Iklan

LEARNING FROM HOME ( BELAJAR DARI RUMAH) DIMASA PANDEMI COVID-19 MELALUI APLIKASI GOOGLE CLASSROOM PADA MATA PELAJARAN SENI BUDAYA KELAS IX SMP NEGERI 1 KEDUNGBANTENG TAHUN PELAJARAN 2021/2022

C:\Users\BANG TOYIB\Pictures\img1511062045578.jpg

Oleh : Tugiatiningsih, S.Pd.

ABSTRAK

Di masa Pandemi Covid–19 proses pembelajaran siswa berubah menjadi pembelajaran di rumah atau disebut dengan LFH (Learning From Home), dimana guru dan siswa melaksanakan pembelajaran daring (dalam jaringan/online) Sebagai subyek penelitian kali ini adalah siswa kelas IX SMP N 1 Kedungbanteng pada semester gasal Tahun Pelajaran 2021/2022 dengan jumlah siswa 216, terdiri dari 97 laki-laki dan 119 perempuan. Hasil Penelitian menunjukan bahwa Google Classroom (GCR) merupakan salah satu media yang efektif dibanding penggunaan WhatsApp. Google Classroom juga menyajikan beberapa fitur yang menarik serta mudah pengoperasiannya sehingga cocok digunakan peserta didik SMP Negeri 1 Kedungbanteng sebagai wadah/media untuk pembelajaran Daring ( Learning From Home) pada mata pelajaran Seni Budaya. Dari hasil pembelajaran diperoleh bahwa pada kondisi awal sampai pada kondisi akhir prosentase yang menyerahkan tugas Seni Budaya untuk 7 kali pertemuan mencapai 87,15% untuk tugas pengetahuan dan 87,70% untuk tugas ketrampilan.

Kata Kunci : LFH, Google Classroom, Mata Pelajaran Seni Budaya

PENDAHULUAN

Pada masa pandemi Covid-19 semua kegiatan di laksanakan di rumah, kecuali kegiatan yang sangat penting dan mendesak itu pun dengan protokol kesehatan yang sangat ketat. Pemerintah mengupayakan kepada masyarakat menerapkan physical distancing yaitu himbauan untuk menjaga jarak, menjauhi kegiatan yang berkerumun, perkumpulan dan menghindari pertemuan yang melibatkan banyak orang serta dianjurkan untuk hidup bersih, selalu mencuci tangan dengan sabun pada air yang mengalir dan memakai masker kemanapun pergi.

Pembelajaran bagi anak anak sekolah harus tetap berjalan. Untuk itu Pemerintah menerapkan kebijakan yaitu Pembelajaran Daring/ Learning From Home (LFH) dan Work From Home (WFH). Kebijakan ini merupakan upaya yang diterapkan kepada masyarakat agar dapat menyelesaikan segala pekerjaan di rumah. Pendidikan di Indonesia pun menjadi salah satu bagian yang terdampak akibat adanya pandemi Covid-19 tersebut. Dengan adanya pembatasan interaksi, Kementerian Pendidikan di Indonesia juga mengeluarkan kebijakan yaitu dengan meliburkan sekolah dan mengganti proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan menggunakan sistem dalam jaringan (daring). Dalam menghadapi era Pandemi Covid-19, maka pembelajaran dari rumah atau pembelajaran jarak jauh yang dilakukan yaitu menggunakan Aplikasi Google Classroom. Aplikasi Google Classroom merupakan media yang paling mudah digunakan oleh Peserta didik. Penggunaan Aplikasi Google Classroom sebagai media pembelajaran diharapkan dapat menggantikan Kegiatan Belajar Mengajar Tatap Muka.

Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah yang akan dikaji adalah Apakah penggunaan Aplikasi Google Classroom sebagai media dalam Learning From Home dapat mengatasi masalah Kegiatan Belajar Mengajar Seni Budaya di masa Pandemi Covid–19 di kelas IX Semester Gasal Tahun Pelajaran 2021/2022 .

Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengatasi pembelajaran Seni Budaya secara daring (Learning From Home) dimasa pandemi Covid–19 di kelas IX semester gasal Tahun Pelajaran 2021/2022 melalui Aplikasi Google Classroom

Manfaat yang dapat diambil dari penelitian ini adalah bagi guru sebagai referensi strategi baru dalam proses kegiatan belajar mengajar dalam situasi yang darurat dan peserta didik akan dapat menerima materi yang disampaikan oleh guru. Manfaat bagi peserta didik yaitu diharapkan dapat memberikan kontribusi untuk menggunakan media belajar Seni Budaya serta dapat membantu peserta didik mengembangkan potensi yang ada pada dirinya

TINJAUAN PUSTAKA

LFH (Learning From Home)

LFH (Learning From Home) adalah cara guru dan siswa melaksanakan proses pembelajran yang seharusnya dilakukan di sekolah berubah menjadi pembelajaran di dari rumah masing-masing secara daring (dalam Jaringan/ Online). Pembelajaran ini sangat berbeda dengan pembelajaran konvensional yang terjadi di sekolah. Guru dan siswa tidak berhadapan langsung melainkan terjadi secara jarak jauh yang memungkinkan guru dan siswa berada pada tempat yang berbeda. (https://radarbali.jawapos.com/read/2020/04/24/190653/online-learning-di-tengah-pandemi-covid-19)

Google Classroom (GCR)

Pengertian Google Classroom

Menurut Abdul Barir Hakim (2016), Google Classroom adalah layanan berbasis internet yang disediakan oleh Google sebagai sebuah sistem e-learning.

Servise ini didesain untuk membantu pengajar membuat dan membagikan tugas kepada pelajar secara paperless.pengguna servise ini harus mempunyai akun di Google. Selain itu Google Classroom hanya bisa dgunakan oleh sekolah yang mempunyai Google Apps For Education.. Dengan demikian Google Classroom merupakan suatu aplikasi yang disediakan oleh Google For Education untuk menciptakan ruang kelas dalam dunia maya.

Pemanfaatan Google Classroom dapat melalui multiplatform yakni komputer dan handphone. Guru dan siswa dapat mengunjungi situs https:/classroom.googlecom atau mengunduh aplikasi melalui playstore di android atau app store dengan kata kunci Google Classroom. Penggunaan LMS tersebut tanpa dipungut biaya, sehingga pemanfaatannya dapat dilakukan sesuai kebutuhan (Vicky,dkk:2017)

Google Classroom dapat membantu memudahkan guru dan siswa dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan lebih mendalam. Hal ini disebabkan karena baik siswa maupun guru dapat mengumpulkan tugas, mendistribusikan tugas, dan berdiskusi tentang pelajaran dimanapun tanpa terikat batas waktu atau jam pelajaran. Hal tersebut membuat proses pembelajaran lebih menarik dan lebih efisien dalam hal pengelolaan waktu, dan tidak ada alasan lagi siswa lupa tentang tugas yang sudah diberikan oleh guru (Diemas Bagas : 2017)

b. Manfaat Google Classroom bagi peserta didik

1) Mempermudah peserta didik berkomunikasi dan mencari informasi dalam pembelajaran.

2) Selain untuk berdiskusi, Google Classroom digunakan untuk pengumuman

3) Membuat peserta didik mudah dalam bertanya dan mendapatkan informasi dengan sangat luas.

4) Lebih cepat memperoleh informasi dari peserta didik lain maupun guru.

5) Dapat memberi atau menerima informasi pembelajaran dengan sangat cepat dan tanpa bertatap muka secara langsung.

c. Kelebihan Google Classroom :

1) Sangat mobile Friendly untuk pemula
Sangat mobile friendly untuk pemula, maksudnya orang yang baru pertama menggunakan Google Classroom pasti tidak akan mengalami kesulitan saat mengoprasikanya. Google sendiri sangat memperhatikan akan kenyamanan penggunanya.

2) Mudah mengelola tugas yang diberikan

Selain mudah digunakan ada fitur lain di Google Classroom dimana kita saat memberikan tugas, maka dengan mudah kita bisa melihatnya pada satu halaman yang menyediakan laman tugas. Dengan begitu kita tidak usah repot-repot lagi mencari apa tugas yang telah kita berikan.

3). Semua file masuk ke Google Drive kita

Kelebihan Google Classroom ketiga adalah semua bentuk file baik itu mp4, mp3, docpdf,  dan masih banyak lagi. Semua itu otomatis masuk ke akun Google Drive kita sehingga kita tidak usah mencari penyimpanan yang lain untuk menyimpan file yang telah kita upload. Itu semua sudah tersimpan di Google Drive.

4). Bebas dari iklan dan aman

Kelebihan yang bisa kita rasakan saat menggunakan GC (Google Classroom) ini adalah semua kegiatan yang kita lakukan tidak akan diganggu dengan penayangan iklan. Sehingga kita lebih fokus dalam belajar dan berdiskusi di Google Classroom. Tanpa harus resah dengan banyaknya iklan yang tampil.

5). Tersedia secara gratis 100 %

Dari kebanyakan aplikasi yang dapat kita unduh secara gratis, maka kamu akan menemukan aplikasi Google Classroom yang tersedia secara gratis baik itu di playstore ataupun app store. Kita bisa bebas mendownloadnya kapanpun serta lebih efisien. Google Classroom sendiri menekankan bahwa aplikasi ini 100% gratis tanpa harus membayar dulu baru bisa menggunakannya.

d. Kekurangan Google Classroom

1). Tampilan yang kurang menarik bagi siswa

Kekurangan yang pertama adalah tampilan yang dimiliki oleh Google Classroom kurang menarik. Hanya menampilkan beberapa pilihan gambar dan itu hanya berupa gambar cartoon

2). Saat Google Drive penuh file tidak bisa terkirim

Google Drive yang kita miliki penuh maka file atau dokumen yang kita kirim ke pengajar menjadi eror dan tidak terkirim. Ini sangat mengganggu sekali bagi seorang siswa dan mengakibatkan dia harus membeli drive baru atau menginstall penyimpanan awan atau cloud storage yang baru. Kemudian dihubungkan ke Google Classroom.

3). Waktu pengiriman masih bisa diatur

Maksudnya, apabila kita terlambat mengirim file kita bisa mengundurkan waktu di smartphone kita sehari supaya kita bisa menyerahkan file kita. Yang semula tidak bisa diserahkan karena terlambat.

( https://wayah-e.blogspot.com/2020/04/10-kelebihan-dan-kekurangan-googleclassroom- yang-wajib-diketahui.html)

Mata Pelajaran Seni Budaya

1. Pengertian Seni Budaya

Seni Budaya dan Keterampilan (SBK) sebagai salah satu bidang studi dalam pembelajaran dengan melihat latar belakang akan dapat menumbuhkan kecerdasan moral secara kompetitif, latar belakang tersebut sebagai berikut, yaitu bahwa muatan seni budaya dan keterampilan sebagaimana yang diamanatkan dalam peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan tidak hanya dalam satu mata pelajaran karena budaya itu sendiri meliputi segala aspek kehidupan. Dalam mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan, aspek budaya tidak dibahas secara tersendiri tetapi terintegrasi dengan seni. Karena itu mata pelajaran Seni Budaya.

Pendidikan keterampilan pendidikan yang memperkenalkan anak didik pada dunia karya dimasa yang akan datang. Tujuannya agar anak memperoleh gambaran tentang lapangan-lapangan kerja yang mungkin dapat ditekuni sebagai pilihan hidupnya dikemudian hari. (Sumardi dkk:1993)

2. Ruang Lingkup Seni Budaya dan Keterampilan.

Berdasarkan kurikulum tingkat satuan pendidikan, ruang lingkup mata pelajaran seni budaya dan keterampilan meliputi aspek-aspek sebagai berikut : 1. Jenis-Jenis Seni Budaya dan Keterampilan.

a) seni rupa sebagai suatu bentuk ungkapan seni yang mengekspresikan pengalaman hidup, pengalaman estetis atau artistik manusia dengan menggunakan unsur seni. Seni rupa mencakup pengetahuan, keterampilan dalam menghasilkan karya seni berupa lukisan, patung, ukiran, cetak mencetak, dan sebagainya.

b) seni musik, seni musik adalah salah satu cabang seni yang dapat terwujud dengan adanya bunyi. Musik dibangun oleh unsur-unsur ritme, melodi, harmoni, dan tekstur.

c) seni tari, unsur-unsur tari yaitu unsur gerak, tenaga, ruang, dan waktu. Seni tari mencakup keterampilan gerak berdasarkan olah tubuh dengan dan tanpa rangsangan bunyi, apresiasi terhadap gerak tari.

d) seni drama, yang mencakup keterampilan pementasan dengan memadukan seni musik, seni tari dan peran.

e) seni keterampilan, yang mencakup segala aspek kecakapan hidup (life skill) yang meliputi keterampilan personal, keterampilan sosial, keterampilan vokasional dan keterampilan akademik.( Widia Pekerti : 2013)

Sesuai dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan. Pendidikan seni budaya dan keterampilan memiliki sifat multilingual, multidimensional, dan multikultural.

Sifat Multilingual

Multilingual yang berarti bertujuan mengembangkan kemampuan mengekspresikan diri dengan berbagai cara. Untuk memiliki kemampuan, peserta didik dapat mempelajari berbagai disiplin pendidikan seni seperti, seni rupa, seni musik, seni drama baik secara terpisah maupun secara terpadu.

Sifat Multidimensional

Sifat multidimensional memiliki makna dengan melalui pendidikan seni dapat dikembangkan beragam kompetensi meliputi konsep (pengetahuan, pamahaman, analisis, evaluasi), apresiasi, dan kreasi dengan cara memadukan secara harmonis unsur estetika, logika, kinestetika, dan etika.

Sifat Multikultural

Sifat multikultural memiliki makna bahwa pendidikan seni menumbuh kembangkan kesadaran dan kemampuan. Apresiasi terhadap beragam budaya nusantara dan mancanegara. Hal ini merupakan wujud pembentukan sikap demokratis yang memungkinakan seseorang hidup secara beradab serta toleran dalam masyarakat dan budaya yang majemuk. Melalui pendidikan ini peserta didik mengenal keanekaragaman karya dan hasil budaya dari berbagai daerah, suku bangsa, bahkan dari berbagai negara. (Ida Siti Herawati dkk : 1997)

PEMBAHASAN

Alasan Pemilihan Strategi

Selama masa pandemi Covid-19 pembelajaran jarak jauh menjadi pilihan utama. Pemilihan Google Classroom sebagai media pembelajaran jarak efektif karena media ini selain gratis, dapat dibuat dengan mudah oleh guru maupun siswa. Penggunaan aplikasi Google Classroom sudah digunakan pada awal terjadinya pandemi Covid-19 sampai sekarang.

Tahun Pelajaran 2021/2022 penulis masih menggunakan Google Classroom dilengkapi dengan google form, google sheet, google drive dan medi yang tersambung langsung dengan Google Classroom.Pemanfaatan Google Classroom ini digunakan pada pelajaran Seni Budaya kelas IX A-G dengan jumlah siswa 216 yang terdiri dari 97 laki-laki dan 119 perempuan, pada KD 3.1 tentang Seni Lukis dan 3.2 tentang Seni Patung selama tujuh kali pertemuan. Pembelajran berlangsung setiap hari Selasa pukul 08.35-09.55 WIB, pengambilan data penulisan ini mulai tanggal 27 Juli 2021 hingga 30 September 2021.

Tahapan Operasional Pemecahan Masalah

Pembuatan Kelas Maya

Langkah-langkah pembuatan kelas maya

  1. Membuka gmail.com lalu login dan pilih pilihan kotak-kotak yang ada dipojok kanan atas lalu scrool kebawah dan klik google classroom/gooogle kelas
  2. Klik lanjutkan untuk membuat kelas dengan menggunakan Google Clasroom
  3. Membagi kode kelas melalui grup WhatsApp kelas.

Gambar 1. Tampilan kode kelas 9A

Kelas maya telah terbentuk

Gambar 2. Tampilan ruang kelas 9A-G

Anggota Ruang kelas di GCR

Pemanfaatan Google Classroom dalam pelajaran Seni Budaya

Pemetaan materi sesuai KI KD

Tabel 1. Pelaksanaan Pembelajaran

No KD Waktu Pokok Bahasan
1 KD 3.1

KD 4.1

27 Juli 2021

3 Agustus 2021

10 Agustus 2021

24 Agustus 2021

Seni Lukis

Tema dan Teknik

Praktek Melukis

Penilaian Harian 1

2 KD 3.2

KD 4.2

7 September 2021

21 September 2021

30 September 2021

Patung

Praktek membuat patung dari bahan luknak

Penilaian Harian 2

  1. Penyusunan Silabus dan RPP Darurat Covid -19
  2. Membagikan materi ke kelas

Gambar 3. Memberi materi di GCR

  1. Membuat tugas kuis
  2. Mengelola nilai

Gambar 4.Tampilan Pengolahan nilai

Interaksi dengan siswa

C . Hasil Pemanfaatan Google Classroom dalam pelajaran Seni Budaya

Adanya perubahan proses pembelajaran yang menuntut guru harus mengubah cara mengajar dari cara mengajar secara langsung menjadi secara tidak langsung. Permasalahan utama dunia pendidikan saat pandemi Covid-19 adalah bagaimana supaya siswa, walaupun harus di rumah tetapi tetap belajar

Gambar 5. Format Checklist Pengumpula Tugas

Kotak hijau adalah siswa yang belum mengumpulkan tugas. Nampak ada beberapa siswa yang tidak mengerjakan tugas sama sekali, dan masih ada beberapa siswa yang belum menyelesaikan tugasnya.

Tugas pengetahuan

KD 3.1 Memahami unsur, prinsip, teknik dan prosedur berkarya seni lukis dengan berbagai bahan.

Siswa diberi tugas untuk menjawab pertanyaan tentang seni lukis yang ada di google form dan di dalam google form sudah ada materi. Tugas ditulis di buku dan hasilnya difoto dikirm melalui google form dan mendapat nilai langsung dari gurunya dan dikembalikan

Gambar 6. Tugas pengetahuan seni lukis yang diberikan oleh guru

Gambar 7. Hasil jawaban siswa tentang seni lukis

Tugas ketrampilan

KD 4.1 Membuat karya seni lukis dengan berbagai bahan dan teknik

Siswa diberi tugas membuat lukisan sederhana dengan cara menggores langsung pada kertas dengan alat krayon. Setelah lukisan jadi kemudian difoto dan dikirim melalui GCR

Gambar 8. Tugas praktek melukis yang diberikan oleh guru

Gambar 9. Hasil lukisan siswa di GCR

Kedisiplinan siswa dalam mengirimkan tugas terpantau

Pembelajaran Seni Budaya terjadwal seminggu sekali pada hari Senin, pukul 08.35 – 09.50 WIB dengan penilaian aspek pengetahuan dan ketrampilan.

Hasil pengumpulan tugas dari nilai pengetahuan dan ketrampilan, dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 2. Rekapitulasi pengumpulan tugas nilai pengetahuan

KD 9A 9B 9C 9D 9E 9F 9G Rata-rata
3.1 90,63% 93,75% 93,75% 86,67% 90,63% 86,67% 78,57% 88,67%
3.1 87,50% 87,50% 87,50% 90,00% 84,38% 93,33% 82,14% 87,48%
PH 1 93,75% 93,75% 78,13% 76,67% 93,75% 93,33% 92,86% 88,89%
3.2 84,38% 87,50% 84,38% 76,67% 81,25% 86,67% 75,00% 82,26%
PH 2 87,50% 90,63% 81,25% 96,67% 90,63% 86,67% 85,71% 88,44%
Rata-Rata 88,75% 85,00% 85,00% 85,34% 88,13% 89,33% 82,86% 87,15%

Berdasarkan tabel diatas pengumpulan tugas dalam aspek pengetahuan dari 7 kelas selama 5 pertemuan memiliki rata-rata 87,15% dari 216 siswa. Hal ini dapat dilihat pada grafik sebagai berikut :

Gambar 10. Diagram pengumpulan tugas nilai pengetahuan

Gambar 11. Diagram Rata-Rata pengumpulan tugas nilai pengetahuan setiap KD

Tabel 3. Rekapitulasi pengumpulan tugas nilai ketrampilan

KD 9A 9B 9C 9D 9E 9F 9G Rata-rata
4.1 81,25% 90,63% 93,75% 80,00% 87,50% 90,00% 85,71% 86,98%
4.2 84,38% 84,38% 93,75% 93,33% 90,63% 86,67% 85,71% 88,41%
Rata-Rata 82,82% 87,51% 93,75% 86,67% 89,07% 88,34% 85,71% 87,70%

Berdasarkan tabel diatas pengumpulan tugas aspek ketrampilan memiliki rata-rata 87,70% terlihat pada grafik di bawah ini.

Gambar 12. Diagram pengumpulan tugas nilai ketrampilan

Terlihat pada diagram KD 4.1 tugas membuat lukisan sederhana dan pada KD 4.2 tugas membuat patung sederhana dari sabun batangan, pengumpulan tugas yang seimbang antara KD 4.1 dan KD 4.2 terlihat pada kelas 9C. Rata-rata pengumpulan tugas nilai ketrampilan pada KD 4.1 dan KD 4.2 dapat dilihat pada diagram dibawah ini :

Gambar 25. Diagram Rata-Rata pengumpulan tugas nilai ketrampilan pada KD 4.1 dan KD 4.2

Berdasarkan tabel rekap penilaian aspek pengetahuan dan ketrampilan, pembelajaran seni budaya selama 7 kali pertemuan dan dilaksanakan seminggu satu kali setiap hari Senin masih terpantau dengan baik. Pengumpulan tugas aspek pengetahuan rata-rata 87,15% dan aspek ketrampilan rata-rata 87,70%.

Dalam kondisi pandemi Covid-19 pencapaian penilaian tidak dilihat secara kuantitas namun cukup dengan memotivasi siswa agar dapat mengikuti pembelajaran dengan rasa senag, sehat sambil membangun karakter antara lain mandiri, disiplin dan bertanggungjawab. Adanya penurunan dalam pengumpulan tugas dimungkinkan karena siswa mengalami kejenuhan dalam mengikuti daring dan mengalami kerinduan terhadap pembelajaran tatap muka dan bersekolah lagi. Akan tetapi motoivasi selalu diberikan oleh guru, wali kelas, juga guru BK dalam bentuk komunikasi melalui grup WhatsApp, pemberian vidio profil sekolah , vidio motivasi semangat belajar dan vidio call.

PENUTUP

Simpulan

  1. Pemanfaatan Google Classroom sebagai media pembelajaran jarak jauh di masa pandemi Covid-19 pada mata pelajaran Seni Budaya kelas IX SMP Negeri 1 Kedungbanteng efektif karena dapat memantau pengumpulan tugas baik penilaian aspek pengetahuan dan ketrampilan. Secara tidak langsung juga dapat memantau sikap siswa dalam mengikuti pembelajaran yaitu sikap mandiri, disiplin dan bertanggungjawab.
  2. Pengumpulan tugas dalam aspek pengetahuan memiliki rata-rata 87,15% dan penilaian aspek ketrampilan memiliki rata-arata 87,70%.

Saran

  1. Pemanfaaatan Google Classroom dalam media pembelajaran tidak hanya terbatas selama pembelajaran jarak jauh, namun dapat digunakan dalam pembelajaran tatap muka denag model Blended Learning
  2. Pemanfaatan Google Classroom disertai dengan pemberian materi dengan vidio animasi yang dibuat sendiri oleh guru, dan pemberian tugas dengan penyusunan soal high order thingking lebih ditingkatkan.

DAFTAR PUSTAKA

Abdul Barir Hakim, Efektifitas Penggunaan E-Learning Moodle, Google Classroom dan Edmodo, Jurnal I-Statement Vol.02 No 1, Tahun 2016,h.2

Diemas Bagas Panca Pradana dan Rina Harimurti, Pengaruh Penerapan Tools Google Classroom Pada Model Pembelajaran Project Based Learning Terhadap Hasil Belajar Siswa, Jurnal IT-Edu Universitas Negeri Surabaya, Vol 02 No 01, 2017, h 60

Ida Siti Herawati dan Iriaji, Pendidikan Kesenian, ( Jakarta, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1997), h 14

Soemardi Dkk, Pendidikan Keterampilan, (Jakarta, Depdikbud, 1993), h. 2

Widia Pekerti, Metode Pengembangan Seni, (Tangerang Selatan, Universitas Terbuka, 2013), h. 8.29

Vicky Dwi Wicaksono dan Putri Rachmadyanti, Pembelajaran Blended Learning Melalui Google Clasroom Di Sekolah Dasar, Jurnal Seminar Nasional Pendidikan PGSD UMS & HDPGSDI Wilayah Jawa, UniversitasNegeri Surabaya, h.515

https://radarbali.jawapos.com/read/2020/04/24/190653/online-learning-di-tengah-pandemi-covid-19, diakses pada tanggal 14 Oktober 2021

https://wayah-e.blogspot.com/2020/04/10-kelebihan-dan-kekurangan-googleclassroom- yang-wajib-diketahui.html, diakses pada tanggal 14 Oktober 2021

BIODATA PENULIS

Nama : Tugiatiningsih, S.Pd

NIP : 19710227 200801 2 004

Pangkat/Gol : Penata Muda Tk I/IIIb

Jabatan : Guru Seni Budaya

Unit Kerja : SMP N 1 Kedungbanteng

You cannot copy content of this page