Iklan

ARTIKEL ILMIAH

KEPALA SEKOLAH, MAU DIBAWA KEMANA SEKOLAHMU ?

Oleh: Nuridin, S.Pd.

Seiring waktu yang terus berjalan, menit demi menit menapak langkah terus berlalu menjelajahi dunia mencari harapan pasti. Di dalam lingkungan pergaulan dunia yang semakin meluas dan beraneka ragam di masa sekarang, banyak pilihan yang harus diprioritaskan agar manusia tidak menjadi bingung dalam menghadapinya. Dari berbagai kesempatan dan banyak tantangan yang menyebabkan manusia harus mempersiapkan sumber daya manusia agar tetap hidup dan berkualitas.

Pendidikan di masa sekarang dan yang akan datang dituntut serba professional dan lebih mandiri. Keberhasilan pendidikan di Indonesia dipengaruhi oleh proyeksi penduduk yang terlibat dalam pendidikan yang akan meningkat, penekanan kemampuan membaca, menulis dan berhitung dan ketrampilan dalam Ilmu teknologi. Kurikulum yang dirancang untuk dilaksanakan dan disesuaikan dengan lingkugan sekolah dan masyarakat.

Menggunakan metode pembelajaran yang fleksibel dan disesuakan dengan karakter siswa dan kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan oleh guru. Tidak kalah penting peningkatan karir guru yang sejalan dengan peningkatan dari pendidikan guru tersebut. Tuntutan masyarakat akan perlunya keterbukaan dalam manajemen Pedidikan yang dilaksanakan.

Banyak tantangan yang dihadapi setiap hari jelas akan sangat mempengaruhi dunia pendidikan pada umumnya dan dunia kepemimpinan kepala sekolah pada khususnya. Fakta menunjukkan bahwa banyak sekolah yang terpaksa tutup disebabkan bukan hanya berhasilnya keluarga berencana , namun dengan mulai berkurangnya jumlah siswa usia dini dapat disebabkan karena kesalahan manajemen sekolah sehingga masyarakat kurang menyukai sekolah tersebut. Mungkin banyak pihak ketiga yang menanamkan modal dalam Pendidikan juga dapat mempengaruhi minat sekolah dimana sekolah dengan bimbingan serta fasilitas yang tersedia mulai banyak diminati orang tua yang mampu.

Namun demikian, mutu sekolah yang salah satunya mendukung minat siswa bersekolah tersebut adalah indikatornya bisa dinilai dari hasil belajar nilai ujian nasional yang tinggi dan efektifitas kegiatan belajar mengajar yang berkualitas. Disamping kualitas kompetensi guru juga disiplin waktu dan siswa yang diterapkan sebagai peraturan dapat mempengaruhi minat bersekolah. Banyak sekolah yang fasilitas pas-pasan tetapi nilai ujian akhir nasionalnya bagus.

Kemandirian juga merupakan tujuan dari pendidikan nasional kita. Disamping itu pendidikan bertujuan agar siswa menjadi manusia yang bertaqwa, cerdas, terampil, berbudi pekerti yang luhur, dan mandiri. Sekolah yang mandiri juga membutuhkan seorang pemimpin yang professional agar sekolah dapat melaksanakan program pembangunan sumber daya manusia sesuai dengan tujuan UUD 1945 seperti yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945. Beberapa indikator perlunya kepala sekolah yang professional untuk menjadi seorang pemimpin yang mandiri adalah dikarenakan kepala sekolah masih belum dapat menjawab tantangan kedinamikaan perubahan yang terjadi di masyarakat. Perencanaan Pendidikan belum sepenuhnya diterapkan dengan baik di sekolah.

Masih ada kepala sekolah yang tidak responsive terhadap gejolak perubahan yang begitu cepat, mereka menganggap kemajuan sekolah bukan menjadi tanggung jawabnya. Kelemahan kemampuan kepala sekolah dalam aspek prosuderal diantaranya kelemahan dalam menganalisis, merancang, dan mengambil keputusan terhadap sumber penyusunan pedoman perincian program dan program evaluasi. Aspek substansial diantaranya kelemahan kepala sekolah dalam kemampuan generalisasi, mengingat perencanaan pendidikan yang multi disipliner dan indisipliner. Sikap ragu-ragu dalam memahami realitas yang dapat diidentifikasikan, mempengaruhi kemampuan mengambil kebijakan apalagi keputusan yang bersifat futurisik.

Jika kita berpegangan pada pendapat J.Door bahwa perencanaan pada dasarnya merupakan pengambilan keputusan untuk masa depan. Dalam kondisi sekarang ini sulit diharapkan menemukan kepala sekolah sebagai perencana pendidikan yang baik. Diharapkan kepala sekolah memiliki keberanian manajerial dalam memilih solusi-solusi yang terbaik untuk mengambil keputusan.

Gejala ketergantungan dan menunggu pengarahan dari atas yang melanda sistem keorganisasian formal tidak dapat dilepaskan dari pemilihan pendekatan dan orientasi administratif yang sangat mengutamakan sentralisasi. Dampak negatifnya inisiatif dan kemandirian dalam upaya menjadikan sekolah yang lebih kondusif, responsive, dinamik, dan luwes dalam menghadapi perubahan yang terjadi di lingkungannya masih kurang.

Membangunan integrasi dalam satu sistem yang mengarah pada peningkatan mutu lulusan di sekolah sebagai langkah utama dilakukan yaitu konsolidasi manajemen sekolah yang bersangkutan dan merupakan tanggungjawab kepala sekolah.

Hari Sudrajat ( 1998) mengemukakan bahwa kepala sekolah yang memiliki kemampuan manajemen dan kepemimpinan pendidikan intrapreuneur mampu meningkatkan keberhasilan sekolah .Dadi Permadi ( 1998) juga menyampaikan bahwa pembinaan kepemimpinan mandiri telah mampu meningkatkan keberhasilan sekolah. Pembinaan kepemimpinan mandiri bagi kepala sekolah dasar yang bertumpu pada pengembangan 10 dimensi kepemimpinan mandiri telah mampu mengubah perilaku kepemimpinan kepala sekolah yang lebih dinamis dan produktif yang dapat meningkatkan kinerja sekolah terutama dalam mengatasi hambatan proses belajar mengajar melalui pemanfaatan sumber daya yang tersedia baik sumber daya manusia dan barang baik yang ada di sekolah maupun yang berada di luar sekolah. Peranan manajemen menentukan hampir lebih sepertiga dari hasil belajar.

BIODATA

Nama : Nuridin, S.Pd.

NIP : 19680508 199407 1 001

Jabatan : Kepala Sekolah

Unit Kerja : SD N 4 Kaliajir

By admin

You cannot copy content of this page