Iklan

EFEKTITIFAS DALAM PROSES PEMBELAJARAN JARAK JAUH ( PJJ) DI MASA PANDEMI BAGI GURU MELALUI PEMBINAAN BERKELANJUTAN DI SD NEGERI GLEMPANGPASIR 02 KECAMATAN ADIPALA KABUPATEN CILACAP SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2020/2021

Oleh : Sugiyem, S.Pd.

ABSTRAK

SUGIYEM,S.Pd NIP. 19690806 199903 2 007 Tahun 2020 “Efektifitas Dalam Proses pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Dimasa Pandemi Bagi Guru Melalui Pembinaan Berkelanjutan Di SD Negeri Glempangpasir 02 Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap Semester II Tahun Pelajaran 2020/2021.” Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efektifitas dalam proses pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dimasa pandemi bagi guru terhadap pelaksanaan pembinaan berkelanjutan guru SD Negeri Glempangpasir 02 dalam melaksanakan pembelajaran. Jenis Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Sekolah (PTS). Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus memiliki empat tahap, yaitu perencanaan (planing), tindakan(acting) pengamatan (observing), dan refleksi (reflecting). Subjek penelitian tindakan adalah guru kelas I sampai dengan kelas VI dan guru mapel SD Negeri Glempangpasir 02 Kecamatan Adipala yang berjumlah 8 orang. Data penelitian diperoleh melalui pengamatan, wawancara, dan kajian dokumen. Data dianalisis dengan teknik deskriptif komparatif dan analisis kritis. Untuk memvalidasi data digunakan trianggulasi sumber dan review informan kunci melalui kegiatan diskusi antara peneliti, dengan guru sebagai kolaborator. Hasil observasi menunjukkan masih rendah dengan dengan rata-rata 2,59 atau 37,5%. Setelah dilakukan pembinaan berkelanjutan terdapat peningkatan dengan rata-rata 2,90 atau 62,5%. Sesudah dilakukan pembinaan berkelanjutan terdapat kenaikan denagn rata-rata 3,68 atau 100%. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan Efektifitas Dalam Proses pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Dimasa Pandemi Bagi Guru dalam pembelajaran bagi guru-guru SD Negeri Glempangpasir 02, terbukti dapat menjadi sarana yang efektif untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan lebih bermakna bagi siswa. Hal ini dapat dilihat dari hasil pembinaan berkelanjutan yang dilakukan peneliti pada saat menilai dan mengamati langsung jalannya pembelajaran yang dilakukan oleh guru.

Kata Kunci: Efektivitas Proses Pembelajaran, Jarak Jauh, Pembinaan Berkelanjutan.

PENDAHULUAN

Aplikasi pendidikan secara formal di sekolah-sekolah baik negeri maupun swasta dan berjenjang dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi merupakan keseluruhan proses pendidikan di sekolah sebagai lembaga pendidikan formil, dan proses belajar mengajar merupakan kegiatan inti. Dalam proses belajar mengajar, komponen-komponen saling mempengaruhi yaitu tujuan instruksional yang diinginkan, materi yang diajarkan, guru dan siswa didik, jenis kegiatan yang dilakukan, serta sarana dan prasarana yang tersedia.

Sejak diberlakukannya status pandemi covid-19 pada 16 Maret 2020 yang lalu, membawa dampak pada dunia pendidikan di tanah air. Kegiatan pembelajaran yang biasanya dilakukan dengan tatap muka, maka mulai saat itu  tidak dapat dilakukan lagi. Sebagai gantinya, kegiatan pembelajaran dilakukan secara jarak jauh.

Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) merupakan suatu bentuk sistem pembelajaran yang proses pembelajarannya jauh dari pusat penyelenggaraan pendidikan dan bersifat mandiri. Komunikasi yang berlangsung pada sistem pembelajaran ini bersifat komunikasi tidak langsung, artinya proses pembelajaran dilakukan dengan perantaraan dalam bentuk media yang dirancang secara khusus.

Masih banyak orang salah kaprah dalam memahami Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Pembelajaran Jarak Jauh selalu diasosiasikan dengan

pembelajaran dalam jaringan (daring/on line). Padahal PJJ dibagi menjadi dua jenis yaitu pembelajaran dalam jaringan (daring) dan pembelajaran luar jaringan (luring/of line).

Pembelajaran dalam jaringan (daring) adalah pembelajaran yang menggunakan model interaktif berbasis internet dan Learning Manajemen System (LMS). Pembelajaran dalam jaringan (daring) dapat dilakukan dengan media internet  seperti Zoom, Google Meet, WhatsApp, Google Classroom. Sedangkan contoh Learning Manajemen System (LMS) seperti Rumah Belajar milik Kemendikbud dan dari swasta seperti Ruang Guru dan Quipper.

Sedangkan penerapan pembelajaran luring bisa melalui buku pegangan siswa dan guru.  Caranya, guru bisa meminjamkan buku pembelajaran pegangan miliknya ke siswa. Buku tersebut bisa diambil siswa atau orang tua ke sekolah dengan memperhatikan protokol kesehatan covid-19.

Selain meminjamkan buku, guru juga bisa melengkapinya dengan Lembar Kegiatan Siswa yang bisa dikumpulkan kembali sepekan sekali. Selain itu, pembelajaran luring dapat juga melalaui siaran Televisi maupun radio..

Berdasarkan uraian data diatas dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) guru-guru SD Negeri Glempangpasir 02 Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap didapat hasilnya masih rendah yaitu dari aspek penyusunan tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pembelajaran, alokasi waktu, langkah-langkah pembelajaran, alat/bahan/sumber belajar dan penilaian. Pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dapat berjalan baru mencapai 37,5 %. Hal ini disebabkan kepala sekolah belum melaksanakan pembinaan berkelanjutan. setelah peneliti melakukan pembinaan berkelanjutan pada waktu guru melaksanakan proses pembelajaran jarak jauh (PJJ). Untuk mewujudkan agar guru mampu dalam Pelaksanaan Pembelajaran jauh (PJJ) dengan baik maka diperlukan pembinaan yang dilakukan oleh para pembina teknik, salah satunya adalah kepala sekolah yang sekaligus bertindak sebagai peneliti melakukan pembinaan berkelanjutan dan pemberian pelatihan kepada guru-guru SD Negeri Glempangpasir 02 Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap melalui pembinaan berkelanjutan. Atas dasar inilah peneliti melakukan penelitian Efektifitas Dalam Proses pembelajaran Jarak Jauh ( PJJ) Dimasa Pandemi Bagi Guru Melalui Pembinaan Berkelanjutan Di SD Negeri Glempangpasir 02 Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap Semester I Tahun Pelajaran 2020/2021.”

Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, dapat diidentifikasikan masalah-masalah sebagai berikut :

1. Masih banyak guru yang kesulitan dalam pelaksaan pembelajaran jarak jauh ( PJJ) pada masa pandemi Covid-19

2. Masih kurangnya penguasaan teknologi

3. Guru masih bingung cara menggunakan metode pembelajaran jarak jauh.

4. Belum ada pembinaan bekelanjutan dalam proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi para guru di Sekolah.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut peneliti merencanakan untuk melaksanakan Penelitian Tindakan Sekolah ( PTS ), agar hasil proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) pada masa pandemi Covid-19 dapat terlaksana dengan baik dan sesuai dengan yang kita harapkan.

Adapun masalah yang menjadi fokus perbaikan adalah:

  1. Bagaimana proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) dimasa pandemi bagi guru melalui pembinaan berkelanjutan di SD Negeri Glempangpasir 02 Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap semester I tahun pelajaran 2020/2021 ?
  2. Apakah pembinaan berkelanjutan dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran jarak jauh (PJJ) dimasa pandemi bagi guru di SD Negeri Glempangpasir 02 Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap semester I tahun pelajaran 2020/2021?
  3. Bagimana perubahan perilaku guru dalam pelaksanaan pembinaan berkelanjutan pada proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) dimasa pandemi di SDN Glempangpasir 02 Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap semester I tahun pelajaran 2020/2021?

Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas maka tujuan penelitian ini adalah:

  1. Mendiskripsikan proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) dimasa pandemi bagi guru melalui pembinaan berkelanjutan di SD Negeri Glempangpasir 02 Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap semester I tahun pelajaran 2020/2021?
  2. Mendiskripsikan peningkatan efektivitas pembelajaran jarak jauh (PJJ) dimasa pandemi bagi guru, di SD Negeri Glempangpasir 02 Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap semester I tahun pelajaran 2020/2021 setelah dilaksanakan pembinaan berkelanjutan ?
  3. Mendeskripsikan perubahan perilaku guru pada proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) dimasa pandemi di SD Negeri Glempangpasir 02 Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap tahun pelajaran 2020/2021 setelah dilaksanakan pembinaan berkelanjutan ?

KAJIAN PUSTAKA

1. Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)

Pembelajaran jarak jauh (juga disebut juga pendidikan jarak jauh) merupakan pelatihan yang diberikan kepada peserta atau siswa yang tidak berkumpul bersama di satu tempat secara rutin untuk menerima pelajaran secara langsung dari instruktur. Bahan-bahan dan instruksi-instruksi detail yang bersifat khusus dikirimkan atau disediakan untuk para peserta yang selanjutnya melaksanakan tugas-tugas yang akan dievaluasi oleh instruktur. Dalam kenyataannya dapat dimungkinkan instruktur dan peserta tersebut terpisah tidak hanya secara geografis namun juga waktu.

Pembelajaran jarak jauh memungkinkan para peserta mengambil kelas kapanpun dan dimanapun. Hal ini memungkinkan mereka untuk menyesuaikan pendidikan dan pelatihannya dengan tanggung jawab dan komitmen-komitmen lainnya, seperti keluarga dan pekerjaan. Ini juga memberi kesempatan kepada para peserta yang mungkin tidak dapat  belajar karena keterbatasan waktu, jarak atau dana untuk ikut serta. Dan juga memungkinkan subyek-subyek yang dianggap tidak begitu umum diajarkan tersedia bagi lebih banyak peserta.

Pembelajaran jarak jauh dapat sangat efektif, khususnya bagi para peserta yang lebih dewasa dan memiliki motivasi kuat untuk mengejar sukses dan senang diberi kepercayaan melakukan proses belajar secara mandiri. Namun demikian, kesuksesan paket Pembelajaran Jarak Jauh, yang meninggalkan ketaatan pada jadwal seperti pada proses pembelajaran tatap muka, bukanlah merupakan suatu pilihan yang mudah baik bagi instruktur maupun peserta didik.

2. Proses pembelajaran jarak jauh

Proses pembelajaran jarak jauh dapat disampaikan dengan menggunakan berbagai teknik dan teknologi. E-learning mungkin merupakan bentuk pembelajaran jarak jauh yang paling mahal dan paling maju, namun ada cara-cara penyampaian pelatihan lainnya yang telah digunakan dengan berhasil selama bertahun-tahun. Metode penyampaian tersebut antara lain:

  • E-learning: penyampaian dengan komputer dan memanfaatkan teknologi internet serta pemrograman yang memungkinkan para peserta didik untuk berinteraksi dengan bahan-bahan pelajaran melalui chat room (ruang komunikasi), notice board (papan pengumuman), video conferencing, dll. Beberapa contoh mengenai metode ini dapat diperoleh di: http://www.archive-skills.com/links/links10.php
  • Program televisi: merupakan suatu seri program televisi yang dirancang untuk menyampaikan teknik-teknik dan teori. Metode ini dapat berupa penyiaran melalui saluran kabel atau saluran terestrial atau dengan menyediakan video tape atau DVD. Selama beberapa tahun Open University di Inggris menggunakan teknik ini.
  • Bahan-bahan tertulis: kadangkala disebut kursus melalui surat (correspondence courses), dimana bahan-bahan teks ditulis secara khusus untuk kursus dengan proses belajar jarak jauh, misalnya buku kerja (workbook) yang berisikan tugas-tugas dan latihan-latihan, dimana peserta didik dapat mengerjakannya dengan tingkat kecepatan yang ditentukannya sendiri.

Pembelajaran jarak jauh memerlukan suatu pendekatan yang berbeda dalam hal perencanaan, perancangan, penyampaian kursus dan komunikasi. Peserta membutuhkan motivasi diri untuk memulai dan mengembangkan persistensi dan keahlian-keahlian dalam tugas yang bersifat mandiri (self-directing work). Instruktur akan mengembangkan dan menggunakan metodologi-metodologi dan gaya-gaya pembelajaran baru, mulai dari instruksi langsung hingga mengelola strategi-strategi pembelajaran, memberi dukungan terhadap peserta didik, memfasilitasi perdebatan jarak jauh, serta mendiseminasi informasi dan pandangan-pandangan. Beberapa elemen dari proses pembelajaran yang difasilitasi dan yang individual dipresentasikan dalam proses pembelajaran jarak jauh.

4. Tujuan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (CPD)

• Untuk memelihara, mempertahankan, meningkatkan dan memperluas kompetensi.

• Terjaminnya pelayanan penyelenggaraan usaha jasa konstruksi.

• Untuk melindungi masyarakat dari praktek para praktisi yang tidak berkualitas dan tidak etis dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi.

Kerangka Berpikir

Salah satu strategi untuk mengetahui kemampuan guru dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dimasa pandemi Covid-19 adalah dengan pembinaan berkelanjutan. Strategi ini sangat tepat dilakukan penelitian untuk mengetahui kinerja guru dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dimasa pandemi Covid-19 .

Adapun langkah-langkah penelitian dalam melakukan pembinaan berkelanjutan dapat digambarkan sebagai berikut:

METODE PENELITIAN

Setting Penelitian

1. Tempat Penelitian Tindakan Sekolah

Adapun lokasi penelitian yang penulis tetapkan adalah SD Negeri Glempangpasir 02 Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap dengan melibatkan 8 guru Sekolah ini juga di bawah pembinaan peneliti.selaku Kepala Sekolah di SD Negeri Glempangpasir 02 Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap

SD Negeri Glempangpasir 02 terletak di sebelah timur Kecamatan Adipala, dan jarak dari kota Cilacap ± 45 km. Sekolah ini berada di jalan raya desa Glempangpasir, belakang bangunan merupakan area pemukiman milik warga. SD Negeri Glempangpasir 02 memiliki 11 tenaga pendidik dan kependidikan yang terdiri dari 1 kepala sekolah, 6 guru kelas, 2 guru PAI, 1 guru PJOK, 1 tenaga Perpust dan 1 penjaga sekolah.

2. Waktu Penelitian

Waktu penelitian adalah waktu berlangsungnya penelitian atau saat penelitian ini dilangsungkan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai September 2020 semester ganjil. yang terbagi menjadi dua siklus dan masing-masing siklus dua pertemuan. Sedangkan tiap siklusnya dapat dirinci sebagai berikut:

Siklus I : Kamis, 28 Juli 2020

Siklus II : Kamis, 11 Agustus 2020

3. Jenis Penelitian

Jenis Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Sekolah (PTS). Mulyasa (2004:2) menyatakan bahwa penelitian tindakan sekolah adalah penelitian yang dilakukan oleh kepala sekolah dengan jalan merancang, melaksanakan, dan merefleksikan pertemuan secara kolaboratif dan partisipasif dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya guru, sehingga mutu pendidikan dapat meningkat. Batasan Action Research sebagai upaya untuk meningkatkan kinerja sistem organisasi atau masyarakat agarlebih efektif dan efisien. Di dalamnya terdapat dua kata kunci pokok yaitu pemecahan masalah dan peningkatan kinerja sistem.

PTS adalah penelitian tindakan sebagai serangkaian langkah yang membentuk spiral. Setiap langkah memiliki empat tahap, yaitu perencanaan ( planing ),tindakan ( acting ), pengamatan ( observing ), dan refleksi ( reflecting )

Gambar.3.1 Diagram Daur Penelitian Tindakan Sekolah

Subjek dan Objek Penelitian

Subjek penelitian tindakan ini adalah guru SD Negeri Glempangpasir 02 Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap yang semuanya berjumlah 8 orang. Objek penelitiannya adalah Efektivitas Program Pembinaan Berkelanjutan Dalam Proses Belajar Mengajar Jarak Jauh (PJJ) dimasa pandemic Covid-19 bagi guru SD Negeri Glempangpasir 02.

.

Prosedur Penelitian

1. Siklus Pertama

Dalam siklus pertama terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi , dan refleksi yang akan diuraikan sebagai berikut :

Perencanaan dengan langkah – langkah sebagai berikut :

  • Pertemuan sebagian guru di SD Negeri Glempangpasir 02 Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap yang berjumlah 8 orang dengan undangan Kepala Sekolah.
  • Menentukan jadual pertemuan
  • Menyuruh guru – guru untuk melakukan pembelajara di rumah pada masa pandemi Covid-19 dimasa pandemi Covid-19 terhadap kesiapan guru sebelum pembelajaran.
  • Memberikan pengarahan dan pembinaan tentang kesiapan guru dalam menyampaikan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dimasa pandemi Covid-19

Pelaksanaan kegiatan penelitian tindakan dengan parameter sebagai berikut :

  • Memberikan jadual pelaksanaan pembinaan berkelanjutan bagi guru-guru SD Negeri Glempangpasir 02 Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap
  • Berkoordinasi dengan guru untuk membuat surat undangan untuk mengumpulkan guru-guru SD Negeri Glempangpasir 02 Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap
  • Menyiapkan tempat pelaksanaan kegiatan Penelitian .

Observasi

Dilakukan dengan tahapan – tahapan pelakasanaan seperti :

  1. Mengidentifikasi masalah pembelajaran daring maupun luring
  2. Kesiapan guru dalam memberikan materi ajar pada masa pandemi Covid-19 baik secara daring maupun luring.
  3. Kesiapan guru – guru untuk mentaati aturan tata tertib sekolah
  4. Hasil akhir proses pembelajaran secara terus menerus, mandiri, dan sistematis .
  5. Menjamin bahwa pembelajaran berlangsung dengan terukur kualitasnya dan memberi dukungan kepada guru dalam pelaksanaan mengajar dari rumah

Refleksi

Dalam refleksi akan menempuh beberapa kegiatan sebagai berikut :

Menentukan indikator pencapaian keberhasilan yaitu:

a. Kelompok A menghasilkan < 3,00 butir tes obyektif 4 option

b. Kelompok B menghasilkan 3,00 butir tes obyektif 4 option .

Guru yang mencapai indikator di atas ( point 1 ) dikategorikan berhasil , sehingga tidak perlu diikutkan dalam silkus II. Sedangkan guru yang belum mencapai indikator di atas wajib ikut dalam siklus II.

2. Siklus Kedua

Langkah-langkah dalam melaksanakan pembinaan berkelanjutan siklus kedua sama dengan siklus 1, hanya pada siklus kedua ini menggunakan instrument oservasi. Peneliti bersepakat akan mengadakan pembinaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dimasa pandemic Covid-19, lalu untuk mengetahui apakah ada peningkatan dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ), diadakan kembali instrument observasi pembinaan berkelanjutan dengan melihat kembali hasil pekerjaan guru dalam pembelajaran.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Glempangpasir 02 Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap. Secara kebetulan peneliti adalah kepala sekolah di sekolah tersebut.

Perbandingan Pra Siklus, rata-rata siklus I dan rata-rata siklus II

No Nama Guru Kelas Pra Siklus Rata-rata Siklus I Rata-rata Siklus II
1 Guru 1 2,25 2,50 3,25
2 Guru 2 2,25 2,50 3,75
3 Guru 3 2,50 3,00 3,50
4 Guru 4 3,00 3,00 3,75
5 Guru 5 2,25 2,75 3,75
6 Guru 6 3,00 3,25 4,00
7 Guru 7 2,50 3,00 3,75
8 Guru 8 3,00 3,25 3,75
Jumlah 20,75 23,25 29,50
Rata-rata 2,59 2,90 3,68
Prosentase Ketuntasan 37,5% 62,5% 100%

Berikut adalah gambar perbandingan rata-rata peningkatan kemampuan guru dalam pembelajaran jarak jauh ( PJJ ) pada awal pembinaan berkelanjutan, siklus I dan siklus II.

Perbandingan peningkatan kemampuan guru dalam pembelajaran jarak jauh ( PJJ ) antara data awal, siklus I dan siklus II SD Negeri Glempangpasir 02 Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap sebagai berikut

Berdasarkan grafik diatas terlihat pada pra siklus guru yang tuntas ada 37,5% dengan nilai rata-rata 2,59, pada siklus I guru yang tuntas ada 62,5% dengan nilai rata-rata 2,90, sedangkan pada siklus II guru yang tuntas ada 100 % dengan nilai rata-rata 3,68 dengan kategri baik

Pembahasan Hasil Penelitian

Kondisi awal

Kondisi awal dalam hal ini adalah kondisi sekolah sebelum dilakukannya pembinaan berkelanjutan oleh peneliti. Kondisi ini bisa jadi berbeda antar kelas yang satu dengan kelas yang lainnya. Oleh karena itu peneliti harus mengumpulkan terlebih dahulu data-data yang mencerminkan kemampuan guru dalam pembelajaran jarak jauh ( PJJ ) dimasa pandemi Covid-19. Adanya data awal sangat penting untuk menentukan tindakan selanjutnya.

Dari data awal yang ada, terlihat bahwa kemampuan guru dalam pembelajaran jarak jauh ( PJJ ) dimasa pandemi Covid-19 masih belum baik. Sehingga perlu adanya tindakan agar kinerja guru menjadi lebih baik. Pembinaan berkelanjutan menjadi alternatif yang baik dan tepat dalam meningkatkan kemampuan guru dalam pembelajaran jarak jauh ( PJJ ) dimasa pandemi Covid-19.

Siklus I

Siklus I merupakan tindakan pembinaan berkelanjutan yang dilakukan oleh peneliti dalam rangka meningkatkan kemampuan guru dalam pembelajaran jarak jauh ( PJJ ) dimasa pandemi Covid-19. Dalam siklus I pembinaan berkelanjutan dilakuakan dengan cara peneliti bersama pengawas sekolah menyusun program pembinaan berkelanjutan, menyusun jadwal pelaksanaan pembinaan berkelanjutan, menyiapkan instrumen untuk menilai dan memberikan bimbingan dalam pembelajaran jarak jauh ( PJJ ) dimasa pandemi Covid-19, sehingga diharapkan dalam pembelajaran jarak jauh ( PJJ ) dimasa pandemi Covid-19 para guru akan lebih meningkat dari segi kualitas pembelajarannya.

Walaupun terjadi peningkatan, akan tetapi pembinaan berkelanjutan dalam siklus I ini belum dikatakan berhasil (belum optimal). Hal ini disebabkan karena karakter masing-masing guru antara yang satu dengan yang lainnya berbeda-beda. Ada guru yang responsive, dan ada pula guru yang kurang responsive terhadap hasil bimbingan pembelajaran jarak jauh ( PJJ ) dimasa pandemi Covid-19. Adanya pembinaan berkelanjutan ini tidak dimanfaatkan dengan baik oleh guru sehingga hasil yang didapatpun belum optimal.

Siklus II

Siklus II ini merupakan perbaikan dari siklus I. Hasil yang kurang optimal dalam siklus I diperbaiki dengan cara melaksanakan pembinaan berkelanjutan. Dengan pembinaan berkelanjutan terbukti efektif. Hal ini dapat dilihat dari hasil siklus II dapat meningkatkan kemampuan guru dalam pembelajaran jarak jauh ( PJJ ) dimasa pandemi Covid-19 dengan peningkatan rata-rata nilai 3,68 termasuk kategori “ baik”.

Penutup

Simpulan

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan penelitian tindakan kelas ini, peneliti menyimpulkan sebagai berikut:

  1. Proses pembelajaran jarak jauh ( PJJ) dimasa pandemic Covid-19 dapat meningkatkan efektifitas pembelajaran bagi guru di SD Negeri Glempangpasir 02 Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap tahun pelajaran 2020/2021 , hal ini dibuktikan dengan adanya hasil terhadap pembinaan berkelanjutan guru yaitu pada pra siklus perolehan nilai 2,59 sebesar 37,5 %, pada siklus 1 perolehan nilai diatas 2,90 sebasar 62,5 % sedangkan pada siklus II perolehan nilai diatas 3,0 sebasar 100 % dengan nilai rata-rata 3,68.
  2. Hasil pembelajaran jarak jauh ( PJJ) dimasa pandemi Covid-19 bagi guru di SD Negeri Glempangpasir 02 Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap tahun pelajaran 2020/2021 , mengalami peningkatan setelah menggunakan penerapan pembinaan berkelanjutan dalam proses belajar mengajar, hal ini dapat dilihat dari pra siklus rata-rata sebesar 2,59, pada siklus I rata-rata sebesar 2,90 sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 3,68
  3. Dengan menggunakan penerapan program pembinaan berkelanjutan dalam proses pembelajaran jarak jauh ( PJJ) dimasa pandemi Covid-19 di SD Negeri Glempangpasir 02 Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap tahun pelajaran 2020/2021 terjadi perubahan perilaku guru yang signifikan , hal ini dapat dilihat pada hasil terhadap pembinaan berkelanjutan yang meningkat setiap siklusnya, guru semakin gairah dalam melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) pada masa pandemi Covid-19.

Saran

Hasil penelitiaan tindakan tentang upaya meningkatkan kemampuan guru guru dalam pengelolaan kelas dan pembelajaran telah berhasil. Seperti telah diuraikan pada bagian di atas, berikut ini akan disampaikan saran-saran agar penelitian tindakan sekolah dapat lebih maju dan sungguh-sungguh dapat memberikan konstribusi bagi guru dan siswa dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara tepat.

  1. Agar guru lebih meningkatkan efektifitas pembelajaran jarak jauh (PJJ) di dalam proses belajar mengajar di sekolah.
  2. Kebijakan sekolah perlu dikaji dan ditinjau kembali terutama yang berkaitan dengan pelaksanaan tata tertib di sekolah.

DAFTAR PUSTAKA

Ad. Rucijakker, 1984, Mengajar Dengan Sukses. Jakarta, PT. Gramedia dengan YKPTK.

Daryono, 2013.Peningkatan Kemampuan Guru dalam mMenyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Melalui Pembinaan Berkelanjutan

Djumbur I dan Moh. Surya, 1975, Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah. Bandung, CV. Ilmu.

Oemar Hamalik, 1980, Metode Belajar dan Kesulitan Belajar. Bandung, Tarsito.

Poerwodarminto. W. J. S., 1984. Kamus Umum Bahasa Indonesia, Jakarta, Balai Pustaka.

S. Nasution, 1980, Didaktik Azas-azas Mengajar. Bandung, Jemmar.

­­­­­­­­­________, 1980, Metode Research, Bandung Jemmar.

Suharsimi Arikunto, 1992. Prosedur Penelitian. Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta, Rineka Cipta.

Sudikin, dkk, 2002, Manajemen Penelitian Tindakan Kelas, Surabaya, Insan Cendekia

Syaharuddin, S. (2020). Menimbang Peran Teknologi dan Guru dalam Pembelajaran di Era COVID-19. Menimbang Peran Teknologi dan Guru dalam Pembelajaran di Era COVID-19

Syaharuddin, S. (2020). Pembelajaran Masa Pandemi: Dari Konvensional Ke Daring. Pembelajaran Masa Pandemi: Dari Konvensional Ke daring

The Liang Gie, 1985, Cara Belajar yang Efisien. Yogyakarta, Pusat Kemajuan Studi.

BIODATA

Nama : Sugiyem, S.Pd.

NIP : 19690806 199903 2 007

Pangkat/Gol : Pembina/ IV A

Unit Kerja : SD Negeri Glempangpasir 02 KORWIL Bidang Pendidikan Kecamatan Adipala

By admin

You cannot copy content of this page