Iklan

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN MEMBACA BAHASA INGGRIS DENGAN PEMBELAJARAN AKTIF, KREATIF, EFEKTIF DAN MENYENANGKAN PADA SISWA SMP KELAS VIII A SMP NEGERI 4 SUMBANG TAHUN PELAJARAN 2021/2022

Oleh : MUHAMMAD ROSYADI, S.Pd, M.M

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Peran guru dalam pembelajaran sangatlah penting, guru sebagai fasilitator dituntut untuk bisa mengembangkan potensi yang ada pada diri siswa dan mampu memberikan motivasi belajar, karena dengan motivasi yang tinggi maka siswa akan mudah untuk mengikuti setiap pelajaran yang disampaikan oleh guru, sehingga siswa akan cepat untuk paham dengan pelajaran yang sedang dipelajari.

Pada kenyataannya masih banyak guru dalam kegiatan belajar mengajar menggunakan metode konvensional, dimana kegiatan pembelajaran metode ini hanya berpusat pad guru. Untuk menantisipasi hal tersebut sejak dini guru harus sudah berupaya sedemikian rupa sehingga siswa tertarik pada bahasa inggris, mau belajar dan sudah memperoleh hasil belajar yang optimal.

Hal tersebut di atas mengindikasikan bahwa didalam kegiatan pembelajaran siswa memiliki motivasi dan kemampuan pemahaman yang rendah. Beberapa faktor yang menyebabkan motivasi dan kemampuan pemahaman siswa rendah antara lain:

  1. Dalam proses pembelajaran masih bersifat konvensional dimana pembelajaran masih berpusat pada guru.
  2. Mengingat kurangnya pemahaman konsep bahasa inggris maka diperlukan pembelajaran yang dapat meningkatkan pemahaman dan penalaran matematis siswa sehingga prestasi belajar siswa bisa meningkat. Selama ini yang terjadi pembelajaran masih berpusat pada guru, sedangkan siswa hanya duduk mendengarkan penjelasan guru, mencatat pelajaran tersebut kemudian mengerjakan soal-soal latihan.
  3. Salah satu faktor yang menyebabkan prestasi belajar rendah adalah penyajian materi, apakah penyejian materi tersebut membuat siswa termotivasi dan timbul perasaan pada diri siswa untuk menyenangi materi tersebut, atau justru membuat siswa jenuh terhadap materi.
  4. Prestasi belajar dapat ditingkatkan dengan pemilihan pendekatan pembelajaran salah satunya adalah PAKEM. Pemilihan pendekatan ini lebih dikarenakan agar pembelajaran membuat sisa antusias terhadap persoalan yang ada sehingga mereka mau mencoba memecahkan persoalan.
  5. Kurangnya pemberian kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi dalam proses pembelajaran.

Untuk itu perlu adanya model pembelajaran yang mampu mengaktifkan siswa untuk belajar, menumbuhkan kemandirian, percaya diri, saling menghargai, bekerja sama dan semua itu berlangsung dengan suasana yang menyenangkan. Salah satu pembelajaran yang berkecenderungan untuk meningkatkan motivasi dan kemampuan pemahaman siswa adalah dengan model Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAKEM) tipe belajar mandiri.

Berdasarkan uraian di atas, maka perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar dan kemampauan pemahaman bahasa inggris dengan model PAKEM tipe belajar mandiri pada siswa kelas VIII A SMP Negeri 4 Sumbang.

B. Indentifikasi Masalah

Identifikasi masalah yang ada sebagai berikut :

“Mengapa pembelajaran berpusat pada guru?”

“Mengapa hasil belajar perlu ditingkatkan?”

“Faktor-faktor apa yang menyebabkan hasil belajar bahasa inggris rendah?”

“Bagaimana caranya agar prestasi belajara bahasa inggris mmeningkat?”

“Mengapa interaksi siswa rendah?”

C. Pembatasan Masalah

Merujuk masalah yang timbul di kelas, maka peneliti mencoba memperbaiki penerapan pendekatan pembelajaran, maka diperlukan pembelajaran yang dapat meningkatkan motifasi dan pemahaman matematika dengan Model Pakem pendekatan tipe belajar mandiri untuk meningkatkan hasil belajar bahasa inggris siswa kelas VIII A semester 1 SMP N 4 Sumbang.

D. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, maka permasalah yang muncul sebagai berikut “Apakah melalui Model Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, Menyenangkan (PAKEM) tipe belajar mandiri motifasi belajar dan kemampuan pemahaman Bahasa Inggris pada siswa SMP”.

E. Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar dan kemampuan pemahaman bahasa inggris dengan model PAKEM tipe belajar mandiri pada siswa kelas VIII A SMP N 4 Sumbang Tahun Pelajaran 2021/2022.

F. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini dapat bermanfaat :

  1. Sebagai alternative untuk meningkatkan motivasi belajar dan kemampuan pemahaman bahasa inggris dengan menggunakan model PAKEM tipe belajar mandiri.
  2. Sebagai bahan pertimbangan bagi guru untuk mengetahui model pembelajaran yang tepat agar pembelajaranya dapat dilakukan lebih efektif.
  3. Sebagai masukan bagi para peserta didik untuk meningkatkan motivasi belajar secara optimal.
  4. Menambah semangat dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar.
  5. Sebagai pertimbangan untuk mengadakan penelitian lebih lanjut mengenai motivasi belajar dan kemampuan pemahaman bahasa inggris.

KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN

A. Teori yang Digunakan

1. Belajar

Menurut Slameto (1991 : 2) belajar merupakan suatu perubahan seseorang atau usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sehingga hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan.

Menurut Morgan, dkk ( dalam Sukamto 1993 : 10 ) belajar dapat didefinisikan sebagai setiap perubahan tingkah laku yang relatif tetap dan terjadi sebagai hasil latihan atau pengalaman.

2. Motivasi Belajar

Menurut Purwanto ( 1990 : 71 ) motivasi adalah “Pendorongan”. Suatu usaha yang disadari untuk mempengaruhi tingkah laku seseorang agar ia tergerak hatinya untuk bertindak melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil atau tujuan tertentu.

3. Kemampuan Pemahaman Bahasa Inggris

Menurut Soedjana ( 2001 : 22 ) dalam sistem pendidikan nasional, rumusan tujuan pendidikan menggunakan klasifikasi hasil belajar dari Benyamin Bloom yang terdiri dari tiga ranah, yaitu ranah kognitif, ranah afektif, dan ranah psikomotor. Ranah kognitif berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari aspek pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi. Ranah afektif berkenaan dengan sikap yang terdiri dari penerimaan, jawaban/reaksi, penilaian, organisasi, dan internalisasi. Ranah psikomotor berkenaan dengan hasil belajar ketrampilan dan kemampuan bertindak.

4. Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAKEM)

Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, Menyenangkan (PAKEM) menurut Mulyasa (2006 : 217) dapat dilakukan dengan berbagai model. Model tersebut antara lain : Model CTL ( contectual teaching and learning ), bermain peran (role playing), pembelajaran dengan modul modular instuction), belajar tuntas masttery learning), pembelajaran partisipatif (participative teaching and learning), dan model belajar mandiri.

Pengertian model belajar mandiri

Menurut Durori (2002 : 3) model belajar mandiri adalah salah satu bentuk belajar siswa untuk mendapatkan materi pelajaran atau pengetahuan dengan mandiri, artinya dengan penuh kesadaran siswa belajar sendiri untuk mendapatkan pengetahuan atau materi pelajaran tanpa ada tekanan ataupun tugs yang berlebihan dari guru. Siswa akan belajar mandiri karena butuh menambah pengetahuan yang telah dimilikinya.

Menurut Durori (2002 : 18) media atau kegiatan untuk mendukung Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif Menyenangkan (PAKEM) adalah sebagai berikut :

a. Buletin Bahasa Inggris

Buletin bahasa inggris adalah lembar bacaan siswa yang berhubungan dengan mata pelajaran bahasa inggris yang berisi rangkuman materi bahasa inggris dan contoh soal. Siswa akan membaca, memahami, dan mencoba menyelesaikan soal yang ada dalam buletin. Siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami buletin akan menanyakan kepada guru pada saat belajar mengajar. Buletin bahasa inggris dibuat oleh guru dan jumlahnya sesuai dengan siswa yang ada di kelas tersebut.

b. Papan absen mandiri

Papan absen mandiri adalah media untuk mengabsen dirinya sendiri, sesuai dengan ketepatzn waktu ia memasuki kelas.

c. Uji cakap mandiri

Uji cakap mandiri adalah salah satu kegiatan yang dilakukan siswa menjelang lonceng berbunyi, yang dipimpin oleh siswa yang pandai atau yang ditunjuk oleh guru sebelumnya. Bagi siswa yang mejawab benar akan masuk kelas, bagi siswa yang belum dapat menjawab mundur ke belakang mengunggu antrian selanjutnya.

B. Kerangka Berfikir

Di dalam model Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, Menyenangkan (PAKEM) tipe belajar mandiri siswa dituntut untuk aktif bertanya, kreatif, efektif, menguasai ketrampilan yang diperlukan serta kegiatan pembelajaran dituntut untuk menyenangkan sehingga membuat siswa berani mengemukakan gagasan, membuat siswa berani mencoba dan dengan menggunakan permainan bahasa inggris sehingga motivasi belajar siswa dapat ditingkatkan.

Dengan siswa aktif mengemukakan gagasan maka pemahaman siswa dapat ditingkatkan karena dengan mengemukakan gagasan, siswa dapat menterjemahkan suatu kalomat soal menjadi kalimat sendiri dengan menggunakan kata-katanya sendiri. Di dalam model ini siswa juga menganalisa pernyataan sehingga pemahaman siswa dapat ditingkatkan, dan mengerti dengan jelas materi yang diberikan guru maka siswa dapat menyelesaikan berbagai maslah yang diberikan guru sehingga pembelajaran dengan menggunakan model Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, Menyenangkan (PAKEM) tipe belajar mandiri diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar dan kemampuan pemahaman bahasa inggris siswa.

C. Hipotesis Tindakan

Berdasarkan landasan teori dan kerangka berfikir diatas maka yang menjadi hipotesis tindakan dalam penelitian ini adalah “Siswa yang mengikuti Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, Menyenangkan (PAKEM) tipe belajar mandiri, motivasi belajar dan pemahaman Bahasa Inggris meningkat”.

METODOLOGI PENELITIAN

A. Setting dan Subjek Penelitian

1.Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 4 Sumbang pada siswa kelas VIII A pada semester gasal Tahun Pelajaran 2021/2022.

2. Subjek Penelitian

Subjek penelitia ini adalah seluruh siswa kelas VIII A SMP Negeri 4 Sumbang dengan jumlah 32 siswa yang terdiri dar 17 siswa putra dan 15 siswa putri.

B. Prosedur Penelitian

Penelitian tindakan kelas ini dilaksankan dalam 3 siklus. Tiap-tiap siklus terdiri dari tiga kali pertemuan. Dua kali pertemuan digunakan untuk menyampaikan materi pelajaran dan satu kali pertemuan digunakan untuk memberikan evaluasi kepada siswa yang berupa pemahaman dan pembagian angket untuk mengetahui besarnya peningkatan motivasi siswa. Prosedur tindakan kelas pada setiap siklusnya meliputi :

  1. Perencanaan
  2. Pelaksanaan tindakan

C. Observasi

Data-data yang diperoleh dalam observasi dicatat dalam suatu catatan observasi. Lembar ini mengamati aktifitas guru, aktifitas siswa dan suasana kelas pada saat pembelajaran berlangsung.

1.Lembar Observasi Aktifitas Guru dan Siswa

Kegiatan observasi dalam penelitian ini dilakukan dengan mengamati guru dan siswa pada saat pembelajaran berlangsung.

2. Lembar Catatan Aktifitas Lapangan

Pada lembar ini observer mencatat semua informasi yang berkaitan dengan aktifitas guru, aktifitas siswa, pengelolaan kelas, serta suasana kelas pada saat proses pembelajaran berlangsung.

3. Tes

Metode tes dalam penelitian ini berupa tes pemahaman bahasa inggris. Tes pemahaman bahasa inggris digunakan untuk memperoleh data kemampuan pemahaman matematika siswa sesudah diberi tindakan pada setiap siklus.

4. Angket

Angket motifasi ini terdiri dari 18 pernyataan dari 8 indikator yaitu menunjukkan minat yang tinggi, ulet menghadapai kesulitan, bekerja mandiri, tidak mudah lepas hal yang diyakini, tekun menghadapi tugas, cepat bosan terhadap tugas yang rutin, dapat mempertahankan pendapatannya serta senang mencari dan memecahkan masalah.

D. Evaluasi

1.Rumus yang digunakan untuk menghitung hasil observasi guru dan siswa

Dengan kriteria penilaian :

Skor rata-rata :

1≤ x < 1,75 = Kurang baik

1,75 ≤ x < 2,5 = Cukup baik

2,5 ≤ x < 3,25 = Baik

3,25 ≤ x ≤ 4 = Sangat baik

2. Rumus yang digunakan untuk menghitung penilaian dalam tes pemahaman setiap soal mempunyai skor maksimal 5 dan bobot 20 untuk mendapatkan nilai digunakan rumus :

Dengan kriteria penilaian :

0≤ x < 20 = Sangat Kurang

20 ≤ x < 40 = Kurang

40 ≤ x < 60 = Cukup

60 ≤ x < 80 = Baik

80 ≤ x ≤ 100 = Baik Sekali (Safari, 2005 : 11)

3. Rumus yang digunakan untuk menganalisis hasil angket

N = Jumlah Siswa yang mendapat nilai ≥ 65

n = Jumlah seluruh siswa

Kriteria :

Nilai < 65 : siswa tidak tuntas belajarnya

Nilai ≥ 65 : siswa tuntas belajarnya (Usman, 2006 : 64)

E. Refleksi

Pada tahap refleksi semua hasil observasi dan evaluasi diolah dan direfleksikan untuk mengukur tingkat keberhasilan dan kekurangan selama pelaksanaan tindakan. Berdasarkan hasil yang telah diperoleh peneliti dan guru merencanakan tindakan untuk perbaikan pada pelaksanaan siklus selanjutnya sampai pada siklus terakhir.

F. Indikator Keberhasilan

Kegiatan penelitian tindakan kelas ini berhasil apabila :

1.Ada peningkatan kemampuan pemahaman bahasa inggris dari siklus I ke siklus II. Adapun ketuntasan hasil belajar sebagai berkut :

a. Daya serap perseorangan

Seorang siswa disebut telah tuntas jika telah mencapai daya serap 65%

b. Daya serap klasikal

Suatu kelas disebut telah tuntas belajar jika kelas tersebut telah terdapat 75% dari jumlah siswa yang        mencapai daya serap 65%.

2. Ada peningkatan motivasi belajar siswa dari siklus I ke siklus III. Dilihat dari prosentase observasi          motivasi belajar siswa dalam setiap indikatornya.

3. Guru dapat menggunakan model Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan menyenangkan (PAKEM) tipe      belajar mandiri secara baik dan benar.

DAFTAR PUSTAKA

Durori, Moh. 2002. Model Belajar Mandiri. Purwokerto : Mitra Mas

Hamzah. 2006. Pembelajaran Matematika Menurut Teori Belajar Kontruktivisme

Nasution.2000. Didaktik Asas-asas Mengajar. Jakarta : Bumi Aksara

Poerwadarminto, WJS, 1996. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakrta : Balai Pustaka

Purwanto, N.1990. Psikologi Pendidikan. Bandung : Remaja Rosdakarya

Sardiman. 2001. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada

Silverius, S.1991. Evaluasi Belajar dan Umpan Balik. Jakarta : Grasindo

Slameto.1991. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta : Rineka Cipta

Soetarno.1985. Proses Belajar Mengajar. Bandung : Cipta Aditya Bakti.

Sudjana, N.2001. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung : Remodja Rosdakarya

Wironoputra, dkk.1995. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : depdikbud.

Wibowo, B.2003.Penelitian Tindakan Kelas.Jakarta : depdiknas Dirjendikdasmen.

You cannot copy content of this page