Iklan

KOMITMEN DAN ETHOS KERJA TINGGI WUJUDKAN SUKSES

DALAM PJJ

Oleh : Eni Supriyatin, S.Pd.

Internet tidak dibatasi oleh jarak dan waktu, hal inilah yang membuat pembelajaran bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja. Ini membuat media web sangat cocok untuk dijadikan media komunikasi untuk pembelajaran jarak jauh. Sehingga penggunaan internet sebagai sarana belajar dapat menjadikan salah satu cara untuk meningkatkan dampak positif penggunaan internet. Hal ini tentu saja membutuhkan peran serta para pendidik dalam pengelolaannya agar penggunaannya dapat terarah dengan baik serta sesuai dengan proses pembelajaran.

Salah satu upaya meningkatkaan mutu pendidikan nasional yaitu adanya pendidik yang berkualitas, profesional dan berpengetahuan. pendidik, tidak hanya sebagai pengajar, namun pendidik juga mendidik, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik. Dalam menjalankan tugasnya sebagai agen pembelajaran, maka pendidiik diharapkan memiliki empat kompetensi dasar, yaitu kompetensi paedagogis, kompetensi sosial, kompetensi kepribadian dan kompetensi profesional. pendidik yang profesional adalah pendidik yang menguasai 1 2 materi pembelajaran, menguasai kelas dan mengendalikan perilaku anak didik, menjadi teladan, membangun kebersamaan, menghidupkan suasana belajar dan menjadi manusia pembelajar (learning person). Dalam Undang-Undang Guru dan Dosen No. 14 Tahun 2005 disyaratkan bagi guru untuk memiliki kualifikasi minimal S1 dan memiliki sertifikat sebagai pengajar. Saat ini masih banyak guru yang belum memenuhi kualifikasi yang telah ditentukan. Dalam rangka membantu para guru yang belum memenuhi kualifikasi tersebut, salah satu strategi yang dapat ditempuh adalah dengan pengembangan dan peningkatan kualifikasi guru dalam jabatan (in-service training).

Pada dasarnya pendidikan jarak jauh adalah jenis pendidikan dimana peserta didik berjarak jauh dari pendidik, sehingga pendidikan tidak dapat dilakukan secara tatap muka dan penyampaian pesan dari pendidik kepada peserta didik harus dilakukan melalui media (Setijadi, 2005:1). Karena pesan disampaikan melalui media, maka peserta didik diharapkan dapat belajar mandiri. Belajar mandiri bukan berarti belajar sendiri, melainkan belajar dengan tanggung jawab sendiri.bahkan sampai mencari sumber belajar sendiri,bukan hanya sumber yang berasal dari sekolahan saja. Lembaga Pendidikan Jarak Jauh sendiri menyediakan interaksi antara peserta didik dan pendidik atau tutor untuk mengadakan interaksi (diskusi, tanya jawab) secara tatap muka atau jarak jauh (melalui surat, telepon atau komputer). Akan tetapi tutorial ini sangat jarang dilakukan sehingga peserta didik harus belajar secara mandiri. Salah satu media yang dapat dimanfaatkan untuk pendidikan jarak jauh adalah internet. Internet merupakan perpaduan antara teknologi komputer, teknologi audio-visual, teknologi komunikasi dan teknologi pembelajaran itu sendiri, dan sifatnya sudah menyerupai bentuk pembelajaran langsung (direct instruction) yang dapat melayani banyak pengguna (user) dalam waktu yang bersamaan namun tetap melayani peserta didik. Dalam mengikuti kegiatan pembelajaran melalui internet seyogyanya peserta didik memiliki kemampuan untuk berpikir secara terbuka, berkomunikasi melalui lisan, memotivasi dan mendisiplinkan diri, “mengemukakan” jika menemui masalah, kesediaan dan ketaatan untuk belajar secara teratur, memenuhi tuntutan minimal yang dipersyaratkan setiap program atau materi pembelajaran, berpikir kritis dan mengambil keputusan merupakan bagian dari proses belajar, mengakses internet, memberikan tanggapan, belajar dengan kualitas tinggi dapat terjadi tanpa harus melalui kelas tradisional (Siahaan, 2005:35). Peserta didik yang mengikuti pembelajaran jarak jauh diharapkan dapat mengikuti kegiatan belajar di kelas maya selama 5-7 hari setiap minggunya, bekerjasama dengan peserta didik lainnya dalam mengerjakan tugas (proyek), menggunakan teknologi secara baik, memenuhi standar minimal sebagaimana yang ditetapkan oleh lembaga, menyelesaikan tugas-tugas tepat waktu menikmati komunikasi tulis. Suatu sistem pendidikan jarak jauh secara umum akan sukses apabila di dalamnya melibatkan interaksi maksimal antara pendidik dan peserta didik, dengan berbagai fasilitas pendidikan dan interaksi antara peserta didik dengan peserta didik lainnya, serta melibatkan pola pembelajaran yang aktif di dalam interaksi itu.

Sekolah merupakan salah satu lembaga yang menjadi tempat diselenggarakannya pendidikan bagi tiap individu. Melalui sekolah setiap peserta didik diharapkan dapat belajar lebih baik (school as a place for better leaming), sehingga potensi siswa dapat berkembang dengan optimal. Sekolah dipandang sebagai suatu organisasi yang didisain untuk dapat berkontribusi terhadap upaya peningkatan kualitas hidup bagi masyarakat suatu bangsa. Sebagai salah satu upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta peningkatan derajat sosial masyarakat. B. Komitmen belajar 1. Definisi Komitmen Belajar Salah satu aspek untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu adalahkomitmen yang kuat untuk belajar Pulaski Community Partner Coalition (200 Salah satu kunci keberhasilan seseorang dalam meraih kedewasaan adalah dengan pendidikan yang baik, akan tetapi untuk mendapatkan pendidikan yang baik memiliki salah satu syarat mutlak bagi orang tua dan siswa, yaitu komitmen yang kuat untuk belajar. Komitmen secara etimologi berasal dari bahasa Ingris yaitu to commite (verb)- commitment (noun) yang merujuk pada pengertian earnestness, seriousness, sincerity, yakni kesungguhan seseorang dalam melakukan sesuatu (Pamela Espeland dan Elizabeth Verdick, 2007; Hillage, 1997, Meyer dan Allen dalam Awaludin dan Abdulkadir,2006).Kesungguhan tersebut merupakan wujud kesetiaan dalam melakukan sesuatu. untuk melakukan suatu tindakan. Komitmen dalam konteks pendidikan dan belajar harus merupakan bentuk kesadaran dari dalam diri individu.Pamela Espeland & Elizabeth Verdick (2005:1) memaparkan bahwa: Komitmen adalah suatu janji terhadap diri sendiri dan orang lain.Komitmen belajar adalah sebuah janji untuk melakukan yang terbaik disekolah, mempelajari hal yang baru, mengerjakan tugas, adanya perhatian kepada guru, dan mebaca bukan hanya karena merasa harus, akan tetapi karena membutuhkannya. Menurut Aam Imaddudin (2008:28) komitmen menyiratkan beberapa komponen yang tercakup dalam pengertian yaitu : 1) niat dan kesungguhan (keterikatan secara intelektual dan emosional) dalam melakukan aktifitas, 2) tanggung jawab, 3) dedikasi, 4) Perjanjian dan 5) keterikatan. Rochmat Wahab (1987:58) menjelaskan bahwa komitmen menggambarkan ikatan tanggung jawab antar diri dengan dunia luar, bagaimana seseorang mempunyai komitmen, dapat dilihat dari kesungguhannya dalam bertanggung jawab terhadap tugasnya. Pendapat para ahli yang telah dipaparkan mengenai batasan dan pengertian komitmen mengarahkan pada dua kata kunci utama yang terkandung dalam pengertian komitmen yaitu; a) kesungguhan , dan b) keteguhan. Kesungguhan dapat diatikan sebagai keseriusan, ketulusan dalam melakukan sesuatu (KBBI, 2002:1156, Peter Salim, 1997:1122).Sedangkan keteguhan memiliki pengertian: kekuatan , ketetapan, kelekatan, persistensi, tidak mudah berubah dan terpengaruh, menunjukan kekuatan diri dalam mencapai tujuan, kuat berpegang pada janji dan prinsif yang dianut (KBBI, 2002:1166, Peter Salim, 1997:1166, oleh peserta didik dalam proses pencapaian tujuan belajar. (Aam Imaddudin, 2007:32).

Komitmen guru merupakan suatu daya tarik dalam profesi yang membuat guru lebih memilih untuk menetap pada profesinya. Menurut Riehl dan Sipple (dalam Solomon, 2007) komitmen guru memiliki efek positif terhadap hasil belajar peserta didik di sekolah. Menurut pendapat Payong (2011:82) rendahnya kemampuan peserta didik yang seringkali dilihat melalui hasil belajar peserta didik dapat diduga berasal dari rendahnya mutu proses pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah di mana guru yang melakukan interaksi langsung terhadap peserta didik dalam menyalurkan pengetahuan kepada peserta didik sebagai faktor kuncinya.

Komitmen seorang Pendidik dalam dunia pendidikan yaitu dengan tujuan untuk meningkatkan mutu atau kuwalitas peserta didik dalam rangka menghadapi semua hambatan dan tantangan dimasa yang akan datang,maka seorang pendidik harus bisa mengedepankan semua kebutuhan peserta didik dengan penuh tanggung jawab dan punya dedikasi yang tinggi ( high dedication )

Sinamo (2008: 26) mendefinisikan bahwa: “Etos kerja profesional adalah seperangkat perilaku kerja positif yang berakar pada kesadaran yang kental, keyakinan yang fundamental, disertai komitmen yang total pada paradigma kerja yang integral”. Lebih lanjut Sinamo menerangkan bahwa paradigma di sini berarti konsep utama tentang kerja itu sendiri yang mencakup idealisme yang mendasari, prinsip-prinsip yang mengatur, nilai-nilai yang menggerakkan, sikap-sikap yang dilahirkan, standar-standar yang hendak dicapai: termasuk karakter utama, pikiran dasar, kode etik, kode moral, dan kode perilaku bagi para pemeluknya. Berdasarkan hal itu, maka Sinamo (2008:20-21) memformulasikan etos kerja profesional dalam delapan paradigma, yaitu: (1) kerja adalah rahmat, (2) kerja adalah amanah, (3) kerja adalah panggilan, (4) kerja adalah aktualisasi, (5) kerja adalah ibadah, (6) kerja adalah seni, (7) kerja adalah kehormatan, dan (8) kerja adalah pelayanan. Penjelasan delapan paradigma etos kerja professional tersebut adalah sebagai berikut: Kerja adalah rahmat. Kerja adalah “rahmat” merupakan suatu paradigma dan pengakuan bahwa kerja adalah anugerah Tuhan. Pengakuan ini lahir dari keyakinan yang kental bahwa kita adalah hamba Tuhan dan Tuhan selalu hadir bersama kita: dahulu, kini, dan mendatang. Dengan paradigma rahmat ini kita akan terdorong untuk bekerja dengan tulus dan pada tingkat emosional, paradigma rahmat membuat hati kita berlimpah syukur. Kita harus bekerja dengan hati bersih dan tulus dengan penuh syukur. Bekerja adalah bentuk rasa syukur kita kepada Tuhan. Kerja adalah amanah. Amanah adalah titipan berharga yang dipercayakan kepada kita, atau aset penting yang dipasrahkan kepada kita. Konsekuensinya, sebagai penerima amanah, kita terikat secara moral untuk melaksanakan amanah itu dengan baik dan benar. Amanah akan mengikat penerima amanah secara moral untuk memikul suatu tanggungjawab. Sehingga tidak mungkin ada tanggungjawab tanpa ada amanah. Amanah mendahului tanggungjawab; tegasnya amanah melahirkan tanggungjawab. Suatu tanggungjawab harus ditunaikan secara baik dan benar sehingga menyamai bobot amanah yang diberikan. Jika kita menerima amanah, kita harus bertanggungjawab secara baik dan benar. Amanah menuntut kesejatian, bukan hanya esensinya tetapi juga prosedurnya. Kerja merupakan amanah, artinya bahwa melalui bekerja kita menerima amanah. Untuk bekerja diperlukan kompetensi dan integritas yang merupakan sepasang kualitas utama agas seseorang mampu mengemban amanah dengan sukses. Membangun kompetensi memerlukan pendidikan dan pelatihan, sedangkan membangun integritas memerlukan pengetahuan dan komitmen kuat pada nilai-nilai etika. Kerja adalah panggilan: aku bekerja tuntas penuh integritas. Pekerjaan merupakan panggilan yang kita penuhi untuk menjawab suara Sang Pemanggil Agung. Setiap orang pasti dilengkapi dengan potensi dan kemampuan untuk melakukan panggilan itu. Profesi merupakan bidang pekerjaan khusus yang kita jalani sebagai bentuk dan wahana pengabdian kita pada kehidupan. Orang yang secara sadar dan bebas memilih profesi tertentu berhak disebut sebagai manusia profesional. Tujuan panggilan yang terpenting adalah agar kita biasa bekerja tuntas dan selalu mengedepankan integritas. Integritas adalah komitmen, kejujuran, keberanian mendengarkan nurani dan memenuhi tuntutan profesi dengan segenap hati, pikiran, dan tenaga. Mengingkari panggilan akan berakibat kegagalan, bukan karena dihalangi untuk sukses, tetapi mustahil sukses di bidang yang bukan panggilannya. Kerja adalah aktualisasi: aku bekerja keras penuh semangat. Kerja keras adalah usaha luhur untuk menggali potensi maksimum diri dan lingkungan kita. Dia hanyalah jalan yang patut kita lalui, bukan tujuan itu sendiri. Kerja keras, keyakinan, dan fokus adalah tiga serangkai kunci menuju keberhasilan. Aktualisasi adalah kekuatan untuk mengubah potensi menjadi realisasi; mewujudkan apa yang kata orang mustahil tercapai, dengan bantuan kecerdasan dan kerja keras serta kegagalan merupakan pertanda bahwa sudah saatnya kita mengubah pendekatan secara cerdas dan cerdik. Tujuan aktualisasi yang terpenting adalah agar kita biasa bekerja keras dan selalu tuntas; tak ada sukses yang berarti tanpa kerja keras, keringat, dan air mata; kerja keras adalah melangkah satu demi satu secara teratur menuju impian kita; halangan dan rintangan bisa menjadi batu loncatan menuju keberhasilan. Bekerja keras harus dengan rencana dan tujuan yang jelas. Kerja adalah ibadah: aku bekerja serius penuh kecintaan. Kerja itu ibadah, yang intinya adalah tindakan memberi atau membaktikan harta, waktu, hati, dan pikiran kepada Dia yang kita abdi. Ibadah seseorang terlihat pada etosnya, dan teologinya terlihat pada etikanya. Ibadah adalah upaya untuk selalu memberi dalam bekerja: memberi adalah pengalaman puncak dan vitalitas tertinggi potensi kemanusiaan kita; memberi lebih membahagiakan daripada menerima; dalam memberi kita merasakan kelimpahan yang otentik, happiness in spending our ability. Tujuan ibadah yang terpenting adalah agar kita biasa bekerja serius namun penuh kecintaan; cinta pada pekerjaan akan meningkatkan kualitas motivasi, sikap, dan kebiasaan kerja, kualitas kerja, kepribadian dan karakter serta martabat diri kita ke tingkat yang lebih mulia, serta harga finansial kita di bursa tenaga kerja; pekerjaan dapat memperkaya hubungan silaturahmi yang saling mengasihi dan menyayangi, membangun rasa kesatuan antar manusia, menghasilkan kemakmuran, kesejahteraan dan kebahagiaan. Kerja adalah seni: aku bekerja cerdas penuh kreativitas. Etos seni berarti kerja dipahami dan dihayati sebagai aktivitas berkesenian penuh daya cipta. Kerja yang dilakoni dengan paradigma seni memuaskan dahaga jiwa kita sekaligus mengembangkan talenta seni itu sendiri; membuat kita dipenuhi oleh daya cipta asli, kreasi-kreasi baru, dan gagasan-gagasan inovatif. Hasilnya, buah pekerjaan kita akan disukai orang lain, pelanggan, atau pengguna. Tujuan bekerja sebagai seniman yang terpenting adalah agar kita biasa bekerja cerdas penuh kreativitas: etos seni memperindah karya dan kinerja kita, dan dengan demikian meningkatkan harga jual; pekerjaan dengan nilai artistik dan kualitas estetik, hanya lahir dari wilayah yang kita minati dengan intens; kerja sebagai seni yang mendatangkan kesukaan dan gairah kerja, bersumber dari aktivitasaktivitas kreatif, artistik, dan interaktif. Pekerjaan yang dihayati sebagai seni terutama kelihatan dari kemampuan kita berpikir tertib, sistematik, dan konseptual, juga, kreatif memecahkan masalah, imajinatif, menemukan solusi, inovatif mengimplementasikannya dan cerdas saat menjualnya. Kerja adalah kehormatan: aku bekerja tekun penuh keunggulan. Kerja adalah kehormatan karena berkarya dengan kemampuan sendiri adalah suatu kebajikan sosial dimana kita diakui sebagai manusia produktif dan kontributif. Dalam konteks kerja, kehormatan berarti prestasi unggul karena berprestasi tinggi mengundang rasa hormat orang. Kehormatan berarti menunjukkan perilaku kerja yang etis dan menjauhi perilaku kerja yang nista. Tujuan kehormatan yang terpenting adalah agar kita bekerja tekun penuh keunggulan: bekerja unggul adalah kuncinya, unggul di sini berarti luarbiasa, the best of the kind, superior, excellent. Keunggulan memerlukan strategi yang cerdas, bernapaskan kualitas, berintikan ketekunan, Kualitas unggul membutuhkan kreativitas, imajinasi, inovasi serta antisipasi terhadap perubahan karena sesungguhnya berpacu dengan waktu itu sendiri. Akar terdalam mutu yang unggul adalah ketekunan. Kerja adalah pelayanan: aku bekerja sempurna penuh kerendahan hati begitu juga yang harus dilakukan oleh pendidik terhadap peserta didik. Apapun pekerjaan kita sebagai seorang pendidik sesungguhnya kerja adalah untuk melayani peserta didik. Secara sosial pelayanan adalah hal yang mulia, karena itu hakikat pekerjaan kita sebagai seorang pendidik pun mulia dan sebagai makhluk pekerja kita semua adalah insan yang mulia. Melalui pekerjaan sesungguhnya kita memuliakan Tuhan, bangsa, organisasi, perusahaan, dan keluarga kita. Melalui pelayanan yang penuh tanggung jawab dan iklas maka pekerjaan kita termuliakan sebagaimana juga akhlak, kepribadian, dan budi pekerti kita. Derajat pelayanan kita akan bertambah apabila kita bersikap tulus, rendah hati, ramah, dan hormat kepada peserta didik,karena kita sebagai seorang pendidik harus menjadi tauladan, contoh yang baik kepada peserta didik. Hasil kerja yang unggul karena mutu tinggi dihasilkan oleh serangkaian langkah logis rasional di mana setiap elemen proses tersebut juga harus bermutu dan berkuwalitas yang sangat baik. Ini menuntut perbaikan terus-menerus menuju kesempurnaan. Keunggulan hanya bisa dihasilkan oleh manusia-manusia yang memiliki etos kerja yang unggul pula, yaitu mereka yang berarti teguh, bervisi tangguh, dan bertekad kuat untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia ( SDM ) yang unggul dengan melalui pendidikan. Demikian mereka sekaligus memelihara martabat dan derajat kemuliaannya yang tinggi sebagai seorang yang berpendidikan.

  1. Bagaimana cara meningkatkan komitmen pada saat PJJ?

Komitmen merupakan kemauan dan kemampuan seorang pendidik untuk dapat menyeimbangkan antara sikap dan tindakan untuk mewujudkan tujuan sekolah dengan mengutamakan kepentingan peserta didik di sekolah daripada kepentingan diri sendiri, seseorang ataupun golongan. Komitmen menyelaraskan perilaku pribadi dengan kebutuhan, prioritas dan tujuan sekolah. Hal ini mencakup cara-cara mengembangkan tujuan atau memenuhi kebutuhan sekolah yang intinya mendahulukan misi sekolah dari pada kepentingan pribadi (Blogtopsites, 2016)

Komitmen merupakan nilai sentral dalam mewujudkan soliditas sekolah. Komitmen tinggi dari guru akan meningkatkan motivasi dan meningkatnya kinerja, komitmen tinggi berhubungan dengan kemandirian dan “Self Control” .Komitmen tinggi ditunjukkan dengan kesetiaan terhadap sekolah dan memiliki efek positif terhadap prestasi siswa di sekolah. Komitmen guru dimaknai sebagai komitmen guru merupakan faktor penentu yang mempengaruhi proses pengajaran dan belajar siswa. Apa yang didapatkan selama seorang guru menjalankan pendidikannya akan memberikan dasar bagi guru tersebut untuk mengajar, dimana hal tersebut diperlukan untuk menumbuhkan kepercayaan diri guru untuk memulainya. Tetapi apapun profesinya tidaklah mungkin untuk mempelajari semua hal yang berkaitan. Tidak mungkin seorang guru mendapatkan semua informasi dari pendidikan formal yang dijalaninya. Seorang guru diharapkan bisa memulai dengan tingkat kompetensi yang pasti dalam menciptakan kelas, menyusun instruksi, dan bekerja bersama siswa untuk mendukung pelajaran mereka. Untuk unggul dalam profesi ini, untuk menunjukkan bahwa seorang guru mengerjakan tugasnya dengan serius dan sungguh-sungguh, dan untuk menantang diri guru itu sendiri untuk meningkatkan keahliannya, penting untuk mengetahui bahwa mengajar merupakan pengalaman belajar yang berkelanjutan selama masa perjalanan karir guru tersebut. Banyak faktor yang mempengaruhi komitmen guru di SMAN 1 Wangon, diantaranya adalah : (1) Kepercayaan dan penerimaan terhadap tujuan sekolah (2) Tingkat keterlibatan dalam pengambilan keputusan (3) Menciptakan iklim yang kondusif untuk belajar (4) Prestasi siswa (5) Hadiah dan otonomi tugas (6) Feedback dari 36 lingkungan atas tugas yang telah dilaksanakan (7) Kepuasan kerja. Untuk membangun komitmen sebagai guru yang professional, di SMAN 1 Wangon, guru dituntut berapa hal, antara lain : Mampu mengembangkan ilmunya mengikuti proses perkembangan jaman, agar peserta didiknya dapat menerima apa yang disampaikan oleh guru. Disiplin dan tertib dalam menjalankan tugasnya. Bagaimanapun konsepnya kalau tidak disiplin maka ilmu itu tidak akan sampai kepada siswa. Bermasyarakat dengan warga utamanya wali murid. Wawasan kemasyarakatan perlu dipupuk guru untuk mendapatkan metode yang tepat dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan siswa, guru dapat membimbing siswa dalam belajar. Belajar bagi siswa jangan hanya dibatasi dengan mata pelajaran yang ada, namun lebih dari itu hendaknya siswa dapat mengembangkan ilmunya dengan referensi lainnya Berperilaku sebagaimana layaknya orangtua, guru adalah orang tua kedua, dalam arti pendidik tempat berlindung peserta didik bertanya dan lain-lain.

Komitmen seorang Pendidik dalam dunia pendidikan yang dilaksanakan dengan pembelajaran jarak jauh yaitu dengan metode atau model pembelajaran yang sangat mendukung untuk meningkatkan mutu atau kuwalitas peserta didik dalam rangka menghadapi semua hambatan dan tantangan dimasa yang akan datang,maka seorang pendidik harus bisa mengedepankan semua kebutuhan peserta didik dengan penuh tanggung jawab dan punya dedikasi yang tinggi ( high dedication )

  1. Bagaimana cara meningkatkan ethos kerja tinggi pada saat PJJ?

Faktor-faktor yang mempengaruhi etos kerja seseorang. Jika dikaitkan dengan etos kerja sebagai pendidk di sekolah, maka ada dua aspek esensial dalam menjelaskan faktor-faktor tersebut, yaitu: a) Faktor pertimbangan internal, yang menyangkut: ajaran yang diyakini atau sistem budaya dan agama, semangat untuk menggali informasi dan menjalin komunikasi. b) Faktor pertimbangan eksternal, yang menyangkut: pertimbangan histories, termasuk di dalamnya latar belakang pendidikan dan lingkungan alam di mana ia hidup, pertimbangan sosiologis atau sistem sosial di mana hidup; dan pertimbangan lingkungan lainnya, seperti lingkungan kerja seseorang.

Etos Kerja seorang pendidik 1) Kerja Tuntas Seorang pendidk itu mempunyai tanggung jawab yang berat maka dari itu apapun yang sudah di SK kan oleh kepala sekolah sesuai tugas dan tupoksi masing-masing maka seorang pendidik harus menuntaskan kerjanya. Seorang pendidik yang baik, dan teladan bagi peserta didik maka dia akan melaksanakan tugas dengan sebaik mungkin, karena tolak ukur keberhasilan seseorang pendidik adalah mencerdaskan peserta didik dan bertanggung jawab dengan tugas yang dibebankan. Seorang pendidik mempunyai beberapa kegiatan rutin yang harus dikerjakan : 1) Bekerja tepat waktu baik diawal maupun diakhir pembelajaran; 2) Membuat catatan dan laporan sesuai standar kinerja, ketapatan dan jadwal waktu.; 3) Membaca, mengevaluasi dan mengembalikan hasil kerja peserta didik.; 4) Mengatur kehadiran peserta didik dengan penuh tanggung jawab.; 5) Mengatur jadwal, kegiatan harian, mingguan, semesteran dan tahunan. 6) Mengembangkan perarturan dan prosedur kegiatan kelompok, termasuk diskusi; 7) Menetapkan jadwal kerja peserta didik; 8) Mengadakan pertemuan dengan orang tua dan dengan peserta didik; 9) Mengatur tempat duduk peserta didik; 10) Memahami peserta didik; 11) Menyiapkan bahan-bahan pelajaran, kepustakaan, dan media pembelajaran; 12) Menghadiri pertemuan dengan pendidik, orang tua peserta didik dan alumni; 13) Menciptakan iklim kelas yang kondusif; 14) Melaksanakan latihan-latihan pembelajaran; 15) Merencanakan program khusus dalam pembelajaran; 16) Menasihati peserta didik. 1) Kerja Setiap langkah dalam kehidupannya selalu memperhitungkan segala aspek dan resikonya dan tentu saja sebuah perhitungan yang rasional, 1) kerja iklas, melaksanakan tugas sebagai seorang pendidik tanpa pamrih dari peserta didik, 2) kerja tuntas,dalam pembelajaran harus sesuai dengan apa yang sudah di intrumenkan dalam RPP 3) kerja dengan benar,melaksanakan pembelajaran sesuai dengan KI,KD,IPK, 4) Menghargai Waktu Waktu baginya adalah rahmat yang tiada terhitung nilainya. Baginya pengertian terhadap makna waktu merupakan rasa tanggung jawab yang sangat besar. Sehingga sebagai konsekuensinya logisnya dia menjadikan waktu sebagai wadah produktivitas, kedisiplinan waktu pada waktu awal pembelajaran dan akhir pembelajaran, 5) Tidak Pernah Puas Berbuat Kebaikan Seorang pendidik tidak akan merasa puas sebelum mencapai apa yang pendidik harapkan terhadap peserta didiknya. Pendidik pantang menyerah karena memberikan ilmu itu hukumnya wajib.Pendidik akan selalu berusaha semaksimal mungkin untuk bisa menjadikan peserta didiknya menjadi seorang manusia yang beraklak mulia,berbudi pekerti yang luhur,iklas, bertanggung jawab dan bisa membawa nama baik diri sendiri,orang tua, Agama dan Negara.

Kesimpulan

Komitmen seorang Pendidik merupakan kemauan dan kemampuan seorang pendidik untuk dapat menyeimbangkan antara sikap dan tindakan dalam rangka mewujudkan dunia pendidikan dengan tujuan untuk meningkatkan mutu atau kuwalitas peserta didik dalam menghadapi semua hambatan dan tantangan dimasa yang akan datang,maka seorang pendidik harus bisa mengedepankan semua kebutuhan peserta didik dengan penuh tanggung jawab dan punya dedikasi yang tinggi ( high dedication )

Etos Kerja seorang pendidik meliputi

1) kerja iklas

2) Kerja Tuntas

3) Kerja Benar

4) Menghargai Waktu

5) Tidak Pernah Puas Berbuat Kebaikan

Daftar Pustaka

Aam Imaddudin. 2008. Program Bimbingan dan Konseling Untuk Mengembangkan Komitmen Belajar Siswa Sekolah Menengah. Jakarta: PT Rineka Cipta

Payong, Marselus R. 2011. Sertifikasi Profesi Guru. Jakarta: PT Indeks

Undang-Undang Guru dan Dosen Nomor 14 Tahun 2005

Setijadi. 2005. Pendidikan Jarak Jauh. Jakarta: Universitas Terbuka

Siahaan, Mariot P. 2005. Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

Sinamo, Jansen. 2008. 8 Etos Kerja Profesional. Jakarta : Malta Printindo

Solomon, M.R. 2007. Consumer Behavior: Buying, Having and Being. New Jersey, Upper Saddle River: Pearson Education, Inc

BIODATA PENULIS

Nama : Eni Supriyatin,S.PD.

NIP . 197301312007012010

Pangkat / Gol : Penata Muda Tk. I. III/b

Unit Kerja : SMA N 1 Wangon

Email : enisupriyatin98@gmail.com

NO HP : 081213320750

Judul : KOMITMEN DAN ETHOS KERJA TINGGI WUJUDKAN SUKSES DALAM PJJ

By admin

You cannot copy content of this page