Iklan

GURU JADUL BUKAN ALASAN MENJADI GURU GAPTEK

D:\IMG-20180503-WA0068.jpg

Oleh: Dra. SIlis Indriyani

Dalam kehidupan sehari hari seringakali kita mendengar kata – kata jadul alias zaman dulu.Kata –kata jadul dan Gaptek alias gagap tehnologi adalah istilah dalam bahasa yang sering digunakan dalam kalangan remaja sehari- hari istilahnya bahasa gaul. Sebenarnya bahasa gaul sendiri sudah ada sejak lama, namun penyebutan istilah bahasanya yang berbeda. Dahulu bahasa gaul lebih dikenal sebagai baahasa prokem. Bahasa prokem ini popular sekitar tahun 1980 – an. Awalnya bahasa gaul digunakan oleh kelompok – kelompok tertentu saja. Hanya digunakan oleh beberapa kelompok tertentu karena tujuan awal adanya bahasa ini agar anggota kelompok tersebut saja yang mengetahui maknanya. Setiap kelompok memiliki ciri khas bahasa gaul mereka sendiri. Sehingga orang yang bukan anggota kelompok tersebut tidak mengetahui makna bahasa yang mereka gunakan dalam berkomunikasi. Dalam perkembangannya bahasa gaul dipakai secara luas di masyarakat.

Kata- kata jadul biasannya untuk menyebut sesuatu yang berhubungan dengan sesuatu barang atau benda baik yang hidup maupun mati.Kata- kata jadul biasanya dipakai dikalangan anak anak muda sekarang.Apakah sesuatu yang jadul semua berkonotasi negatif,tidak diperlukan lagi di zaman moderen seperti saat ini? Tidak selalu yang jadul bersifat negatif dan tidak diperlukan lagi di era moderen serta tidak memilki kontribusi dalam kehidupan moderen saat ini. Orang yang hidup pada era digital seperti saat ini tidak seluruhnya anti dengan yang berbau jadul buktinya banyak generasi muda yang masih menggunakan hal- hal yang bersifat jadul hanya disesuaikan perkembangan sekarang sehingga tetap yang jadul bisa dinikmati generasi sekarang.Yang jadul dengan sentuhan moderen akan memiliki arti penting perkembangan saat ini. Era digital menyentuh hampis seluruh masyarakat dari alapisan orang kaya sampai orang kalangan bawah,dari usia tua sampai anak anak.

Kalau yang mendapat predikat jadul adalah manusia,siapakah mereka?

Orang yang mendapat predikat jadul adalah orang orang yang usianya sudah tidak muda lagi sekitar umur 45 tahun ke atas.Secara fisik memang orang orang yang berumur diatas 45 tahun sudah mengalami penurunan secara fisik dan daya ingat serta kemampuan motoriknya.Orang orang yang mendapat sebutan orang jadul biasanya juga banyak yang kurang menguasai tehnologi sehingga mereka selain mendapat sebutan orang jadul juga mendapat sebutan gaptek alias gagap tehnologi atau kurang menguasai tehnologi. Lalu kalau yang jadul menyangkut manusia biasanya berkaitan dengan pola pikir dan perilaku mereka dalam kehidupan sehari hari baik dilingkungan keluarga,masyrakat maupun lingkungan kerja. Orang orang yang memilki predikat jadul biasanya kalau berkaitan dengan tehnologi kategori yang gaptek alias gagap tehnologi.Apakah orang orang dengan predikat jadul mereka banyak yang tidak menguasaia tehnologi digital,kalaupun mereka bisa tetapi sangat terbatas.

Gaptek atau gagap teknologi kerap dilabeli bagi orang awam yang baru kenal teknologi. Istilah gaptek sering terdengar dan familiar pemakaiannya kira- kira di tahun 90-an. Tahun 90-an di Indonesia menjadi era dimana komputer, internet dan gadget diperkenalkan. Perkembangan tehnologi digital di Indonesia begitu cepat,dari peralatan digital yang masih sederhana seperti komputer yang menggunakan komputer ber-OS Lotus dengan layar hijau. Dalam komunikasi dahulu yang kita kenal juga telpon ,berkembang kita kenal sebuah gadget kecil pengganti telpon rumah yang disebut pager. Merek HP yang sangat familiar ditelinga kita adalah merk Nokia, HP Nokia 3315 dulu sudah menjadi sesuatu yang mewah.HP dahulu adalah sesuatu barang mewah dan bisa meningkatkan status sosial seseorang apabila bisa memiliki HP. Internet pun menjadi konsumsi sekunder setelah banyak warnet. Warnet – warnet banyak digandrungi anak – anak muda untuk memenuhi hasrat akan dunia maya.Dulu berselancar di internet harus sabar dan telaten. Akses terbatas dan lambat memang menjadi kendala. Perkembangan tehnologi digital melesat bak meteor di langit sangat cepat. Bagi orang yang tidak kenal teknologi semacam ini, maka dibilang gaptek.

Menurut data yang diketahui, bahwa jumlah penjualan komputer saat ini sudah cenderung menurun dan terkalahkan oleh jumlah penjualan teknologi digital handphone. Hal ini antara lain disebabkan oleh adanya sejumlah kelebihan teknologi digital dibandingkan komputer atau laptop. Dari segi isi atau programnya, teknologi digital handphone lebih lengkap dibandingkan komputer; dari segi pelacakan dan sistem kerjanya dalam mencari data nampak lebih cepat, dari segi harganya lebih terjangkau; dari segi bentuk dan besarannya lebih simpel dan bisa disimpan disaku baju, dari segi ongkos operasinalnya lebih ringan dan dari segi mobilitasnya lebih fleksibel. Dengan berbagai kondisi objektif, sudah dapat dipastikan, bahwa jumlah masyarakat yang menggunakan teknologi digital akan jauh lebih banyak, hingga ke peloksok pedesaan dibandingkan dengan penggunaan teknologi komputer. Tidak hanya itu, ekspansi dan daya inovasi teknologi digital handhone jauh juga lebih cepat. Ia benar-benar mengikuti selera masyarakat, bahkan jauh melebihi selera dan imajinasi masyarakat. Teknologi digital telah menawarkan beragam komunikasi, yakni selain dalam komunikasi dengan voice dan sms, juga bisa melalui facebook, whatsApp, youtube, Instagram. Masyarakat menggunakan teknologi digital untuk mendukung kebutuhan sehari hari dalama berbagai bidang dari pendidikan,ekonomi,pariwisata,sosial kegiatan lainnya. Tehnologi digital memudahkana aktifitas masyarakat pada umumnya,masyarakat saat ini telah memasuki era digital.Era digital tidak hanya menyentuh kalangan muda tetapi juga orang–orang yang sudah kategori tua, tetapi banyak juga yang masih belum mengenal era digital

Kemajuan tehnologi dewasa ini tidak bisa kita hindari dalam kehidupan sehari hari termasuk dalam dunia pendidikan.Lembaga pendidikan adalah tempat peserta didik belajar berbagai ilmu pengetahuan sebagai bekal untuk melanjutkan kehidupannya kelak. Peserta didik harus memiliki bekal ilmu yang cukup sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman.Apakah lembaga pendidikan sudah siap memberikan ilmu pengetahuan sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman termasuk tehnologi dalam pembelajaran. Apakah semua unsur yang terlibat dalam pendidikan sudah menguasai tehnologi dalam pembelajaran. Walaupun peserta didik saat ini bisa mendapatkan informasi dan pengetahuan melalui media sosial internet, WhatsApp, Google, ataupun sumber lainnya sosok guru masih sangat diperlukan dalam pembelajaran.Pesrta didik yang diharapkan undang – undang Dasar 1945 dan kurikulum 13 mereka bukan hanya pintar pengetahuan tetapi memiliki karakter yang baik,disinilah peran guru sangat diperlukan dalam pembentukan karakter. Guru dituntut memiliki profesionalisme dalam mengajar ,guru harus mampu mendesain pembelajaran yang bercirikan paradigma baru yaitu pembelajaran yang mengintegrasikan teknologi, dan media pembelajaran lainnya sebagai sarananya. Para guru harus lebih kreatif untuk mempersiapkan materi padat, lugas. Guru profesional yang ditandai oleh empat macam kompetensi (paedagogik, kepribadian, sosial dan profesional) sebagaimana tersebut di atas kembali dipertanyakan. Yakni apakah kriteria kompetensi tersebut masih memadai, atau sudah tidak memadai lagi, sehingga perlu adanya penyempurnaan. Dilihat dari segi waktu dirumuskannya kriteria tersebut, yakni sekitar tahun 2008 yang berarti baru berumur 9 tahun, nampak bahwa rumusan kriteria tersebut disusun pada masa yang sudah masuk ke era digital. Dugaan ini benar adanya, karena di dalam kriteria kompetensi pedadogik dan kompetensi sosial sebagaimana tersebut di atas sudah memasukan unsur teknologi digital. Pada kompetensi pedagogik sudah dimasukkan keharusan pemanfaatan teknologi pembelajaran dan pada kompetensi sosial sudah dimasukan menggunakan teknologi komunikasi dan informasi secara fungsional. Namun demikian, kriteria kompetensi pedagogik dan sosial tersebut masih perlu disempurnakan karena beberapa alasan. Pertama, jarak waktu sembilan tahun yakni tahun 2008 ketika Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 sampai dengan sekarang untuk melihat perkembangan teknologi digital sudah cukup lama, karena ekspansi dan ekselerasi inovasi teknologi digital pada setiap tahun selalu mengalami perkembangan yang luar biasa. Seseorang yang hidupnya selalu mengikuti perkembangan teknologi digital akan tidak pernah berhenti untuk menyediakan waktu, pikiran dan dana untuk mengadakan, mencari dan memburunya, karena tanpa itu, kelengkapan sarana dan prasarana kehidupannya akan terasa kurang, dan social psychologinya akan terasa terganggu, ia merasa dirinya sebagai orang yang kurang up to date. Selanjutnya, walaupun kriteria guru profesional tersebut di atas sudah bernuansa teknologi digital, yakni menggunakan teknologi komunikasi dan informasi secara fungsional serta pemanfaatan teknologi pembelajaran, namun kriteria tersebut belum secara eksplisit menyebutkan teknologi digital.

Perkembangan teknologi mengubah peran guru dari mengajar  yang bertugas menyampaikan materi pelajaran, menjadi fasilitator yang bertugas memberikan kemudahan dalam belajar. Hal ini dimungkinkan karena perkembangan teknologi menimbulkan banyak informasi tersedia dalam berbagai media. Karena itu dalam pembelajaran agar berlangsung dengan baik terdapat beberapa hal yang perlu dilakukan guru dalam pembelajaran, sebagai berikut: membuat ilustrasi, mendefinisikan, menganalisis, mensintesis, bertanya, merespon, mendengarkan, menciptakan kepercayaan, memberikan pandangan yang bervariasi, menyediakan media untuk mengkaji materi standar, menyesuaikan metode pembelajaran. Kita harus beradaptasi dengan kemajuan ilmu pengetahuan agar kita tetep bisa eksis dalam kehidupan.Apakah orang sudah tidak muda lagi semuanya gaptek, tidak juga

Lalu bagaimana dengan guru- guru yang usianya tidak muda lagi alias guru jadul,bagaimana harus mengajar sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman. kalau yang jadul guru, apakah mereka masih mampu mengajar sesuai dengan tuntutan zaman sekarang yang serba canggih dan murid muridnya juga produk zaman sekarang yang notabene adalah generasi moderen yang pola pikir dan kemampuannya pasti lebih Dalam pengertian yang sederhana, guru adalah orang yang memberikan ilmu pengetahuan kepada anak didik. Kemudian guru dalam pandangan masyarakat adalah orang yang melaksanakan pendidikan di tempat-tempat tertentu, tidak harus di lembaga pendidikan formal, tetapi bisa juga di masjid, di surau atau mushola, di rumah dan sebagainya. Guru memiliki peran yang sangat besar dalam mentranfer ilmu dan pengetahuan,walaupun guru bukan satu satunya sumber pengetahuan. Keberhasilan guru dalam tugas profesi akan memengaruhi keberhasilan anak didiknya dalam menjalani kehidupan di masa yang akan datang.

Keberhasilan guru dalam menjalankan tugas profesinya juga memengaruhi keberhasilan lembaganya dalam menjalankan tugas dan fungsi kependidikan . keberhasilan guru dalam tugas profesi ini juga akan memengaruhi keberhasilan bangsa dalam mengelola pendidikan sekaligus kehidupan berbangsa dan bernegara.Dengan perkembangan ilmu dan tehnologi para siswa bisa mendapatkan ilmu dan pengetahuan dari internet dansumber pengetahuan yang lain. Untuk menjadi seorang guru yang sukses, yakni guru yang profesional, bermartabat dan sejahtera, seorang guru haruslah seorang yang pintar . Mulai dari penguasaan ilmu (materi pelajaran) hingga penguasaan teknik yang tepat dan jitu untuk mentransformasikan ilmu atau materi pelajaran tersebut kepada anak didiknya .Guru tetap masih diperlukan sosok dan kehadirannya dalam pembelajaran di kelas bersama siswa,karena tidak semua ilmu dan pengetahuan didapat siswa melalui internet atau sumber lainnya,terutama dalam perilaku dan sikap sosial.Sudah siapkah guru guru jadul mengajar sesuai dengan tuntutan perkembangan dalam dunia pendidikan .Ada istilah guru jadul dan guru profesional.

Siapakah guru yang mendapat predikat guru jadul yang masih mengajar dengan gaya lama. Secara umum guru guru jadul dalam mengajar menggunakan gaya konvensional dengan ciri -ciri sebagai berikut:

  1. pembelajaran berpusat pada guru
  2. terjadi passive learning
  3. interaksi di antara siswa kurang
  4. tidak ada kelompok-kelompok kooperatif
  5. penilaian bersifat sporadis.
  6. dalam mengajar kurang bervariasi
  7. dalam mengajar mereka kurang menggunakan bantuan tehnologi
  8. mereka sudah merasa cukup memiliki bekal ilmu karena sudah puluhan tahun mengajar.

Akibat sikap guru jadul dalam mengajar monoton kurang memanfaatkan kemajuan tehnologi seperti Komputer,Laptop,internet dan alat bantu mengajar yang lain akhirnya bisa menimbulkan kebosanan siswa.Guru gutu jadul mengajar dengahn gaya lama tentu akan ditinggalkan oleh siswanya yang notabene produk generasi moderen yang rasa ingin tahunya besar.Kalau para siswa sudah menjelajah dunia maya, bukan tidak mungkin ilmu para siswa lebih banyak dari guru guru jadul apa jadinya kalau ada masalah yang diajukan siswa guru jadul tidak bisda menjawab.Tentu guru jadul akan merasa tidak percaya diri atau malu kalau mersa ilmunya kalah dengan peserta didiknya.Jadi guru jadul harus bersama anak didikmya untuk bwelomba loma untuk menguasai tehnologi.Pada akhirnya tujuan pembelajaran tidak bisa tercapai secara maksimal.

Mereka kadang tidak menyadari bahwa tuntutan siswa setelah mereka lulus bukan nilai nilai akademik diatas ijasah saja tetapi mereka mampu mengaplikasikan ilmu yang mereka miliki dan menghadapi tantangan hidup yang makin keras di Era moderen.

Guru saat ini menghadapi tantangan yang jauh lebih besar dari era sebelumnya. Guru menghadapi klien yang jauh lebih beragam, materi pelajaran yang lebih kompleks dan sulit, standard proses pembelajaran dan juga tuntutan capaian kemampuan berfikir siswa yang lebih tinggi, untuk itu dibutuhkan guru yang mampu bersaing bukan lagi kepandaian tetapi kreativitas dan kecerdasan bertindak .

Guru yang mampu menghadapi tantangan tersebut adalah guru yang profesional yang memiliki kualifikasi akademik dan memiliki kompetensi-kompetensi antara lain kompetensi profesional, kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, dan kompetensi sosial yang kualifaid Era digital seorang guru dituntut untuk menguasai IT untuk mendukung pembelajaran yang. teknologi digital selain dapat bekerja lebih cepat, juga dapat menjangkau wilayah yang lebih cepat. Dengan menggunakan teknologi digital, batas-batas teritorial sudah tidak menjadi penghalang lagi. Batas-batas wilayah walaupun fisiknya tetap ada, namun fungsinya sudah tidak dapat menghalangi lagi (borderless).

Perubahan yang tidak bisa kita hindari adalah saat ini dengan adanya wabah covid dimana siswa tetep dirumah tetapi tetep harus belajar.

Untuk menekan perkembangan dan penularan covid pemerintah menerapkan penerapan pembelajaran jarakl jauh atau PJJ,Sebagai satu alat dalam pombelajaran adalah kemajuan tehnologi seperti internet .Seorang guru dengan pembelajaran jarak jauh harus menguasai dan mengoperasikan komputer,nbisa mengunakan internet sebagai sumber belajar dan menggun akan metode dan model belajar agar siswa dapat menerima ilmua yang diajarkan guru.

Dunia sedang dikejutkan dengan mewabahnya virus baru yaitu corona atau wabah Covid 19 termasuk Indonesia yang berdampak dalam segala aspek kehidupan . Tahun 2020 menjadi tahun yang berat bagi kita semua, hingga saat ini Indonesia masih dilanda pandemic Covid19.COVID-19 merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh sindrom pernapasan akut coronavirus 2 (serever acute resipiratory syndrome coronavirus 2 atau SARSCoV -2). Virus ini merupakakan keluarga Coronavirus yang dapat menyerang hewan. Ketika menyerang manusia, Coronavirus biasanya menyebabkan penyakit infeksi saluran pernapasan, seperti flu, MERS (Middle East Respiratory Syndrome), dan SARS (Serever Acute Resipiratory Syndrome).

COVID-19 sendiri merupakan coronavirus jenis baru yang ditemukan di Wuhan, Hubei, China pada tahun 2019. Semua elemen yang terlibat dalam dunia pendidikan dituntut untuk beradaptasi dengan perubahan besar akibat wabah covid.

Bulan februari virus corona perkembangan begitu cepat dan banyak menelan korban. Rumitnya penanganan virus corona membuat para pemimpin dunia menerapkan aturan super ketat untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona.Social distancing menjadi pilihan yang berat bagi setiap negara karena akan berdampak dalam segala bidang kehidupan manusia.Pembatasan interaksi sosial akan menghambat laju pertumbuhan dan perkembangan dalam kehidupan masyarakat, termasuk dunia pendidikan.Dalam dunia pendidikan Untuk menekan angka penyebaran covid 19 pemerintah melalui menteri pendidikan menerapkan pembelajaran secara jarak jauh atau PJJ. Siswa belajar dari rumah guru dituntut menguasai metode mengajar dengan memanfaatkan tehnologi

Dalam pembelajaran jarak jauh banyak masalah ataupun kendala yang dihadapi baik oleh guru maupun siswa.Dari siswa masalah yang dihadapi antara lain jaringan internet,biaya, keterbatasan sarana dan prasarana dan keterbatasan penguasaan tehnologi. Para siswa yang terbiasa pempelajaran dengan tatap muka menghadapi masalah dan harus adaptasi dengan keadaan. Pembelajaran secara offline atau atau tatap muka kendalanya lebih kecil dibanding dengan daring.

Bagi guru seharusnya mengajar dengan berbagai metode dan model pembelajaran adalah sesuatu yang harus dimiliki sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman dan perkembangan tehnologi . Untuk guru guru muda mereka tidak bermasalah karena mereka rata rata sudah memilik kemampuan IT untuk penunjang pembelajaran di masa pandemik dengan adanya wabah Pandemik. Pembelajaran secara offline atau atau tatap muka kendalanya lebih kecil dibanding dengan daring.begitu juga dengan guru mereka dituntut mengajar secara jarak jauh dengan menggunakan tehnologi dan harus memilki metode mengajar yang bervariasi dan menguasai IT agar mudah dipahami dan tidak membosankan siswa.

Muncul masalah yang dihadapi guru guru jadul dimasa pandemik cocid 19 antara lain :

  1. Sebagian besar mereka tidak menguasai tehnologi alias gaptek
  2. Daya tangkap mereka terhadap pengetahuan baru sudah berkurang
  3. ada yang sudah malas untuk belajar ilmu dan tehnologi
  4. Keinginan untuk meningkatkan diri terutama dalam penguasaan tehnologi
  5. Mereka banyak yang mengandalkan kepada guru guru muda yang menguasai tehnologi
  6. Ada yang beranggapan mereka tidak perlu meningkat diri karena sudah menjelang pensiun

Itulah permasalah yang dihadapi guru guru jadul,sementara mereka sebagai aparatur negara dengan konsekwensi dengan berbagai hak hak yang dierima mereka harus tetap profesional untuk bisa mengajar sesuai dengan tuntutan zaman.

Tidak sedikit guru jadul yang merasa terbebani dengan pembelajaran jarak tuntutan profesi,untuk mengajar dengan berbagai model pembelajaran berbasis IT.Banyak guru- guru Jadul yang sudah terbiasa mengajar dengan metode lama hanya mengandalkan kemampuan materi yang mereka ajarkan.Sebagian dari guru Jadul ada yang menguasai komputer atau laptop sebagai pendukung mengajar tetapi dengan kemampuan terbatas seperti menulis saja,ketika mereka harus mengedit soal,mengambil sumber pembelajaran dari internet,menggunakan berbagai model pembelajaran dengan menggunakan IT mereka masih belum menguasai.Para guru Jadul ada yang tidak percaya diri, takut salah atau takut rusak dalam menggunakan produk informatika tehnologi untuk mendukung tugasnya sebagai guru dalam pembelajaran . Apa yang akan terjadi apabila murid murid yang diajar mereka memiliki pengetahuan yang luas karena mereka banyak mencari di internet,sementara guru yang mengajar mereka adalah guru jadul.Banyak hal akan terjadi murid yang diajar akan bosen atau mengantuk dengan gaya mengajar lama yang berfokus pada guru yang hanya menjelaskan,sehingga tujuan guru mengajar tidak akan tercapai.Guru guru jadul harus bersikap bagaimana menghadapi tuntutan mengajar di era digital? Dengan memperhatikan dan mempertimbangkan beberapa kondisi objektif dan gagasan-gagasan inovatif dan akseleratif dalam bidang pelayann pendidikan yang berbasis digital technology, maka mau tidak mau seorang guru profesional harus menguasai teknologi digital tersebut dan menggunakannya dalam kegiatan pembelajaran. guru profesional di era digital adalah guru yang dalam melaksanakan tugas-tugasnya sebagaimana disebutkan di atas berbasis pada penggunaan jaringan yang didukung teknologi digital. Kegiatan yang demikian itu selanjutnya dikenal dengan nama EdukasiNet. Yaitu sutus pembelajaran yang menyediakan bahan belajar berbasis web yang bersifat interaktif serta menyediakan fasilitas komunikasi antara pengajar dengan peserta didik, antara peserta didik, dan peserta ddik dengan sumber belajar lain.Penggunaan teknologi digital tidak hanya dalam kegiatan belajar mengajar saja, melainkan juga dalam melaksanakan tugas-tugas lainnya, seperti dalam pengelolaan administrasi pendidikan, pemberian tugas-tugas, pelaksanaan evaluasi dan lain sebagainya. Selain itu, guru yang dibutuhkan di era digital adalah guru yang memiliki kemahiran dalam menilai penggunaan teknologi yang edukatif dan non eduktif. Guru hendaknya terus mengevaluasi kemampuan siswa yang dibutuhkan untuk bersaing dalam ekonomi global. Ia juga harus menjadi pembelajar seumur hidup dan harus bersedia untuk belajar tidak hanya dari rekan-rekan mereka, tetapi juga dari siswa mereka juga.

Pemerintah memberikan berbagai pelatihan melalui berbagai lembaga untuk bisa meningkatkan kwalitas guru dengan berbagai pelatiham, seminar dan workshop. Harapan pemerintah guru guru Indonesia bisa meningkatkan diri dalam pembelajaran dan memberikan pelayanan pembelajaran kepada para siswa.Pemerintah sudah memberikan tunjangan profesi diharapkana guru-guru dapat meningkatkan kualitas diri sebagai guru profesional. Apalagi guru sebagai ASN seperti himbauan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak boleh gagap teknologi atau gaptek.Semua elemen yang terlibat dalam dunia pendidikan dituntut untuk beradaptasi dengan perubahan besar akibat wabah covid.

Lalu bagaimana sikap guru guru jadul menerima dan menghadapi perubahan dalam mengajar yang menggunakan perkembangan ilmu dan tehnologi.Apakah mereka hanya hanya pasrah dengan keterbatasan kemampuan penguasaan tehnologi sebagai media mengajar.

Guru- guru jadul yang tidak siap dengan perubahan di era digital tentu terkejut bahkan sebagian merasa beban dalam mengajar,bahkan tidak sedikit yang merasa tertekan dengan tuntutan mengajar berbasis IT.Reaksi mereka bervariasi ada, ada yang mengandalkan bantuan orang lain dalam menjalankan tugas mengajar atau tuntutan administrasi yang lain terutama teman teman guru -guru yang muda.Problem akan muncul apakah mereka akan selalu bergantung kepada orang lain,ataukah mereka harus mengubah pola pikir dan manset dalam dengan profesinya. Meminta bantuan seandainya sesekali barangkali wajar,tetapi dengan wabah covid-19 yang belum selesai penangannya mungkinkah mereka tetap mengharap bantuan orang lain. Jawabannya adalah mereka harus bisa merubah mindset mereka dalam mengajar sesuai dengan keadaan saat ini. Mereka harus bisa berubah untuk menjadi guru yang profesional. Guru profesional sangat diperlukan Indonesia karena dapat meningkatkan mutu pendidikan. Peserta didik sebaiknya di didik oleh guru profesional agar kualitas atau mutu pada anak didik tersebut mengalami peningkatan.

Guru harus memiliki minimal dasar kompetensi sebagai bentuk wewenang dan kemampuan di dalam menjalankan tugasnya. Pengertian kompetensi guru adalah suatu keahlian yang wajib dimiliki oleh seorang guru. Guru merupakan komponen pendidikan yang utama. Berbagai komponen pendidikan lainnya, seperti kurikulum, sarana prasarana, dan lainnya tidak akan berarti apa-apa, jika tidak ada guru yang menerapkan dan menggunakannya. Karena demikian pentingnya seorang guru, telah disepakati bahwa guru merupakan tenaga profesional yang membutuhkan berbagai persyaratan yang menjamin profesinya itu dapat dilaksanakan dengan baik. Persyaratan profesi tersebut terus berkembang sesuai dengan tuntutan zaman. Dalam era digital seperti yang terjadi saat ini, guru profesional kembali dipertanyatakan persyaratannya. Selain persyaratan-persyaratan yang telah dimiliki sebelumnya, ia perlu ditambah dengan persyaratan lainnya yang sesuai kemampuan tersebut dapat berupa kemampuan segi pengetahuan, kemampuan dari segi keterampilan dan tanggung jawab pada murid-murid yang di didiknya, sehingga dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang pendidik bisa berjalan dengan baik

Marilah kita yang tergolong guru – guru jadul memotivasi diri sendiri dengan cara :

  1. Menumbuhkan semangat diri sendiri untuk belajar sepanjang hayat dan bekerja keras
  2. Menjalin kerjasaman yang harmonis dengan dengan teman sejawat di sekolah untuk untuk menimba pengetahuan
  3. Segeralah untuk mengubah mindset kita dalam mengajar agar kita tetep eksis dalam dunia pendidikan
  4. Tidak ada istilah sudah tua tidak berguna tetapi semakinn tua semakin produktif.
  5. Teknologi bukan momok yang menakutkan tetapi sesuatu yang menarik untuk kita pelajari dan kuasai.
  6. Selalu bekerja keras pada sesuatu yang menantang .
  7. Jadilah guru jadul yang bermutu dan bermartabat yang tidak anti teknologi.
  8. Berprinsiplah bahwa tidak ada ilmu yang tidak bisa dipelajari.

Jika kita termasuk jadul segera menyesuaikan diri dengan tuntutan zaman dan profesi sehingga menjadi guru profesional. Menjadi guru yang mampu mengantar peserta didik kita menjadi orang orang sukses dalam meraih masa depannya sesuai dengan tuntutan zaman dan tuntutan dunia kerja.

Daftar Pustaka

Suparlan, 2002, Mencerdaskan Kehidupan Bangsa, Dari Konsepsi Sampai

Implementasi, Jakarta, Grafindo Persada

Syaiful Bahri Djamarah, 2010, Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif: Suatu

Pendekatan Teoretis Psikologis, Jakarta: Rineka Rineka

https://kabar-priangan.com/dampak-pandemi-covid-19-terhadap-dunia-

pendidikan/

http://abuddin.lec.uinjkt.ac.id/articles/guru-profesional-di-era-digital

https://bkd.pacitankab.go.id/berita-212-tidak-ada-istilah-gaptek-bagi-asn.html

https://Created By SoraTemplates | Distributed By Gooyaabi Templates guru

konvensional

Biodata Penulis

Nama : Dra. Silis Indriyani

Pangkat/ Gol : Pembina/ IVa

Unit kerja : SMA Negeri 1 Wangon

You cannot copy content of this page