Iklan

KENDALA PEMBELAJARAN JARAK JAUH MATERI AKUNTANSI

DI ERA PANDEMI.

Oleh : Sri Mulyaati, S.Pd.

Pendahuluan

Pembelajaran merupakan usaha untuk menyampaikan ilmu pengetahuan. Pembelajaran dikatakan sempurna jika proses pembelajaran berjalan secara efektif. Pembelajaran efektif adalah pembelajaran yang dapat mencapai tujuan sesuai dengan indikator pencapaian. Dikarenakan adanya wabah Covid 19 yang melanda Dunia termasuk didalanya Negara Indonesia.. Menurut WHO (2019) Coronavir. merupaka keluarga besar yang menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan pada manusia biasanya menyebabkan penyakit Infeksi saluran pernafasan, mulai flu biasa hingga penyakit yang serius seperti Midlle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Sindrom Pernafasan Akut Berat / Severe Acute Respiratory Syndrom (SARS). (Nahdi et al, 2020; Wax & Cristian, 2020). Coronavirus jenis baru yang ditemukan pada manusia sejak kejadian luar biasa muncul di Wulan Cina, pada Desember 2019,kemudian diberi nama Severe Respitatory Syndrom Coronavirus 2 (SARS-COV2) dan menyebabkan penyakit Coronovirus Disease-2019 (COVID 19).

Adanya pandemi covid 19. Membuat sarana mati atau ditutup sementara, termasuk kegiatan belajar mengajar. Akhirnya Pemerintah menilai pembelajaran untuk tahun ajaran 2020 / 2021 untuk Indonesia.menggunakan pembelajaran jarak jauh yang lebih dikenal dengan istila (PJJ).

Pemerintah menilai pembelajaran jarak jauh merupakan solusi yang sangat tepat dikarenakan Pendiidkan merupakan salah satu sektor yang dianggap paling mendesak dengan kondisi pademuk. Menyikapi bebagai perkembangan yang terjadi , pemerintah memutuskan untuk menunda pelaksanan kenurmalan baru didunia pendidikan. Pada tanggal 16 Juni 2020. Menteri Pendidikan dan kebudayaan telah mengumumkan Surat Keputusan Bersama. (SKB). Bersama – sama menteri yang lain . tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran dan Tahun Akademik Baru di Masa Pandemi Covid – 19. (Media Indonesia 16 Juni 2020). Berdasarkan pelaksanaan PJJ. Enam bulan terahir . pemerintah menilai bahwa PJJ masih menjadi model pembelajaran yang dipilih berdasarkan panduan diatas.

Penulis ingin menkaji beberapa permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan Pelaksaan Pembelajaran Jarak Jauh ( PJJ ) di masa pandemi. Pada kanyataanya masih banyak pekerjaan rumah yang menjadi tanggung jawab bersama dalam menjaga kesinambungan pendidikan nasional

Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh

Selama masa pandemi COVID-19 mengharuskan setiap satuan pendidikan menggunakan pembelajaran jarak jauh, itu menjadi satu satunya cara agar proses pembelajaran dapat terus berjalan, penggunaan media pembelajaran dan kreatifitas didalamnya menjadi titik kunci keberhasilan pembelajaran, namun kendala baik dari sistem media maupun dari kesiapan pengajar dan pembelajar akan menghambat kegiatan pembelajaran, hal tersebut menjadi kekurangan dalam pelaksanaan pendidikan jarak jauh/ Distance Education yang masih harus dibenahi.

Pengurus Persatuan Keluarga Besar Taman Siswa (PKBTS), Darmaningtyas, pun menyurati Presiden Joko Widodo. Dia meminta agar tahun ajaran baru yang sedianya dimulai Juli 2020 diundur hingga Januari 2021. Darmaningtyas mengatakan, wabah virus corona tampaknya belum akan mereda dalam waktu dekat. Selain itu, merujuk data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), potensi penularan virus pada anak juga terbilang tinggi. “Menurut keterangan Ketum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dokter Aman Pulungan, jumlah ODP anak hampir 3.400 orang, kematian PDP ada 129 anak, positif corona anak ada 584 orang, dan kematian kasus positif yang menimpa pada anak mencapai 14 jiwa. Tertinggi di Asia,” katanya dalam surat itu, Kamis (28/5/2020). Baginya, data IDAI cukup mengkhawatirkan jika semua pihak mempertimbangkan keselamatan anak. Terlebih bagi para orang tua yang anaknya masih duduk di bangku sekolah. “Data ini semakin menambah cemas orang tua bila bulan Juli harus kembali ke sekolah,”.

Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menilai, wacana pembukaan sekolah pada pertengahan Juli 2020 agar dipikirkan matang dan memperhatikan data terkait penanganan Covid-19 di setiap wilayah. Jika penyebaran Covid-19 di sebuah daerah masih tinggi, menurut FSGI, opsi memperpanjang metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) adalah pilihan terbaik. KOMPAS.com.

Ada lima hal yang harus diperhatikan dalam menjawab tantangan model pembelajaran di masa yang akan datang dengan melihat hasil evaluasi pelaksanaan PJJ. Khususnya untuk mapel AKUNTANSI yang penulis rasakan selaku guru akuntansi di SMA N 1 WANGON. Yaitu

  • Sarana prasara.atau intrastruktur,
  • Kurikulum,
  • Kapasitas guru,
  • Sulitnya pemahaman mapel akuntansi dalam PJJ

Saarana/prasaran atau Infrastruktur Teknologi

Kenyataan dalam pelaksanaan Pendidikan Jarak Jauh, seringkali ditemukan kendala ataupun ketidaksesuaian dengan pembelajaran yang seharusnya, banyak yang mengira tanggung jawab pengajar dalam melaksanakan PJJ jauh lebih ringan ketimbang dengan Pembelajaran tradisional (Semradova & Hubackova, 2016). Saat ini sistem pendidikan menghadapat banyak masalah, dalam masa pandemi COVID-19 pembelajaran di Indonesia dialihkan menjadi Pendidikan jarak jauh, namun kurangnya peralatan, personel, sumber daya, dan keterbatasan teknologi pendidikan, mengakibatkan kegiatan PJJ selama ini yang berjalan hampir enam bulan hanya 51% kegiatan PJJ yang berjalan efektif menurut Kemendikbud. Masih banyak permasalahan karena sejumlah siswa tidak memiliki akses teknologi, keterbatasan alat / gawai, jaringan internet dan aplikasi media pembelajaranya. Untuk internet, permasalahan terjadi karena akses jaringan internet yang tersedia tidak merata antara daerah maju diperkotaan dan daerah pinggiran.

Mengingat arti pentingnya infrastuktur dalam mengakses PJJ, pemerintah sudah sewajarnya segera mengatasi kesenjangan digital. Ada usulan agar Indonesia mempunyai satelit khusus penidikan untuk menghidari blank sport dan blank pocket (Hamad, 2020).

Kurikulum

Selain keterbatasan akses jaringan internet, satu permasalahan lain yang sering dikeluhkan selama pelaksanaan PJJ adalah belum adanya kejelasan kurikulum PJJ yang digunakan selama masa pandemi. Mendikbud Nadiem Makarim menyampaikan, sekolah memiliki tiga opsi kurikulum yang dapat diambil dalam kondisi darurat atau kondisi khusus di tengah pandemi global Covid-19 saat ini. “ Kurikulum pada satuan pendidikan dalam kondisi khusus memberikan fleksibilitas bagi sekolah untuk memilih kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran siswa,” ujar Nadiem Makarim di Jakarta, Jumat (7/8/2020). Beliau menyampaikan, sekolah dalam kondisi khusus dapat menggunakan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran peserta didik. Pelaksanaan kurikulum pada kondisi khusus, tambah Nadiem, bertujuan memberikan fleksibilitas bagi satuan pendidikan untuk menentukan kurikulum sesuai dengan kebutuhan pembelajaran peserta didik. Sekolah pada kondisi khusus dalam pelaksanaan pembelajaran dapat memilih salah satu kurikulum dari tiga opsi yang ditawarkan:

  1. Tetap mengacu pada Kurikulum Nasional
  2. Menggunakan kurikulum darurat; atau
  3. Melakukan penyederhanaan kurikulum secara mandiri.

Saat ini, pusat kurikulum dan pebukuan Kemendikbud sedang mempersiapkan opsi penyederhanan kurikulum. Karena kurikulum yang sekarang memang dirasakan cukup banyak dan berat , sehingga masih terus dipilih materi mana yang paling esensial.

Kapasitas Guru

Menghadapi pandemi, banyak guru yang belum siapdalam literasi digital untuk PJJ. Kompetensi guru dalam penguasaan PJJ dan literasi digital sejak awal memang tidak dipersiapkan untuk menghadapi pandemi. Data Ikatan Guru Indonesia (IGI) mencatat 60% guru memiliki kemampuan sangat buruk dalam penggunaan teknologi informasi saat mengajar (Media Indonesa, 12 Juni 2020).

Guru masih membutuhkan pendampingan, pelatihan, pengarahan teknis untuk mempersiapkan diri agar dapat melaksanakan PJJ dengan efektif, dan juga panduan untuk melaksanakan kurikulum atau materi pembelajaran yang adaftif sesuai kontek dimasa pandemi (Media Indonesia 17 Juni 2020). Peran guru juga perlu didefinisikan kembali, karena guru sebagai satu -satunya sumber pengetahuan sudah tidak lagi relevan ketika teknologi bisa menyediakan hal yang sama atau bahkan lebih baik. Guru harus lebih berperan sebagai fasilittor yang membantu siswa untuk berkembang dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.

Beberapa solusi yang telah diberikan pemerintah adalah terdapat beberapa peraturan yang telah dengan jelas mengatur dan memberikan gambaran tentang bagaimana proses pembelajaran jarak jauh dilaksanakan seperti Surat Edaran No. 15 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar Dari Rumah Masa Darurat Penyebaran Covid-19, Fleksibilitas penggunaan dana BOS untuk mensubsidi kuota guru dan siswa merupakan salah satu kebijakan yang dikeluarkan pemerintah dalam mengatasi mahalnya biaya kuota dalam rangka pelaksanaan pembelajaran jarak jauh. Untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas guru. Di SMA N 1 Wangon mengadakan IHTselama empat hari Yang berkaitan dengan peningkatan teknologi untuk menghadapi PJJ.

Peran kepala sekolah dalam mendorong para pendidik dan tenaga kependidikan untuk melakukan iptek di masa pendemi ini merupakan salah satu unsur penting dalam pelaksanaan pendidikan jarak jauh ini. Dengan adanya kebijakan pemberian pelatihan melalui IHT, Webinar ataupun Workshop tentang proses belajar mengajar bagi para pendidik dan tenaga kependidikan dapat meningkatkan kualitas lembaga pendidikan tersebut dalam memberikan layanan bagi peserta didik. Kerja sama yang dilakukan antara pihak sekolah dengan pihak provider untuk peningkatan layanan internet di sekolah merupakan salah satu upaya pemecahan masalah tentang keterbatasanya sarana dan prasarana penunjang ilmu pengetahuan dan teknologi di sekolah untuk peningkatan mutu. Pentingnya peran kepala sekolah dalam menjalin kerja sama dengan provider dalam proses pelayanan pemberian subsidi kuota menjadi bantuan yang dapat meringankan orang tua dan siswa itu sendiri.

Walaupun guru sudah ada inisiatif sendiri tetap membutuhkan panduan penyederhanaan kurikulum yang fleksibel, akomodatif, praktis, dan aplikasi untuk PJJ yang menyenangkan dan berkualitas. ( Media Indonesia, 17 Juni 2020 ).

E:\Screenshoot\ss1.PNG

Sulitnya pemahaman mapel akuntansi dalam PJJ

Sebelum ada pandemi Covid-19,  penulis sebagai guru mata pelajaran ekonomi dalam mengajar selalu menggunakan metode ceramah bervariasi untuk menerangkan konsep-konsep  ilmu ekonomi. Tetapi dengan adanya Covid-19 ini mau tidak mau, bisa  tidak bisa dan siap tidak siap harus berubah total cara mengajarnya, yaitu dengan mengajar secara online. Jujur sebelum ada Covid-19 tidak pernah terbayangkan sedikit pun bagaimana mengajar secara online itu. Pada tahap awal-awal sangat terasa sulit  sekali menyesuaikan mengajar dengan online dikarenakan dalam belajar ilmu akuntansi memang tidak bisa dipahami secara langsung, namun harus bertahap sesuai dengan prosedur akuntansi yang telah ada yang dimulai dari Persamaan dasar Akuntansi, Jurnal Umum, Buku Besar, Jurnal Penyesuaian, Neraca Lajur, hingga Laporan Keuangan.

Selama ini, jujur saya mengajar sering menggunakan spidol dalam menerangkan mata pelajaran Ekonomi, terutama yang berkaitan dengan pokok bahasaan akuntansi. Pelajaran akuntansi  menuntut siswa harus memahami tahap demi tahap  secara urut, oleh karena itu di ilmu akuntansi ada istilah siklus akuntansi.  Dalam hati saya berfikir  apa ya bisa  anak-anak menerima penjelasaan  jika diterangkan secara daring?  Jujur saja saya merasakan bahwa diajar secara luring saja anak-anak masih kesulitan memahami pelajaran akuntansi.

Sebagai seorang guru akuntansi saya tidak boleh menyerah dengan adanya PJJ ini. Apalagi dengan adanya Sekolahan mefasilitasi dengan mengadakan IHT tentang PJJ yang menurut saya sangat membantu guru yang pengetahuan teknologinya masih sangat kurang. karena pada awal-awal Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) saya belum mengenal apa itu Microsoft  teams, Zoom Meeting, Google Classroom  dan aplikasi yang lain. Tetapi seiring berjalannya waktu yaitu pada bulan April 2020 saya mulai belajar otodidak  lewat YouTube bagaimana menggunakan aplikasi yang saya sebutkan di atas. Sampai akhirnya saya menggunakan Google Classroom untuk menunjang PJJ mata pelajaran akuntansi.

Banyak pengalaman yang belum pernah saya alami sebelumnya. Misalnya, ketika saya mengajukan pertanyaan untuk dijawab banyak siswa yang kurang merespon. Semua diam seribu bahasa ketika ditanya lewat whatsapp. Siswa sering menjawab dengan jawaban  suara tidak terdengar, suara putus-putus tetapi anehnya ketika PJJ akan berakhir saya menutup pelajaran dengan pertanyaan “Sebelum saya tutup PJJ ini mungkin ada yang perlu kamu sampaikan kepada saya?” dengan serentak anak-anak menjawab “tidaaakkkk….” Ternyata diamnya anak-anak mungkin disebabkan PJJ yang baru saya lakukan kurang menarik bagi siswa. Hal ini bisa  maklumi, karena saya mengajar hanya dengan menggunakan metode ceramah. Padahal yang saya jelaskan terkait dengan siklus akuntansi mulai dari persamaan dasar akuntansi, jurnal umum, buku besar dan seterusnya tanpa melibatkan emosi siswa. Hal ini membuat saya harus merubah  metode dalam mengajar lewat daring agar siswa bisa terlibat secara emosional dalam PJJ sehingga tidak merasa  bosan.

E:\Screenshoot\ss2.PNG

Penutup

Belajar dari pelaksanaan PJJ enam bulan terahir, ada lima permasalahan yang harus diperhatikan dengan terus menjaga sinergi antar pemangku kepentingan, yaitu sarana prasarana/infrastruktur, kurikulum, peningkatan kapasitas guru, kepedulian orang tua dan metode yang tepat untuk materi akuntansi. Pemerintah harus mengatasi kesenjangan digital. Kurikulum secara terpusar perlu disederhanakan setelah dikaji secara matang agar dapat dijadikan pedoman bagi guru dalam melaksanakan PJJ. Menghadapi perubahan sudah saatnya dipikirkan peta pendidikan ke depanya karena pandemi ini menuntut agar sebagai negara kita siap. Pemangku kepentingan dalam hal ini pemerintah dan Skolhahan harus sering mengadakan pelatihan – pelatihan bagi para guru – guru sehingga siap melaksanakn PJJ tanpa kendala. Pemilihan metode dan cara mengajar khusus materi akuntansi sangat penting demi berhasilnya proses PJJ. Di samping kita sebagai guru  dituntut untuk selalu berinovasi dan berkreasi dalam mengajar, demi mengantarkan anak bangsa untuk mencapai kesuksesan pada masa mendatang.

REFERENSI

“Dilema Membuka Sekolah “ Kompas, 10 Juni 2020, hal. 8.

“Empat Syarat Pembukaan Sekolah Tak Bisa Ditawar,” Kompas, 16 Juni 2020, hal. 1.

“Guru-guru Kratif saat Pandemi Covid-19”, Kompas, 10 Juni 2020, hal, 1.

Hamad, Ibnu. “Satelit Pendidikan”, Republika, 22 Juni 2020, hal. 5.

“Keringan dan Bantuan untuk Siswa”, Kompas, 20 Juni 2020. Hal. 5.

“Kurikulum Khusus Disiapkan”, Kompas, 17 Juni 2020, hal. 8.

“Opsi Terbaik Tetap Belajar Jarak Jauh”, Media Indonesia, 12 Juni 2020, hal. 2.

“Panduan Belajar Belum Sentuh Kurikulum”, Media Indonesia, 16 Juni 2020, hal. 13.

“Perubahan Kurikulum Perlu Kajian Matang”, Kompas, 20 Juni 2020, hal. 1.

“Sekolah Diminta Siapkan Dua Skema Pembelajaran’’, Republika, 18 Juni 2020, hal. 1.

Pujilestari, Y. (2020). “Dampak Positif Pembelajaran Online Dalam Sistim Pendidikan Indonesia Pasca Pandemi Covid-19. “Adalah”, 4 (1).

Puspitasari, R. (2020). “Hikmah Pandemi Covid-19 Bagi Pendidikan Di Indonesia. Diambil 26 Mei 2020, dari Institut Agama Islam Negeri Surakarta websiter.

BIODATA PENULIS

Nama : Sri Mulyati, S.Pd.

NIP : 196612292007012006

Pangkat Golongan : Penata/ 111/ C

Alamat Email : mulyatitipar@gmail.com

No HP : 081327097292

Unit Kerja : SMA N 1 WANGON

Judul : KENDALA PEMBELAJARAN JARAK JAUH MATERI AKUNTANSI DI ERA PANDEMI

C:\Users\Sri Mulyani\AppData\Local\Microsoft\Windows\Temporary Internet Files\Content.Word\IMG_20210102_150951.jpg

By admin

You cannot copy content of this page