Iklan

UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN KISI-KISI SOAL MELALUI SUPERVISI KLINIS OLEH KEPALA SEKOLAH BAGI GURU SD NEGERI 1 LIMBASARI PADA SEMESTER II TAHUN PELAJARAN 2020/2021

C:\Users\AGUNG\AppData\Local\Microsoft\Windows\INetCache\Content.Word\Foto PAS Bu Suci Limbasari.jpeg

Oleh: Rr. Dwi Esti Suci Rahayu, S.Pd.SD.

ABSTRAK

Dari hasil supervisi rutin diperoleh beberapa temuan terkait dengan penyusunan kisi-kisi soal pada guru SD Negeri 1 Limbasari. Temuan yang diperoleh antara lain, mayoritas guru tidak membuat kisi-kisi dalam menyusun soal. masih sering menggunakan soal ulangan pada tahun-tahun sebelumnya. sebagian guru tidak membuat soal sendiri, melainkan menggunakan soal-soal yang diperoleh dari internet maupun dari buku-buku. Tujuan penelitian secara khusus adalah untuk mengetahui peningkatan kompetensi guru dalam menyusun kisi-kisi soal melalui supervisi klinis oleh kepala sekolah. Penelitian ini dilaksanakan pada Semester II tahun pelajaran 2020/2021 di SD Negeri 1 Limbasari dan subjek penelitiannya adalah guru. Instrumen penelitian menggunakan lembar pengamatan. Penelitian tindakan ini dilakukan sebanyak dua siklus dan tiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan/ evaluasi, dan refleksi. Indikator kinerjanya adalah: 1) Nilai atau skor rata-rata kompetensi menyusun kisi-kisi soal sebesar sebesar 27, 2) nilai rata-rata tindakan supervisi klinis yang dilakukan peneliti sebesar 23. Hasil penelitian menunjukkan supervisi klinis oleh kepala sekolah terbukti dapat meningkatkan kompetensi guru SD Negeri 1 Limbasari dalam menyusun kisi-kisi soal. Hal ini dibuktikan dengan naiknya skor kompetensi menyusun kisi-kisi soal maupun pelaksanaan supervisi klinis oleh kepala sekolah. Data pada kondisi awal menunjukkan nilai rata-rata kompetensi menyusun kisi-kisi soal sebesar 17,2. Pada akhir siklus I, nilai rata-rata meningkat menjadi 23,7 dan pada akhir siklus II kembali meningkat menjadi 30,2. Pelaksanaan supervisi klinis oleh Kepala Sekolah, pada kondisi awal belum dilaksanakan atau 0, meningkat menjadi 22,5 pada akhir siklus I dan meningkat lagi menjadi 25 pada akhir siklus II. Hasil akhir pada siklus II melampaui indikator kinerja dalam penelitian tindakan ini. Berdasarkan hasil-hasil tersebut, maka hipotesis tindakan dalam penelitian tindakan sekolah ini, yang menyatakan: “Supervisi klinis oleh kepala sekolah dapat meningkatkan kompetensi menyusun kisi-kisi soal bagi guru SD Negeri 1 Limbasari pada Semester II tahun pelajaran 2020/2021”, terbukti benar.

Kata kunci: kompetensi, kisi-kisi, supervisi klinis.

Latar Belakang Masalah

Syofyan (2016) mengemukakan bahwa penulisan kisi-kisi soal adalah kerangka dasar yang dipergunakan untuk penyusunan soal dalam evaluasi proses pendidikan dan pembelajaran. Dengan kisi-kisi soal ini, maka seorang guru dengan mudah dapat menyusun soal-soal evaluasi. Kisi-kisi soal inilah yang memberikan batasan guru dalam menyusun soal evaluasi. Dengan kisi-kisi penulisan soal maka tidak akan terjadi penyimpangan tujuan dan sasaran dari penulisan soal untuk evaluasi.

Penyusunan kisi-kisi soal perlu dilakukan secara cermat dan sistematis. Menurut Anggraeni (2016), untuk dapat menyusun butir soal ulangan harian yang memenuhi persyaratan cukup sulit karena menyusun butir soal ulangan harian memerlukan pengetahuan, keterampilan serta ketelitian yang cukup tinggi. Pendapat Anggraeni tersebut terbukti di lapangan, dimana tidak sedikit guru yang mengalami kesulitan dalam penyusunan kisi-kisi soal.

Ananda & Fadhilaturrahmi (2018) mengungkapkan bahwa ada banyak aspek yang menjadi kendala bagi guru dalam menyusun kisi-kisi sehingga kisi-kisi buatan guru kurang berkualitas. Banyak indikator yang memuat materi yang tidak seharusnya. Masalah lain adalah banyak ditemukan indikator pada kisi-kisi yang tidak berkembang, artinya hanya dapat dibuat satu soal saja. Banyak juga ditemukan dalam satu kisi-kisi tidak memuat indikator kunci sehingga jika kisi-kisi benar digunakan, soal tidak mengukur capaian Kompetensi Dasar.

Berdasarkan hasil supervisi rutin yang dilakukan peneliti selaku kepala sekolah diperoleh beberapa temuan atau permasalahan yang berkaitan dengan penyusunan kisi-kisi soal pada guru SD Negeri 1 Limbasari. Dari 10 guru kelas yang disupervisi, diperoleh beberapa temuan sebagai berikut:

  1. Mayoritas guru (8 orang atau 66,7%) tidak membuat kisi-kisi dalam menyusun soal.
  2. Guru masih sering menggunakan soal ulangan pada tahun-tahun sebelumnya, baik secara utuh maupun dengan modifikasi.
  3. Sebagian guru tidak membuat soal sendiri, melainkan menggunakan soal-soal yang diperoleh dari internet maupun dari buku-buku.

Dari hasil wawancara terungkap bahwa guru pada umumnya mengalami kesulitan dalam menyusun kisi-kisi soal, khususnya dalam menjabarkan berbagai aspek atau indikator kisi-kisi soal yang. Sebagian guru juga mengeluhkan keterbatasan waktu untuk menyusun kisi-kisi soal karena waktu sudah banyak tersita untuk kegiatan pembelajaran yang lain.

Berdasarkan hasil temuan tersebut di atas, dapat diperoleh gambaran bahwa kompetensi menyusun kisi-kisi soal pada guru SD Negeri 1 Limbasari masih rendah. Kondisi tersebut memotivasi peneliti selaku kepala sekolah untuk melakukan suatu tindakan guna meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun kisi-kisi soal. Peneliti akan melakukan pembinaan dan bimbingan penyusunan kisi-kisi soal bagi para guru melalui supervisi klinis.

Landasan Teori

Uzer (2005) menyatakan, seorang guru profesional adalah orang yang memiliki kemampuan dan keahlian dalam bidang keguruan atau dengan kata lain ia telah terdidik dan terlatih dengan baik. Terdidik dan terlatih bukan hanya memperoleh pendidikan formal saja akan tetapi juga harus menguasai berbagai strategi atau teknik didalam kegiatan belajar mengajar serta menguasai landasan-landasan kependidikan seperti yang tercantum dalam kompetensi guru. Majid (2005) menjelaskan kompetensi yang dimiliki guru akan menunjukkan kualitas guru dalam mengajar. Kompetensi tersebut terwujud dalam bentuk penguasaan pengetahuan dan profesional dalam menjalankan fungsinya sebagai guru.

Menurut Mulyasa (2008) guru profesional secara umum harus memenuhi dan memiliki kompetensi berikut: 1) mengerti dan dapat menerapkan landasan kependidikan baik filosofi, psikologis, sosiologis, dan sebagainya, 2) mengerti dan dapat menerapkan teori belajar sesuai taraf perkembangan peserta didik. 3) mampu menangani dan mengembangkan bidang studi yang menjadi tanggung jawabnya. 4) mengerti dan dapat menerapkan metode pembelajaran yang bervariasi, 5) mampu mengembangkan dan menggunakan berbagai alat, media, dan sumber belajar yang relevan. 6) mampu mengorganisasikan dan melaksanakan program pembelajaran. 7) Mampu melaksanakan evaluasi hasil belajar peserta didik, dan 8) Mampu menumbuhkan kepribadian peserta didik.

Handoko (dalam Susiatin, 2019) menyatakan, ada beberapa langkah yang harus dilakukan agar alat penilaian dapat tersusun dengan baik, yakni: (1) Mengkaji kurikulum dan buku pelajaran untuk menentukan ruang lingkup pertanyaan tidak menyimpang dari materi yang diajarkan. (2) Merumuskan tujuan pembelajaran untuk memastikan target kemampuan yang akan diukur. Tujuan ini dirumuskan secara operasional, artinya dapat diukur dengan alat penilaian yang biasa digunakan. (3) Membuat kisi-kisi alat penilaian. Kisi-kisi hendaknya mampu menampakkan kemampuan yang akan diukur, proporsinya, lingkup materi yang diujikan, tingkat kesulitan soal, jenis alat penilaian yang digunakan, jumlah soal atau pertanyaan, dan perkiraan waktu yang diperlukan untuk mengerjakan soal tersebut. (4) Menyusun soal berdasarkan kisi-kisi yang ada. (5) membuat kunci jawaban dan pedoman penskoran.

Sejalan dengan uraian diatas, Listyawati (dalam Susiatin, 2019) menyatakan bahwa ada beberapa hal penting yang perlu dilakukan oleh guru dalam melakukan penilaian yaitu menyusun perangkat tes yang standar. Perangkat yang dimaksud meliputi kisi-kisi soal, soal, kunci jawaban beserta rubrik penilaiannya. Soal tes yang baik disusun berdasarkan kisi-kisi yang ada.

Syofyan (2016) menyatakan bahwa fungsi dari kisi-kisi soal adalah: 1) Panduan/pedoman dalam penulisan soal yang hendak disusun, 2) Penulis akan menghasilkan soal-soal yang sesuai dengan tujuan tes, 3) Penulis soal yang berbeda akan menghasilkan perangkat soal yang relatif sama, dari segi tingkat kedalamannya, segi cakupan materi yang ditanyakan.

Richard Waller (dalam Purwanto, 2010), mendefinisikan supervisi klinis sebagai perbaikan pengajaran dengan melalui siklus yang sistematis dari tahap perencanaan, pengamatan, dan analisis intelektual yang intensif terhadap penampilan mengajar sebenarnya dengan tujuan mengadakan modifikasi yang rasional. Sementara menurut Bolla (dalam Arif, 2008) supervisi klinis merupakan suatu proses bimbingan kepada guru yang tujuannya adalah untuk membantu guru dalam pengembangan profesionalnya, khususnya dalam penampilan mengajar, berdasarkan observasi dan analisis data secara teliti dan objektif.

Menurut Esim dalam Rugaiyah (2016), tujuan supervisi klinis adalah membantu guru mengembangkan dan meningkatkan profesionalitasnya melalui perencanaan bersama (guru dan supervisor), observasi dan umpan balik. Sementara Acheson dan Gall (dalam Maunah, 2009), berpandangan supervisi mempunyai tujuan umum memberi tekanan pada proses pembentukan dan pengembangan profesional dengan maksud memberi respons terhadap kebutuhan guru yang berhubungan dengan tugasnya. Secara rinci, tujuan supervisi klinis adalah: Menyediakan umpan balik yang objektif terhadap guru, mengenai pengajaran yang dilaksanakan, Mendiagnosis dan membantu memecahkan masalah-masalah pengajaran, Membantu guru mengembangkan keterampilannya menggunakan strategi pengajaran, Mengevaluasi guru untuk kepentingan promosi jabatan dan keputusan lainnya, Membantu guru dalam mengembangkan satu sikap positif terhadap pengembangan profesional yang berkesinambungan.

Hipotesis Tindakan

Supervisi klinis oleh kepala sekolah dapat meningkatkan kompetensi menyusun kisi-kisi soal bagi guru SD Negeri 1 Limbasari pada semester II tahun pelajaran 2020/2021.

Metode Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada semester II tahun pelajaran 2020/2021 di SD Negeri 1 Limbasari dan subjek penelitiannya adalah guru. Instrumen penelitian menggunakan lembar pengamatan. Penelitian tindakan ini dilakukan sebanyak dua siklus dan tiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan/ evaluasi, dan refleksi. Indikator kinerjanya adalah: 1) Nilai atau skor rata-rata kompetensi menyusun kisi-kisi soal sebesar sebesar 27, 2) nilai rata-rata tindakan supervisi klinis yang dilakukan peneliti sebesar 23.

Hasil Tindakan dan Pembahasan

Deskripsi Kondisi Awal

Hasil pengamatan kondisi awal kompetensi menyusun kisi-kisi soal pada guru SD Negeri 1 Limbasari dapat dilihat dalam Tabel berikut ini.

Tabel 4.1 Kondisi Awal Kompetensi Menyusun Kisi-Kisi Soal pada Guru SD Negeri 1 Limbasari Sebelum Penelitian Tindakan

No. Kode

Guru

Indikator & Skor Penilaian Jml
Ind-1 Ind-2 Ind-3 Ind-4 Ind-5 Ind-6 Ind-7
1. G-1 2 3 3 3 2 2 2 17
2. G-2 2 2 3 2 3 3 3 18
3. G-3 3 3 2 3 2 2 2 17
4. G-4 2 2 3 2 3 2 2 16
5. G-5 3 3 2 3 2 3 3 19
6. G-6 2 2 3 2 2 2 2 15
7. G-7 3 2 2 3 2 2 3 17
8. G-8 3 3 2 3 3 2 3 19
9. G-9 2 2 2 2 3 2 2 15
10. G-10 3 2 3 3 3 2 3 19
Jumlah 25 24 25 26 25 22 25 172
Rerata 2.5 2.4 2.5 2.6 2.5 2.2 2.5 17.2

Data pada Tabel 4.1 menunjukkan rendahnya kompetensi guru SD Negeri 1 Limbasari dalam menyusun kisi-kisi soal. Hal tersebut dibuktikan dengan nilai rata-rata yang hanya 17,2 dan termasuk dalam kategori kurang.

Deskripsi Hasil Siklus I

Hasil pengamatan pada siklus I penelitian dapat dilihat dalam Tabel berikut ini.

Tabel 4.2 Hasil Penilaian Peneliti tentang Kompetensi Menyusun Kisi-Kisi Soal pada Guru SD Negeri 1 Limbasari pada Siklus I Penelitian

No. Kode

Guru

Indikator & Skor Penilaian Jml
Ind-1 Ind-2 Ind-3 Ind-4 Ind-5 Ind-6 Ind-7
1. G-1 3 4 4 3 3 3 3 23
2. G-2 3 4 3 3 4 3 3 23
3. G-3 4 3 4 3 4 3 4 25
4. G-4 3 3 3 3 3 3 3 21
5. G-5 4 4 3 4 3 4 4 26
6. G-6 3 3 4 3 3 3 3 22
7. G-7 4 3 3 4 4 3 4 25
8. G-8 4 3 3 3 3 3 3 22
9. G-9 3 3 3 3 4 3 3 22
10. G-10 3 3 4 4 4 3 4 25
Jumlah 34 33 34 33 35 31 34 234
Rerata 3.4 3.3 3.4 3.3 3.5 3.1 3.4 23.4

Sementara hasil penilaian kolaborator tentang kompetensi menyusun kisi-kisi soal pada guru SD Negeri 1 Limbasari pada Siklus I penelitian adalah sebagai berikut:

Tabel 4.3 Hasil Penilaian Kolaborator tentang Kompetensi Menyusun Kisi-Kisi Soal pada Guru SD Negeri 1 Limbasari pada Siklus I Penelitian

No. Kode

Guru

Indikator & Skor Penilaian Jml
Ind-1 Ind-2 Ind-3 Ind-4 Ind-5 Ind-6 Ind-7
1. G-1 3 3 3 4 3 3 3 22
2. G-2 3 4 3 4 3 4 3 24
3. G-3 4 4 4 3 4 4 3 26
4. G-4 3 3 4 3 4 3 3 23
5. G-5 4 4 4 3 4 4 4 27
6. G-6 3 3 3 4 3 4 3 23
7. G-7 4 3 4 3 4 3 3 24
8. G-8 3 3 3 3 3 3 3 21
9. G-9 3 3 4 4 4 3 3 24
10. G-10 3 3 4 4 4 3 4 25
Jumlah 33 33 36 35 36 34 32 239
Rerata 3.3 3.3 3.6 3.5 3.6 3.4 3.2 23.9

Berdasarkan data tersebut di atas, diketahui bahwa nilai rata-rata kompetensi menyusun kisi-kisi soal pada guru SD Negeri 1 Limbasari dari peneliti adalah sebesar 23,4 sedangkan dari kolaborator sebesar 23,8. Jadi nilai rata-rata dari kedua penilaian tersebut adalah sebesar 23,7 yang termasuk dalam kategori baik.

Tindakan peneliti dalam melakukan supervisi klinis dinilai oleh kolaborator dan salah satu guru yang menjadi subjek penelitian. Adapun hasil penilaian terhadap tindakan supervisi klinis yang dilakukan oleh peneliti adalah sebagai berikut:

Tabel 4.4 Hasil Penilaian Terhadap Tindakan Pendampingan oleh Kepala Sekolah yang Dilakukan Oleh Peneliti pada Siklus I Penelitian

No. Pengamat Skor Rata-

rata

Kategori
1. Kolaborator 22 22,5 Cukup Baik
2. Salah seorang subjek penelitian 23,5

Tabel 4.5 Rata-rata Data Awal dan Siklus I Penelitian

No. Data Penelitian Data Awal Siklus

I

Kenaikan % Kenaikan
1. Kompetensi menyusun kisi-kisi soal 17,2 23,7 6,5 18,6
2. Tindakan supervisi klinis oleh kepala sekolah 0 22,5 23,5 75

Berdasarkan tabel tersebut dapat diketahui bahwa kompetensi menyusun kisi-kisi soal mencapai kenaikan skor 6,5 poin atau 18,6% dan pelaksanaan supervisi klinis oleh kepala sekolah mencapai skor 22,5 atau 75%. Pada proses pembuatan kisi-kisi soal sebagian besar masih belum nampak maksimal. Sedangkan untuk pelaksanaan supervisi klinis oleh kepala sekolah masih ada yang belum maksimal antara lain penyampaian materi tata cara penyusunan kisi-kisi yang belum detail dan benar-benar dipahami oleh subjek penelitian.

Berdasarkan hasil yang dicapai pada siklus I, maka penelitian belum berhasil mencapai kinerja keberhasilan dalam penelitian ini. Oleh sebab itu tindakan dilanjutkan ke Siklus II.

Deskripsi Siklus II Penelitian

Hasil pengamatan pada siklus II penelitian dapat dilihat dalam Tabel berikut ini.

Tabel 4.6 Hasil Penilaian Peneliti tentang Kompetensi Menyusun Kisi-Kisi Soal pada Guru SD Negeri 1 Limbasari pada Siklus II Penelitian

No. Kode

Guru

Indikator & Skor Penilaian Jml
Ind-1 Ind-2 Ind-3 Ind-4 Ind-5 Ind-6 Ind-7
1. G-1 4 5 4 4 4 4 4 29
2. G-2 4 5 4 4 5 4 4 30
3. G-3 5 4 4 4 5 5 4 31
4. G-4 4 4 4 4 4 4 4 28
5. G-5 5 5 4 5 5 5 5 34
6. G-6 4 4 5 4 4 4 4 29
7. G-7 5 4 5 5 4 5 5 33
8. G-8 5 4 4 4 4 4 4 29
9. G-9 4 3 4 4 4 3 4 26
10. G-10 4 4 4 5 4 4 4 29
Jumlah 44 42 42 43 43 42 42 298
Rerata 4.4 4.2 4.2 4.3 4.3 4.2 4.2 29.8

Tabel 4.7 Hasil Penilaian Kolaborator tentang Kompetensi Menyusun Kisi-Kisi Soal pada Guru SD Negeri 1 Limbasari pada Siklus II Penelitian

No. Kode

Guru

Indikator & Skor Penilaian Jml
Ind-1 Ind-2 Ind-3 Ind-4 Ind-5 Ind-6 Ind-7
1. G-1 4 5 4 5 4 4 4 30
2. G-2 4 5 5 4 5 4 5 32
3. G-3 4 4 5 4 5 4 5 31
4. G-4 4 4 4 4 5 4 4 29
5. G-5 5 5 5 5 5 5 5 35
6. G-6 4 4 5 4 4 4 4 29
7. G-7 5 5 5 4 5 5 5 34
8. G-8 4 4 4 4 4 5 4 29
9. G-9 4 4 4 4 4 3 4 27
10. G-10 4 4 4 5 4 4 4 29
Jumlah 42 44 45 43 45 42 44 305
Rerata 4.2 4.4 4.5 4.3 4.5 4.2 4.4 30.5

Berdasarkan data pada Tabel 4.6 dan 4.7, diketahui bahwa nilai rata-rata kompetensi menyusun kisi-kisi soal pada guru SD Negeri 1 Limbasari pada Siklus II penelitian adalah 30,2 yang termasuk dalam kategori amat baik.

Tabel 4.8 Hasil Penilaian Terhadap Tindakan Pendampingan oleh Kepala Sekolah yang Dilakukan Oleh Peneliti pada Siklus II Penelitian

No. Pengamat Skor Rata-

rata

Kategori
1. Kolaborator 25 25 Baik sekali
2. Salah seorang subjek penelitian 25

Tabel 4.9 Rata-rata Data Siklus I dan Siklus II Penelitian

No. Data Penelitian Siklus

I

Siklus

II

Kenaikan % Kenaikan
1. Kompetensi menyusun kisi-kisi soal 23,7 30,2 6,5 18,6
2. Tindakan supervisi klinis oleh kepala sekolah 22,5 25 2,5 11,7

Berdasarkan data pada tabel dan gambar tersebut di atas dapat diketahui bahwa kompetensi menyusun kisi-kisi soal pada guru SD Negeri 1 Limbasari mencapai kenaikan skor sebesar 6,5 poin atau 18,6% dan skor pelaksanaan supervisi klinis meningkat sebesar 2,5 poin atau 8,3%. Pada proses pembuatan kisi-kisi soal sebagian besar indikator sudah nampak maksimal. Sedangkan untuk pelaksanaan supervisi klinis secara umum juga berjalan maksimal.

Pembahasan

Berdasarkan hasil tindakan pada siklus I dan II penelitian dapat diketahui bahwa kompetensi menyusun kisi-kisi soal pada guru SD Negeri 1 Limbasari dari data awal sampai akhir siklus II mengalami peningkatan, yaitu sebesar 13 poin atau 37,1%. Sementara pelaksanaan supervisi klinis oleh kepala sekolah dari awal sampai siklus II meningkat sebesar 25 atau 83,3%.

Tabel 4.10 Rata-rata Data Awal, Akhir Siklus I dan Akhir Siklus II

No. Data Penelitian Data

Awal

Siklus

I

Siklus

II

Total Kenaikan % Kenaikan
1. Kompetensi menyusun kisi-kisi soal 17,2 23,7 30,2 13 37,1
2. Tindakan supervisi klinis oleh kepala sekolah 0 22,5 25 25 83,3

Gambar 4.3 Perbandingan Data Awal, Siklus I, dan Siklus II Penelitian

Berdasarkan uraian data tersebut di atas dapat dketahui bahwa penelitian tindakan sekolah tentang peningkatan kompetensi menyusun kisi-kisi soal oleh peneliti terhadap guru SD Negeri 1 Limbasari dapat dikatakan berhasil karena terjadi peningkatan skor pada kompetensi menyusun kisi-kisi soal dan supervisi klinis pada tiap siklus penelitian. Hasil akhir untuk kompetensi menyusun kisi-kisi soal adalah sebesar 30,2 dan pelaksanaan supervisi klinis sebesar 25, Hasil-hasil yang dicapai tersebut melampaui indikator kinerja yang digunakan dalam penelitian tindakan sekolah ini.

5. Hasil Tindakan

Berdasarkan data hasil penelitian dapat diketahui bahwa tindakan supervisi klinis oleh peneliti selaku kepala sekolah berhasil meningkatkan kemampuan guru SD Negeri 1 Limbasari dalam pembuatan kisi-kisi soal. Kompetensi menyusun kisi-kisi soal pada kondisi awal sebesar 17,2 meningkat menjadi 23,7 pada akhir siklus I dan meningkat lagi menjadi 30,2 pada akhir siklus II. Total kenaikannya adalah sebesar 13 atau 37,1%. Pelaksanaan supervisi klinis oleh kepala sekolah dalam pembuatan kisi-kisi soal oleh peneliti dari kondisi awal belum dilaksanakan (0), meningkat menjadi 22,5 pada siklus I dan 25 pada siklus II, sehingga total kenaikan 25 atau 83,3%. Semua hasil yang dicapai tersebut mampu memenuhi indikator kinerja dalam penelitian tindakan sekolah ini, sehingga penelitian dinyatakan berhasil.

Kenaikan skor tersebut merupakan bukti nyata bahwa pelaksanaan supervisi klinis oleh kepala sekolah dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun kisi-kisi soal. Berdasarkan hasil tersebut, hipotesis tindakan dalam penelitian yang menyatakan: “Supervisi klinis oleh kepala sekolah dapat meningkatkan kompetensi menyusun kisi-kisi soal bagi guru SD Negeri 1 Limbasari pada semester II tahun pelajaran 2020/2021”, terbukti benar. Jadi, kompetensi guru dalam menyusun kisi-kisi soal dapat ditingkatkan melalui supervisi klinis oleh kepala sekolah. Kondisi tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya supervisi klinis oleh kepala sekolah untuk meningkatkan kompetensi guru, termasuk dalam upaya membantu memecahkan atau mengatasi kesulitan yang dialami guru dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya. Hal ini sebagaimana dinyatakan oleh Acheson dan Gall (dalam Maunah, 2009), bahwa supervisi mempunyai tujuan umum memberi tekanan pada proses pembentukan dan pengembangan profesional dengan maksud memberi respons terhadap kebutuhan guru yang berhubungan dengan tugasnya. Adapun tujuan supervisi klinis antara lain adalah mendiagnosis dan membantu memecahkan masalah-masalah pengajaran.

Simpulan

Supervisi klinis oleh kepala sekolah terbukti dapat meningkatkan kompetensi guru SD Negeri 1 Limbasari dalam menyusun kisi-kisi soal. Hal ini dibuktikan dengan naiknya skor kompetensi menyusun kisi-kisi soal maupun pelaksanaan supervisi klinis oleh kepala sekolah. Data pada kondisi awal menunjukkan nilai rata-rata kompetensi menyusun kisi-kisi soal sebesar 17,2. Pada akhir siklus I, nilai rata-rata meningkat menjadi 23,7 dan pada akhir siklus II kembali meningkat menjadi 30,2. Pelaksanaan supervisi klinis oleh Kepala Sekolah, pada kondisi awal belum dilaksanakan atau 0, meningkat menjadi 22,5 pada akhir siklus I dan meningkat lagi menjadi 25 pada akhir siklus II. Hasil akhir pada siklus II melampaui indikator kinerja dalam penelitian tindakan ini. Berdasarkan hasil-hasil tersebut, maka hipotesis tindakan dalam penelitian tindakan sekolah ini, yang menyatakan: “Supervisi klinis oleh kepala sekolah dapat meningkatkan kompetensi menyusun kisi-kisi soal bagi guru SD Negeri 1 Limbasari pada semester II tahun pelajaran 2020/2021”, terbukti benar.

DAFTAR PUSTAKA

Ananda, R., & Fadhilaturrahmi. 2018. “Analisis Kemampuan Guru Sekolah Dasar dalam Implementasi Pembelajaran Tematik di SD”. Jurnal Basicedu, Volume 2 No. 2.

Anggraeni, Lili. 2016. “Peningkatkan Kompetensi Guru Menyusun Butir Soal Bermutu Melalui Program Workshop”. Jurnal Inovasi Pembelajaran Karakter (JIPK) Vol. 1, No. 2, Desember 2016.

Arif, Saiful. 2008. “Implementasi Supervisi Klinis”, Jurnal Tadris Vol. 3 No. 2.

Majid, Abdul. 2005. Perencanaan Pembelajaran: Mengembangkan Standar Kompetensi Guru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Maunah, Binti. 2009. Supervisi Pendidikan Islam. Yogyakarta: Teras

Mulyasa, E. 2008. Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Purwanto, Ngalim. 2010. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Rugaiyah. 2016. “Pengembangan Model Supervisi Klinis Berbasis Informasi dan Teknologi”, Jurnal Cakrawala Pendidikan Vol. 35 No. 3.

Susiatin. 2019. “Meningkatkan Kemampuan Guru Dalam Menyusun Kisi-Kisi Soal Dengan Metode Pendampingan Pola “OCF”. Jurnal Dinamika Manajemen Pendidikan, Volume 4 Nomor 1, Tahun 2019.

Syofyan, Harlinda. 2016. “Penyuluhan dan Pelatihan Pendidikan tentang Pembuatan Kisi-Kisi Soal untuk Guru-Guru di Yayasan Perguruan Birrul Waalidain Semplak Bogor”. Jurnal Abdimas Volume 3 Nomor 1, September 2016

Uzer, M. Usman. 2005. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Biodata Penulis

Nama : Rr. Dwi Esti Suci Rahayu, S.Pd.SD

Jabtan :Kepala Sekolah

Unit Kerja : SD Negeri 1 Limbasari

By admin

You cannot copy content of this page