Iklan

EFEKTIVITAS SUPERVISI AKADEMIK UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA BAGI GURU KELAS DI SDN MAJINGKLAK KECAMATAN BANYUMAS SEMESTER 1

TAHUN PELAJARAN 2019 – 2020

Oleh : Abidin Basuki, S.Pd.SD

Abstrak

Abidin Basuki, 2019. Efektivitas Supervisi Akademik Untuk Meningkatkan Keterampilan Menggunakan Alat Peraga Bagi Guru Kelas Di SDN Majingklak Kecamatan Banyumas Semester 1 Tahun Pelajaran 2019 – 2020. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan guru dalam menggunakan alat peraga, sedangkan tujuan khusus penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah melalui supervisi akademik dapat meningkatkan keterampilan guru dalam menggunakan alat peraga dan ingin mengetahui berapa persen kenaikan keterampilan guru dalam menggunakan alat peraga setelah dilakukan supervisi akademik. Prosedur tindakan yang dilakukan melalui 2 siklus, setiap siklus terdiri dari 2 kali pertemuan. Setiap siklus terdiri dari 4 tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Tindakan supervisi akademik dalam satu sekolah dilakukan oleh peneliti selaku Kepala Sekolah sedangkan sebagai pengamat atau kolaborator mengambil seorang kepala sekolah terdekat dan seorang guru yang diambil dari SD Negeri 1 Papringan Kecamatan Banyumas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi akademik dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan penggunaan alat peraga bagi guru kelas. Hal ini dibuktikan dengan naiknya nilai keterampilan penggunaan alat peraga dari 32% menjadi 54% pada siklus 1 dan 78,5% pada siklus 2. Sedangkan tindakan supervisi akademik dalam satu sekolah dari kondisi awal 8,3% menjadi 66,5 % pada siklus 1 dan 80% pada siklus 2.

Kata Kunci : Keterampilan menggunakan alat peraga, supervisi akademik

I. PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Mencermati hasil analisis Program Supervisi pada SD Negeri Majingklak secara umum ditemukan beberapa kelemahan yang perlu diperbaiki bagi peningkatan kualitas pembelajaran sekaligus peningkatan profesionalisme guru seperti : pengembangan indikator dan materi pembelajaran, penggunaan metode pembelajaran yang belum variatif, lemahnya penguasaan guru dalam model-model pembelajaran aktif , dan sebagainya. Karena itu dalam rangka melaksanakan tugas Kepala Sekolah sebagai supevisor maka perlu disusun program supervisi yang secara menyeluruh dan sistematis menjabarkan rencana kegiatan yang akan dilakukan serta apa tindak lanjut dari hasil supervisi setelah kegiatan dilakukan agar terjadi perbaikan yang signifikan dalam kegiatan akademis di SD Negeri Majingklak.

Berdasarkan hasil supervisi yang telah dilakukan tahun 2019 – 2020 guru-guru SD Negeri Majingklak Kecamatan Banyumas, dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran belum maksimal menggunakan alat peraga. Penggunaan alat peraga yang digunakan masih jauh dari harapan. Dari enam guru kelas yang ada dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran, guru yang menggunakan alat peraga sebagai berikut; Guru A 20 %, Guru B 26%, Guru Z 33 %, Guru S 40 %, Guru Y 33 %, dan Guru I sebesar 40 %. Dengan demikian apabila dijumlah secara keseluruhan dari 6 guru kelas yang ada di SD Negeri Majingklak yang menggunakan alat peraga dalam kegiatan pembelajaran hanya 32 %.

Hal ini menunjukkan bahwa guru dalam penggunaan alat peraga masih rendah. Rendahnya pengggunaan alat peraga menunjukkan adanya indikasi rendahnya keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran yang berkualitas. Bila keadaaan yang demikian terus berlanjut akan berdampak terhadap hasil belajar siswa yang rendah dan tidak memenuhi standar ketuntasan minimal yang berdampak banyaknya siswa yang tidak naik kelas atau lulus sekolah.

  1. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, penyebab rendahnya keterampilan guru dalam menggunakan alat peraga SD Negeri Majingklak dapat diidentifikasikan sebagai berikut:

    1. Guru belum memiliki pemahaman tentang penggunaan alat peraga pembelajaran
    2. Guru belum memiliki pemahaman tentang penggunaan media pembelajaran
    3. Guru belum memahami penyusunan penggunaan alat peraga atau media pembelajaran
    4. Supervisi Kepala sekolah terhadap guru belum optimal.
  1. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah, identifikasi masalah dan pembatasan masalah sebagaimana tertulis di atas, maka rumusan masalah pada penelitian ini adalah ‘Apakah keterampilan guru kelas SD Negeri Majingklak dalam menggunakan alat peraga dapat ditingkatkan melalui supervisi akademik’ ?

  1. Tujuan Penelitian

Dalam penelitian tindakan sekolah ini ada dua tujuan yang ingin dicapai yaitu tujuan umum dan tujuan khusus.

    1. Tujuan Umum

Tujuan umum yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan mutu pembelajaran di SD Negeri Majingklak.

    1. Tujuan Khusus
      1. Ingin mengetahui apakah keterampilan guru kelas SD Negeri Majingklak dalam menggunakan alat peraga dapat ditingkatkan melalui supervisi akademik.
      2. Ingin mengetahui berapa persen kenaikan keterampilan guru kelas SD Negeri Majingklak dalam menggunakan alat peraga setelah dilakukan supervisi akademik.

II. KAJIAN PUSTAKA

1. Pengertian Supervisi Akademik

Supervisi merupakan suatu bagian yang penting dalam pendidikan, supervisi mengandung arti yang luas namun intinya sama yaitu kegiatan yang bertujuan untuk memberbaiki proses pembelajaran. Beberapa pakar seperti Syaiful Sagala (2009: 195), Soetjipto & Raflis Kosasi (2007: 233), Made Pidarta (2009: 2), (Piet A. Sahertian, 2000: 17), Glickman, Gordon & Ross Gordon (Lantip Diat Prasojo dan Sudiyono, 2011: 84), sependapat dengan pengertian tersebut. Kesimpulannya bahwa supervisi adalah suatu kegiatan bantuan profesional yang berupa pemberian dorongan, bimbingan, dan arahan dari supervisor kepada guru untuk memperbaiki dan meningkatkan proses pembelajaran.

2. Fungsi Supervisi Akademik

Mengacu pada tujuan supervisi akademik, maka perlu diketahui jugafungsi supervisi akademik. Adapun fungsi supervisi menurut Suharsimi Arikunto(2004:13), ada tiga yaitu:

a. sebagai kegiatan untuk meningkatkan mutu pembelajaran,

b. sebagai pemicu atau penggerak terjadinya perubahan pada unsur- unsur yang

terkait dengan pembelajaran

c. sebagai kegiatan memimpin dan membimbing.

Menurut beberapa ahli, fungsi supervisi akademik dapat disimpulkan sebagai bahwa fungsi supervisi akademik adalah membantu sekolah dalam pemberian layanan pada guru-guru untuk dapat bekerja dengan baik yaitu mampu melaksanakan proses belajar mengajar yang berkualitas, menyenangkan, dan inovatif kepada siswa di sekolah.

3. Tujuan Supervisi Akademik

Para ahli pendidikan mempunyai pandangan yang beragam mengenai tujuan supervisi sesuai dengan sudut pandang masing-masing, namun mereka sepakat bahwa tujuan inti dari supervisi akademik adalah membantu guru meningkatkan kualitas keprofesionalannya dalam mengajar.

4. Alat Peraga

a. Pengertian alat peraga

Kata alat mempunyai arti benda yang dipakai untuk mencapai maksud. Sedangkan kata peraga berarti alat media pengajaran untuk memperagakan sajian pelajaran. Kata utamanya adalah peraga yang artinya bertugas meragakan, membuat raga atau fisik suatu pengertian yang dijelaskan.. Bentuk fisik itu dapat berbentuk benda nyatanya atau benda tiruan dalam bentuk model atau dalam bentuk gambar visual atau audio visual.

b. Fungsi dan peranan alat peraga

Sebagai alat bantu dalam proses belajar mengajar, media mempunyai beberapa fungsi. Nana Sudjana dalam Syaiful Bahri & Drs. Aswan Zain mengemukakan fungsi

Penggunaan media dalam pengajaran lebih diutamakan untuk mempercepat proses belajar mengajar, membantu siswa dalam menangkap pengertian, menarik perhatian siswa, dan mempertinggi mutu belajar mengajar.

5. Keterampilan Guru dalam Menggunakan Alat Peraga

Berdasarkan Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Nomer 20 tahun 2003 seorang yang bekerja di dunia pendidikan baik formal, non formal maupun informal harus mempunyai keterampilan khusus dibidang kependidikan itu. Secara umum guru tersebut harus berkompetensi dibidangnya. Hal ini sesuai dengan Permendiknas Nomor 16 tahun 2007 mengenai kompetensi profesional guru kelas pada SD/MI, yang menyebutkan kompetensi inti 5 mata pelajaran yaitu menguasai materi, struktur, konsep dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu. Kompetensi Profesional adalah kompetensi untuk keterampilan yang berhubungan dengan penyeselaian tugas-tugas keguruan (Sanjaya,2009:234-7). Keterampilan yang berhubungan dengan kompetensi ini diantaranya adalah Keterampilan merancang dan memanfaatkan berbagai media/alat peraga dan sumber belajar. Keterampilan mengajar guru sebenarnya merupakan pencerminan penguasaan guru atas kompetensinya. Kompetensi dasar yang harus dikuasai guru meliputi Keterampilan merencanakan pengajaran, Keterampilan melaksanakan pengajaran dan Keterampilan mengevaluasi pengajaran.

6. Hipotesis Tindakan

Berdasarkan kajian teori dan kerangka berpikir di atas, maka diajukan hipotesis tindakan sebagai berikut: “Keterampilan menggunakan alat peraga diduga dapat ditingkatkan melalui supervisi akademik bagi guru kelas di SD Negeri Majingklak Semester 1 tahun pelajaran 2019-2020”.

III. METODE PENELITIAN

1. Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Majingklak Korwilcam Dindik Banyumas Waktu Penelitian dilakukan selama 4 bulan pada semester 1 tahun pelajaran 2019 – 2020, yaitu pada Agustus sampai dengan November 2019.

2. Subjek Penelitian

Subjek penelitian adalah guru kelas 1,2,3,4,5, dan 6 SD Negeri Majingklak.

3. Desain Penelitian

Penelitian ini merupakan peneitian tindakaan sekolah (PTS). Langkah – langkah penelitian yang akan dilaksanakan mengacu pada model Kemis dan Mc. Taggart (1988:14). Setiap siklus tindakan meliputi perencanaan (palnning), tindakan (action), observasi (observation), dan refleksi (reflecting).

Secara rinci prosedur tindakan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut;

a. Kepala sekolah memberikan penjelasan tentang keterampilan menggunakan alat peraga dalam pembelajaran

b. Diskusi dan pendampingan menyusun RPP dengan penekanan pada penggunaan alat peraga

c. Kepala sekolah memberi masukan terhadap RPP yang telah disusun

d. Pengamatan pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan RPP

e. Kepala sekolah mengevaluasi kemampuan guru dalam mengimplementasikan RPP dalam proses pembelajaran dengan fokus pada keterampilan penggunaan alat peraga

f. Kepala sekolah dan guru berdiskusi menindaklanjuti hasil evaluasi sebagai bahan rujukan pelaksanaan tindakan berikutnya

4. Teknik Pengumpulan dan Pengolahan Data

Teknik pengumpulan data dilaksanakan dengan cara studi dokumen terhadap RPP dan observasi pelaksanaan pembelajaran guru. Obervasi dilaksanakan dengan menggunakan lembar observasi, kemudian datanya dianalisis untuk dibandingkan dengan teknik deskripsi persentase.

Setelah data dalam penelitian tindakan sekolah ini diperoleh maka selanjutnya dilakukan analisis data dengan cara dimasukkan ke dalam tabel menggunakan deskriptif atau analisis kualitatif, yang dikelompokkan dalam 4 kategori, yaitu sangat baik skor 12-15 (75%-100%), baik skor 8-11 (51%-74%), cukup skor 4-7 (25%-50%), dan kurang (tidak tampak dilakukan) skor 0-3 (0%-24%)

5. Indikator Keberhasilan

Penelitian ini dikatakan berhasil jika variabel Y atau keterampilan guru dalam menggunakan alat peraga dalam penelitian ini minimal mencapai skor 12 atau 80% katagori sangat baik. Demikian pula untuk variabel X atau kemampuan peneliti dalam melakukan supervisi akademik minimal mencapai skor 12 atau 80% katagori sangat baik.

IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

1. Kondisi Awal

Data awal kondisi guru yang terampil menggunakan alat peraga khusunya guru kelas masih memprihatinkan, belum sesuai dengan yang diharapkan. Penilaian tersebut berdasarkan hasil observasi atau pengamatan yang dilakukan pada bulan Agustus 2019. Pengamatan dilakukan dengan menggunakan instrumen penilaian yang mencakup 5 aspek yaitu; Penggunaan alat peraga tercantum dalam RPP, Ketetapan pemilihan alat peraga dengan materi yang diberikan, Guru terampil menggunakan alat peraga, Guru benar dalam mengoperasikan alat peraga, Siswa aktif dalam mengoperasikan alat peraga, dengan rata-rata skor 6 guru adalah 32%

2. Siklus I

Siklus I dilaksanakan sebanyak 2 kali pertemuan, yang terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Pertemuan 1 dilaksanakan pada hari Rabu, 7 Agustus 2019, pertemuan 2 dilaksanakan pada hari Jumat, 29 Agustus 2019, dengan melibatkan kepala sekolah SDN 1 Papringan sebagai kolaborator atau pengamat.

Peneliti melakukan kunjungan kelas, melakukan bimbingan dengan menjelaskan Permendiknas No. 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah yang pada intinya adalah proses pembelajaran pada setiap satuan pendidikan harus interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang dan memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa kreativitas dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Standar proses meliputi perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran, dan pengawasan proses pembelajaran untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien.

Selanjutnya peneliti memberi kesempatan kepada guru untuk bertanya mengenai kesulitan yang dialami dalam memilih dan menggunakan alat peraga yang sesuai dengan materi pembelajaran. Berdasarkan pelaksanaan penelitian tindakan sekolah pada siklus 1 ini, peneliti mendapatkan dua data. Data keterampilan guru dalam menggunakan alat peraga dan data peneliti dalam melakukan supervisi akademik yang terangkum dalam tabel berikut;

Tabel

Perbandingan Data Keterampilan Guru Dalam Menggunakan Alat Peraga dan Data Kemampuan Peneliti Dalam Melakukan Supervisi Akademik Antara Data Awal Dengan Data Hasil Tindakan Siklus 1

No. Aspek Diamati Variabel Data Awal Data Siklus I Kenaikan
1. Kemampuan guru dalam menggunakan alat peraga Y 32 % 54% 22%
2. Kemampuan peneliti dalam melakukan supervisi akademik X 13, 33% 56,67% 43,34%

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa data kemampuan guru dalam menggunakan alat peraga maupun data kemampuan peneliti dalam melakukan supervisi akademik mengalami kenaikan. Variabel X mengalami kenaikan sebesar 22 % sedangkan untuk variabel Y mengalami kenaikan sebesar 43,34 %.

3. Siklus 2

Siklus 2 dilaksanakan dalam 2 kali pertemuan seperti halnya pada siklus 1. Peneliti melibatkan kepala sekolah SDN 1 Papringan sebagai kolaborator. Tindakan siklus 2 ini instrumen pengamatan yang digunakan sama dengan instrumen pengamatan yang digunakan pada pelaksanaan siklus 1, hal ini dimaksudkan agar peneliti lebih mudah mengetahui ada tidaknya kenaikan atau perkembangan keterampilan guru dalam menggunakan alat peraga. Pelaksanaan siklus 2 difokuskan pada hasil refleksi siklus 1, dengan menekankan beberapa guru yang belum terampil menggunakan alat peraga yang tepat dalam pembelajaran.

Berdasarkan tabel 4.5 di atas dapat diketahui bahwa data keterampilan penggunaan alat peraga guru kelas pada siklus 2 adalah 78,5%. Sedangkan data tindakan kemampuan peneliti dalam melakukan supervisi akademik dalam siklus 2 adalah 80%, tersaji dalam tabel berikut;

Tabel Perbandingan Kemampuan Guru Dalam Menggunakan Alat Peraga dan

Kemampuan Peneliti Dalam Melakukan Supervisi Akademik

Antara Data Hasil Tindakan Siklus 1 dan Siklus 2

No Aspek Diamati Variabel Data Siklus 1 Data Siklus 2 Kenaikan
1. Kemampuan guru dalam menggunakan alat peraga Y 54% 78.5% 24.5%
2. Kemampuan peneliti dalam melakukan supervisi akademik X 66.5% 80% 13.5%

Hasil variabel X 78,5%, dengan kenaikan keterampilan guru dalam menggunakan alat peraga antara data siklus 1 dengan data siklus 2 adalah 24.5%. Hal ini melebihi indikator keberhasilan yang ditetapkan. Sedangkan hasil variabel Y adalah 80%, dengan kenaikan kemampun peneliti dalam melakukan supervisi akademik 13.5%. Hal ini menunjukan bahwa kenaikan keterampilan guru menggunakan alat peraga maupun kenaikan kemampuan peneliti melakukan supervisi akademik sangat baik.

4. Pembahasan

Penelitian tindakan sekolah ini dilakukan selama 4 bulan, dimulai dari bulan Agustus sampai dengan bulan November 2019, oleh karena itu hasil sudah dapat dilihat pada hasil pengamatan oleh peneliti maupun dari pengamatan kolabolator. Indikator keberhasilan terlihat pada adanya tindakan supervisi akademik dan adanya kenaikan keterampilan guru dalam menggunakan alat peraga. Oleh karena itu antara data awal, data siklus 1 dan siklus 2 harus dibandingkan. Perbandingan tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ;

Tabel Perbandingan Kemampuan Guru Dalam Mengunakan Alat Peraga dan Kemampuan Peneliti Dalam Melaksanakan Supervisi Akademik Antara Data Awal, dan Data Silkus 1 dan Siklus 2

No Aspek yang diamati Variabel Data awal Data Siklus 1 Data Siklus 2 Kenaikan
1. Kemampuan guru dalam menggunakan alat peraga Y 32% 54% 78,5% 46,5%
2. Kemampuan peneliti dalam melakukan supervisi akademik X 8,3% 66,5% 80 % 71,7%

Perbandingan data tersebut menunjukan bahwa keterampilan guru dalam menggunakan alat peraga menunjukan kenaikan dari data awal terhadap silkus 1 sebanyak 22% . Dari siklus 1 dengan siklus 2 sebanyak 24,5% antara data awal dengan siklus 2 sebanyak 46,5%. Demikian pula perbandingan data kemampuan peneliti dalam melakukan supervisi akademik juga mengalami kenaikan antara data awal dengan siklus 1 sebanyak 58,2% dari siklus 1 dengan siklus 2 sebanyak 13,5% antara data awal dengan siklus 2 sebanyak 71,7%. Agar lebih jelas dan mudah dibaca maka perhatikan diagram 1 untuk keterampilan guru dalam menggunakan alat peraga dan diagram 2 untuk kemampuan peneliti dalam melakukan supervisi akademik

Diagram 1 Skor Keterampilan Penggunaan Alat Peraga

Diagram 2 Skor Kemampuan Supervisi Akademik

Setelah melihat kedua diagram tersebut maka tujuan peneliti untuk mengetahui peningkatan keterampilan guru dalam menggunakan alat peraga melalui tindakan supervisi akademik dapat tercapai. Keterampilan guru dalam menggunakan alat peraga mengalami kenaikan sebesar 46,5% jika dibandingkan dengan data awal. Sedangkan kemampuan peneliti dalam melakukan supervisi akademik mengalami kenaikan sebesar 71.7% jika dibandingkan dengan data awal.

Peningkatan keterampilan menggunakan alat peraga yang diperoleh sudah cukup baik walaupun belum sesuai dengan indikator yang ditargetkan oleh peneliti yaitu sebesar 80%. Belum tercapainya indikator keterampilan penggunaan alat peraga karena ada beberapa faktor diantaranya waktu penelitian yang sangat singkat dan guru masih belum maksimal dalam menggunakan alat peraga.

Sedangkan kemampuan peneliti dalam melakukan supervisi akademik sudah baik dan melebihi target yang ditetapkan. Keberhasilan tersebut bisa jadi karena peneliti sudah merencanakan dengan baik dalam melakukan tindakan penelitian ini. Dengan demikian masalah yang dihadapi peneliti dapat terjawab yaitu supervisi akademik pada SD Negeri Majingklak dapat meningkatkan keterampilan guru dalam menggunakan alat peraga, karena hipotesis tindakan yang berbunyi “supervisi akademik dapat meningkatkan keterampilan guru dalam menggunakan alat peraga” yang telah dilakukan di SD Negeri Majingklak terbukti benar yaitu sebesar 46,5%.

Selain itu dengan adanya tindakan supervisi akademik peneliti selaku Kepala Sekolah di SD Negeri Majingklak dapat meningkatkan kemampuan kinerjanya. Tindakan yang dilakukan oleh Kepala Sekolah menjadi pengalaman yang sangat berharga dalam melakukan tugas pokoknya. Guru lebih senang dibimbing langsung oleh Kepala Sekolah dan juga guru lebih bebas bertanya. Kepala sekolah lebih memahami segala permasalahan yang dihadapi guru sekaligus mengetahui kelebihan dan kekurangan masing-masing guru secara langsung.

V. PENUTUP

1. Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian tindakan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis tindakan kelas yang berbunyi “Supervisi akademik dapat meningkatkan kemampuan guru kelas dalam penggunaan alat peraga” yang telah dilakukan di SD Negeri Majingklak Korwilcam Dindik Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas ternyata terbukti benar.

2. Saran

Dengan terbuktinya hipotesis Penelitian Tindakan Sekolah ini, maka secara teoritis kita semakin meyakini bahwa supervisi akademik dapat meningkatkan keterampilan guru kelas dalam menggunakan alat peraga, oleh karena itu kepada kepala sekolah disarankan agar program supervisi akademik dapat berjalan efektif maka harus dilakukan secara berkesinambungan. Bagi para guru disarankan agar selalu menggunakan alat peraga dalam proses pembelajaranya agar tujuan yang ingin dicapai dapat terwujud.

DAFTAR PUSTAKA

Aqib, Zainal. 2009. Penelitian Tindakan Sekolah. Bandung, Irama Widya.

Ari H. Gunawan. 1996. Administrasi Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta

Arsyad, Azhar. 2002. Media Pembelajaran. Jakarta : Raja Grafindo Persada

Depdikbud. 1996. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta : Balai Pustaka

Depdiknas. 2005. Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar

  Nasional Pendidikan. Jakarta : Depdiknas.

Depdiknas. 2007. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 16 tahun 2007 

tentang Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. Jakarta : Depdiknas.

Depdiknas. 2007. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No.41 tahun  2007

  Tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta : Depdiknas.

Dirjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan. 2010. Supervisi Akademik. Jakarta, Kementrian Pendidikan Nasional.

Dirjen Pendidikan Tinggi. 2007. Panduan Penyusunan Perangkat Portofolio 

Sertifikasi Guru Dalam Jabatan. Jakarta : Depdiknas.

Direktorat Dikmenum. 1999. Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah.

Jakarta : Depdiknas.

Imron, Ali. 1995. Pembinaan Guru di Indonesia.  Malang : Pustaka Jaya.

Made Pidarta. 1992. Pemikiran tentang Supervisi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara

Moh Rifai. 1987. Administrasi dan Supervisi Pendidikan 2. Bandung: Jemmars

Nasution, S. 1986. Didaktik Asas-asas Mengajar. Bandung, Jemars.

Ngalim Purwanto. 1998. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosda Karya

Pujiati. 2004. Penggunaan Alat Peraga Dalam Pembelajaran Matematika SMP. http://p4tkmatematika.org/downloads/smp/AlatPeragaMatematika.pdf. Diakses 1 September 2010.

Sri Anita. 2008. Strategi Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta, Universitas Terbuka

Soelarko. 1995. Audio Visual Media Komunikasi Ilmiah Pendidikan. Penerangan: Bina Cipta.

Suryo Subroto. 2004. Menejemen Pendidikan di Sekolah. Jakarta. Rineka Cipta.

Syaiful Bahri. 1995. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta, Bhineka Cipta

Tristono. PA. 2006. Peningkatan Kemampuan Membaca Cepat Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas V SD Negeri Siliwangi 01 Kecamatan Semarang Barat. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang.

Wina, Sanjaya. 2006.Strategi pembelajaran. Jakarta, Nusa Indah

Wina, Sanjaya. 2009. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana.

Zainal Arifin. 1991. Evaluasi Instruksional, Prinsip Teknik Prosedur. Bandung: PT.

Remaja Rosda Karya

Sumber Internet:

http://fatimatuzzahrofadhil.blogspot.co.id/2011/09/proposal-penelitian-tindakan-sekolah.html (30 Januari 2017)

blogspot.co.id/2017/03/penelitian-tindakan-sekolah-untuk-kepala-sekolah.htm

(12 Februari 2017).

BIODATA

Nama : Abidin Basuki, S.Pd.SD.

NIP : 19711207 199308 1 001

Pangkat : Pembina, IV/a

Jabatan : Kepala Sekolah

Unit Kerja : SD Negeri Majingklak Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas

Judul : EFEKTIVITAS SUPERVISI AKADEMIK UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA BAGI GURU KELAS DI SDN MAJINGKLAK KECAMATAN BANYUMAS SEMESTER 1 TAHUN PELAJARAN 2019 – 2020

By admin

You cannot copy content of this page