Iklan

KREATIVITAS GURU TK DALAM MEMPERKENALKAN POLA BELAJAR ANAK

C:\Users\Aspire 4738Z\Documents\mujiah.jpg

Oleh: Mujiyah, S.Pd AUD

Guru merupakan ujung tombak dalam pendidikan. Begitu juga Guru TK yang mendasari anak didik dari bawah untuk mengenal istilah belajar. Menurut Mulyasa (2006) Guru harus menjadi pembelajar sepanjang hayat, yang senantiasa menyesuaikan ilmu pengetahuan yang di milikinya dengan perkembangan yang terjadi di masyarakat. Kondisi saat ini banyak orang tua yang menyerahkan pendidikan anak pada guru. Ada berbagai faktor yang menyebabkan orang tua tidak mampu atau tidak mau memperhatikan anaknya dalam belajar. Faktor yang paling menonjol adalah karena tidak adanya waktu dalam mengurus anak. Orang tua lebih mengutamakan pekerjaan karena mereka tipe orang yang pekerja keras sehingga tidak bisa membagi waktunya dengan anak. Selain itu, bisa disebabkan karena rendahnya pendidikan orang tua. Hal tersebut terutama terjadi pada proses pendidikan anak usia dini.

Mendidik anak usia dini merupakan hal sangat menantang, melihat proses perkembangan anak secara mental, perilaku, dan fisik pada usia 0-6 tahun merupakan masa keemasan (golden age) karena tahap ini anak mengalami masa perkembangan terbaik. Sebagai pendidik TK kami harus memahami betul perkembangan psikis peserta didik agar mampu memberikan dan mendorong pengalaman belajar yang baik. Ada lima area psikologi yang harus dipahami peserta didik yaitu perkembangan, pencapaian, perilaku, emosi dan sosialisasi.

Pendidik harus paham mengenai perkembangan berupa perkembangan fisik yang berpengaruh pada motorik kasar dan halus, perkembangan intelektual atau kognitif yang merupakan proses anak dalam memperoleh pengetahuan serta perkembangan sosial dan emosional. Dari tiap aspek perkembangan pendidik perlu mencermati pencapaian peserta didik untuk aspek fisik, kognitif dan sosial emosional apakah telah sesuai dengan usia peserta didik atau belum. Area selanjutnya adalah perilaku, pada masa ini peserta didik sedang berupaya memahami siapa dirinya. Menurut George Herbert Mead pada tahapan ini anak berada pada tahal Play stage. Tahapan ini anak sangat suka meniru, maka penting bagi pendidik untuk memberikan contoh perilaku yang baik. Area keempat yaitu emosi, anak sedang mempelajari emosi dan perasaan, bagaimana menunjukannya pada orang lain agar orang lain paham apa yang dirasakan. Dengan memahami kondisi emosi peserta didik, pendidik dapat membantu peserta didik dalam mengelola emosi. Area psikologi terakhir adalah sosialisasi. Pendidik dalam sosialisasi harus memahami betul kesulitan peserta didik dalam membangun relasi dengan orang lain. Dengan memahami lima area psikologi peserta didik, pendidik dapat melakukan langkah tepat dalam merencanakan pembelajaran yang menyenangkan bagi peserta didik.

Kreativitas guru dalam melaksanakan pembelajaran adalah kunci dari pengalaman belajar yang menyenangkan pada usia dini. Langkah kreatif pertama gunakan kata-kata yang sederhana. Pada usia dini belum banyak kosakata yang dipahami peserta didik, maka gunakan kata-kata yang sederhana dan jangan terlalu cepat dalam berbicara karena akan membuat peserta didik bingung. Yang kedua bebaskan waktu bermain, sejatinya anak usia dini memiliki banyak pengalaman belajar dengan banyak bermain. Sehingga tidak perlu membatasi, yang perlu dilakukan adalah mengawasi dan mengarahkan. Ketiga belajar sambil bernyanyi. Hampir semua anak menyukai bernyayi, maka gunakan nyanyian dalam memberikan pengetahuan baru bagi peserta didik. Keempat mengunakan cara seru dalam belajar. Bagi anak TK belajar adalah hal baru, maka gunakan cara seru agar anak tertarik. Misalnya dengan menggambar, mewarnai, bernyanyi, menggunakan gerak tubuh yang terpenting lakukan semua kegiatan dengan perlahan, sabar dan jangan lupa berikan contoh yang menarik terlebih dahulu. Kelima belajar di luar ruangan. Pengalaman belajar tidak hanya diperoleh memalui buku. Ada kalanya pendidik perlu membawa peserta didik mengalami pengalaman belajar di luar ruangan misalnya untuk mengetahui berbagai jenis hewan anak-anak bisa diajak berkunjung ke kebun binatang. Keenam belajar dalam permainan, pendidik dapat menggunakan alat permainan edukatif. Ketujuh melatih kepercayaan diri anak. Proses belajar dapat berjalan lancar dengan membangun rasa percaya diri anak dari usia dini. Sangat wajar bila anak-anak melakukan kesalahan dalam belajar, jika mereka melakukan kesalahan peringatkan dengan lembut dan penuh kesabaran agar anak merasa percaya diri. Cara terakhir adalah dengan memberi hadiah. Belajar sejatinya merupakan proses partisipatif peserta didik. Jangan menekankan pada pemberian hukuman apabila peserta didik melakukan kesalahan. Fokuskan pembelajaran pada pemberian reward atau hadiah pada peserta didik yang telah mampu melalui proses dengan baik atau telah sukses memperbaiki kesalahan dalam pembelajaran. Pengalaman belajar pada usia dini yang menyenangkan memberikan sumbangan besar bagi terbentuknya pola belajar anak.

BIODATA PENULIS

Nama : Mujiyah, S.Pd AUD.

NIP : 19680214 200801 2 011

Gol : III /b

Jabatan : Guru TK

Unit Kerja : TK Pertiwi Kedarpan Koorwilcam Dindikbud Kejobong Kab. Purbalingga

You cannot copy content of this page