Iklan

DAMPAK MASA PANDEMI COVID-19 TERHADAP PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) BAGI SISWA

Sugeng Wibowo, S.Pd.

Abstrak

Artikel ini bertujuan sebagai referensi dalam kegiatan pembelajaran pada masa pandemi covid-19 yang berdampak pada berubahnya kegiatan pembelajaran pada saat ini, dapat dilihat diberbagai jenjang pendidikan yang masih pasif akibat dampak dari covid-19. Model pembelajaran daring membuat banyak peluang pada guru dalam mengakses bahan ajar untuk para peserta didik. Problematika bagi para pengajar yang sering kita jumpai yaitu terbatasnya sarana dan prasarana penunjang kegiatan pembelajaran daring, penguasaan yang dimiliki beberapa guru dalam menggunakan masih dikatakan rendah, serta kurangnya tingkat keefektifan dalam kegiatan belajar mengajar. Dalam hal ini pengajat sulit untuk menjelaskan sebuah materi kepada peserta didik, sebaliknya peserta didik juga mengalami banyak kesulitan dalam menerima penjelasan dalam pembelajaran daring. Metode yang digunakan dalam penulisan ini menggunakan studi literatur dengan cara mengumpulkan berbagai jurnal lalu dibagi hasilnya. Oleh karena itu diharapkan adanya upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi dan meminimalisir problematika yang terjadi dalam pembelajaran masa pandemi covid-19.

Kata kunci : Belajar Era Pandemi Covid-19, Pembelajaran Daring, Metode Belajar.

PENDAHULUAN

Saat ini wabah virus Covid-19 sedang marak terjadi di berbagai negara. Wabah virus yang muncul dari negara China pada akhir tahun 2019 khususnya di kota Wuhan telah menyebar ke seluruh dunia, termasuk negara Indonesia. Virus covid-19 merupakan keluarga besar dari beberapa virus yang dapat mengganggu pernapasan di muali dari gejala ringan hingga sampai hejala berat (Fathiyah Isbaniah, 2020). Virus covid-19 ini menimbulkan gejala pernapasan pada penderitanya hingga sampai sindrom tekanan pernafasan dan omneomia yang sampai saat ini belum ditemukan vaksin atau antibiotik untuk mengatasinya. Para peneliti bidang kesehatan masih berupaya untuk membuat dan menemukan vaksin yang tepat untuk virus ini. Akan tetapi tim medis dan beberapa ahli masih mengupayakan hal tersebut. Penyebaran Covid-19 ini dapat ditularkan melalui kontak fisik secara langsung. Penanggulangan mandiri terhadap Virus Covid-19 adalah dengan cara menjaga kebersihan dengan menggunakan hand sanitizer, memakai masker ketika berada diluar rumah, tidak berpergian keluar rumah. Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang juga terdampak wabah virus Covid-19 yang mengharuskan seluruh warganya melakukan social distancing dan lockdown di beberapa daerah yang sudah memsuki zona merah berbahaya. Wabah virus ini sudah masuk ke Indonesia sejak awal Maret hingga saat ini di tahun 2021. Wabah pandemi ini sangatlah cepat menyebar ke seluruh bagian negara Indonesia hingga menyebabkan pemberhentian sementara untuk seluruh aktivitas diluar rumah baik dalam hal pekerjaan yang mengharuskan para pekerja melakukan pekerjaan dari rumah maupun dalam hal pendidikan yang semula dilakukan secara normal dengan tatap muka menjadi pembelajaran daring di rumah masing-masing. Kebijakan pemerintah dalam mengatasi hal tersebut adalah menerapkan social distancing pada lingkungan sekolah khususnya pada kegiatan belajar mengajar. Hingga sampai sekarang belum ditentukan sampai kondisi dapat kondusif.

Selama virus Covid-19 ini masih berlangsung kegiatan belajar mengajar tidak diperbolehkan untuk diliburkan. Saat ini proses pembelajaran daring dilakukan di semua jenjang pendidikan yang adaptif dengan kondisi saat ini dalam pembelajaran tatap muka jarak jauh antara pengajar dan peserta didik. Sistem pembelajaran daring ini merupakan model pembelajaran alternatif yang dapat digunakan pengajar untuk menjelaskan materi sekolah kepada peserta didik selama masa darurat virus Covid-19 masih berlangsung (Rahman. 2020). Hal ini bertujuan sebagai referensi dalam kegiatan pembelajaran pada saat ini, dapat dilihat diberbagai jenjang pendidikan. Pembelajaran mata pelajaran IPS, para pengajar dapat melakukan dengan menggunakan perangkat telepon genggam, komputer, tablet maupun laptop dengan bantuan aplikasi seperti google classroom, zoom meeting, google meet, google form dan masih banyak lagi. Dalam hal ini pengajar berperan penting untuk menjaga bagaimana para peserta didik dapat tetap produktif dalam memperoleh pembelajaran daring secara efektif. Para pengajar juga harus kreatif dan terampil dalam memaparkan materi pembelajaran IPS kepada peserta didik agar tidak menjenuhkan. Pembelajaran daring merupakan satu-satunya kegiatan belajar mengajar pada saat ini, namun ternyata sistem pembelajaran ini masih memunculkan beberapa permasalahan kepada pengajar. Permasalahan tersebut diantaranya pembelajaran daring hanya efektif untukpemberian tugas sekolah saja. Dalam kegiatan penjelasan materi , para pengajar merasa bahwa peserta didik mengalami kesusahan ketika memahami suatu materi pembelajaran IPS. Dalam upaya pemecahan permasalahan pembelajaran IPS dibutuhkan pengajar inspiratif yang memiliki kemampuan meningkatkan keahlian dalam peserta didik. Pengajar inspirant adalah pengajar yang tidak habya mengajar saja, akan tetapi pengajar yang juga mampu memberikan pengaruh kepada peserta didik dan mampu mengubah kepribadian peserta didik (Rahman. 2020).

METODE

Jenis metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode studi literatur sebagi proses pengumpulan datanya. Metode studi literatur merupakan pengumpulan data serta informasi melalui data pendukung yang bersumber dari jurnal penelitian baik nasional maupun internasional, buku penunjang atau surat kabar (Haryanti. 2018). Copper dalam bukunya Creswell (2010) menyatakan bahwa metode ini memiliki tujuan untuk menginfokan kepada pembaca hasil-hasil yang telah peneliti lain lakukan berkaitan dengan pokok penelitian yang dibahas dalam penulisan ini. Menghubungan beberapa literatur sebelumnya yang berupa rangkuman ataupun pemikiran penulis yang bertujuan untuk mengetahui perubahan strategi model pembelajaran semasa pandemi Covid-19 masing berlangsung.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Dampak Covid-19 Terhadap Problematika Pendidikan Saat Ini

Pada kegiatan proses belajar mengajar memang tidak sepenuhnya berjalan sesuai dengan rencana yang dibuat. Setiap kegiatan pembelajaran pasti memiliki tujuan, akan tetapi tidak selamanya tujuan tersebut mampu dicapai secara maksimal. Hal tersebut diakibatkan oleh beberapa faktor yang mempengaruhi aspek kognitif, psikomotor dan afektif peserta didik berjalan secara lambat. Saat ini dunia sedang digemparkan adanya wabah pandemi virus Covid-19 yang menyeluruh di segala penjuru dunia manapun tidak terkecuali Indonesia. Berdasarkan perolehan data melalui beberapa jurnal yang telah dibaca, problematika pembelajaran merupakan suatu hal yang dapat menghalangi suatu proses kegiatan belajar mengajar dan juga sebuah hambatan maupun persoalan yang belum dapat dipecahkan bagi pengajar dalam proses keberlangsungan kegiatan belajar mengajar. Maka dapat disimpulkan bahwa problematika pembelajaran merupakan suatu hambatan yang mengganggu dan terjadi ketika proses kegiatan belajar mengajar berlangsung. Problematiika kegiatan belajar mengajar tidak boleh dengan begitu saja diabaikan oleh seorang pengajar, hal tersebut merupakan sebuah ancaman bagi proses evaluasi kegiatan pembelajaran yang efektif. Sehingga segala bentuk problematika yang ada harus segera diperbaiki serta dicari solesinya. Berikut merupakan beberapa problematika pembelajaran yang terjadi saat ini yaitu problematika faktor pendidik. Para pengajar tentu tidak akan pernah lepas dari suatu masalah yang terjadi dalam proses kegiatan belajar mengajar, oleh karena itu para pengajar harus pandai dalam mencari solesi untuk menghentikan problem tersebut. Diantara problem pengajar dalam kegiatan pembelajaran yaitu sarana dan prasarana yang dimiliki, karena jika sarana yang dimiliki terbatas maka akan mempengaruhi proses pembelajaran dan pencapaian hasil belajar peserta didik.Penguasaan teknologi yang dimiliki seorang pengajar juga berpengaruh pada kegiatan pembelajaran. Hal ini bisa terjadi karena tidak semua pengajar dapat mengoprasikan teknologi internet dan media sosial yang telah disediakan sebagai perantara pembelajaran daring. Ada beberapa pengajar yang masih memerlukan pendampingan khusus untuk pengoprasiannya.

Penyebaran Covid-19 yang secara cepat dan masal ini menjadi salah satu faktor eksternal penyebab problematika pendidikan saat ini. Kejadian ini sangat berpengaruh besar terhadap penyelenggaraan pendidikan dan kegiatan belajar pada jenjang sekolah di Indonesia. Akibat hal tersebut beberapa bulan terakhir, semua jenjang sekolah oleh pemerintah pusat sampai waktu yang belum ditentukan dihentikan, guna memutus mata rantai Covid-19. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 yang menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan belajar di rumah dapat dilaksanakan dengan ketentuan:

  1. Pembelajaran jarak jauh (daring) dilakukan guna untuk memberikan pengalaman baru bagi peserta didik
  2. Focus utama dalam belajar di rumah adalah pendidikan kecakapan yang berkaitan langsung dengan pandemi.
  3. Aktivitas pemberian tugas harus diberikan secara bervariasi sesuai dengan minat dan kondisi masing-masing pesera didik.
  4. Penilaian yang dilakukan oleh seorang pengajar dapat diperoleh melalui pengamatan terhadap peserta didik selama mengikuti pembelajaran daring.

Adaptasi Perilaku Pengajar dan Siswa Terhadap Transformasi Media Pembelajaran IPS

Terdapat sebuah perbedaan yang sangat tampak terhadap konsep pembelajaran pada peserta didik ketika sebuah pembelajaran dilaksanakan secara tatap muka dengan pembelajaran yang dilakukan dengan metode daring. Sebagai contoh nyata dalam pembelajaran pada peserta didik ketika sebuah pembelajaran dilaksanakan secara tatap muka jika ada peserta didik masih belum dapat memahami sebuah materi yang diajarkan dapat secara langsung bertanya kepada pengajar, akan tetapi berbeda dengan pembelajaran daring yang saat ini sedang dilakukan. Para siswa lebih memilih berdiskusi dengan orang tua dengan memanfaatkan media internet yang tersedia. Ketika pengajar memberikan tayangan sebuah vidio tentang materi yang diajarkan siswa akan mencari konsep materi sendiri. Dampak posirif yang dapat diambil yaitu membantu peserta didik dalam menginghat materi yang diajarkan. Metode pembelajaran daring yang saat ini dilakukan sudah banyak aplikasi yang telah disediakan dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. Beberapa aplikasi familiar yang sering digunakan secara gratis tersebut adalah google classroom dan edmodo. Dalam menggunakan aplikasi google classroom para pengajar pada umumnya dapat membuat kelas diskusi terlebih dahulu lalu dapat mengundang peserta didik dengan mengeshare kode yang telah diberikan oleh aplikasi tersebut. Dalam google classroom para pengajar dapat memberikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan tersebut. Pengajar pun juga dapat memberikan tugas dan dapat secara langsung memberikan nilai dari penugasan tersebut dalam aplikasi google classroom. Pengajar dan peserta didik dapat berdiskusi dan berinteraksi melalui forum diskusi terkait dengan permasalahan materi yang disampaikan ataupun jalannya pembelajaran yang dilakukan. Selain itu akhir-akhir ini googlr classroom juga sudah bekerja sama dengan google Meet yang memungkinkan pengajar dan para siswa dapat bertatap muka secara virtual.

Pembelajaran google classroom sebagai media pembelajaran daring secara keseluruhan sudah dapat dikatakan cukup efektif terhadap pengaruh signifikan dari kemudahan, kemanfaatan dan kualitas layanan . Aplikasi kedua yang dapat digunakan adalah Edmodo, aplikasi ini hampir sama dengan cara kerja google classroom yang mempunyai fitur-fitur menarik. Edmodo memiliki kelebihan dapat dipantau oleh orang tua secara simultan. Sehingga aplikasi cocock digunakan bagi peserta didik kelas dasar hingga menengah yang masih mendapat pantauan orang tua dan mendapat pengawasan dari pengajar. Meskipun ada beberapa solusi yang telah disediakan dalam kegiatan pembelajaran daring tetap saja masih ada sebuah problematika yang sering dihadapi saat kegiatan pembelajaran daring terutama pada akses internet dan masih belum terbiasanya peserta didik menggunakan aplikasi pembelajaran online. Permasalahan akses internet juga jaringan yang ada menjadi sebuah perhatian khusus dan serius bagi semua pihak mulai dari instansi pendidikan, pemerintah daerah, pemerintah pusat dan pengajar serta orang tua peserta didik.

Evaluasi Pembelajaran Daring dan Kolaborasi Guru Dengan Peserta Didik

Pandemi Covid-19 telah menyebabkan sebuah problematika pada pembelajaran yang terdampak pada penyesuaian metode pembelajaran yang dilakukan oleh pengajar. Dalam hal ini pengajar harus dipadatkan tetapi juga harus dengann jelas penghematan waktu dan biaya dalam aplikasi online. Beberapa aplikasi yang telah disediakan juga dapat menunjang pembelajaran daring selama masa pandemi virus Covid-19 ini. Untuk itu keterampilan pengajar dalam menggunakan aplikasi dan dalam pemberian materi ke dalam platform sangat diperlukan. Pengajar tidak harus memberikan materi penjelasan berupa kalimat-kalimat yang harus dibaca oleh peserta didik, pengajar juga bisa sesekali memberikan vidio materi. Sebagai contoh dalam pembelajaran IPS mengenai sejarah Indonesia, disitu pengajar dapat menayangkan video tentang detik-detik proklamasi kemerdekaan, videp tentang penjajahan dibeberapa daerah bagian, video perlawanan rakyat kepada sekutu dan masih banyak lagi. Dalam hal pengumpulan tugas pun pengajar dapat meminta siswa untuk sesekali mengirimkan sebuah video. Sebagai contoh peserta didik ditugaskan untuk menjelaskan secara singkat dan memvideonya dan diserahkan kepada pengajar melalui patform yang telah disediakan, sehingga tidak membosankan. Evaluasi merupakan suatu upaya yang digunakan untuk pengendalian mutu pembelajaran sebagai tindakan mendorong akuntabilitas mutu pendidikan (Mansyur, 2020). Sistem evaluasi pembelajaran dengan mengadakan ujian nasional sebagai syarat kelulusan dibatalkan sesuai dengan Surat Edaran Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020. Dengan begitu pada tahun ini ujian nasional bukan menjadi syarat utama kelulusan peserta didik baik dijenjang sekolah dasar, SMP maupun SMA. Dalam ujian sekolah kelulusan dilakukan dengan bentuk tugas portofolio, nilai raport, prestasi yang dimiliki peserta didik sebelumnya, dan pelaksanaan ujian sekolah daring. Selain itu juga nilai yang diperoleh pada semester genap digunakan sebagai nilai tambahan untuk kelulusan peserta didik.

SIMPULAN

Berdasarkan penelitian dengan menggunakan metode studi literatur, dapat kita lihat bahwa problematika pembelajaran merupakan suatu hambatan yang mengganggu dan terjadi ketika terjadinya proses kegiatan belajar mengajar berlangsung. Hal tersebut diakibatkan karena adanya keterbatasan kemampuan pengoprasian aplikasi pembelajaran yang telah disediakan dengan beberapa macam pilihan patform yang ada. Selain hal tersebut problematika dapat terjadi karena adnya penambahan biaya untuk jaringan internet, untuk orang tua juga mendapat tugas tambahan mendampingi anak-anaknya dalam melakukan pembelajaran daring. Hal ini juga mengakibatkan menurunnya tingkat komunikasi antara peserta didik dengan para pengajar, dan peserta didik dengan teman sebayanya. Pandemi Covid-19 ini sangat mempengangaruhi banyak hal dalam kehidupan pendidikan di Indonesia. Sebagai pengajar juga harus dapat menemukan sebuah cara yang sesuai untuk menghidupkan suasana pembelajaran daring supaya tidak menjenuhkan. Pengajar harus dapat mengelola kelas daring yang dilakukan pada saat itu, pengajar harus memperhatikan kemampuan peserta didik yang masih belum dpat mereka kuasai, sehingga dalam proses penjelasan materi harus disesuaikan dengan kemampuan yang dimiliki oleh peserta didik. Peserta didik jugasebaiknya harus melakukan pembelajaran di rumah seperti yang dilakukan saat sedang melakukan pembelajaran di sekolah dengan disiplin dan benar-benar konsentrasi pada pembelajaran yang sedang dilakukan.

DAFTAR PUSTAKA

Abidin, Z. (2020). Pembelajaran Online Berbasis Proyek Salah Satu Solusi Kegiatan Belajar Mengajar di Tengah Pandemi Covid-19.

Creswell John W., 2010. Research Design : Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approachcs. Terj Achmad Fawaid. Yogyakarta.

Fathiyah Ishaniyah. D (Maret 2020) . Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus (COVID-19). JakartaSelatan: Kementrian Kesehatan RI Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.

Hariyanti, N.T (2018). PengaruhInfluencer Marketing Sebagai Strategi Pemasaran Digital Era Modern (Sebuah Studi Literatur). Jurnal Eksekutif.

Mansyur, A,R. (2020). Dampak COVID-19 Terhadap Dinamika Pembelajaran. Education and Learning Journal.

Rahman, S, F. (2020). Problematika Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Pada Masa Pandemi Covid-19.

BIODATA

Biodata Penulis

Nama : Sugeng Wibowo, S.Pd.

NIP : 19700305 200701 1015

Pangkat/Gol : Penata/ III c

Jabatan : Guru muda

Unit Kerja : SMP Negeri 3 Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas

You cannot copy content of this page