahan. Salah satunya adalah dengan menerapkan social distancing atau menjaga jarak satu dengan lainnya. Cara lainnya adalah dengan memakai masker, rajin mencuci tangan, tutup mulut saat bersin dan batuk serta istirahat yang cukup dan makan makanan yang bergizi.

Social distancing atau di Indonesia lebih dikenal sebagai physical distancing (menjaga jarak fisik) yang diterapkan untuk mencegah penularan Covid-19 juga berpengaruh dalam dunia pendidikan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) merespon dengan kebijakan belajar dari rumah, melalui pembelajaran daring dan juga peniadaan Ujian Nasional. Pembelajaran via daring lebih dikenal sebagai Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Dengan adanya pembelajaran daring, guru dan peserta didik sama-sama belajar untuk memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran.

Pembelajaran Jarak Jauh dirancang agar siswa/peserta didik bisa belajar secara virtual dengan memanfaatkan teknologi informasi. Biasanya siswa bertemu dengan guru pada jam pembelajaran yang telah ditetapkan oleh pihak sekolah. Selain itu, siswa juga diberikan tugas secara mandiri yang harus dikumpulkan kepada guru. Tidak hanya proses pembelajaran yang dilakukan secara virtual, proses ujian pun dilakukan secara virtual. Oleh karena itu, siswa dan guru sangat memerlukan peralatan IT seperti laptop dan smartphone dalam proses pembelajaran agar proses pembelajaran secara virtual bisa berjalan dengan baik.

Pembelajaran Jarak Jauh sebenarnya bukanlah hal yang baru dalam dunia pendidikan. Pada tahun 2012 Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia telah mengatur hal ini melalui Permendikbud Nomor 24 tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Jarak Jauh untuk lembaga pendidikan/perguruan tinggi. Sedangkan untuk sekolah dasar dan menengah diatur sendiri berdasar Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia nomor 119 Tahun 2014 Tenteng Penyelenggaraan Pendidikan Jarak Jauh jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah. Bab I pasal 1 (1) berbunyi Pendidikan Jarak Jauh yang selanjutnya disebut PJJ adalah pendidikan yang peserta didiknya terpisah dari pendidik dan pembelajarannya menggunakan berbagai sumber belajar melalui penerapan prinsip-prinsip teknologi pendidikan/pembelajaran.

Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh ini juga masih memiliki beberapa hambatan. Diantaranya adalah kurang memadainya kemampuan guru dan siswa untuk melaksanakan PJJ, kemampuan secara finansial dan kepemilikan alat IT maupun kekurangmampuan dalam mengoperasikan aplikasi-aplikasi untuk pembelajaran secara virtual.

Banyak yang sudah berubah semenjak Covid-19 merebak di dunia menjadi pandemi. Termasuk juga dalam dunia pendidikan juga merasakan dampaknya. Pandemi Covid-19 turut mengubah dunia pendidikan, mulai dari metode pembelajaran, penganggaran hingga sasarannya. Perubahan ini membutuhkan proses adaptasi dalam kegiatan belajar-mengajar agar berjalan efektif.

Kondisi ini ternyata tak mudah juga dilalui oleh para pendidik. Banyak pendidik yang masih merasa tak mampu memahami kondisi yang berkembang sekarang ini. Tetapi proses pembelajaran tetap harus berjalan sebagaimana mestinya. Alhasil guru harus melatih diri agar tetap bisa menjalankan tugas sebagaimana mestinya.

Terlebih di masa pandemi covid-19 saat ini, tantangan guru dalam mengelola pembelajaran diperlukan kreatifitas dan inovasi agar mewujudkan pembelajaran yang bermakna. Yang biasanya dilakukan dengan tatap muka secara langsung, sekarang guru dituntut menggunakan teknologi. Mau tidak mau, suka tidak suka guru harus menguasai alat pendukung pembelajaran.

Sudah saatnya guru berubah, bermanuver untuk bisa mengembangkan diri dan kemampuan diri. Kata manuver dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti gerakan yang tangkas dan cepat dari pasukan (kapal dsb) dalam perang. Sedangkan menurut John M Echols dalam buku Kamus Inggris-Indonesia, pengertian manuver adalah suatu bentuk gerakan, tipu muslihat, kelicikan ataupun siasat. Kata manuver memang lebih banyak digunakan dalam dunia militer berhubungan dengan strategi dalam peperangan.

Sedangkan pengertian guru menurut beberapa ahli maupun undang-undang adalah :

  1. Guru adalah  tenaga pendidik profesional di bidangnya yang memiliki tugas utama dalam mendidik, mengajar, membimbing, memberi arahan, memberi pelatihan, memberi penilaian, dan mengadakan evaluasi kepada peserta didik yang menempuh pendidikannya sejak usia dini melalui jalur formal pemerintahan berupa Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah. (Undang Undang No 14 Tahun 2005)
  2. Guru adalah seseorang yang memiliki kewenangan dan tugas dalam dunia pendidikan serta pengajaran pada lembaga pendidikan formal. (M. Uzer Usman)
  3. Guru adalah orang yang pekerjaannya atau profesinya mengajar (KBBI)

Manuver guru dapat diartikan sebagai perubahan yang cepat dan tepat dalam dunia pendidikan dari tenaga pendidikan professional di bidangnya pada lembaga pendidikan formal. Perubahan disini yang dimaksud adalah perubahan dari individu guru sendiri dalam kegiatan pembelajaran yang sebelum pandemi berlangsung dengan tatap muka, berubah menjadi pembelajaran secara online. Ada banyak hal yang harus dipersiapkan oleh guru terkait perubahan dalam proses pembelajaran.

Setelah munculnya wabah Covid-19 di belahan bumi, sistem pendidikan pun mulai mencari suatu inovasi untuk proses kegiatan belajar mengajar. Terlebih adanya surat edaran no. 4 tahun 2020 dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang menganjurkan seluruh kegiatan di institusi pendidikan harus jaga jarak dan seluruh penyampaian materi akan disampaikan di rumah masing-masing.

Berdasar keterangan dari Praptono (Direktur Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) yang disampaikan dalam sebuah webinar di Jakarta, kamis 24 Oktober 2020 menyatakan bahwa sebanyak 60 % guru mengalami permasalahan dalam pembelajaran yang melibatkan TIK. Hal ini banyak dialami oleh guru yang terlahir sebelum tahun 1980-an. Boleh dikatakan generasi ini masih gagap teknologi. Sedangkan guru yang terlahir setelah tahun 1980 cenderung lebih adaptif dan kreatif dalam mengelola pembelajaran menggunakan teknologi.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan oleh guru untuk mengubah diri sehingga bisa menguasai teknologi, walaupun mungkin masih belum sempurna. Hal yang bisa dilakukan diantaranya :

  1. Mengikuti kegiatan pelatihan penggunaan IT dalam dunia pendidikan.

Banyak provider mulai mengenalkan produknya dalam dunia IT, terutama yang berhubungan dengan dunia pendidikan. Beberapa bahkan mengadakan pelatihan khusus untuk para pendidik, misalnya melalui kegiatan TOT. Diharapkan dari kegiatan ini akan banyak diperoleh guru pemandu yang bisa menularkan ilmunya kepada rekan sesama guru dalam satu sekolah atau satu wilayah. Misal adalah pelatihan yang diadakan oleh google, untuk mengeksplorasi google drive maupun google formulir. Atau pelatihan dari Microsoft melalui pemanfaatan Office 365 yang juga banyak memberikan fitur-fitur yang menarik. Salah satunya adalah Sway yang bisa digunakan untuk membuat rangkuman materi dengan tampilan yang berbeda. Kedua provider juga memiliki aplikasi untuk pertemuan secara daring dengan Google Meet atau bisa juga menggunakan Microsoft Teams.

  1. Belajar dengan teman sejawat /tutorial sebaya

Belajar dengan teman sendiri dalam satu lingkup sekolah tentunya lebih mudah. Bahkan karena kedekatan secara emosi, kita bisa lebih leluasa menyampaikan kesulitan atau kendala dalam penggunaan teknologi. Diharapkan dengan saling memahami antar teman, maka proses belajar akan lebih mudah.

  1. Banyak berlatih mandiri

Ada baiknya setelah mengikuti pelatihan penggunaan IT, kita perlu melatihnya sendiri. Kegiatan ini bisa dilakukan dirumah atau di tempat tugas kita. Dengan memaksimalkan latihan, diharapkan kita menjadi tangkas dan trampil mengunakan aplikasi untuk menunjang proses pembelajaran jarak jauh.

  1. Memanfaatkan secara maksimal teknologi digital yang mudah dikuasai.

Kadang karena keterbatasan usia dan kemampuan, tidaklah mudah bagi kita untuk mengingat beberapa teknologi yang digunakan untuk menunjang PJJ. Alangkah lebih baiknya kalau kita termasuk golongan tersebut, bisa memilih atau menentukan aplikasi mana yang akan kita gunakan. Sebagai contoh aplikasi yang paling mudah adalah WA. Kita bisa memanfaatkan aplikasi tersebut untuk berkirim video, foto, bahkan mungkin berkas secara berantai. Kita bisa juga memanfaatkan VN dari aplikasi WA untuk menjelaskan sesuatu. Kita juga dapat memanfaatkan google classroom untuk mempermudah proses belajar mengajar secara online.

Apapun kondisi kita, tentunya bukan menjadi alasan untuk menghambat kemajuan diri. Terlebih di tengah pandemi Covid-19, kita harus siap melakukan perubahan dalam proses pembelajaran daring bagi semua siswa dan oleh semua guru. Kita memasuki era baru untuk membangun kreativitas, mengasah skill siswa dan peningkatan kualitas diri dengan perubahan system, cara pandang dan pola interaksi kita dengan teknologi. Karena belajar harus tetap berjalan dalam kondisi apapun.

Tetap menjaga semangat diri dan siswa kita untuk bisa melewati masa pandemi ini. Tak lupa selalu berdoa agar semua bisa cepat berlalu.

DAFTAR PUSTAKA

https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5122703/berbagai-cara-penyebaran-virus-corona-covid-19-menurut-who-apa-saja

https://www.alodokter.com/ketahui-cara-untuk-mencegah-penularan-virus-corona

https://puspensos.kemsos.go.id/dinamika-pembelajaran-jarak-jauh-di-era-pandemi-covid-19https://id.wikipedia.org/wiki/Pandemi_COVID-19

https://www.kompasiana.com/wahyuaji12345/5eb4e678d541df1082155a02/pendidikan-jarak-jauh-pjj-di-masa-pandemi-covid-19

BIODATA PENULIS

Nama : Siti Sjafarijah, S. Pd

NIP : 19720321 200501 2 009

Pangkat/ Golongan : Penata Tk 1 / Gol. III/d

Alamat email : sjafarijah2172@gmail.com

No HP : 082268736070

Unit Kerja : SMA Negeri 1 Wangon

Judul : MANUVER GURU MENGHADAPI PJJ DI TENGAH PANDEMI COVID-19

By admin

You cannot copy content of this page