Iklan

*PERAN MEDIA DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN PJOK

*PERAN MEDIA DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN PJOK*

Oleh: Subhan Anshori, S.Pd

Guru SD Negeri 2 Pekiringan

Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga

Teknologi informasi dan komunikasi yang berkembang saat ini sangat mempengaruhi gaya hidup masyarakat. Jika diperhatikan, sekarang orang dewasa diperkantoran sampai anak-anak yang masih duduk dibangku sekolah sangat dekat dengan yang namanya gawai atau android. Bahkan ada yang sangat ketergantungan dalam kesehariannya, kemana-mana harus bawa serta android. Jika sedemikian besar pengaruhnya, apakah lama kelamaan tidak akan berdampak serius terhadap kondisi kejiwaan maupun mental anak bangsa?

Keadaan di rumah maupun di sekolah sebenarnya sudah memadai menyambut era digital. Di rumah anak-anak sudah terbiasa menggunakan gawai. Di sekolah ada jam tertentu yang digunakan untuk pengenalan TIK. Hanya saja ditempat-tempat tersebut ada aturan-aturan yang mungkin saja diberlakukan berbeda terkait pembatasan penggunaannya. Namun, dengan mulai diterapkannya kurikulum merdeka di tahun 2022 ini, secara nyata “memaksa” pihak sekolah untuk segera menyesuaikan aturannya dengan keberadaan kurikulum yang sangat erat dengan dunia digital. Kalau kita telusuri lebih dalam ternyata yang menjadi salah satu media pembelajarannya yaitu menggunakan media gawai, selain personal computer (PC) atau leptop tentunya.

Warga sekolah, antara lain pihak sekolah dengan wali murid, antara guru dengan peserta didik harus ada kerjasama dan saling membutuhkan. Guru sebagai motor penggerak utama dalam pelaksanaan pembelajaran harus dapat berperan aktif di dalam dan di laur sekolah. Komunikasi antara guru dengan peserta didik dapat terjalin dengan baik manakala bisa memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi yang ada saat ini. Dapat melalui media sosial maupun media pembelajaran yang lebih spesifik seperti google classroom, google meet dan yang lainnya selama itu mendukung pembelajaran. Karena teknologi yang digunakan dalam pendidikan dirancang untuk memfasilitasi pembelajaran (fasilitating lerning) dan untuk memantau perkembangan kognitif peserta didik (Gunners, 2021).

Dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan banyak terdapat materi unjuk keterampilan dan performance. Oleh karena itu sangat cocok jika media gawai dalam hal ini media sosial atau ruang kelas digital dimanfaatkan secara optimal untuk sarana pembelajaran aktif. Guru bisa merancang pertemuan dalam jaringan maupun pemberian tugas jarak jauh. Dalam pemberian tugas jarak jauh misalnya, oleh guru dapat digunakan sebagai alat kontrol terhadap keberadaan peserta didik. Anak tidak mungkin pergi jauh yang tidak berfaedah jika ada jadwal meet dengan kelasnya. Guru harus mampu mendampingi peran serta peserta didik secara positif. Jika ada tugas terjadwal, peserta didik akan automatis menyiapkan diri dan alat komunikasinya dilokasi yang dapat menjangkau sinyal dan aman dari gangguan (suara keras atau kebisingan) lainnya. Ini dapat menyiapkan pribadi peserta didik menjadi orang yang unggul dan mampu memilih situasi dan kondisi terbaik dilingkungan tempat tinggalnya.

Ada harapan dalam setiap perubahan kurikulum. Dengan dukungan semua elemen masyarakat, diharapkan komunikasi digital di era kurikulum merdeka ini mampu menjawab tantangan zaman modern yang penuh tantangan. Jika guru aktif memanfaatkan media yang ada saat ini untuk kemajuan pembelajaran, itu artinya sebagian tujuan kurikulum ini mulai terwujud. Salah satu caranya adalah dengan menampilkan video pembelajaran yang menarik, atraktif, yang edukatif. Tampilkan hasil karya peserta didik secara individu atau kelompok dalam pembelajaran digital. Itu bertujuan untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap hasil karya yang telah dibuatnya, kemudian komunikasikan dengan peserta didik tentang apa yang sudah ditontonnya, dianalisis dan jika terdapat permasalahan dapat dibicarakan langkah pemecahan permasalahannya secara bersama-sama. TIK berdampak positif terhadap mental seseorang. Sebab, dengan menggunakan TIK dapat menjadikan pembelajaran menjadi menyenangkan, efektif dan efisien (Huda, 2020).

You cannot copy content of this page