Iklan

KURIKULUM 2013

DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SMP NEGERI 3 SUMBANG

Sutaryo, S.Pd

Abstrak

Tujuan penelitian adalah untuk memaparkan perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran IPS terpadu dalam kurikulum 2013 di SMP Negeri 3 Sumbang Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan bentuk penelitiannya adalah studi kasus. Teknik komunikasi langsung dan studi dokumenter. Dari hasil pengolahan data dapat disimpulkan bahwa perencanaan pembelajaran IPS terpadu di SMP Negeri 3 Sumbang, Kabupaten Banyumas sudah baik karena guru sebagian besar sudah mengetahui dan memahami Permendikbud tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah, serta memahami dengan baik Permendikbud tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah. Pelaksanaan pembelajaran IPS terpadu di SMP Negeri 3 Sumbang Banyumas mayoritas guru IPS sudah menyusun RPP. Pelaksanaan proses pembelajaran yang dilakukan guru terhadap siswa dengan melakukan tindak lanjut dengan pendekatan saintifik.

Kata kunci : kurikulum 2013, pembelajaran, IPS terpadu.

PENDAHULUAN

Kurikulum Adalah perangkat mata pelajaran dan program pendidikan yang diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan pelajaran yang diberikan kepada peserta didik dalam satu periode jenjang pendidikan. Penyusunan perangkat mata pelajaran ini disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan setiap jenjang pendidikan dalam penyelenggaraan pendidikan tersebut serta kebutuhan lapangan kerja. Kurikulum menurut UU No. 20 Tahun 2003 ialah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Kurikulum 2013 mengembangkan pengalaman belajar yang memberikan kesempatan bagi peserta didikk untuk menguasai kompetensi yang diperlukan bagi kehidupan dimasa kini dan masa depan. Kurikulum 2013 disusun dengan maksud antara lain untuk mengembangkan potensi peserta didik dalam berfikir reflektifdan dalam menyelesaikan masalah sosial di masyarakat. Kurikulum 2013 dikembangkan dengan penyempurnaan pola pikir dari pembelajaran pasif menjadi pembelajaran kritis, pola pembelajaran yang semula berpusat pada guru menjadi beralih kepada peserta didik dan yang semula searah menjadi interaktif. Sekolah sebagai salah satu lembaga pendidikan formal merupakan lingkungan hidup kedua setelah rumah , dimana anak didik sekian jam setiap saat dan hari mengisi hidupnya. Dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara pendidikan penting bagi kita. Melalui pendidikan kita dapat menemukan jati diri kita sebagai manusia yang sesungguhnya. Pendidikan dirancang untuk membentuk manusia yang cerdas, berkepribadian, bertanggung jawab, berakhlak mulia, memiliki wawasan yang luas serta beriman dan bertakwa kepada Alloh swt. Menurut Syryani dan Agung, (2012:1) pembelajaran pada dasarnya adalah suatu kegiatan yang bernilai edukatif . Nilai edukatif mewarnai interaksi yang terjadi antara guru dan peserta didik. Interaksi bernilai edukatif dikarenakan pembelajaran yang dilakukan diarahkan untuk mencapai tujuan yang dirumuskan sebelumnya. Pembelajaran IPS yang dilakukan baik pada pendidikan tinggi tidak menekankan pada aspek teoritis keilmuannya, tetapi aspek praktis dalam mempelajari, mengkaji, gejala dan masalah sosial masyarakat yang berbobot dan keleluasaannya disesuaikan dengan jenjang pendidikan masing=masing. Guru IPS terpadu dituntut untuk mampu mempraktekan kurikulum 2013 kepada siswa khususnya yang berkaitan dengan materi pelajaran dan nilai-nilai karakter pada siswa karena kedua hal tersebut bermuara pada hasil belajar sebagai tujuan dari suatu tujuan. Khususnya pada mata pelajaran IPS terpadu dimana materi pelajaran dan aplikasi nilai-nilai yang terkandung dalam mata pelajaran tersebut senantiasa berkembang sejalan dengan perkembangan masyarakatnya.

METODE

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dekriptif kualitatif, merupakan prosedur pemecahan masalah yang memandu peneliti untuk mengeksplorasi dan memotret situasi sosial yang akan diteliti secara menyeluruh, luas dan mendalam. Adapun bentuk penelitian yang digunakan adalah studi kasus, berdasarkan pertimbangan bahwa tujuan studi kasus adalah memberikan gambaran secara mendetail tentang latar belakang, sifat serta karakter yang khas dari kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tiga teknik yaitu teknik komunikasi langsung, observasi dan studi dokumenter atau babliografhis. Untuk mendapatkan data yang akurat dilapangan akan menetapkan beberapa alat sebagai pengumpulan data adalah panduan observasi, wawancara dan analisis dokumentasi. Untuk menguji data dalam penelitian ini digunakan teknik triangulasi yaitu peneliti menggunakan teknik pengumpulan data yang berbeda-beda untuk mendapatkan data dari sumber yang sama, namun dalam penelitian ini hanya digunakan tringulasi data dan tringulasi metode. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis model interaktif (interactive model of analysis). Menurut Sugiyono (2011:338) dalam model interaktif terdapat tiga komponen analisis yaitu reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan, dilakukan dengan bentuk interaktif dengan proses pengumpulan data (data collecting).

HASIL DAN PEMBAHASAN

  1. Perencanaan Pembelajaran IPS Terpadu Dalam Kurikulum 2013

Kurikulum merupakan instrumen yang membantu praktisi pendidikan untuk memenuhi kebutuhan peserta didik dan kebutuhan masyarakat. Pegembangan kurikulum merupakan alat untuk membantu guru melakukan tugas mengajarnya dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu dalam pelaksanaan Kurikulum 2013 diperlukan adanya pemahaman terkait hal-hal mengenai pemecahan pembelajaran kurikulum 2013 sebagai bentuk kesiapan guru antara lain memahami Permendikbud yang berkaitan dengan kerangka dasar dan struktur kurikulum 2013 Sekolah Menengah Pertama (SMP). Memahami Permendikbud tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum 2013 SMP . Permendikbud tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah yang tercantum dalam Permendikbud Nomor21 Tahun 2016 serta Permendikbud tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah yang tercantum dalam Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016. Hal ini menunjukan pemahaman dalam proses pendidikan sudah dipahami dengan baik oleh guru. Guru sudah dapat menyususn Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dengan Pendekatan Saintifik. Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban untuk menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar proses belajar mengajar dapat berjalan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang dan memotivasi peserta didik untuk dapat berpartisipasi aktif. RPP adalah rencana yang dirancang oleh guru yang menggambarkan prosedur pembelajaran untukmencapai kompetensi dasar yang meliputi satu atau beberapa indikator untuk satu atau beberapa kali pertemuan. Hasil observasi tentang kemampuan guru dalam menyusun RPP diperoleh informasi sebagai berikut : 1) Guru IPS Terpadu telah merumuskan indikator, 2) telah merumuskan tujuan pembelajaran, namun belum merumuskan unsur mencipatakan karya, 3) telah merumuskan materi pelajaran, 4) telah merumuskan media belajar, 5) telah merumuskan metode pembelajaran, serta 6) telah merumuskan rencana kegiatan pembelajaran terutama dalam hal menyususn RPP sudah menggunakan Pendekatan Saintifik.

Hal ini dikemukakan oleh Indratno (2013:4) yang menyatakan bahwa : “menguasai kebijakan pemerintah yang terkait dengan kerangka kurikulum 2013 merupakan salah satu indikator bentuk kesiapan dan partisipasi guru untuk mengimplementasikan Kurikulum 2013”. Pada hakekatnya bila suatu kegiatan direncanakan terlebih dahulu maka tujuan dari kegiatan tersebut lebih terarah dan berhasil. Itulah sebabnya seorang guru sebelum mengajar hendaknya merencanakan program pengajaran, membuat persiapan pengajaran yang akan diberikan kepada siswa. Menurut Suryosubroto (2009:23) “Perencanaan itu dapat bermanfaat bagi guru sebagai kontrol terhadap diri sendiri agar dapat memperbaiki cara pengajarannya”.

  1. Pelaksanaan Pembelajaran IPS Terpadu Dalam Kurikulum 2013

Penerapan Kurikulum 2013 pada proses pembelajaran diselenggarakan secara interaktif, inspiratif menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup untuk mengembangkan potensi peserta didik. Dalam standar proses yang mencakup perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian hasil belajar dan pengawasan proses pembelajaran (Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016). Pelaksanaan kurikulum 2013 dalam pembelajaran IPS terpadu menyangkut penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang mengharuskan menggunakan pendekatan saintifik, tindak lanjut proses pembelajaran serta evaluasi hasil belajar. Peningkatan yang terjadi dalam mutu pendidikan akan tercapai apabila proses pembelajaran yang berlangsung di kelas benar-benar efektif dan menyenangkan untuk mencapai kemampuan pengetahuan, sikap dan keterampilan yang diharapkan. Oleh karena itu sebagai guru perlu melaksanakan proses pembelajaran yang sesuai dengan perencanaan yang disusun dan berlangsung efektif. Berdasarkan temuan penelitian menunjukan guru telah menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan melaksanakan pembelajaran yang menerapkan pendekatan saintifik yang menjadi ciri khas pendekatan pembelajaran dalam kurikulum 2013. Sedangkan tindak lanjut proses pembelajaran dilaksanakan dengan memberikan arahan kegiatan belajar selanjutnya, latihan soal, remidial dan tugas pengayaan. Ini menjadi bukti bahwa kesiapan guru IPS dalam hal proses pembelajaran IPS menerapkan kurikulum 2013 sudah dilaksanakan dengan baik. Hal ini sejalan dengan dengan pendapat Fadillah (2014:175) yang menyatakan “ Pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran Kurikulum 2013 adalah pendekatan scientific yang dilakukan melalui proses alamiah “. Karena kurikulum 2013 menuntut guru untuk melakukan pembelAajaran berbasis pendekatan sain, maka kompetensi pedagogik guru sangat diperlukan untuk pengembangan proses pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas. Dalam proses pembelajaran menggunakan kurikulum 2013, peserta didik adalah subjek yang memiliki kemampuan secara aktif mencari, mengolah, mengkonstruksikan dan menggunakan pengetahuan (Abdul Majid, 2004:98).

Pembelajaran tidak lagi berpusat pada guru melainkan anak didik. Peran guru yaitu merancang pembelajaran, mengenali tingkat pengetahuan individu anak didik dan memotivasi peserta didik untuk meningkatkan keberhasilan anak didik dan menyiapkan kondisi belajar yang menyenangkan. Berdasarkan pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan kurikulum 2013 pada mata pelajaran IPS sudah terlaksana dengan baik. Implementasi Kurikulum 2013 diharapkan dapat menhasilkan insan produktif, kreatif dan inovatif. Mulyasa (2014:131) “ Keberhasilan dari Kurikulum 2013 dalam pembentukan kompetensi dan karakter peserta didik dapat dilihat dari segi proses dan dari segi hasil. Dalam segi proses, pembentukan kompetensi dan karakter dikatakan berhasil dan berkualitas apabila seluruhnya atau setidaknya 75 % terlihat secara aktif, baik fisik, mental maupun sosial dalam proses pembelajaran, dapat menunjukan kegairahan dalam belajar yang tinggi, semangat belajar yang besar dan rasa percaya pada diri sendiri. Selain itu dari segi hasil dapat dilihat proses pembentukan kompetensi dan karakter yang dapat dikatakan berhasil apabila terjadi perubahan perilaku yang mengarah positif pada diri peserta didik serta seluruhnya atau setidaknya 75 %. Pada dasarnya dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 dalam pembelajaran guru menemukan faktor penghambat atau kendala sehingga kegiatan pembelajaran belum dapat terlaksana secara optimal. Karena adanya faktor penghambat dan kendalanbaik itu yang bersumber dari lembaga pendidikan yang bertujuan untuk mewujudkan cita-cita pendidikan nasional, serta guru sebagai pelaksana kegiatan pembelajaran maupun dari siswa itu sendiri sebagai objek pembelajaran. Faktor-faktor tersebut mengakibatkan pelaksanaan kegiatan pembelajaran belum mampu mencapai tujuan yang optimal. Faktor-faktor penghambat yang disebutkan di atas relevan dengan yang dihadapi guru saat pelaksanaan pembelajaran IPS dengan menggunakan kurikulum 2013, hambatan dalam pembelajaran IPS antara lain : 1) hambatan keahlian dan akademik, 2) hambatan fasilitas pendidikan, 3) hambatan mutu buku pendidikan, 4) dan hambatan administrasi manejemen.

SIMPULAN

Perencanaan pembelajaran IPS Terpadu dalam kurikulum 2013 di SMP Negeri 3 Sumbang , Kabupaten Banyumas sudah memahami Permendikbud tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum 2013 SMP, dan guru sudah memahami tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah (penulis dan dibantu seorang guru IPS lagi) Pelaksanaan pembelajaran IPS terpadu dalam kurikulum 2013 dikarenakan mayoritas guru IPS sudah menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan pendekatan saintifik, dan pelaksanaan proses pembelajaran yang dilakukan guru terhadap siswa serta telah melakukan tindak lanjut proses pembelajaran yang dilakukan guru terhadap siswa serta melakukan tindak lanjut proses pembelajaran. Proses pembelajaran IPS dibagi menjadi tiga kegiatan yaitu kegiatan pendahuluan, inti dan penutup. Pada kegiatan pendahuluan guru mengucapkan salam dan menyapa seluruh siswa. Kemudian guru menyiapkan alat peraga yang akan digunakan untuk media pembelajaran dibantu oleh siswa. Persiapan ini akan menyita waktu sedikit yang telah ditentukan. Selain itu guru melanjutkan kegiatan inti pembelajaran yaitu guru sedikit menjelaskan kepada siswa tentang materi yang akan diajarkan, setelah itu guru menjelaskan kemudian siswa dipersilakan mengadakan sesi tanya jawab untuk menambah pemahaman siswa mengenai materi yang disampaikan. Guru diharapkan menguasai materi IPS yang akan disampaikan kepada siswa.

DAFTAR PUSTAKA

A,M., Sardiman. (2010). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Amin, H., (2011). Pendidikan Karakter Anak Bangsa. Jakarta: Baduose Media.

Arends, R.I. (2000). Learning To Teach, New York: Mc Graw Hill Companies.

Arikunto, S. (2004). Prosedur Penelitian Sisw, Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Bacley, D.K (1982). Methods of Social Research, New York: A Devision of Mac Millan Publishing Co. Inc.

Colin, R. (2000). Cara Belajar Abad 21, Jakarta: Nuansa Cendekiawan.

Darmadi, H. (2011). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung : Alfabeta

Daryanto (2009). Panduan Proses Pembelajaran Kreatif dan Inovatif. Jakarta: Publisher.

Hamalik, O (1990). Pengembangan Kurikulum Dasar-Dasar dan Perkembangannya. Bandung: Mandar Maju.

Hasan, S.H. (1998). Evaluasi Kurikulum. Jakarta: P2LPTK

Kaber, A. (1998). Pengembangan Kurikulum. Jakarta: P2LPTK/

Nasution, S. (2005). Asas-Asas Kurikulum. Jakarta: Bumi Aksara.

Rianto, Y. (2002). Metodelogi Penelitian Pendidikan, Surabaya (SIC)

Sugiyono (2013). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Surjadi, A. (2012). Membuat Siswa Aktif Belajar. Bandung : Mandar Maju.

Syadih, S. Nana. (1997). Pengembangan Kurikulum, Teori dan Praktek. Bandung: Rosdakarya.

BIODATA

C:\Users\TOTOK\Downloads\WhatsApp Image 2021-03-24 at 11.06.10.jpeg

Nama : Sutaryo, S.Pd.

NIP : 19650405 200701 1 021

Pangkat/Gol : Penata/ III c

Jabatan : Guru muda

Unit Kerja : SMP Negeri 3 Sumbang, Kabupaten Banyumas

Judul : KURIKULUM 2013 DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SMP NEGERI 3 SUMBANG

By admin

You cannot copy content of this page