Iklan

BELAJAR BERMAIN KIPRES MELALUI CERITA BERGAMBAR

C:\Users\Aspire 4738Z\Documents\BAMBANG PWT.jpg

Oleh: Bambang Purwoto, S.Pd.

Pembelajaran di era pandemi membuat anggota masyarakat mengalami lompatan dalam perubahan sosial. Era digital 4.0 seharusnya akan berlangsung 10 tahun atau 15 tahun yang akan datang menurut para ahli karena Indonesia belum siap dengan hal tersebut. Namun semua terjadi begitu saja mengakibatkan cultural shock bagi sebagian masyarakat, tak terkecuali orang-orang di dunia pendidikan. Pendidik mau tidak mau melaksanakan pendidikan jarak jauh, tidak terkecuali bagi mata pelajaran kesehatan jasmani olahraga dan kesenian (Penjasorkes) yang selama ini dipelajari di alam bebas dan melaui pembelajarn tatap muka.

Pendidikan jarak jauh memiliki karakteristik antara lain pengajar dan peserta didik tidak berada dalam satu ruangan yang sama. Penyampaian materi dilakukan dengan memanfaatkan media komunikasi dan informasi. Menekankan pada acara belajar mandiri namun ada lembaga yang mengaturnya. Keterbatasan pada pertemuan tatap muka atau intensitasnya sangat kecil. Serta fleksibilitas dalam proses pembelajaran, masing-masing peserta didik dapat mengatur waktu belajarnya sendiri sesuai dengan ketersediaan waktu dan kesiapannya (Kemendikbud, 2011).

Pembelajaran Kipres untuk kelas V SD adalah permainan beregu dan dilakukan di lapangan. Hal ini menjadi tantangan bagi pengampu pelajaran Penjasorkes untuk memberikan pembelajaran karena saat ini hampir semua sekolah menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) sebagai istilah lain dari pendidikan jarak jauh. Guru juga harus membimbing peserta didik meskipun tidak berada dalam satu tempat yang sama. Belajar adalah suatu proses perubahan di dalam kepribadian manusia, dan perubahan tersebut ditampakkan dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seperti peningkatan kecakapan, pengetahuan, sikap, kebiasaan, pemahaman, keterampilam, daya pikir dan lain-lain kemampuan (Hakim, Thursan 2005). Pembelajara Penjasorkes sangat menitik beratkan pada peningkatan keterampilan yang seharusnya dapat diperoleh melalui mempraktekkan materi pembelajaran secara langsung.

Anak-anak usia kelas V SD masih memiliki banyak energy untuk berkegiatan. Belajar materi olahraga di rumah pasti akan menjadi kegiatan pembelajaran yang membosankan jika guru hanya membagikan teks materi kepada peserta didik. Anak-anak masih berada didunia bermain, sehingga banyak ahli di bidang pendidikan menyarankan untuk aktifitas belajar sambal bermain. Pembelajaran Kipres dilapangan adalah salah satu kegiatan yang menggambarkan belajar sambal bermain. Permainan Kipres adalah menggunakan bola kecil yang dimainkan secara beregu. Sebelum peserta didik melakukan permainan ini guru memberikan pemahaman tentang aturan-aturan dalam permainan, serta tehnik lainnya seperti cara memukul bola, melempar bola, menangkap bola dan berlari. Permainan ini mengutamakan unsur ketangkasan, kekompakan dan kegembiraan.

Teknik dasar permainan Kipres akan sangat mudah diberikan pada pembelajaran tatap muka, namun tidak demikian pada pembelajaran jarak jauh (PJJ). Selain video guru juga dapat menggunakan gambar untuk memberikan gambaran lebih lengkap mengenai tekih dasar Kipres. Guru dapat menggunakan cerita bergambar untuk melakukan pembelajaran. Peserta didik diarahkan untuk mempraktekkan gambar-gambar dicerita tersebut dirumah. Pembelajaran ini dapat menjadi suasana baru bagi peserta didik.

Pembelajaran menggunakan cerita bergambar akan lebih mudah di pahami oleh peserta didik dibandingkan teks. Pembelajaran ini memberikan beberapa keuntungan antara lain memberikan pengalaman belajar dari peserta didik untuk dapat memahami gambar dan memperlancar bacaan bagi peserta didik.

Biodata Penulis

Nama : Bambang Purwoto, S.Pd

Jabatan : Guru PJOK

Unit Kerja : SD Negeri Ledug Koorwilcam DinDik Kembaran Banyumas.

You cannot copy content of this page