Iklan

EKONOMI DALAM PENGUATAN PEMBELAJARAN IPS DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP)

C:\Users\TOTOK\Downloads\WhatsApp Image 2021-04-05 at 09.57.41.jpeg

Sutaryo, S.Pd

Abstrak

Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan salah satu pelajaran yang diberikan mulai dari Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah sampai Sekolah Menengah Pertama/Madrasah tsanawiyah, IPS mengkaji seperangkat peristiwa , fakta konsep dan generalisasi yang berkaitan dengan ilmu sosial . Pada jenjang SMP Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) memuat materi geografi, sejarah, sosiologi dan ekonomi. Melalui mata pelajaran IPS peserta didik diarahkan untuk menjadi warga negara Indonesia yang demokrasi, bertanggung jawab, serta warga dunia yang cinta damai. Ekonomi mempunyai kontribusi sangat besar dalam memperkuat pembelajaran IPS, terdiri dari materi yang terakomodir dalam standar kompetensi, kompetensi dasar dan standar isi baik dalam kurikulum 2006 maupun kurikulum 2013. Untuk mewujudkan pembelajaran utuh dan bermakna guru dapat menerapkan pembelajaran berbasis keterampilan informasi yang terdiri dari tema, sub tema, menentukan sumber, informasi yang relevan, mengolah informasi, mengidentifikasikan berbagai penyajian informasi dan membuat laporan. Tema yang bisa digunakan tentang kegiatan ekonomi dipasar atau model pembelajaran yang relevan dengan materi ekonomi tanpa meninggalkan ilmu sosial lain sebagai mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

Kata kunci : Ilmu Ekonomi, Pembelajaran, IPS

LATAR BELAKANG

Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan mata pelajaran yang diberikan kepada peserta didik Sekolah Menengah Pertama (SMP) sejak kurikulum 1975 sampai sekarang. IPS secara umum dinyatakan sebagai ilmu yang mempelajari fenomena sosial, baik geografi, sejarah, ekonomi dan sosiologi. Dalam kurikulum 2013 ditegaskan bahwa IPS merupakan mata pelajaran yang mengkaji tentang isu-isu sosial dengan unsur kajian konteks peristiwa, fakta, konsep dan generalisasi. Tema yang dikaji adalah fenomena-fenomena yang terjadi di masyarakat baik masa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang, Melalui pembelajaran IPS diharapkan peserta didik kelak menjadi warga negara Indonesia yang demokratis, bertanggungjawab serta warga negara yang cinta damai. Berdasarkan pernyataan tersebut ditegaskan bahwa keberadaan ilmu ekonomi dalam IPS sudah melekat bersama dengan ilmu sosial yang lain, IPS bukan induk dari ilmu-ilmu sosial, tetapi merupakan upaya memanfaatkan ilmu-ilmu sosial untuk tujuan pendidikan. Untuk mewujudkan tujuan tersebut isi atau materi ekonomi dalam pembelajaran IPS sangat penting. Pembelajaran IPS tanpa dukungan materi ekonomi menjadi tidak bermakna karena ekonomi mengajarkan tentang sumber-sumber ekonomi yang terbatas sehingga peserta didik harus cerdas menyikapi keterbatasan tersebut. Untuk itu guru harus jitu mengolah materi dalam pembelajaran IPS agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Bukan masalah sederhana meramu materi ekonomi dalam pembelajaran IPS, apalagi latar belakang guru pendidikan guru IPS SMP (Mts) bermacam-macam (dari sejarah, geografi, sosiologi dan ekonomi). Dan guru dengan latar belakang ekonomi bukan jaminan mudah menyampaikan materi ekonomi, sebab guru dituntut mengintegrasikan materi ekonomi dengan materi yang lain sehingga menjadi materi yang utuh dan bermakna. Inilah keterbatasan dan asyiknya guru IPS, dengan keberagaman latar belakang akademik tersebut guru IPS mempunyai kesempatan untuk belajar dan mengimplementasikan pengetahuan baru yang diperolehnya. Materi ekonomi sangat menarik dalam kajian pembelajaran IPS, misalnya aktivitas ekonomi pasar, penggunaan uang saku di sekolah, menumbuhkan kebiasaan menabung dan masih banyak aktivitas yang lain. Disinilah guru ditantang melaksanakan pembelajaran untuk mengeksplorasi materi ekonomi dalam pembelajaran IPS.

DINAMIKA KONSEP DAN TUJUAN PEMBELAJARAN IPS

Beberapa istilah yang harus dipahami dalam mengkaji IPS, yaitu IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial), PIPS (Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial), PIS (Pendidikan Ilmu Sosial). Penggunaan istilah tersebut bukanlah perbedaan mendasar atau prinsip tetapi perbedaan yang bersifat gradual, sehingga tidak perlu diperdebatkan. Namun faktanya penggunaan istilah tersebut dalam forum akademik memang sering dilakukan sehingga terjadi tumpang tindih (overlapping) (Suprayogi : 2011). Menurut pendapat Dadang Supardan (2015), embrio IPS pertama kali muncul dalam seminar Civic Education di Tawangmangu Solo tahun 1972. Berdasarkan laporan tersebut terdapat tiga istilah yang digunakan secara bergantian yakni Pengetahuan Sosial, Studi Sosial dan Ilmu Pengetahuan Sosial dan secara formal mulai digunakan dalam sistem pendidikan nasional dalam kurikulum 1975. Dalam dokumen kurikulum tersebut IPS merupakan salah satu nama mata pelajaran yang diberikan kepada jenjang pendidikan dasar dan menengah yang merupakan integrasi dari mata pelajaran sejarah, geografi, ekonomi dan sosial lainnya. Munculnya istilah tersebut tidak terlepas upaya menyejajarkan diri dengan istilah Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang didalamnya terdiri dari biologi, kimia dan fisika (Sapriya. 2014). Ciri khas IPS adalah sifat terpadu (integrated), dengan tujuan agar IPS lebih bermakna bagi peserta didik sehingga pengorganisasian materi atau bahan disesuaikan dengan lingkungan, karakteristik dan kebutuhan peserta didik. Oleh karena itu dalam perkembangannya muncul berbagai pendekatan yang berorientasi pada kebutuhan peserta didik seperti student centered, integrated approach, social problem based approach, bradfield approach, dan sebagainya (Sapriya, 2014). Dalam konteks Indonesia Numan Somantri (2001) mendifinisikan Pendidikan IPS dalam dua jenis. Pertama, Pendidikan IPS untuk sekolah penyederhanaan atau adaptasi dari disiplin ilmu-ilmu sosial dan humaniora, serta kegiatan dasar manusia yang diorganisasikan dan disajikan secra ilmiah dan pedagogi/psikologis untuk tujuan pendidikan. Kedua, IPS untuk perguruan tinggi yaitu seleksi dari disiplin ilmu-ilmu sosial dan humaniora serta kegiatan dasar manusia yang diorganisasikan dan disajikan secara ilmiah dan psikologis untuk tujuan pendidikan. Diharapkan melalui pembelajaran IPS yang telah dilaksanakan akan menghasilkan warga negara yang baik (good Citizen). Ciri-ciri warga negara yaitu: a) memiliki sikap patriotisme, b) mempunyai penghargaan dan pengertian terhadap nilai-nilai, pranata dan praktik kehidupan masyarakat, 3) memiliki sikap integrasi sosial dan tanggung jawab sebagai warga negara, d) mempunyai pengertian dan penghargaan terhadap nilai budaya dan tradisi yang diwariskan bangsanya, e) mempunyai motivasi untuk turut serta secara aktif dalam pelaksanaan kehidupan demokrasi, f) memiliki kesadaran pada masalah-masalah sosial, g) memiliki ide, sikap dan keterampilan yang diharapkan sebagai seorang warga negara, h) mempunyai pengertian dan penghargaan terhadap sistem ekonomi yang berlaku.

DINAMIKA PERKEMBANGAN ILMU EKONOMI

Materi ekonomi selalu menarik untuk dikaji peserta didik karena alasan pribadi maupun pengaruh global. Alasan pribadi berkaitan dengan kebutuhan yang harus dipenuhi, dengan upaya yang bermacam cara (bekerja). Kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas adalah kata-kata keramat yang menjadi pegangan setiap orang dalam memenuhi kebutuhan hisupnya. Untuk itulah ilmu Albert L. Meyers (dalam Supardan, 2015) mendifinisikan sebagai suatu keperluan manusia terhadap barang dan jasa serta jenisnya sangat bermacam-macam dalam jumlah yang tidak terbatas, adapun pemuasan kebutuhan merupakan kemampuan seseorang untuk memenuhi kebutuhan sangat terbatas, baik karena keterbatasan itu sendiri terkait kemampuannya, atau karena barang dan jasa yang diperlukan jumlahnya terbatas sehingga berhadapan dengan kepuasan. Globalisasi memaksa manusia merasakan dampak langsung peristiwa yang terjadi. Globalisasi telah mendekatkan jarak, sehingga setiap peristiwa dengan cepat menyebar dan berpengaruh terhadap peristiwa lain. Situasi seperti ini siapapun yang mampu mengambil keuntungan dialah pemenangnya sebaliknya jika gagap menyikapi situasi tersebut siap-siaplah jadi pecundang. Itulah sisi kekejaman globalisasi. Globalisasi adalah wadah yang isinya bermacam-macam isu yang berkembang termasuk isu ekonomi. Secara umum ekonomi mendeskripsikan tentang kemakmuran, baik individu atau kelompok lebih besar misalnya negara. Munculnya penggolongan kemakmuran negara-negara di dunia ditentukan oleh kondisi ekonomi. Membicarakan kemakmuran berarti membicarakan ekonomi, seperti melihat dua sisi mata uang. Filosof Yunani Kuno yang hidup sekitar 430-354, dalam karyanya yang berjudul oikonomikos. Istilah itu hanya berarti tata kelola rumah tangga, yang berarti hasil pengolahan ladang (estate management) (Priyono, 2007). Pemikiran dan praktik ekonomi terus berkembang, yang awalnya muncul pada zaman Yunani Kuno berdasarkan buku republika yang ditulis oleh Plato (427-347 SM).

Firmansyah (2007) menjelaskan bahwa bahwa gagsan Plto tentang ekonomi timbul dari pemikirannya tentang keadilan (justice). Dalam sebuah negara ideal (ideal state), kemajuannya tergantung pada pembagian kerja yang timbul secara ilmiah dalam masyarakat. Plato menjelaskan bahwa ada tiga jenis pekerjaan yang dilakukan oleh manusia yang berbeda pula, yaitu pekerjaan sebagai pengatur atau penguasa, tentara dan para pekerja. Ketiga jenis pekerjaan golongan terendah yaitu kaum pekerja. Dapat dikatakan Plato sebagai orang pertama yang sangat mengecam kekayaan dan kemewahan, karena nafsu keserakahan ini tidak bisa dikendalikan, sebagian orang yang cerdik, pandai dan berkuasa akan hidup mewah, sementara yang lain hidup dalam kesengsaraan dan kehinaan. Teori Plato yang masih dianggap relevan dengan keadaan sekarang adalah pendapatnya tentang fungsi uang. Dalam bukunya politika, menjelaskan bahwa uang sbagai alat tukar, berfungsi sebagai alat pengukur nilai dan alat untuk menimbun kekayaan. Plato menganggap uang bersifat mandul, tidak dapat dikembangkan atau diperanakan (melalui bunga). Pemikiran Aristoteles (384-322 SM) tentang ekonomi jauh lebih maju dari gurunya Plato. Aristoteles merupakan orang pertama yang meletakan pemikiran besar terhadap ekonomi ialah pemikirannya tentang pertukaran barang (exchenge of comodities). Dalam mengamati proses ekonomi, Aristoteles membedakan atas dua cabang yaitu kegunaan (use) dan keuntungan (gain). Sejarah mencatat bahwa pemikiran ekonomi terus mengalami dinamika sesuai dengan situasi yang berkembang dalam masyarakat. Pemikiran ekonomi tersebut setidaknya patut kita pahami bersama bahwa kesejahteraan ternyata punya keterkaitan dengan keadilan harga, akses ekonomi dan kemampuan individu dalam mendapatkan kepuasan. Ekonomi liberal sekilas menyerahkan mekanisme pada pasar dimana pihak yang kuat punya kekuasaan melahap dan menindas yang lemah. Inilah wujud ekonomi yang tidak dikehendaki konstitusi, tetapi secara samar-samar terjadi kehadiaran dan campur tangan pemerintah dalam menata ekonomi agar terjadi kesejahteraan masyarakat karena terbatasnya sumber daya dan praktik-praktik tidak terpuji seperti (suap, kolusi dan kejahatan lain) .

KONTRIBUSI EKONOMI DALAM PEMBELAJARAN IPS SMP

Di dalam kurikulum 2006 dan 2013 ditegaskan bahwa IPS merupakan salah satu mata pelajaran yang diberikan mulai dari SD/MI sampai SMP/Mts. IPS mengkaji seperangkat peristiwa, fakta, konsep dan generalisasi yang berkaitan dengan isu sosial. Pada jenjang SMP/Mts mata pelajaran IPS memuat materi geografi, sejarah, sosiologi dan ekonomi. Melalui mata pelajaran IPS, peserta didik diarahkan untuk dapat menjadi warga negara Indonesia yang demokratis, dan bertanggung jawab, serta warga dunia yang cinta damai. Adapun tujuan utama pembelajaran IPS adalah agar peserta didik memiliki kemampuan dalam berpikir logis dan krirtis untuk memahami konsep dan prinsip yang berkaitan dengan pola dan interaksi sosial, pemenuhan kebutuhan dan perkembangan kehidupan masyarakat untuk menciptakan kondisi kehidupan yang lebih baik dan atau mengatasi masalah-masalah sosial. Secara rinci tujuan mata pelajaran IPS adalah agar peserta didik memiliki kemampuan :

  1. Mengenal konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungannya.
  2. Memiliki kemampuan dasar untuk berpikir logis, kritis, rasa ingin tahu, inquiry, memecahkan masalah dan keterampilan dalam kehidupan sosial.
  3. Memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan.
  4. Memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerjasama dan berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk, ditingkat lokal, nasional dan global.

Ruang lingkup IPS menekankan pada pengembangan kemampuan kognitif, afektif dan psikomotor yang diperlukan untuk menjadikan peserta didik aktif, kritis, beradab dan berkesadaran sebagai warga negara yang dapat berperan dalam kehidupan masyarakat multikultur pada tingkat lokal, nasional dan global. Oleh karena itu masyarakat menjadi sumber utama IPS. Ruang lingkup mata pelajaran IPS di SMP, me;iputi aspek-aspek sebagai berikut :

  1. Keruangan dan konektivitas antar ruang dan waktu
  2. Perubahan masyarakat Indoneisa pada zaman pra-aksara, zaman hindu budha dan zaman islam, zaman penjajahan dan tumbuhnya semangat kebangsaan, masa pergerakan kemerdekaan sampai dengan awal (masa) reformasi sekarang.
  3. Jenis dan fungsi lembaga sosial, budaya, ekonomi dan politik dalam masyarakat
  4. Interaksi manusia dengan lingkungan alam, sosial , budaya dan ekonomi dari waktu ke waktu.

Secara nyata kontribusi materi ekonomi dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Sekolah Menengah Pertama dalam kurikulum 2013 adalah sebagai berikut :

Kelas VII semester 1

Standar Kompetensi 3, Memahami usaha manusia memenuhi kebutuhan yaitu :

3.1. Mendeskripsikan manusia sebagai mahluk sosial ekonomi yang bermoral dalam memenuhi kebutuhan.

3.2 Mendeskripsikan tindakan ekonomi berdasarkan motif dan prinsip ekonomi dalam berbagai kegiatan sehari-hari.

Kelas VII semester 2

Standar Kompetensi 6, Memahami kegiatan ekonomi masyarakat yaitu :

6.1. Mendeskripsikan kegiatan ekonomi penduduk, pengguna lahan dan pola pemukiman, berdasarkan kondisi fisik permukaan bumi.

6.2. Mendeskripsikan kegiatan ekonomi yang meliputi kegiatan konsumsi, produksi dan distribusi barang atau jasa.

6.3.Mendeskripsikan peran badan usaha termasuk koperasi sebagai tempat berlangsungnya proses produksi dalam kaitannya dengan pelaku ekonomi.

6.4.Mengungkapkan gagasan kreatif dalam tindakan ekonomi untuk mencapai kemakmuran dan kesejahteraan.

Kelas VIII semester 1

Standar Kompetensi 4, Memahami kegiatan pelaku ekonomi di masyarakat yaitu :

4.1. Mendeskripsikan hubungan antara kelangkaan sumber daya dengan kebutuhan manusia yang tidak terbatas.

4.2. Mendeskripsikan pelaku ekonomi rumah tangga, masyarakat, perusahaan, koperasi dan negara.

4.3. Mengidentifikasikan bentuk pasar dalam ekonomi masyarakat.

Kelas VIII semester 2

Standar Kompetensi 7, Memahami kegiatan perekonomian Indonesia.

7.1. Mendeskripsikan permasalahan angkatan kerja dan tenaga kerja sebagi sumber daya dalam kegiatan ekonomi serta peranan pemerintah dalam upaya penanggulangannya.

7.2. Mendeskripsikan pelaku-pelaku ekonomi dlam sistem perekonomian Indonesia.

7.3. Mendeskripsikan fungsi pajak dalam perekonomian nasional.

7.4. mendeskripsikan permintaan dan penawaran serta terbentuknya harga pasar.

Kelas IX semester 1

Standar Kompetensi 4, memahami lembaga keuangan dan perdagangan internasional.

    1. Mendeskripsikan uang dan lembaga keuangan
    2. Mendeskripsikan perdagangan internasional dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia

Kelas IX semester 2

Standar Kompetensi 7, memahami perubahan pemerintah dan kerja sama internasional.

7.4. Mendeskripsikan kerja sama antar negara di bidang ekonomi.

7.5. Mengidentifikasikan dampak kerja sama antar negara terhadap perekonomian Indonesia.

Latar belakang akademik guru IPS di SMP/Mts bermacam-macam terdiri dari ekonomi sejarah, geografi dan sosiologi. Kurikulum 2006 dan 2013 tidak mengenal mata pelajaran IPS Sejarah, IPS Geografi, IPS Sosiologi dan IPS Ekonomi, tetapi murni mata pelajaran IPS, dimana guru IPS harus mampu menyampaikan materi sejarah, geografi, sosiologi dan ekonomi secara utuh dan bermakna. Keragaman latar belakang akademik guru IPS berpotensi ada kecenderungan guru merasa nyaman ketika menyampaikan materi yang sesuai dengan latar belakang keilmuan yang dulunya pernah ditempuh, padahal guru IPS dituntut mengajar materi IPS secara utuh, proporsional, adil dan berimbang. Secara sederhana di depan kelas guru tidak diperbolehkan menunjukan kepada peserta didik latar belakang akademik yang pernah ditempuh dan meminta pemakluman peserta didik. Situasi tersebut menjadi tantangan bagi guru IPS untuk melaksanakan pembelajaran yang utuh dan bermakna. Salah satu contoh pembelajaran dengan materi ekonomi untuk memperkuat pembelajaran IPS adalah materi “Kegiatan Ekonomi Pasar” menggunakan keterampilan informasi . Adapun langkah-langkah yang dapat ditempuh oleh guru adalah :

Menentukan tema dan sub tema

  • Guru menuliskan tema dan sub tema pada papan tulis atau layar LCd.
  • Guru membentuk kelompok yang beranggotakan masing-masing enam peserta didik (sekedar untuk memudahkan kelompok ini disebut kelompok asal).
  • Guru menayangkan pada layar LCD atau membagikan gambar kegiatan ekonomi di pasar kepada setiap kelompok. Sebagai catatan jika guru sudah menayangkan tema pada layar LCD maka pembagian gambar ke masing-masing kelompok tidak diperlukan.
  • Peserta didik diminta mengamati gambar yang ditayangkan pada layar LCD atau yang diterima dikelompoknya masing-masing.
  • Guru meminta setiap peserta didik untuk membuat minimal tiga pertanyaan terkait gambar tersebut dengan menuliskan satu pertanyaan pada selembar kertas buku (post it). Beberapa pertanyaan diharapkan muncul adalah :

1) Siapa yang dipasar ?

2) Kegiatan apa yang berlangsung ?

3) Barang apa saja yang dijual di pasar ?

4) Kapankah kegiatan dipasar berlangsung ?

dan pertanyaan lain yang dianggap relevan dengan tema.

  • Guru mengajak setiap kelompok untuk mengelompokan pertanyaan yang telah dibuat ke dalam 3 topik berikut dengan menempelkan post it dikertas plano. Kertas plano sudah disiapkan kolom dengan 3 sub tema/topik yaitu : 1) pengertian kegiatan ekonomi di pasar (pasar tradisional dan modern), 2) jenis dan ciri-ciri kegiatan ekonomi di pasar, 3) manfaat pasar bagi kehidupan masyarakat.
  • Pertanyaan yang tidak terakomodir dalam ketiga klasifikasi tersebut diletakan di tempat tersendiri. Dalam kegiatan ini guru memastikan pertanyaan yang tidak termasuk ke dalam kelompok/sun tema tersebut diletakan di tempat tersendiri.
  • Guru menyampaikan kepada peserta didik bahwa baru saja melakukan kegiatan pertama dalam keterampilan informasi yaitu “ menentukan tema dan sub tema”

Menentukan sumber dan menemukan informasi

  • Guru menempelkan tulisan “Menentukan sumber dan menemukan informasi” pada papan tulis atau layar LCD. Peserta didik diminta mengidentifikasikan berbagai kemungkinan sumber informasi yang dibutuhkan untuk menjawab pertanyaan di atas (teks, gambar, grafik, diagram, internet, vidio, informasi nara sumber dan lain-lain. Peserta didik diberi informasi bahwa jawaban pertanyaan dari sub topik nomor 1, 2, 3 akan diperoleh dengan berbagai cara dan dari berbagai sumber . Sumber informasi bisa berupa bacaan, teks laporan atau nara sumber. Bentuk informasi yang dibutuhkan dapat berupa gambar, tabel, diagram, hasil percobaan dan lainnya.
  • Guru membentuk kelompok baru (untuk memudahkan bisa disebut kelompok pakar (6 orang) berdasarkan warna kertas yang diterima peserta didik. Peserta didik dengan kertas berwarna merah menjadi kelompok pakar 1, warna kuning kelompok pakar 2 dan warna hijau untuk kelompok pakar 3. Setiap kelompok pakar akan menjawab pertanyaan dari masing-masing 1 sub tema yaitu : 1) pengertian kegiatan ekonomi di pasar, 2) jenis dan ciri-ciri kegiatan ekonomi di pasar, 3) manfaat pasar bagi kehidupan masyarakat.
  • Guru menyampaikan bahwa baru saja dilakukan kegiatan ke dua dari keterampilan informasi yaitu “Menentukan Sumber Informasi”. Peserta didik masih berada dalam kelompok pakar.

Memilih Informasi Yang Relevan

  • Guru menempelkan tulisan “ Memilih Informasi yang relevan” dan tidak relevan pada papan tulis atau layar LCD
  • Guru memastikan setiap kelompok pakar mempunyai ketua. Cara memilih ketua diserahkan kepada masing-masing kelompok dengan bimbingan guru.
  • Guru membagikan sumber informasi yang relevan dan tidak relevan dengan sub tema, sumber informasi tersebut berupa bacaan yang relevan dan tidak relevan dengan tema yang ditentukan. Tujuannya agar peserta didik dapat membedakan dan memilih.
  • Ketua kelompok menentukan anggotanya untuk mencari sumber informasi melalui wawancara.
  • Peserta didik yang ditunjuk untuk mencari informasi melalui wawancara berdiskusi menentukan daftar pertanyaan dan nara sumber yang akan diwawancarai.
  • Peserta didik memilih informasi yang relevan dengan cara menandai bahan bacaan yang telah dibagikan oleh guru yang sesuai dan menjawb pertanyaan pada sub tema yang dibahas.
  • Melakukan wawancara peserta didik dan nara sumber (bisa guru mata pelajaran atau guru lain).
  • Setelah data diperoleh baik melalaui bacaan dan wawancara, dilanjut berdiskusi menggabungkan informasi yang relevan yang disepakati bersama untuk menjawab pertanyaan sesuai dengan sub tema.
  • Peserta didik menyusun kembali informasi yang relevan dan menjawab semua pertanyaan pada sub tema yang dibahas.
  • Guru menyampaikan kepada peserta didik bahwa baru saja selesai melaksanakan langkah ketiga dalam keterampilan informasi yaitu “Memilih informasi yang relevan”.

Mengolah informasi

  • Peserta didik kembali ke kelompok asal
  • Guru menempelkan kata “Mengolah informasi” pada papan tulis atau layar LCD.
  • Peserta didik menggabungkan informasi dari masing-masing kelompok pakar sehingga di dalam kelompok asal tersebut sudah terkumpul informasi dari seluruh sub tema.
  • Di dalam kelompok asal peserta didik merancang kerangka laporan.
  • Peserta didik mendiskusikan dan menyepakati informasi apa dan mana saja yang akan dimasukan dalam laporan utuh.
  • Guru menyampaikan kepada peserta didik bahwa baru saja dilakukan kegiatan ke empat dari keterampilan informasi yaitu “ mengolah informasi”
  • Mengidentifikasikan berbagai cara menyajikan informasi
  • Guru menempelkan tulisan “Mengidentifikasikan berbagai cara menyajikan informasi pada papan tulis atau layar LCD.
  • Setiap kelompok mendiskusikan bentuk sajian informasi yang dapat dipilih misalnya berupa teks, poster, laporan maupun bentuk sajian informasi lain.
  • Peserta didik secara individu menentukan bentuk sajian informasi yang digunakan dalam laporan teks.
  • Laporan bisa ditambahkan bentuk foro dan memasukan sumber referensi.
  • Guru menyampaikaaaaaaaan kepada peserta didik bahwa baru saja bersama melakukan langkah ke lima dari keterampilan informasi yaitu “ Mengidentifikasikan berbagai cara menyajikan informasi”.

Membuat laporan

  • Guru menempelkan tulisan “Membuat laporan” pada papan tulis atau layar LCD.
  • Guru memimpin diskusi pleno dengan peserta didik tentang apa saja yang perlu ditulis dalam laporan di bagian pendahuluan, inti dan penutup secara bertahap.
  • Peserta didik menyampaikan pendapatnya secara lisan dan jika terjadi jawaban yang kurang sesuai , peserta didik lain bisa meluruskan atau menambah .
  • Guru mempersilahkan peserta didik menulis laporan secara tertulis dengan kata-kata sendiri.
  • Peserta didik secara individu membuat laporan sesuai dengan bentuk laporan yang dipilih.
  • Laporan dikembangkan dengan kerangka atau pikiran yang telah dibuat pada kegiatan sebelumnya (mengolah informasi).
  • Laporan ditulis dengan mengacu pada hasil isian.
  • Guru menyampaikan kepada peserta didik bahwa baru saja melakukan langkah ke enam keterampilan informasi yaitu “Membuat laporan”.
  • Peserta didk menukarkan laporan hasil kerjanya ke peserta didik lain.
  • Peserta didik lain diminta menanggapi dengan memperhatikan, 1) apakah informasinya lengkap ?, 2) apakah laporan tersebut menjawab seluruh pertanyaan di awal ?, dan 3) Apakah alur laporan runtut ?ara lisan di depan kelas.
  • Perwakilan peserta didik menyampaikan hasil laporan kerjanya secara lisan di depan kelas.
  • Guru menyampaikan beberapa hal terkait dengan kegiatan ekonomi di pasar, menyampaikan kesimpulan hasil kegiatan, kemudian guru menutup pelajaran.

Praktik pembelajarn menggunakan keterampilan informasi merupakan salah satu upaya mendekatkan materi pembelajaran dengan keseharian hidup peserta didik. Guru bisa menggunakan tema lain yang sesuai dengan materi yang akan dibahas bersama siswa. Namun demikian perlu diperhatikan meskipun tema yang diangkat adalah tema-tema ekonomi, kegiatan pembelajaran tidak diperkenankan menampilkan pelajarann ekonomi secara utuh, tetapi harus tetap IPS, dimana kontribusi ekonomi bisa dimunculkan dalam pembelajaran tersebut.

PENUTUP

Ilmu ekonomi dengan sejarah, tradisi dan materi yang dinamis di dalamnya seperti aliran darah yang mensuplai gizi dan protein dalam pembelajaran IPS. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa tanpa ekonomi, IPS tidak punya kemampuan dalam menganalisis fenomena sosial. Fenomena sosial adalah peristiwa yang terjadi di tengah masyarakat dengan segala wujud dan latar belakang di dalamnya. Bersama-sama dengan sejarah, geografi dan sosiologi, ekonomi menjadi nutrisi untuk mempertajam pembelajaran IPS. Kontribusi ekonomi dalam pembelajaran IPS terdiri dari materi yang terakomodir dalam standar kompetensi, kompetensi dasar dan standar isi. Untuk mewujudkan pembelajaran bermakna, guru dapat menerapkan pembelajaran berbasis keterampilan informasi yang terdiri dari : menentukan tema dan sub tema, menentukan sumber dan menemukan informasi, memilih informasi yang relevan, mengolah informasi, mengidentifikasi berbagai penyajian informasi dan membuat atau menyusun laporan.

DAFTAR PUSTAKA

Firmansyah, 2007. Buku Ajar Sejarah Pemikiran Ekonomi. Semarang. FE Universitas Diponegoro.

Priyono B. Herry, 2007. Adam Smith dan Munculnya Ekonomi: Dari Filsafat Moral ke Ilmu Sosial.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 58 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Pertama / Madrasah Tsanawiyah

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi

Sapriya, 2014. Pendidikan IPS . Konsep dan Pembelajaran. Bandung. Rosda Karya.

Supardan Dadang, 2015. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Perspektif Filosofi dan Kurikulum. Jakarta. Bumi Aksara.

Supardan Dadang. 2015. Pengantar Ilmu Sosial: Sebuah Kajian Pendekatan Struktural. Jakarta. Bumi Aksara

Suprayogi, dkk. 2011. Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial. Eko Handoyo (Ed). Semarang. FIS Universitas Negeri Semarang.

Somantri Muhammad Numan. 2001. Menggagas Pembaharuan Pendidikan IPS, Dedi Supriyadi & Rohmat Mulya (Ed). Bandung. Rosda Karya.

Usaid Prioritas. 2015. Modul Pelatihan Praktik Yang Baik di Sekolah Menengah Pertama/ Madrasah Tsanawiyah (SMP/Mts)

BIODATA

Nama : Sutaryo, S.Pd.

NIP : 19650405 200701 1 021

Pangkat/Gol : Penata/ III c

Jabatan : Guru muda

Unit Kerja : SMP Negeri 3 Sumbang, Kabupaten Banyumas

You cannot copy content of this page